MAKALAH
MEDIA PEMBELAJARAN
PERBEDAAN MEDIA BELAJAR, BAHAN AJAR DAN SUMBER BELAJAR
Disusun oleh : Kelompok 8
: Tri purnama putra
: suri putri bilqis
: sumiyati
: rey febryan
Dosen Pengampu : Baiq yuliatin ihsani, M.Pd
PROGRAM STUDI PGSD
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
TAHUN AJARAN 2022
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran tuhan yang maha esa atas
segala rahmat sehingga penulisan makalah yang berjudul “Perbedaan Media
Belajar, Bahan Ajar dan Sumber Belajar” dapat terselesaikan dengan baik.
kami menyadari bahwa dalam tulisan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan, demi perbaikan di masa yang akan datang.
kami juga mohon maaf atas segala kekeliruan baik yang di sengaja maupun tidak
disengaja.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga laporan ini bermanfaat
bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Mataram, 21 April 2022
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berbicara pembelajaran maka yang menjadi sorotan dan orientasi yang
utama tertuju pada kualitas pesertadidik sebagai output dalam proses
pembelajaran. Pemberlajaran khususnya di Indonesia masih dipandang rendah
pola pembelajrannya dibandingkan dengan negara-negara maju, kita sebut Negara
Malaysia yang dulu mereka banyak berguru di Indonesia, namun saat sekarang
Malaysia jauh lebih maju sentor pembelajarannya di banding Negara kita. Bahkan
model dan teori pembelajaran mereka jauh lebih unggul telah menggunakan
model-model yang variatif dalam proses belajar mengajarnya.
Indonesia khususnya pendidikan dan pembelajarannya masih dipandang
rendah, kualitas tenaga pendidikan masih sangat minim, sehingga output yang di
hasilkan pun hanya bentuk pas-pasan. Contoh konkritnya yang dapat kita saksikan
adalah kurangnya minat literasi bagi para tenaga pengajar, bukan hanya pada
pendidik di Sekolah Dasar misalnya pada pendidikan tingkat tinggi pun masih
sangat minim dosen dalam membuat karya yang berasal dari hasil pemikiran
mereka masing-masing, tentunya ini dipengarungi oleh zaman, zaman sekarang
segalanya bersifat instant sehingga para pendidik hanya bermasa bodoh untuk
dapat menciptakan dan menuah karya.
Pengertian belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap
individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk
pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari
berbagai materi yang telah dipelajari. Dalam kegiatan penyusunan perangkat
pembelajaran Sering dijumpai istilah bahan ajar ataupun sumber belajar , sepintas
kedua istilah tersebut sering di anggap memiliki pengertian yang sama. Terdapat
dua istilah yang sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya
memiliki pengertian yang sedikit berbeda. Media pembelajaran bisa berupa fisik
seperti alat peraga, buku dan lainnya. Media pembelajaran juga bisa berupa non
fisik seperti suara dan vidio. Sedangkan sumber belajar adalah seluruh sumber
yang bisa digunakan untuk mendapatkan materi atau data dalam rangka proses
mencapai tujuan dan pembelajaran. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan
terlebih dahulu tentang pengertian media pembelajran, sumber belajar dan bahan
ajar.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2. Apa yang dimaksud dengan bahan ajar?
3. Apa yang dimaksud dengan sumber belajar?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari media pembeajaran
2. Mengetahui pengertian dari bahan ajar
3. Mengetahui pengertiuan dari sumber belajar
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Media Pembelajran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyampaikan informasi pelajaran kepada peserta didik dan dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar. Hal ini didukung dengan menurut Arsyad (2015:10),
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat
merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar. Menurut Karim (2014:7),
media pembelajaran adalah suatu perentara yang menghubungkan si penyampai
pesan dengan si penerima pesan , dalam hal ini pesan berupa materi pembelajaran
untuk mencapai suatu tujuan dalam hal yang berhubungan dengan program
pendidikan.
Pengertian media mengarah pada sesuatu yang dapat meneruskan
informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media
merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan menyampaikan pesan atau
informasi (AECT dalam Arsyad, 2011). Masih dari sudut pandang yang sama,
Kemp dan Dayton (1985:3), mengemukakan bahwa peran media dalam proses
komunikasi adalah sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan
dari pengirim (sender) kepada penerima pesan atau informasi (receiver) (Kartika,
2008). Sejalan dengan hal tersebut Munadi (2012) menyatakan bahwa “media
merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari
sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di
mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif”
media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk
menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape
recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto
gambar, grafik, televisi, dan komputer. Media pembelajaran adalah semua alat
(bantu) atau benda yang digunakan dalam pembelajaran, dengan maksud untuk
menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (pendidik maupun
sumber lain) kepada penerima (peserta didik). Secara umum media pembelajaran
memiliki peran sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan pembelajaran agar tidak terlalu bersifat
verbal.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra.
3. Penggunaan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat
mengatasi sikap pasif peserta didik.
4. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi konkret.
5. Memberikan stimulus dan rangsangan kepada peserta didik untuk belajar
secara aktif.
6. Dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat
meningkatkan prestasi belajar.
Secara umum media pembelajaran dapat dikelompokan menjadi empat yaitu:
1. Media Visual, yaitu suatu jenis media yang semata-mata hanya
memanfaatkan indera penglihatan peserta didik untuk menyampaikan
pesan pembelajaran. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran
ini tergantung dari kemampuan penglihatan peserta didik. Sebagai contoh:
media cetak, seperti buku, modul, jurnal, poster, dan peta; model seperti
globe bumi dan miniatur; dan media realitas alam sekitar.
2. Media Audio, yaitu jenis media pembelajaran dengan hanya melibatkan
indera pendengaran peserta didik. Pesan dan informasi yang diterimanya
adalah berupa pesan verbal seperti bahasa lisan dan pesan nonverbal dalam
bentuk bunyi-bunyian, musik, dan bunyi tiruan.
3. Media audio-visual, adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran dengan melibatkan indera penglihatan dan indera
pendengaran dalam suatu proses atau kegiatan. Pesan dan informasi yang
dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan
nonverbal yang mengandalkan baik penglihatan maupun pendengaran.
Sebagai contoh film, program TV dan video.
a. Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat praktis penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar menurut Kustandi dan Sutjipto (2013:23) :
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi
sehingga dapat melancarkan serta meningkatkan hasil belajar.
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian
siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi langsung
antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar
sendiri sesuai kemampuan dan minatnya.
3. Media pembelajaran juga dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan
waktu.
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada
siswa tentang peristiwa-peristwa yang terjadi dilingkungan mereka, serta
memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung antara siswa dengan
guru, masyarakat dan lingkungannya.
Media pembelajaran dapat meningkatkan proses dan hasil pengajaran
adalah tentang taraf berfikir siswa. Hal tersebut juga sejalan dengan teori
perkembangan mental Piaget, yang menambahkan bahwa terdapat tahap
perkembangan mental seorang individu. Tahap manusia berfikir mengikuti tahap
perkembangan berfikir dari kongkrit menuju abstrak. Pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan dan bahkan
pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
b. Fungsi Media Pembelajaran
Media berfungsi untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat
dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental, maupun
dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi
harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-
prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Disamping
menyenangkan media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang
menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorangan siswa (Arsyad, 2014:25).
Hamalik (Arsyad, 2014:19-20) mengemukakan bahwa pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan
bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu
keefektifan pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.
Selain membangun motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat
membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik
dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi
Menurut Asyhar (2010:34-35) media pembelajaran tidak sekedar menjadi
alat bantu, melainkan juga merupakan suatu strategi dalam pembelajaran. Sebagai
strategi media pembelajaran memiliki banyak fungsi salah satunya media sebagai
sumber belajar, media pembelajaran sebagai sumber informasi atau pengetahuan
bagi peserta didik dan juga media pembelajaran sebagai sumber belajar
merupakan suatu komponen sistem pembelajaran yang meliputi pesan, orang,
bahan, alat, teknik dan alat yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
c. Prinsip Media Pembelajaran
Dalam menentukan maupun memilih media pembelajaran tentunya harus
mempertimbangkan beberapa prinsip sebagai acuan dalam mengoptimalkan
proses pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya adalah:
1. Efektifitas
Pemilihan media pembelajaran harus berdasarkan pada ketepatgunaan
(efektivitas) dalam pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran atau
pembentukan kompetensi. Pendidik harus dapat berusaha agar media
pembelajaran yang diperlukan untuk membentuk kompetensi secara
optimal dapat digunakan dalam pembelajaran.
2. Relevansi
Kesesuaian media pembelajaran yang digunakan dengan tujuan,
karakteristik meteri pelajaran, potensi dan perkembangan siswa, serta
dengan waktu yang tersedia.
3. Efisiensi
Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus benar-benar
memperhatikan bahwa media tersebut murah atau hemat biaya tetapi dapat
menyampaikan inti pesan yang dimaksud, persiapan dan penggunaanya
relatif memerlukan waktu yang singkat, kemudian hanya memerlukan
sedikit tenaga.
4. Dapat digunakan
Media pembelajaran yang dipilih harus benar-benar dapat digunakan atau
diterapkan dalam pembelajaran, sehingga dapat menambah meningkatkan
kualitas pembelajaran.
5. Kontekstual
Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus mengedepankan
aspek lingkungan sosial dan budaya dengan mempertimbangkan aspek
pengembangan pada pembelajaran life skills.
Menurut Arsyad (2006:75) beberapa kriteria yang harus diperhatikan
dalam pemilihan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan
intruksional yang telah ditetapkan secara umum mengacu kepada salah
satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor.
2. Tepat untuk mendukung pembelajaran yang sifatnya fakta, konsep,
prinsip, atau generalisasi. Agar dapat membantu proses pembelajaran
secara efektif, media
harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan
kemampuan mental siswa.
3. Praktis, luwes, dan bertahan. Media yang dipilih sebaiknya dapat
digunakan di mana pun dan kapan pun dengan peralatan yang tersedia di
sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemana-mana.
4. Guru terampil menggunakannya. Apapun media itu, guru harus mampu
menggunakannya dalam proses pembelajaran.
5. Pengelompokkan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar
belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau
perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok
sedang, kelompok kecil, dan perorangan.
6. Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus
memenuhi persyaratan teknis tertentu.
2.2. Sumber Belajar
Secara umum pengertian sumber belajar adalah semua bahan yang dapat
memberikan informasi baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dipakai
peserta didik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar atau
kompetensi tertentu. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan
sebagai acuan, referensi, atau rujukan dalam pembelajaran. Sumber belajar dapat
berupa manusia dan non manusia, direncanakan (by design) dan dimanfaatkan (by
utilization), serta bahan belajar yang terpisah maupun menyatu. Dimana sumber
belajar ini sifatnya untuk mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan
belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Association of Educational communication Technology (AECT)
mendefinisikan bahwa sumber belajar sebagai semua sumber baik berupa data,
orang atau benda yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan)
belajar bagi siswa. 11 Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu
yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa dalam memperoleh sejumlah
informasi, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dalam proses belajar
mengaja.12 Dengan demikian sumber belajar merupakan segala sesuatu yang baik
yang didesain maupun menurut sifatnya dapat dipakai atau dimanfaatkan dalam
kegiatan belajar untuk memudahkan belajar siswa.
a. Macam-macam Sumber Belajar
Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT), sumber
belajar adalah semua sumber (baik berupa data, orang atau benda) yang dapat
digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi siswa. Sumber
belajar itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan/latar.
Berdasarkan asal usulnya, sumber belajar terbagi menjadi 2 yakni :
1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) yaitu
sumber belajar yang memang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran.
Contohnya adalah : buku pelajaran, modul, program audio, transparansi
(OHT).
2. Sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning
resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus
dirancang untuk keperluan pembelajaran, namun dapat ditemukan, dipilih
dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Contohnya: pejabat
pemerintah, tenaga ahli, pemuka agama, olahragawan, kebun binatang,
waduk, museum, film, sawah, terminal, surat kabar, siaran televisi, dan
masih banyak lagi yang lain.
Jenis - jenis sumber belajar pada umumnya seperti :
1. Pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan
sebagainya;
2. Orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat,
pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya;
3. Bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang
untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya;
4. Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD,
kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan
sebagainya;
5. Pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah,
simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk
shaw dan sejenisnya;
6. Lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar,
toko, museum, kantor dan sebagainya.
b. Manfaat Sumber Belajar
Manfaat sumber belajar antara lain meliputi:
1. Memberikan pengalaman belajar secara langsung dan konkret kepada
pesert didik
2. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi atau
dilihat secara langsung dan konkret
3. Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam
kelas
4. Dapat memberi informasi yang akurat dan terbaru
5. Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan (instruksional) baik
dalam lingkup mikro maupun makro
6. Dapat memberi informasi yang positif, apabila diatur dan direncanakan
pemanfaatannya secara tepat
7. Dapat merangsang untuk berpikir, bersikap dan berkembang lebih lanjut.
c. Fungsi Sumber Belajar
1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
Mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu
secara lebih baik; dan
Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih
banyak membina dan mengembangkan gairah.
2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan
cara:
Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan
kemampuannnya.
3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
Merancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan
Mengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan:
Meningkatkan kemampuan sumber belajar;
Menyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
Mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan
abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit;
Memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
6. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan
informasi yang mampu menembus batas geografis.
2.3. Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah
segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa
Bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.Bahan ajar atau teaching-material,
terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan.
Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar
merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material)
yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang
akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar
memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara
runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua
kompetensi secara utuh dan terpadu.
a. Fungsi dan Klasifikasi Bahan ajar
Pemggunaan bahan ajar berfungsi sebagai:
a. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam
proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya
diajarkan kepada siswa.
b. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam
proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang
seharusnya dipelajari/dikuasainya.
c. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.