PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012

KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2012. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, dimana Kementerian Teknis harus membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2012 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2012. RKP Tahun 2012 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2011, merupakan acuan bagi Kementerian, Lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah, maupun masyarakat termasuk dunia usaha, sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan Kesehatan Dasar meliputi kegiatan: (1)

Peningkatan Puskesmas Mampu Persalinan Normal; (2) Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan/Puskesmas Mampu PONED, termasuk rumah dinas tenaga kesehatan terutama di DTPK; (3) Pembangunan Puskesmas Baru termasuk rumah dinas tenaga kesehatan; (4) Pembangunan Pos Kesehatan Desa/Pos Pembinaan Terpadu; Pelayanan Kesehatan Rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pemenuhan Fasilitas Tempat Tidur Klas III RS; (2) Pemenuhan sarana, prasarana dan peralatan PONEK RS; (3) Pemenuhan sarana, prasarana dan peralatan IGD RS; (4) Pemenuhan sarana, prasarana dan Pelayanan Kefarmasian, meliputi kegiatan: (1)

peralatan untuk pelayanan darah;

Penyediaan obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru/rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 i

(3) Pembangunan baru Instalasi Farmasi gugus pulau/satelit dan penyediaan sarana pendukungnya. Selain itu dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku, maka setiap kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 harus mendukung gerakan nasional tersebut dengan memelihara dan meningkatkan kebersihan di fasilitas pelayanan kesehatan. Peraturan Menteri Keuangan No. 209/PMK.07/2011 tentang Pedoman Umum dan Alokasi DAK Tahun Anggaran 2012, menetapkan anggaran DAK Bidang Kesehatan tahun 2012 sebesar Rp. 3.005.931.000.000,- yang terdiri dari: 1) Pelayanan Kesehatan Dasar untuk 433 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebesar Rp. 1.155.990.000.000,-; 2)

Pelayanan Kesehatan Rujukan untuk 18 Provinsi (41 RSUD Provinsi) dan 232 Kabupaten/Kota (254 RSUD Kabupaten/Kota) sebesar Rp. 749.256.000.000,-; dan 3) Pelayanan Kefarmasian untuk 444 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebesar Rp. 1.100.685.000.000,-. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cinta.

Jakarta,15 Desember 2011 MENTERI KESEHATAN, ttd.

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

ii

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. b. telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Undang-Undang .07/2011 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012. Mengingat : 1. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 dan Pasal 59 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. bahwa untuk menindaklanjuti ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK.. Menimbang : a. 3.. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66.Menteri Kesehatan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2494/MENKES/PER/XII/2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400). 4. . perlu menetapkan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012 dengan Peraturan Menteri Kesehatan. 2.07/2011 sebagaimana dimaksud dalam huruf a.

dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82.. 11. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126.4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 iv . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Undang–undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113. 12. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). Keputusan. 6. 8. 7. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137.. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5254). 5. Pemerintahan Daerah Provinsi.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/ Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585). Pasal 1 Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010.. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 v .. 16. 15. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. Pasal 3 . Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK.07/2011 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012.12. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK). Pasal 2 Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012. 14. 13.

AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR . memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya.. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 15 Desember 2011 MENTERI KESEHATAN.. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 vi .Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2011. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA.. ttd.. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH Diundangkan di Jakarta pada tanggal .

PENINGKATAN PUSKESMAS MAMPU PERSALINAN NORMAL B. PEMENUHAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLAS III RS B. PEMENUHAN SARANA. PRASARANA DAN PERALATAN IGD RS D. PEMBANGUNAN BARU INSTALASI FARMASI GUGUS PULAU/SATELIT DAN PENYEDIAAN SARANA PENDUKUNGNYA Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 vii . PERENCANAAN PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. PEMBANGUNAN BARU PUSKESMAS TERMASUK RUMAH DINAS TENAGA KESEHATAN D. POSKESDES BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. B. BAB III KEBIJAKAN UMUM KEBIJAKAN KHUSUS PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. PEMBANGUNAN BARU/REHABILITASI DAN PENYEDIAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C. LATAR BELAKANG B. PRASARANA DAN PERALATAN PELAYANAN DARAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN / MAMPU PONED C. TUJUAN C. PEMENUHAN SARANA.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B. PEMENUHAN SARANA. RUANG LINGKUP D. B. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2012 A. PRASARANA DAN PERALATAN PONEK RS C.

BAB VII PEMANTAUAN. PELAPORAN C. PEMANTAUAN DAN EVALUASI B. EVALUASI DAN PELAPORAN A. FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS PONED : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP RUANG ASI EKSLUSIF LAMPIRAN 10 : LAMPIRAN 11 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 12 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2012 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 viii .

preventif. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan. perlindungan. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. dan berkesinambungan. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 1 . penghormatan terhadap hak dan kewajiban. Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama. Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). keadilan. manfaat. Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 2494/MENKES/PER/XII/2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012 PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012 BAB I PENDAHULUAN A. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. keseimbangan. diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. menyeluruh. Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012. diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. terjangkau dan berkualitas. Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. TB dan Malaria serta penyakit lainnya). sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian target-target tersebut. lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. DAK Bidang Kesehatan tahun 2012 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). B. dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota). Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2012. perlu adanya pembiayaan kesehatan. Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. merupakan acuan bagi kementerian. diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2012 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2012. RKP Tahun 2012 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2011. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 2 .dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS. yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. TUJUAN 1. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). DAK Bidang Kesehatan.

b. (3) Pembangunan Puskesmas Baru termasuk rumah dinas tenaga kesehatan. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: 1) Peningkatan Puskesmas Mampu Persalinan Normal. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) 2) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20 % dan IT dengan bobot 80 %. sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan.2. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: : (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. (4) Pemenuhan sarana. (3) Pemenuhan sarana. 2. IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. Pelayanan kesehatan rujukan. Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota. prasarana dan peralatan IGD RS. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1. jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. prasarana dan peralatan untuk pelayanan darah. (2) Pemenuhan sarana. (2) Pembangunan baru/rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. 3 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . (3) Pembangunan baru Instalasi Farmasi gugus pulau/satelit dan Penyediaan sarana pendukungnya. prasarana dan peralatan PONEK RS. meliputi kegiatan: (1) Pemenuhan Fasilitas Tempat Tidur Klas III RS. Khusus Meningkatkan pemerataan. RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 diarahkan untuk kegiatan: 1. D. C. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. dilakukan melalui 2 (dua) tahapan. (2) Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan/Puskesmas Mampu PONED termasuk rumah dinas tenaga kesehatan terutama di DTPK. 3. (4) Pembangunan Pos Kesehatan Desa/Pos Pembinaan Terpadu. yaitu: a.

Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005. 4) 2. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. a. b. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 4 . Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota. Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya.3) Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI.

Dalam pelaksanaan kegiatan. 2. bermutu dan bermanfaat terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. 5. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. biaya operasional. perbatasan dan kepulauan. untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 A. perbekalan kesehatan dan vaksin yang berkhasiat. DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu. terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. dukungan program jaminan persalinan dan jaminan kesehatan di Puskesmas dan kelas III Rumah Sakit melalui melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan jaringannya. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar. Kebijakan Umum 1. bayi dan anak. Poskesdes dan Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota. 4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya. 3. terpencil. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. ketersediaan tenaga pelaksana. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. mendorong kesetaraan gender dan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 5 . DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2012. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. B.4. 7. 3 . 55 Tahun 2005. pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. aman. 6. Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu. serta penyediaan obat terutama obat generik dan sarana pendukung pengelolaan obat.

meningkatkan kesehatan ibu. perbatasan dan kepulauan. memerangi HIV dan AIDS. 3. termasuk daerah yang memiliki pangkalan pendaratan ikan (PPI). 10. 8. Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Meningkatkan fasilitas pelayanan darah. Pembangunan Baru/Rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. 11. Pembangunan puskesmas baru termasuk rumah dinas tenaga kesehatan. pemberdayaan perempuan.2. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 6 . 7. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. 9. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan/ Puskesmas Mampu PONED terutama di DTPK. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. 13. Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. menurunkan angka kematian anak. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit dan penyediaan sarana pendukungnya. 5. TB. 6. Malaria serta penyakit menular lainnya). Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas. Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. 12. 4.

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 7 . Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan. Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 A. PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2012 harus mengacu pada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan 2012 yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2494/MENKES/PER/XII/2011. pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi. Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2012 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan 2012 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan. PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162. Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. B.

PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED DAN PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN DI DTPK 1. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan dibawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit (yang mempunyai Spesialis Obsgin & Spesialis Anak) terdekat lebih dari 2 8 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . antara lain pada: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. a. bidan/perawat bila belum ada. maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas yang dilengkapi dengan ruang laktasi/pojok ASI sesuai dengan lampiran 10. B. PENINGKATAN PELAYANAN PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas mampu PONED. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal.

Obat & bahan habis pakai. d) Pemerintah daerah menyediakan Sarana & Alat. 9 2) 3) 4) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . yang terdiri dari 1 orang Dokter. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007 dilengkapi dengan ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat yang siap melayani 24 jam. serta Biaya operasional Puskesmas PONED. perbatasan dan kepulauan. c) Puskesmas. Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED mengacu pada buku acuan pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. melaksanakan mini lokakarya). Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan (mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. b. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2008 dan lampiran 7. c) Pemerintah daerah menyediakan tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. e) Adanya telahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. b) Telah berfungsi menolong persalinan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Daerah pariwisata dan kawasan industri. Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Daerah dengan jumlah kematian ibu dan kematian bayi tinggi. Persyaratan Puskesmas: a) Puskesmas berfungsi baik (gedung baik/tidak rusak. b) Membangun rumah dokter dan atau dokter gigi yang belum ada. ada dokter. Daerah terpencil. Peningkatan dilakukan antara lain dengan: a) Menambah ruang sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman.b) c) d) e) 3) jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. rumah dokter dan rumah petugas kesehatan dibangun dalam satu lokasi.

Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. 2) 3) b. 2) 3) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 10 4) . PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN DI DTPK a. tertinggal. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. c) Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 dilengkapi dengan ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). 2. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. kepulauan. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. b) Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah. Perbatasan dengan negara lain dengan target (101 Puskesmas terlampir).5) 6) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. perbatasan dan kepulauan. tertinggal.

PEMBANGUNAN PUSKESMAS TERMASUK RUMAH DINAS TENAGA KESEHATAN Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru pada lahan baru dan pembangunan baru pada bangunan yang rusak berat/total.000 penduduk per kecamatan. PEMBANGUNAN BARU PADA LAHAN BARU Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas. 11 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . antara lain pada: a) Wilayah perbatasan. Denah tata-ruang a) Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. tertinggal dan kepulauan. 2) 3) b. c) Kepadatan penduduk tinggi. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kebutuhan daerah. bidan/perawat) bila belum ada. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan. Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. jumlah penduduk lebih dari 30. Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi. Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. a. terpencil.C. 1. jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal dan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan laki-laki dan perempuan. d) Wilayah kerja sangat luas.

Perbaikan/rehabilitasi dilaksanakan pembangunan baru pada bangunan yang rusak berat/total termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi. kepulauan. Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. Puskesmas di perbatasan. Persyaratan teknis 1) Denah tata-ruang a) Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. PEMBANGUNAN BARU PADA BAGUNAN YANG RUSAK BERAT Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. Untuk peningkatan mutu pelayanan. Puskesmas dengan kondisi rusak/total dengan bukti pernyataan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat tentang kondisi bangunan rusak berat/total sehingga perlu di perbaiki/rehabilitasi. Perbaikan/rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. b) Setiap perbaikan/rehabilitasi Puskesmas perlu dilengkapi ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10).b) c) Setiap pembangunan Puskesmas baru perlu dilengkapi ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). Persyaratan Umum 1) Puskesmas dengan kondisi rusak berat/total diprioritaskan pada: a) b) 2) b. dapat dilaksanakan perbaikan/rehabilitasi fisik pada bangunan yang mengalami kerusakan. Tidak perlu dilakukan registrasi baru pada bangunan Puskesmas yang diperbaiki/direhabilitasi berat/total. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan adalah sebagai berikut: a. Biaya penghancuran dibebankan pada APBD (di luar dana pendamping DAK). c) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. 2. bidan/perawat bila belum ada. 2) 3) 4) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 12 .

4) Pembangunan Poskesdes ini berdasarkan musyawarah masyarakat desa. dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan memperhatikan hal-hal yang 13 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Pembangunan Poskesdes Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular adalah kegiatan yang diselenggarakan secara integrasi oeleh kelompok aktif masyarakat dalam upaya preventif dan promotif pengendalian PTM. 3) Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. b. maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes. b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi). 2) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah. c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas.D. Kegiatan monitoring dan peningkatan pengetahuan pencegahan dan pengendalian faktor risiko dilakukan oleh anggota masyarakat selektif dari masing-masing kelompok yang telah dilatih untuk melakukan monitoring faktor risiko PTM (Kader Monitor) untuk menjadi penyuluh dan pelaksana konseling faktor risiko PTM utama (Kader Konselor/Edukator). Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. POS KESEHATAN DESA/ POS PEMBINAAN TERPADU Kegiatan pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2012 diarahkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka mendukung pelaksanaan persalinan normal di Poskesdes serta mendukung pencapaian target kegiatan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan untuk meningkatkan dukungan promosi program prioritas pembangunan kesehatan nasional khususnya terkait upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerahnya masing – masing. 1.

pita pengukur lingkar perut. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. perempuan termasuk ibu hamil. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kegiatan Promosi Kesehatan di Poskesdes harus dilengkapi dengan peralatan promosi kesehatan (Poskesdes Kit) yaitu weireless meeting amplifier. 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas. Peralatan Promosi Kesehatan. 2) Keputusan Menteri kesehatan RI No. usia lanjut dan penyandang cacat.2) 3) 4) 5) berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan laki-laki. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 14 . perempuan. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. tensimeter digital. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. 3) Keputusan Menteri Kesehatan RI No. ruang laktasi dan pelayanan KIA-KB. c. usia lanjut dan penyandang cacat. Acuan 1) Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. kartu monitoring faktor risiko PTM (KMR-PTM) . glukotes dan kolesterol test digital. minimal terdapat ruang persalinan. b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. Untuk kegiatan Posbindu dilengkapi dengan pengukur tinggi badan. timbangan berat badan. termasuk ibu hamil. Sebagai pendukung posbindu diperlukan buku identitas peserta. buku monitoring faktor risiko PTM (BMRPTM) dan formulir pencatatan pelaporan ke Puskesmas Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. televisi. megaphone dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan Promosi Kesehatan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. pemutar vcd/dvd. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan pemenuhan kebutuhan laki-laki.

2. Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) Ruang Rawat Inap Kelas III  Ruang rawat inap kelas III  2 kamar mandi @  Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan Ruang Perawat (Nurse Station)  1 Ruang kerja perawat  1 Ruang istirahat petugas  1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (untuk tempat tidur set kelas III saja. Persyaratan Teknis a.5 m2 = 3 m2 = 21 m2 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 15 . 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan. atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja.5 m2= 20 m2 104 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. 2 (dua) kamar mandi. atau kedua-duanya). maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya. Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. 1. pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. PEMENUHAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar. Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A.

dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk. rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III. Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan. Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. d) Dengan pertimbangan khusus. c) 1 buah tiang infus. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin). c) Atap dari genting dengan plafon. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus. d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan. b) 1 buah nakas. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. e) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan 16 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .b. c) Atap dari genting dengan plafon. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan. bantal dan guling). 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur. 1) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat.

e. Persyaratan Teknis a. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. 2 Paling kecil. Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. dokter anak. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. f.B. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik -neonatal. d. Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. Dokter. dokter / petugas anestesi. upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. antara lain dokter kebidanan. PRASARANA DAN PERALATAN PONEK RS 1. 2. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. dokter penyakit dalam. ruangan berukuran 12 m . Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. 2 Luas minimal 6 m per orang. dokter spesialis lain serta dokter umum. c. Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. PEMENUHAN SARANA. Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. b. Persyaratan umum a. untuk memudahkan 17 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus. Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. Persyaratan yang harus diperhatikan: a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. bidan dan perawat (telah memiliki minimal 1 dokter kebidanan dan 1 dokter anak).

Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret. Pada ruang dengan banyak tempat tidur. standar 2 8 m per tempat tidur (bed). Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). penjahitan dan sebagainya. lemari. Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup. Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. lampu sorot. kloset. Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. 18 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai 2 luas sekurang-kurangnya 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. kursi pemeriksa. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin. Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet. Ruang postpartum harus cukup luas. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. Ruang tunggu bagi keluarga pasien. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. lemari obat kecil. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter. Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. Selanjutnya bila diperlukan operasi. USG mobile dan troli emergensi Ada ruang perawat (nurse station). Bila tidak memungkinkan. troli alat. Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin.(j) (k) (l) (m) (n) (o) (p) (q) (r) (s) (t) (u) (v) (w) (x) (2) transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin.

(c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang.  Sarana. (d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. 2 b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. antara lain:  Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya. 2 Minimal ruangan berukuran 6 m . 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m . Di ruang dengan beberapa tempat tidur. prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 19 . (c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah. (2) Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui.(b) (c) (d) Paling kecil. (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m . (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku c) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. (3) Area laktasi. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. ruangan berukuran 18 m . 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m . Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. (4) Area pencucian incubator.

NaCL 0.Masker oksigen . PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: . 10.Selang reservoar oksigen .Alat suntik 1. 50 cc .MgSO4 . 5.b. 5. 4. Jenis Peralatan PONEK 1) PERALATAN NEONATAL Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 No. 6. 20. 9.Kateter penghisap . 3. 5.Naso gastric tube . 10. 10 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) No. 7. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan Foetal Doppler Set Sectio Saesaria Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 20 . 8.Bola lampu laringoskop cadangan . 3.Gunting .Kateter Vena .4% .Infus Set 2.Bilah Laringoskop . 1.Plester . 21/2. 7. 6.Sodium bikarbonat 8.Pipa endotrakeal . 2. 1.9% / larutan Ringer Asetat / RL .Bola lampu laringskop ukuran dewasa .Balon . 8.Ampul Epinefrin / Adrenalin . 4. 9.Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop . 3.

(Tabel peralatan sesuai dengan Standar Instalasi Gawat Darurat terlampir). Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. b. Mempunyai Standar Operating Procedure (SOP) penerimaan dan penanganan pasien kegawatdaruratan. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergency. 4. Rumah Sakit sudah teregistrasi. d. Kriteria Teknis Peralatan Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. PRASARANA DAN PERALATAN IGD RS 1. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. g.3. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. PEMENUHAN SARANA. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Acuan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. Dokter dan perawat telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan di rumah sakit. f. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 21 . b. Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-daruratan. 2. RSUD prioritas kelas D dan C di seluruh Indonesia (sudah penetapan kelas). Pelayanan IGD harus dapat memberikan layanan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota). Mempunyai standar response time di IGD selama 5 menit. dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: a. Persyaratan Teknis a. c. Berdasarkan standar IGD Rumah Sakit seperti diuraikan di bawah ini : 3. C. e.

Melakukan pencatatan dan pelaporan. PEMENUHAN SARANA. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. Menyusun perencanaan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 22 . Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. j. Melakukan penyediaan darah mulai dari seleksi donor. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. i. Melakukan pemeriksaan golongan darah dan uji silang serasi. D. k. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Melakukan pemusnahan darah yang tidak layak pakai. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. d. h. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. f.b. penyadapan darah dan uji saring terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Memantau reaksi transfusi dan melakukan pelacakan penyebab reaksi transfusi atau kejadian ikutan akibat transfusi darah. Pembangunan Baru UTD di RS Pembangunan baru Unit Transfusi Darah (UTD) di Rumah Sakit dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan transfusi darah di rumah sakit khususnya. dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. g. Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. Melakukan pengerahan dan pelestarian pendonor darah. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. l. PRASARANA DAN PERALATAN PELAYANAN DARAH Unit Transfusi Darah (UTD) di Rumah Sakit adalah salah satu instalasi di Rumah Sakit yang bertugas: 1. Melakukan penyimpanan darah. Melakukan pendistribusian darah ke bagian/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. c. e.

a. Tidak boleh dijadikan sumber PAD. Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 23 .5 m2 luas : 7. Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. antara lain adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba. Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat.5 m2 luas : 7.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2 luas : 7. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan.cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2 luas : 7.5 m luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R. Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS. b. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Tidak terdapat UTD yang dapat memasok kebutuhan darah aman ke seluruh rumah sakit di kabupaten/kota yang bersangkutan.

2)

Denah dan tata ruang. Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. (2) ruang penyadapan darah. (3) ruang laboratorium. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. (5) ruang cuci. (6) Kamar Mandi/WC. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang.

3)

Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Pengalokasian anggaran pembangunan UTD di RS berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat.

4)

2.

Pemenuhan Kebutuhan Peralatan UTD di RS Agar UTD di Rumah Sakit dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya, maka perlu didukung dengan peralatan UTD yang berkualitas dan memenuhi standar. a. Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru UTD di Rumah Sakit

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

24

2)

Diperuntukkan bagi pemenuhan peralatan UTD yang telah ada di Rumah Sakit dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan transfusi darah

b.

Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor:
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Hemoscale Hemoglobinometer Hand sealer Tempat tidur donor Stetoskop dewasa Spygmomanometer air raksa Timbangan badan : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit

b)

Peralatan Penunjang Laboratorium
(1) (2) (3) (4) (5) Plasma extractor Dry incubator Serological centrifuge Serological rotator Adjustable M/C Micropipete  Ukuran 5 – 50 μl  Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit

(6) (7) (8)

Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji silang serasi metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic, labu semprot, rak tabung, tabung ukuran 12 x 75 mm, tabung ukuran 5 mm, hematokrit tube, beker glass, sarung tangan, lab jas, blood grouping plate, baskom cuci, gunting stainless steel, klem lab, gelas melamin, object glas, micro pipet yellow tipe.)

c)

Peralatan Distribusi: Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) (2) untuk ruangan (2-5 ktg)

: 2 unit : 2 unit

d) e)

Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (2) Kantong darah - Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan - Transfer bag : sesuai kebutuhan (3) Reagen - Anti-HCV : 1 paket - HbsAg : 1 paket - HIV/AIDS : 1 paket - Sifilis : 1 paket - Golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum: 1 paket Reagen untuk pemeriksaan uji silang serasi metode gel test/mikroplate : 1 paket - Larutan CuSO4 dengan BJ 1,053 : 1 paket - NaCl 0,9 % : 1 paket - Cairan desinfectant :1paket(berisi 10

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

25

botol bayclin @ 0,5 lt dan 10 botol resiguard @ 1 lt) - Aquabidest : 1 paket f) Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor, meja komputer, komputer, printer, white board, kursi kantor).

Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi, maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun. Pemenuhan peralatan UTD untuk UTD di Rumah Sakit yang baru dibangun melalui dana DAK 2012 ini harus terdiri dari 1 set paket peralatan UTD seperti yang tercantum dalam persyaratan teknis. Sedangkan pemenuhan peralatan untuk UTD yang telah ada di RS dapat memilih berdasarkan kebutuhan untuk memenuhi persyaratan teknis peralatan UTD di Rumah Sakit. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku.

3.

BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah, BDRS berperan dalam menjamin terlaksananya sistem pelayanan darah tertutup di Rumah Sakit. BDRS sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan berperan sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit melalui jalinan kerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. a. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. b. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) b) c) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah Luas : 5 m2 Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Luas : 9 m2 Luas : 6 m2

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

26

sudut lantai melengkung. set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai.9% 25 vial (@500ml  Reagen golongan darah ABO. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl). tabung uk 12 x 75 mm. rak tabung. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC. object glass. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis pelayanan kesehatan yang ada. gelas melamin. Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai  coombs control cell 1 vial  NaCl 0. tabung uk 5 ml. Peralatan BDRS (minimal) a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel 1 unit Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic.d) e) f) g) h) Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2 2) Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc)  Reagen untuk pemeriksaan uji silang serasi metode gel test /mikroplate : 1 paket  Cairan desinfectant : 1 paket 3) i) j) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 27 . hematokrit tube. beker glass. termasuk ruang administrasi secara terpisah. mikro pipete yellow tipe). sarung tangan. gunting stainless steel. korentang. jas laboratorium dan kacamata pelindung. genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. blood grouping plate. labu semprot. klem lab. baskom cuci. timer.

Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. c) Komputer dan printer. e) Telepon + Fax. b) Mesin ketik.4) 5) Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. d) Lemari arsip. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 28 .

Kusta. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. perbaikan status gizi masyarakat. ISPA dan lain-lain) dan Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA). pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Antraks. Meliputi obat generik. Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota b. dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI serta Program Prioritas Kementerian Kesehatan lainnya yang membutuhkan penyediaan obat dan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 29 . Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2012 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota. terpencil. perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. Tuberkolosis.BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Diare. reagensia dan vaksin skala Kab/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. perbekalan kesehatan. Pes. Frambusia. Filariasis. Persyaratan Umum a. PERSYARATAN UMUM DAN TEKNIS A. Kecacingan.

perbekalan kesehatan dan pada saat terjadi bencana/Kejadian Luar Biasa (KLB). dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2012 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan hanya untuk obat generik. daerah diutamakan melakukan penelahaan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbidity) dan atau angka kematian (mortality) yang tinggi. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.A. 2012 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat dan perbekalan kesehatan di masing-masing Kab/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan batasan masih dalam satu subbidang Pelayanan Kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2012. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 30 . biaya operasional serta biaya distribusi obat dan perbekalan kesehatan. Pemerintah daerah Kabupaten/Kota menyediakan anggaran pengadaan obat dan perbekes. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. b. perbekalan kesehatan. reagensia dan vaksin diluar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan. c. d. 2. c. Persyaratan Teknis a. Pengalihan alokasi sebagaimana dimaksud dalam butir (c) harus melalui dan dengan persetujuan Menteri Kesehatan cq Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. terutama Obat Generik. e. Penyediaan Obat.

f. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . Fitofarmaka) dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Pemilihan jenis obat. B. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) 2) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN atau usulan kebutuhan jamu/obat tradisional (Obat Herbal Terstandar. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku.d. Vaksin dan Perbekalan Kesehatan untuk Pengadaan Pemerintah serta SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. e. Pembangunan Baru/Rehabilitasi dan Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota 1. 2 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 31 . Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada Surat Keputusan/Peraturan Menteri Kesehatan terkait Harga Obat. perbekalan kesehatan. sertifikat tanah. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (diluar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN). Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. Persyaratan Umum a.

Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan yang akan disediakan (minimal luas lahan 700m dan minimal luas bangunan 500m ). Telah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan cq. Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh Instansi berwenang. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan master 2 2 2 plan. e. Persyaratan Teknis a.b. Unit cost Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 32 . Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan biaya pemeliharaan Instalasi Farmasi 2. Hanya dapat dilaksanakan apabila : Ketersediaan Obat di Kabupaten/Kota mencukupi 18 bulan atau lebih. unit cost (per M ) dan RAB. Penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut : 1) 2) 3) Belum memiliki sarana pendukung tersebut Sarana pendukung yang rusak berat Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. gambar/blok plan. Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kab/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kab/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan yaitu <500 m . Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes untuk relokasi DAK. c. 2 d.

5) Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota.masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. 6) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 5) Denah rehabilitasi tata ruang dan rencana rehabilitasi tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 33 . b. gambar/blok plan. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota. unit cost (per M ) dan RAB. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan. 2) Membuat usulan rehabilitasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. 4) Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan 2 Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 4) Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku.

Printer. Sarana Telekomunikasi. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Refrigerator. UPS. c. 4) Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan dan aturan perundang-undangan serta aturan perubahan turunannya yang berlaku. Sarana Pengolah data yaitu Komputer (PC). yaitu Faksimile. usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Membuat Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 5) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. AC split.penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Generatorset. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1) Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaksin Cooler). Rak obat dan Perbekkes. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 34 . Handforklift. Lemari Narkotika dan Psikotropika. Palet. Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Box Roda Empat dengan memperhatikan kesesuaian demografi wilayah dan dilengkapi dengan coldchain (vaksin cooler) dan lemari narkotika dan psikotropika dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan distribusi. 2) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran.

pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. sertifikat tanah. c. e. Instalasi Farmasi Gugus Pulau ditujukan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki wilayah yang terdiri dari kepulauan dan di salah satu pulau terdapat minimal 2 puskesmas. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit dan Penyediaan Sarana Pendukungnya 1. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes untuk relokasi DAK.C. Hanya dapat dilaksanakan apabila : Ketersediaan Obat di Kabupaten/Kota mencukupi 18 bulan atau lebih. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan master plan. Instalasi Farmasi Satelit ditujukan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki wilayah luas dan terdapat Puskesmas yang sulit dijangkau. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab pemerintah daerah) dengan luas minimal 300 m . Persyaratan Umum a. Telah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan cq. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda 2 2 2 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 35 . gambar/blok plan. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan yang akan disediakan (minimal luas lahan 300m dan minimal luas bangunan 100m ). b. Persyaratan Teknis a. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. d. 2 2. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. unit cost (per m ) dan RAB. Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan.

3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. b. Rak obat dan Perbekkes. Palet. 6) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. 2) Sarana Distribusi Obat. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit 1) Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaksin Cooler). Refrigerator. Sarana Pengolah data yaitu Komputer (PC). UPS. Printer. Generatorset. Sarana Telekomunikasi. Handforklift. 4) Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. AC split. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Lemari Narkotika dan Psikotropika. 5) Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan. yaitu Faksimile. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 36 .setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Membuat Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.

HK.41. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku 9. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota.00. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 37 . Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar 4. Acuan 1. Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. 3.05. Peraturan Kepala Badan Pengawas dan Obat dan Makanan RI No. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti TuberkolosisFDC 8. Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah 6. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi 7. D.1384 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku.4) Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan dan aturan perundang-undangan serta aturan perubahan turunannya yang berlaku. 5) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit disesuaikan dengan kebutuhan. 2. 5. 10.

dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan. 2. 3. lokasi. output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. Kunjungan lapangan. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2012 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012.BAB VII PEMANTAUAN. serta realisasi waktu pelaksanaan. 3. pengalokasian. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. dan pemanfaatan DAK ke depan. yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2013. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 38 . Provinsi. dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. proses. pelaksanaan. yaitu: 1. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat. 2. yaitu: 1. Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis. meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Studi evaluasi.

Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. b. ALUR PELAPORAN Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. 3. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. Menteri Dalam Negeri.07/2011 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 209/PMK.p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir.Menteri Keuangan. SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut.07/2011 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012. Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi. Laporan triwulan. Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. September dan Desember). sesuai dengan format 1 dan 2. Juni. sesuai dengan format 3. Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2012. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. Menteri Kesehatan 2. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. c. 39 . 1. PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2012 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar. B. dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK). Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 2.

Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 40 . Bagan 1. Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2.Tahun 2012 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.

Jenis obat 1 2. Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Realisasi 1 2 3 4 II 1 3 Total Mengetahui.. Kepala Dinas Kesehatan Prov. 2 Pembangunan baru/Rehabilitasi dan Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota Pembangunan baru Instalasi Farmasi gugus pulau/satelit dan Penyediaan sarana Pendukungnya 3 4 Pendamping (Rp. 1. Juta) 5 Total (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 41 . Jenis obat 2 3. Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Peningkatan pelayanan persalinan normal Peningkatan puskesmas menjadi puskesmas perawatan/mampu PONED Pembangunan puskesmas Poskesdes Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Fisik (%) 9 Ya Tidak 10 11 12 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. Dst .

 Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 42 .  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.

Juta ) Pen dam ping (Rp. Penyesuaian Bangunan IGD RS b. Peralatan UTD di RS c. Pembangunan baru b. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 Fasilitas TT Kelas III a.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp. Peralatan PONEK RS IGD RS a. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS Nama NIP Petunjuk pengisian : Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 43 . Pembangunan baru b. Peralatan IGD RS UTDRS/BDRS a. Rehabilitasi ruang maternal/ neonatal c. TT set Peralatan PONEK RS a. BDRS Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 Mengetahui. Juta ) 5 T ot al (R p. Pembangunan Baru UTD di RS b. Rehabilitasi c.

Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3. Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 44 .          Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh) Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8. Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5. Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6. Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10. Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1. Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan. Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3. Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9. Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6 Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.

Perencanaan ii. Tujuan penulisan laporan II. Umum i. IV. PENDAHULUAN a. Saran dan masukan daerah b. Penganggaran iii. Pelaksanaan iv. Khusus i. Pemantauan. c. dan v. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a. HASIL PELAKSANAAN DAK a. Keberadaan dan peran tim koordinasi ii.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. PENUTUP a. Latar belakang b. Umum b. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. Evaluasi b. Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 45 .

Kegiatan-kegiatan yang bisa didanai dari DAK Bidang Kesehatan 2012 ini sebagaimana diuraikan di atas sifatnya adalah pilihan. Dimana tiap subbidang pelayanan kesehatan dasar. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 46 . Pemilihan kegiatan DAK Bidang kesehatan seharusnya merupakan bagian program jangka menengah sesuai Renstra Daerah dan Renstra Kementerian Kesehatan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan 2012 ini merupakan pilihan kegiatan bagi tiap subbidangnya. Selanjutnya dalam pelaksanaan kegiatannya agar disinergikan dengan kegiatan yang bersumber dari pendanaan lainnya (seperti dana tugas pembantuan.BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota. APBD kabupaten/kota dan sumber lainnya) sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna. subbidang pelayanan kesehatan rujukan dan subbidang pelayanan kefarmasian masing – masing mempunyai beberapa pilihan kegiatan di tiap subbidangnya dan tidak diperkenankan adanya pengalihan anggaran dan kegiatan antar subbidang karena adanya keterikatan dengan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012 dan UU APBN 2012. sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu. terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal. Kepala Daerah bisa memilih satu atau lebih kegiatan sesuai prioritas daerah. ttd. MENTERI KESEHATAN.

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 47 .

48 .

Fitofarmaka Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran. 2. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. baik perbatasan darat dan laut.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi 8. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. 6. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A . termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. SLTP serta kebutuhan sekunder lain. 4. 3. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. 7. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya. 5. pelayanan kesehatan. Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional.

ekonomi. sosial. Jamu Obat Tradisional Indonesia 11. bahan mineral. 9. sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut. bahan baku dan produk 15. Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota Obat Herbal Terstandar Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. bahan hewan. 10. jadinya telah distandarisasi. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. dan budaya. 14. Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. Obat Tradisional Bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan. yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 12. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kabupaten/Kota dan setempat. 13. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

Peralatan kesehatan Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan.  Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu. Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan.  Menggunakan Jamban Sehat. Peningkatan Peningkatan status Puskesmas. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. Dan  Tidak Merokok Di dalam rumah. Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A .  Menggunakan Air Bersih. (sesuai UU No. 17. sebagai contoh: Pustu menjadi Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan. 19.  Balita Ditimbang Setiap Bulan.  Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. 21. yang meliputi 10 indikator yaitu :  Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan. 18. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya.  Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a).16. 20. Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat.  Bayi Diberi Asi Eksklusif.  Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. tidak ada bayi dan tidak ada Balita.

28. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit. Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). 26.Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. sebelum dirujuk ke institusi rujukan. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 25. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. 2 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . 27. Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Pos pembinaan terpadu PTM (Posbindu PTM) adalah kegiatan yang diselenggarakan secara terintegrasi (“di-Poskan”) oleh kelompok aktif masyarakat dalam upaya preventif dan promotif pengendalian PTM. ibu nifas dan bayi baru lahir. 22. 23. 24. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.

Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri. 34. Bina Kesmas. Ditjen. Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan. Depkes RI. 31. 2008) 30. Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung. 36. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 32. Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam. 33. 35. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas.29. Neonatal. Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A . Rehabilitasi Upaya memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. 37. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir.

Poskesdes. 40.Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan. 38. selama dalam transpor). Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat. Puskesmas. RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 39.

14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No. 12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14. dan alat penyuluhan. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK HUS A . Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no. bahan habis pakai. peralatan non medis. obat. 10 (Nelathon) steril Kateter karet No.LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 TI Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr.

42 43

Sarung tangan ukuran 5,6,7 & 7,5 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5,6,7 & 7,5

44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63

Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no. 26 G pak isi 10

64 65 66 67
68 69 70 71 72 73 74 75 76

Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2,5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan)
Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa

1. Bidan Kit

No 1 2 3 4 5 6 7 8
TI

Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr. Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4,5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm

Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Catgut plain 2/0, 1,5 cm (expired date minimum 3 tahun) Kateter disposible No. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm, tajam/tumpul Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald, GR 12 Hechting Nald, GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no. 26 untuk bayi Jarum disposible 23 G, box/ 100 Kocker lurus 16 cm, stainless Meteran/ metline 1,5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no. 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no. 6,5; 7; 7,5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi

1 10 2 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54
TI

30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

55

Wing Needle No. 23 & 25 G

LAMPIRAN 3
DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung
TI

Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara

No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134

Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku

Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat TI Way Kanan Bangka Selatan Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Maluku Tengah Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

50 LS 125.34 BT 1 TIMOR LESTE 08.08.32 BT 04.41.47 LU 124.23.34.12 LU 118.47.41 BT 04.05 LS 109.14 BT 1 MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 01.45.42 BT 05.14.52 BT 1 1 1 LAUT LEPAS 05.51 LU 108.40.07.37.44.51 BT 02.02.51.46.54.53 BT 1 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS .16 LU 125.02.54 BT 04.36 LU 127.59 LU 103.18.13 LS 102.09.34.15.41 LU 103.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU KAB /PROV Sumut 1 Simuk Nias Selatan Kep Riau 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng 6 Nusakambangan Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan AD BAK A NEGARA BATAS TITIK KOORDINAT PDDK Ada Tdk LAUT LEPAS 00.14 LU 125.55 BT 1 MALAYSIA MALAYSIA 02.05.00 LS 117.38.50.43. LU 126.25.18 LU 127.33 LS 97.13.01.58 BT 03.20 BT 01.41 BT 04.16.06 LU 125.31.59 BT 04.09.44.00 BT 1 1 Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA PHILIPIN A PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 01.28 BT 04.09.07.10.28.15 LU 125.00 BT 1 AUSTRALIA 07.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS TT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Pulau Tello 1 1 Pulau terluar Non TT JML Keterangan 1 SUMUT Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus NO PROPINSI KABUPATEN BAK A Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 STATUS 1 1 1 1 1 JML Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Keterangan NAMA PUSKESMAS TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .

Talaud Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Gemeh(*) Kakorutan Minahasa Utara Sangihe Kendahe Tabukan Utara Sitaro 7 NO SULTENG PROPINSI Toli-Toli KABUPATEN NAMA PUSKESMAS Siau Barat Kendahe Marore Ondong Wori Wori Maratua Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan Lg.KECAMATAN Bengkayang Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep.Pujungan Long Ampung Long Alango Tiong Ohang Long Pahangai Siding Jagoi Babang TT Non TT 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan 1 1 Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar STATUS JML Keterangan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .Nawang Data Dian Lg.

KECAMATAN Dampal Utara 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola NO PROPINSI KABUPATEN Marsela Lelang Serwaru NAMA PUSKESMAS Saumlaki Adaut Namtabung Larat Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini Naikliu Noelpoi Ogutua TT 1 Non TT 1 Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 STATUS 1 1 1 JML Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Keterangan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

KECAMATAN Pp. Terselatan Wetar Wetar Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg. Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar Sabarmiokre Sorendoweri Koijabi Meisiang Wonreli Ilwaki Ustutun TT 1 Non TT 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 Perbatasan 1 1 Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Endo Tracheal Tube d. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a. Tracheostomy set g. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e. Tensimeter & stetoskop Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 berbagai ukuran berbagai ukuran dewasa dan anak besar dan kecil berbagai ukuran semua ukuran semua ukuran semua ukuran NAMA ALAT UKURAN TI HUS AD BAK A . Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c.V cathether d. Intraosseus needle f. Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c. Stylet c. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Nasal canule oksigen e. Masker oksigen f. I.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management a. Oksigen tabung b. Pulse oxymeter b. Manset untuk infusion pressure g. Suction unit (elektrik dan manual) f. Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a. Laryngoscop b.

Long spine board/short spine board e. Magnesium sulfat h. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a. Anti Konvulsan g.NO 4 JENIS Drug for Emergency a. Antipiretik j. Curretage set d. Alat sterilisator sederhana f. koloid 5 Set Bedah/Trauma a. Vaccum Extractie Set e. Partus set c. AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK TI HUS A . Collar neck/collar splint c. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Cairan kristaloid. Epinephrine NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK b. Xylocain d. Sulfas atropine c. Pneumosplint d. Anti Hipertensi f. Speculum b. Tampon f. Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b. Analgetik i. Amidaron e.

5 3 4 No. Komponen Maternal Jumla Satuan h 0 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 buah unit buah buah buah unit unit unit buah buah No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 B 1 2 3 4 5 6 C 1 2 3 4 5 6 7 8 D 1 2 3 4 5 6 7 E 1 2 3 Pencegahan Infeksi Kacamata/ goggle Masker Apron Penanganan Emergensi Dewasa Pemeriksaan Ginekologi Pemeriksaan Umum Alat Meja instrumen 2 rak Bak Instrumen tertutup kecil Bak Instrumen tertutup medium Bak Instrumen tertutup besar (Obsgin) Tromol kasa Nierbekken/ Kidney disk Nierbekken/ Kidney disk Timbangan injak dewasa Standar infus Lampu periksa Halogen Tensimeter/ sphygmomanometer dewasa Stetoskop dupleks dewasa Termometer klinik (elektrik) Tabung oksigen + Regulator Masker oksigen + Kanula nasal Tempat tidur periksa (examination bed) Rak alat serbaguna Penutup baki rak alat serbaguna Pemeriksaan Obstetri Meteran/ metline Pita pengukur lengan atas (LILA) Stetoskop janin Pinard/ Laenec Pocket Fetal Hearth Rate Monitor (Doppler) Tempat tidur untuk persalinan (Partus bed) Plastik alas tidur Ukuran * * * diameter sekitar 27 cm ukuran 23 cm ukuran 30 cm sekitar 430 x 320 x 70 mm ketinggian dapat diatur sekitar 105 .185 cm manset dewasa * 1 m3 Dewasa * 1.Lampiran 7 Peralatan Puskesmas PONED 1. 1 5 8 1 1 1 1 2 1 1 unit buah buah buah buah buah buah Bahan : Plastik 2 1 2 buah kotak buah Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .5 meter 1 1 1 1 2 1 buah buah buah unit unit buah Klem kasa (korentang) Tempat klem kasa (korentang) Spekulum Sims Spekulum Sims Spekulum Sims Spekulum cocor bebek Grave Spekulum cocor bebek Grave Spekulum cocor bebek Grave Kecil Medium Besar Kecil Medium Besar 2 2 1 1 1 1 1 1 buah buah buah buah buah buah buah buah Kit resusitasi dewasa Endotracheal tube dewasa Endotracheal tube dewasa Endotracheal tube dewasa Stilet untuk pemasangan ETT Nasogastric tube dewasa Nasogastric tube dewasa 2.

No 4 5 6 7 8 9 F 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 G 1 H 1 2 I 1 2 3 4 5 J 1 2 3 4 5 6 7 K gmhin 2 3 L 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bahan Habis Pakai Laboratorium sederhana Penatalaksanaan Abortus Inkompletus Persalinan Patologis Pervaginam Sepatu boot Alat Ukuran 42 .44 minimal volume 20 liter Jumla Satuan h 2 pasang 2 1 1 1 3 buah buah buah buah buah * * * Persalinan Normal Tong/ ember dengan kran Sikat alat Perebus instrumen (Destilasi Tingkat Tinggi) Sterilisator kering Tempat sampah tertutup sekitar 40 x 60 x 80 cm Setengah Kocher Gunting episiotomi Gunting talipusat Gunting benang Pinset anatomis Pinset sirurgis Needle holder Nelaton kateter Jarum jahit tajam (cutting) Jarum jahit tajam (cutting) 14 cm 14 cm 16 cm 14 cm 14 cm 14 cm 14 cm 14 cm 9 11 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 buah buah buah buah buah buah buah buah amplop amplop Ekstraktor Vakum Manual 1 unit Aspirator Vakum Manual Waskom Penatalaksanaan Perdarahan Pasca Salin Klem Kelly/ Klem Kocher lurus Klem Fenster/ Klem Ovum * Needle holder * Pinset anatomis * Pinset sirurgis Insersi dan ekstraksi AKDR Mangkok iodin Tenakulum Schroeder Klem kasa lurus (sponge foster straight) Gunting Mayo CVD Aligator ekstraktor AKDR Klem penarik benang AKDR Sonde uterus Sims sekitar 206 x 96 x 104 mm diameter 40 cm 1 2 unit unit 25 cm 25 cm 18 cm 18 cm 18 cm 1 4 2 1 1 buah buah buah buah buah 10 cm 1 1 1 1 1 1 1 buah buah buah buah buah buah buah Hemoglobin meter elektronik Tes celup Urinalisis Glukose & Protein Tes celup hCG (tes kehamilan) 1 1 200 kit kit buah Benang chromic (jarum tapper 0) Benang chromic (jarum tapper 0) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Three-way Stopcock (steril) Infus Set Dewasa Kateter intravena Kateter intravena 2/0 3/0 1 ml 3 ml 5 ml 10 ml 20 ml 1 1 100 200 200 50 50 1 50 50 50 kotak kotak buah buah buah buah buah buah buah buah buah 16 G 18 G Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .

5 8 7.5 8 Jumla Satuan h 50 buah 1 buah 1 buah 50 pasang 50 50 5 5 2 1 1 pasang pasang pasang pasang pasang buah buah 5 x 5 cm Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .No 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Alat Kateter intravena Kateter penghisap lendir dewasa Kateter penghisap lendir dewasa Sarung tangan steril Sarung tangan steril Sarung tangan steril Sarung tangan panjang (manual plasenta) Sarung tangan panjang (manual plasenta) Sarung tangan rumah tangga (serbaguna) Sabun cair untuk cuci tangan Plester non woven Ukuran 20 G 8 10 7 7.

5 4 3 5 8 1 m3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 6 set buah buah buah buah buah buah buah unit set unit buah 17 * 18 19 * C 1 2 12. Komponen Neonatal No A 1 2 3 4 * 5 * 6 7 8 * B 1 Alat Pemeriksaan Umum Tensimeter/ sphygmomanometer bayi Tensimeter/ sphygmomanometer neonatus Stetoskop dupleks bayi Stetoskop dupleks neonatus Termometer klinik (elektrik) Timbangan neonatus + bayi ARI timer standar Lampu emergensi Penanganan Emergensi Neonatus Meja resusitasi dengan pemanas (infant radiant warmer) Ukuran manset bayi manset neonatus Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 4 Satuan buah buah buah buah buah buah buah buah ketinggian 90-125 cm (dapat diatur) 1 buah 2 3 * Kit resusitasi neonatus Balon resusitasi neonatus mengembang sendiri. dengan selang reservoir Sungkup resusitasi Sungkup resusitasi Sungkup resusitasi Laringoskop neonatus bilah lurus (3 ukuran) Neonatus Bayi Anak Bilah Miller nomor 00 Bilah Miller nomor 0 Bilah Miller nomor 1 1 1 unit set 4 * 5 * 6 * 7 1 1 1 1 set set set set 8 * 9 10 11 12 13 14 15 16 * * * * * * * T piece resusitator Endotracheal tube anak Endotracheal tube anak Endotracheal tube anak Endotracheal tube anak Nasogastric tube neonatus Nasogastric tube neonatus Nasogastric tube neonatus Tabung oksigen + Regulator Pompa penghisap lendir elektrik Penghisap lendir DeLee (neonatus) Handuk pembungkus neonatus Pemasangan infusi umbilikus Klem arteri Kocher mosquito lurus Klem arteri Kocher mosquito lengkung 2.5 3 3.1.5 cm 1 1 buah buah Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .5 cm 12.

No 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 D 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 E 1 * 2 * Alat Klem arteri Pean mosquito Pinset sirurgis Pinset jaringan kecil Pinset bengkok kecil Needle holder Gunting jaringan Mayo ujung tajam Gunting jaringan Mayo ujung tumpul Gunting jaringan Iris lengkung Skalpel Bisturi Baskom kecil Vena seksi Needle Holder Matheiu Jarum Ligasi Knocker Doyeri Probe lengkung Pinset jaringan Semken Pinset kasa (anatomis) Pinset jaringan (sirurgis) Gunting Iris lengkung Gunting operasi lurus Retraktor Finsen tajam Skalpel Skalpel Bisturi Bisturi Bisturi Klem mosquito Halsted lurus Klem mosquito Halsted lengkung Klem linen Backhauss Klem pemasang klip Hegenbarth Inkubator Kantong Metode Kanguru Inkubator Transport Ukuran 12.5 cm 10.5 cm 20. 3 No.5 cm 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 2 2 2 1 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Sesuai ukuran neonatus sesuai ukuran bayi & neonatus 10 1 buah buah F 1 2 3 * 4 * 5 * 6 7 8 9 Bahan habis pakai Infus Set Pediatrik Three-way Stopcock (steril) Kanula penghisap lendir neonatus Kanula penghisap lendir neonatus Kanula penghisap lendir neonatus Klem tali pusat Kateter intravena Kateter umbilikus Kateter umbilikus 6 8 10 24 G 3 5 1 1 2 2 2 100 50 3 3 kotak buah buah buah buah buah buah set set Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .5 cm 13 cm 10.5 cm 14 cm 14 cm 14 cm 14 cm 12 cm 12 cm 12 cm 3 11 Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 5 1 Satuan buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah kanan dan kiri 14.5 cm 13 cm 7 cm No. 21 12. 4 No.5 cm 9 cm 12. 11 No. 20 No.5 cm 12.

000 4 8 9 5 4.750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation).500 6 7 1 3 11 2 1. dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht). Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .750 10 1.LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4.

Tempat tidur kebidanan 2. Electrical & Plumbing) . Meja instrumen Lampu 4. Bak mandi 11.Wastafel . Plafond. Tempat tidur pemulihan Wastafel 6. mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical. Box bayi 5. Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran . Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3. Meja dokter/bidan 9.Alat medik set . Kursi Garis putus – putus = gordyn 10.Lemari simpan Alkes/ obat .Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi .Boks bayi . Lemari obat 7. dinding.Kursi dokter .KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .2 (dua) bed side Cabinet .Keterangan : 1. Lemari alat Saklar 8.Meja ½ Biro Lantai.Stop kontak .2 (dua) tempat tidur .Lampu TL Baret .

14. 7/16 Lingkaran.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit. Karet No. 10 (Nelaton) Kateter. 18 Cm Pinset Bedah. Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio. Logam Untuk Wanita No. Ginekologi. Karet No. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .5 Cm Pinset Anatomis. 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus. 25 Cm (Schroder) Korentang. 14.5 Cm Pinset Bedah.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14. Karet No. 14 (Nelaton) Kateter. 12 (Nelaton) Kateter.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13. tajam/ tumpul Jarum jahit. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter. Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis.

12) Jarum suntik. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Disposible (No.20) Disposible Syringe. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering.14) Jarum suntik. Disposible (No.Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom. Disposible (No.02) Jarum suntik. 3 CC Disposible Syringe. Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik. 10 CC Disposible Syringe. Disposible (No. 1 CC Disposible Syringe.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

5) dispenser air panas. meja dan kursi. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. Manfaat ruang dan peralatan memerah ASI  Ruangan dan Peralatan tersebut di atas dapat berfungsi sebagai media praktek untuk sosialisasi atau penyuluhan kepada ibu pasca bersalin atau pengunjung Puskesmas yang harus tetap melaksanakan program ASI Eksklusif meskipun ibu bekerja di luar rumah.PP/XII/2008. lemari penyimpanan. 6) termos/coolbox dan ice pack atau tas dengan pendingin. Acuan untuk pelaksanaan adalah Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.27/MEN/XII/2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja. 4) alat sterilisasi botol. Bila luas lahan yang tersedia tidak memungkinkan. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .  Peralatan Kesehatan (peralatan standar untuk memerah ASI) Untuk mempercepat peningkatan cakupan pemberian ASI Eksklusif agar di Puskesmas menyediakan Peralatan untuk memerah ASI yang standar yang terdiri: 1) alat memerah ASI (pompa). 3) lemari pendingin yang hanya khusus untuk menyimpan ASI. 2) botol penyimpan ASI. Nomor PER.LAMPIRAN 10 POJOK ASI EKSKLUSIF  Luas Lahan dan Bangunan Apabila tidak tersedia ruangan maka dilakukan penambahan ruangan untuk 2 Pojok ASI Eksklusif secara khusus dengan ukuran minimal 3 x 4 M yang dilengkapi dengan wastafel. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan Nomor 48/Men.  Peralatan memerah ASI tesebut juga dapat dipakai untuk karyawan Puskesmas dan sekitarnya maupun pengunjung Puskesmas untuk memerah ASI secara nyaman dan aman.

mulai dari persiapan. Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht). B C A A H D D P I N T U E G Keterangan: TI F Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 HUS AD BAK A .LAMPIRAN 11 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m. 2. masak dan distribusi. Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi.

lebih baik yang dapat menutup secara otomatis Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur)  Lemari simpan  Rak Arsitektur Bangunan Lantai. Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. Bak cuci C.  Letak lemari gantung . dinding.A. Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan Catatan :  Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar.Diatas rak piring  Ventilasi/ jendela harus cukup  Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa). untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang. . bila listrik memungkinkan F. plafond mengacu bangunan umum. Meja pembagian makanan / distribusi makanan G. Meja Persiapan B.diatas meja pembagian/ distribusi makanan.    Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada Elektrikal & Plumbing) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Furniture MEP (Mekanikal. Kulkas 2 pintu. Kompor D. Rak piring E.

diameter 24 cm Plastik tebal. ukuran 20x25 cm Melamin. tangkai 27 cm Stainless steel. kaca dof.Peralatan dapur: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NO TI NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the NAMA ALAT HUS AD BAK A UKURAN Lemari 2 pintu. 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu. diameter 9 cm. ukuran standar 15 kg Allumunium. diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium. diameter 20 cm Melamin. diameter 34 cm Allumunium. ukuran 150X90 cm Tertutup. diameter 7 cm Stainless steel. diameter 38 cm Plastik tebal. volume 1. diameter 20 cm Plastik. diameter 10 cm Melamin. diameter 36 cm Allumunium. diameter 8 cm Stainless steel. susun 4. volume 10 liter Stainless steel. diameter 36 cm Stainless steel. diameter 10 cm UKURAN JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 JML SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah SAT Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 . diameter 9 cm. tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu. diameter 22 cm Melamin. diameter 38 cm Stainless steel. selang gas dan tutup pengaman Besi.5 liter Kaca tahan panas.

stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah 2. dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu. e. g.5 m 2) b. meja c. diameter 30 cm Kain. diameter 10 cm Melamin. h. b. Lemari buku Peralatan a. dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel. Sarana : a.30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm Melamin. ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik 3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1 Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Bila Listrik memungkinkan. i. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . diameter 10 cm Plastik. c. d. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2. Lemari. kursi . f. dalam teflon Stainless steel Plastik .

d.B. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. c. 3. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar Rumah Sakit Kelas D. JENIS PELAYANAN minimal untuk minimal untuk minimal untuk minimal untuk Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. b.LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009) 12 Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1. b. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A. 2. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar Rumah Sakit Kelas A. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar Rumah Sakit Kelas B.C dgn TI Level III Memberikan pelayanan sbb: 1.C Level II Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . c. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar Rumah Sakit Kelas C.B. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A.

EKG. defibrilasi 3. Penilaian disability. B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. HCU/resusitasi 4. Bedah sito nafas (airway problem). elakukan stabilisasi dan evakuasi M 4. Penilaian disability. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. EKG. ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2.Obsgin. Penggunaan obat. Penggunaan obat. Penilaian disability. defibrilasi 3. EKG. Penggunaan obat. Penyakit Dalam on site Dalam on call.  (dr Spesiali s lain on call) Dokter PPDS On site 24 jam Dokter Umum On site (+pelatihan 24 jam Dokter Subspesialis TI Level III Level II Level I - - -  Bedah. defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito (airway problem). (dokter spesialis lain on call) - On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam On site 24 jam On site HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .Obsgin. Penyakit Anak.  Bedah. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga  Semua jenis on call Dokter Spesialis  4 Besar + Anastes i on site.alat lengkap tmsk ventilator 2. Anak. Bedah sito dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2.

Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar.ATLS. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. ACLS.kegawat daruratan) GELS. dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam) 24 jam Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam Jam kerja / diluar jam kerja Jam kerja Jam Kerja On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam 5. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 3) 4) 5) 6) 7) TI HUS AD BAK A . Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. KETENTUAN UMUM SARANA a. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS. Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”.

+ +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini.Pendaftaran pasien baru/rawat . b.Non Bedah / Medical .Tlpn Umum .Keamanan b. R. Tindakan .8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a. Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD. Tunggu (Public Area) . Administrasi . R.Bedah . Penyimpanan Strecher e. R. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat).Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c. Triase d. R.Kafetaria . R.Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c. R.Toilet .Keuangan . Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Resusitasi b. Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a.ATM . Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar.Informasi .Anak . R. R.

Cardiac . Pediatric . Hemodialisis d. Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. R. KELAS No /RUANG A. Luka Bakar c. Intermediate / HCU . RUANG TRIASE  Kit Pemeriksaan Sederhana  Brankar Penerimaan Pasien  Pembuatan rekam medik khusus  Label (pada saat korban massal) B. Umum . Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. R. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi  Nasopharingeal tube  Oropharingeal tube  Laringoscope set Anak  Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Neonatus b.3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a. R.

 Nasotrakheal tube  Orotracheal  Suction  Tracheostomi set  Bag Valve Mask (Dewasa/Anak)  Kanul Oksigen  Oksigen mask (D/A)  Chest Tube  Crico / Trakheostomi  Ventilator Transport  Vital Sign Monitor  Infusion pump  Syringe pump  ECG  Vena Section  Defibririlator  Gluko stick  Stetoskop  Termometer  Nebulizer  Oksigen Medis / Consentrators  Warmer Imobilization Set  Neck Collar  Splint  Long Spine Board  Scoop Strecher  Kendrik Extrication Deviice (KED)  Urine Bag  NGT  Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + +  Cairan Infus Koloid + + + +  Cairan Infus Kristaloid + + + +  Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS . Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim  Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim  Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim  Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan  Vena Section set  Torakosintetis set  Metal kauter  Film Viewer TI AD BAK A Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 HUS . TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker .

 Tiang Infus  Lampu operasi  Thermometer  Stetoskop  Suction  Sterilisator  Bidai  Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No  KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal  Kumbah 1 Lambung Set Minimal  EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

 Kursi Periksa  Irigatoreriksaan  Nebulizer  Suction  Oksigen Medis  NGT  Syrine Pump  Infusion Pump  Jarum Spinal  Lampu Kepala  Bronchoscopy  Opthalmoscop  Otoscope set  Slit Lamp  Tiang Infus  Tempat Tidur  Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

No KELAS /RUANG                            LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 /  Kuret Set Minimal 1  Partus set  Suction bayi  Meja Ginekologi  Meja Partus  Vacuum set  Forcep set  CTG  Resusitasi set Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

 Doppler  Suction Bayi baru lahir  Laennec  Tiang Infus  Tempat Tidur  Film Viewer

Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1

Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung

Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung

Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung

OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin

+

+

+

+

+

+

+

+

Tersedia dalam jumlah yang cukup

TI

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

6

TI

HUS

AD

Ruang Operasi (R. Persiapan dan Kamar Operasi) A. RUANG PERSIAPAN  Ruang ganti + + +/- Tindakan /operasi yang dilakukan  Brankar + + +/- terutama untuk keadaan Cito,  Oksigen + + +/- bukan elektif  Suction + + +/ Linen B. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal  Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Alat regional 1 1 1  Anestesi Minimal Minimal Minimal  Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal  Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Suction 1 1 1 Minimal Minimal  C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal  Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal  Set Apendiktomi untuk keadaan Cito, bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal  Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal  Set Vascular 1 1 Minimal Minimal  Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal  Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal  Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal  Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal  Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal  Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal  Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal  Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012
BAK A

 Defibrilator

1 Minimal 1

1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3

1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito, bukan elektif

C. RUANG RECOVERY Minimal  Infusion pump 2 Minimal  Syringe pump 2 Minimal  Bed side Monitor 1 Minimal  Suction 1 Minimal  Tiang infuse 1 Minimal  Infusion set 1 Minimal  Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4

LEVEL 2

LEVEL KET 1

C. RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Ruang Radiologi Minimal 1  Mobile X-ray Minimal 1  Mobile USG Minimal 2  Apron Timbal Minimal 1  CT Scan Tersedia  MRI 1 Minimal 1  Automatic Film Processor Minimal 1  Film Viewer 2. Ruang Laboratorium a. Lab. Standar +  Lab. Rutin +  Elektrolit +  Kimia Darah +  Analisa Gas Darah +  CKMB (jantung) b. Lab. Khusus 3. Bank Darah (BDRS)  BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. Ruang Sterilisasi
TI

Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1

Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1

+/-

Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam

+ + + + +/-

+ + + +/-

+ + + -

Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam

+ + +

+

bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

Alat Komunikasi Eksternal +  Fix +  Mobile +  Radio medik 3. Gas Medis : N2O +  Tabung Gas +  Sentral D. Alat Rumah Tangga Tersedia 4. RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1. Alat Komunikasi Internal +  Fix +  Mobile +  Radio medik 2. Alat Administrasi +  Komputer +  Mesin ketik +  Alat kantor +  Meubelair +  Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .+  Basah +  Autoclave 5.

030.370.400. Aceh Tengah Kab.410.990.528.558.000 1.960.830. Mandailing Natal Kab.940.730.000 1.289.310.824.480.810.000 1. Bireuen Kab. Aceh Tamiang Kab.050.000 1.990.990.097.000 2. Aceh Selatan Kab.253.054.000 2.000 2.000 1.240.740.000 2.450.930.000 862.200.000 4. Karo Kab.000 1.470.721.170. Dairi Kab. Tapanuli Tengah Kab.310.000 1.806.719.254.000 2.000 1.320.360.435.110.000 3.000 3.610.000 2.094.570.560.000 1.095.103.271.240.000 8.000 2. Toba Samosir Kota Binjai 1.000 3.810.190.960.000 2.300.190.130.000 1.048.015.000 2.158.923.500.000 1.087.260.230.000 1.000 1.860.000 2.370.000 1.030.000 2.000 2. Langkat Kab.850.000 2. Aceh Barat Kab.000 3.772.837.232.400. Gayo Lues Kab.000 1. Pidie Jaya Kota Subulussalam Provinsi Sumatera Utara 3. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab.777.000 3.889.000 2.953.000 1.000 1. Aceh Timur Kab. Deli Serdang Kab. Pidie Kab.000 1.079.730.510.000 2.000 2.000 1.670.000 716.470.400.000 3. Tapanuli Selatan Kab.533.541.000 1.000 1.130.532.826.170.971.760.040.745.000 1.000 1.638.570.000 1.726.687.404.380.980.896.532. Aceh Tenggara Kab.000 2.910.813.716.840.954. Aceh Jaya Kab. Simalungun Kab.000 8.074.682.468.340.530.800.519.710.650.000 1.733.172.080.000 3.492.000 2.140.690.910.225.060.501.703.529.930.940.374.700.910.583.360.713.990.256.737. Nias Kab.860.400.000 2.000 2.000 3.373.046.000 1.649. Bener Meriah Kab.000 977.715.378.000 2.000 2.430.760.000 2.000 3.500.382.210.420.709.000 1. Nagan Raya Kab. Aceh Singkil Kab.000 3.139.000 2.000 1.000 2.160.645.350.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .241.135.850.000 2.000 2.000 1.000 1.520.029.000 1.000 2. Aceh Besar Kab.160.660.860.770.686.351.545.000 1.580.000 1.773.000 1.244. Labuhanbatu Kab.000 2.204.780.716.000 2.590. Asahan Kab.990.000 3.000 1.664.000 2.300.000 2.692.107.720.000 - 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Kab.000 1.570.000 1.217.040. Tapanuli Utara Kab. Aceh Barat Daya Kab.000 1.000 1.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 (dalam rupiah) ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Provinsi Aceh Kab.000 1.

Labuhanbatu Utara Kab.058. Indragiri Hilir Kab. Agam Kab.060.976.757.747. Lima puluh Kota Kab.620.750.420.940.880.200.020.968.000 960.000 551.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .736.000 1.000 1.000 1.000 1.000 2.503.694.000 1.107.510.053.763. Pakpak Bharat Kab.000 2.850.870.880.012.999.021.265.000 2.000 3.242.000 962. Nias Barat Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Barat Kab.770.970.870.000 4. Nias Utara Kab.000 535.000 3.000 1.280.250.733.410.489.646.000 2.080.000 2.000 1.716.000 1.092.000 2.000 1. Dharmasraya Kab.121.728.990.170.648.730.983.000 1.720.000 3.430.260.125. Padang Pariaman Kab.239.405.880.625.678.000 1.651. Solok Kab.000 594.441. Nias Selatan Kab.000 717.050.000 2.900.873.639.150.090.000 1.000 1.150. Pesisir Selatan Kab.890.000 1.400.000 2.000 1.790.370.560.870.546.200.000 2.180.000 1.000 1.000 483.000 5.000 985.161.000 873.370.000 2.000 1.116.860.820.000 1.000 2.170.400.000 2.540. Sijunjung Kab.846.560.000 1.000 - 3.020.000 1.216. Padang Lawas Kab.760.000 1. Serdang Bedagai Kab.150.870. Padang Lawas Utara Kab.000 1.700.000 1.850.164.000 1.550.420.860.774. Pasaman Kab.460.000 615.000 2. Kepulauan Mentawai Kab.392.740.000 8.470.090.000 2.420.000 742.708.000 2.099.000 2. Humbang Hasundutan Kab.181.000 1.667.000 1.138. Samosir Kab.920.740.000 3.000 3.000 600.000 1.523.759.700.770.000 2.660.000 2.867.755.000 2.160.000 77 78 Kab.000 1.920.223.640.140.870.000 2.000 2. Labuhanbatu Selatan Kab.360.000 2.179.000 1.920.200.000 2.650.675. Solok Selatan Provinsi Riau 2.291.690.040.604.490.250.046.000 1.980.285.490.000 2.000 2.795.800.230.000 3.110.770.000 2.800.236.050.066.380.000 1.517.720.090.580.000 869.300.000 1.150.000 2.590.830.000 779.170.767.484.660.907.190.297.769. Pasaman Barat Kab. Tanah Datar Kota Bukittinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.000 2.640.000 2.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Kota Medan Kota Pematangsiantar Kota Sibolga Kota Tanjungbalai Kota Tebing Tinggi Kota Padangsidempuan Kab. Batubara Kab. Kuantan Singingi 3.000 2.030.000 3.130.504.210.000 1.350.000 2.121.310.000 2.760.500.370.160.690.420.000 1.657.412.000 1.000 1.000 1.

670.170.000 3.000 1.210.000 701.000 623.740.408.540.000 2.696.550.934.000 5. Muara Enim Kab.740.802.728. Musi Rawas Kab.000 2.000 2.000 7.930.410.000 2.440. Kerinci Kab.270. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan 1.000 2.000 2.854.200.000 2.042.956.350.719.000 2.790.000 2.100. Natuna Kota Batam Kab.860. Sarolangun Kab.000 2.000 - 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 Kab.046.620.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .280.632.530.000 2.195. Merangin Kab.310.960. Ogan Komering Ulu Timur Kab.000 1.000 1.740.326.680.531.550.370. Siak Kota Pekanbaru Provinsi Kepulauan Riau 5.000 1.536. Lahat Kab.531.920.610.440.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 79 80 81 Kab.000 2.000 1.520.631.000 - 117 Kab.970. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuklinggau Kota Prabumulih Kab.000 2.000 1.000 2.480.550.000 1. Ogan Ilir Kab.336.340.728.355.574.020.000 6. Bangka Barat Kab.612.650.131. Batanghari Kab.743.160.000 1.000 1.000 3.000 4.830.000 3.837.000 2.910.630.746.000 1.540.460.000 5.850.000 2.900. Bengkulu Selatan 2.590.490.000 2.040. Kepulauan Anambas Provinsi Jambi Kab.129.770.677.000 2. Lingga Kab.142. Muaro Jambi Kab.230.238.067.000 1.193.000 1.000 806.000 643.540.000 1.556.110.621.270.000 2.000 1.220.000 3.143.228.818.800.040.350.717.671. Belitung Timur Provinsi Bengkulu 4.000 2.000 1.930.900.000 1.000 1.000 5.040.989.510. Rokan Hilir Kab.600.902.000 885.770.030.070.810.230.910. Empat Lawang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kab.823.437.000 2.000 2.532.011.989.000 1.000 2.000 4.900.500.400.098.310.204.130.600.000 3.258.560.620.380.000 1.000 1.890.740.000 1.000 879.000 1.920.225. Bangka Selatan Kab.000 2.067.340.068.400. Bangka Kab.000 2.000 2.000 1.493.427.263.140.486.404.000 1.710.801.339. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab. Banyuasin Kab.790.040.164.861.000 - 4.659.000 1.540.000 - 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 Kab.051.960.100.000 1.000 2.000 2.000 3.000 2.960.761.154.660.745.770. Ogan Komering Ulu Selatan Kab.950.996.000 2.014.290. Bungo Kab.000 1.403.656.000 908. Bangka Tengah Kab.530.000 2.138.000 1.000 2.000 2.147.000 631.800.

021. Lampung Tengah Kab.000 3.340.000 845.280.000 2.010.000 2.942.000 3.000 1.465.000 3. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.710.457. Indramayu Kab.520.250.447.416.734.722.208.000 1. Cirebon Kab.760.409.040.120.000 4.000 10.980.530.000 4.000 5.580.000 4.000 2.860. Kaur Kab.420.791.000 3.260.207. Bekasi Kab.000 2.000 3.000 1.810.862.000 2.145.380.000 2.000 4.230.000 1.503.000 3.780.328.000 2. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.560.990.843.779.960.504.410. Mukomuko Kab.110.925.000 1.000 2. Bandung Kab.218.680. Lampung Utara Kab.660. Tulang Bawang Kab.620.000 2.040.640.322.733.331.200.630.000 2.790.000 2.000 1.000 6.370. Seluma Kab.309.840.890.414.000 3.980.000 2. Garut Kab.596. Lampung Timur Kab.870.000 6. Lampung Selatan Kab.930.630.060.370.804.000 4.000 4.000 858.305.000 785.000 2. Tanggamus Kab.644.370.280.221.751.207.830.085.000 3.730.341.000 16. Tulang Bawang Barat Provinsi Jawa Barat 2. Cianjur Kab.000 3.448.856.410.569.850.000 2.000 2.700.050.932.980.000 2.819.590.446.690.000 2.000 - 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 Kab.257. Tasikmalaya Kota Bekasi 3.714.000 2.287.460.164.000 3.000 13.410.840.186.000 3.122.998. Lebong Kab.000 2.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .956.000 4.000.364.000 3.760.720.000 4.480.070.824.761.037.630.910.200.000 1.281.100.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 Kab.782. Purwakarta Kab.020.880.880. Pesawaran Kab.000 2. Majalengka Kab.670.754.290.989.290.000 2. Sukabumi Kab.900.305.562.600.904.000 2.000 3.820. Kuningan Kab.340.450.378.040.000 2.000 1.130.270.680. Kepahiang Kab.000 1.000 2.590.000 4.641.749.133.000 6.000 4.080.411.539.322.000 7.294.557.000 1.000 10.570.620.060.250.000 3.000 3.980.000 2.910.522.410.371.010.430.012.000 3.196.000 2.000 7.000 3.270. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab. Pringsewu Kab.000 3.070.690.000 14.533.560.489. Bogor Kab.956.930.000 1.000 2.572.540.374.000 2.213.240.330.000 2.950.030.000 736.600.000 3.000 6. Bengkulu Utara Kab.160.000 2.884.730. Mesuji Kab.000 760.000 7.910.464.000 3.107.000 3.000 3.376.000 2. Lampung Barat Kab.000 3. Karawang Kab.116.480.000 9.515.530. Subang Kab.280. Ciamis Kab.910.000 9.207.520. Sumedang Kab.000 3.000 2.152.000 10.973.890.760.080.058.000 3.000 3.000 4.

000 4.000 2.120.758.000 7.770.170.785.380.000 3.000 2.566.972.500.000 4.000 1.000 2.878.590.000 8.393.190.000 1.219.160.625.000 1.048.000 2.810. Purworejo Kab.765.000 2.910.156.117.620.000 4. Serang Kab. Kendal Kab.380.016.640.000 1.031. Batang Kab.975.925.176.000 2.428.810.000 3.100.000 1.000 3.950.510.000 4.140.880.700.693.030.688.000 2.731.150.052.577.870.000 5.047.000 9.520.000 2.628.973. Pati Kab.000 3.770.000 2.000 6.508. Sukoharjo 2.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .562.326.000 5.200.000 6.696.000 3.023.000 2. Rembang Kab. Grobogan Kab.930.244.000 2.793.000 2.625.000 2.000 1.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 159 160 161 162 163 164 165 166 Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab.000 2.310.850.520.000 3.169.460. Pemalang Kab.525.000 3.000 3.000 2.910.630.300.120.120.793.240.000 9.281.000 2.000 5.670.000 3.280.423.790.000 - 3.000 - 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 Kab.420.001.680.000 7.000 1.302. Banjarnegara Kab.690.590.962.657.127. Tangerang Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.966.559.410.960.895.000 3.000 3.000 2.990.000 5.522.137.000 5.660. Magelang Kab.010.787.792.410.420.000 3.000 4.000 1.203.000 3.000 2.000 1.760.000 2.010.340.000 12.690.000 3.878.681.000 3.930.000 3. Karanganyar Kab.412.960.700.000 3.000 6. Pekalongan Kab.460.765.530.000 2.382.000 4.399.000 5.300. Klaten Kab.528.320.520.000 1.150.000 2.667.000 1.010.482.379.000 2.120.680.647.470. Sragen Kab.000 6.000 4.940.310.000 2. Demak Kab.000 2.977.587.912.535. Lebak Kab.350.084.950.006. Blora Kab.914.730.620. Boyolali Kab.000 1.790. Semarang Kab.000 2.000 1.760.000 5.000 3.013. Brebes Kab.845.940.640.140.000 1.770.940.000 7.000 2.540.597.000 2.652.704.206.540.691.000 3.866.000 1.480.600. Banyumas Kab.470. Bandung Barat Provinsi Banten 2.064.961.000 2.000 2.270.981.562.000.700.184. Jepara Kab. Pandeglang Kab.744.840.950.000 2.000 2.000 2.678. Kebumen Kab.204.629.540.000 1.783.980.580. Purbalingga Kab.835.740.702.081.957.000 2.993.000 3.000 2.550.841.000 2. Cilacap Kab.440.790.670.090.740.710.657.000 4.890.150. Kudus Kab.600.

899.440.084.335.000 2.260.880.000 892.000 2.386.980.000 1.541.480.760. Magetan Kab.890.712.000 5. Lamongan Kab.049.540.350.460.000 2.820.090. Lumajang Kab.700.591.260.540. Pacitan Kab.000 3.022.000 3.000 2.000 5.000 2.130.579. Gunung Kidul Kab.890.930.000 2. Kulon Progo Kab.000 2.969.302.000 2.090.560.570.120.747.860.000 3.075.000 3.255.000 2.489.000 3.460.650.000 4.000 5.440.122.597.000 5.845.180.000.090.147.000 2.000 2.000 1. Blitar Kab. Sampang Kab.000 1.100.750.000 2.000 571.000 2.020.990.287.850.000 4.090.000 2.650.000 462.180.000 1. Pamekasan Kab. Jember Kab.000 2.000 1.010.000 4.000 3.535.927.724.000 6.593.130.750.460.000 1. Bojonegoro Kab.170.320.000 4.000 1.940.000 1.960.000 2.000 3.615. Banyuwangi Kab.280.910.730.480.659.000 3.000 2.230.000 1.000 2.247.000 3.530.894.136.000 2.523.930.000 4.000 10.934.000 3.988.120.000 1. Ngawi Kab.845.000 4.000 1. Probolinggo Kab.000 2.350.000 2. Sidoarjo Kab.913.648. Jombang Kab.000 3.677. Madiun Kab.540.020.412. Gresik Kab.930.000 3.290.520.000 3.000 5.000 1.719. Situbondo Kab.420.230.226.220.200.000 3.130.460.000 1.620.000 2.900.901.000 3. Temanggung Kab.000 3.940.921.000 2.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 Kab.780.000 9.912.000 1. Bangkalan Kab.000 3.460.990.523.760.496.000 1.000 2.000 2.394.490.150.670.490.115.122.572.330.080.676.000.000 1.150.350. Wonogiri Kab.753.320.970.426.790.000 2.390.000 2.500.020.647. Pasuruan Kab.130.010.250.000 2.186. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.000 2.298. Tegal Kab. Kediri Kab.000 2.054.634. Bondowoso Kab. Nganjuk Kab.150.505.495.101.260.713.718.207.620.000 3. Sumenep 10.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .351.580.546.014.712. Mojokerto Kab.000 2.960.834.498.095.355.000 5.856.000 1.000 3.250.000 1.610.577.800. Bantul Kab.163.057.375.000 8.044.000 5.106.060.560.000 4. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kab.880.450.690.000 3.000 781.210.000 2.115.000 1. Malang Kab.000 3.000 2.753.920.000 3.494.671.110.000 2.000 2. Ponorogo Kab.380.062.979.090.935.308.895.704.000 1.980.269.000 5.

000 2.000 1.912.400.000 1.000 1.000 3.400.160.217.000 1.000 3.000 1.840.000 1. Pontianak Kab. Tulungagung Kota Blitar Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab.270. Barito Utara Kab. Barito Timur Kab.557.755.000 2.000 895.030.180.000 2.000 10.158.241.380.810.050.500.000 3.100. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab. Kapuas Hulu Kab.754.000 718.000 4.130.700.000 2.660.000 1. Ketapang Kab. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah 2. Trenggalek Kab.740.300.000 1.315.083.640.000 2.000 2.750.000 3.000 626.040.295.000 523.000 2.998.810.760.000 1.000 1.000 2.600.180.000 3.000 4.983.120.000 1.100.280.000 2.647.520.900.870.380.220.022.000 774.170.000 1.000 652.701.245.062.146.698. Pulang Pisau Kab.155.011.870.640.783.160.060.000 2.000 820.660.290.666.210.490.153.000 2.320.000 2.079.000 2.340.825.000 4.340.000 3.000 2.000 765.000 580.000 2.000 2.000 - 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 Kab.500.000 1.130.000 2.235.580.000 967.000 2.000 2.600.671.000 1.000 1.000 1.000 731.000 1.900.000 8. Melawi Kab.810. Landak Kab.880.000 2. Kayong Utara Kab.433.522.800.940. Hulu Sungai Tengah 1.295.760.024.253.000 2.000 2.770. Barito Selatan Kab.012.000 2.172.000 1. Hulu Sungai Selatan Kab.786. Kapuas Kota Palangka Raya Kab.000 873.834.422.000 2.000 2.893.000 3.550.480.420. Sambas Kab.170.410.000 2.406.000 2.860.578.663.519.590.000 1.220.000 1.970.078.621.904.000 2.630.110.000 3. Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab.000.000 1.000 2.840.800.162. Banjar Kab.130. Gunung Mas Kab.810.915. Sanggau Kab.270.774.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 1.200.000 2.503.140.000 2.190.050.380.619.190.000 2.000 1.000 1.230.000 1.690.720.650.874.140. Lamandau Kab.000 1.980.620.000 1.700.000 3.850.000 3.120.890.110.000 2.194.722.550. Tuban Kab.000 862. Bengkayang Kab.524.010.100.627.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 Kab.191. Sekadau Kab.000 789.610.000 545.820.590.544.000 515. Sukamara Kab.302.190.342.658.852.953.980.000 789.560.115.211.320.881. Barito Kuala Kab.192.740.410.330.786.

460.680.260. Gorontalo Kota Gorontalo Kab. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab.770.460.896.000 2.883.000 897.200.870.000 3.030.000 1.000 1.000 1. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Kab.654.293. Kutai Barat Kab.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 283 284 285 286 Kab.000 1.060.680.779.750.210.215.000 1.000 1.000 1.000 2.806.000 1. Kepulauan Sangihe Kota Bitung Kota Manado Kab.203.000 2.000 2.571.000 2.700. Minahasa Tenggara Kab.780.000 5.820.314.200.000 2.948.030.730.000 1.000 1. Bolaang Mongondow Utara Kab.171.680.390.134. Bolaang Mongondow Kab.000 884.124.243.000 2. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab.000 2.270.000 5.000 970.580.000 1.310.822.000 2.520.000 2.000 1.526.256.000 2.900.750.520.000 1.105.778.340.730. Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Gorontalo 2.700.210.000 2.125. Hulu Sungai Utara Kab.070.118.000 2.000 4.221.000 3. Donggala Kab.710.530.000 1.847.168.530.190.000 1. Buol Kab.000 1.826.070.997.750.000 2.000 4.122.000 1.900.480.350.260.800.666.450.213.609.920.829.911.000 1.000 1.000 1.530.000 2.200. Boalemo Kab.630.066.199.793.000 1.010.000 1.180.000 3.000 2.000 1. Bolaang Mongondow Timur Kab.000 3.832.646. Poso Kota Palu Kab.220.000 2.720.533. Banggai Kab.490.000 1.390.895.000 1.150.934.410.730.234.113.805.210.000 2.300.000 2.780.640.000 1.830. Morowali Kab.810.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 2.000 1.290.280.000 1.700.000 1.800.970.240.000 1.560.805.293.305. Tapin Kota Banjarbaru Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Timur 2.852.000 1. Malinau Kab.783.245. Pohuwato Kab.060.620.488. Bone Bolango Kab.290.760.000 2.996.690.830.196.250.830.640. Toli-Toli Kab.349. Parigi Moutong 1.000 1.870.520.000 1.000 2.175.770.649.735.000 2.000 1.207.620.936.000 2.911.519.000 1.000 578.000 2. Kepulauan Talaud Kab.000 1.220.024.000 1. Nunukan Kota Samarinda Provinsi Sulawesi Utara Kab.090.960.000 3.000 2.000 931.620.912.000 2.670.320.000 - 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 Kab.264.180.231.205.000 1.000 1.897. Banggai Kepulauan Kab.000 2. Minahasa Kab.000 2.000 747.125.110.041.477.240.000 2.000.707.274.840.197.390.992.278.000 572.810.360.630.043.510.578.000 2.000 2.000 1.000 795.570. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab.000 2.100.000 - 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 Kab.000 1.000 1.112.347.000 1.434.508.520.828.

000 5.380.450. Barru Kab.000 3.000 1.450.450.000 700.361.000 2.231.250.000 1.340.520.000 2.535. Luwu Kab.130.000 1.950.000 1.300.517.408.310.000 785. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab. Pinrang Kab.000 946. Maros Kab.703.000 3.000 2. Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Tenggara 1.000 2.000 2. Soppeng Kab.543.810.890.000 1.000 1. Buton Kab.344.000 3.958.220.000 1.990.000.000 2.930.000 1.910.757.460.000 2.190.000 1.383.135.860.470. Bantaeng Kab.000 801.041.680.733.920.506.538.030.610.000 1.207.300.322.180.472.980.094.000 952.790.324. Polewali Mandar Kab.830.425. Takalar Kab.845.260.000 1. Enrekang Kab.960.387.340.895.460.053.030.765. Bombana 2. Mamuju Kab.000 2.000 14.000 3.650.090.130.000 986.000 1.000 970.811.111.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 3.000 2.580.450.000 2.390.730.980.273.670.485.738.000 1.000 2.510.390.391.000 3.000 2.000 2.000 1.000 2. Tana Toraja Kab.739.810.370.093.000 2.000 2.530.840.250.224.682.276.774.565.000 3.747.420.540.767.490.220.120.000 1.692.950.380.055. Majene Kab.100.823.000 1.350.000 2.630.000 1.249.000 2.000 2.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 Kab.150.970.958.984. Konawe Kab.000 3.360.000 2.761.944.338.000 2.870.000 1. Kolaka Kab.300.500.760.322.000 2.330.000 1.000 3.000 2.300.028.917.071.000 2.442.319.000 2.000 3.000 1.850.000 2.382. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab.568.700.234.000 2.000 2.760.653.130.960.730.390.640.065.350.240.556.440.000 1.640. Wajo Kota Parepare Kota Makassar Kota Palopo Kab. Bone Kab.954.520.000 2. Sidenreng Rappang Kab. Luwu Utara Kab.560.000 2.000 2.000 2.267.480. Sinjai Kab.000 2.000 356 357 358 359 360 361 362 363 Kab.215.620.161.874.000 3.000 2.620.000 2.368.432.000 2.710.000 667.000 2.000 1. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab.000 5.361.000 2.910.840. Mamasa Kab.937.000 979.850.000 3.000 1.203.700.615.410.327. Luwu Timur Kab.420.620.860.000 1.860.386.000 3.000 2. Pangkajene dan Kepulauan Kab.000 1.460.174.000 2.000 2.240.129.023.210. Jeneponto Kab. Bulukumba Kab.000 2.110.639.777.000 2.000 1.562.204.838.000 3.412.000 888.000 2. Konawe Selatan Kab.180.000 2. Gowa Kab.110. Kepulauan Selayar Kab.000 2. Tojo Una-Una Kab.322.000 1.130.360.670.530.

090.301.501.609.000 2.008.000 1. Lombok Timur Kab.830.065.728.000 2.227.960.390.000 1.000 - 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 Kab.000 2.240.667.911. Buton Utara Provinsi Bali Kab.206.000 1.990.855.220.850.000 4.000 1. Buleleng Kab.030.050.000 2.000.000 2.000 1.412.000 730.161.840.286. Ngada Kab. Sikka Kab.740.000 2.180.730.043.000 2. Timor Tengah Selatan Kab.776.500.090.415.000 689.696.500. Gianyar Kab.480.000 2.000 1.864. Dompu Kab.111.000 1.000 1.350.572.976.470.430.731.540.290.000 1.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 Kab.562.000 2.320.000 2.870.432.875.690.995.000 1. Lembata Kab.904.900.000 1.729.000 1. Bangli Kab.153.000 1.800.000 2. Ende Kab.000 3.249.000 1.350.000 2.731.000 2.998.520.090.000 2.840.800.950.000 2.370.000 2.350.700.262.000 2. Kolaka Utara Kab.170.000 3.000 6.160.000 2.000 2. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur 2.390.340.700.630.990.440.000 3.660. Belu Kab.000 1.240.057.884.840. Karangasem Kab.280.247.051.140.000 3.980.000 1.940.446.570.000 2.000 4.650.215. Flores Timur Kab.000 3. Lombok Tengah Kab.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 1.000 3.000 1.980.000 2.377.180.700.850.000 1.600.877.181.000 2.973.480.220.706.638. Klungkung Kab.000 1.749.000 1.510. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab.000 2.000 3.710.375.831.520.000 2.792.960.000 2.500.000 2. Bima Kab.000 3.730.697.970.345.870.794.800. Lombok Barat Kab. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab.140. Rote Ndao Kab.572.000 3.860.000 1. Kupang Kab.000 2. Alor Kab.000 2.000 1.445.000 2.000 2.331.000 1.000 1. Wakatobi Kab.000 1.800.399.000 2.510.560.000 2.500. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab.293.675.500.898.500.437.146.000 3.000 2.279.855.000 1.380.000 1.963.000 1.000 1.040.000 2.000 3.000 1. Sumba Timur Kab.040.817.200.939.845.000 1.510.155.727.345.000.290.756.100.000 2. Jembrana Kab. Manggarai Kab.793.358.805.869.000 1.450.303.720.000 2.150.000 2.398.960.000 1.870.460.660.430.180.000 1.000 2. Manggarai Barat Kab. Sumba Barat Kab.000 2.000 2.223.000 1. Sumbawa Barat Kab.000 1.000 1.270.290.140.000 3.000 7.327.312.450.000 1.595.570.000 1.770.647.715.190.408.000 1.170.729.180.491.160.141.170.000 1.000 1. Konawe Utara Kab.727.237.530. Nagekeo 2.540.304.390.010.550.000 1.850.940.980.894.000 2.300.

000 2.360.680. Sarmi Kab.130. Merauke Kab.000 2.000 7.340.303.134.260.000 2.000 3.000 1.262.000 1.910.670.400.000 1. Biak Numfor Kab.987. Kepulauan Sula Kab.390.390.390.550.650.010.820.000 2.000 2.000 2.170. Halmahera Tengah Kab.126.384.486.000 3.000 5.000 1.759.614. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab.000 2.000 12. Halmahera Barat Kota Ternate Kab.000 2.000 2.610.317.690.690.500.729.000 2.834.000 2.000 1.110.000 2.858. Seram Bagian Timur Kab.000 3.060.000 2.419.000 892.460.000 1.240.430.269.452.450.000 1.710.000 1.060.076.000 2.470.160.010.000 2.352.694.100.000 3.950.930.000 2.491.140. Seram Bagian Barat Kab.000 1.000 2. Tolikara 2.400.000 2.710.267.719.000 2.000 2.448. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab.892.507.000.000 1.390. Maluku Tenggara Barat Kab.140.737.000 2.550.260.625.830.360. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab.850.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 3.750.000 2.860.680.000 1.379.949.000 2.400. Kepulauan Aru Kota Tual Kab.210.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 Kab.480.720.653. Nabire Kab. Yahukimo Kab.030. Halmahera Utara Kab.000 2.776.000 1. Puncak Jaya Kab.000 4.000 3.000 2.848.330.000 - 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 Kab.091.048.000 1.600.000 3.000 2.740.172.000 1.837.250.094.000 2.000 2.634.460.970.232.610.010.428.470. Manggarai Timur Kab.000 3.980.570.708.353.110.370.000 2.000 1.000 4.728.751. Sumba Tengah Kab.850.000 1.703.000 2. Paniai Kab.768. Jayawijaya Kab.473.858.000 13. Keerom Kab.378.000 2.000 2.000 2.000 1.508.770.000 2.058.000 1.990. Halmahera Selatan Kab.910.743.890.230.930.950.000 2.022.090.120.798.361.470.000 1.650.000 3.585. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab.870. Sumba Barat Daya Kab. Maluku Tenggara Kab. Buru Kota Ambon Kab.409.247.630.367.000 1.000 2.260. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara 3. Maluku Tengah Kab.800.538.000 2.130.934.000 1.000 1.000 1.561.860.220.000 16.562.000 3.000 1.000 3.000 1.038.577.860.047.150.640.000 947.060. Mimika Kab.000 5.000 1.666.020. Jayapura Kab.040.600.000 1.130.597.000 2.779.540.980.860.720.946.124.587.099.000 2.122.016.270.430.312.429.000 1.000 1.206. Maluku Barat Daya Kab.310.313.320.713.000 3.692. Pegunungan Bintang Kab.

Kaimana Kab.850.002.000 6.350.000 2.780. Teluk Wondama Kab. Manokwari Kab.000 3.000 18 6.000 232 2.000 2.388.000 6.000 4.900.710.000 1.500. Yalimo Kab.380. Sorong Kab.830. Mamberamo Tengah Kab.024.206.460.000 4.437.550. Deiyai Provinsi Papua Barat 3.073. Puncak Kab.860.900.460.390.000 1.000 2.000 5.000 6.758.000 - 1.910.000 2.949.110.000 3.000 2.100.000.980.000 1.864 1.000 250.000 1.104.160.000 3. Mappi Kab. Waropen Kab.000 2.256.100.000 5.000 5.420.000 1.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .260.475.925.510.270 1.490.155.669.431.000 Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi 433 2.830.490.584.333 117.748. Teluk Bintuni Kab.000 1.000 2. Sorong Selatan Kab.722.523.930.310.121.609.333.120.150. Tambrauw 3.000 2.650.000.155.000 - Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi - Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional 433.000 2.000 4.000. Raja Ampat Kab.460.802.688.290.210.300.087. Asmat Kab. Lanny Jaya Kab.685.722.940.330.000 1.990.000 2.447.000 2.090.681.410.000.000 4.208.205.696.418.479.892.760.000 3.634.000 - 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 Kab.897.300.840.000 6.864 1.000.510.000 2.000 1.000 4.700.016.180.440.000 3.000 1.333.000 2.000 2.020.748. Nduga Kab.451.276. Boven Digoel Kab.388. Maybrat Kab.340.430.387.000 749.557.997.238.029.050.850.730.554.836.290.000 2.000 444 2. Dogiyai Kab.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 Kab. Fakfak Kota Sorong Kab.900.480.360.354.000 2.163.024. Supiori Kab.550.460.110.582.000 1.120.122.000 3.000 444.990.800.034 631.000 1.000.000.000 2.276.000 2.292.410.440.020.000 2. Intan Jaya Kab.309.000 4.000 3.000 3.685. Mamberamo Raya Kab.513.000 5.000 1.000 1.723.460.298.000 1.923.761.760.610.479.552.000 2.286.270 1.000 5.278.660.230.669.000 1.356.000 2.480.

000 1.000 2. Pasaman Barat Kab.000 2.000 2.000 2.000 2. Nias Selatan Kab.000 2. Zein Painan 5 RSU Prof MA.000 2.898. Bener Meriah Provinsi 1 RSU Dr. Aceh Tengah Kab.180.552. Solok Selatan Prov Riau .000 III Prov Sumatera Barat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 IV Kab.030.558.360.468. Kab. Aceh Tamiang Kab.000 2.000 2.350.719.000 2.651.138.800.Kumpulan Pane / Tebing 16 RSUD Padangsidimpuan 17 RSU Salak 18 RSU Lukas Hilisimaetano 19 RSU Dolok Sanggul 20 RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan 21 RSU Gunung Tua 22 JUMLAH Provinsi 1 RSU Solok Kabupaten/Kota 1 RSU Suliki 2 RSU Lubuk Basung 3 RSU Lubuk Sikaping 4 RSUD Dr.000 3.204.054.870.392.489.000 3. Tapanuli Utara Kab. Zaenal Abidin 2 RS Jiwa Banda Aceh 3 RSIA Prov.000 2. Agam Kab.000 25.066.092.260.604.000 2. Kab.000 2.130.703.107. Tanah Datar Kota Padang Kab.040. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH I Prov NAD NO NAMA RS ALOKASI 8.976.854.239.225.678.200.810.810.517.000 3.280. Padang Lawas Utara Kabupaten/Kota 1 RSU Sidikalang 2 RSU Deli Serdang 3 RSU Kabanjahe 4 RSU Tanjung Pura 5 RSU Natal 6 RSU Panyabungan RSU Parapat 7 8 RSU Sipirok 9 RSU Pandan 10 RSU Tarutung 11 RSU Porsea 12 RSU dr.158.747. Gayo Lues Kab.210.990.000 2.053.850.170.000 2.638.000 3.694.000 2. RM Djoelham 13 RSUD Dr. NAD Kabupaten/Kota 1 RSU Yulidin Away 2 RSU Datu Beru Takengon 3 RSIA Biereuneun 4 RSU Meuraxa 5 RSU Nagan Raya RSU Gayo Lues (Blangkejeren) 6 7 RSUD Tamiang RSUD Bener Meriah 8 Provinsi JUMLAH II Prov Sumatera Utara 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab.094.800. Limapuluh Kota Kab.533.350.201.523.906.000 1.960.490. Kab.000 2. Tapanuli Tengah Kab.572.730.140.020.870.720. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidempuan Kab.000 2.000 2.910. Nagan Raya Kab.000 2.604.720. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang 6 7 RSU Pasaman Barat 8 RSU Sungai Dareh 9 RSU Muara Labuh JUMLAH Provinsi 53.000 2.000 29.529.860.850.439.H.490.170. Dairi Deli Serdang Tanah Karo Langkat Mandailing Natal Kab.583.241.110.640.940. M. Serdang Bedagai Kab.135. Simalungun Kab.000 53.439.430. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih 14 15 RSUD Dr.160.853. Aceh Selatan Kab.930.000 3.000 3.590.990.000 20.040. Padang Lawas Kab.000 2.210.205. Kab.000 2.000 2.968.000 2.000 2.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.000 2. Pakpak Bharat Kab.000 3. Tapanuli Selatan Kab.079. Pesisir Selatan Kab. Pasaman Kab.650.000 1. Humbang Hasundutan Kab.347.000 22.500.000 3. Pidie Kota Banda Aceh Kab.000 2.139.750.087.000 2.000 2. Dharmasraya Kab.130.492.000 3.000 2.920.000 2.750.000 1 2 3 4 5 6 7 8 Kab.740.510.160.580.500.736.

989.042.000 2.110.143.A.440.140.964.088.000 1 2 3 Kab.784.000 1.730.000 2.446.000 4.164.000 2.621.770.000 2. Abunjani Bangko 4 RSUD Muaro Jambi 5 RSUD Sungai Bahar 6 RSUD Prof.000 2.880.000 2.936.100.578.500.770.Hanafie Muara Bungo 2 RSU Mayjen H.260.930.880. Lahat Kota Lubuk Linggau Kab.909.000 2.000 1.740.000 3.900.717.745.228.000 2.000 5.000 1.377.630.800.000 19.000 2.000 2. Thalib 3 RSUD Kol.620.000 1 2 3 4 5 7 VII Kab.830.780.000 2.000 2. Chotib Quswain RSU H. Siak Provinsi Kabupaten/Kota RSU Raja Musa Sungai Guntung 1 RSU Tengku Sulung Pulau Kijang 2 3 RSUD Siak Provinsi Kabupaten/Kota RSUD Natuna 1 RSU Lapangan Lingga 2 RSU Dabo 3 JUMLAH V Prov Riau Kepulauan 1 2 Kab.520.129.830.000 1.000 12.631.380.000 .000 2.000 3. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH NO NAMA RS ALOKASI 7.000 2. Kab.011.000 2.135.107.406.227. Kab.000 2. Bangka Kab.909.207.000 2.486.830.000 2.326.410.000 15. Bangka Barat 1 2 3 4 5 6 Kab.000 2.130. Dr.122.110.524.000 1. Natuna Kab.000 11.740.351. Abdul Manap 7 JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Lahat 2 RSUD Talang Ubi 3 RSU Siti Aisyah 4 RSU Banyuasin 5 RSUD Kab.186.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.000 6.000 2.230.377. Lingga JUMLAH VI Prov Jambi Provinsi 1 RSU Raden Mattaher 2 RSJ Jambi Kabupaten/Kota 1 RSUD H. Kab.939. Empat Lawang 11.532.520. Kep.403.434.150.000 2.000 1.910. Kab.138. Indragiri Hilir Kab.000 1.780.370.620. Kab. Kab.140.710. Bangka Belitung Provinsi RSJD Prov.HM. Belitung Kab.250. Babel 1 RSUD Serumpun Sebalai 2 Kabupaten/Kota RSU Sungai Liat 1 2 RSU Tanjung Pandan 3 RSU Sejiran Setason JUMLAH IX Prov Bengkulu Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Manna 2 RSUD Arga Makmur 3 RSU Curup 4 RSUD Kaur 5 RSUD Tais 6 RSUD Muko-muko 6.410.131.365.462. Kab.000 2. Bengkulu Selatan Bengkulu Utara Rejang Lebong Kaur Seluma Mukomuko 16. Sarolangun Kota Jambi Prov Sumatera Selatan 1 2 3 4 Kab.000 7.150.450.000 1 2 Kab. Empat Lawang JUMLAH VIII Prov Kep.900. Banyuasin Kab. Bungo Kerinci Merangin Muaro Jambi Kab.930.135.801.532.287.000 7.996. Kab.745.

020.760.910.010.843.140.731. Cianjur Kab. Margono S.628. 3 4 RSJ Surakarta 5 RSJ Dr.000 2.000 2.196.280.340.890.195.000 3. Banjarnegara . Garut Kab.000 17. Pringsewu Prov Jawa Barat JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kab.930.108. A.410.000 3.824.000 902. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 7 X Kab.595.213.690.280.110.000 2.204.000 1.245. Slamet Garut 8 RSU Indramayu 9 RSU Patrol 10 RSU Karawang` 11 RSU 45 Kuningan 12 RSU Cideres 13 RSU Majalengka RSU Bayu Asih 14 RSU Subang 15 16 RSU Sekarwangi 17 RSU Jampang Kulon 18 RSU Sumedang 19 RSUD R Syamsuddin SH RSU Cibabat Cimahi 20 21 RSU Tasikmalaya JUMLAH XIII Prov Banten Provinsi Kabupaten/Kota RSUD Dr. Pandeglang Kab.840.370.164.830.166.000 1.000 1.000 1.743. Tangerang JUMLAH XIV Prov Jawa Tengah 1 Kab.590.884. Amino Gondohutomo Kabupaten/Kota 1 RSUD Banjarnegara 8.000 1.604.000 1. Moewardi 2 RSU Prof.Yani Metro RSU Pringsewu 6 Provinsi Kabupaten/Kota RSU Soreang 1 RSU Majalaya 2 3 RSUD Cicalengka 4 RSU Ciamis 5 RSU Cianjur 6 RSU Cimacan 7 RSU Dr.000 NAMA RS ALOKASI 2.000 3. Dadi Tjokrodipo 5 RSU Jend.000 933.200.939. Karawang Kab.000 2.000 2.611.290.108.000 2.385. Indramayu Kab.150. Majalengka Kab. Kuningan Kab.620.480.000 1.880.894.000 3.250.880.058.578. Lebong Prov Lampung NO Provinsi RSUD Lebong 7 JUMLAH Provinsi RSUD H.557. Sukabumi Kab.796.765.000 2.627.000 3. Abdul Moeloek 1 2 RSJ Bandar Lampung Kabupaten/Kota RSU Liwa 1 2 RSU Sukadana RSU Kota Agung 3 4 RSUD A.140.861.710.797.269.000 1.704. Lebak Kab.633.000 2.000 6. Bandung Kab.689.760. Adjidarmo 1 RSU Berkah 2 RSU Kab. Sumedang Kota Sukabumi Kota Cimahi Kota Tasikmalaya 1 2 3 Kab.120.000 2.040. Subang Kab. Lampung Barat Kab.000 2.000 1.000 16.845.424.794.207.940.000 902.970.000 8.714.600.000 45.000 1.705.846.343.000 3.108.058.970.465.257.705.000 2.230.208.302.350.000 3.000 1 2 3 4 5 6 XII Kab. Ciamis Kab.000 902.000 45. Purwakarta Kab.000 2.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.000 1.000 3. Tangerang 3 Provinsi 1 RS Tugurejo Semarang RSU Dr. Lampung Timur Kab.363.000 3.000 2.810.525.000 21.320.200.414.779.562.794.000 66.000 1.640.000 2. Tanggamus Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.

020.000 2.111.993.000 2.207.000 2.600.000 2.577.270.562.047. Soediran Mangun Sumarso RSUD Setjonegoro 23 24 RSU Tidar Magelang 25 RSUD Salatiga RSU Kardinah 26 JUMLAH Provinsi 1 RSJ Ghrasia Kabupaten/Kota RSU Panembahan Senopati 1 2 RSU Wonosari 3 RSU Wates RSU Sleman 4 RSU Prambanan 5 Provinsi 1 RSU Dr.820.000 73. Bantul Gunung Kidul Kulon Progo Sleman JUMLAH XVI Prov Jawa Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab.417.000 2.901.000 49. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 XV Kab. Purworejo Kab.400. Sragen Kab. Sutrasno 18 RSUD Ambarawa 19 RSU Sragen 20 RSU Sukoharjo 21 RSU R SoeseloTegal 22 RSUD Dr.628.969.622.039.000 2.629.000 2.110.000 2.930.000 1. Wonogiri Kab.101. Tegal Kab.000 2.458.000 1.000 2.000 2. Kab.940. Soedjati S 8 RSU RA Kartini Jepara 9 RSUD Karanganyar 10 RSUD Kudus 11 RSUD Kayen Pati 12 RSU Kajen 13 RSU Kraton 14 RSUD Dr.523. Banyumas Kab.677. Kab.000 10.000 3. M Ashari 15 RSU Dr.000 3.731. Kab.000 2.535. Kab. Soedono Madiun 2 3 RSU Dr.020.460.000 2. Kab.340.737.000 1.500. Purbalingga Kab.000 2.000 2.180.100.610.000 15.000 3.990. M Harjono Ponorogo 14 RSU Waluyojati Kraksaan 1 2 3 4 Kab.540.000 12.940. Kab. Pemalang Kab. Soetomo RSJ Menur 4 Kabupaten/Kota 1 RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan 2 RS Genteng 3 4 RSU Ngudi Waluyo Wlingi RSU H. Kab.640.000 2.970.000 2. Koesnadi 5 6 RSUD Ibnu Siena 7 RSU Jombang 8 RSU Soegiri Lamongan 9 RSU Panti Waluyo Caruban 10 RSU Dr.000 2.640.000 2.020.880.282.062.688.081.496.385.150.000 3.000 2.000 1. Bangkalan Kab. Kab. Sayidiman Magetan 11 RSU Dr.000 2.753.040. Wonosobo Kota Magelang Kota Salatiga Kota Tegal Prov DI Yogyakarta Provinsi RSUD Banyumas 2 RSUD Ajibarang 3 RSUD Batang 4 5 RSUD Dr.000 837.859.380. Blitar Bondowoso Gresik Jombang Lamongan Madiun Magetan Ngawi Pamekasan Ponorogo Probolinggo .913.579.000 2.912. Goeteng T 16 RSU Saras Husada 17 RSU R. Pekalongan Kab.713. R.287.540.000 913.000 917. Kab.546.000 2. R Soeprapto Cepu RSUD Brebes 6 7 RSU Dr.255. Kab.137.850. Kab.320.075.000 3.690.359. Banyuwangi Kab.255.261.910.210. Kab.127.513.500.625.039.000 2. Kab.920. Kab.228.122.000 3.260.000 2.820. Kab.198.000 2. Kab. Soeroto Ngawi 12 RSU Pamekasan 13 RSU Prof.000 2. Rembang Kab.048.000 3.700.000 3.000 5.640.000 3.340.530.000 3.163.512.880.064.001. R.940.657.747.440. Saiful Anwar RSU Dr. Sukoharjo Kab.054.840. Semarang Kab. Kab.000 3. Kab. Batang Blora Brebes Grobogan Jepara Karanganyar Kudus NO NAMA RS ALOKASI 2.000 2.700.320.470.136.572.000 Kab.000 2. Kab.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.520.000 2.980.677.

000 2.000 3.580.000 2.190.000 3.235.530.578.000 2.000 24. Kab.164.360.000 2.295.467.498.732. Soedomo 18 RSU Dr. Malinau Kab.650.519.172.820.750.720.720.960. Kepulauan Talaud Kab. Kab.860.125.061.215.380.510. Kab.480.125.197. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH NO NAMA RS ALOKASI 1.900. Kab.155. Iskak 19 RSUD Kota Madiun 20 RSU Dr Wahidin S Husodo 21 RSU M Saleh Probolinggo Provinsi 1 RSU Dr.000 2.890. Tulungagung Kota Madiun Kota Mojokerto Kota Probolinggo Prov Kalimantan Barat Provinsi RSU Tongas 15 16 RSU Situbondo 17 RSU Dr.530.890. Bolaang Mongondow Kab.000 1. Barito Selatan Kapuas Barito Timur Gunung Mas Seruyan 11.000 1.225.810.012.000 1 2 3 4 5 6 Kab.810.000 4.370.000 3.151.000 2.983.000 2.740. Situbondo Kab.533.000 4.640.790.230.883. Nunukan Prov Sulawesi Utara 6.000 16.000 1.000 1 2 3 XXI Kab. Kab. Kutai Barat Kab. Kab.000 2.078.000 2.000 2.000 2.912. Trenggalek Kab.000 2.000 2.000 2. Sanggau JUMLAH XVIII Prov Kalimantan Tengah Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Buntok 2 RSU Dr.265.150.600.936.044.000 6.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.467.238.927.152.590.022.500.090.090.000 2.534.554.420.477.000 2.730. Kab.000 1.000 1.954.460.488.050.890.000 2.090.000 59.000 2. Bengkayang Landak Kapuas Hulu Ketapang Sambas Kab.000 3.000 14 15 16 17 18 19 XVII Kab.870.647.061.320.024.000 8.548.210.648.000 2. Minahasa Utara Kota Kotamobago Provinsi 1 RSU Noongan Langowan RS Khusus Daerah Kls A 2 Kabupaten/Kota 1 RSU Datoe Binangkang 2 RSUD Lolak (Pemekaran) RSU Liun Kendage Tahuna 3 RSU Bitung 4 5 RSU Talaud 6 RSU MW Maramis Minut 7 RSUD Kotamobagu .000 2.Achmad Diponegoro 4 RSU Agoesdjam 5 RSU Sambas 6 RSU Pemangkat 7 RSUD Sanggau JUMLAH 1 2 3 4 5 6 Kab.315.315.122.610.436. Kab.810.855. Sangihe Kota Bitung Kab.120.000 3.265.320.000 2.000 4. Soedarso RS Kusta Alverno 2 3 RSJ Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Bengkayang 2 RSUD Landak 3 RSU Dr.168.000 3.801.211.000 11.342.231.000 2.000 2. Soemarmo Kapuas 3 RSU Tamiang Layang 4 RSU Kuala Kurun 5 RSU Kuala Pembuang JUMLAH XIX Prov Kalimantan Selatan Provinsi 1 RSU Ulin Banjarmasin RSU Ansari Saleh 2 JUMLAH XX Prov Kalimantan Timur Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Harapan Insan Sendawar 2 RSUD Malinau 3 RSUD Nunukan JUMLAH 1 2 3 4 5 Kab.000 23.000 1.

180. Takalar Kab.500.066.520.680.000 2.231.000 2. Dr.000 4.960. Siau Tagulandang Biaro NO NAMA RS ALOKASI 2.248.000 1.000 2.000. Sinjai Kab.730.000 1.000 2. Parigi Moutong Kab.200.915.000 2.068.430.520.320.000 3.000 1.990.130.994.276.234. Kab.791.195.146.113.000 1.620.713.980.000 1.000 2.000 2. Mamuju Kab.000 27.340. Barru Bone Bulukumba Enrekang Gowa Jeneponto Maros Pangkajene Kepulauan Kab.361.273.000 1.000 1.130. Kep.195.260.414.520.000 5. Wajo Kota Palopo Prov Sulawesi Barat 1 2 3 Kab.000 8.239. Tojo Una Una Prov Sulawesi Selatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 XXV Kab.000 2.570.000 2.984. Majene Kab.361.000 3.213. MM Dunda 1 2 RSUD Prof.660.058.000 2.993.990.841.000 11.330. Sawang 10 RSUD Tagulandang JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota RSUD Dr.000 35.000 14.382.507.203.870. Bolaang Mongondow Utara Kab.000 2.646. Sidenreng Rappang Kab. Kab.216.392.910.722.174.000 2.070.572.404.288.000 XXIII Prov Sulawesi Tengah 1 2 3 4 5 6 XXIV Kab.241.000 2.203.000 4.135.654.000 2.161. Pohuwato JUMLAH 8. Kab.765.000 Provinsi RSU Bolaang Mongondow Utara 8 9 RSUD Lap. Kab.450.Padjonga DG Ngalle RSU Lamadukeleng Sengkang RSUD Siwa RSU Sawerigading Palopo JUMLAH XXII Prov Gorontalo 1 2 3 Kab.633. Morowali Kab.057.000 3. Aloei Saboe 3 RSUD Otanaha RSU Kab.000 3.000 24. Gorontalo Kota Gorontalo Kab.340.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.954.670.000 3.414.700.840.000 2.000 5.000 2.097.000 1. Kab. Kab.543.757.000 49. Polewali Mandar Provinsi 1 RS Provinsi Malabi Kabupaten/Kota RSU Majene 1 RSU Mamuju 2 RS Polewali Mandar 3 .950.657.420.000 2.388.000 4.653.000 19.830.994.960.117.840.000 5. Banggai Kepulauan Kab.526.996.551.000 3.241.387.910. Poso Kota Palu Kab.565.000 2.276.000 2. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 7 8 Kab. H.Pohuwato 4 Provinsi 1 RSU Undata Palu 2 RSD Madani (RS Jiwa Palu) Kabupaten/Kota 1 RSU Banggai Kepulauan 2 RSUD Morowali Bungku 3 RSU Kolonedale 4 RSU Poso 5 RSU Anutapura 6 RSU Anuntaloka Parigi 7 RSU Ampana JUMLAH Provinsi RSU Labuang Baji 1 2 RSIA Siti Fatimah 3 RSU Sayang Rakyat 4 RSIA Pertiwi Kabupaten/Kota RSUD La Patarai Barru 1 2 RSU Tenriawaru Bone 3 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba 4 RSUD Massenrempulu 5 RSU Syech Yusuf 6 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto 7 RSU Salewangang Maros 8 RSU Pangkep 9 10 11 12 13 14 15 RSU Nene Malomo RSU Arifin Nu'mang RSU Sinjai RSUD H. Kab.120.000 3.758.840.

000 3. Kab.000 2.000 2.430.000 16. Mamasa Kab. Kab.140.000 2.000 7.999.728.000 2.667.345.045.822.000 2. Kab.000 2. Kab. Bangli Buleleng Jembrana Karangasem Klungkung Tabanan XXVIII Prov Nusa Tenggara Barat 1 2 3 4 5 6 7 XXIX Kab. Pulau Buru . Kab.181.961.000 2.000 16.730. Kab.963.100.950.180.045. Mamuju Utara NO NAMA RS ALOKASI 2.345.051.399.402.170.000 3.530.450.040.350. Dompu Kab.000 5.000 2.697. Klungkung 6 BRSU Tabanan JUMLAH 15.000 2. Konawe Muna Bombana Wakatobi Konawe Utara Buton Utara JUMLAH XXVII Prov Bali Provinsi 1 RSJ Bangli Kabupaten/Kota RSU Bangli 1 2 RSUD Kab.Konawe 2 RSUD Kab.180.710.710.155.000 2.800. Kab.480.580. Kab.647.000 22. Kab.749.894.215. Konawe Utara 6 RSUD Buton Utara (Persiapan) JUMLAH XXVI Prov Sulawesi Tenggara 1 2 3 4 5 6 Kab.000 2. Alor Belu Flores Timur Kupang Lembata Manggarai Ngada Sumba Barat Sumba Timur 22.000 1.240.174.076.000 3.760.980. Sumbawa Kota Mataram Prov Nusa Tenggara Timur Provinsi 1 RSU Mataram RSJ Mataram 2 Kabupaten/Kota 1 RSU Raba Bima RSU Dompu 2 3 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 RSU Praya 5 RSUD R Sujono Selong 6 RSU Sumbawa 7 RSU Kota Mataram JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota RSU Kalabahi Alor 1 2 RSU Atambua Belu RSU Adonara 3 RSU Naibonat 4 RSU Lewolewa Lembata 5 RSU Ruteng 6 RSU Bajawa 7 RSU Waikabubak 8 RSUD Umbu Rara Meha Waingapu 9 JUMLAH Provinsi 1 RS Khusus Daerah (Jiwa) Kabupaten/Kota 1 RSUD Namlea 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab.000 29.280.940. Kab. Wakotabi 5 RSUD Kab.000 22.491. Kab.348.290. Muna (Raha) 3 RSUD Bombana 4 RSUD Kab.432. Kab.000 3.830.530.890.990.000 3.820.000 15.630. Kab.609. Kab.350.322.710.000 2. Kab.728.000 19.327.000 2.375.696.000 Provinsi RSU Mamasa 4 RSU Mamuju Utara 5 Provinsi Kabupaten/kota 1 RSUD Kab.792.760.000 2.000 2.000 1 2 3 4 5 6 Kab.517.262.562. Buleleng 3 RSU Negara 4 RSUD Kab. Kab.293. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 4 5 Kab.000 XXX Prov Maluku 1 Kab.000 2.000 2.699.740.000 2.000 3.390.650. Lombok Timur Kab.330.000 3.000 3.290.840.180.000 2.000 3.140.000. Lombok Barat Kab.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.000 6.412. Kab.800.111.170.640.000 2.475.000 3.000 2.000 2.800. Bima Kab.010.Karangasem 5 RSUD Kab.850.406.000 3.728.399.303.000 2. Lombok Tengah Kab.390.279. Kab.990.140.170.

584.326.437.208.447.000 2.480.312.000 RS Provinsi RS Kab/Kota Total 41 254 295 Alokasi DAK Rujukan RS Prov Alokasi DAK Rujukan RS Kab/Kota Total 117. Kab.000 2.490.410.720.000 4.000 22.000 6. Kab.267.000.380.356.000 10.510. Sorong Kab.000 3.850. Teluk Wondama 22.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.256.650.719.116.230.000 Provinsi RSU Piru 2 3 RSUD Cendrawasih Dobo JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota RSU Maba 1 RSU Labuha 2 RSUD Tobelo 3 RSUD Morotai 4 Provinsi 1 RSU Abepura 2 RS Dok II Jayapura 3 RSJ Abepura Kabupaten/Kota RSU Biak 1 RSUD Yowari Sentani 2 RSU Nabire 3 RSU Mulia 4 RSUD Kwaingga (persiapan) 5 RSUD Mappi (persiapan) 6 RSUD Supiori 7 Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Kab.470.940.064.000 3.420. Sorong 2 RSU Manokwari 3 RSU Fak-fak 4 RS Selebesolu 5 RSUD Scholoo Keyen 6 RSUD Teluk Bintuni 7 RSU Teluk Wondama JUMLAH 1 2 3 4 Kab. Manokwari Kab. Kab.577.000 2.230.000 2.110.910. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 2 3 XXXI Kab.000 38.140.597.480. Kab.163. Kab.384.689.836.000 3.000 3.587.460.360.317.000 2.000 . Kab.880.000 4.000 XXXII Prov Papua 1 2 3 4 5 6 7 Kab.400.000. Fak Fak Kota Sorong Kab.460.000 2.160.620.235.000. Halmahera Timur Halmahera Selatan Halmahera Utara Pulau Morotai JUMLAH 10. Kab.480.666.000 2.748.000 3.688.064.260.000 10.980.326.798.000 2.834.000 6.892. Teluk Bintuni Kab.360. Sorong Selatan Kab.000 3.000 749.180. Biak Numfor Jayapura Nabire Puncak Jaya Keerom Mappi Supiori JUMLAH XXXIII Prov Irian Jaya Barat 1 2 3 4 5 6 7 Kab. Kab.124.030. Kab.000 16.000 631.000 2.000 2.000 2.460.860.230.116.000 2.000 22.930. Seram Bagian Barat Kab. Kepulauan Aru Prov Maluku Utara NO NAMA RS ALOKASI 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful