STANDARD OPERATING PROCEDURE OF LOADING POINT CONSTRUCTION
Version 01 (Original)
Page 1 of 3
PT. INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA
STANDARD OPERATING PROCEDURE / PROSEDUR KERJA STANDARD
TITLE / JUDUL PEMBUATAN LOADING POINT
ID. / NOMOR MP/SOP_MP001
DEPARTMENT / DEPARTEMEN EMD
SECTION / BAGIAN MINE PRODUCTION
DATE / TANGGAL July 19, 2024
VERSION / VERSI 1.0
IMPORTANCE / TINGKAT KEPENTINGAN Routine / Rutin X Critical / Kritis
Created/reviewed by: Checked by: Approved by:
Dibuat/direview oleh: Diperiksa oleh: Disetujui oleh:
IPIK DWI HELLEN R # 8708 ALAMSYAH # 8849 INU PINAHALAN # 5970
Date / Tanggal: Date / Tanggal: Date / Tanggal:
PURPOSE/TUJUAN
PRINT DATE: 7/19/2024 - UNCONTROLLED DOCUMENT WHEN PRINTED
TANNGAL PRINT: 7/19/2024– DOCUMENT TIDAK DAPAT DIKONTROL PADA SAAT DIPRINT
STANDARD OPERATING PROCEDURE OF LOADING POINT CONSTRUCTION
Version 01 (Original)
Page 2 of 3
1. Untuk memastikan proses pembuatan loading point dapat berjalan dengan aman dan loading
point dapat digunakan dengan aman dalam operasi stripping dan mining.
2. Pematuhan terhdap KEPMEN NO. 555.K/26/M.PE/1995.
3. Pemenuhan MHS 01 (Vehicle & Mobile Equipment Condition ).
4. Pemenuhan MHS 02 ( Vehicle & Mobile Equipment Operation).
5. Pemenuhan MHS 03 ( Road Condition).
SCOPE/RUANG LINGKUP
Pembuatan loading point untuk operasi mining dan stripping.
PROCEDURE/PROSEDUR
1. MENENTUKAN, MENGECEK DAN MENGIDENTIFIKASI/MENILAI LOKASI LOADING POINT
1.1 Grade Control Sampler (GCS) menentukan lokasi atau area yang akan di mining maupun
stripping sesuai dengan target kebutuhan grade dan bundary weekly plan yang dikeluarkan mine
planner.
1.2 Grade Control Sampler (GCS) menunjukkan lokasi mining dan stripping kepada foreman
produksi, kemudian berkoordinasi untuk menentukan lokasi loading point mining dan stripping
yang memungkinkan dan aman.
1.3 Foreman produksi sebagai penanggung jawab loading point turun/berjalan ke lokasi loading point
yang ditentukan, kemudian melakukan pengecekan langsung dan penilaian kondisi lokasi loading
point dengan mendasarkan pertimbangan safety dan productivity. Hal – hal tersebut antara lain :
1) Lebar minimum untuk pit road maupun lokasi loading point dengan satu truck adalah 5 meter
(2 kali lebar truck).
2) Kemungkinan jumlah truck yang akan keluar masuk lokasi loading point, maksimum jumlah
antrian, titik manuver dan persimpangan maupun kebutuhan rambu/flagman (traffic
management).
3) Kemiringan/grade maksimum landasan loading point adalah 3%.
4) Kondisi landasan/surface, meliputi :
a. Material lembek/limonite/fill, diperlukan pembatuan dengan material Quarry ± 15 cm.
b. Landasan bergelombang, diperlukan perataan dengan dozer.
c. Landasan tidak rata/beraturan karena material tumpahan, diperlukan perataan dengan
dozer.
d. Material keras (hard saprolite/bedrock), diperlukan perataan dengan dozer.
1.4 Saat melakukan pengecekan dan penilaian lokasi loading point Foreman produksi harus
mengecek seluruh area dengan turun dan berjalan di area tersebut untuk memastikan kondisi
permukaan lokasi loading point tersebut.
2. MENGARAHKAN DOZER
3.1 Foreman produksi memanggil operator dozer melalui radio atau jika tidak ada alat komunikasi di
dozer dapat dilakukan dengan isyarat sesuai standard prosedur berkomunikasi dengan isyarat.
3.2 Operator dozer mengikuti prosedur maju mundur (PKS_MOP 005)
3.3 Setelah posisi dozer dekat dan terlihat jelas oleh operator dozer, Foreman produksi mengarahkan
operator dozer untuk melakukan pembuatan loading point.
3.4 Pada saat memberikan penjelasan kepada operator pastikan dozer telah berhenti, dalam kondisi
transmission lock dan under blade lock aktif.
3.5 Foreman produksi memberi pengarahan secara detil prosedur pengerjaan loading point dari
lokasi awal pendorongan, arah pendorongan dan bentuk akhir loading point yang diinginkan.
3.6 Pastikan/tanyakan kembali bahwa pengarahan yang diberikan telah dipahami oleh operator
dozer.
3. DOZER MENDORONG DAN GRADING PERMUKAAN LOADING POINT
PRINT DATE: 7/19/2024 - UNCONTROLLED DOCUMENT WHEN PRINTED
TANNGAL PRINT: 7/19/2024– DOCUMENT TIDAK DAPAT DIKONTROL PADA SAAT DIPRINT
STANDARD OPERATING PROCEDURE OF LOADING POINT CONSTRUCTION
Version 01 (Original)
Page 3 of 3
3.1 Persiapan
3.1.1. Yakinkan pemeriksaan kendaraan (daily checklist) telah dilakukan dan memenuhi syarat
untuk dioperasikan.( Pasal 253 Ayat 1 KEPMEN NO. 555.K/26/M.PE/1995.)
3.1.2. Semua instruksi harus dipahami oleh operator sebelum memulai pekerjaan.
3.1.3. Identifikasi lubang/bekas galian atau tebing dalam area kerja.
3.1.4. Atur pengiriman quarry jika dibutuhkan.
3.1.5. Tidak boleh orang dan alat lain berada dalam area kerja dozer kecuali dozer dalam
keadaan diam.
3.2 Mendorong dan Meratakan.
3.2.1. Lubang/bekas galian yang ada dalam area kerja tidak boleh ditutup dengan material soft,
melainkan diisi dengan quarry.
3.2.2. Bila terdapat tebing di dekat loading point (dalam radius 5 meter dari loading point) maka
dorongan diarahkan ke pinggir tebing sebagai tanggul.
3.2.3. Dorong lapisan soft dan material lepas keluar dari area loading point.
3.2.4. Boulder yang muncul di permukaan loading point dibenamkan.
3.2.5. Kurangi melakukan steering untuk menghindari track shoes menggali landasan.
3.2.6. Lakukan finishing dengan mendorong dengan gigi 1 sambil meratakan dengan blade.
3.2.7. Lakukan gerakan mundur sambil merapatkan blade di permukaan landasan untuk
memperoleh hasil yang lebih rapih.
3.2.8. Ikuti prosedur maju mundur (PKS_MOP 005)
3.3 Pembatuan
3.3.1. Jika landasan berada pada lapisan material soft, maka dilakukan pembatuan dengan
ketebalan sesuai spesifikasi/arahan pengawas.
3.3.2. Padatkan material layer per layer.
3.3.3. Ikuti prosedur service pit road dan loading point (PKS_MOP 016)
3.3.4. Laporkan kepada pengawas jika loading point telah siap untuk digunakan.
Document Control:
Version Date Reason for change
Versi Tanggal Alasan perubahan
9 April 2008 ORIGINAL VERSION
01
PRINT DATE: 7/19/2024 - UNCONTROLLED DOCUMENT WHEN PRINTED
TANNGAL PRINT: 7/19/2024– DOCUMENT TIDAK DAPAT DIKONTROL PADA SAAT DIPRINT