Seri Psikoedukasi#1
Emang Boleh Se-stres, ini?
Yuk, Belajar Kelola Stres dalam Diri
Klinik Psikologi RSJ Grhasia DIY
Stres pada Pekerja
3 dari 5
Penduduk di dunia adalah pekerja dan rentan mengalami masalah
kesehatan mental. Berbagai masalah kesehatan mental berawal dari
stres yang tidak terkelola dengan baik.
Source: [1]
Apa itu Stres
Stres adalah sebuah kondisi tertekan/terbebani
yang dirasakan individu karena persepsinya atas
situasi yang dinilai sebagai tuntutan/kesulitan.
Source: [2]
Sumber Stres
Stres yang sifatnya rutin, misal lingkungan kerja, sekolah, masalah
keluarga, dsb.
Stres karena perubahan yang sifatnya mendadak, misal kehilangan sosok
yang disayangi, perceraian, terkena penyakit, dsb.
Stres yang sifatnya traumatis pasca alami peristiwa spt kecelakaan,
bencana, dsb.
Jenis Stres
Eustress Distress
Ketika stres yang kita hadapi Ketika stres yang kita hadapi berpotensi
membuat diri kita berkembang, mengganggu fungsi sehari-hari,
lebih dewasa, dan tangguh membuat seolah tidak berdaya, atau
(stres positif). Misalnya, merasa sedih berkepanjangan (stres
mendapat kenaikan pangkat negatif). Misalnya, beban pekerjaan
karena menyelesaikan proyek- yang dirasa berat membuat pekerjaan
proyek besar. menumpuk.
Source: [6]
Reaksi Terhadap Stres
Fisik Pikiran
Meningkatnya detak jantung, Sulit konsentrasi, mudah lupa,
tekanan darah, bernafas lamban dalam berpikir, kurang
sangat cepat, dan hormon waspada, kemampuan problem
stres (adrenalin dan kortisol). solving menurun.
Emosi Perilaku
Gugup, takut, murung, Impulsif, agresif, menarik diri,
mudah tersinggung, tegang, performa kerja dan
cemas. produktivitas menurun.
Source: [3][4]
Mekanisme Stres
Fisiologis Psikologis
Pada saat stres, hormon Stres muncul karena kita
kortisol pada tubuh aktif dan mempersepsikan stresor
menuntut kita untuk merespon (penyebab stres) sebagai
dengan melawan (fight), kabur tantangan atau ancaman
(flight) dan mematung (freeze)
Source: [5]
Mengelola Stres
Faktanya, stres akan selalu ada dalam kehidupan.
Cara kita menghadapi stres akan menentukan
kemampuan mengatasi stres itu sendiri.
Cara Mengatasi Stress: Coping
Semua aktivitas kognitif (pikiran) dan motorik (perilaku) yang dilakukan oleh
seseorang yang mengalami gangguan untuk mempertahankan kondisi fisik
dan psikisnya dan memulihkan kembali fungsi dalam kesehariannya.
Cara atasi situasi penuh tekanan (masalah yang dihadapi), yaitu dengan
mengubah cara berpikir, mengubah reaksi emosi, dan mengubah perilaku
yang ditunjukkan.
Jenis Coping
Emotion Focused Coping, yakni dengan melibatkan usaha untuk mengatur
emosinya dalam rangka menyesuaikan dengan dampak yang akan ditimbulkan
oleh kondisi yang penuh tekanan. MIsalnya saja, saat sedang sedih, ijinkan diri
untuk menangis atau bercerita pada seseorang yang dipercaya.
Problem Focused Coping, yakni secara aktif mencari penyelesaian dari
masalah untuk mengatasi situasi yang menimbulkan stres. Misalnya saja dengan
bertanya pada seseorang yang lebih berpengalaman.
Mengelola stres
Fisik Pikiran Emosi
Memiliki rutinitas Belajar manajemen waktu Menjalin relasi dan dukungan
terjadwal Jalani hobi sosial
Melatih komunikasi asertif Belajar menyadari dan
Berolahraga teratur
Mencari dukungan orang mengekspresikan emosi
Menjaga pola makan
terdekat, misal dengan sehat
sehat
keluarga/pasangan Mempelajari teknik relaksasi
Tidur berkualitas
Belajar delegasikan tugas Fokus pada hal yang
Membatasi penggunaan menyenangkan
sosial media Mengubah cara bereaksi
Piknik/tamasya
Source: [3][8][9]
Pahami bahwa ada..
Hal yang Dapat
Hal yang Tidak Dapat HalHal yang
yang Dapat
Tidak Dapat
Dikendalikan
Dikendalikan Dikendalikan
Karakter orang lain Cara kita berpikir
(pasangan, anak, teman, Cara kita kelola emosi
atasan, sistem, dsb). Cara kita bertindak
Pikiran orang lain tentang Bagaimana kita
kita. perlakukan diri dan orang
SIkap orang lain. lain, dsb
“Stress is not what happens to us.
It’s our response TO what happens.
And response is something we CAN
choose.”
--Maureen Killoran
Pustaka Acuan
1. World Health Organization. (2022, September). Mental health at work. https://www.who.int/news-
room/fact-sheets/detail/mental-health-at-work
2. Lazarus, R. S. (1993). From psychological stress to emotions: A history of changing outlooks. Annual review
of psychology, 44, 1-21.
3. Houtman, I., & Jettinghoff, K. (2007). Raising Awareness of Stress at Work in Developing Countries.
Protecting worker's health series: No. 6. World Health Organization. https://iris.who.int
4. Sukadiyanto, S. (2010). Stress dan cara menguranginya. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(1).
5. Brown, T.M., & Fee, E. (2002). Walter Bradford Cannon: Pioneer physiologist of human emotions.
American Journal of Public Health, 92(10), 1594-1595.
6. Nagy, Tamás. (2015) Psychophysiological responses to distress and eustress (Disertasi tidak diterbitkan).
Eötvös Loránd University, Budapest.
7. American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.).
American Psychiatric Pub.
8. Health and Safety Executive. (2007). Managing the Causes of Work-Related Stress: A Step-by-Step
Approach Using the Management Standards.
9. World Health Organization. (2023, February). Stress. https://www.who.int//news-room/questions-and-
answers/item/stress