1.
2 Jenis-Jenis Peralatan yang Ditemui Dipasaran
1. Traker Bearing Separator
Treker yang satu ini adalah adalah yang paling aman digunakan di antara
treker bearing lainnya. Secara teknis, alat ini tidak bekerja dengan cara
menarik bearing seperti reker kebanyakan, melainkan mendorongnya agar
bantalan terlepas dari poros. Alat ini akan memudahkan ketika harus
mengganti pompa kemudi, merangkai kembali alternator atau
mengerjakan kegiatan serupa pada komponen di Mobil. Pasalnya, treke
yang satu ini sangat efektif dalam memisahkan bantalan, katrol, dan roda
gigi, yang terlalu dekat dengan blok mesin mobil.
Dengan kata lain, alat ini efektif digunakan ketika penarik rahang tidak
dapat melaksanakan tugasnya dengan baik karena berbagai alasan.
2. Traker Bearing Kaki 3
Treker bearing kaki 3 adalah jeni treker yang paling umum digunakan
untuk menarik roda gigi atau bantalan. Lengan pada alat ini memiliki jari-
jari di ujungnya yang dapat menekuk untuk mencengkram bantalan. Para
pemilik usaha otomotif, industri, dan teknik lainnya wajib memiliki alat
ini karena kegunaannya yang esensial bagi para pegiat bisnis tersebut.
3. Internal Bearing Puller
Treker bearing selanjutnya yang akan dibahas adalah internal bearing
puller. Alat yang satu ini mempermudah proses pelepasan serta
menghindari pukulan atau tekanan tidak merata yang dapat meruka
bantalan. Prinsip kerja dari treker. bearing ini sendiri adalah dengan
menarik komponen yang terdapat di dalam mesin. Selain itu, alat ini
sering sekali digunakan untuk berbagai macam keperluan di bidang
industri hingga otomotif.
1.3 Jenis-Jenis Alat Ukur Mekanik/Mekanik dan Fungsinya
1. Virnier Caliper (Jangka Sorong)
Alat ukur Vernier Caliper (Jangka Sorong) digunakan untuk mengukur
ketebalan dan lebar sebuah benda. Bahkan Anda bisa mengukur diameter
dalam, atau diameter luar, dan kedalaman benda secara akurat. Cara
pembacaan alat ini mirip dengan penggaris. Namun, alat ini lebih teliti dan
detail dibandingkan penggaris. Pada alat ini tingkat ketelitiannya dibagi
menjadi tiga mulai dari 0.02mm, 0.05mm, hingga 0.1 mm.
2. Torque Wrench (Kunci Momen)
Bagi Anda yang hobi otak-atik kendaraan, pasti tidak asing dengan kunci
momen. Alat ini digunakan untuk mengukur seberapa kencang mur atau
baut. Dengan alat ini, Anda dapat mengencangkan baut atau mur lebih
aman sehingga mur dan baut tidak pecah.
3. Feeler Gauge(Pengukur Celah Katup)
Feeler Gauge terdiri dari 10 bilah tipis dengan beragam ketebalan. Alat
ukur ini berfungsi untuk clearance (tindakan menentukan ketebalan sebuah
peralatan mesin kendaraan). Selain itu feeler gauge juga dapat digunakan
untuk memeriksa apakah sebuah komponen sudah aus atau tidak. Alat ini
biasanya digunakan untuk mengukur celah katup, celah busi, dan
komponen-komponen transmisi.
4. DTI (Dial Test Indicator)
Alat ini berbentuk layaknya kompas, dan berfungsi sebagai alat pengukur
kelengkungan sebuah piringan atau poros komponen. Selain itu, proses
naik piston dapat diukur dengan alat ini. Untuk ketelitiannya, alat ini dapat
mengukur hingga 0.01mm dan sangat presisi.
5. Cylinder Bore Gauge
Alat ini merupakan kombinasi dari beberapa alat ukur seperti replacement
water, replacement rood, dan DTI. Fungsi utama alat ini untuk mengetahui
kondisi keausan, lubang silinder, keovalan, dan kestabilan silinder.
Biasanya sebelum Anda melakukan boring (over size) maka piston diukur
dengan alat ini terlebih dahulu.
6. Inside Caliper
Alat ini digunakan untuk mengukur dimensi dalam dan diameter dalam
suatu benda. Alat ini dapat menentukan permukaan dalam suatu benda
telah sejajar atau belum.
7. Outsider Caliper
Jika inside caliper berfungsi mengukur dimensi dan diameter dalam suatu
benda. Maka alat ini berfungsi sebaliknya. Alat ini digunakan untuk
mengukur diameter dan dimensi luar suatu benda.
8. Inside Micrometer
Fungsi alat ini sebagai alat pengukur dimensi internal suatu benda seperti
lubang atau diameter dalam tabung. Untuk tingkatan ketelitian alat ini bisa
mencapai 0.01mm hingga 0.001mm. Alat ini juga terdiri dari beberapa
komponen seperti spindle, spacer, spindle lock screw, dan timble sleeve.
9. Outside Micrometer
Alat ini digunakan untuk mengukur dimensi eksternal suatu benda.
Tingkat ketelitiannya sama dengan inside micrometer, dan lebih baik dari
jangka sorong. Alat ini terdiri dari komponen lain seperti thimble, ratchet
knop, spindle, anvil, sleeve, dan frame.
10. Protractor
Alat ini berbentuk setengah busur lingkaran dan dilengkapi dengan logam
lurus panjang. Fungsinya untuk mengukur besaran sudut benda hingga
mencapai sudut 180 derajat. Demikian beberapa alat ukur mekanik yang
digunakan dalam bidang otomotif. Semoga ulasan ini membantu Anda
ketika melakukan pengukuran komponen kendaraan.
1.4 Jenis-Jenis Alat Ukur Electrik dan Fungsinya
1. Volt Meter
Jenis yang pertama adalah volt meter. Volt meter sendiri merupakan alat
ukur tegangan yang masuk di dalam satu rangkaian. Umumnya, volt meter
ini sering dipergunakan oleh teknisi elektronika agar mengetahui besarnya
tegangan listrik yang masuk di dalam rangkaian.
2. Amperemeter
Amperemeter merupakan alat yang sering dipergunakan untuk mengukur
arus AC di rangkaian elektronika. Saat menggunakan amperemeter, arus
listrik yang melewati rangkaian akan diketahui secara akurat.
Amperemeter umumnya akan bekerja sesuai gaya Lorentz serta gaya
magnetis. Nantinya, tegangan arus yang mengalir di kumparan, akan
diselimuti medan magnet, sehingga dapat menimbulkan gaya Lorentz yang
nantinya bisa menggerakkan jarum ampere.
3. Tespen
Untuk mengetahui serta mengecek apakah penghantar mempunyai
tegangan atau tidak, tespen umumnya akan digunakan. Di sini, penghantar
listrik yang dimaksud seperti kawat listrik, kabel listrik hingga stop kontak
listrik.
4. Multimeter
Sebenarnya, multimeter merupakan alat ukur yang sangat multifungsi. Hal
ini disebabkan karena multimeter dapat digunakan untuk mengukur
tegangan listrik, aliran listrik hingga daya listrik. Semua dapat di cek
hanya dari satu alat saja. Multimeter terbagi menjadi 2 jenis yani
multimeter digital serta multimeter analog. Tetapi, disarankan
menggunakan multimeter digital karena memiliki akurasi yang jauh lebih
baik.
5. Watt Meter
Alat ukur lainnya adalah wattmeter. Wattmeter merupakan alat ukur yang
berfungsi untuk mengukur daya di rangkaian listrik. Terdapat 3 jenis
wattmeter untuk memudahkan pengukuran listrik yakni wattmeter digital,
wattmeter induksi serta wattmeter analog.
1.5 Jenis-Jenis Alat Ukur Hydrolic/Pneumatic dan Fungsinya
Alat Ukur Pneumatic
1. Manifold Gauge Ac
Manifold gauge adalah sebuah perangkat yang wajib dimiliki olehteknisi
perbaikan kulkas dan AC, alat ini sangat besar fungsinya ketika perbaikan
melibatkan mediapendingin yaitu freon pada kulkas atau refrigerant pada
AC.
2. Tyre Pressure Gauge
Pengukur tekanan ban, atau pengukur tekanan ban, adalah pengukur
tekanan yang digunakan untukmengukur tekanan ban pada kendaraan.
3. Radiator Pressure Tester
Radiator cup tester atau biasa disebut juga dengan nama radiator cup
pressure tester memiliki fungsi untuk mengukur tekanan pada tutup
radiator. Selain itu, fungsi radiator cup tester yang lainnya adalah
memeriksa apakah ada kebocoran pada sistem pendingin. Keberadaan
alat ini di setiap bengkel sangat diperlukan.
Alat Ukur Hidrolik
1. Fuel Pressure Gauge
Pengukur tekanan bahan bakar mengukur tekanan bensin yang
disalurkan ke mesin. Biasanya dilaporkan dalam satuan pound per inci
persegi (psi). Pengukur biasanya menunjukkan angka dari nol hingga
15 psi. Untuk mesin dengan injeksi bahan bakar yang memerlukan
tekanan lebih tinggi, indikator akan menunjukkan angka antara nol dan
100 psi.
2. Nozel Tester
Alat Test Nozzle/Nozzle Tester/Fuel Injection Tester PS-400
PRESOLL Nozzle testers digunakan untuk mengatur tekanan
pembukaan nosel injeksi dan untuk melakukan uji kebocoran, pola
semprotan dan karakteristik tester.
3. Tekanan Oli Hidrolik
Alat ini digunakan untuk mengukur tekanan oli dalam sistem hidrolik.
Dengan adanya alat ini, pengguna dapat memantau tekanan oli dan
memastikan bahwa sistem beroperasi dalam kondisi yang ideal.