0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
635 tayangan17 halaman

Fuller Gauge

1. Fuller Gauge merupakan alat ukur untuk mengukur celah antara dua permukaan dengan tingkat ketelitian 0,01 mm. Alat ini terdiri dari beberapa kaliper dengan ukuran berbeda untuk mengukur celah dengan presisi. 2. Straight edge digunakan untuk mengukur kerataan atau kemiringan permukaan komponen. 3. Compression tester berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder mesin untuk diagnosa masalah k

Diunggah oleh

DeOliviera
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
635 tayangan17 halaman

Fuller Gauge

1. Fuller Gauge merupakan alat ukur untuk mengukur celah antara dua permukaan dengan tingkat ketelitian 0,01 mm. Alat ini terdiri dari beberapa kaliper dengan ukuran berbeda untuk mengukur celah dengan presisi. 2. Straight edge digunakan untuk mengukur kerataan atau kemiringan permukaan komponen. 3. Compression tester berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder mesin untuk diagnosa masalah k

Diunggah oleh

DeOliviera
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Fuller Gauge

Feeler Gauge atau dalam bahasa indonesia biasa disebut Kaliper Celah Merupakan alat
ukur yang sering dipakai untuk memeriksa jarak-jarak yang kecil atau ukuran celah-celah
diantara dua permukaan. Karena daerah antara kedua permukaan ini sangat sempit sehingga
diperlukan alat ukur tidak berskala yang bisa dipakai untuk menentukan ukuran tersebut. Alat
ini dipakai secara luas dalam bidang pemesinan, fitting dan otomotif. Contoh penggunaannya
yaitu untuk memeriksa kelonggaran katup pada mesin atau menyetel pisau mesin frais.

Fungsi dari Fuller Gauge untuk mengukur celah antara 2 permukaan yang rata. Pengukuran
celah dilakukan dengan memasukkan salah satu kaliper yang sesuai dengan celah yang di
ukur. Jangan memaksakan kaliper yang tidak sesuai atau terlalu sesak karena dapat
menyebabkan kaliper bengkok dan kemungkinan akan terjadi perubahan bentuk yang tetap.
Apabila kaliper terlalu tebal dapat dipilih kaliper lain dengan ukuran di bawahnya. Ketelitian
pengukuran dapat didapatkan dengan menggabungkan beberapa kaliper. Apabila sebuah
kaliper dapat masuk dengan longgar, coba tambahkan dengan kaliper dengan ukuran terkecil.
Kaliper-kaliper tersebut dapat ditambahkan sehingga didapatkan ukuran yang pas. Ukuran
celah adalah jumlah dari ukuran kaliper yang dapat masuk dengan pas tersebut. Tingkat
Ketelitian Feeler Gauge yaitu 0,01 mm dan cara membaca skala dan hasil dengan
memasukkan Feeler Gauge pada celah tersebut, apabila Feeler Gauge dapat masuk secara
presisi maka itulah ukuran dari celah tersebut. Feeler Gauge memiliki tiap set terdiri dari 10
buah kaliper atau lebih, dijepit pada penjepit baja dengan pena yang gunanya untuk
gantungan ketika kaliper itu digunakan. Sebuah Kaliper celah yang berisi 10 kaliper masing
masing kalipernya mempunyai ukuran yang tertera pada tiap-tiap kaliper, dimulai dari ukuran
0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,30; 0,40; 0,50; 0,60; 0,70; dan 0,80 milimeter. Ada pula kaliper
celah ukurannya dalam satuan inchi. Dan skala utama atau skala nonius terdiri dari ukuran
0.05, 0.10, 0.15, 0.20, 0.30, 0.40, 0.50, 0.60, 0.70, dan 0.80 milimeter.
2.Straight Edge

Straight edge merupakan alat ukur untuk mengukur kerataan atau kebengkokan
permukaan dari suatu komponen. Bentuk straight edge tampak seperti mistar baja, tetapi tidak
terdapat skala ukuran pada permukaannya serta lebih tebal. Dalam bidang otomotif, straight edge
digunakan misalnya untuk mengukur kerataan permukaan blok silinder dan kepala silinder.

3.Compression Tester

Compression tester yakni sejenis peranti yang mempunyai fungsi buat mengecek masalah
pada kompresi motor untuk alat transportasi, baik alat transportasi besar, kecil, darat ataupun
yang lain. Perlengkapan ini akan menganalisa situasi mesin dan dilengkapi dengan katup katup
pembuang tekanan. Fungsi dari peranti ini ialah buat memantau penimbunan karbonium,
mengontrol keterlambatan timing dan analisis katup cincin. Perkakas ini sangat bermanfaat,
apalagi buat mereka para teknisi, karena selain fungsi dan manfaatnya yang sangat banyak, cara
pemakaian nya juga relative mudah dan Compression tester ini berfungsi untuk mengetahui
besarnya tekanan kompresi pada tiap silinder di mesin. Alat ini sering sekali digunakan oleh
mekanik saat melakukan servis kendaraan atau saat melakukan diagnosa masalah mesin ketika
tenaga yang dihasilkan mesin kurang optimal. Compression tester yang digunakan untuk
mengukur tekanan kompresi pada mesin bensin dan mesin diesel berbeda jenisnya. Pada
compression tester dilengkapi dengan manometer yang berfungsi untuk mengetahui berapa besar
tekanan kompresi pada silinder saat dilakukan tes tekanan kompresi. Didalam manometer
terdapat jarum penunjuk dan skala ukuran. Skala ukuran pada manometer memiliki beberapa
skala ukuran misalnya satuan tekanan dalam Psi, bar, kPa atau kg/cm2.

Prosedur penggunaan compression tester untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder :

1. Lepas kabel tegangan tinggi busi dan kabel tegangan tinggi koil.
2. Hubungkan kabel tegangan tinggi koil ke massa. Hal tersebut untuk menghindari agar
tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil pengapian tidak mengalir ke tubuh kita.
3. Lepas semua busi yang ada pada tiap silinder (untuk mesin yang memiliki beberapa
silinder).
4. Masukkan ujung selang dari compression tester ke lubang busi.
5. Buka katup gas penuh.
6. Starter mesin kurang lebih 10 sampai 15 detik.
7. Baca tekanan kompresi pada manometer alat ukur.
8. Bandingkan tekanan kompresi hasil pengukuran dengan tekanan kompresi spesifikasi.
9. Lakukan pengukuran tekanan kompresi pada semua silinder mesin.
10. Setelah selasai melakukan tes kompresi, lepas compression tester dan hilangkan tekanan
pada compression tester dengan menekan tombol (pressure release button) untuk
menghilangkan tekanan.
11. Setelah itu, pasang kembali busi, kabel tegangan busi dan kabel tegangan tinggi koil
dengan benar.

Jika disaat melakukan tekanan kompresi ternyata tekanan kompresi kurang dari nilai
spesifikasinya maka carilah penyebab terjadninya kebocoran kompresi tersebut. Kobocoran
kompresi dapat disebabkan karena katup-katup yang tidak rapat, paking kepala silinder yang
telah rusak, ring piston patah, terdapat goresan pada dinding silinder dan lain sebagainya.

Jika telah ditemukan penyebab kebocoran kompresi maka segera lakukan langkah perbaikan,
setelah diperbaik lakukan pengetesan kompresi sekali lagi untuk memastikan tekanan kompresi
mesin sesuai dengan nilai spesifikasinya.

4. Hidrometer
Hydrometer adalah suatu alat yang digunakan di bidang otomotif untuk melakukan
pengukuran berat jenis elektrolit pada baterai.

Komponen-komponen yang terdapat pada hydrometer terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian
gelas kaca yang digunakan untuk menampung cairan elektrolit dan satu lagi bagian pelampung
yang berada di dalam gelas. Pada pelampung ini terdapat skala ukuran berat jenis elektrolit.
Prinsip kerja hidrometer yang mengaplikasikan Hukum Archimedes itu sendiri sebenarnya sering
dijumpai di kehidupan sehari-hari kita. Hukum Archimedes itu sendiri menekankan pada
statemen berikut: benda yang masuk atau tercelup dalam fluida (benda cair, gas, dan bukan
benda padat) akan mendapatkan gaya dorong dengan arah atas yang besarannya sama dengan
berat jenis fluida tersebut. Dengan demikian, ketika hidrometer dimasukkan ke dalam suatu
cairan, cairan tersebut akan kembali memberi gaya ke atas dengan besaran yang sama dengan
cairan yang dipindahkan.

 Alat ukur ini berperan untuk mengkonversi gaya ke atas tersebut menjadi satuan massa
jenis cairan tersebut. Hal ini disebabkan oleh karena di dalam alat ukur ini terdapat cairan
dengan massa jenis yang telah diketahui melalui angka yang terlihat pada skala. Bagian-
bagian dari Hydrometer yaitu: Batang Hidrometer – Berfungsi untuk pengangan awal
sebelum hidrometer dicelupkan pada cairan, serta sebagai tempat skala hidrometer.
 Skala Hidrometer – Merupakan ukuran massa jenis cairan yang akan diukur.
 Kaca Bohlam – Sebagai tempat tertampungnya udara.
 Beban – Terbuat dari timbal berfungsi untuk memposisikan Hidrometer tegak lurus
dengan permukaan air.

Cara penggunaan dari Hydrometer :

 Buka semua tutup sel baterai dan masukkan alat ukur hydrometer ke dalam masing-
masing sel baterai kemudian tekan pipet untuk menghisap elektrolit ke dalam gelas kaca.
 Setelah itu, periksa elektrolit yang masuk ke dalam tabung kaca hydrometer.
 Setelah itu lakukan pembacaan pada skala yang berada pada pelampung hydrometer.

Pembacaan pada hydrometer dilakukan secara tegak lurus, sejajar atau lurus dengan mata. Jika
pembacaan hydrometer tidak dilakukan secara sejajar maka dapat mempengaruhi hasil
pembacaan yang salah atau tidak valid.
Skala yang terdapat pada pelampung di dalam gelas hydrometer terdiri dari :

Warna merah dengan skala antara 1.100 – 1.220

Warna putih dengan skala antara 1.220 – 1.250

Warna hijau dengan skala antara 1.250 – 1.300

Nilai standar berat jenis elektrolit adalah antara 1.250 – 1.280 pada temperatur 200 C. Bila berat
jenis menunjukkan skala 1.220 (pada warna merah) artinya baterai kekurangan arus dan harus
dilakukan pengisian.

Lakukan pengukuran berat jenis pada semua sel yang ada pada baterai.
Cara perawatan hidrometer pun tak sulit. Alat cukup disimpan di wadah dengan suhu ruangan
(20 derajat Celsius) dengan tujuan agar tidak terjadi perubahan akibat kenaikan suhu.
Kemudian, usahakan kondisi ruangan yang digunakan untuk menyimpan tidak dalam kondisi
lembab agar alat tidak terkena korosi. Hindari alat dari benturan atau guncangan.
Jangan lupa masukan kembali alat ke dalam wadahnya usai dipakai. Dan, yang paling penting
adalah gunakan alat sesuai dengan fungsi dan wajib sesuai dengan aturan penggunaannya.

5. Tyre Pressure Gauge

Tyre pressure gauge merupakan salah satu dari sekian banyak alat ukur pneumatic. Tyre
pressure gauge atau alat pengukur tekanan ban berfungsi untuk mengukur berapa besar tekanan
udara di dalam ban kendaraan. Alat ukur ini sangat dibutuhkan saat mekanik mengecek tekanan
udara dalam ban, tanpa alat ini besarnya tekanan udara di dalam ban tidak akan dapat diukur.
Pengukuran tekanan udara dalam ban ini nantinya berfungsi untuk membantu pemilik kendaraan
atau mekanik untuk menentukan ban perlu ditambah udara atau justru harus dikurangi karena
kelebihan tekanan udara.

Tekanan udara di dalam ban yang kurang akan mengakibatkan banyak masalah diantaranya
adalah laju kendaraan menjadi berat, saat memutar kemudi menjadi lebih berat, pemaiakan bahan
bakar lebih boros, keuasan pada permukaan ban tidak akan merata karena tread bagian luar dan
dalam ban akan lebih cepat aus dan lain sebagainya.

Sedangkan tekanan udara di dalam ban bila berlebihan akan mengakibatkan banyak masalah juga
diantaranya fungsi peredam getaran pada roda tidak akan maksimal sehingga getaran akan sangat
terasa jika kendaraan melewati kendaraan yang tidak rata, bagian permukaan ban yang
bersinggungan dengan jalan akan lebih sedikit sehingga mudah terjadi slip, keausan akan tidak
merata karena bagian tengah permukaan ban akan lebih cepat aus dan lain sebagainya.

Alat ukur tyre pressure gauge ada yang terpisah dengan pompa ban dan ada yang menjadi satu
dengan pompa ban. Tyre pressure gauge yang menjadi satu dengan pompa ban lebih
menguntungkan karena saat melakukan pengisian udara di dalam ban, tekanan udara di dalam
ban dapat langsung terukur pada alat.

Pressure tyre gauge terdapat tiga tipe berdasarkan meter pengukurannya, yaitu tipe mekanik, tipe
analog dan tipe digital. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini :
Pada tipe mekanik, ketika alat ini digunakan untuk mngukur tekanan udara maka batang meter
skala ukurannya akan keluar karena tekanan udara yang diukur. Batang pada alat ini yang keluar
akan menunjukkan seberapa besar tekanan udara di dalam ban.

Pada tipe analog, ketika alat ini digunakan untuk mengukur tekanan ban, maka besarnya tekanan
udara yang diukur akan membuat jarum analog di mater ukuran (manometer) bergerak. Gerakan
jarum ini akan menunjukkan berapa besar tekanan udara yang diukur tersebut.

Pada tipe digital, saat digunakan untuk mengukur tekanan, maka hasil bacaan tekanan udara akan
langsung di tampilkan didisplay digital. Tyre pressure digital akan lebih mudah dalam
melakukan pembacaan hasil pengukuran.

Cara penggunaan tyre pressure gauge :

 Buka tutup pentil pada roda kendaraan.


 Masukkan gagang bundar pada ujung alat tyre pressure gauge pada pentil ban.
 Baca hasil pengukuran pada meter ukuran di alat.

6. Torque Wrench / Kunci Momen

Kunci momen (torque wrench) atau pun juga disebut kunci torsi berguna buat mengeratkan mur
maupun baut menyesuaikan dengan ukuran kekuatan kencang tertentu. Pada kunci momen sisi
ujungnya dapat dipasang kunci soket menyesuaikan dengan ukuran mur maupun baut yang bakal
dieratkan. Fungsi Kegunaan Kunci momen / Torsi dipakai cuma pada pengerjaan akhir dari
membuat lebih kencang baut maupun mur. Jadi ketika permulaan mengencangkan memakai
kunci biasa (kunci ring, kunci soket dan juga kunci pas), setelah diperkirakan sedikit lebih erat
baru dieratkan akhir memakai kunci torsi & eratkan menyesuaikan dengan nilai kekuatan
kekencangan dari mur maupun baut tersebut. Kunci momen dapat memudahkan dalam membuat
sama nilai kekuatan kencang mur maupun baut, hingga kebengkokan pd suatu sisi lantaran nilai
kekuatan kencang yg beragam dapat dihindari.

Macam-macam Kunci Momen :

Torque Wrench Model Jarum Penunjuk (Deflecting Beam)

Torque wrench model jarum penunjuk (deflecting beam) merupakan jenis kunci momen yang
akan menunjukan tingkat atau besar ukuran kekencangan mur maupun baut yang dieratkan dari
batang penunjuk. Jarum penunjuk ini akan bergerak menuju angka-angka atau skala tertentu,
dimana pergerakan ini didasarkan atas besaran dari momen pengencangan yang dilakukan.

Kunci Torsi model Dial Indikator

Sesuai dengan namanya, jenis kunci torsi yang satu ini menggunakan dial indikator sebagai alat
pengukur tingkat kekuatan atau kekencangan mur maupun baut. Dial Indikator atau yang disebut
juga dengan nama dial gauge ini dapat digunakan untuk memeriksa penyimpangan dengan skala
yang sangat kecil dari bidang silinder, bidang bulat, bidang datar dan kesejajaran.
Pengukurannya sendiri tergantung dari tipe dial indikator yang digunakan namun pada umumnya
tingkat ketelitian bisa berkisar antara 0,01 mm hingga 0,001 mm.
Dial indikator sendiri merupakan alat ukur yang tidak bisa berdiri sendiri sehingga harus
dipasangkan kepada alat bantu. Dalam proses pemasangannya ini harus diperhatikan dengan
baik, dimana posisi dial gauge harus terpasang dengan posisi sejajar / tegak lurus measuring
point. Dalam dunia otomotif alat ukur yang satu ini termasuk yang banyak digunakan.

Torque Wrench Model Setting Micrometer

Kunci momen model lain adalah torque wrench model setting micrometer. Jenis Torque wrench
yang satu ini memungikinkan kita untuk dapat mengatur momen kekencangan mur maupun baut
sesuai keinginan dengan cara menyetel ukuran kekencangannya atau setting micrometer di
bagian tangkai kunci momen. Dengan ukuran tertentu, kunci shock dapat mengencangkan mur
maupun baut.

Demikianlah informasi mengenai jenis-jenis kunci momen atau torque wrench, semoga dapat
bermanfaat. Pada umumnya Torque wrench digunakan untuk pengerasan akhir, setelah
sebelumnya dilakukan pengerasan ditahap awal dengan menggunakan kunci biasa seperti kunci
shock. Selain itu alat ini juga berfungsi untuk mengetahui besar momen kekencangan dan
diharapkan sesuai dengan spesifikasi kekencangan mur maupun baut.
Kunci Torsi model Klik (Click Adjustable)
Pada model ini momen pengencangan yang diinginkan dapat diatur (Adjustable) dengan cara
menyetel ukuran kekencangan pada tangkai kunci momen. Dan lebih mudah penggunaannya
dibandingkan jenis deflecting beam Karena kita tidak perlu melihat skala saat pengencangan,
kita hanya perlu mendengar bunyi klik jika pengencangan telah mencapai yang diinginkan.

Torque Wrench Model Klik


Dalam model ini ada type settingan untuk putarannya, antara lain :

1 arah putaran searah jarum jam (Clock wise rotation)

2 arah putaran searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam
(Clock wise & counter clock wise rotation)
Digital Adjustable Torque Wrench

Cara menggunakan Kunci Momen :

 Kendurkan mur penyetal, kemudian geser skala tingkat kekencangan mur hingga
jarumnya berada pada angka kekencangan yang diinginkan. Angka kekencangan antara
satu mur dengan mur lainnya harus sama agar tidak terjadi kebengkokan karena
perbedaan tegangan, kemudian kecangkan mur penguncinya.
 Pasang kunci soket yang sesuai dengan ukuran mur yang akan dipasang dengan
menggunakan kunci momen.
 Masukkan kunci soket pada mur yang sudah terpasang pada benda yang akan dieratkan.
 Tempatkat tangan Anda yang dominan pada tangkai kunci momen dan tangan satunya
pada bagian ujung penggerak, tarik tangan pada tangkai kunci sampai terdengar bunyi
klik.
 Untuk pengencangan yang momen puntirnya besar, sebaiknya dilakukan secara
bertahap. Misalnya pengencangan dengan momen 8 kg, maka dibagi jadi beberapa
tahap mulai dari 4 – 6 – 8 kg.
7. Radiator Tester atau Radiator Cup Tester

Salah satu macam-macam alat ukur yang sering digunakan saat servis kendaraan ringan adalah
radiator tester atau juga sering disebut dengan radiator cup tester.

Radiator tester digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran pada sistem pendingin
kendaraan. Selain itu alat ini dapat digunakan untuk memeriksa kondisi dari tutup radiator.

Pada radiator tester dilengkapi dengan pompa yang berfungsi untuk menghasilkan tekanan dan
juga dilengkapi dengan manometer yang berfungsi untuk mengetahui tekanan yang dihasilkan
oleh pompa.
Cara menggunakan radiator tester :

1. Memeriksa tutup radiator

Pemeriksaa tutup radiator dilakukan untuk mengetahui bukaan dari tutup radiator. Pada tutup
radiator terdapat dua buah katup yaitu katup tekan dan katup vakum.

Ketika mesin panas maka suhu dan tekanan air radiator akan naik sehingga bila tekanan telah
melebihi tekanan spesifikasi yaitu antara 0,8 – 1,2 bar maka katup tekan akan membuka dan
sebagian air pada radiator akan disalurkan ke reservoir tank. Jika tekanan air radiator tidak dijaga
pada tekanan kerjanya atau tekanan melebihi spesifikasinya maka air radiator akan cepat
mendidih.

Ketika suhu mesin turun setelah mesin dimatikan maka lama kelamaan tekanan air pendingin di
dalam radiator juga akan mengecil sehingga akan terjadi perbedaan tekanan antara tekanan di
dalam radiator dengan tekanan di luar radiator (tekanan atmosfer). Di dalam radiator akan terjadi
kevakuman karena tekanan kurang dari satu atmosfer sehingga akan membuka katup vakum.
Karena katup vakum terbuka, air pada reservoir tank akan kembali mengisi radiator. Lama-
kelamaan tekanan di dalam radiator akan sama dengan tekanan atmosfer, ketika tekanan sama
maka katup vakum akan menutup kembali.

Pemeriksaan tutup radiator dengan menggunakan radiator tester dapat dilakukan dengan cara :

1. Lepaskan tutup radiator dari radiator kendaraan.


2. Pilih adapter yang sesuai kemudian pasang radiator cup tester pada tutup radiator.
3. Tekan pompa radiator cup tester sehingga tekanan melebihi tekanan spesifikasi pada
tutup radiator. Pada saat ini katup tekan akan membuka.
4. Amati tekanan pada manometer alat ukur, apakah terjadi penurunan tekanan atau tidak
saat katup tekan terbuka.
5. Jika terjadi penurunan tekanan kemudian tekanan berhenti pada tekanan spesifikasinya
maka keadaan katup tekan baik, kemudian amati kembali pada manometer, setelah
tekanan pada batas spesifikasinya, maka tekanan harus tetap tidak boleh turun, namun
jika masih turun maka hal tersebut menandakan adanya kebocoran pada tutup radiator.

2. Memeriksa kebocoran air pendingin

Pemeriksaan kebocoran air pendingin dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran
pada sistem pendingin di mesin atau tidak. Kebocoran air pendingin dapat terjadi pada
sambungan selang, sambungan pompa, water jacket dan lain sebagianya.
Jika terjadi kebocoran air pendingin maka akan menyebabkan volume air pendingin menjadi
berkurang sehingga dapat menyebabkan terjadinya over heating pada mesin karena sistem
pendinginan yang tidak optimal.

Pemeriksaan kebocoran air pendingnin dapat dilakukan dengan cara :

1. Lepas tutup radiator.


2. Pasang radiator tester ke lubang tutup radiator.
3. Tekan pompa radiator sampai tekanan spesifikasi. Jangan menekan pompa melebihi
tekanan spesifikasi karena dapat merusak sambungan-sambungan pada sistem pendingin,
contohnya sambungan selang.
4. Amati apakah terjadi kebocoran atau rembesan air pendingin pada sambungan-
sambungan di sistem pendingin.
5. Jika terjadi kebocoran segera lakukan langkah perbaikan.

Common questions

Didukung oleh AI

Tekanan udara ban yang kurang dapat menyebabkan kendaraan berat saat dikemudikan, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan menyebabkan keausan yang tidak merata pada ban. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi mengurangi fungsi peredam getaran dan meningkatkan risiko slip, serta juga mengakibatkan keausan tidak merata . Penggunaan tyre pressure gauge membantu dalam memeriksa tekanan udara yang ada, sehingga kita dapat menambah atau mengurangi udara untuk mencapai tekanan yang optimal sesuai spesifikasi .

Tekanan ban berlebih mengurangi fungsi peredam getaran sehingga getaran dari jalan lebih terasa dan meningkatkan risiko slip akibat kontak ban dengan jalan berkurang. Tyre pressure gauge digunakan untuk memeriksa dan mengukur tekanan dengan tepat sehingga tekanan dapat disesuaikan sesuai spesifikasi yang tepat, sehingga menghindari efek negatif tersebut .

Hidrometer mengukur berat jenis elektrolit dengan prinsip Hukum Archimedes, di mana hidrometer yang dicelupkan ke dalam cairan baterai akan mengalami gaya dorong ke atas yang sama dengan berat jenis cairan yang digantikan. Bagian pelampung dalam gelas hidrometer memiliki skala yang menunjukkan berat jenis. Pembacaan harus dilakukan secara tegak lurus untuk hasil akurat. Penanganan alat ini penting untuk menjaga akurasinya; penyimpanannya harus di ruang kering pada suhu ruangan untuk menghindari korosi dan harus kembali disimpan di wadah setelah digunakan .

Untuk menggunakan compression tester, pertama lepas kabel tegangan tinggi busi dan kabel tegangan tinggi koil, sambungkan kabel tegangan tinggi ke massa. Lepas semua busi pada tiap silinder. Masukkan ujung selang dari compression tester ke lubang busi dan buka katup gas penuh. Starter mesin sekitar 10-15 detik, kemudian baca tekanan kompresi pada manometer. Bandingkan hasil pengukuran dengan spesifikasi yang ada. Jika tekanan kompresi kurang dari spesifikasinya, cari penyebab kebocoran seperti katup yang tidak rapat, paking kepala silinder rusak, atau ring piston patah. Setelah memperbaiki masalah, lakukan pengujian ulang untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik .

Tyre pressure gauge terdiri dari tipe mekanik, analog, dan digital. Tipe mekanik menggunakan batang meter yang keluar untuk menunjukkan tekanan, tipe analog menggerakkan jarum pada skala, sedangkan tipe digital menampilkan hasil langsung pada layar. Tipe digital lebih mudah dibaca dan cepat, sementara mekanik dan analog memerlukan interpretasi hasil yang lebih manual .

Kunci momen atau torque wrench digunakan untuk mengeratkan mur atau baut sesuai dengan kekuatan spesifik untuk mencegah kebengkokan akibat pengencangan yang tidak seragam. Penggunaannya meliputi penyetelan nilai kekencangan pada tangkai kunci sebelum menahan mur; gunakan tangan dominan pada tangkai kunci dan tangan lain pada ujung penggerak untuk menarik hingga mendengar bunyi klik sebagai tanda mencapai kekencangan yang diinginkan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap agar tegangan seragam di semua mur atau baut .

Radiator tester bekerja dengan memompa tekanan ke dalam sistem pendingin untuk mendeteksi kebocoran. Langkah-langkah untuk mendeteksi kebocoran termasuk: lepaskan tutup radiator, pasang radiator tester pada lubang tutup radiator, pompa hingga mencapai tekanan spesifikasi, lalu amati apakah terdapat kebocoran atau rembesan air pendingin. Jika ada kebocoran, lakukan perbaikan segera untuk mencegah over heating akibat berkurangnya volume air pendingin .

Torque wrench model click adjustable diatur pada tangkai untuk mencapai momen pengencangan yang diinginkan dan menghasilkan bunyi klik sebagai sinyal. Keuntungan model ini adalah kemudahan penggunaan karena tidak perlu memperhatikan skala selama proses karena bunyi klik cukup sebagai indikator. Ini lebih efisien dibandingkan model deflacting beam yang mengharuskan operator terus memantau skala saat pengencangan .

Pembacaan hydrometer harus dilakukan secara sejajar untuk menghindari kesalahan pembacaan yang dapat terjadi jika dilihat dari sudut tidak lurus. Perawatan yang tepat termasuk menyimpan alat di tempat kering dengan suhu ruangan untuk menghindari korosi dan perubahan bentuk, serta menghindarkan alat dari guncangan dan benturan .

Radiator tester digunakan dengan cara melepaskan tutup radiator dari kendaraan, memasang adapter dan tester pada tutup, kemudian memompa melebihi tekanan spesifikasi untuk membuka katup tekan. Perhatikan pada manometer apakah tekanan turun. Penurunan menunjukkan kebocoran pada tutup radiator. Kebocoran tutup akan menyebabkan tidak terjaganya tekanan internal yang dapat menyebabkan air cepat mendidih dan berkurangnya efisiensi sistem pendinginan .

Anda mungkin juga menyukai