Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) : Rencana Pencegahan Penyebaran Covid-19
Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) : Rencana Pencegahan Penyebaran Covid-19
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
DAFTAR ISI
Harapan: Harapan:
~ Tidak terjadi ~ Metode kerja
kecelakaan&penyak aman terhadap
it akibat kerja lingkungan
~ Proyek tdk
dihentikan/tdk
didemo
2 Struktur Penambahan Kinerja Internal Strengt Struktur Kebutuhan : Kebutuhan :
organisasi Personil h Organisasi ~ Penambahan ~ Tidak mengganggu
keselamaran personil aktifitas
konstruksi diharapakan SMKK
dalam lebih efektif;
pekerjaan Harapan:
~ Tidak terjadi Harapan:
kecelakaan&penyak ~ Metode kerja
it aman terhadap
akibat kerja lingkungan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Tingkat
Tingkat
` perusahaa
perusahaa
n Direktur Utama
Direktur HSE
Tingkat
proyek
Kepemimpinan Pimpinan UKK
tertinggi pekerjaan
konstruksi ………………..
Keterangan :
Garis Koordinator :
Garis Komando :
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
dalam rangka pengadaan Pekerjaan " REHAB KPTU FK-KMK UGM UNIVERSITAS GADJAH MADA"
pada TPP : Tim Pemilihan Penyedia Rehab KPTU FK-KMK UGM UNIVERSITAS GADJAH MADA
berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident,
dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
`
EKO HARI WALUYO
Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
1 Pekerjaan Tertimpa Lecet Permenak - 2 2 4 Kecil Administra N/A N/A N/A N/A
Rangka dan material luka er tif
Memperhatik
Penutup sedang 01/1980 an instruksi
atap kerja dengan
cermat
Keterangan
Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan rutin dan non- rutin
Identifikasi Bahaya / Tipe : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya / tindakan bahaya sesuai dengan peraturan terkait
Kecelakaan
Dampak Bahaya : Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan tindakan bahaya
Kekerapan : Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bahaya
Keparahan :
Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Tingkat Risiko : Perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan
Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat risiko (besar,
Skala Prioritas : sedang, dan
kecil)
Perundangan atau Persyaratan Lain : Acuan dalam melakukan pengendalian risiko
Tingkat
Deskripsi Definisi
Kekerapan
• Besar kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan
5 Hampir pasti terjadi
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 2 kali dalam 1 tahun
• Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada hampir
4 Sangat mungkin terjadi semua
kondisi
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 1 tahun terakhir
• Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa
3 Mungkin terjadi kondisi tertentu
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan 2 kali dalam 3 tahun terakhir
• Kecil kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa
Kecil
2 kondisi
kemungkinan
tertentu
terjadi • Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 3 tahun terakhir
• Dapat terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi
1 Hampir tidak pernah tertentu
terjadi
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 3 tahun terakhir
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan
Lingkungan
Keparahan Manusia
Peralatan Material
(Pekerja & Masyarakat)
5 Timbulnya fatality lebih Terdapat peralatan utama Material rusak dan perlu a.Menimbulkan pencemaran udara/air/tanah
dari 1 orang meninggal yang rusak total lebih dari mendatangkan material /suara yang mengakibatkan keluhan dari pihak
dunia;atau Lebih dari 1 satu dan mengakibatkan baru yang membutuhkan masyarakat;atau
orang cacat tetap pekerjaan berhenti selama waktu lebih dari 1 b.Terjadi kerusakan lingkungan di Taman
lebih dari 1 minggu minggu dan Nasional yang berhubungan dengan flora dan
mengakibatkan fauna;atau
pekerjaan berhenti
c.Rusaknya aset masyarakat sekitar secara
keseluruhan Terjadi kerusakan yang parah
terhadap akses jalan masyarakat.
Timbulnya fatality 1 Terdapat satu Material rusak dan perlu a.Menimbulkan pencemaran udara/air/tanah /suara
4
orang meninggal peralatan utama yang namun tidak adanya keluhan dari pihak
mendatangkan material
dunia; atau 1 orang rusak total dan masyarakat;atau
baru yang membutuhkan
cacat tetap mengakibatkan
waktu 1 minggu dan b.Terjadi kerusakan lingkungan yang berhubungan
pekerjaan berhenti
mengakibatkan dengan flora dan fauna;atau
selama 1 minggu
pekerjaan berhenti
c.Rusaknya sebagian aset masyarakat sekitar
d.Terjadi kerusakan sebagian akses jalan
masyarakat
3 Terdapat insiden yang Terdapat lebih dari satu Material rusak dan perlu a.Menimbulkan pencemaran udara/air/tanah
mengakibatkan lebih dari peralatan yang rusak mendatangkan material /suara yang mempengaruhi lingkungan
1 pekerja dengan dan memerlukan baru yang membutuhkan kerja;atau
penanganan perawatan perbaikan dan waktu lebih dari 1
b.Terjadi kerusakan lingkungan yang berhubungan
medis rawat inap, mengakibatkan minggu dan tidak
dengan tumbuhan di lingkungan kerja;atau
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
kehilangan waktu kerja pekerjaan berhenti mengakibatkan c.Terjadi kerusakan akses jalan di lingkungan kerja
selama kurang dari pekerjaan
tujuh hari berhenti
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan
Lingkungan
Keparahan Manusia
Peralatan Material
(Pekerja & Masyarakat)
2 Terdapat insiden yang Terdapat satu Material rusak dan perlu a. Menimbulkan pencemaran udara/air/tanah
mengakibatkan 1 peralatan yang /suara yang mempengaruhi sebagian
Mendatangkan material
pekerja dengan rusak, memerlukan lingkungan kerja;atau
baru yang membutuhkan
penanganan perawatan
perbaikan dan waktu kurang dari 1 b. Terjadi kerusakan sebagian akses
medis rawat inap,
mengakibatkan minggu, namun tidak jalan di lingkungan kerja
kehilangan waktu kerja
pekerjaan berhenti mengakibatkan pekerjaan
selama lebih dari 1 berhenti
hari
1 Terdapat insiden yang Terdapat satu peralatan Tidak a. Tidak mengakibatkan gangguan lingkungan
penanganannya hanya yang rusak, mengakibatkan
melalui P3K, tidak memerlukan perbaikan kerusakan
kehilangan waktu kerja dan mengakibatkan material
pekerjaan berhenti
selama kurang dari
1 hari
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Keparahan
Kekerapan 1 2 3 4 5 Keterangan
1 1 2 3 4 5
1-4 : Tingkat risiko
2 2 4 6 8 10
kecil
3 3 6 9 12 15
5-12 : Tingkat risiko
4 4 8 12 16 20
sedang 15-25 :
5 5 10 15 20 25
* Risiko
1 - Memperhatikan Pekerja Harus ada Seluruh pekerja yang Tenaga Ahli Selama Komunikasi, Semua Pelaksana
instruksi kerja melaksanakan petugas yang terkait harus selalu yang pekerjaan Verbal dan tenaga kerja dan
dengan cermat ppelaksanaan memahami memperhatikan instruksi berpengalaman berlangsun Checklist melaksanaka pengawas
pekerjaan dengan benar kerja yang diberikan dalam g n instuksi
dengan hati hati tata cara melaksanakan kerja dengan
dan cermat pelaksanaan pekerjaan baik
pekerjaan
dengan benar
sebagai pemberi
instruksi
- Pekerja Seluruh APD sesuai Seluruh pekerja APD sesuai Selama Visual Semua pekerja Staff
menggunakan APD pekerja dengan standar menggunakan Alat dengan pekerjaan dan dalam keadaan pelaksana,
Lengkap berupa terludung dari dan sesuai Pelindung diri yang dapat standar berlangsun Checklist telindung dari dan seluruh
kacamata serpihan dengan melindungi dari serpihan g kecelakaan saat pekerja
material saat kebutuhan material saat bekerja bekerja
bekerja berupa kacamata
- Pekerja Seluruh pekerja APD sesuai Seluruh pekerja APD sesuai Selama Visual Semua pekerja Staff
menggunakan APD terlindung dari dengan standar menggunakan Alat dengan pekerjaan dan dalam keadaan pelaksana,
Lengkap berupa debu saat dan sesuai Pelindung diri yang dapat standar berlangsun Checklist telindung dari dan seluruh
masker bekerja dengan melindungi alat g kecelakaan saat pekerja
kebutuhan pernafasan saat bekerja bekerja
berupa masker
- Pekerja Seluruh pekerja APD sesuai Seluruh pekerja APD sesuai Selama Visual Semua pekerja Staff
menggunakan APD aman dari dengan standar menggunakan Alat dengan pekerjaan dan dalam pelaksana,
Lengkap sesuai Tertusuk Benda dan sesuai Pelindung diri yang dapat standar berlangsun Checklist keadaan dan seluruh
pekerjaan tajam Saat dengan melindungi dari luka saat g telindung dari pekerja
bekerja kebutuhan bekerja kecelakaan
saat
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
bekerja
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi
acuan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan
Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab
untuk melindungi keselamatan dan kesehatan mereka sendiri di tempat kerja sehingga
mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan berfungsinya kebijakan K3. Untuk
melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berbagai bahaya kesehatan dan
keselamatan, standar dan praktekpraktek yang relevan dengan pekerjaan mereka
C.1.1 Peralatan
a. Surat Ijin Kelaikan Operasi (SILO)
b. Sertifikat Kelaikan peralatan konstruksi lainya
c. Daftar Peralatan Utama Sesuai Dengan Dokumen Pengadaan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
C.1.2 Material
a. Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB)
b. Daftar Material Import
Nama Negara
No Spesifikasi Satuan Jumlah Harga
Barang/Uraian Asal
1
2
3
4
5
C.1.3 Biaya
Perhitungan biaya SMKK mengacu pada sub lampiran Huruf E
C.2. Kompetensi
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang
Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya Keselamatan dan
Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana produksi. Untuk
itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan,
mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.
Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan
pengembangan kompetensi SDM K3 untuk berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.
Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3
untuk tingkat utama, madya dan muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
Pada Paket pekerjaan ini Kami menyiapkan Petugas K3 dengan Sertifikat K3 yang
akan kami lampirkan dalam daftar personil berikut.
Sertifikat
No Jabatan Nama Personil Pendidikan Kompetensi Pengalaman
Kerja
1 Ahli K3 Konstruksi/ Ahli K3
Petugas Konstruksi
Keselamatan Konstruksi
2 Petugas Medis
3 Petugas P3K
5 Pemberi aba-aba
(flagman)
6 Petugas
keamanan(scurity)
7 Supervisor
perancah/teknisi
perancah (Scafolding)
8 Tukang las (welder
Sertifikat
No Jabatan Nama Personil Pendidikan Kompetensi Pengalaman
Kerja
10 Operator
11 Kepala tukang/mandor
C3. Kepedulian
Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari kegiatan operasional dan bisnis perusahaan yang pelaksanaannya
merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan.
Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang
JASA KONSTRUKSI yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan
penerapan program perbaikan berkelanjutan melalui Sistem, Manajemen Kesehatan &
Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman serta
nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja.Untuk dapat memenuhi hal tersebut
maka kami berkomitmen:
1. Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpedoman pada Permen PU. Nomor:
09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU
2. Menetapkan tujuan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan
program Manajemen K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) secara berkala agar selaras,
baik dengan perkembangan kondisi perusahaan, peraturan atau standar yang berlaku
3. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan
dengan K3, serta mengintegrasikannya ke dalam semua aspek kegiatan operasi
perusahaan kami
4. Melaksanakan identifikasi bahaya seuai dengan sifat dan skala resiko K3 dalam semua
aktivitas operasi
5. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran K3
6. Menyediakan sumberdaya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistem manajemen K3
7. Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3
8. Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi kerja
9. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua
personil secara berkala
10. Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak
berbahaya, termasuk mengendalikan potensi bahaya terhadap pekerja
11. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya
12. Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan
13. Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat
dicegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
14. Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja
dapat bekerja secara aman dan selamat
15. Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya
C4. Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety talk
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
yang terdiri dari safety morning, toolbox meeting/safety briefing, HSE meeting, safety
induction dan secara
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
tertulis melalui sarana seperti spanduk, rambu, banner, billboard, sticker, pamflet,
majalah dinding, papan pengumuman, dll.
a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi (safety
induction) Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan
Konstruksi (safety induction) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Induksi
Keselamatan Konstruksi (construction safety induction) dilakukan untuk pekerja
baru/pekerja yang dipindah tugaskan, tamu, pemasok, dan pihak- pihak terkait
pada pelaksanaan pekerjaan yang akan masuk ke dalam area Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi.
Untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan mengenai
komitmen dan kebijakan keselamatan konstruksi, risiko dan bahaya yang
dihadapi dalam melakukan pekerjaan, pengendalian risiko yang dapat
dilakukan serta program penerapan SMKK pada Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi.
Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai
peraturan Keselamatan Konstruksi yang berlaku di loaksi pekerjaan,
prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, dan menjelaskan area-area yang
berbahaya.
b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari
(safety morning) Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi
hari (safety morning) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan pagi hari
(safety morning) diikuti oleh seluruh pekerja setiap pagi sebelum pekerjaan
dimulai untuk menyampaikan masalah-masalah tentang Keselamatan Konstruksi
secara umum pada pelaksanaan konstruksi hari itu.
c. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox
meeting) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan kelompok kerja (toolbox
meeting) diikuti oleh kelompok pekerja sebelum pekerjaan dimulai untuk
menyampaikan masalahmasalah tentang Keselamatan Konstruksi secara khusus
pada pelaksanaan konstruksi yang akan dilakukan.
d. Prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi (construction
safety meeting) Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan
Konstruksi (construction safety meeting) yang ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting) dipimpin oleh
Penanggung Jawab Keselamatan
e. Jadwal Program komunikasi
ISO 9001: 2015 mendefinisikan informasi terdokumentasi sebagai data yang diperlukan
untuk dikendalikan dan dikelola oleh organisasi,
Dalam ISO 9001:2015 dijelaskan bahwa persyaratan mengenai Informasi
Terdokumentasi adalah sbb :
1. Membuat dan memperbarui informasi didokumentasikan,
2. Dikontrol dan tersedia khususnya dan sesuai dengan yang diperlukan oleh organisasi,
3. Perlindungan yang memadai,
4. Ketentuan Distribusi yang berlaku misalnya akses, pengambilan, penggunaan, penyimpanan
5. pengendalian perubahan, retensi dan disposisi.
Pimpinan UKK
………………..
Nama Pekerja : - No :
Nama Paket Pekerjaan : PEMBANGUNAN FASILITAS KEROHANIAN Pengawas Pekerjaan :
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Tanggal Pekerjaan : - Departemen :
gambar tanah/
kerja GPR
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
[TTD]
Anggota
tim : (……………………………) (……………………………) (……………………………)
(……………………………) Pengawas
Anggota Tim:
KEHADIRAN KETERANGAN
NO NAMA DISKUSI (Menyetujui/Tidak
*Ceklis Menyetujui)
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
KEHADIRAN KETERANGAN
NO NAMA DISKUSI (Menyetujui/Tidak
*Ceklis Menyetujui)
1 Pekerja 1
2 Pekerja 2
3 Pelaksana
4 Ahli K3 Konstruksi
5 Pengawas/Pengguna Jasa
Keterangan:
* Untuk pekerjan yang memerlukan perpanjangan waktu dengan kasus yang sama dengan hasil identifikasi dan pengendalian yang
sama, maka dapat diperpanjang satu kali perpanjangan.
- Ahli Teknik terkait merupakan Ahli Teknik sesuai bidangnya/ Penanggungjawab Proses.
- Pengendalian bersifat teknis, perlengkapan APK, APD, harus berdasarkan standar dan/atau Peraturan perundangan sesuai dengan
tingkat risiko hasil identifikasi bahaya.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
• pekerjaan di ketinggian;
• pekerjaan menggunakan perancah;
• pekerjaan dengan menggunakan radiography (x-ray);
• pekerjaan bertegangan listrik (electrical work); dan/atau
• pekerjaan penggalian atau kedalaman (excavation work).
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
Pengenddalian Subkontraktor
Pengendalian Pemasok
Nilai
Jenis Periode
No Ambang Peraturan perundang - undangan
Pengukuran Pengukuran
Batas (NAB)
1 Debu 230 ug/Nm3 Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1999 24 Jam
2 Kebisingan 85 dBA Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun 24 Jam
2016
3 Getaran 5 m/detik2 Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun 8 Jam
2016
4 Pencahayaan 100 lux Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun
2016
5 Udara 65 ugram/m3 Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun
207
6 Air 5 liter Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun 1 Hari
2018
7 Gas Berbahaya 10 ppm Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun 8 Jam
2019
8 Uji Emisi 2,5 ton Peraturan Menteri LHK No.P.20 Tahun 2017
Kendaraan
Memuat daftar induk prosedur dan/atau instruksi kerja yang ditandatangani oleh Ahli
Teknik terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Seluruh
pekerjaan konstruksi dan penerapan SMKK pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus
memiliki prosedur dan/atau petunjuk kerja yang telah ditandatangani. Prosedur dan/atau
instruksi kerja sekurang-kurangnya memuat dokumen sebagai berikut:
Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung
Jawab
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Konstruksi /Wakil
Manajemen
Prosedur dan/atau Penanggung
petunjuk kerja pengelolaan Jawab
Tata Graha Keselamatan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
c. Audit
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja audit internal yang ditandatangani oleh ahli
terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil Manajemen. Audit
internal dilakukan dan ditetapkan secara berkala oleh Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
dengan melibatkan auditor independen. Audit internal dilakukan sekurang-kurangnya 1 kali
dalam 1 Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dan/atau untuk pekerjaan konstruksi tahun
jamak mengikuti peraturan perundangan yang berlaku. Jadwal Inspeksi dan Audit Memuat
jadwal pelaksanaan inspeksi, patrol keselamatan konstruksi dan audit.
Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6
1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi √ √ √ √ √ √
2 Patroli Keselamatan Konstruksi √ √ √ √ √ √
3 Audit internal √ √ √ √ √ √
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Aktivitas/
Parameter Peraturan Penanggung Prosedur/Instruksi
No. Kondisi Lokasi Frekuensi
Pantau/Ukur Terkait Jawab Kerja
Peralatan
1. Upaya Kualitas PP RI Area 1 tahun Petugas
pemantauan udara No.41/199 proye sekali Keselamata
lingkungan ambien SO2, 9 k dan selama n
NO2, CO, lapangan tahap Konstruksi
HC, konstruksi
TSP
Intensitas (Kepmenkes Area 6 bulan sekali Petugas
kebisingan <85 1405/MENKE gense selama Keselamata
dB S t tahap n
/SK/XI/2002) konstruksi Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Hari/tanggal :
Waktu :
Tempat :
Peserta :
t t t t
1. Keterangan:
Pemeriksa (auditor) memberikan penilaian terhadap 4 (empat) uraian pada tabel di atas.
2.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
1 KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN
1.1 Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Internal
1.1.1 Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal
1.1.1.1 Terdapat daftar identifikasi isu internal
dan
eksternal yang mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan konstruksi
1.1.1.2 Daftar identifikasi isu internal dan
eksternal minimal mencakup isu,
dampak, kategori isu, jenis isu, jenis
SWOT, sumber isu, keinginan
dan harapan (internal dan eksternal)
1.1.1.3 Daftar identifikasi isu internal dan
eksternal ditandatangani oleh ahli
teknik terkait dan
penanggung jawab keselamatan
konstruksi
1.1.2 Organisasi Pengelola SMKK
1.1.2.1 Terdapat bagan struktur organisasi
yang dapat menjelaskan hubungan
koordinasi antara Pelaksana
Konstruksi, Kantor Pusat
dan pengelola SMKK.
1.1.2.2 Jabatan pada bagan struktur
organisasi terdapat Direktur Utama,
Direktur HSE, Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi dan/atau
Pimpinan UKK, dan ahli teknik
terkait
1.1.2.3 Masing-masing jabatan dilengkapi
dengan Tugas dan Tanggung Jawab
terhadap
Keselamatan Konstruksi
1.1.2.4 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja yang menggambarkan hubungan
kerja antara Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dengan Kantor Pusat
Penyedia Jasa yang sekurang-
kurangnya meliputi:
1. Tugas, tanggung jawab dan
wewenang Tim Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dan Kantor Pusat
Penyedia Jasa;
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
Konstruksi pada pimpinan
puncak Penyedia Jasa di
Kantor Pusat;
4. Kendala yang dihadapi terkait
pelaksanaan pekerjaan khususnya
terkait masalah Keselamatan
Konstruksi dan alternatif solusi
pemecahan masalah tersebut yang
membutuhkan bantuan dukungan
dari pimpinan puncak Penyedia
Jasa di Kantor Pusat.
1.1.2.5 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
ditandatangani oleh Direktur Utama
Penyedia
Jasa
1.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi
1.2.1 Terdapat komitmen keselamata konstruksi
1.2.1.1 Isi komitmen setidaknya mencakup:
1. Memenuhi ketentuan
Keselamatan Konstruksi
2. Menggunakan tenaga kerja
kompeten bersertifikat,
3. Menggunakan peralatan yang
memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang
memenuhi standar mutu,
5. Menggunakan teknologi yang
memenuhi standar kelaikan,
6. Melaksanakan SOP (Standar Operasional
Prosedur), dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen
biaya SMKK.
1.2.1.2 Komitmen ditandatangani oleh:
1. akil sah badan usaha (untuk badan
usaha yang tidak ber-KSO), atau
2. pimpinan masing-masing badan
usaha (untuk badan usaha yang
ber-KSO).
1.2.1.3 Komitmen menjadi satu kesatuan di
dalam RKK
1.2.2 Terdapat Kebijakan Keselamatan Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
1.2.2.1 Kebijakan Keselamatan Kontraksi
dibuat oleh Penyedia Jasa dan disahkan
oleh Pengguna Jasa
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
1.2.2 Tedapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja yang menggambarkan hubungan
kerja antara Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dengan Kantor Pusat
Penyedia Jasa yang sekurang-
kurangnya meliputi:
1. Tugas, tanggung jawab dan
wewenang Tim Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dan Kantor
Pusat Penyedia Jasa;
2. Hubungan kerja antara Tim
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
dan Kantor Pusat Penyedia Jasa;
3. Jadwal pelaporan kinerja
pelaksanaan pekerjaan
khususnya terkait Keselamatan
Konstruksi pada pimpinan
puncak Penyedia Jasa di Kantor
Pusat;
4. Kendala yang dihadapi terkait
pelaksanaan pekerjaan
khususnya terkait
masalahKeselamatan Konstruksi
dan alternatif solusi pemecahan
masalah tersebut yang
membutuhkan bantuan
dukungan dari pimpinan
puncakPenyedia Jasa di Kantor
Pusat.
2 PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
pelaksanaan.
2.1.2 Terdapat IBPRP
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
persyaratan pemenuhan peraturan,
pengendalian awal, penilaian tingkat
risiko (kemungkinan, keparahan, nilai
risiko, tingkat risiko), pengendalian
lanjutan, penilaian sisa risiko
(kemungkinan, keparahan, nilai risiko,
tingkat risiko), keterangan.
2.1.2.2 Tahapan aktivitas IBPRP sesuai dengan
lingkup pekerjaan
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
b. Kinerja Kesehatan Kerja
• Tidak ada Penyakit Akibat Kerja
(PAK)
c. Kinerja Pengelolaan Lingkungan
Kerja
• Tidak ada pencemaran lingkungan
d. Kinerja Pengamanan
• Tidak ada gangguan keamanan
yang
mengakibatkan
berhentinya
pelaksanaan pekerjaan
2.2.1.4 Program Umum paling sedikit mencakup:
a. Kinerja keselamatan Konstruksi
• Komunikasi:
InduksiKeselamatan
Konstruksi, Pertemuan pagi
hari, Pertemuan kelompok
kerja ,Rapat Keselamatan
Konstruksi
• Pelatihan / Sosialisasi
b. Kinerja Kesehatan Kerja
• Pemeriksaan kesehatan (awal &
berkala)
• Peningkatan kesegaran jasmani
c. Kinerja Pengelolaan Lingkungan
Kerja
• AMDAL / UKL-UPL
• Tata Graha (Housekeeping)
• Pengolahan sampah dan limbah
d. Kinerja Pengamanan
• Petugas keamanan
• Koordinasi dengan pihak terkait
2.2.2 Sasaran Khusus dan Program Khusus
2.2.2.1 Terdapat Sasaran Khusus dan
Program Khusus
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
2.3 Standar dan Peraturan Perundang-Undangan
2.3.1 Terdapat Standar dan Peraturan
Perundang- undangan
2.3.2 Format Standar dan Peraturan
Perundang- Undangan minimal memuat
pengendalian risiko, peraturan
perundangan dan persyaratan lainnya,
dan pasal sesuai dengan
pengendalian risiko
3 DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
3.1 Sumber Daya
3.1.1 Peralatan
3.1.1.1 Terdapat bukti Surat Ijin Kelaikan
Operasi (SILO) pesawat angkut dan
angkut
3.1.1.2 Terdapat bukti sertifikat kelaikan
peralatan konstruksi lainnya yang
digunakan pada
Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
3.1.1.3 Terdapat daftar peralatan utama yang Status Kepemilikan
akan digunakan pada pelaksanaan peralatan yang
pekerjaan konstruksi minimal memuat dibuktikan dengan surat
Jenis Peralatan, Merk & Tipe, Kapasitas, kepemilikan maupun
Jumlah, Lokasi, dan Status Kepemilikan surat perjanjian
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
3.1.4 Kompetensi
3.1.4.1 Terdapat daftar personel yang ikut
dalam Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi
3.1.4.2 Format Daftar Personel minimum
memuat Jabatan, Nama Personel,
Pendidikan, Sertifikat Kompetensi Kerja,
dan Pengalaman
3.1.4.3 Terdapat bukti sertifikat personel
yang terdaftar
3.1.5 Kepedulian
3.1.5.1 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja peningkatan kepedulian
Keselamatan Konstruksi.
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
3.1.6.3 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
3.1.7 Informasi Terdokumentasi
3.1.7.1 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengendalian dokumen atas
semua dokumen yang dimiliki
3.1.7.2 Terdapat Prosedur dan/atau
petunjuk kerja ditandatangani oleh
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
5 OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
5.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasi
5.1.1 Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
5.1.1.1 Terdapat struktur organisasi
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
5.1.1.2 Struktur organisasi dilengkapi dengan
tugas
dan tanggung jawab terhadap
Keselamatan Konstruksi
5.1.1.3 Terdapat Organisasi Unit Keselamatan
Konstruksi
5.1.1.4 Struktur organisasi dilengkapi dengan
tugas dan tanggung jawab
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
5.1.2.5 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
tahapan pekerjaan konstruksi
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Teknik
5.1.2.6 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja sistem permohonan izin kerja
5.1.2.7 Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem
permohonan izin kerja ditandatangani
oleh Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi
5.1.2.8 Izin kerja dilengkapi dengan:
a. analisis keselamatan pekerjaan
(AKP)/Job Safety Analysis (JSA) yang
ditandatangani oleh ahli teknik
terkait dan Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi
b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja
sistem keamanan bekerja yang
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Teknik
c. Lembar periksa yang
ditandatangani oleh petugas yang
berwenang sesuai hasil inspeksi
yang telah dilakukan
5.1.2.9 Tedapat Formulir izin kerja untuk Sekurang-kurangnya terdiri
masing- masing pekerjaan yang dari 3 rangkap
ditandatangani oleh
Unit Keselamatan Konstruksi
5.1.2.10 Terdapar prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengamanan lingkungan kerja
5.1.2.11 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengamanan lingkungan
ditandatangani oleh ahli teknik terkait dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
5.1.2.12 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja manajemen keselamatan lalu
lintas (traffic management) pada lokasi
pekerjaan yang berdampak pada
kelancaran lalu lintas
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
5.1.2.13 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengamanan lingkungan kerja
ditandatangani oleh Penanggung Jawab
KeselamatanKonstruksi dan Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
5.1.2.14 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja sistem permohonan izin
keluar/masuk barang
5.1.2.15 Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem
permohonan izin keluar/masuk barang
ditandatangani oleh ahli teknik terkait dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
5.1.2.16 Terdapat formulir izin keluar/masuk
barang
5.1.2.17 Formulir izin keluar/masuk barang
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan
Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
5.1.3 Pengelolaan Keselamatan Kerja
5.1.3.1 Terdapat prosedur/petunjuk kerja
penggunaan pesawat angkat &
angkut (alat
berat) dan peralatan konstruksi lainnya
5.1.3.2 Prosedur/petunjuk kerja penggunaan
pesawat angkat & angkut (alat berat)
dan peralatan konstruksi lainnya
ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Peralatan dan Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi
5.1.3.3 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja
sistem keamanan bekerja
berdasarkan program kerja
5.1.3.4 Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem
keamanan bekerja ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi
5.1.3.5 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD)
5.1.3.6 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
ditandatangani oleh Penanggung
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jawab
Keselamatan Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
5.1.3.7 Terdapat uraian pengendalian Menjelaskan hubungan
subpenyedia jasa dan pemasok dalam koordinasi antara
mendukung pelaksanaan kontrak subpenyedia jasa/pemasok
sesuai dengan kontrak yang telah dengan penyedia jasa dalam
disetujui rangka pengelolaan
keselamatan
kerja
5.1.3.8 Format uraian pengendalian minimal
meliputi
pengendalian subkontraktor
dan pengendalian pemasok
5.1.4 Pengelolaan Kesehatan Kerja
5.1.4.1 Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengelolaan
kesehatan kerja
5.1.4.2 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengelolaan kesehatan kerja paling
sedikit mencakup:
a. pemeriksaan kesehatan berkala,
b. pemeriksaan kesehatan khusus,
c. pencegahan penyakit menular
dan penyakit akibat kerja
5.1.4.3 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengelolaan kesehatan kerja
ditandatangani oleh ahli teknik terkait
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
5.1.5 Pengelolaan Lingkungan Kerja
5.1.5.1 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengelolaan lingkungan kerja
terkait pencegahan pencemaran
(terhadap air,
tanah, dan udara)
5.1.5.2 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengelolaan lingkungan kerja
ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
5.1.5.3 Pengukuran kondisi lingkungan
sekurang- kurangnya terdiri atas Jenis
Pengukuran, Nilai Ambang Batas (NAB),
Peraturan Perundang-
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
5.1.5.4 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengelolaan Tata Graha
(Housekeeping) terkait Program 5R
(Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin)
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
5.2.2.4 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
penyelidikan insiden ditandatangani
oleh Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
6 EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
6.1 Pemantauan dan Evaluasi
6.1.1 Inspeksi dan Audit
6.1.1.1 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja inspeksi
6.1.1.2 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
inspeksi ditandatangani oleh ahli teknik
terkait atau Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
6.1.1.3 Terdapat lembar periksa paling - Lingkup pekerjaan
minimum mencakup lembar periksa: ditandatangani oleh ahli
• lingkup pekerjaan, teknik terkait, Penanggung
Jawab Keselamatan
• pesawat angkat & angkut alat
berat (ditagging dan diisolasi) Konstruksi.
Jawab Keselamatan
Konstruksi.
- Kesehatan ditandatangani
oleh ahli terkait, Penanggung
Jawab
Keselamatan Konstruksi.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
- Keamanan/security
ditandatangani oleh ahli
terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
6.1.1.4 Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja Patroli Keselamatan
Konstruksi
6.1.1.5 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
Patroli Keselamatan Konstruksi
ditandatangani oleh ahli teknik terkait
atau Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
6.1.1.6 Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja audit internal
6.1.1.7 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
audit internal ditandatangani oleh
ahli teknik terkait atau Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
6.1.1.8 Terdapat jadwal pelaksanaan:
• inspeksi,
• patrol keselamatan konstruksi, dan
• audit
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
6.2.3 Risalah rapat tinjauan manajemen
minimal mencakup Permasalahan,
Rencana Tindak Lanjut, Target
Waktu, Status, dan
Penanggung Jawab
6.3 Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi
1) menyediakan sarana kesehatan yang memadai di lapangan, antara lain tabung oksigen,
pengukur suhu badan nir-sentuh (thennoscan), pengukur tekanan darah,stetoskop, obat-
obatan, dan petugas yang memiliki kompetensi kesehatan;
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
REHAB KPTU FK-KMK UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA