0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
140 tayangan19 halaman

LK 1

tugas lk 1

Diunggah oleh

Nikmah NK
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
140 tayangan19 halaman

LK 1

tugas lk 1

Diunggah oleh

Nikmah NK
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LK-1.1.

1: Analisis Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)

Petunjuk:

1. Gunakan kurikulum Sekolah yang berbasis Kurikulum Merdeka.


2. Bagi sekolah yang belum memiliki kurikulum merdeka, mahasiwa diminta mencari contoh kurikulum
madrasah/sekolah dari berbagai sumber dalam penyusunan tugas LK dimaksud.
3. Pelajari Modul KB 1.1 dengan baik.
NO KOMPONEN URAIAN
KSP
1. Karakteristik A. Karakteristik Sekolah Dasar Negeri Grogolan
Sekolah Dasar Negeri Grogolan yang berlokasi di Dusun Grogolan
RT 001/003 Desa Grogolan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten
Boyolali, Merupakan satu dari 26 sekolah dasar di wilayah
Kecamatan Karanggede. Sekolah yang berdiri pada tahun 1963 ini
memiliki peserta didik sejumlah 74 orang dari kelas I sampai kelas VI.
Sekolah Dasar Negeri Grogolan termasuk sekolah yang muaranya
menjadikan peserta didik memiliki Profil Pelajar Pancasila yang
memiliki enam dimensi, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, bernalar
kritis, kreatif, mandiri, dan berkebhinekaan global.

1. Karakteristik Peserta didik

Setiap anak adalah unik. Mereka memiliki kemampuan dan


pengalaman belajar yang tidak sama. Sebagian siswa memiliki
potensi di area akademik, namun tidak sedikit juga siswa yang masih
perlu dikembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka.
Siswa memiliki potensi dan minat yang berbeda. Sebagian siswa
memiliki minat di bidang seni, olahraga, matematika dan sains.
Sekolah memfasilitasi kebutuhan mereka dengan menyiapkan
program pengembangan potensi dan minat mereka. Sebenarnya
sekolah SDN Grogolan bukan sekolah inklusi dimana sekolah
tersebut menerima dan mengajarkan bagi siswa berkebutuhan
khusus, namun karena letak geografis yang sulit dijangkau untuk
sekolah di tempat yang sebenarnya (SDLB/ Sekolah Inklusi) dan
keinginan orang tua yang berharap untuk bersekolah di formal, maka
sekolah pun menerima siswa berkebutuhan khusus setelah melalui
analisis secara komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan
belajar mereka. Sekolah berusaha merancang program khusus agar
mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.
Keberagaman siswa memperkaya laboratorium sosialisasi di SD
Negeri Grogolan. Kondisi ini diharapkan akan meningkatkan
keterampilan bersosialisasi, toleransi, rasa syukur, keterampilan
emosi, komunikasi, dan memecahkan masalah yang mereka temui
dalam perjalanan belajar mereka sehari-hari. Sekolah memiliki
kewajiban untuk mengembangkan siswa secara seimbang. Dengan
demikian, program yang dirancang memerhatikan empat ranah
(sosial, emosional, intelektual, fisik) dengan ranah spiritual sebagai
payung besar bagi segenap peserta didik. Berdasarkan nilai Rapor
Pendidikan didapat kondisi peserta didik dengan kemampuan literasi
mahir, cakap dan tingkat dasar masih di bawah kompetensi minimum,
meskipun tingkat dasar mendominasi yaitu sebesar 41.25%. Untuk
kondisi peserta didik dengan kemampuan numerasi mahir, cakap,
dan tingkat dasar juga masih di bawah kompetensi minimum dengan
tingkat dasar mendominasi yaitu sebesar 50%. Tentunya dengan
betambahnya fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik
yang ada di SD Negeri Grogolan, kondisi peserta didik tersebut akan
semakin meningkat baik dari segi kemampuan literasi maupun
numerasi. Tahun Pelajaran ini sekolah berusaha mencapai kategori di
atas kompetensi minimum atau minimal ada kenaikan dengan cara
mengadakan Asesmen Kompetensi Minimum Mandiri.

2. Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Jumlah tenaga pendidik di SD Negeri Grogolan ada 9 guru, terdiri


dari Kepala Sekolah, 6 guru kelas, 1 guru mata Pelajaran
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, 1 Guru Mata Pelajaran
Olahraga, dan 1 guru mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa
Jawa. Tenaga pendidik di SD Negeri Grogolan berusia muda dan
energik, terdiri dari 5 tenaga pendidik perempuan dan 4 tenaga
pendidik laki-laki. Sebagai bentuk usaha pengembangan
kompetensi, untuk tenaga pendidik rutin mengikuti beberapa
kegiatan pengembangan kompetensi mengajar dengan mengikuti
diklat dibidang pendidikan yang tersedia di SIM PKB masing-
masing tenaga pendidik.
3. Kondisi Sarana dan Prasarana
SD Negeri Grogolan memiliki 6 ruang kelas, satu ruang
perpustakaan, satu ruang kepala sekolah, satu ruang
guru, satu ruang dapur, satu gudang, satu ruang UKS,
satu kantin.
Kepala Sekolah mendorong pendidik untuk
melaksanakan pembelajaran di luar kelas dengan
memanfaatkan halaman sekolah, taman sekolah, sebagai
tempat kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun
projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kekurangan
ruang kelas ini juga telah ditindaklanjuti dengan
pengajuan pembangunan perbaikan ruang kelas.
Guna mendukung tercapainya visi Pemerintah Daerah
Kabupaten Boyolali SD Negeri Grogolan terlibat aktif
dalam program Smart City Boyolali Cerdas. Kebijakan
Dinas Pendidikan Boyolali yang lebih dulu
menggaungkan digitalisasi di semua unsur mulai
perencanaan melalui Aplikasi Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (ARKAS), Evaluasi Diri Sekolah (EDS),
pelayanan berbasis online, Asesmen Nasional Berbasis
Komputer (ANBK), Asesmen Standar Pendidikan Daerah
(ASPD) online, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
online, dan lain sebagainya mendorong dan memotivasi
SD Negeri Grogolan untuk melaksanakan pembelajaran
yang mengintegrasikan teknologi informasi serta bersiap
untuk proses digitalisasi pendidikan.
4. Pada tahun ajaran 2023/2024, pelaksanaan pembelajaran
di SD Negeri Grogolan dilaksanakan secara luring 100% untuk
kehadiran peserta didik dan lama waktu pembelajaran seperti
kondisi sebelum pandemi, pelaksanaan pembelajaran PJOK di
luar ruangan, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, dan
pelaksanaan kegiatan lomba. Oleh karena itu, sekolah
menyediakan pemenuhan sarana prasarana kesehatan,
seperti sarana cuci tangan. Kondisi Lingkugan Sekolah / Sosial
Budaya
5. Latar belakang agama warga sekolah mayoritas beragama
Islam.Sebagian besar pendidik dan tenaga kependidikan
berdomisili di luar daerah yang dekat dengan sekolah. Untuk
meningkatkan rasa keakraban dan sosial di masyatarak sekolah
mengembangkan dan menerapkan program pembiasaan pagi
dengan budaya disiplin waktu, 5S (Senyum, Salam, Sapa,
Sopan dan Santun) dan kepedulian sosial pada seluruh warga
sekolah.Karakteristik sosial dan budaya lingkungan sekolah
peserta didik dan karakteristik Kabupaten Boyolali yang
menjunjung tinggi tradisi mempengaruhi proses pembelajaran
di sekolah seperti penyediaan ekstrakurikuler seni tari. Wujud
keikutsertaan sekolah untuk melestarikan budaya tradisi, maka
Bahasa Jawa yang merupakan ciri khas Boyolali dimasukkan
ke dalam mata pelajaran muatan lokal wajib bagi sekolah. Hal
ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Tengah,
nomor 57 Tahun 2013 tentang mata pelajaran Bahasa Jawa
sebagai Muatan Lokal wajib di sekolah atau madrasah.Selain
Bahasa Jawa, batik “Walang Jati Kencono” dan “Walang
Sinandhing Jati” merupakan produk khas masyarakat Boyolali
yang dipatenkan oleh pemerintah menjadi batik ciri khas
Boyolali. Sebagai upaya pelestariannya, kedua batik tersebut
ditetapkan sebagai seragam peserta didik dan seragam bagi
ASN di lingkungan Kabupaten Boyolali. Surat Keputusan
Bupati Nomor 197 tahun 2017 mengatur tentang penetapan
muatan lokal batik di sekolah/madrasah. SD Negeri Grogolan
menetapkan batik dalam ekstrakurikuler pada tahun ajaran
2023/2024. Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali
lainnya yang ditindaklanjuti SD Negeri Grogolan adalah tentang
Sekolah Ramah Anak. Hal ini sejalan dengan implementasi
kurikulum Merdeka. Jalinan Kemitraan di Sekolah Dasara Negeri
Grogolan
Guna mengembangkan potensi sekolah SDN Grogolan menjalin
kerjasama berbagai fihak, diantaranya :
a. Bidang Kesehatan
Bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Karanggede
b. Bidang Keagamaan
Bekerjasama dengan Ta’mir Masjid terdekat
c. Bidang Keuanagan
Bekerjasama dengan BKK Bank Boyolali ( Tabungan Peklajar )
6. Sistem Pembiayaan
Sistem Pembiaayaan yang selama ini dilaksanaka di SDN
Grogolan mengacu pada APBS yang tertuang dalam ARKAS.

B. Landasan Pengembangan Kurikulum

1. Landasan Yuridis
1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 35 – 38.
2) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan ( Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87,tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 6676) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun
2022 tentang perubahan atas peraturan pemerintah
Nomor 57 Tahun 2021 tentan Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2022 Nomor
14,Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 6762)
3) Peraturan Pemerintah RI No.07 Tahun 2022 tentang
Standar Isi pada PAUD,Jenjang Pendidikan Dasar,dan
Jenjang Pendidikan Menengah
4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 05
Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar,Jenjang
Pendidikan Menengah;
5) Permendikbud Ristek RI Nomor 16 Tahun 2022 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
6) PeraturanMenteri Pendidikan,Kebudayaan,Riset,dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022
tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar,dan Jenjang
Pendidikan Menengah;
7) Kemendikbud Ristek RI No 56 /M/2022 tentang Pedoman
Penerapan Kurikulum dalam rangka pemulihan
pembelajaran;
8) Keputusan Kepala Badan Standar,Kurikulum dan
Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor
008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada
Pendidikan anak usia dini, jenjang Pendidikan dasar,dan
jenjang Pendidikan menengah pada kurikulum merdeka;
9) Keputusan Kepala Badan Standar,Kurikulum dan
Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor
009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan
Subelemen, Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum
Merdeka.

2. Landasan Sosiologis

Sekolah, sebagai suatu lembaga pendidikan yang


bertanggung jawab terhadap proses belajar siswa, memiliki
tujuan yang mulia dalam mengembangkan pendidikan anak –
anak Indonesia di lingkungannya. Sebagai bangsa Indonesia,
pendidikan yang mereka dapatkan berlandaskan pada agama
dan nilai – nilai luhur yang dianut oleh bangsa serta tidak
melupakan akar budaya dalam perjalanan belajar mereka.
Siswa Indonesia diharapkan menjadi warga negara yang
mandiri dan bertanggung jawab, menghargai kebhinekaan,
mengedepankan berpikir positif dan kritis, serta mampu
berkolaborasi. Hal tersebut bertujuan untuk melahirkan
generasi pelurus yang tangguh.
3. Landasan Filosofis

Pancasila merupakan landasan utama pengembangan


kurikulum operasional SD Negeri Grogolan Pendidikan harus
berkiblat pada filsafat pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa. Untuk itu seluruh upaya yang dilakukan melalui
pendidikan harus mampu memberikan arah secara pasti
menuju terwujudnya manusia pancasila sebagai karakteristik
bangsa Indonesia, sehingga muara dari kurikulum operasional
SD Negeri Grogolan ini adalah terbentuknya Profil Pelajar
Pancasila yang memiliki ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa,
C. Konsep Kurikulum Operasional

Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat


seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan
pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan
Pembelajaran. Kurikulum operasional ini disusun oleh satuan
pendidikan agar dapat menunjukkan ciri khas yang sesuai dengan
karakteristik dari satuan pendidikan, konteks dari sosial budaya
dan lingkungan, serta dunia kerja dan juga dari dunia industri.
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional

Kurikulum operasional SD Negeri Grogolan dikembangkan


dengan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Berpusat pada peserta didik

Pembelajaran harus mengakomodasi keberagaman


potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta
kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu
menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan
kurikulum operasional sekolah
b. Kontekstual
Menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik
satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta
dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan
karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan
khusus (khusus SLB).

c. Esensial

Memuat semua unsur informasi penting/utama yang


dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang
digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.

d. Akuntabel

Dapat dipertanggungjawabkan karena penyusunannya


berbasis data aktual.

e. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pengembangan kurikulum SD Negeri Grogolan


melibatkan komite sekolah dan berbagai pemangku
kepentingan antara lain orang tua, tokoh masyarakat, tokoh
agama, tokoh pendidikan, dan perangkat desa .
E. Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Sekolah

SD Negeri Grogolan terletak di daerah pedesaan, tepatnya


di Dukuh Grogolan RT 01/03 Desa Grogolan, Kecamatan
Karanggede, SD Negeri Grogolan juga berada di wilayah yang
pengembangan ekonominya cukup terjangkau, lokasi cukup
mudah ditempuh dengan sarana transportasi yang ada.
Lingkungan sekolah pun berada cukup dekat dengan Balai Desa
Grogolan dan Sarana Kesehatan Desa (Polindes).

Latar belakang peserta didik berada pada tingkat ekonomi


menengah ke bawah dengan sebagian besar orang tua bekerja
sebagai buruh tani dan buruh pabrik. Namun demikian, sekolah
memiliki sarana prasarana yang cukup memadai dalam
mendukung proses Pembelajaran baik intrakurikuler maupun
ekstrakurikuler. Latar belakang sebagai sekolah negeri dengan
keagamaan yang mayoritas peserta didik beragama Islam juga
menjadi salah satu faktor pendukung dan kemudahan dalam
proses Pembelajaran atau pendampingan anak utamanya dalam
pengembangan iman dan sikap toleransi antar peserta didik.

Secara sosial budaya, peserta didik memiliki latar belakang


yang berbeda budaya, yang disebabkan dari sebagian orang tua
merupakan karyawan, pegawai, buruh pabrik, petani, dan
pedagang yang budayanya berbeda-beda juga. Selain itu, minat
bakat peserta didik juga sangat beragam. Berdasarkan perbedaan
latar belakang tersebut maka Pembelajaran dengan paradigma
baru yang mengedepankan Profil Pelajar Pancasila menjadi solusi
terbaik jika diimplementasikan secara utuh di SD Negeri Grogolan
Kecamatan Karanggede. Harapan kami, motto ”Keunikan dalam
Harmonisasi (Unieqly in Harmony)” dan “Pasti Bisa” dapat
terkembangkan dengan baik. Maka dalam penyusunan Kurikulum
Operasional, karakteristik peserta didik, orang tua siswa, dan
keadaan sosiobudaya yang berbeda- beda, dengan segala latar
belakangnya menjadi satu pertimbangan utama agar menjadi
pendidikan yang berkeadilan dalam kebhinekaan.

Makanan tradisional yang masih bertahan di Grogolan


adalah thiwul, pecel, lempok dan beberapa makanan tradisional
lainnya yang masih dijajakan di pasar-pasar tradisional.
Sedangkan dari dunia “seni”, yang masih cukup “ngetrend” adalah
Reog-an dan Hadroh sehingga hampir di semua kelurahan
memiliki paguyuban ini.

Kegotong royongan di daerah Grogolan masih cukup


terasa, apalagi jika dalam hal kesusahan. Tradisi ronda malam,
“nyadran”, dan tradisi lain juga masih berlaku. Demikian juga
dalam “nguri-uri” bahasa Jawa, di daerah Grogolan masih cukup
terjaga, dengan bukti bahawa dalam acara pernikahan dan lelayu,
masih menggunakan adat, tradisi dan bahasa Jawa.

Tujuan akhir capaian Pembelajaran yang terintegrasi


dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum adalah untuk
membentuk karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong royong,
dan kreatif dengan mengakomodasi keragaman tersebut.
2. Keselarasan
a. Visi
SD Negeri Grogolan mengusung visi :
Untuk mencapai suatu tujuan sekolah maka perlu adanya suatu
rumusan Visi dan Misi. Adapun Visi dan Misi sekolah antara lain:

a. Visi
Visi Sekolah Dasar Negeri Grogolan adalah:

“Terwujudnya siswa yang Bertaqwa, Berprestasi, Cerdas,


Terampil dan Berbudi luhur”.

b. Misi b. Misi

Misi SD Negeri Grogolan adalah:

1. Menumbuhkembangkan penghayatan terhadap ajaran


agama, sehingga terbangun insan yang cerdas, cendekia,
berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia.
2. Meningkatkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan
Pakem dan saintifik
3. Mempersiapkan generasi yang unggul di bidang Imtaq dan
Iptek
4. Meningkatkan profesionalisme guru melalui kegiatan KKG
dalam upaya meningkatkan mutu guru dan pendidikan
pada umumnya.
5. Menumbuhkan suasana sekolah yang kondusif dan
menerapkan management partisipasif menuju Sekolah
Bermutu.
6. Melaksanakan pembiasaan budi pekerti.

c. Tujuan c. Tujuan
Dalam rangka mewujudkan visi dan dan misi tersebut maka
tujuan sekolah adalah:

1. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan


PAKEM dan SCIENTIFIC
2. Melampaui dan atau sama dengan KKM yang telah
ditentukan sekolah.
3. Siswa kelas VI dapat diterima di SMP yang difavoritkan.
4. Siswa memiliki sikap berbudi pekerti luhur, membiasakan
sikap disiplin di segala bidang.
5. Meraih kejuaraan dalam bidang Akademis.
6. Meraih kejuaraan bidang Pekan Seni.
7. Meraih kejuaraan dalam bidang Olah raga.

8. Melestarikan budaya daerah melalui Mulok Bahasa Jawa


dengan indikator 70% siswa mampu berbahasa Jawa
sesuai dengan konteks (sehari dalam satu minggu warga
sekolah menggunakan Bahasa Jawa).
9. Menjadikan 80% siswa memiliki kesadaran terhadap
kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.
10. Memiliki jiwa cinta tanah air yang diimplikasikan lewat
kegiatan Upacara dan Pramuka (setiap jam istirahat
diputarkan lagu-lagu Perjuangan). Memiliki jiwa toleransi
antar umat beragama dan melaksanakan ibadah sesuai
dengan agama yang dianutnya.
d. Refleksi Refleksi terhadap Keselarasan Visi, Misi, dan Tujuan pada
terhadap Satuan Pendidikan
keselarasan visi, Berdasarkan dokumen analisis Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
misi dan tujuan SD Negeri Grogolan, refleksi mengenai keselarasan visi, misi, dan
pada satuan tujuan satuan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:
pendidikan 1. Visi Sekolah:
o Visi SD Negeri Grogolan adalah untuk membentuk
peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila,
yang mencakup enam dimensi: beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan
berkebhinekaan global.
o Refleksi: Visi ini sangat selaras dengan tujuan nasional
pendidikan Indonesia yang tertuang dalam berbagai
landasan yuridis dan filosofis, seperti Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah terkait Standar
Nasional Pendidikan. Visi ini juga mengakomodasi
keberagaman latar belakang sosial dan budaya
peserta didik, menjadikan pendidikan inklusif dan
berkeadilan.
2. Misi Sekolah:
o Misi SD Negeri Grogolan adalah untuk menyediakan
pendidikan yang memfasilitasi potensi dan minat
peserta didik di berbagai bidang (akademik, seni,
olahraga, dll.), serta menyediakan program khusus
bagi siswa berkebutuhan khusus.
o Refleksi: Misi ini mendukung visi sekolah dengan
memastikan setiap siswa mendapat kesempatan yang
sama untuk berkembang sesuai potensinya. Hal ini
sejalan dengan prinsip pengembangan kurikulum
operasional yang berpusat pada peserta didik dan
kontekstual, menunjukkan karakteristik dan kebutuhan
khas satuan pendidikan.
3. Tujuan Pendidikan:
o Tujuan pendidikan di SD Negeri Grogolan adalah
untuk mengembangkan keterampilan sosial,
emosional, intelektual, dan fisik siswa, dengan
spiritualitas sebagai payung besar. Ini termasuk
peningkatan kemampuan literasi dan numerasi melalui
asesmen kompetensi minimum mandiri.
o Refleksi: Tujuan ini mencerminkan prinsip pendidikan
holistik yang menekankan pada pengembangan
semua aspek diri siswa. Dengan memperhatikan data
aktual dari Rapor Pendidikan, sekolah berupaya
meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan
standar kompetensi nasional dan internasional.
4. Landasan Kurikulum:
o Landasan yuridis, sosiologis, dan filosofis dalam
pengembangan kurikulum SD Negeri Grogolan, yang
merujuk pada Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa dan mencakup nilai-nilai agama dan budaya.
o Refleksi: Landasan ini memberikan dasar yang kuat
bagi visi, misi, dan tujuan sekolah, memastikan bahwa
seluruh upaya pendidikan mengarah pada
pembentukan manusia yang berkarakter Pancasila. Ini
mendukung integrasi nilai-nilai lokal dan nasional
dalam proses pembelajaran.
5. Prinsip Pengembangan Kurikulum:
o Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum seperti
berpusat pada peserta didik, kontekstual, esensial,
akuntabel, dan melibatkan pemangku kepentingan.
o Refleksi: Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa
kurikulum operasional yang dikembangkan relevan
dan dapat dipertanggungjawabkan, serta melibatkan
partisipasi aktif dari seluruh komunitas sekolah,
termasuk orang tua dan masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, keselarasan antara visi, misi, dan tujuan
SD Negeri Grogolan dengan landasan pengembangan kurikulum dan
prinsip-prinsip pendidikan yang diterapkan menunjukkan komitmen
yang kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif,
berkeadilan, dan berfokus pada pengembangan holistik peserta didik.
Ini mencerminkan pendekatan yang sesuai dengan tuntutan zaman
dan kebutuhan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa
depan.
3. Analisis Kondisi Refleksi terhadap Keselarasan Visi, Misi, dan Tujuan pada
Lingkungan pada Satuan Pendidikan
satuan Berdasarkan dokumen analisis Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
pendidikan dalam SD Negeri Grogolan, refleksi mengenai keselarasan visi, misi, dan
menyusun KSP tujuan satuan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Visi Sekolah:
o Visi SD Negeri Grogolan adalah untuk membentuk
peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila,
yang mencakup enam dimensi: beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan
berkebhinekaan global.
o Refleksi: Visi ini sangat selaras dengan tujuan nasional
pendidikan Indonesia yang tertuang dalam berbagai
landasan yuridis dan filosofis, seperti Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah terkait Standar
Nasional Pendidikan. Visi ini juga mengakomodasi
keberagaman latar belakang sosial dan budaya
peserta didik, menjadikan pendidikan inklusif dan
berkeadilan.
2. Misi Sekolah:
o Misi SD Negeri Grogolan adalah untuk menyediakan
pendidikan yang memfasilitasi potensi dan minat
peserta didik di berbagai bidang (akademik, seni,
olahraga, dll.), serta menyediakan program khusus
bagi siswa berkebutuhan khusus.
o Refleksi: Misi ini mendukung visi sekolah dengan
memastikan setiap siswa mendapat kesempatan yang
sama untuk berkembang sesuai potensinya. Hal ini
sejalan dengan prinsip pengembangan kurikulum
operasional yang berpusat pada peserta didik dan
kontekstual, menunjukkan karakteristik dan kebutuhan
khas satuan pendidikan.
3. Tujuan Pendidikan:
o Tujuan pendidikan di SD Negeri Grogolan adalah
untuk mengembangkan keterampilan sosial,
emosional, intelektual, dan fisik siswa, dengan
spiritualitas sebagai payung besar. Ini termasuk
peningkatan kemampuan literasi dan numerasi melalui
asesmen kompetensi minimum mandiri.
o Refleksi: Tujuan ini mencerminkan prinsip pendidikan
holistik yang menekankan pada pengembangan
semua aspek diri siswa. Dengan memperhatikan data
aktual dari Rapor Pendidikan, sekolah berupaya
meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan
standar kompetensi nasional dan internasional.
4. Landasan Kurikulum:
o Landasan yuridis, sosiologis, dan filosofis dalam
pengembangan kurikulum SD Negeri Grogolan, yang
merujuk pada Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa dan mencakup nilai-nilai agama dan budaya.
o Refleksi: Landasan ini memberikan dasar yang kuat
bagi visi, misi, dan tujuan sekolah, memastikan bahwa
seluruh upaya pendidikan mengarah pada
pembentukan manusia yang berkarakter Pancasila. Ini
mendukung integrasi nilai-nilai lokal dan nasional
dalam proses pembelajaran.
5. Prinsip Pengembangan Kurikulum:
o Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum seperti
berpusat pada peserta didik, kontekstual, esensial,
akuntabel, dan melibatkan pemangku kepentingan.
o Refleksi: Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa
kurikulum operasional yang dikembangkan relevan
dan dapat dipertanggungjawabkan, serta melibatkan
partisipasi aktif dari seluruh komunitas sekolah,
termasuk orang tua dan masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, keselarasan antara visi, misi, dan tujuan SD
Negeri Grogolan dengan landasan pengembangan kurikulum dan
prinsip-prinsip pendidikan yang diterapkan menunjukkan komitmen
yang kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif,
berkeadilan, dan berfokus pada pengembangan holistik peserta didik.
Ini mencerminkan pendekatan yang sesuai dengan tuntutan zaman
dan kebutuhan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa
depan.
Untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di SD Negeri
Grogolan, analisis kondisi lingkungan perlu mempertimbangkan
beberapa aspek yang terdapat dalam bahan yang diunggah. Berikut
ini adalah analisis tersebut:
Karakteristik Sekolah
SD Negeri Grogolan terletak di Dusun Grogolan, Kecamatan
Karanggede, Kabupaten Boyolali, dan memiliki peserta didik
berjumlah 74 orang dari kelas I hingga kelas VI. Sekolah ini bertujuan
membentuk peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila
dengan enam dimensi: beriman dan bertakwa, bergotong royong,
bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan berkebhinekaan global.
Karakteristik Peserta Didik
 Keberagaman Potensi: Peserta didik memiliki kemampuan
akademik dan non-akademik yang bervariasi, dengan minat di
berbagai bidang seperti seni, olahraga, matematika, dan
sains.
 Siswa Berkebutuhan Khusus: Meskipun bukan sekolah
inklusi, SD Negeri Grogolan menerima siswa berkebutuhan
khusus karena letak geografis dan keinginan orang tua, serta
merancang program khusus untuk mereka.
 Kemampuan Literasi dan Numerasi: Berdasarkan Rapor
Pendidikan, kemampuan literasi dan numerasi siswa masih di
bawah kompetensi minimum, dengan tingkat dasar yang
mendominasi.
Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan
 Jumlah Tenaga Pendidik: Terdiri dari 9 guru yang meliputi
kepala sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran agama,
olahraga, dan muatan lokal Bahasa Jawa.
 Pengembangan Kompetensi: Tenaga pendidik rutin
mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi mengajar
melalui diklat di bidang pendidikan yang tersedia di SIM PKB.
Kondisi Sarana dan Prasarana
 Fasilitas Sekolah: Terdapat 6 ruang kelas, ruang
perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang
dapur, gudang, ruang UKS, dan kantin. Fasilitas ini
mendukung pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
 Pembelajaran Luar Kelas: Kepala Sekolah mendorong
pembelajaran di luar kelas dengan memanfaatkan halaman
sekolah dan taman untuk kegiatan intrakurikuler,
ekstrakurikuler, dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila.
Kondisi Sosial Budaya
 Latar Belakang Agama: Mayoritas warga sekolah beragama
Islam. Sekolah menerapkan program pembiasaan pagi
dengan budaya disiplin waktu, 5S (Senyum, Salam, Sapa,
Sopan, Santun), dan kepedulian sosial.
 Pengaruh Sosial Budaya: Sekolah mempengaruhi proses
pembelajaran dengan menyediakan ekstrakurikuler seni tari
dan memasukkan Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran
muatan lokal wajib. Tradisi seperti Reog-an dan Hadroh masih
dijalankan, dan batik khas Boyolali dijadikan seragam.
Sistem Pembiayaan
 Mengacu pada APBS: Sistem pembiayaan di SD Negeri
Grogolan mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Sekolah (APBS) yang tertuang dalam ARKAS.
Kesimpulan
Analisis kondisi lingkungan di SD Negeri Grogolan menunjukkan
bahwa sekolah memiliki tantangan dalam mengembangkan
kemampuan literasi dan numerasi peserta didik serta perlu
memperhatikan keberagaman potensi dan kebutuhan peserta didik,
termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Pengembangan
kurikulum harus memperhatikan kondisi sosial budaya lokal dan
mendukung profil pelajar Pancasila. Upaya pengembangan
kompetensi pendidik dan pemanfaatan sarana prasarana yang ada
juga penting untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.
Dengan mempertimbangkan aspek-aspek di atas, penyusunan KSP
di SD Negeri Grogolan dapat dilakukan dengan lebih terarah dan
sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik lingkungan sekolah.

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.1.2: Pengorganisasian Pembelajaran (satu semester)

Petunjuk:
1. Hitung jumlah jam pelajaran efektif dalam satu semester untuk semua mata pelajaran
2. Distribusikan jumlah jam tersebut pada setiap bulan efektif
3. Khusus PPRA mengambil alokasi waktu 20-30% dari total keseluruhan jam mata pelajaran dalam satu
semester
Jumlah JP
Semester Struktur Keterangan
Juli Agt Sept Okt Nop Des
Intra- CP/materi ajar 24 Jm 24 24 24 jam 24 24
Kurikuler Pendidikan x 2 Jam x Jam x x 4 Jam x Jam x
Agama Islam Mingg 2 3 Mingg 4 2
u Mingg Mingg u mingg Mingg
u u u u
Ko- Kurikuler: Out Bond. 120 120 120 120
P5 dan PPRA Pelatihan, menit menit menit menit
pembiasaan 1 1 1 1
mingg mingg mingg mingg
u u u u
sekali sekali sekali sekali
Ekstra Pramuka 1 x 1 1 x 1 1 x 11 x 11 x 11 x 1
Kurikuler Seni Tari Mingg Mingg Mingg Mingg Mingg Mingg
Volly u u u u u u

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.2.1: Komponen Capaian Pembelajaran (CP)
Komponen Uraian (Gunakan Redaksi Menurut Mahasiswa)
Rasionalitas Mata Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP) bertujuan untuk
Pelajaran PAI & mengembangkan akhlak mulia dan kepribadian yang baik pada peserta didik. Ini
BP mencakup pengenalan dasar-dasar ajaran Islam seperti huruf hijaiyah, surah pendek
dalam Al-Qur’an, rukun iman, dan rukun Islam. Selain itu, mata pelajaran ini juga
mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial seperti saling menghargai, memberi, dan
kerja sama dalam kelompok.

Tujuan Mata Pelajaran Tujuan utama dari mata pelajaran PAI & BP adalah membentuk peserta
PAI & BP didik yang berakhlak mulia, memiliki pemahaman dasar tentang ajaran
Islam, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan
sehari-hari. Peserta didik diharapkan dapat membaca Al-Qur’an,
memahami rukun iman dan Islam, serta mempraktikkan nilai-nilai baik
dalam interaksi sosial.
Karakteristik Mata Mata pelajaran ini memiliki karakteristik yang melibatkan pengajaran teori
Pelajaran PAI & BP dan praktik, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga pengamalan
nilai-nilai akhlak. Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dan
terstruktur, disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Kegiatan
belajar mengajar mencakup hafalan, praktik ibadah, serta diskusi dan
refleksi mengenai nilai-nilai yang diajarkan.
Capaian dalam Setiap Pada akhir Fase A, pada elemen Al-Qur’an-Hadis peserta didik
Fase Mata Pelajaran dapat mengenal huruf hijaiyah dan harakatnya, huruf hijaiyah
PAI & BP bersambung, dan mampu membaca surah-surah pendek Al-Qur’an
dengan baik. Dalam elemen akidah, peserta didik mengenal rukun iman,
iman kepada Allah melalui nama-namanya yang agung (asmaulhusna)
dan mengenal para malaikat dan tugas yang diembannya. Pada elemen
akhlak, peserta didik terbiasa mempraktikkan nilai-nilai baik dalam
kehidupan sehari-hari dalam ungkapan-ungkapan positif baik untuk
dirinya maupun sesame manusia, terutama orang tua dan guru. Peserta
didik juga memahami pentingnya tradisi memberi dalam ajaran agama
Islam.
Mereka mulai mengenal norma yang ada di lingkungan
sekitarnya. Peserta didik juga terbiasa percaya diri mengungkapkan
pendapat pribadinya dan belajar menghargai pendapat yang berbeda.
Peserta didik juga terbiasa melaksanakan tugas kelompok serta
memahami pentingnya mengenali kekurangan diri dan kelebihan
temannya demi terwujudnya suasana saling mendukung satu sama lain.
Dalam elemen fikih, peserta didik dapat mengenal rukun Islam dan
kalimah syahadatain, menerapkan tata cara bersuci, salat fardu, azan,
ikamah, zikir dan berdoa setelah salat. Dalam pemahamannya tentang
sejarah, peserta didik mampu menceritakan secara sederhana kisah
beberapa nabi yang wajib diimani.

Capaian dalam Setiap Pada akhir Fase A, peserta didik diharapkan mencapai beberapa
Fase Mata Pelajaran capaian utama, di antaranya:
PAI & BP menurut 1. Elemen Al-Qur’an-Hadis:
elemen o Mengenal huruf hijaiyah dan harakatnya.
o Membaca huruf hijaiyah bersambung.
o Membaca surah-surah pendek Al-Qur’an dengan baik.
2. Elemen Akidah:
o Mengenal rukun iman.
o Iman kepada Allah melalui asmaulhusna.
o Mengenal para malaikat dan tugasnya.
3. Elemen Akhlak:
o Mempraktikkan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-
hari.
o Mengungkapkan ungkapan-ungkapan positif kepada
sesama, terutama kepada orang tua dan guru.
o Memahami pentingnya tradisi memberi dalam ajaran
Islam.
o Mengenal norma-norma lingkungan sekitar.
o Mengungkapkan pendapat pribadi dengan percaya diri
dan menghargai pendapat berbeda.
o Melaksanakan tugas kelompok dan mengenali
kekurangan diri serta kelebihan teman.
4. Elemen Fikih:
o Mengenal rukun Islam dan kalimah syahadatain.
o Menerapkan tata cara bersuci, salat fardu, azan, ikamah,
zikir, dan berdoa setelah salat.
5. Elemen Sejarah:
Menceritakan secara sederhana kisah beberapa nabi yang wajib
diimani.

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.2.2: Analisis Capaian Pembelajaran, Fase, Keluasan dan Kedalaman
Capaian
Fase Eleman Keluasan Kedalaman
Pembelajaran
A Akidah Peserta didik ▪ Mengen Apa itu iman kepada Allah kenapa
mengenal rukun al rukun harus beriman kepada Allah apa
iman kepada iman bukti iman kepada Allah
Allah melalui ▪ Menyeb
nama-namanya utkan
yang agung rukun
(asmaul husna) iman
dan mengenal ▪ Menyeb
para malaikat
utkan 5
dan tugas yang
nama
diembannya.
Allah
dalam
Asmaul
husna

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.3.1: Perumusan Tujuan Pembelajaran (TP) Berdasarkan CP
Elemen CP Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu ● Menganalisis akidah Islam (iman, Islam,
menganalisis akidah Islam dan ihsan) sebagai kesatuan prinsip yang
(iman, Islam, dan ihsan), sifat dipegang dalam menjalani kehidupan
wajib, mustahil, dan jaiz bagi sehari- hari, sehingga semua yang
Allah Swt dan rasul-Nya dilakukan bernilai ibadah dan berdimensi
(Aqaid Khamsin), Asma' al- ukhrawi.
Akidah Husna (al-
`Aziz, al-Bashith, al-Ganiy, ar- ● Menganalisis aqaid khamsin (sifat wajib,
Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al- mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt. dan
`Adl, al-Hayyu, al-Qayyum, al- Rasul-Nya) dalam upaya mengenal Allah
Lathif), serta enam rukun sebagai Tuhan yang disembah, dan
iman sehingga memiliki
pemahaman akidah
yang benar sesuai pemahaman
ulama ahl sunnah wa al-
jama’ah

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.3.2: Perumusan Tujuan Pembelajaran (TP) berdasarkan Kompetensi dan Lingkup Materi pada
CP
Elemen CP Tujuan
Capaian Kompetensi Materi
Pembelajaran
Pembelajaran
Peserta didik mampu - Mengidentifikasi akidah
● Akidah
menganalisis akidah Islam yang mencakup
Islam:
Islam (iman, Islam, keimanan, Islam, dan
(iman,
dan ihsan), sifat ihsan sebagai kesatuan
Islam,
wajib, mustahil, dan prinsip yang dipegang
Ihsan)
jaiz bagi Allah Swt dalam menjalani
dan rasul-Nya (Aqaid ● Aqaid khamsin: kehidupan sehari- hari,
Khamsin), Asma' al- (sifat wajib, sehingga semua yang
Husna (al- `Aziz, al- Menganalisi mustahil, jaiz dilakukan bernilai
Bashith, al- Ganiy, ar- s: bagi Allah) ibadah dan berdimensi
Ra'uf, al- Barr, al- - Mengident ● Aqaid khamsin: ukhrawi.
Fattah, al- `Adl, al- ifikasi - Menganalisis aqaid
Akidah (sifat wajib,
Hayyu, al- Qayyum, - Mengklasif khamsin (sifat wajib,
mustahil, dan
al-Lathif), serta enam ikasi jaiz bagi Rasul) mustahil, dan jaiz bagi
rukun iman sehingga - Mengorga Allah Swt.) untuk upaya
memiliki pemahaman nisasi ● Asmaul
mengenal Allah sebagai
akidah yang benar - Memaham husna Tuhan yang disembah.
sesuai pemahaman i ● Enam rukun
ulama ahl sunnah wa - Menerapk iman
al- an
jama’ah sebagai - Memetaka
landasan dan n
motivasi beraktivitas - dsb.
dalam kehidupan
sehari- hari, sehingga
semua yang
dilakukan bernilai
ibadah dan
berdimensi ukhrawi.

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.3.3: perumusan Tujuan Pembelajaran Lintas Elemen CP
No. Elemen Deskripsi
1 Al-Qur’an dan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menekankan kemampuan
Hadis baca dan tulis Al- Qur’an dan hadis dengan baik dan benar. Ia juga
mengantar peserta didik dalam memahami makna secara tekstual
dan kontekstual serta mengamalkan kandungannya dalam
kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
juga menekankan cinta dan penghargaan tinggi kepada Al-Qur’an
dan Hadis Nabi sebagai
pedoman hidup utama seorang muslim.

2 Akidah Berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang akan mengantarkan


peserta didik dalam mengenal Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah,
para Nabi dan Rasul, serta memahami konsep tentang hari akhir
serta qadā’ dan qadar. Keimanan inilah yang kemudian menjadi
landasan dalam melakukan
amal saleh, berakhlak mulia dan taat hukum

3 Akhlak Merupakan perilaku yang menjadi buah dari ilmu dan keimanan.
Akhlak akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen
dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Ilmu akhlak
mengantarkan peserta didik dalam memahami pentingnya akhlak
mulia pribadi dan akhlak sosial, dan dalam membedakan antara
perilaku baik (maḥmūdah) dan tercela (mażmūmah). Dengan
memahami perbedaan ini, peserta didik bisa menyadari pentingnya
menjauhkan diri dari perilaku tercela dan mendisiplinkan diri dengan
perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik dalam konteks
pribadi maupun sosialnya. Peserta didik juga akan memahami
pentingnya melatih (riyāḍah), disiplin (tahżīb) dan upaya sungguh
sungguh dalam mengendalikan diri (mujāhadah). Dengan akhlak,
peserta didik menyadari bahwa landasan dari perilakunya, baik
untuk Tuhan, dirinya sendiri, sesama manusia dan alam sekitarnya
adalah cinta (maḥabbah). Pendidikan Akhlak juga mengarahkan
mereka untuk menghormati dan menghargai sesama manusia
sehingga tidak ada kebencian atau prasangka buruk atas perbedaan
agama atau ras yang ada. Elemen akhlak ini harus
menjadi mahkota yang masuk pada semua topik

4 Fikih Merupakan interpretasi atas syariat. Fikih merupakan aturan hukun


yang berkaitan dengan perbuatan manusia dewasa (mukallaf) yang
mencakup ritual atau hubungan dengan Allah Swt. (‘ubudiyyah) dan
kegiatan yang berhubungan dengan sesama manusia (mu‘āmalah).
Fikih mengulas berbagai pemahaman mengenai tata cara
pelaksanaan dan ketentuan hukum dalam Islam serta
implementasinya dalam ibadah dan mu‘āmalah

5 Sejarah Menguraikan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia


Peradaban Islam dalam membangun peradaban dari masa ke masa. Pembelajaran
Sejarah Peradaban Islam (SPI) menekankan pada kemampuan
mengambil hikmah dari sejarah masa lalu, menganalisa pelbagai
macam peristiwa dan menyerap berbagai kebijaksanaan yang telah
dipaparkan oleh para generasi terdahulu. Dengan refleksi atas kisah-
kisah sejarah tersebut, peserta didik mempunyai pijakan historis
dalam menghadapi permasalahan dan menghindari dari terulangnya
kesalahan untuk masa sekarang maupun masa depan. Aspek ini
akan menjadi keteladanaan (‘ibrah) dan menjadi inspirasi generasi
penerus bangsa dalam menyikap dan menyelesaikan fenomena
sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek, seni, dan lain-lain dalam
rangka
membangun peradaban di zamannya.

Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH
LK-1.4: Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Alokasi Waktu
Tujuan
Eleme Capaian Alur Tujuan
Pembelajaran JP Pertemuan
n Pembelajaran Pembelajaran (ATP)
(TP)
(CP)
1. Membiasakan puasa
1. Membiasakan
n sesuai syariat agar
Peserta didik puasa sesuai
menjadi pribadi yang 12
membiasakan syariat agar 3
bertaqwa dan JP
puasa, shalat menjadi pribadi
terbiasa
Jum’at dan yang bertaqwa
menjalankan pola
berbagai shalat dan terbiasa
hidup
sunnah menjalankan
sehat dan kuat.
(tarawih, witir, pola hidup sehat
rawatib, dan kuat.
Fiki tahajud, dhuha 2. Menganalisis
2. Menganalisis
h dan ‘idain), pengertian,
pengertian 12
Ibad rukhshah pada ketentuan dan 3
ketentuan dan JP
ah shalat meliputi tata cara puasa
tata cara puasa
jama’, qashar, sebagai seorang
sebagai seorang
kondisi sakit, muslim
muslim
sehingga
3.Menganalisis
kewajiban
ketentuan dan tata
ibadah 3. Menganalisis
cara shalat idain
dijalankan ketentuan dan
agar terbentuk
secara tata cara shalat
pribadi muslim 12
istiqamah idain agar 3
yang bertaqwa dan JP
dalam kondisi terbentuk pribadi
meningkatkan rasa
apapun dan muslim yang
syukur dan
dimanapun. bertaqwa dan
persaudaraan
Peserta didik meningkatkan
sesama
menganalisis rasa syukur dan
muslim dalam
tanda tanda persaudaraan
moderasi beragama
baligh, cara sesama muslim
bersuci dari dalam moderasi
hadats besar beragama
(haid dan
ihtilam)
sebagai
prasyarat
menjalankan
ibadah dengan
baik dan benar
sesuai syarat
dan rukunnya
dalam konteks
kehidupan
sehari hari.
Dengan ini
peserta didik
juga terbiasa
menjalankan
pola hidup
bersih, sehat
dan kuat.
Boyolali, 06 Agustus 2024

NI’MATUL FATONAH

Anda mungkin juga menyukai