0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan14 halaman

Artikel Casting

Dokumen ini membahas proses pengecoran logam, termasuk keuntungan dan kerugian, serta penggolongan cacat-cacat coran yang terdiri dari sembilan jenis. Selain itu, dijelaskan juga langkah-langkah pencegahan cacat dan berbagai macam metode pengecoran logam seperti Permanent Mold Casting, Centrifugal Casting, Investment Casting, Die Casting, dan Injection Molding. Setiap metode memiliki karakteristik dan prosedur yang berbeda, serta aplikasi yang sesuai untuk berbagai jenis logam.

Diunggah oleh

Opik Salim
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Injection Molding,
  • Pencegahan Kesalahan Ukuran,
  • Pencegahan Cacat Tak Nampak,
  • Pasir Cetak,
  • Tekanan Pengecoran,
  • Pola Wax,
  • Pencegahan Cacat,
  • Salah Alir,
  • Pengecoran Logam,
  • Cetakan
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan14 halaman

Artikel Casting

Dokumen ini membahas proses pengecoran logam, termasuk keuntungan dan kerugian, serta penggolongan cacat-cacat coran yang terdiri dari sembilan jenis. Selain itu, dijelaskan juga langkah-langkah pencegahan cacat dan berbagai macam metode pengecoran logam seperti Permanent Mold Casting, Centrifugal Casting, Investment Casting, Die Casting, dan Injection Molding. Setiap metode memiliki karakteristik dan prosedur yang berbeda, serta aplikasi yang sesuai untuk berbagai jenis logam.

Diunggah oleh

Opik Salim
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Injection Molding,
  • Pencegahan Kesalahan Ukuran,
  • Pencegahan Cacat Tak Nampak,
  • Pasir Cetak,
  • Tekanan Pengecoran,
  • Pola Wax,
  • Pencegahan Cacat,
  • Salah Alir,
  • Pengecoran Logam,
  • Cetakan

Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman

NIM : 18/428948/TK/47450

 Proses pengecoran logam (casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana
logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan
yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat.
Keuntungan :
a. Dapat membuat bentuk yang rumit.
b. Dapat menghemat waktu dan pengerjaan untuk produk massal.
c. Dapat memakai bahan yang tidak dapat dikerjakan dengan proses pemesinan.
d. Ukuran produk tidak terbatas.
e. Bahan dasar dapat didaur ulang.
Kerugian :
a. Kurang ekonomis untuk produksi dalam jumlah kecil.
b. Permukaan yang dihasilkan umumnya lebih kasar daripada produk pemesinan
c. Toleransi kepresisian ukuran harus lebih besar daripada produk pemesinan.

 Komisi pengecoran internasional telah membuat penggolongan cacat-cacat coran dan


dibagi menjadi 9 macam, yaitu :
1. Ekor tikus tak menentu atau kekasaran yang meluas
2. Lubang-lubang
3. Retakan
4. Permukaan kasar
5. Salah alir
6. Kesalahan ukuran
7. Inklusi dan struktur tak seragam
8. Deformasi
9. Cacat-cacat tak nampak

1. Cacat Ekor tikus tak menentu atau kekasaran yang meluas

Cacat ekor tikus merupakan cacat dibagian luar yang dapat dilihat dengan mata.
Bentuk cacat ini mirip seperti ekor tikus, yang diakibatkan dari pasir permukaan cetakan
yang mengembang dan logam masuk kepermukaan tersebut. Kekasaran yang meluas
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

merupakan cacat pada permukaan yang diakibatkan oleh pasir cetak yang tererosi.
Berikut gambarnya

Untuk mencegah timbulnya cacat di atas dapat dilakukan dengan merencanakan pembuatan
cetakan, peleburan dan penuangan yang baik.Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah :

1. Menggunakan pasir cetak yang berkualitas, tahan panas dan tidak benyak
mengandung unsure lumpur.
2. Pembuatan cetakan yang teliti baik pemadatan yang cukup, lubang angin yang cukup
dan pelapisan tipis yang merata.
3. Membuat saluran turun yang tepat, sesuai bentuk coran
4. Mengecek temperature logam sebelum penuangan, tempertur tuang harus sesuai yang
disyaratkan
5. Melakukan penuangan dengan kecepatan yang cukup dan kontinyu.

2. Cacat Lubang-lubang

Cacat lubang-lubang memiliki bentuk dan akibat yang beragam. Bentuknya dapat berupa
rongga udara, lubang jarum, rongga gas karena cil, penyusutan dalam, penyusutan luar,
rongga penyusutan.

Berikut gambar cacat berbentuk Rongga Udara

Berikut gambar cacat berbentuk Lubang Jarum

Berikut gambar cacat berbentuk Rongga Gas karena Cil


Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Berikut gambar cacat berbentuk Penyusutan Dalam

Berikut gambar cacat berbentuk Penyusutan Luar

Berikut gambar cacat berbentuk Rongga Penyusutan

3. Cacat Retakan

Retakan secara luas dibagi menjadi retak penyusutan dan retak karena tegangan sisa,
sebabnya berbeda satu sama lain. Retak penyusutan sering kali terjadi pada bagian filet yang
tajam dari suatu coran. Lebar retakan berbeda, tetapi bentuk retakan tidak tajam. Salah satu
retakan yang disebabkan tegangan sisa adalah robekan panas yang terjadi pada temperature
tinggi, dan lainnya retakan pada temperatur rendah. Keduanya disebabkan karena
pendinginan tak seimbang pada penyusutan. Robekan panas tidak tajam dan dalam beberapa
hal tidak kontinu, tetapi robekan pada temperature rendah, tidak lebar, runcing, dan lurus.

Cara pencegahan dari retakan penyusutan sisa adalah sebagai berikut:

1) Pembekuan harus seragam dengan mempergunkan cil pada bagian persilangan dari irisan.

2) Logam cair harus diisikan bukan dari satu tempat tetapi dari beberapa tempat secara
merata.
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

3) Waktu penuangan harus singkat.

4) Sudut-sudut tajam dari coran harus dihindarkan. Tiap sudut harus dibulatkan sengan jari-
jari lengkungan yang telh ditentukan.

5) Perubahan mendadak dari irisan harus dihindarkan sebanyak mungkin. Kalau perlu
perubahan irisan dibuat secara berngsur angsur.

Cara-cara pencegahan retakan oleh tegangan sisa adalah sebagai berikut:

1) Dalam perencanaan, tiap bagian dari coran harus dibuat seragam pada ketebalan
dindingnya.

2) Kalau perubahan tebal dinding pada konstruksi tak dapat dihindarkan atau rencana
penuangan harus dirubah.

3) Bagian persilngan harus dibulatkan.

4) Harus dipergunakan rusuk-rusuk penguat.

5) Setelah operasi penuangan selesai, besi inti harus dipotong dan dipecahkan agar
penyusutan lebih mudah.

6) Pasir yang menutupi besi inti dari coran yang berukuran besar tebalnya harus diatas 50
mm.

7) Satu lubang harus dibuat di bagian tengah inti. Atau sinder kokas, dan lain sebagainya
dicampurkan untuk membuat sifat empuk.

8) Setelah penuangan, coran harus didinginkan perlahan-lahan dalam cetakan.

4. Cacat Permukaan Kasar

Cacat permukaan kasar menghasilkan coran yang permukaannya kasar. Cacat ini
dikarenakan oleh beberapa faktor seperti : cetakan rontok, kup terdorong ke atas, pelekat,
penyinteran dan penetrasi logam. Berikut penjelasan dari faktor cacat permukaan kasar dapat
dilihat. Sebagai berikut :

a. Cetakan rontok
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Ciri utamanya ialah bentuk bengkakan yang tak menentu yang disebabkan oleh pecahnya
cetakan dan pecahnya pasir ini menyebabkan inklusi pasir di tempat lain. Berikut gambarnya,

b. Kup terdorong ke atas

Ciri khas dari pemasangan kup dan drag, sebagian dari cetakan mungkin rontok dan jatuh
di dalam cetakan. Akibatnya pembengkakan terjadi disana, dan pecahan pasir menyebabkan
ingklusi pada pasir tempat jatuh tadi. Kalau pembuatan cetakan dari bagian-bagian yang
harus cocok tidak dilakukan dengan baik, maka bagian cetakan yang cembung mungkin akan
rontok dan pecahan pasir akan jatuh kedalam cetakan. Oleh karena itu ingklusi pasir dapat
terjadi didalam kup. Untuk melakukan pencegahan maka permukaan pisah harus dibuat rata
dengan mengggunakan papan, atau cetakan harus diapasang setelah dilakukan pemeriksaan
dilakukan terhadap ketidak teraturan permukaan pisah dan pemeriksaan bagian dalam cetakan
dengan menggandakan pemasangan mula. Berikut gambarnya,

c. Pelekat

Pada penarikan pola, sebagian besar muka dari cetakan mungkin melekat pada pola,
sehingga bisa terbentuk berbagai macam gumpalan melekat pad permukaan coran, hal ini
mengakibatkan permuakaan coran menjadi kelihatan buruk Berikut gambarnya,
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

d. Peyinteran

Cacat penyinteran merupakan campuran halus antara logam dan pasir yang disebabkan
sebagian pasir muka dari cetakan bercampur dan melekat pada permukaan coran. Berikut
gambarnya,

e. Penetrasi Logam

Penetrasi logam adalah cacat dimana logam mengadakan penetrasi ke dalam permukaan
coran, terutama kebagian inti yang bertemperatur tinggi dan logam tersinter bersamaan
dengan pasir. Cacat ini mudah terjadipada bagian yang bertemperatur tinggi, seperti sudut
yang tajam, inti yang kecil dan tajam. Sebab utmanya ialah logam cair masuk kedalam
ruangan antara butir-butir pasir padapermukaan cetakan dan bercampur dengan pasir. Cara
pencegahan dari penetrasi logam adalah sama dengan penyiteran, tetapi disini terutama yang
penting adalah ketahanan panas dari pasir dan penumbukan pasir. Berikut gambarnya,

5. Cacat Salah Alir

Cacat salah alir dikarenakan logam cair tidak cukup mengisi rongga cetakan. Umumnya
terjadi penyumbatan akibat logam cair terburu membeku sebelum mengisi rongga cetak
secara keseluruhan. Berikut gambarnya,
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Pencegahannya adalah sebagai berikut :


1. Temperatur tuang harus cukup tinggi

2. Kecepatan penuangan harus cukup tinggi

3. Perencanaan sistim saluran yang baik

4. Lubang angin harus ditambah

5. Menyempurnakan sistim penambah

6. Cacat Kesalahan Ukuran

Cacat kesalahan ukuran terjadi akibat kesalahan dalam pembuatan pola. Pola yang dbuat
untuk memuat cetakan ukuranya tidak sesuai dengan ukuran coran yang diharapkan. Selain
itu kesalahan ukuran dapat terjadi akibat cetakan yang mengembang atau penyusutan logam
yang tinggi saat pembekuan.

Pencegahan kesalah ukuran adalah sebagai berikut :


1) Membuat pola secara teliti dan cermat.
2) Menjaga cetakan tidak mengembang dan memperhitungkan penyusutan logam dengan
cermat, sehingga penambahan ukuran pola sesuai dengan penyuutan logam yang terjadi saat
pembekuan.

7. Cacat Inklusi dan Struktur Tak Seragam

Cacat inklusi terjadi karena masuknya terak atau bahan bukan logam ke dalam cairan
logam akibat reaksi kimia selama peleburan, penuangan atau pembekuan. Cacat struktur tidak
seragam akan membentuk sebagian struktur coran berupa struktur cil. Bentuknya beragam,
berikut gambarnya,
a. Cil
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

b. Cil Terbalik

c. Inklusi Terak

d. Inklusi Pasir

8. Deformasi
Cacat deformasi dikarenakan perubahan bentuk coran selama pembekuan akibat gaya
yang timbul selama penuangan dan pembekuan. Bentuk dari cacat deformasi, berikut
gambarnya,

a. Membengkak

b. Pergeseran

c. Perpindahan Inti
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

d. Pelenturan

9. Cacat – cacat tak tampak

Cacat-cacat tak tampak merupakan cacat coran yang tidak dapat dilihat oleh mata. Cacat-
cacat ini berada dalam coran sehingga tidak kelihatan dari permukaan coran. Salah satu
bentuk cacat tak tampak adalah cacat struktur butir terbuka. Cacat ini akan membentuk
seperti pori-pori dan kelihatan setelah dikerjakandengan mesin. Bentuk cacat struktur butir
terbuka dapat dilihat pada gambar berikut :

 Macam-macam Pengecoran Logam


1. Permanent Mold Casting

Jenis pengecoran ini , cetakannnya dapat dipakai berulang kali (terbuat dari logam dan
grafit). Pengecoran ini dikhususkan untuk pengecoran logam non ferrous dan paduan.
Kualitas pengecoran ini tergantung dari kualitas mold, umumnya dikerjakan dengan
machining untuk mendapatkan kualitas yang bagus maka dikerjakan dengan proses
machining yang memiliki keakuratan yang tinggi. Berikut gambarnya,
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

2. Centrifugal Casting

Prinsip: Menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang berputar dan akibat gaya
centrifugal logam cair akan termampatkan sehingga diperoleh benda kerja tanpa cacat.

Pengecoran ini digunakan secara intensif untuk pengecoran plastik , keramik, beton dan
semua logam. Berikut gambarnya,

3. Investment Casting

Proses pengecoran dengan pola tertanam dalam rangka cetak , kemudian pola
dihilangkan dengan cara pemanasan sehingga diperoleh rongga cetak. Pola biasanya
terbuat dari lilin (wax) , plastik atau mateial yang mudah meleleh . Pengecoran ini sering
juga disebut WAX LOST CASTING. Proses Pengecoran ini Dibagi 2 Macam:

A. Investment Flask Casting

B. Investment Sheel Casting


Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Prosedur Investment Casting:

a. Membuat Master Pattern

b. Membuat Master Die

c. Membuat Wax Pattern 4

d. Melapisi Wax Pattern

e. Mengeluarkan Wax Pattern dari Mold

f. Preheat Mold

g.Menuangkan logam cair

h. Mengeluarkan Produk

Proses yang termasuk juga Investment Casting adalah FULL MOLD PROCESS atau
LOST FOAM PROCESS. Bahan Pattern biasanya Expanded Polystyrene.

4. Die Casting

Proses ini mempergunakan tekanan dalam memasukkan logam cair ke dalam rongga
cetakan dan dengan dibawah tekanan dibiarkan membeku .
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Die Casting umumnya untuk logam non Ferrous dan paduan . Die biasanya terbuar dari
baja yang dikeraskan.

Berdasarkan prosesnya , Die Casting dapat dikelompokkan 2 jenis:

a. Hot Chamber Die Casting

b. Cold Chamber Die Casting

a. Hot Chamber Die Casting

Pada proses ini , tungku pencair logam jadi satu dengan mesin cetak dan silinder
injeksi terendam dalam logam cair. Silinder injeksi digerakkan secara pneumatik atau
hidrolik. Pada umumnya Die Casting jenis ini hanya cicik untuk deng, timah putih, timbal
dan paduannya. Pada mesin ini mempunyai komponen utama : silinder plunger , leher angsa
(goose neck) dan nozzle. Logam cair ditekan ke dalam rongga cetakan dengan tekanan tetap
dipertahankan salama pembekuan terjadi. Leher angsa yang terendam logam cair sewaktu
plunger pada kedudukan teratas . Kemudian logam cair diinjeksikan ke rongga cetakan
dengan amat cepat.

b. Cold Chamber Die Casting

Pada mesin cetak ini, tungkunya terpisah dari mesinnya. Mesin membutuhkan tekanan
yang lebih besar untuk menutup cetakan dan pengisian rongga cetakan.

M = Massa Benda Coran

N = Jumlah Produk Yang DiproduksiW=M[1+(N-1)(1-0.3 x o.95) + 0.3 x 0.05]

W=200 [ 1+(3000-1)(1-0.285) +0.015]

W=429.060 gram

Jadi total aluminium yang harus disediakan 429,06 kg

Cara kerja mesin ini, dimulai dari pencairan logam cair kemudian dituangkan ke dalam
plunger yang berdekatan dengan cetakan, baru dilakukan penekanan secara hidrolis . Proses
ini biasanya cocok untuk logam-logam yang memiliki temperatur leleh tinggi, misalnya
aluminium dan magnesium.

5. Injection Molding
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Perbedaan dengan Die Casting adalah cara material diumpankan dan msuk ke rongga
cetakan Injection molding dikhususkan untuk material non logam , mis gelas, plastik dan
karet. Butiran plastik dimasukkan dalam hopper kemudian feed screw butiran plastik
dipanaskan oleh elemen pemanas kemudian pada waktu sampai di nozzle sudah berupa cairan
plastik dan cairan plastik ditekan masuk ke rongga cetakan . Die pada injection casting
dilengkapi dengan sistem pendingin untuk membentu proses pembekuan (solidifikasi).

6. Blow Molding

Proses ini digunakan untuk produk plastik, gelas dan karet , seperti botol plastik, gelas
minuman, nipple karet, gelas kendi , dsb.

Proses ini diawali dengan pembuatan parison (gumpalan cair dalam bentuk penampang pipa)
dan dimasukkan ke mesin cetak tiup . Kemudian udara ditiup masuk melalui lubang
penampang pipa, karena desakan udara maka gumpalan tadi akan menyesuaikan dengan
bentuk cetakan dan dibiarkan sampai menjadi padat.
Nama : Muhammad Salim Taufiqurrahman
NIM : 18/428948/TK/47450

Anda mungkin juga menyukai