0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan12 halaman

E-Government dan Pembangunan Berkelanjutan

Diunggah oleh

FIRDAUS FIRDAUS
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan12 halaman

E-Government dan Pembangunan Berkelanjutan

Diunggah oleh

FIRDAUS FIRDAUS
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

REVIEW JURNAL

Nama : Agnes khairani Fauziah


Npm : 207110534

I. JURNAL 1
Judul Pemerintahan Berbasis Elektronik (E-Government) dan Pembangunan
Berkelanjutan: Reviu Literatur Sistematis
Jurnal E-Government and Sustainable Development: Systematic Literature
Review
Volume & Halaman Volume (4) & Halaman 44-58
Tahun 2022
Penulis Faturachman Alputra Sudirman1*, Saidin2

Abstrak Pengembangan e-government merupakan penentu positif bagi suatu


negara untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, yang mencakup
pembangunan ekonomi sosial dan lingkungan. Melalui proses inklusi
dan eksklusi, studi ini menetapkan 52 artikel yang diterbitkan dalam
jurnal peer-review dari database Scopus sejak 2015-2021 untuk
ditinjau atau direview secara sistematis. Studi ini menggunakan
metode Reviu Literatur Sistematis (SLR) untuk mengidentifikasi,
meringkas, meninjau dan menghubungkan pemikiran dari penelitian
sebelumnya. Dari SLR, diketahui bahwa e-government memiliki
pengaruh yang signifikan dalam pembangunan berkelanjutan seperti
perbaikan tata kelola pemerintahan (good governance), pengendalian
korupsi, dan efektivitas manajemen pemerintahan yang lebih cepat,
mudah, dan murah, serta mampu mendorong e-participation
masyarakat yang meningkatkan kemungkinan untuk mencapai
pembangunan berkelanjutan terutama di negara berkembang.
Pengantar Pemerintahan berbasis elektronik (e-government) merupakan proses
transformasi hubungan pemerintah dengan konstituennya (Ijeoma &
Nwaodu, 2013). E-government adalah penggunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pemerintahan untuk
meningkatkan arus informasi dan layanan (United Nations, 2014).
Sistem Electronic Government (e-government) mampu memberikan
banyak manfaat bagi institusi pemerintahan. Evolusi penggunaan
TIK dalam operasi pemerintah bermaksud untuk mengatasi
transparansi, akuntabilitas dan efektivitas dalam pelayanan sektor
publik. E-government sangat penting karena meningkatkan aktivitas
organisasi sektor publik dan agennya (Maramura et al., 2017).
Lembaga yang akuntabel dapat membantu warga negara untuk
mencapai keberlanjutan dengan memberikan kesempatan yang sama
dan berkontribusi besar pada pemeliharaan hak asasi manusia,
perlindungan lingkungan, kondisi makroekonomi yang stabil,
peningkatan kondisi kesehatan, dan pengelolaan dan mobilisasi
sumber daya yang baik untuk pelayanan publik yang esensial
(Juknevičienė & Kareivaitė, 2012).
Pembahasan Reviu Literatur Sistematis pada penelitian ini menggunakan tiga
tahap; pertama, identifikasi proses studi yang relevan dengan
menggunakan kata kunci pada basis data Scopus di dalam kolom
pencarian ―TITLE-ABS-KEY‖. Kata kunci yang digunakan ― e-
government and sustainable development‖ yang dibatasi antara tahun
2015-2021. Hasil pencarian total dari database adalah 230 dokumen.
Tahap kedua menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi seperti area
subjek dibatasi pada Social Sciences, Environmental Science,
Computer Science, Economics, Econometrics and Finance, Business,
Management and Accounting, Energy, Arts and Humanities,
Decision Sciences menghasilkan 105 artikel. Kemudian membatasi
jenis dokumen hanya artikel, dan review, mengeksklusi conference
paper, dan book chapter, jenis sumber dibatasi hanya jurnal
mengekslusi Conference Proceeding, Book Series, Book yang
mengecilkan menjadi 81 artikel. Tahap terakhir adalah analisis
kualitas studi primer seperti artikel dalam bahasa Inggris, membaca
judul dan abstrak dengan menyesuaikan topik pembahasan yang
menghasilkan 52 dokumen penelitian yang dipilih untuk direviu
Simpulan Pengembangan e-government merupakan faktor penting dalam
mempercepat pembangunan negara dan berdampak pada
pembangunan berkelanjutan melalui dimensi ekonomi, sosial dan
lingkungan. Studi ini berkontribusi bagi literatur e-government dalam
konteks pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan hasil SLR
diketahui bahwa diketahui terdapat 20 konsep yang terbagi dalam 3
kluster dari 52 artikel yang telah diidentifikasi berhubungan dengan
tema e-government dan pembangunan berkelanjutan yang
menggambarkan peta dan perkembangan teori/konsep e-government
yang memiliki relevansi dengan pembangunan berkelanjutan.
Kekuatan Penelitian 1. Teori dan model analisis yang digunakan tepat
2. Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami maksud
dan tujuannya oleh pembaca. Analisisnya sangat rinci dan mudah
dipahami
Kelemahan Penelitian 1. Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan keseluruhan isi dari
jurnal ini.
2. penulis kurang detail dalam memberikan hasil yang didapat dalam
melakukan penelitiannya.
II. JURNAL 2
Judul Tantangan Dan Hambatan Dalam Implementasi E-Government Di
Indonesia
Jurnal Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008)
Volume & Halaman Volume 3 & halaman 99-108
Tahun 2022
Penulis Edwi Arief Sosiawan

Abstrak Saat ini banyak instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah
mengembangkan pelayanan publik melalui Teknologi komunikasi dan
informasi (TIK/ICT) yang disebut dengan e-government. Tetapi ada
tiga hal persoalan mendasar di dalam penyelenggaran e-government
tersebut yaitu ; inisiatif dan pemaknaan implementasi e-
governmentoleh pemerintah daerah otonom masih bersifat sendiri-
sendiri. Kedua, implementasi melalui situs web daerah tersebut belum
didukung oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif karena
kesiapan peraturan, prosedur dan keterbatasan sumber daya manusia.
Ketiga, banyak pemerintah daerah meng-identikkan implementasi e-
government hanya sekadar membuat situs web pemda saja (web
presence), sehingga penyelenggaraan e-government hanya berhenti
ditahappematangan saja dari 4 tahap yang harus dilalui.
Pengantar E-government (e-gov) intinya adalah proses pemanfaatan teknologi
informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem
pemerintahan secara lebih efisien. Karena itu, ada dua hal utama dalam
pengertian e-gov di atas ; yang pertama adalah penggunaan teknologi
informasi (salah satunya adalah internet) sebagai alat bantu, dan, yang
kedua, tujuan pemanfaatannya sehingga pemerintahan dapat berjalan
lebih efisien.
Pembahasan Ada perubahan yang mencolok seiring istilah e-gov diberlakukan di
kalangan pemerintah di Indonesia. Salah satunya adalah semakin
banyaknya situs pemerintah daerah (pemda) dan situs departemen/
lembaga yang bermunculan di internet baik itu mulai tingkat provinsi,
kabupaten dan kota. Menurut data Departemen Komunikasi dan
Informatika, sampai saat ini jumlah situs pemda telah mencapai 472
situs. Sayangnya, masih ada situs-situs pemda yang dibuat dengan
tampilan halaman depan / homepage dan isi berita yang seadanya.
Mulai dari isi berita di dalamnya yang sudah kadaluarsa, atau kalau
sudah diperbarui/ update isinya kurang begitu greget. Desain dan tata
letak homepage situs pemda kadangkala juga terkesan monoton.
Akhirnya, seperti yang sering dipaparkan bahwa ada situs pemda
yang hanya menjadi “hiasan”, ada situs pemda yang statusnya aktif,
tapi kurang ada tanda-tanda “kehidupan”, tidak ada interaksi dari
pengunjungnya hingga kurang optimal. Padahal ketika dibuat,
tentunya harapannya sesuai dengan konsep e-government yang ideal,
namun sejumlah fakta menunjukkan hal yang seperti tersebut di atas.

Simpulan Paparan di atas memberikan beberapa simpulan yang penting


diperhatikan dalam implentasi e-gov di Indonesia yaitu ; bahwa
implementasi e-gov di Indonesia masih separoh jalan dan masih jauh
di bawah standar yang ideal dan yang diinginkan. Kekurangan
idealnya bukan saja dalam konteks lokal namun juga dalam konteks
global. Capaian secara kuantitatif menunjukkan progress yang cukup
berarti namun dari sisi kualitas belum memadai karena kekurangan di
dalam SDM, infrastruktur serta regulasinya. Oleh karena itu maka
harus dilakukan penyempurnaan konsep dan strategi pelaksanaan egov
dari berbagai sisi. Adsanya regulasi dan standard pembangunan e-gov
perlu dibuat agar tidak terjadi pendefinisian dan pemaknaan e-gov
secara sendiri-sendiri oleh pihak penyelenggara yaitu pemerintah
daerah.
Kekuatan Penelitian 1. Teori dan model analisis yang diguakan tepat
2. Penulis lengkap dalam menyimpulkan keseluruhan isi dari jurnal
ini.
3. penulis sangat detail dalam memberikan hasil yang didapat dalam
melakukan penelitiannya.
Kelemahan Penelitian 1. abstrak yang ditulis kurang menyeluruh.
2. Bahasa yang digunakan oleh penulis kurang dapat dipahami
maksud dan tujuannya oleh pembaca
III. JURNAL 3 INTERNASIONAL
Judul Perbandingan Implementasi E-Government Antara Jepang Dan Korea
Selatan
Jurnal Jurnal Saraq Opat
Volume & Halaman Vol 4 no 2
Tahun 2022
Penulis Citra Andita

Abstrak Perkembangan teknologi sebagai bagian dari globalisasi telah


membawa dunia pada kemudahan dan kemajuan dalam berbagai
aspek kehidupan, salah satunya bagi instansi pemerintahan. Korea
Selatan dan Jepang merupakan dua di antara banyaknya negara di
dunia yang telah menerapkan e-government dengan baik.
Perbandingan antara kedua negara tersebut menjadi fokus yang
diteliti dengan metode analisis literatur secara kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan e-government di Jepang
dan Korea Selatan berjalan cukup baik pada berbagai sektor seperti
pendidikan, perpajakan, pengadaan barang dan jasa, dan lain-lain.
Pencanangan e-government di Korea Selatan dimulai lebih awal,
yakni pada tahun 1995, sedangkan di Jepang dimulai pada tahun
2001, namun perkembangan e-government di Jepang justru
cenderung lebih cepat dan pesat sedangkan di Korea Selatan
mengalami penurunan setelah adanya fragmentasi di kementerian dan
lembaga.
Pengantar Berkembangnya zaman globalisasi pada saat ini pastinya dalam
kehidupan tidak lepas dari pesatnya teknologi yang semakin canggih.
Seiring berkembangnya teknologi menjadikan sesuatu yang dahulu
dilakukan secara manual dan butuh waktu yang cukup lama, pada
saat ini dengan berkembangnya teknologi dan internet menjadi
semakin mudah dan cukup luas menjangkau segala sesuatunya.
Internet membantu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.
Itulah mengapa saat ini sangat mudah untuk menjangkau informasi,
ringkas, dan akurat. Pemanfaatan teknologi informasi kini mulai
diterapkan di berbagai bidang, termasuk di bidang pemerintahan.
Pada manajemen yang disebut e-government pastinya menggunakan
teknologi informasi, (Fadillah, 2017).

Pembahasan Sejak tahun 1990-an beberapa negara di dunia sudah mulai


menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik, salah satunya
adalah negara Jepang yang memulai membangun infrastuktur e-
government pada tahun 2001 dan diharapkan dapat sangat membantu
masyarakat agar lebih mudah, aman, dan nyaman dalam mengurus
segala hal yang terkait dengan pemerintahan di Jepang.
Pada tahun 2002, pemerintahan Jepang menentukan beberapa poin
utama yang menjadi prioritas dalam penerapan e-government
tersebut, antara lain:
1.Infrastuktur Internet Berkecepatan Tinggi
2.Sistem Akademis
3.Pemerataan Sistem Pemerintahan Secara Elektronik
4.E-Tax
Simpulan Pelaksanaan e-government sebagai bentuk pelayanan publik
merupakan bentuk digitalisasi yang telah masuk di seluruh negara di
dunia. Proses digitalisasi memudahkan pemerintah untuk
menyediakan layanan publik dan memudahkan masyarakat untuk
mengakses layanan publik tanpa harus bertatap muka sekaligus bisa
dilaksanakan di manapun. Pada era globalisasi yang memperkuat
arus digitalisasi, masyarakat tidak harus datang ke kantor atau
lokasi tempat pelayanan publik untuk bisa mengakses hak-hak
mereka.
Jepang dan Korea Selatan menjadi dua di antara banyaknya negara di
dunia yang telah terpapar digitalisasi, termasuk dalam hal
pemerintahan dan pemberian layanan publik. Jepang merupakan
salah satu negara maju di Asia yang menerapkan e-government sejak
tahun 2001 dengan memberikan bentuk layanan publik yang sangat
lengkap dan beragam, mulai dari layanan untuk konsultasi
kedokteran, beasiswa, perpajakan, peta kota, fasilitas kota, dan lain-
lain. Perkembangan ini berjalan dengan cepat dan memberikan
progres yang baik.

Kekuatan Penelitian 1. Teori dan model analisis yang diguakan tepat


2. Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami maksud
dan tujuannya oleh pembaca. Analisisnya sangat rinci dan mudah
dipahami
3. penulis detail dalam memberikan hasil yang didapat dalam
melakukan penelitiannya.
Kelemahan Penelitian 1. Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan keseluruhan isi dari
jurnal ini.
IV. JURNAL 4
Judul Corporate Governance and Compliance of Integrated Reporting:
Evidence from Malaysian Listed Companies
Jurnal Jurnal Intelek
Volume & Halaman Volume 14 Issue 2
Tahun 2019
Penulis Saiful Bakhtiar, Mohamad Hafizul

Abstrak Integrated reporting is an emerging practice progressively catching


the consideration of organizations. The idea of sustainability
reporting increased more significance in the companies’ annual
report, a pattern that is implanted likewise in integrated reporting. The
governance structure all the more precisely the board of director is
the main role to decide whether the company will issue an integrated
report. Hence, the purpose of this paper is to examine the relationship
between corporate governance (managerial ownership, family
ownership, institutional ownership and government ownership) and
consistence of coordinated integrated reporting elements disclosure.
To achieve this objective, we analysed the way in which integrated
reports of 30 companies are following the guidance provided by the
International Integrated Reporting Framework (IIRF).
Pengantar Emerging markets have turned into the focal point of international
corporations, personal and institutional investors due to their high
rates of economic growth (Millar et al., 2005). However, they suffer
from low financial specialist assurance rehearses, especially
expropriation of minority shareholders both by managers and by
controlling investors (Gonenc & Aybar, 2006). They have higher
information asymmetry among managers and investors (Gul and
Leung, 2004; Chau & Gray, 2010), and have lower level of disclosure
than those in developed market economies (Salter, 2002; Wang et al.,
2008; & Tower et al., 2011), while high-development firms need
more voluntary disclosure than low-development firms due to their
need for external finance (Core, 2001). The board of directors is a
significant component in the financial reporting of present day firms.
Many studies focus on corporate governance and its features in
different countries (Rouf & Harun, 2011; Rouf, 2011). In later, the
theme of corporate governance has been thoroughly analyzed.
According to Van der Walt & Ingley (2003), corporate governance
refers to the variety in the ownership structure of companies. This
study use four elements of corporate governance consist of
managerial ownership, family ownership, institutional ownership and
government ownership.
Pembahasan Samples are involved of companies listed on the Bursa Malaysia.
However, this research selects companies based on a benchmark
study on 30 companies that have been providing integrated annual
reports as outlined by International Integrated Reporting Framework
(PwC, 2014). We choose top 30 companies listed on the Bursa
Malaysia in term of the companies comprising the top 30 which is
analysing data was performed 110 detailed assessment question were
based on the content elements for an integrated reporting. This
benchmarking study is aimed to see how far the company has adapted
and prepared annual reports according to the integrated report
framework. Therefore, for the purposes of collecting data for this
study then the list of the same company was selected as a sample of
this study. Following prior research (such as, Guthrie & Petty 2000;
Brennan 2001; Bozzolan et al. 2003; Abeysekara & Guthrie 2004),
the data was gathered from published annual reports in year 2015 to
2017. Annual reports are company documents issued to the public,
physically (Campbell 2000), or electronically (Kamarulbaraini &
Khairul 2005; Iqbal 2005), that has a impacts on the capital markets
and public perception about the company (Anderson & Epstein
1997). Content analysis is also an appropriate method for performing
quantitative studies. Year 2017 was the latest
annual reports available at the time this study was conducted.
Simpulan This study contributes to the literature by examining the relationship
between selected corporate governance elements (such as the
characteristics of ownership structure of companies) with an
integrated reporting disclosure. These factors include managerial
ownership, family ownership, institutional ownership and
government ownership. Specifically, the study aims to figure out
which of these factors are significantly related to increased voluntary
disclosure (integrated reporting). The results from regression analysis
show that institutional ownership and government ownership are
associated with better integrated reporting disclosure. Managerial
ownership, on the other hand reduces the incentives of the
management to signal such information. In addition, we also find
younger companies to have more incentives to disclose integrated
reporting information compared to more established companies. The
results enlighten us that important corporate governance determinants
of integrated reporting disclosure can be predicted when signaling
intention of the management. The findings of this study show that the
existence of a ownership structure element such as institutional
ownership in a company have implication to disclose financial
information that is more relevant to investor decision making in a
market. Our findings also may have implications for regulators in
emerging countries characterized by highly networked economy,
whereby, business and personal networks are important for company
sustainability.

Kekuatan Penelitian 1.Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami maksud
dan tujuannya oleh pembaca. Analisis rinci dan mudah dipahami
2.Penulis detail dalam memberikan hasil yang didapat dalam
melakukan penelitiannya.
Kelemahan Penelitian 1. Teori dan model analisis yang diguakan kurang tepat
2. Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan keseluruhan isi dari
jurnal ini.
PERBANDINGAN

Pelaksanaan birokrasi dalam hal Pelayanan Publik di setiap negara tentunya berbeda, begitu juga di
antara negara berkembang dengan negara maju seperti Indonesia dan Negara lainnya. Baik buruknya kualitas
Pelayanan Publik merupakan parameter yang paling mendasar dalam mengukur efektivitas sebuah birokrasi
pemerintahan. Kualitas Pelayanan Publik di Indonesia masih sangat rendah baik pada tingkat kebijakan
maupun implementasi peraturan. Rendahnya kualitas Pelayanan Publik dipengaruhi oleh rendahnya kualitas
kebijakan dan sumber daya manusia (SDM). Banyak masalah penting yang terjadi di lapangan dalam praktek
penyelenggaraan pelayanan publik, misalnya diskriminasi pelayanan, tidak adanya kepastian biaya dan
waktu pelayanan, serta rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan Publik itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai