0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan236 halaman

Materi Scafolding BNSP

Dokumen ini membahas tentang keselamatan kerja (K3) dalam penggunaan scaffolding, termasuk definisi, tujuan, dan bahaya yang terkait. Pelatihan scaffolding bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai syarat aman dan prosedur kerja yang benar. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan berbagai jenis scaffolding dan material yang digunakan dalam konstruksi.

Diunggah oleh

Yogi Pranata
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan236 halaman

Materi Scafolding BNSP

Dokumen ini membahas tentang keselamatan kerja (K3) dalam penggunaan scaffolding, termasuk definisi, tujuan, dan bahaya yang terkait. Pelatihan scaffolding bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai syarat aman dan prosedur kerja yang benar. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan berbagai jenis scaffolding dan material yang digunakan dalam konstruksi.

Diunggah oleh

Yogi Pranata
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

H2S level 2 Meindo

Sarku Engineering BP TANGGUH


Managment

Fire D tim Indonesia Power


Fire D tim Exxon Jakarta Cilegon
JOB PERTAMINA – TALISMAN ENERGY
1/6/2023 15
DEFINISI K3
FILOSOFI
Pemikiran /Perencanaan Dan Pengupayaan
Untuk Menjamin Keutuhan Dan
Kesempurnaan :
Para Tenaga Kerja Dan Manusia Pada
Umumnya (Orang Lain), Baik Jasmani
Maupun Rohani, Hasil Karya Dan Budaya
Dalam Kaitan Menuju Masyarakat Adil,
Makmur Dan Sejahtera

KEILMUAN
Suatu Ilmu Pengetahuan Dan Penerapanya
Dalam Upaya-upaya Mencegah Kecelakaan,
Kebakaran, Peledakan, Pencemaran,
Penyakit, Dll
PENGERTIAN
Upaya dengan pemikiran/perencanaan didasari
ilmu pengetahuan dan penerapanya yang
ditujukan untuk menjamin keutuhan dan
kesempurnaan baik jasmaniah maupun
rohaniah para tenaga kerja pada khususnya dan
manusia pada umumnya (Orang lain), hasil
karya dan budaya, untuk meningkatkan
kesejahteraan tenaga kerja dan menuju
masyarakat adil, makmur dan sejahtera
TUJUAN TRAINING SCAFFOLDING
 UMUM :
Meningkatkan pengetahuan dan pengertian yang
benar tentang K3 Scaffolding guna keselamatan
kerja pada saat membangun dan pada saat
berkerja mengunakan scaffolding.

 KHUSUS :
Diharapkan setelah mengikuti training ini dapat
pemahaman dan kesadaran akan Keselamatan kerja
scaffolding Aman yang mengacu pada beberapa
standar atau peraturan.
1/6/2023 18
TUJUAN K3 SCAFFOLDING
 BAHAYA : Sebagai Kejadian yang tidak diinginkan
atau tidak terduga sebelumnya.
Sebenarnya setiap kecelakaan kerja dapat diduga
atau dinilai dari awal jika kualitas scaffolding
tidak memenuhi syarat pembuatan dan standar
material.
Oleh karena itu kewajiban scaffolder berbuat dan
membuat scaffolding sesuai persyaratan dan
standar yang mengacu, perilaku dan kemauan
scaffolder adalah salah satu cara mencegah
terjadinya kecelakaan Scaffolding.
1/6/2023 19
SASARAN TRAINING
Diakhir pelatihan peserta diharapkan telah memiliki
pengetahuan tentang:
➢Bahaya-bahaya pada pekerjaan Scaffolding
➢Syarat aman pekerjaan Scaffolding
➢ Pertimbangan/ penilaian lokasi
➢ Sequence / Urutan : Mendirikan dan
Membongkar Scaffolding
➢ Jenis – Jenis dan ketentuan Material Scaffolding

➢ Dasar Pemeriksaan Material dan Konstruksi


Scaffolding
1/6/2023 20
DEFINISI SCAFFOLDING/ PERANCAH
 Menurut Per.Men.Nakertrans No. PER/ 01/1980
Perancah (Scaffolding) ialah bangunan
pelataran (plateform) yang dibuat
sementara dan digunakan sebagai
penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta
alat-alat pada setiap pekerjaan konstruksi
bangunan termasuk pekerjaan
pemeliharaan dan pembongkaran.

1/6/2023 21
Obyek K3 Perancah/ Scaffolding
1. Pondasi Scaffolding
2. Instalasi Listrik disekitar Scaffolding
3. Material, Peralatan dan APD Scaffolding
4. Perencanaan dan Membangun Scaffolding
5. Safety Load/ Beban Aman Scaffolding
6. Administrasi dan Komunikasi berkerja Scaffolding
7. Inspeksi Scaffolding
8. Pembongkaran Scaffolding

1/6/2023 22
Target K3 Scaffolding
1. Perancah/ Scaffolding dapat dipasang, dipakai,
dibongkar secara aman, efisien dan produktif.
2. Memberi perlindungan K3 bagi tenaga kerja
(scaffolder), pekerja/ pengguna scaffolding dan
orang lain.
3. Melancarkan pekerjaan yang mengharuskan
pengunaan perancah/ Scaffolding

1/6/2023 23
 PEMBAGIAN DAPAT DIBAGI MENURUT :
➢ MATERIAL/ BAHAN SCAFFOLDING
➢ BENTUK SCAFFOLDING
➢ FUNGSI SCAFFOLDING
➢ TYPE ATAU KARAKTERISTIK SCAFFOLDING
➢ CARA/TEKNIK MEMBANGUN SCAFFOLDING

➢ JENIS-JENIS SCAFFOLDING AKAN TERUS


BERKEMBANG SEIRING DENGAN KEMAJUAN
TEKNOLOGI KEBUTUHAN MANUSIA, BEGITU
PULA DENGAN STANDAR DAN PERSYARATANNYA
METAL SCAFFOLDING Perancah Kayu Bulat

BAMBOO SCAFFOLDING WOODS SCAFFOLDING


Proyek LRT Jakarta
MECHANICAL SCAFFOLD BRACKET SCAFFOLD
PERANCAH TOPANG SUDUT
YANG INI SCAFFOLDING
JENIS APA?
By: AHMAD FIRDAUS 1
10/17/2022 2
1. TUBE (PIPA) & COUPLER SCAFFOLDING

3
10/17/2022 4
10/17/2022 5
Scaffold Tube - Specification

Steel Aluminium

BS 1139 : Section 1.1 : 1990 BS 1139 : Section 1.2 : 1990


(Weight - 4.4 kg/m) (Weight - 1.7kg/m)
PIPA BESI
British Standard (BS1139 STANDARD, Sec. 1.1)
- Tebal : 4,0 mm (Toleransi –10 %)
- Diameter Luar : 48,3 mm (Toleransi -/+ 0,5 mm)
- Teganggan Luluh : <235 N/mm2
Australian Standard (AS 1576.3)
- Tebal : 4,0 mm
- Diameter Luar : 48,3 mm
- Min. Teganggan Luluh : 200 mpa

PIPA ALUMUNIUM
British Standard (BS1139 STANDARD, Sec. 1.2)
- Tebal : 4,7 mm (Toleransi -/+ 0,56 mm)
- Diameter Luar : 48,3 mm (Toleransi -/+ 0,5 mm)
- Teganggan Luluh : <255 N/mm2
Australian Standard (AS 1576.3)
- Minimum Tebal : 4,47 mm
- Diameter Luar : 48,40 mm
- Min. Teganggan Luluh : 200 mpa
7
PLANK KAYU(Papan kerja)
>Wood Plank:
Umumnya Panjang 3,90 m,
lebar 225mm, tebal min 32 mm
(kayu kelas I).
Terdapat Bend diujung papan
Solid Wood (jenis Kayu yang Kuat dan
Lentur)
Wood Plank Ketentuan SKB Menaker & PU
No: 174/Men/1986 & 104/Kpts/1986
Kayu yang digunakan harus berurat
lurus, padat, kering, tidak melintir,
tidak membusuk, tidak ada lubang ulat
dan kerusakan lain yang dapat
10/17/2022 membahayakan 8
KLASIFIKASI KAYU PLANKS
Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (SNI Kayu 2002, Bahan Konsensus)
 KELAS I: CEMARA, ULIN, PETALING, KRANJI, MERBAU
Tegangan lentur izin = 150 kg/cm2
Tegangan tarik/tekan izin = 130 kg/cm2
Tegangan tekan tegak lurus serat izin = 40 kg/cm2
Tegangan geser izin = 20 kg/cm2

 KELAS II: KAYU KELAS II: JATI, MERANTI PUTIH, MERAWAN


Tegangan lentur izin = 100 kg/cm2
Tegangan tarik/tekan izin = 85 kg/cm2
Tegangan tekan tegak lurus serat izin = 25 kg/cm2
Tegangan geser izin = 12 kg/cm2

 KELAS III: CEMPAKA, MELUR, WARU GUNUNG.


Tegangan lentur izin = 75 kg/cm2
Tegangan tarik/tekan izin = 60 kg/cm2
Tegangan tekan tegak lurus serat izin = 15 kg/cm2
Tegangan geser izin = 8 kg/cm2
10/17/2022 9
KLEM / COUPLER

Drop Forged Double Fixed  BS 1139 / EN 74 :

- Minimum Slip Load : 65 KN atau


(SWL) 650 Kg

Pressed Fitting Double Fixed (1 N = 0,98 gr) maka 1 KN = 9,8 Kg


KLEM / COUPLER
Swivel Coupler

Drop Forged Double swivel


 BS 1139 / EN 74 :

- MinImum Slip Load : 65 KN atau


(SWL) 650 Kg

Pressed Fitting Double


Swivel
10/17/2022 12
48.3mm
diameter

10/17/2022
Max. Length 6.3M 13
KLEM / COUPLER

 BS 1139 / EN 74 :

- Minumum Slip Load : 35 KN atau


(SWL) 350 Kg

Sleeve Coupler
KLEM / COUPLER

 BS 1139 / EN 74 :

- MinImum Slip Load : 35 KN atau


(SWL) 350 Kg

Joint Pin/ Inner Joint

10/17/2022 15
16
KLEM / COUPLER
Put log Coupler
KLEM / COUPLER
Beam Coupler/ Drof-Press Girder
Fixed
 BS 1139 / EN 74 :
- Minumum Slip Load :
- X-Ax : 1,0 KN
- Y-Ax : 3,0 KN
- Z-Ax : 6,5 KN

(1 N = 0,98 gr) maka 1 KN = 9,8 Kg


KLEM / COUPLER
Put log Blade
KLEM / COUPLER

Toe board Clip


FITTINGS
Toe board Clip
KLEM / COUPLER
Toe board Clip
FITTINGS
Plank Clamp
Gin Wheel/ Katrol

 BS 1139 :
- Maximum Load: 50 Kg (pada
Outrigger/ overhang panjang max
75 cm dan tinggi max. 25 m)
2. STEEL FRAME SCAFFOLDING

25
Type Scaffolding ini tiang/ Standard di las dengan Transom
menjadi satu rangka (frame), untuk menghubungkan satu
frame dengan yang lain digunakan batang menyilang (crossed
diagonal bracing) yang dipasang pada masing-masing tiang
dengan mengunakan pasak pengunci dibagian atas dan bawah
tiang /standard

26
Hand rill post

Frame scaffold attachment

27
3. SYSTEM PREFABRICATION SCAFFOLDING/
MODULAR SCAFFOLD

10/17/2022 29
3. SYSTEM FREPABRICATION SCAFFOLDING/
MODULAR SCAFFOLD

Adjustable Baseplate Base Colar Ledger / Transom Toe Board

Strandard Diagonal Breasing Planks/ Flate Form

10/17/2022 30
JENIS-JENIS PENGUNCI (Base Colar)
STAR LOCK CUP LOCK

PIN LOCK

CUP LOCK

10/17/2022 31
SGB Cuplok. UK

Layher Allround. Germany


STANDARD

10/17/2022 33
 System Prefabrication Scaffold memiliki
ukuran yang ditentukan dan tekhnik
pemasangan tertentu dari produsennya.
 Pada umumnya produsen membekali buku
panduan dan safety guide book.
 Tiang/ Standart memiliki Basecolar/
pengunci yang permanen untuk merakit
atau menjadi tumpuan dari Ledger, Transom,
dan Bracing. Basecolar ini berjarak 0,5 M
antara basecolar yang satu dengan basecolar
yang lainnya
10/17/2022 34
STANDARD CONNECTION

10/17/2022 35
 Pada bagian ujung standart dilengkapi pasak/pin
penyambung permanent atau dapat dilepas.
 Panjang Ledger dan transaom sudah ditentukan
ukurannya sesuai dengan ukuran plateform/ lantai
kerja/ planks yang dipergunakan.
 Pada ujung Brace, Ledger dan Transom dilengkapi
pasak Putar, Pin Lock, Nut pin(Baut) yang tersytem
dengan basecolar distandart. Brace dapat dipasang
pada setiap bay dengan pararel atau dog leg
breasing sesuai dengan system scaffold tersebut.

10/17/2022 36
TRANSOM

10/17/2022 37
PLANK/ PLAT FORM /LANTAI KERJA

10/17/2022 38
ADJUSTABLE BASEPLATE DAN PEMASANGAN LEDGER DAN TRANSOM

10/17/2022 39
BRACING DAN PEMASANGANNYA

10/17/2022 40
DIMENSI PERLENGKAPAN
MODULAR SCAFFOLDING
 UKURAN PANJANG PERLENGKAPAN MODULAR
SCAFFOLD SUDAH DITENTUKAN DARI PABRIK
BAIK STANDARD DAN LEDGER
STANDARD : Panjang diantaranya
4,o – 3,0 – 2,0 – 1,5 – 1,0 – 0,2 meter

LEDGER : Panjangnya diantaranya


2,4 – 1,8 – 1,2 dan 0,7 meter

Note: Ukuran ledger dapat pula dipergunakan sebagai


Transom
10/17/2022 41
Jarak pengunci ( Base Colar)berjarak 0,5 meter
antara satu dengan yang lainnya

PLANK : Panjangnya
2,4 – 1,8 dan 1,2 meter

BRACE : Panjangnya
3,6 dan 2,7 meter

10/17/2022 42
PEMBAGIAN GAMBAR
 TAMPAK DEPAN
 TAMPAK SAMPING
 TAMPAK ATAS
 KETERANGAN GAMBAR
SCAFFOLDING
 KOLOM A adalah berisi gambar scaffolding
TAMPAK DEPAN. Memperlihatkan Standar dan
ukuran antar standar, Ledger dan Breaces
 KOLOM B adalah berisi gambar scaffolding
TAMPAK SAMPING. Memperlihatkan standar,
transom dan ukuran jarak transom dan putlog
 KOLOM C adalah berisi gambar scaffolding
TAMPAK ATAS. Memperlihatkan Ledger dan
sambungan Ledger, dan ukuran transom
 KOLOM D adalah berisi KETERANGAN GAMBAR,
yaitu: Jenis Scaffolding, Beban Kerja Scaffolding,
Lokasi Pembangunan, Nama Proyek, Dll.
Disini ada sambungan pipa
standart
PANDUAN WARNA SCAFTAG
 MERAH

Scaffolding belum
lengkap dan dilarang
digunakan
PANDUAN WARNA SCAFTAG
 HIJAU

Scaffolding telah
lengkap dan siap
digunakan
SCAFFOLDING
INDIPENDENT
HEAVY DUTY

2 LIFT 2 BAY
Berapa klem mati ? 58/60/62

Berapa Klem Putar ? 12/1412/14/


Transom
Put LOG

Bracing

Ledger
Sole standard Baseplate
Board
 Yang dimaksud dengan scaffolding
independent adalah scaffoding yang
dipasang dan didirikan secara mandiri
pada bangunan atau struktur
permanen, dimana dua buah tiang
dihubungkan dengan sebuah ledger
horizontal dan ditambah penguat
transom, pada bagian depan dipasang
rangka menyilang (brace) yang
diletakkan sesuai kebutuhan.
BAY

Bidang yang dibatasi oleh


4 ( empat ) buah tiang
(Standard) yang saling
berdekatan atau sama
dengan luas scaffolding
tunggal.
satu bay
BRACE
Rangka penguat
menyilang yang
dipasang pada dua atau
lebih rangka lain untuk
menjaga
kekokohan scaffolding
brace
TRANSOM
Rangka datar scaffolding
independent yang dipasang pada
bagian luar tiang secara
melintang

transom
LEDGER
Rangka penguat dasar yang
dipasang secara membujur
pada sebuah scaffolding
independent

ledger
KETENTUAN MEMBANGUN
INDEPENDENT SCAFFOLDING
 STANDARD :
- Harus menggunakan Sole Board
- Harus berdiri tegak lurus (Vertikal Level)
- Jarak Ledger dan Transom harus sesuai
dengan ketentuan (merujuk kepada Beban
Kerja Scaffolding/Heavy,Medium,Light
Duty)
Ketentuan Sole Board
- Pada Permukaan Lunak, Sole Board harus punya
ketebalan yang cukup, yaitu 225 mm x 57 mm.Tanah
Dipadatkan untuk meminimalisir Rongga/ Celah
dalam Tanah
- Pada Permukaan Keras dan aspal, sole board yang
dipasang cukup dengan ketebalan 225 mm x 38 mm
- Sole Board yang terletak dekat dengan Lubang/Galian,
harus mengambil jarak 2½ kali dari dalamnya Galian
tersebut dihitung dari tepi lubang/ galian.

750 mm

300 mm

25
Danger Sole Board

10/17/2022 26
BRACING
 Longitudinal/ Face Brace :
- Brace Dipasang dari dasar scaffolding sampai
maksimum ketinggian scaffolding (dipasang
sepanjang permukaan depan bay
- Brace disambung dan diikat pada standard dengan
swivel coupler(klem hidup) atau pada transom dengan
klem mati
- Jika memungkinkan brace dipasang sedekat mungkin
dengan persambungan rangka
- Penyambungan Brace boleh dengan tumpang tindih
(overlap)
BRACING (Lanjutan)
 Kemiringan Efective 45 º
 Panjang Pipa Maksimum 10 m
FACE BRACING
FACE BRACING
FACE BRACING
BRACING (Lanjutan)
 Transverse Brace/ Brace
Samping :
- Brace harus dipasang/
terikat pada setiap Lift
Scaffolding
- Dapat dipasang dengan
sistem pararel atau seri
TRANSOM
- Harus mendatar dan rata (level)
- Jika memungkinkan transom harus dipasang sedekat
mungkin dengan dgn titik persilangan Standard dan
ledger
- Diikat pada standard dengan klem mati
- TIDAK ada sambungan pada transom
Gambar Sambungan pada Standard
dan Ledger yang dibenarkan
8
10 9
11 4 3

12

5 7
1
6 2
SEBUTKAN YG DITUNJUK
ANGKA
PENGUAT (TIES / ANGKOR)
 Ties atau Angkor dipasang pada
bangunan permanen
Gambar TIES / ANGKOR
 Ties/ Angkor :
➢Jika TINGGI scaffolding melebihi 3
atau 4 kali lebar bagian bawah (bay)
maka harus dipasang penguat atau
pengokoh terhadap bangunan atau
struktur permanen
➢Setiap ties/angkor harus dipasang
setiap miniman 2 standard dan
minimal 2 ledger, artinya setiap 2 bay 1
Ties dan 2 lift 1 ties.
Ties Position
LANTAI KERJA/ PLATFORM
➢ Beban kerja aman (SWL) 1,5 KN atau 15 kg setiap luas 50
cm x 50 cm.
➢ Papan kerja dipasang bersilangan dengan boardbarrier
(Putlog)
➢ Setiap papan memilki ketebalan yang sama
➢ Papan dipasang serapat mungkin dengan celah yg
diizinkan maks 1 cm
➢ Penyambungan sebaiknya tidak tumpang tindih atau
overlap
➢ Kelebihan papan yang keluar dari tepi/ scaffolding
diperbolehkan yaitu 15 – 25 cm
➢ Setiap papan diikat dengan tali metal 4 mm atau tali serat
8 mm
INTERMEDIATE TRANSOM
(PENOPANG PLANK atau BOARD BARRIER)
 Pipa Barrier/ penopang dipasang secara mendatar
diatas Leadger dengan Right Coupler (klem mati) atau
yang sesuai dengan Putlog Clamb
 Jarak antar Barrier 150 cm < 200 cm, dan ketentuan
penambahan dan pengurangan harus melihat kaidah
beban yang akan dibebani oleh scaffolding

150 < 200 cm

4 X Tebal Papan 4 X Tebal Papan


Tabel penopang lantai kerja
KETEBALAN PAPAN JARAK MAX PUTLOG

3,2 cm (hanya kayu keras) 1,0 meter


3,8 cm 1,5 meter
5,0 cm 2,0 meter
6,3 cm 2,5 meter
Tangga Scaffolding (Acces Ladder )
 Tangga dipasang dengan perbandingan kemiringan
yang tidak kurang dari satu Horisontal dan empat
Vertikal ( 1: 4 ) / Sudut 75 º maksimal ( 6 : 1)
 Tangga tidak dipasang dalam satu baris yang sama
dengan tangga dibawahnya sehingga tidak
membentuk tangga tunggal menerus
 Tangga harus lebih panjang dari landing
 Akses keluar-masuk tangga tidak terhalang
TANGGA
 Sudut kemiringan Tangga adalah 75 O atau sama
dengan perbandingan 4 : 1
 Lebar tangga 40 – 100 cm
 Jarak antar anak tangga 25 – 30 cm
 Bagian atas tangga selalu harus terikat, dan harus
dilebihkan dengan panjang 1 m dr bordes
1m

TOE BOARD

1
Guardrail / handrail
 Terdiri dari Toprail dan Midle rail, dipasang
sejajar dengan lantai kerja/ ledger dan Transom
 Tinggi Toprail antara 90–110 cm dari permukaan
lantai kerja (AS standart)
 Atau minimum 100 cm dari lantai kerja (BS std)
 Midrail dipasang ditengah antara lantai kerja
dan toprail atau 47-50 cm.
 Penyambungan Guardrail mengunakan end to
end coupler atau sleeve coupler
 Dipasang/ diikat pada sisi dalam standard
Toe Board (Pengaman Lantai)
 Fungsinya mencegah seseorang
terperosok, atau material/alat kerja
jatuh dari lantai kerja
 Tinggi atau lebar Papan Toe Board 15
cm dari permukaan tepi lantai kerja
 Tebal papan standard 2,0 – 2,5 cm
Guardrail / handrail BS Standard
Disini ada sambungan pipa
standart
PANDUAN WARNA SCAFFTAG
 HIJAU / GREEN

Scaffolding telah
lengkap dan siap
digunakan
 SCAFFOLD safe ,
ready to USE
PANDUAN WARNA SCAFFTAG
 MERAH / RED

Scaffolding belum
lengkap dan dilarang
digunakan
 SCAFFOLD not
complete , forbid to
USE .
Technical Document Check

 Examining factory manuals / brochures and


manufacturing data from the factory.
 Certificate of testing during manufacture
 Reviewing construction drawings
 Reviewing the calculation of the strength of the
construction
 Review material certificates
 Review undamaged test results
 Reviewing load test results
 etc. as deemed necessary
Field Inspection

• Examination of attached construction drawings


with scaffolding buildings.
• Complete visual physical examination.
• Inspection of scaffolding components (vertical
poles, horizontal bars, reinforcement bars, joints)
• Inspection of the dimensions of the scaffolding, in
accordance with the installed
• Load testing if deemed necessary
• Personal protective equipment required
EXAMINATION DURING SCAFFOLDING
ERECTION
 Personnel ( scaffolder) equipment, personal safety
equipment, tools and aids, and competence
(certification, skills and authority)
 Work administration (SPK, JSA, Work permit, etc.)
 Implementation of installation, including the use of
personal safety equipment, security of work locations,
installation methods, barricades and warning signs.
 Final inspection.
INSPECTION OF WORK SAFETY
CONDITIONS
Includes:
 HAZARD : work at altitude, windy, sun's heat.
 Cause of accident: construction that is not strong /
collapsed, slipped, fell, crushed, crushed by material.
 As a result of an accident: scaffolding damaged, minor
/ severe injury, died.
 Mitigation efforts: construction of scaffolding is safe
and solid, sturdy, stable, PPE.
SCAFFOLD INSPECTION OBJECT :
 TYPES OF WORK USING SCAFFOLDING
 WORK LOADS OF SCAFFOLDING
 MATERIALS & TYPES OF SCAFFOLDING
 SCAFFOLD CONSTRUCTION
 SCAFFOLD FOUNDATION
 USE OF SCAFFOLDING
 SCAFFOLD MANPOWER
 PPE
 MANAGEMENT SAFETY ORIENTATION
INSPECTION OF
SCAFFOLDING MATERIALS
TUBULAR PIPE INSPECTION
 Straightness of the pipe, the pipe is bent
greatly affect the flatness of the scaffold.
 Free from cracks, tearing (Split), Bad Dent
(Dents), and rust.
 The end of the pipe must be flat and not
jagged or rough.
 Make sure the pipe thickness and pipe
diameter are always in accordance with the
standards and remain.
PIPE INSPECTION
DAMAGE PLANK
• Curved and bent
• Twisted
• Torn or broken
• Cracked
• Chipped
• Weathered, because of nature or animals
KERUSAKAN (DAMAGE PLANK)

Scorching
COUPLER INSPECTION
 Fix Clamp when tightened with nut still
forms an angle of 90 degrees and diameter
does not exceed 48.3 mm
(BS 1139)
 No rust and no NUT jams and can still form
angles for swivel clamp
 Myrrh (nut) is not loss (dislodged) from
Myrrh
 Make sure there are no cracks
INSPEKSI KONSTRUKSI SCAFFOLDING
Visual Inspections
➢ Pastikan persyaratan jarak antar standard (lebar Bay),
tinggi antar ledger (tinggi lift) mengacu pada
persyaratan pembangunan scaffolding
➢ Pastikan persyaratan face bracing dan Transverse
Breacing (side bracing)
➢ Pengukuran kelebihan-kelebihan material scaffolding
yang keluar dari scaffolding
➢ Periksa kemiringan (leveling) ledger, standar, transom
➢ periksa setiap sambungan material scaffolding
 RANDOM TEST
➢ Check/ test kekencangan Mur/baut clamp secara
random

➢ Periksa/test akses masuk scaffolding


➢ Test kelenturan plank/papan plateform (lantai kerja)
➢ Test sistem pengereman/pengunci pada roda2 mobile
scaffolding
SCAFFOLD TAG :
 Scafftag function: a warning label that shows the
scaffolding security license to be used, and as a sign of
a scaffolding that has been checked / inspected by the
authorized person, which indicates the scaffolding is
suitable for use or not
INSTALLING AND REMOVING SCAFFTAG
 Personnel who may install green and red
scaff tags are supervisors responsible for
scaffolding (INSPECTOR)

 Scaff tags are installed on the stairs or access


scaffolding lane approximately 150-175 cm
from the bottom / ground level.
 PELEPASAN SCAFF TAG:
➢Hanya pengawas scaffolding yang boleh melepas
scafftag jika ditemukan ketidaksempunaan dari
scaffolding tersebut dan menganti dengan yang
berwarna kuning.
➢Setelah scaffolding disempurnakan maka
pengawas scaffolding melakukan pemeriksaan dan
memasang kembali scafftag yang sesuai dengan
kondisinya
➢Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk
meyakinkan apakah scafftag masih sesuai dengan
kondisi scaffolding
REGULER INSPECTION STD :
 Daily and weekly checks regularly, including the
binding strength of bolts and nuts, edge guards or
the like. The condition of the foundation board
and work floor, the condition of the reinforcement
and support, stairs, safety net, other changes.

 Monthly inspection ..

 Among them are board testing, ladder testing,


material lifting equipment, scaffolding equipment
or equipment located in the field and in
warehouses.
SCAFFOLDING DISMANTLATION

THE SCAFFOLDING
DISMANTLATION PRINCIPLE IS
THE LAST ERECTED BE THE
FIRST DISMANTLED
PERSIAPAN
1. Administration ( SPK, Work Permit,
Gambar Scaffolding, JSA )
2. APD / PPE, Tool/ Equipment
3. Safety Briefing/ Safety Assessment,
Technical Meeting.
4. Safety Line/ Baricade, Safety Sign,
dll
PEMBONGKARAN
1. Pastikan Area pembongkaran sudah
dibatasi Baricade atau Safety Sign
2. Pastikan Jumlah Orang Mencukupi
untuk pembongkaran
3. Pelaksana pembongkaran adalah
orang yang berkompeten
(scaffolder)
DISMANTLATION
1. Make sure the dismatlation area is
restricted to Barricade or Safety
Sign
2. Make sure there are enough people
for dismantlation
3. The executor of the dismatlation is a
competent person ( scaffolder)
PEMBONGKARAN (2)
4. Pastikan tidak ada personel selain
pelaksana pembongkaran
5. APD dan PPE selalu digunakan
6. Melakukan pembagian tugas
7. Bila tidak ada Lifting Gear maka
lakukan estapet atau penurunan
material dengan di ikat atau
mengunakan Basket
CONTINUED…..
4. Make sure there are no personnel
other than the executor of the
dismatlation
5. PPE are always used
6. Doing the distribution of tasks
7. If there is no Lifting Gear, do the
tapping or dropping material by being
tied or using a basket
DILARANG !!!!!!!!!!!!!
1. MELEMPAR/ MENJATUHKAN MATERIAL
SCAFFOLDING DARI KETINGGIAN
2. MEMOTONG MATERIAL PIPA ATAU
PAPAN
3. MENURUNKAN RANGKAIAN
SCAFFOLDING YANG MASIH
TERANGKAI
DON’T !!!!!!!!!!!!!
1. THROWING / DROPPING MATERIAL
SCAFFOLDING FROM HEIGHTS

2. CUTTING PIPES OR BOARD MATERIALS

3. DECREASE THE SCAFFOLDING CIRCUIT


STILL CONSTRUCTED
PENYIMPANAN MATERIAL SCAFFOLD
1. KELOMPOKAN MATERIAL SEPERTI PIPA,
PAPAN/ PLANK SESUAI UKURAN
2. KELOMPOKAN CLAMB SESUAI JENISNYA/
FUNGSINYA
3. BERI TANDA/ PENANDAAN BAGI
MATERIAL YANG RUSAK, BENGKOK, PECAH
DAN PISAHKAN
4. SIMPAN MATERIAL DITEMPAT YANG
TERLINDUNGI HUJAN DAN SINAR
MATAHARI
5. LAKUKAN PERAWATAN MATERIAL
MISALNYA PELUMASAN, PENYEMPROTAN
CAIRAN ANTI KOROSIVE, DLL
THANK YOU
1
APD/ PPE BERKERJA SCAFFOLDING
• Safety shoes

• Safety gloves

• Safety helmet

• Eventually goggles

• Coverall  lengan panjang, tidak sempit dan tertutup


• Fall arrester landyard minimum 2 m dari permukaan
landasan
SAFE AREA

10/17/2018 3
BEKERJA DI KETINGGIAN
15 faktor terjadinya kecelakaan (terjatuh)
1. Bergerak dari satu permukaan ke permukaan
lain
2. Permukaan tidak mampu menahan beban
3. Ada bukaan/lubang yang tidak diketahui
/kurang mengenal medan
4. Tepi/sisi terbuka yang tidak dilindungi
5. Perubahan ketinggian
6. Permukaan/lantai kerja licin
7. Pegangan tangan terlepas
8. Alas kaki tidak sesuai
BEKERJA DI KETINGGIAN
15 faktor terjadinya kecelakaan (terjatuh)
9. Penempatan peralatan kerja yang tidak teratur
(berantakan)
10. Penggunaan tangga yang tidak baik, benar dan
aman
11. Pakaian dan anggota tubuh yang terkait
12. Permukaan kerja yang bergerak-gerak
13. Penerangan yang tidak cukup memadai
14. Kondisi cuaca yang tidak mendukung (buruk)
15. Penggunaan sistem dan alat fall arrest yang tidak
baik, benar dan aman
10/17/2018 5
THREE POINT CONTACT

10/17/2018 6
LEDDER SLIDDING LOCK

Sliding cam lock


FALL PROTECTION / ALAT PENCEGAH JATUH

# PENCEGAH BAHAYA JATUH adalah


Kontruksi atau Alat yang di design untuk
mencegah jatuh dari ketinggian dari 2
meter diatas landasan. Dapat berupa :
 Personal Fall Arrester ( Body Harness )
 Pagar ( Guardrail )
 Jaring / Safety Net
 Tali / Rantai pengaman
 Sistim pengatur Posisi
(WORKING POSITION)
10/17/2018 8
WORKING POSITION

10/17/2018 9
Portable block

Full Harness

Waist Belt
Landyard
Efek tali pengaman
yang panjang

Pada pekerjaan diatas air dengan kedalaman minimal 1.5 [meter]


Harus menggunakan life vest (pelampung)
Panjang lanyard + konektor = 1,15 m

Pertambahan peredam energi = 0,7 m

Jarak antara titik pemasangan di harness


dan kaki pekerja = 1,5 m

Jarak henti minimal diatas tanah = 1 m


Minimal jarak yg dibutuhkan adalah 4,35 m
PENGUNAAN DAN PEMERIKSAAN
FALL ARREST EQUIPMENT
1. Periksa apakah ada bagian yang lapuk
rusak sebelum digunakan
2. Jangan digunakan setelah peralatan
tersebut sudah menerima beban jatuh
sebelum ada ijin dari personal atau badan
yang kompeten untuk digunakan kembali.
3. Tidak digunakan untuk mengangkat
barang
4. Jangan dikaitkan pada alat angkat
scaffolding
10/17/2018 13
PEMERIKSAAN FALL ARREST EQUIPMENT
PERIKSA HAL-HAL BERIKUT :
1. WEBBING : Apakah terpotong
2. D-Ring : Retak atau Berkarat
3. BUCKLE : Apakah Rusak, Plat Bengkok
4. Tali/ Lanyard : Luka Gores, Serabut,
Ukuran tidak merata
5. Sock Absorber : Cover Sobek atau Bolong
6. Connector/ Hook : Clip Pengancing Rusak
(Keluar dari Hook), Bengkok atau tidak
Simetris
10/17/2018 14
YANG HARUS DILAKUKAN
 Pastikan scaffold mempunyai kapasitas beban
yang sesuai untuk pekerjaan tersebut.
 Periksa scaffold sebelum digunakan.
 Pastikan kondisi lantai kerja baik dan bersih.
 Toeboard terpasang lengkap dan terikat dengan
baik.
 Tempatkan scaffold sedekat mungkin dengan
area kerja (tidak boleh lebih dari 12 inchi).

10/17/2018 15
YANG HARUS DILAKUKAN
 Dirikan scaffold pada permukaan yang rata
dan keras.
 Siapkan akses yang aman untuk mencapai
lantai kerja.
 Ganti bagian scaffold yang rusak
secepatnya.
 Gunakan tag lines (tali) untuk menaikkan
/ menurunkan beban.
 Lindungi pekerja & orang lain dari
kemungkinan terkena objek jatuh.
10/17/2018 17
YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN
• Melebihi batas beban maksimum scaffold.
• Menggunakan lantai kerja yang rusak.
• Menggunakan material yang berbeda untuk pendirian
scaffold.
• Mendirikan scaffold terlalu tinggi tanpa support yang
memadai.
• Menggunakan benda yang tidak stabil sebagai landasan
scaffold (batako, dll)
• Naik ke lantai kerja melalui cross bracing.
• Menggunakan scaffold pada saat cuaca buruk (hujan
lebat atau angin kencang).

10/17/2018 18
PERSYARATAN BERKERJA DENGAN
SCAFFOLDING
 Gunakan Perancah yang sudah diperiksa setelah
pemasangan label AMAN
 Perancah yang dibangun atau digunakan sesuai
dengan standard yang berlaku
 Perancah yang dibangun sesuai dengan
kesusaian K3 Perancah dan dibangun oleh orang
yang kompeten
 Batasi/ kesesuaian beban untuk mencegah
keruntuhan perancah atau jatuh

10/17/2018 19
INSTALASI LISTRIK DI SEKITAR
SCAFFOLDING
 Dilarang BEKERJA dengan scaffolding jika jarak antara kawat listrik dengan
pipa scaffolding:
< 4,5 meter jarak antar kawat listrik dgn scaffolding
< 6 meter dibawah kawat Listrik
Bila tidak memungkinkan scaffolder bekerja kurang dari ketentuan diatas
maka aliran listrik harus dimatikan.

4,5 M 4,5 m

20
Kegagalan Perancah
NO TAHAPAN FAKTOR PENYEBAB AKIBAT
KEGIATAN

1 Perencanaan Kesalahan disain Perancah goyang, roboh


2 Pembuatan  Penggunaan bahan yang tidak sesuai  Perancah tidak stabil, roboh
 Dimensi / Ukuran yang salah  Komponen perancah patah
 Mutu pengelasan tidak sesuai
 Pemeriksaan dan pengujian yang tidak
lengkap
3 Pengangkutan  Tidak sesuai prosedur Komponen perancah rusak, patah

4 Pemasangan  Pondasi tidak mendukung konstruksi  Perancah tidak stabil


 Tidak ada prosedur kerja  Komponen perancah lepas
 Tenaga kerja tidak terampil
 Tiang vertikal, tidak vertikal
 Batang horizontal, tidak horizontal
 Salah sambungan

5 Pemakaian  Beban overload  Perancah roboh


 Tidak melakukan riksa uji  Komponen perancah rusak,
jatuh

6 Perawatan  Komponen perancah korosif, bengkok  Tidak lengkap, tidak layak


 Tidak dilakukan teknik perawatan pakai
10/17/2018 29

Anda mungkin juga menyukai