Anda di halaman 1dari 5

Team B Fase 2: Pelaksanaan Drilling Operation Management No Topic / Isu Kondisi yang Diharapkan Memastikan semua perijinan lengkap

ap tersedia dilokasi pemboran Keterangan (Referensi, Standard, dsb) Surat Edaran Deputi Operasi BPMIGAS No.250/BP0000/2006-S1 Tanggal 10 Agustus 2006 Tentang Persyaratan Sebelum Pemboran UKL/UPL atau AMDAL Izin pemboran dari pihak pemerintah daerah setempat Peraturan pemerintah daerah setempat mengenai pembebasan tanah SNI No.13-6910-2002 Pelaksanaan Operasi Pemboran Darat Dan Lepas Pantai Yang Aman Di Indonesia Izin penggunaan tempat penimbunan alat dan barang pemboran Izin penggunaan fasilitas jalan pemerintah daerah yang akan digunakan

B.1 Dokumen Per-ijin-an

B.2 Lokasi Pemboran

Drill site dibangun / disiapkan dengan standard HSE yang berlaku (drilling pad, well cellar, pits, storage area, , escape routes, camp area, septic system, saluran buangan air hujan, oil trap dsb.) Sumber air tersedia, dapat dipergunakan tanpa meng-ganggu kebutuhan masyarakat setempat Sosialisasi ke komunitas setempat terlaksana berdasarkan hasil2 survey terdahulu tentang kebisingan, getaran, potensi lepasnya gas saat pemboran dan DST, management limbah, pemanfaatan tenaga kerja lokal dsb. Antisipasi masalah2 sosial lainnya

B.3 Logistik & Supply

Logistic Base, Staging area dan gudang bahan peledak tersedia Akses tersedia (darat, laut, udara) dan terbuka setiap saat Moda transportasi tersedia (mobil, kapal, barge, helicopter, pesawat terbang) Jasa penunjang baik alat, materials dan personnel yang handal tersedia

B.4 Operation Management

Drilling Program, Manual, SOP, Pedoman aman pengoperasian bersama (Simultaneous Operation) tersedia dilokasi. Termasuk contingency plan Manual dan prosedur pemasangan, penggunaan peralatan di-atas dan didalam sumur tersedia Struktur organisasi dengan rentang kendali yang jelas tersedia : Manager, Drilling Superintendent, Company-man, Geologist, HSE , Rig Superintendent, Drilling Crew, Service Company, Drilling engineer, Humas,Logistic, Liaison Officer (offshore), Paramedik / dokter, sekuriti Sistem dan alur pelaporan (Daily Reports, data base) Ketersediaan daftar dan jadwal inspeksi berkala peralatan rig dan penunjang Monitoring berkesinambungan terhadap pelaksanaan pekerjaan, waktu dan biaya pemboran Prespud meeting dilapangan Daily drilling instruction and planning review 1

Individual KKKS Drilling Manual BPMIGAS PUPOP Equipment Manual

Team B Fase 2: Pelaksanaan Drilling Operation Management B.5 Communication System Peralatan komunikasi tersedia baik untuk penggunaan Ijin penggunan peralatan dan didalam lingkungan rig maupun keluar frekwensi komunikasi Dep. Paging system, HT radio Telekomunikasi Telephone, Facsimile Internet, E-mail Zero Incident HSE plan Safety Induction untuk karyawan baru dan tamu HSE Management System Job Hazard Safety Analysis (JHSA) dilakukan Kep-Men sebelum melakukan setiap aktifitas Per-men ESDM No.045 2006 Sistem perijinan untuk pekerjaan pelaksanaan Pengelolaan Lumpur dan pekerjaan panas dan dingin tersedia serbuk bor Sertifikat kelayakan dan pewarnaan sling dan hook SNI No.13-6910-2002 yang berlaku Pelaksanaan Operasi Pemboran Darat Dan Lepas Sertifikat alat angkat dan operatornya masih berlaku Pantai Yang Aman Di Audit Keselamatan kerja dilakukan secara rutin Indonesia Audit berkesinambungan terhadap kinerja peralatan SNI No. 13-6910-2002 pemboran dan penunjang Penutupan sumur Pertemuan harian / mingguan rutin keselamatan kerja Management of change dilakukan untuk setiap pergantian organisasi, personnel dan juga pada perubahan program Prosedur tanggap darurat dan Medical Evacuation tersedia Pelatihan berkala terhadap implementasi Tanggap Darurat dilapangan Sistem pengontrolan jumlah personnel di lokasi (POB

B.5 Safety Management

B.6 Waste Management

dan access control) Penentuan batas waktu kerja personnel Pedoman kelengkapan sertifikasi peralatan Penentuan alat pelindung diri (APD/PPE) minimum untuk jenis2 pekerjaan yang ada Pengawasan ketersediaan standard fasilitas tinggal dan rekreasi Kalibrasi rutin alat2 ukur pemboran dilapangan, melalui sensor yang berbeda, bila perlu dengan peralatan standard kalibrasi Ketersediaan dokumen MSDS untuk setiap bahan kimia yang dikirim kelapangan Zero spill / no pollution Ketersediaan peralatan darurat penanggulangan tumpahan minyak (oil boom, absorbent pads, dispersant dsb.) Acuan dan prosedur penangan-an buangan potongan batuan hasil pemboran darat dan laut (drill cutting handling) Drill water waste handling system and procedure Pemanfaatan penggunaan fasilitas setempat sebagai bagian dari pengelolaan limbah Pemisahan penempatan pembuangan limbah berdasarkan kategori organik, daur ulang dan berbahaya Tidak ada masalah terkait dengan lingkungan sekitar dan masyarakat setempat Standar sistim penanganan limbah domestik untuk camp pemboran darat Pedoman penangan-an pengelolaan B3 UKL/UPL atau AMDAL HSE Management System Peraturan MIGAS no. Peraturan Dept. Lingkungan Hidup SNI No.13-6910-2002 Pelaksanaan Operasi Pemboran Darat Dan Lepas Pantai Yang Aman Di Indonesia

B.7 Well Control Management

B.8 Kompetensi SDM

Pedoman well control tersedia Pedoman penyaluran (diverting) semburan liar Diagram prosedur penanganan well control terpampang jelas di dog house (drillers cabin) Data2 sumur terkini dan posisi tutup alat pencegah semburan liar (BOP rams / annular) terhadap lantai bor yang telah di perbaharui terpampang di dog house Pedoman waktu pemeriksaan berkala untuk peralatan pencegahan semburan liar Pedoman dan prosedur pelatihan rutin penutupan sumur dalam rangka menghadapi tanda2 keadaan semburan liar bagi pelaku pekerjaan bor dilapangan Pedoman penyemenan sumur menutupi zona gas bertekanan diatas normal Pembuatan data trip sheet harus selalu dilakukan Sertifikasi & pengalaman kerja

SNI No.13-6910-2002 Tentang Pelaksanaan Operasi Pemboran Darat Dan Lepas Pantai Yang Aman Di Indonesia PUPOP BP MIGAS

Never assume, never believe, Dont believe of what you hear, only half believe of what you see

SNI Migas