Judul Mengungkap Kebijakan Manajemen Publik Untuk
Mewujudkan Good Corporate Governance dalam
Prespektif Dialogis Digital (Studi Kasus Grab Cabansg
Makassar)
Jurnal Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban
Volume 6, No.1, Juni 2020 Halaman 88 –
Volume dan Halaman
105
Tahun Juni 2020
Penulis Jamaluddin Majid
Reviewer Intan Permata Putri
Tanggal 10 November 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap lebih
terkait implementasi kebijakan manajemen publik
perusahaan grab dalam mewujudkan tata kelola
Tujuan Penelitian perusahaan yang baik dengan prespektif dialogis
digital. Dengan begitu penelitian ini menggunakan
metode survey pada beberapa kantor yang terkait.
Metode penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
penelitian yang digunakan yaitu pendekatan
fenomenologi dengan paradigm interpretif. Dalam
hal ini paradigma interpretif sasaran utamanya
adalah makna berbagai pengalaman, peristiwa dan
status yang dimiliki oleh partisipan. Serta bertujuan
untuk mengungkap secara detail bagaimana
partisipan memaknai dunia sosialnya (Darmayasa dan
Aneswari, 2015).
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menuju
tata kelola perusahaan yang baik pihak GRAB harus
menerapkan lebih baik terkait dengan Transparansi
dan kesetaraan dalam bisnisnya. Kebijakan publik
merupakan keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan
tindakan yang secara langsung mengatur pengelolaan
dan pendistribusian sumberdaya alam, finansial dan
manusia demi kepentingan publik, yakni rakyat
banyak, penduduk, masyarakat atau warga negara.
proses sebagai hasil dari adanya sinergi, kompromi
atau bahkan kompetisi antara berbagai gagasan, teori,
ideologi, dan kepentingan-kepentingan yang mewakili
sistem politik suatu negara, Tidak hanya karena
kerumitan dengan aturan dan peraturan, tetapi juga
menyangkut keseimbangan pasokan dan permintaan
antara calon penumpang dan driver.Implementasi
merupakan salah satu tahap penting dalam sebuah
kebijakan Manajemen Publik, karena pada tahap ini,
kebijakan diterapkan dan diukur sejauh mana
kebijakan tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang
diharapkan dan mencapai tujuan-tujuan kebijakan
yang diinginkan.
– Kelebihan pada penelitian ini adalah penggunaan
teori dan referensi yang sangat gampang sehingga
sangat mudah dipahamisecara runtut.
Kekuatan Penelitian
– Penulis menggunakan referesni jurnal yangcukup
banyak dan mendetail.
Kelemahan Penelitian – Alat ukur tidak dicantumkan dalam sub-babdalam
jurnalnya
– Tidak ada rincian data konsumen/objek dalam
jurnal
Kesimpulan – Terkait dengan implementasi kebijakan
perusahaan Grab,masih ada beberapa kebijakan
yang harus diperbaiki terutama dalam hal
pengendalian implementasi kebijakannya, dan
masih perlu menambah kebijakan tekait dengan
kesetaraan dan keadilan pihak Grab sendiri terhadap
mitranya.
– Terkait dengan transparansi, pihak perusahaan
Grab seharusnya lebih meningkatkan transparansi
kepada pihak mitra sehingga dapat menjadi tolak
ukur kualitas dan tingkat kepercayaan terhadap
perusahaan
– Pengendalian internal yang dilakukan belum
tersturktur atau sistematis.
Judul Pengembangan Sistem Repositori Arsip Digital Pada
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipildalam
Mendukung Smart Governance
Jurnal Jurnal Dokumentasi dan Informasi
Volume 39, No.2, desember 2018 Halaman 101 – 111
Volume dan Halaman
Tahun 2018
Penulis Aang Gunaidi 1*,Yani Nurhadryani 2, Pudji Muljono 3
Reviewer Intan Permata Putri
Tanggal 10 November 2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses
pengarsipan dan membuat prototipe sistem repositori
arsip digital yang mempermudah proses temu kembali
Tujuan Penelitian arsip. Metode yang digunakan adalah prototipe yang
terdiri dari tahap komunikasi, perencanaan cepat,
pemodelan perancangan cepat, pembangunan
prototipe, penyebaran, pengiriman, dan umpan
balik. Proses bisnis arsip di Disdukcapil DKI Jakarta
meliputi penciptaan, pelayanan, penataan,
penyimpanan, penyusutan dan pelaporan.
Pengembangan sistem repositori arsip digital
Disdukcapil DKI Jakarta dilakukan dengan metode
prototipe sebanyak dua kali iterasi. Fungsi utama
sistem ini adalah entri data arsip, ekspor/impor,
sirkulasi, temu kembali arsip,dan pelaporan arsip.
Sistem ini mengubah proses bisnis yang sebelumnya
dilakukan secara manual menjadi digital. Hasil
pengujian dilakukan terhadap 10 responden yang
bernilai rata-rata 4,4, menunjukkan bahwa sistem
yang telah dibuat baikdan bermanfaat bagi pengguna
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan model prototyping, yang
terdiri atas tahap communication, quick plan,
modeling quick design, construction of prototype,
deployment delivery andfeedback (Pressman,2015).
Communication (komunikasi), dilakukan wawancara
dengan stakeholder Disdukcapil DKI Jakarta,yakni
kepala UPDAK. Hasil wawancara berupa proses bisnis
pengarsipan dan kebutuhan sistem. Hasil wawancara
yang berupa proses bisnis pengarsipan dianalisis untuk
menghasilkan skema kegiatan pengelolaan arsip dan
skema klasifikasi arsip yang berfungsi sebagai
pedoman penataan arsip,sehingga arsip dapat
disimpan secara terstruktur dan mudah dalam proses
temu kembali.
Quick plan (perencanaan cepat),menjelaskan
kebutuhan fungsional prototipe sistem arsip digital
Disdukcapil DKI Jakarta yang direpresentasikan dalam
bentuk use case diagram.
Hasil Penelitian
Penelitian dilakukan pada bagian UPDAK Disdukcapil
DKI Jakarta dari Februari-Juli 2018 dan ditetapkan dua
kali iterasi,yaitu literasi dan iterasi II. Hasil dan
pembahasan pada setiap literasi dijelaskan
menggunakan metode prototipe, yang terdiri atas
tahap communication, quick plan, modeling quick
design, construction of prototype, dan deployment
delivery and feedback.
– Teori dan model analisis yang digunakan tepat
Kekuatan Penelitian – Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah
dipahami maksud dan tujuannya oleh pembaca.
Analisisnya sangat rinci dan mudahdipahami
Kelemahan Penelitian – Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan
keseluruhan isi dari jurnal ini.
– penulis kurang detail dalam memberikan hasil yang
didapat dalam melakukan penelitiannya.
Kesimpulan Disdukcapil DKI Jakartasaat ini telah
mengembangkan sistem repositori arsip digital
dengan metode prototyping sebanyak dua kali
iterasi. Sistem tersebut dapat digunakan untuk
mengolah arsip secara digital, melakukan
export/import data arsip, melakukan peminjaman,
melakukan pencarian dan pelaporan data arsip.
Sistem tersebut berhasil merubah proses bisnis
pengarsipan yang sebelumnya dilakukan secara
manual menjadi digital. Meskipun secara
keseluruhan sistem tersebut sudah berjalan baik,
namun perlu disempurnakan, baik melalui
pengembangan dan perbaikan dari aspek fungsi,
kualitas sistem, layanan, maupun desain sistem.
Selain itu, juga perludilakukan evaluasi dengan
metode lain agar sistem ini mempunyai kualitas
yang lebih baik.
Judul A Model of Factors Influencing Electronic Commerce
Adoption among Small and Medium Enterprises in
Brunei Darussalam
Jurnal International Journal of Information Technology
Volume 10, No.1, Halaman 72 – 84
Volume dan Halaman
Tahun 2018
Penulis Hong-Cheong Looi
Reviewer Intan Permata Putri
Tanggal 10 November 2022
Untuk sebagian besar abad kedua puluh, negara
Brunei Darussalam telah menikmati pertumbuhan
kemakmuran. Kemakmuran ini merupakan hasil dari
Tujuan Penelitian sumber daya minyak dan gas yang melimpah
dibandingkan dengan populasi yang kecil. Produk
Domestik Bruto (PDB) per kapita Brunei Darussalam
pada tahun 1997 diperkirakan mencapai US$14.800,
tertinggi kedua di ASEAN dan tertinggi keempat di Asia
[6]. Dengan abad baru, kelanjutan kemakmuran Brunei
Darussalam tidak bisa lagi dianggap remeh. Ada tanda-
tanda peringatan akan masalah ekonomi mendasar
yang mengancam kesejahteraan dan stabilitas sosial
yang dinikmati oleh masyarakat Brunei Darussalam.
Sejak tahun 1994, pemerintah telah mengalami defisit
anggaran rata-rata B$1 miliar per tahun yang setara
dengan rata-rata 15% dari PDB.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif
dalam pengumpulan datanya. Metode wawancara
tatap muka diadopsi karena sifat eksploratif dari
pertanyaan penelitian dan juga karena kemampuan
wawancara untuk mengidentifikasi dan menghasilkan
berbagai masalah relevan yang dapat ditangani oleh
studi kuantitatif berikutnya. Sampel untuk penelitian
ini terdiri dari sepuluh UKM yang dipilih secara acak
dari direktori bisnis lokal. Wawancara dilakukan pada
bulan Agustus 2003 di tempat perusahaan dan masing-
masing berlangsung sekitar satu hingga satu setengah
jam. Wawancara melibatkan pembicaraan dengan
pengambil keputusan utama (yaitu pemilik UKM)
tentang perasaan dan interpretasi mereka tentang
adopsi e-Commerce serta manfaat dan hambatan yang
dirasakan.
Hasil Penelitian
Berbagai faktor organisasi, inovasi dan lingkungan
diindikasikan sebagai yang bertanggung jawab untuk
mempengaruhi adopsi e-Commerce. Namun, faktor-
faktor tertentu telah diindikasikan lebih berpengaruh
daripada yang lain. Ini termasuk keuntungan relatif,
keamanan, dukungan pemerintah, tekanan
kompetitif, pengetahuan TI, manfaat yang dirasakan,
kegunaan yang dirasakan, pengetahuan dan
keterampilan, infrastruktur nasional dan laba atas
investasi.
– Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami
Kekuatan Penelitian maksud dan tujuannya oleh pembaca. Analisis rinci
dan mudah dipahami
– Penulis detail dalam memberikan hasil yang didapat
dalam melakukan penelitiannya.
Kelemahan Penelitian – Teori dan model analisis yang diguakan kurang tepat
– Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan
keseluruhan isi darijurnal ini.
Kesimpulan Sejalan dengan sebagian besar penelitian [21; 14; 12;
20; 23; 26; 33], penelitian ini menunjukkan bahwa
karakteristik pemilik merupakan penghambat
signifikan adopsi e-Commerce di UKM.
Pemilik/manajer dengan pendidikan dan pengalaman
yang terfokus secara sempit ternyata kurang
menghargai nilai e-commerce. Jika pemilik/manajer
tidak memahami teknologi dengan cara yang positif,
dia akan enggan untuk mengadopsi. Jika pemiliknya
tidak mengetahui atau tidak memahami teknologinya
tersedia, mereka tidak mungkin mengadopsinya ke
dalam bisnis mereka sendiri. Studi ini menegaskan
bahwa pemilik dan karyawan usaha kecil cenderung
memiliki keterampilan dan keahlian yang terbatas
terutama
dalam hal penggunaan TI.
Judul come-Government Implementation and Leadership –
the Brunei Case Study
Jurnal Electronic Journalof e-Government
Volume dan Halaman Volume 7, No.3, Halaman 271– 282
Tahun 2009
Penulis Hazri Kifle1 and Patrick Low Kim Cheng2 1Universiti of
Brunei Darussalam Brunei2 University of South
Australia, Australia
Reviewer Intan Permata Putri
Tanggal 10 November 2022
Electronic (e) government sekarang digunakan oleh
banyak pemerintah di seluruh dunia untuk mencapai
janji yang dibawa oleh kemajuan Teknologi Informasi
Tujuan Penelitian dan Komunikasi (TIK). Namun, implementasi banyak
proyek e-government tampaknya gagal mencapai
potensi penuhnya karena sifat e-government yang
kompleks. Sekarang disadari bahwa difusi TIK lebih
dari sekedar adopsi dan adaptasi teknologi. Ada
banyak masalah lunak terutama yang berhubungan
dengan sisi manusia dari implementasi teknologi.
Makalah ini membahas faktor inti kepemimpinan,
yang menurut temuan makalah ini, sangat penting
untuk keberhasilan implementasi e-government.
Proses implementasi e-government di Brunei
pertama-tama dibahas dan kemudian dianalisis dari
perspektif kepemimpinan. Studi kasus tentang
pengalaman pelaksanaan proyek e-government di
semua kementerian di Brunei dilakukan. Wawancara
dengan pemain kunci dari masing-masing kementerian
juga dilakukan.
Metode penelitian Studi kasus dilakukan ketika ada kebutuhan untuk
memahami fenomena sosial yang kompleks, oleh
karena itu makalah ini mengambil pendekatan
kualitatif dalam bentuk studi kasus. Yin (2003: 13)
mendefinisikan studi kasus sebagai: 'penyelidikan
empiris yang menyelidiki fenomena kontemporer
dalam konteks kehidupan nyata, terutama ketika
batas-batas antara fenomena dan konteks tidak jelas
terlihat.‟ Metode studi kasus akan memberikan in-
informasi mendalam dan terperinci tentang e-
government Brunei yang pada akhirnya
memungkinkan pembangunan wawasan yang realistis
dan segar ke dalam masalah kepemimpinan. Implikasi
penting lainnya dari penggunaan studi kasus adalah
menyediakan kerangka kerja untuk pengumpulan data
dan analisis data. Hal ini memastikan bahwa penelitian
tetap pada batasannya dan mempertahankan fokus
yang kuat (Chaiklin, 2000) pada topik yang sedang
diselidiki. Eisenhardt (1989: 544) lebih lanjut
menambahkan bahwa studi kasus melibatkan
menanyakan apa yang mirip, apa yang bertentangan,
dan mengapa. Dengan cara ini, dimungkinkan untuk
membongkar kompleksitas proses implementasi e-
government yang pada akhirnya membawa makalah
ini untuk mengidentifikasi variabel penting, faktor dan
isu kepemimpinan.
Hasil Penelitian
Kehadiran seorang pemimpin sangat penting terutama
ketika sektor publik sedang mengalami perubahan
strategis. Hal ini sesuai dengan pendapat Nadler dan
Tushman (2004), yaitu, seorang pemimpin, katakanlah
ketika menerapkan sistem e-government, harus
menjadi karismatik dan instrumental. Di sini, seorang
pemimpin karismatik biasanya akan membayangkan
(mengartikulasikan visi menarik yang jelas dan layak
untuk dikejar), memberi energi (menunjukkan
kegembiraan dan kepercayaan diri pribadi) dan
memungkinkan (mengekspresikan dukungan pribadi
dan kepercayaan pada orang-orang). Dengan
demikian, pemimpin harus karismatik sehingga
mereka dapat menyusun (mengarahkan proses,
membangun tim, menetapkan tujuan, menetapkan
standar, mendefinisikan peran dan tanggung jawab),
kontrol (membuat sistem dan proses untuk mengukur
dan memantau perilaku dan hasil) dan penghargaan
(administrasi). penghargaan dan hukuman). Demikian
pula Low dan Theyagu (2003: 75-84) menekankan
bahwa seorang pemimpin harus menjadi panutan,
peduli terhadap rakyat, menghargai perilaku yang
baik, dan mengembangkan moral yang tinggi.
– Teori dan model analisis yang diguakan tepat
Kekuatan Penelitian – Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami
maksud dan tujuannya oleh pembaca. Analisisnya
sangat rinci dan mudah dipahami
– penulis detail dalam memberikan hasil yang didapat
dalam melakukan penelitiannya.
Kelemahan Penelitian – Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan
keseluruhan isi dari jurnal ini.
Kesimpulan Temuan dalam penelitian ini dapat diperluas atau
digeneralisasikan ke semua kementerian di Brunei
karena masalah intinya serupa yaitu kurangnya
kepemimpinan. Hal ini sebenarnya tidak hanya benar
dan relevan di tingkat menteri tetapi juga di tingkat
yang lebih tinggi (nasional). Kepemimpinan yang kuat
merupakan prasyarat untuk keberhasilan
pelaksanaan semua jenis proyek e-government, tidak
hanya di Brunei tetapi juga untuk pemerintah lain
(baik di tingkat federal dan lokal) yang terlibat dalam
upaya TIK ini. Pentingnya kepemimpinan adalah
faktor keberhasilan utama, jika tidak jelas, dan oleh
karena itu penelitian ini percaya bahwa temuan dan
kesimpulan tersebut valid dan tidak hanya terjadi di
Brunei saja (seperti yang ditunjukkan oleh
pengalaman Singapura yang dibahas sebelumnya
dalam makalah ini). Hal ini dimungkinkan untuk
menggeneralisasi temuan penelitian ini ke kasus atau
negara lain. Oleh karena itu, ada baiknya untuk
melakukan studi komparatif di masa depan tentang
masalah kepemimpinan ini di negara lain.
Perbandingan
Pengujian perbedaan peringkat negara‐negara anggota PBB dalam pengem‐
bangan e‐Governmentnya dilakukan melalui uji statistik dengan memberikan hipotesis
nihil (Ho) dan hipotesis alternatif (H1), sebagai berikut:
Ho adalah tidak terdapat perbedaan peringkat negara‐negara anggota PBB
dalam pengembangan e‐Government berdasar‐ kan komponen layanan online,
komponen infrastruktur telekomunikasi, dan komponen sumber daya manusia.
H1 adalah terdapat perbedaan peringkat negara‐negara anggota PBB dalam
pengembangan e‐Government berdasar‐ kan komponen layanan online, komponen
infrastruktur telekomunikasi, dan komponen sumber daya manusia.