Nama : Paula Chatarina Dericci
NIM : 2305116146
Kelas : PGSD E 2023
Mata Kuliah : Media Pembelajaran
Tugas : Pengembangan Materi Pertemuan 1 - 7 ( Rangkuman )
PERTEMUAN 1
( Kontrak Perkuliahan )
Di pertemuan ini dosen menjelaskan kontrak perkuliahan kepada mahasiswa yang
berisi RPS ( CPMK, Deskripsi Mata Kuliah, Bahan Kajian/Materi Pokok, Referensi/
Pustaka, RTM, Penilaian, dll ) lalu menjelaskan tentang Handout ( Jadwal, Infomasi
Pertemuan, Bahan Kajian/Materi Pokok, Aturan/Etika Dalam Perkuliahan, dll ).
PERTEMUAN 2
( Konsep Dasar Media Pembelajaran )
1. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyampikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat
merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar. Agar suatu proses dalam
pembelajaran berhasil dengan baik, maka siswa sebaiknya diajak untuk
memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berupaya untuk menampilkan
rangsangan (stimulus) yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin
banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi
semakin besar kemungkinan informasi tersebut dapat dimengerti dan dapat
dipertahankan dalam ingatan. Dengan demikian, siswa diharapakn akan dapat
menerima dan menyerap dengan mudah dan baik pesan-pesan dalam materi yang
disajikan. Sebuah media dalam proses belajar mengajar sangat dibutuhkan dan
berperan penting agar suatu pembelajaran berjalan dengan baik, efektif, dan
efesien. Seorang guru harus bisa memilih media pembelajaran yang cocok untuk
siswa agar materi ajar atau pelajaran bisa di pahami dan di serap siswa dengan
baik.
2. Tujuan Media Pembelajaran
1. Memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep,
prinsip, dan ketrampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat
menurut sifat bahan ajar.
2. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih
merangsang minat dan motivasi peserta didik untuk belajar
3. Menumbuhkan sikap dan ketrampilan tertentu dalam teknologi karena peserta
didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu.
4. Menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik.
5. Memperjelas informasi atau pesan pembelajaran.
6. Meningkatkan kualitas belajar mengajar.
3. Fungsi Media Pembelajaran
Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat
dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun
dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi
harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-
prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Di samping
menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang
menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorangan siswa.
4. Jenis - jenis Media Pembelajaran
1. Dilihat dari jenisnya :
- Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara,
seperti: radio, cassette recorder, piringan hitam.
- Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan.
- Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsure
gambar.
2. Dilihat dari daya liputnya, media oleh Syaiful Bahri,dkk. dalam buku Strategi
Belajar Mengajar, dibedakan:
- Media dengan daya liput yang luas dan serentak
- Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat.
- Media untuk pengajaran individual
3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dibagi dalam:
- Media sederhana adalah media yang bahan dan alat pembuatannya mudah
diperoleh dan harganya murah. Cara pembuatannya mudah dan penggunaannya
tidak sulit.
- Media kompleks adalah bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta
magal harganya, dan penggunaannya pun memerlukan ketrampilan yang
memadai.
5. Manfaat Media Pembelajaran:
1. Meningkatkan Daya Tarik dan Motivasi Belajar
2. Mempermudah Pemahaman Konsep
3. Meningkatkan Retensi dan Daya Ingat Siswa
4. Menyesuaikan dengan Gaya Belajar Siswa
5. Meningkatkan Interaksi dan Partisipasi Siswa
6. Mempercepat Proses Pembelajaran
7. Memfasilitasi Pembelajaran Mandiri
8. Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
PERTEMUAN 3
( Landasan Dan Teori Penggunaan Media Pembelajaran )
Landasan filosofis menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran harus
memperhatikan interaksi pembelajaran dengan siswa. Media tidak seharusnya
menjadikan siswa terasa seperti robot, tetapi sebaliknya, teknologi harus memberikan
pilihan belajar yang sesuai karakter siswa. Guru harus menganalisis kebutuhan siswa
agar pembelajaran tetap bersifat manusiawi.
Dalam landasan psikologis, dijelaskan bahwa belajar melibatkan semua aspek
kepribadian siswa. Setiap siswa memiliki cara belajar yang unik, dan media
pembelajaran harus dipilih berdasarkan karakteristik tersebut. Misalnya, siswa yang
visual memerlukan rangsangan visual, sementara siswa auditif harus mendapatkan
rangsangan suara.
Landasan empiris menunjukkan hubungan antara penggunaan media
pembelajaran dan karakteristik peserta didik yang berdampak pada hasil
belajar. Media harus disesuaikan dengan gaya belajar siswa, yang dapat dikategorikan
menjadi visual, auditori, dan kinestetik. Dengan pemahaman ini, guru dapat
merencanakan pembelajaran yang lebih efektif.
Dalam landasan teknologi, media pembelajaran harus memudahkan proses
belajar. Ahli teknologi mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi
kebutuhan siswa, serta mendukung penggunaan media yang sesuai dengan
karakteristik mereka.
Media pembelajaran sendiri adalah alat yang menyampaikan pesan
pembelajaran. Media ini harus meningkatkan efektivitas komunikasi antara pengajar
dan siswa. Ada berbagai media yang dapat digunakan, seperti buku, video, gambar,
dan lain sebagainya. Media pembelajaran penting dalam menciptakan pengalaman
belajar yang menarik dan efektif.
Kesimpulannya, penggunaan media pembelajaran harus didasarkan pada prinsip-
prinsip psikologis, pedagogis, teknologis, dan sosiokultural. Penting bagi guru untuk
memahami gaya belajar siswa dan memilih media yang sesuai agar proses
pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Saran diberikan agar guru dapat
memadukan berbagai jenis media untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang
beragam.
PERTEMUAN 4
( Jenis - jenis Dan Dasar Pemilihan Media Pembelajaran )
Beberapa istilah terkait media pembelajaran seperti alat peraga, media
pembelajaran, sumber belajar, dan bahan pembelajaran sangat penting dalam sistem
pembelajaran. Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran yang
memungkinkan siswa berinteraksi dengan materi. Menurut AECT, media adalah
semua bentuk yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Media pembelajaran,
menurut Adam, adalah semua aspek fisik dan teknis yang membantu guru
menyampaikan materi dengan lebih mudah, sehingga memudahkan pencapaian tujuan
pembelajaran.
Alat peraga adalah alat yang dapat menyampaikan pesan dan merangsang pikiran
serta perasaan siswa, membantu dalam proses belajar. Alat peraga bisa menggunakan
bahan bekas yang unik dan murah, memudahkan dalam proses belajar baik di dalam
maupun di luar kelas. Dalam konteks media pembelajaran, media berfungsi sebagai
sarana penyalur informasi yang membuat pembelajaran lebih menarik dan
menyenangkan. Media audiovisual saat ini banyak digunakan untuk meningkatkan
kualitas belajar mengajar.
Sumber belajar mencakup semua hal di sekitar siswa, termasuk data, manusia,
dan benda, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Sumber belajar sangat
membantu siswa baik secara terencana maupun tidak, dalam mencapai tujuan
pembelajaran. Bahan ajar adalah materi yang disusun sistematis untuk digunakan
dalam proses pembelajaran dengan tujuan tertentu.
Hubungan antara alat peraga, media pembelajaran, sumber belajar, dan bahan
pembelajaran sangat erat. Sumber belajar adalah data yang digunakan oleh peserta
didik, sedangkan alat peraga mempermudah pemahaman konsep yang abstrak menjadi
lebih konkret. Pemilihan media harus didasarkan pada kriteria tertentu seperti
efisiensi, relevansi, dan produktivitas untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam pemilihan media pembelajaran, beberapa kriteria yang perlu
dipertimbangkan termasuk tujuan penggunaan, sasaran pengguna media, karakteristik
media, waktu, dan biaya. Tujuan penggunaan media harus jelas, dengan
memperhatikan karakteristik siswa dan cara media akan digunakan. Media juga harus
relevan dan mudah diperoleh, serta biaya yang harus dikeluarkan harus sebanding
dengan manfaat yang diperoleh.
Media pembelajaran dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan
berbagai karakteristik. Menurut Seels dan Richey, media ini dibagi menjadi media
hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio visual, media teknologi berbasis
komputer, dan media gabungan. Selain itu, media juga dapat dibedakan menjadi
berbasis manusia, cetak, visual, audio visual, dan komputer.
Pemilihan media yang tepat sangat penting bagi guru untuk mendukung proses
belajar. Pengklasifikasian media dapat membantu guru memilih media yang sesuai
dengan tujuan dan karakteristik siswa. Media harus disesuaikan dengan kebutuhan
belajar siswa agar meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
Akhirnya, berbagai klasifikasi media pembelajaran mengingatkan para guru
untuk mempertimbangkan kebutuhan siswa dalam pemilihan media. Dengan
pemahaman klasifikasi ini, guru dapat memilih media yang efektif untuk mencapai
tujuan pembelajaran dengan cara yang maksimal.
PERTEMUAN 5
( Urgensi Pengembangan Media Pembelajaran, Prosedur, dan Evaluasinya )
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari
pengirim ke penerima yang dapat merangsang pemahaman, perhatian, dan minat
siswa, sehingga proses belajar terwujud dengan efektif. Proses pendidikan serupa
dengan komunikasi yang melibatkan komponen seperti sumber pesan, isi pesan,
penerima pesan, media, dan umpan balik. Interaksi antara pengalaman baru dan yang
sudah ada membantu dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Bruner
menjelaskan tiga tingkatan belajar: pengalaman langsung, pengalaman piktorial, dan
pengalaman abstrak. Untuk belajar dengan sukses, siswa sebaiknya memanfaatkan
semua alat indera mereka. Semakin banyak indera yang digunakan, semakin besar
kemungkinan mereka memahami dan mengingat informasi.
Stimulasi visual, seperti gambar, dapat meningkatkan hasil belajar, sementara
stimulasi verbal lebih efektif untuk pembelajaran yang membutuhkan urutan. Ini
mendukung hipotesis koding ganda yang menyatakan adanya dua sistem memori
manusia. Memanfaatkan beberapa indera dalam pembelajaran akan meningkatkan
pemahaman siswa. Dale’s Cone of Experience menggambarkan tingkatan pengalaman
dari yang konkret hingga yang abstrak, menekankan pentingnya pengalaman langsung
untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam.
Menurut Levie dan Lentz, media pendidikan memiliki fungsi atensi, afektif,
kognitif, dan kompensatoris. Fungsi atensi menarik perhatian siswa agar fokus, fungsi
afektif menggugah emosi siswa, fungsi kognitif membantu dalam memahami
informasi, dan fungsi kompensatoris mendukung siswa yang memiliki kesulitan
belajar. Media pembelajaran juga harus dapat memotivasi siswa. Untuk mencapai
tujuan informasi, media harus menyajikan informasi dengan cara yang menarik.
Dalam pengembangan media pembelajaran, terdapat dua model, yaitu model 4D
dan model ADDIE. Model 4D terdiri dari Define, Design, Development, dan
Dissemination, yang mengarah pada analisis kebutuhan dan perancangan
produk. Sementara model ADDIE terdiri dari Analysis, Design, Development,
Implementation, dan Evaluation, yang lebih lengkap dan rasional untuk merancang
sistem pembelajaran.
Saat membuat media pembelajaran, langkah-langkahnya meliputi analisis
kebutuhan siswa untuk memahami kesenjangan antara kemampuan yang diinginkan
dan yang dimiliki saat ini, merumuskan kompetensi dan indikator hasil belajar, serta
mengembangkan alat ukur keberhasilan. Media harus disesuaikan dengan
karakteristik dan kebutuhan siswa agar efektif. Evaluasi media pembelajaran penting
untuk menilai kualitas dan efektivitasnya, yang dilakukan melalui evaluasi formatif
dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama pengembangan untuk memperbaiki
produk, sementara evaluasi sumatif dilakukan setelah implementasi untuk mengukur
kontribusi media terhadap tujuan pembelajaran. Kualitas media dinilai berdasarkan
isi, instruksional, dan teknis untuk memastikan bahwa media dapat digunakan secara
efektif.
Dengan demikian, media pembelajaran yang baik harus memenuhi standar
kualitas dan dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa dengan memberikan
informasi yang efektif dan mendorong keterlibatan serta partisipasi siswa.
PERTEMUAN 6
( Menciptakan Karya Media Pembelajaran Sesuai Tahapan Pengembangan )
Dalam pertemuan ini dosen menjelaskan tentang tugas atau proyek yang akan
diberikan yaitu menciptakan karya media pembelajaran kepada mahasiswa dengan 1
kelompok berisikan 3 orang, dalam petemuan mahasiswa diminta untuk memilih
media pembelajaran apa yang akan di ciptakan dan diberikan kepada dosen.
PERTEMUAN 7
( Menciptakan Karya Media Pembelajaran Sesuai Tahapan Pengembangan
( lanjutan ))
Dalam pertemuan ini dosen meminta agar semua tugas proyek yang telah
diberikan dikumpulkan, dikonfimasi dan di tetapkan untuk ditampilkan atau di
simulasikan pada minggu depan dengan maksimal waktu 20 menit perkelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Juhaeni, ( 2020 ). “ Konsep Dasar Media Pembelajaran “. Journal Of Islamic
Education At Elementary School, Vol. 1 ( no. 1 ), 34 - 43