0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan37 halaman

Modul Ajar

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas X di SMKST Gabriemaumere dengan fokus pada pencemaran udara dan lingkungan. Tujuan pembelajaran mencakup identifikasi jenis pencemaran, analisis penyebab dan dampak, serta merumuskan solusi untuk masalah pencemaran. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning dan melibatkan diskusi kelompok serta presentasi.

Diunggah oleh

japroject95
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan37 halaman

Modul Ajar

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas X di SMKST Gabriemaumere dengan fokus pada pencemaran udara dan lingkungan. Tujuan pembelajaran mencakup identifikasi jenis pencemaran, analisis penyebab dan dampak, serta merumuskan solusi untuk masalah pencemaran. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning dan melibatkan diskusi kelompok serta presentasi.

Diunggah oleh

japroject95
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

Nama Penyusun : BERNADETA NONA ERNI


NIM : 23002911026
Nama Sekolah : SMKST GABRIEMAUMERE
Mata Pelajaran : PROJEK IPAS
Fase CP : E
Konten/Materi : Makluk hidup dan lingkungan / Pencemaran udara
Kelas/Semester : X MPLB

Tahun Pelajaran : 20232024

Alokasi Waktu : 90 MENIT/ 2x 45 Menit


Capaian Pembelajaran Fase E
Elemen Capaian pembelajaran

Menjelaskan Peserta didik menjelaskan fenomena-fenomena yang


fenomena secara terjadi di lingkungan sekitarnya dilihat dari berbagai
ilmiah aspek seperti makhluk hidup dan lingkungannya; zat
dan perubahannya; energi dan perubahannya; bumi
dan antariksa; keruangan dan konektivitas antar ruang
dan waktu; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi
sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan -
kesejahteraan.
Peserta didik juga mengaitkan
fenomena-fenomena tersebut dengan
keterampilan teknis pada bidang keahliannya

Menerjemahkan data 1. Mengamati


Mampu memilih alat bantu yang tepat untuk melakukan pengukuran dan
dan bukti secara ilmiah
pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari obyek yang diamati.
2. Mempertanyakan dan memprediksi
Mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara
ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan
pengetahuan baru untuk membuat prediksi.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Peserta didik merencanakan penyilidikan ilmiah dan melakukan langkah-langkah
operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan.
Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat
dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah.
4.Memproses, menganalisis data dan informasi
Menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab.
Menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai relevansi
informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan, serta
menyimpulkan hasil penyelidikan.
5.Mengevaluasi dan refleksi
Mengevaluasi kesimpulan melalui Mengevaluasi kesimpulan melalui
perbandingan dengan teori yang ada.
6. Mengomunikasikan hasil
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh termasuk di dalamnya
pertimbangan keamanan, lingkungan, dan etika yang ditunjang dengan argumen,
bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola
berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis -jenis pencemaran lingkungan
2. Peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak pencemaran udara
3. Peserta didik dapat merumuskan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungan sekitar

Indikator Keberhasilan Tujuan Pembelajaran :


Setelah menyimak video, peserta didik mampu :

1. Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis -jenis pencemaran lingkungan


2. Peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak pencemaran udara
3. Peserta didik dapat merumuskan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungan sekitar

Tujuan akir kegiatan pembelajaran


Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis pencemaran lingkungan dengan benar dan menganalisis
penyebab dan dampak pencemaran lingkungan kemudian merumuskan penyelesaian masalah
pencemaran di lingkungan sekitar.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila


1. Bernalar Kritis : Merefleksikan pemikiran dan proses berpikir dalam mengambil keputusan serta
berargumen
2. Kreatif : Memiliki kebebasan dalam berpikir untuk mendapatkan ide dalam mencari solusi permasalahan
3. Bergotong Royong : Kolaborasi dengan teman, bekerja sama dalam menghadapi sebuah
permasalahan

Kompetensi Awal
Pada akhir fase E , Peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak pencemaran udara
kemudian merumuskan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungan sekitar.

Pemahaman Bermakna

Berdasarkan definisi pencemaran lingkungan hidup yang tertera dalam (UU No. 23/1997) maka pencemaran
yang terjadi di udara atau atmosfer disebut sebagai pencemaran yang terjadi di udara atau atmosfer dinamakan
sebagai pencemaran udara (air pollution).
Pada waktu planet bumi terbentuk pertama kali, komposisi, termperatur, serta kemampuan untuk membersihkan
diri oleh atmosfer bumi berjalan dengan wajar.

Namun selama dua abad belakangan ini, terutama sejak dekade revolusi industri komposisi atmosfer berubah
menjadi sangat nyata yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Aktivitas tersebut berupa banyak macamnya seperti pembakaran minyak, penggundulan hutan, kebakaran, dan
aktivitas industri, juga pertanian.

Bahan kimia di udara yang berpengaruh negatif terhadap manusia, hewan, tanaman, barang logam, batuan, serta
meterial lain dapat dikategorikan sebagai pencemaran udara.

Ada banyak sekali bahan pencemaran udara yang terletak di dalam lapisan troposfer, namun terdapat 9 jenis
bahan pencemaran udara yang dianggap penting, antara lain :
 Oksida Karbon: karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2)
 Oksida Belerang: sulfur diokasida (SO2) dan sulfur trioksida (CO2)
 Oksida Nitrogen: nitrit oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), dan dinitrogen oksida (N2O)
 Kompenen Bahan Kimia Organik Volatill: metana (CH4), benzena (C6H6) klorofluorokarbon (CFC), serta
Kelompok Bromin
 Suspensi Partikel: debu tanah, karbon, asbes, logam berat, nitrat, sulfat, titik cairan seperti asam dulfat
(H2SO4), minyak bifenil polklorin (PBC), diokasin, serta pestisida
 Oksida Fotokimiawi: ozon, peroksiasi nitrat, hidrogen peroksida, hidroksida, formaldehid, yang berbentuk
di atmosfer oleh reaksi oksigen, nitrogen oksida, dan uap hidrokarbon di bawah pengaruh sinar matahari
 Zat Radioaktif: radon 222, iodine-131, strontium-90, plutonium-239, dan radiosotope lainnya yang masuk
ke atmosfer bumi dalam bentuk gas atau suspensi partikel
 Panas: energi panas yang dilakukan pada waktu terjadi sproses perubahan bentuk, terutama terjadi ketika
pembakaran minyak menjadi gas pada kendaraan, pribadi, pabrik, perumahan , juga pembangkit tenaga
listrik
 Suara: dihasilkan dari kenaan bermotor, pesawat, terbang, kereta api, masin industri, konstruksi, mesin
potong rumput, sirine, dan sebagainya.Selain itu banyak juga aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari
menjadi faktor rusaknya lingkungan, di antaranya :

 Penggunaan kantong plastik secara massif,


 Pembuangan sampah dan limbah deterjen ke sungai,
 Penggunaan AC berlebih,
 Pembuangan limbah elektronik yang tak sesuai aturan,
 Pembakaran hutan,
 Penggunaan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan lebih banyak polusi,
 Pembuangan limbah pabrik atau kotoran ke sungai,
 Penebangan hutan yang mengakibatkan hutan tak mampu menyerap karbon-dioksida
lebih banyak, dan lain-lain.

Pertanyaan Pemantik
1) Apakah kalian membuang sampah sudah pada tempatnya sesuai jenisnya?
2) Bagaimana kalian mananggulangi sampah?
3) Apakah yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara ?
4) Bagaimanakah cara menanggulangi pencemaran udara akibat dari asap kendaraan
bermotor ?

Model dan metode pembelajaran

Problem Based Learning , Ceramah interaktif dan Diskusi dan Presentasi kelompok ,Model
think pair share: bekerja sama untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan dari
guru

Media, Sarana dan prasarana

1.LCD Proyektor,

2.whiteboard,

3.Spidol
4.HP.

5.Laptop ,

6.Jaringan internet

Sumber belajar :
 Bahan ajar
 LKPD
 Literatur
Buku paket IPAS kelas X

Asesmen ( Penilaian )
I. Bentuk penilaian : individu dan kelompok
II. Jenis asesmen :
 Assessment as Learning/Penilaian Proses; Observasi guru melakukan pendampingan
dan penilaian saat peserta didik kerja kelompok , LKPD ( terlampir )
 Assessment for learning : tes performa ( peserta didik diminta untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompok dalam kelas )
Persiapan Pembelajaran
a. Mengolah dan memetakan hasil assesmen diagnostik berdasarkan kompetensi yang harus
dicapai
b. Merencanakan kegiatan pembelajaran melalui strategi diferensiasi proses :
Peserta didik dengan profil belajar yang berbeda-beda akan memilih sumber/bahan ajar yang
sesuai, guru akan menyiapkan berbagai gambar dan alat bantu visual serta video yang
dilengkapi dengan penjelasan lisan yang dapat diakses peserta didik
Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke 1
Kegiatan Awal (10 Menit)
a. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menyapa peserta
didik.
b. Melakukan doa bersama yang dipimpin salah seorang siswa.
c. Guru meminta peserta didik untuk merapikan tempat duduk dan membersihkan jika
terdapat sampah
d. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin kepada peserta didik
e. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan pemantik sebagai cara untuk
mengetahui kompetensi awal siswa.
1. Apakah kalian membuang sampah sudah pada tempatnya sesuai jenisnya?
2. Bagaimana kalian mananggulangi sampah?
3. Apakah yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara ?
4. Bagaimanakah cara menanggulangi pencemaran udara akibat dari asap kendaraan
bermotor ?
f. Guru melakukan asesmen diagnostik non kognitif dan kognitif di awal pertemuan.
A. Assesmen Diagnostik Non-Kognitif
ANALISIS DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
Pilihlah emoticon sesuai dengan kondisi kamu saat ini!

B. Kognitif
Pertanyaan Kemungkinan Jawaban Sko
r
Apa yang kalian Pencemaran lingkungan merupakan 4 (Sangat Baik)
ketahui tentang masuk atau dimasukannya makhluk 3 (Baik)
pencemaran hidup atau zat energi, dan atau 2 (Cukup)
lingkungan? komponen lain ke dalam 1 (Kurang)
lingkungan dan merubah kualitas lingkungan
Apa saja jenis-jenis Jenis-jenis pencemaran lingkungan yaitu 4 (Sangat Baik)
pencemaran yang 1. Pencemaran air, 3 (Baik)
kalian ketahui? 2. Pencemaran tanah, 2 (Cukup)
3. Pencemaran udara, 1 (Kurang)
4. Pencemaran suara
Apa dampak 1.
kadar oksigen (O2) semakin menipis 4 (Sangat Baik)
2.
pencemaran udara Terjadinya efek rumah kaca yang 3 (Baik)
terhadap berdampak pada peningkatan suhu 2 (Cukup)
keberlangsungan bumi. 1 (Kurang)
3.
makhluk hidup Terjadinya global warming
4.
Air menjadi tidak layak konsumsi
Bagaimana cara kita 1. Menanam pohon disekitar tempat tinggal 4 (Sangat Baik)
menanggulangi 2. Mengurangi sampah plastik 3 (Baik)
pencemaran udara ? 3. Membuat produk dari bahan-bahan 2 (Cukup)
bekas pakai 1 (Kurang)
4. Membuang sampah pada tempatnya

g. Guru memberikan sedikit gambaran tentang pencemaran udara


h. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam materi pencemaran
lingkungan

Kegiatan Inti (70Menit)


Syntax 1 Orientasi peserta didik pada masalah
 Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan Bernalar
secara berkelompok kritis
 Guru mengintruksikan peserta didik untuk TPACK
(teknologikal
mengamati permasalahan mengenai pencemaran
pedagogikal
lingkungan melalui tanyangan video dan artikel content
Link Video : knowledge)
1. https://www.youtube.com/watch?
v=jFZoBNrdixk&ab_channel=AnissaTania Anastasia
2. vidio pencemaran lingkungan sekolah dan
dampaknya - Search (bing.com)
3. https://www.youtube.com/watch?
v=hl_7BNKyjrM&ab_channel= CNNIndonesia
Artikel :
1) Hasibuan, R. (2016). Analisis dampak limbah/sampah
rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan hidup.
Jurnal Ilmiah Advokasi, 4(1), 42-52.
2) Lambonan, J. E. (2020). Penanggulangan Pencemaran
Lingkungan Laut Menurut Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2014 Tentang Kelautan. LEX ET SOCIETATIS,
8(2).
 Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bertanya
mengenai tayangan video yang belum dipahami
 Guru mendorong peserta didik untuk mempelajari dan
mengumpulkan informasi lain dari berbagai sumber untuk
mendapatkan informasi lebih mengenai ciri-ciri makhluk hidup
dan sistem pernapasan serta gangguan pernapasan pada
manusia .

Syntax 2 Mengorganisasi peserta didik


 Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok Colaboration
 Guru menjelaskan cara pengerjaan LKPD Pedagogik
knowledge
 Guru membimbing peserta didik mencari data yang diperlukan
(PK)

Syntax 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok


1. Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi dari peserta didik.
2. Guru melihat hasil pengamatan dari pekerjaan peserta PCK
didik/kelompok dan diskusi tentang apa yang sudah dicapai. pedagogikal
3. Guru memberikan bantuan terbatas, apabila ada peserta content
didik/kelompok yang mengalami kesulitan. knowledge)

Syntax 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


 Peserta didik melakukan diskusi dan menganalisis Critikal
permasalahan pada video yang telah ditayangkan thinking
 Peserta didik mendiskusikan hasil pengumpulan informasi kreatif, PCK
pedagogikal
dan memverifikasi hasil dengan data atau teori dari berbagai
content
sumber lain knowledge)
 Guru memantau dan membimbing peserta didik
menyiapkan hasil diskusi untuk dipresentasikan
Guru memberikan instruksi kepada setiap kelompok untuk
menyajikan data hasil diskusi kelompok
Syntax 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
 Peserta didik menyajikan hasil diskusi dengan presentasi di
depan kelas (beberapa kelompok) Critikal
 Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang thinking
tidak presentasi untuk menanggapi (bertanya dan kreatif, PCK
pedagogikal
berpendapat)
content
 Guru membimbing kelompok lain memberikan apresiasi knowledge)
Guru bersama peserta didik bersama sama menyimpulkan materi

Kegiatan Kegiatan Penutup PCK


Penutup (10  Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari pedagogikal
Menit)  Guru memberikan penguatan dari kesimpulan peserta didik content
knowledge)
 Guru memberikan pertanyaan terkait hasil presentasi
 Guru membantu peserta didik melakukan refleksi
pembelajaran hari ini
 Guru menyampaikan informasi pembelajaran
pertemuan selanjutnya
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa

Refleksi Peserta Didik dan Guru


a) Peserta didik melakukan refleksi terbimbing terkait materi dan proses pembelajaran
REFLEKSI
Nama Peserta Didik : ………………………….
Kelas : ………………………….

Refleksi Peserta Didik


1) Apakah kamu suka dengan kegiatan pembelajaran ini?
2) Adakah hal menarik lainnya?
3) Cara belajar yang bagaimana yang paling membantu dalam melakukan pembelajaran?
4) Kesulitan apa saja yang kamu temui dalam belajar materi perubahan lingkungan?
5) Apakah kamu menemukan kesulitan dalam memahami intruksi/perintah?
6) Bagaimana kamu dapat terus mempraktikan keterampilan ini?

b. Guru melakukan refleksi terkait proses dan hasil pembelajaran


REFLEKSI
Kelas : ……………………

Proses Pembelajaran:
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….

Hasil Pembelajaran :
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………….

Asesmen :
Dilaksanakan dalam 3 (tiga) prosedur/kegiatan dengan penjelasan berikut:
 Diagnostik
 Non-Kognitif : dilaksanakan pada awal pembelajaran dengan menayangkan emoji
ekspresi untuk mengetahui kondisi psikologi dan minat belajar.
Kognitif : dilaksanakan pada awal pembelajaran dengan memberikan beberapa pertanyaan
umum tentang pencemaran lingkungan
 Asesmen diskusi (terlampir 4)
Jenis asesmen :
 Assessment as Learning/Penilaian Proses; Observasi guru melakukan pendampingan
dan penilaian saat peserta didik kerja kelompok , LKPD ( terlampir )
 Assessment for learning : tes performa ( peserta didik diminta untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompok dalam kelas )

 Formatif
Dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan memperhhatikan keaktifan peserta
didik (terlampir)
Remedial
 Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
 Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui pembelajaran tutor sebaya dan
diakhiri dengan tes
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai
berikut:
 Peserta didik yang mencapai nilai 75<80 diberikan materi masih dalam cakupan kompetensi
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
 Peserta didik yang mencapai nilai 80<n diberikan materi melebihi cakupan kompetensi
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
Lampiran :
 Bahan ajar
 LKPD
 Media pembelaajaran
 Instrumen dan rubrik penilaian
 Asesmen formatif
 Glosarium
 Daftar pustaka
Glosarium

 Pencemaran lingkungan : sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas
toleransi ekosistem biotik
 Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat
yang dapat diterima oleh proses alam
 Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri.
 karbon monoksida (CO) dan (CO2). Gas CO2 adalah gas yang dihasilkan dari proses pernapasan makhluk
hidup, pembusukan bahan organik dan pelabukan dari batuan
 Abiotik : Komponen ekosistem dari benda mati.
 Biotik : Komponen ekosistem dari mahluk hidup.
 Biodegradable : Bahan pencemar yang dapat terdegradasi atau teruraikan.
 B3 : Limbah dari bahan berbahaya dan beracun, misalnya merkuri, timbal.
 CFC : Chloro Fluoro Carbon, atau sering disebut gas freon yang berasal dari kebocoran mesin pendingin
ruangan, kulkas, AC mobil.
 DDT 3. : Dikloro Difenil Trikloroetana, pestisida yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas
hama tanaman.
 Konservasi : Usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya alam. Pencemaran
: Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam
lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga
kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
 Vulkanik : Aktifitas gunung berapi
BAHAN AJAR
MAKLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN NYA/
PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan


yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik. Misalnya saja penggunaan kendaraan
bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi
lingkungan. Ada dua jenis bahan dalam pencemaran:

 Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke
tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya adalah kotoran manusia atau hewan dan
limbah tumbuhan.
 Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri.
Contohnya merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain.
Pencemaran lingkungan disebabkan oleh beragam faktor. Namun, faktor terbesarnya adalah manusia. Sadar
atau tidak, kita telah berkontribusi dalam proses pencemaran lingkungan. Mulai dari pertambahan jumlah
penduduk yang tak terkendali, banyaknya sumber-sumber zat pencemaran sehingga alam tak mampu
menetralisir.

Selain itu banyak juga aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari menjadi faktor rusaknya lingkungan,
diantaranya :

 Penggunaan kantong plastik secara massif,


 Pembuangan sampah dan limbah deterjen ke sungai,
 Penggunaan AC berlebih,
 Pembuangan limbah elektronik yang tak sesuai aturan,
 Pembakaran hutan,
 Penggunaan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan lebih banyak polusi,
 Pembuangan limbah pabrik atau kotoran ke sungai,
 Penebangan hutan yang mengakibatkan hutan tak mampu menyerap karbon-dioksida lebih banyak,
dan lain-lain.
Dengan adanya begitu banyak penyebab pencemaran lingkungan itu sendiri menghasilkan berbagai dampak
pula kepada lingkungan yang ada dan hal ini dilakukan analisis pada buku Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (Amdal).

Macam dan Pembagian Pencemaran Lingkungan


Berikut ini beberapa jenis pencemaran lingkungan berserta dampaknya.

1. Pencemaran udara

Udara menjadi salah satu elemen yang sangat penting sebagai penunjang kehidupan makhluk hidup. Tidak bisa
dibayangkan bagaimana jika di bumi tidak ada sedikit saja udara, maka semua penghuni bumi akan mati dan
musnah karena tidak bisa bernapas.

Namun, sangat disayangkan, sebagian udara yang ada saat ini sudah tercemar akibat kondisi alam dan
perbuatan manusia. Padahal, manusia selaku makhluk yang memiliki akal dan pikiran adalah pihak yang paling
bertanggung jawab atas lingkungan, termasuk kebersihan udara.

Mengutip buku Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca oleh Saidal Siburian, M.M., M.Mar., yang
dimaksud dengan pencemaran udara atau polusi udara adalah suatu keadaan di mana terdapat bahan polutan
fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi (atmosfer) yang jumlahnya membahayakan bagi kesehatan
tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pencemaran udara digolongkan menjadi pencemar primer dan sekunder. Pencemar primer merupakan zat
pencemar yang timbul secara langsung dari sumber pencemaran udara. Misalnya, karbon dioksida sebagai hasil
dari pembakaran.

Sementara itu, pencemar sekunder adalah pencemar yang terbentuk karena reaksi pencemar-pencemar primer di
atmosfer. Contohnya pembentukan ozon di dalam kabut fotokimia.

Pencemaran udara tentu mengakibatkan berbagai kerugian bagi semua makhluk hidup di bumi, khususnya
manusia. Pencemaran udara dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga kerusakan pada alam seperti
pemanasan global.

Dampak pada Manusia

Dampak pencemar yang ada di udara dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia, hewan maupun
tumbuhan. Debu halus dan bahan pencemar lainnya dapat memasuki mata, hidung, tenggorokan, paru-paru dan
aliran darah. Dampak jangka pendek antara lain adalah pusing, batuk, munculnya dahak, mual, memicu gejala
penderita asma dan alergi.

Sedangkan dampak jangka panjang antara lain masalah pada pernafasan, kanker, kardiovaskuler (jantung,
pembuluh darah), dan otak dan syaraf (stoke, demensia). Semakin tinggi dampak parameter pencemar, maka
semakin tinggi nilai ISPU, yang mengakibatkan dampak terhadap kesehatannya semakin buruk.
Lantas, apa saja faktor-faktor penyebab pencemaran udara? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

Faktor-Faktor Penyebab Pencemaran Udara


Pencemaran udara tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya
polusi udara tersebut.

Pencemaran udara bisa terjadi secara alami, tetapi sebagian besar terjadi karena tindakan manusia. Berikut
beberapa penyebab pencemaran udara yang diakibatkan faktor manusia dan alam:

1. Abu Polutan Letusan Gunung Berapi

Indonesia mempunyai banyak gunung berapi yang masih aktif. Ini menjadi salah satu
faktor alam yang menyebabkan pencemaran udara.

Letusan gunung berapi akan menyebabkan munculnya awan hitam dan menyebabkan abu
beterbangan dalam jumlah banyak. Akibatnya, udara di sekitar gunung pun tercemar. Bahkan,
apabila letusannya cukup besar, efeknya bisa terasa hingga luar daerah bahkan menyebrang
pulau.

2. Asap Kendaraan Bermotor

Asap kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara terbesar.
Apalagi mengingat pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor yang kian pesat.

Hal ini mengakibatkan kebersihan udara tidak terjaga. Udara yang seharusnya
mengandung banyak oksigen untuk dihirup makhluk hidup menjadi tercemar dengan zat-zat
lain yang ada dalam asap transportasi, seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, hingga ozon.

3. Asap Industri
Industri dan pabrik sekarang ini memproduksi barang dalam jumlah besar. Proses pembakaran di pabrik
tersebut menghasilkan asap beracun yang dilepaskan ke udara sehingga menyebabkan zat-zat seperti karbon
dioksida, hidrokarbon, dan senyawa membahayakan lainnya mudah tersebar.

3. Aktivitas Rumah Tangga

Aktivitas rumah tangga ternyata juga memiliki andil dalam menyumbang polusi udara. Ada beberapa kegiatan
yang menyebabkan hal ini, seperti pembakaran sampah, pengecatan rumah, dan kebiasaan merokok.

4. Penimbunan Sampah

Asap bukan satu-satunya wujud pencemaran udara yang tampak jelas. Timbunan sampah yang mengeluarkan
bau tidak sedap pun termasuk pencemaran udara.
Kejadian seperti ini biasanya sering terjadi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akibat proses pengolahan
sampah yang kurang ditangani dengan cepat. Alhasil, sampah menjadi terimbun dan bau tidak sedap yang
dikeluarkan bisa mengganggu aktivitas penduduk sekitar.

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut: Gas HzS. Gas ini bersifat racun,
terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Gas CO
dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash
pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni
berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan, sumber pencemaran udara lainnya
yaitu:

 Oksida karbon: karbon monoksida (CO) dan (CO2). Gas CO2 adalah gas yang dihasilkan dari proses
pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelabukan dari batuan. Bila gas ini di
atmosfer jumlahnya meningkat, maka akan menyebabkan peningkatan suhu pada bumi.
 Oksida belerang: SO dan (SO3). Gas sulfur dioksida ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang
dan hasil dari pembakaran fosil. Gas ini jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila
senyawa ini turun bersamaan dengan hujan, maka akan terjadilah hujan asam.
 Oksigen nitrogen: NO, (NO2), N2O. Gas nitrogen ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai
bahan untuk membangun protein. Jika gas ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah
senyawa asam.
 Komponen organik volatile: metan (CH4), benzene (C6h6), Klorofluoro karbon (CFC), dan kelompok
bromin. CFC sering kali digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas. Selain itu, CFC juga
digunakan untuk alat penyemprot rambut dan juga alat penyemprot nyamuk. CFC sangat berbahaya
sekali karena bisa merusak lapisan ozon pada atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar
ultraviolet akan berkurang.
 Suspensi partikel: debu tanah, dioksin, logam, asam sulfat, dan lain-lain
 Substansi radioaktif: radon-222, iodin-131. strontium-90, plutonium-239, dan lain-lain
 Suara: kendaraan bermotor, mesin industri, pesawat, dan lain-lain
Dampak dari pencemaran udara sendiri adalah Hujan asam, Perubahan cuaca yang ekstrim Penipisan ozon,
Peningkatan kasus kerusakan mata hingga Kanker kulit. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengatasi
pencemaran udara ini, dimana udara merupakan kebutuhan dasar manusia. Sebagai bentuk kontribusi karya
ilmiah dalam menemukan solusi yang tepat, buku Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara & Air dapat kamu
pelajari lebih lanjut

2. Pencemaran Air

Pengertian Pencemaran Air


Pencemaran air merujuk pada masuknya zat-zat berbahaya atau bahan polutan ke dalam sumber air, baik itu
sungai, danau, dan perairan lainnya, yang dapat menyebabkan perubahan kualitas air dan berdampak negatif
pada lingkungan dan kesehatan manusia. Tercemarnya sumber air bisa disebabkan oleh berbagai aktivitas
manusia dan faktor alami.
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No 22 Tahun 2021, Pencemaran air adalah kondisi masuk atau
dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air yang terjadi dari kegiatan
manusia sehingga melampaui baku mutu air yang telah ditetapkan.
Hal ini membuat kondisi air tidak bisa lagi digunakan seperti semestinya. Sehingga mengancam sumber air dan
sumber air tidak mampu lagi di manfaatkan untuk kebutuhan manusia.

Penyebab Pencemaran Air


Beberapa contoh penyebab pencemaran air meliputi:

1. Pembuangan Limbah Industri

Industri-industri seringkali membuang limbah berbahaya seperti logam berat, bahan kimia, dan zat-zat beracun
ke dalam sumber air tanpa pengolahan yang memadai. Limbah industri menjadi faktor yang paling besar dalam
pencemaran air.
Disebabkan oleh banyaknya industri yang membuang langsung limbah ke sumber air, tanpa melalui pengolahan
maupun pengujian terlebih dahulu. Padahal hal ini membuat kondisi sumber air menjadi terancam.

2. Pembuangan Limbah Domestik

Pembuangan limbah domestik, termasuk limbah rumah tangga dan sanitasi, tanpa pengolahan yang tepat juga
dapat mencemari sumber air. Tidak dipungkiri, bukan hanya industri yang menyebabkan air tercemar. Tetapi
aktivitas rumah tangga juga mendorong terjadinya pencemaran.

3. Pertanian

Penggunaan pupuk dan pestisida di lahan pertanian dapat mengakibatkan aliran zat-zat ini masuk ke dalam
perairan, menyebabkan eutrofikasi dan pencemaran pada sumber air.

4. Pembuangan Sampah
Sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa terbawa hujan dan mengalir ke dalam perairan, menyebabkan
pencemaran fisik dan biologis. Selain itu, sampah yang secara sengaja di buang ke sumber air juga menjadi
bagian dari pencemaran sumber air.

5. Pertambangan

Aktivitas pertambangan seringkali menghasilkan limbah beracun seperti logam berat dan bahan kimia yang
dapat mencemari perairan. Sering sekali perusahaan tambang tidak melakukan pengolahan air limbah sebelum
di buang ke sumber air, hal ini menyebabkan terjadinya pencemaran pada sumber air.

6. Limpasan Air Hujan

Air hujan yang mengalir melalui permukaan tanah dapat membawa polutan dari jalan, taman, dan area
perkotaan ke dalam sistem perairan. Hal ini bisa terjadi secara alami.

7. Pencemaran Limbah Air Panas (Thermal Waste Pollution)

Pembuangan air panas dari pembangkit listrik atau industri bisa mengubah suhu air dan merusak ekosistem
perairan. Limbah air panas sebagai air pendingin dari Pembangkit listrik maupun industri umumnya tidak
dilakukan pengolahan, sehingga langsung di buang ke laut. Hal ini membuat kerusakan pada ekosistem dan
biota air.

 Dampak pencemaran air

Pencemaran air merujuk pada kondisi di mana air tercemar atau terkontaminasi oleh bahan-bahan berbahaya
atau zat-zat kimia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan dan membahayakan kesehatan
manusia. Dampak pencemaran air sangat beragam dan bisa mencakup berbagai aspek, baik lingkungan maupun
sosial. Beberapa dampak utama pencemaran air meliputi:

1. Kesehatan Manusia

Air yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Konsumsi air yang tercemar bisa
menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, dan berbagai masalah kesehatan
lainnya.
Zat-zat beracun seperti logam berat (misalnya timbal dan merkuri) serta bahan kimia organik (seperti pestisida)
dapat menyebabkan efek jangka panjang seperti kerusakan saraf, kanker, dan masalah perkembangan pada
anak-anak.

2. Kehilangan Keanekaragaman Hayati


Pencemaran air dapat merusak ekosistem perairan dan mengganggu kehidupan biota air di dalamnya. Biota air,
termasuk ikan, makhluk renik, dan tanaman air, bisa terpapar bahan kimia berbahaya, menyebabkan kematian
massal atau pengurangan populasi yang signifikan. Ini mengganggu rantai makanan dan mengurangi
keanekaragaman hayati perairan.

3. Kerugian Ekonomi

Pencemaran air dapat berdampak buruk pada sektor ekonomi yang terkait dengan air, seperti perikanan,
pariwisata, dan industri yang bergantung pada sumber air bersih. Perikanan bisa terancam karena ikan dan biota
air lainnya terpapar bahan kimia berbahaya. Industri pariwisata juga dapat terganggu karena perairan yang
tercemar tidak lagi menarik bagi wisatawan.

4. Kerusakan Ekosistem

Pencemaran air bisa merusak ekosistem perairan secara keseluruhan. Nutrien berlebih (seperti nitrogen dan
fosfor) dari limbah pertanian dan limbah domestik dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan,
yang pada gilirannya mengganggu ekosistem dan menyebabkan daerah mati di perairan (zona tanpa oksigen).

5. Keracunan Tanaman

Air yang terkontaminasi dapat mengakibatkan tanaman terpapar bahan kimia berbahaya. Ini bisa mengurangi
hasil panen, mengganggu kualitas makanan yang dihasilkan, dan merusak tanah pertanian dalam jangka
panjang.

6. Pengaruh Terhadap Sumber Air Bersih

Pencemaran air dapat mengurangi ketersediaan sumber air bersih untuk kebutuhan konsumsi manusia,
pertanian, dan industri. Hal ini dapat memicu persaingan yang lebih besar atas sumber daya air bersih, bahkan
menyebabkan konflik antara berbagai pihak yang membutuhkan akses ke air.
Penting untuk diingat bahwa dampak pencemaran air dapat bervariasi tergantung pada jenis pencemar,
konsentrasi pencemar, dan jenis ekosistem perairan yang terlibat. Upaya pencegahan dan pengelolaan
pencemaran air sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia, ekosistem perairan, dan keberlanjutan
sumber daya air.

 Cara Mengatasi Pencemaran Air

Mengatasi pencemaran air memerlukan tindakan terpadu dan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk
Pemerintah, Industri, masyarakat, dan lembaga internasional. Berikut adalah beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk mengatasi pencemaran air:

1. Pengelolaan Limbah yang Efektif

Industri dan rumah tangga harus memastikan bahwa limbah mereka diolah dan dibuang dengan benar sesuai
dengan regulasi yang berlaku.
Penggunaan sistem pengolahan air limbah yang efektif di fasilitas industri dan kota dapat mengurangi jumlah
polutan yang masuk ke dalam perairan.

2. Pencegahan Polusi Industri


Industri perlu menerapkan teknologi dan praktik-produksi bersih untuk mengurangi limbah dan emisi
berbahaya ke lingkungan.
Penggunaan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan dan pengelolaan limbah beracun dengan tepat dapat
membantu mengurangi dampak pencemaran air.

3. Pertanian Berkelanjutan

Praktik pertanian yang berlebihan menggunakan pestisida, pupuk, dan limbah organik dapat menyebabkan
aliran nutrien yang berlebihan ke perairan. Pertanian berkelanjutan yang lebih bijaksana dalam penggunaan
bahan kimia dan manajemen limbah dapat membantu mengatasi masalah ini.

4. Pengendalian Erosi Tanah

Erosi tanah dapat menyebabkan sedimentasi di perairan, mengganggu kualitas air dan ekosistem akuatik.
Praktik-praktik konservasi tanah seperti penanaman pohon penahan angin dan tumbuhan penutup tanah dapat
membantu mencegah erosi.

5. Peningkatan Infrastruktur Air Bersih

Investasi dalam infrastruktur pengolahan air bersih dan sanitasi yang memadai sangat penting untuk
memastikan pasokan air bersih yang aman dan penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.

6. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat

Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas air, dampak pencemaran, dan langkah-langkah
pencegahannya dapat memotivasi perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

7. Regulasi dan Kebijakan Ketat

Pemerintah perlu menerapkan dan menegakkan regulasi yang ketat terkait pembuangan limbah industri dan
domestik, serta memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan tersebut.

8. Inovasi Teknologi

Pengembangan teknologi baru untuk pengolahan air limbah, deteksi pencemaran, dan pembersihan perairan
dapat membantu mengatasi masalah pencemaran air dengan lebih efektif.

9. Pengawasan dan Monitoring Lingkungan:

Monitoring berkala terhadap kualitas air di berbagai lokasi dapat membantu mengidentifikasi sumber
pencemaran dan mengambil langkah-langkah korektif yang sesuai. Terkadang tidak semua industri melakukan
monitoring terhadap kualitas air yang ada di sekitar mereka dan melakukan pengujian atas dampak yang
ditimbulkan dari aktivitas industri. Padahal ini penting untuk mengetahui tingkatan pencemaran air di sekitar
sumber air area industri.
Industri dapat melakukan monitoring dengan menggandeng Laboratorium Lingkungan seperti A3 Laboratories.
A3 Laboratories adalah Laboratorium Lingkungan yang telah dipercaya oleh lebih dari ribuan perusahaan untuk
melakukan monitoring dan uji lingkungan, termasuk dalam melakukan pengujian pencemaran sumber air.

10. Kerjasama Internasional


Pencemaran air sering kali melintasi batas negara. Kerjasama internasional dalam
mengatasi pencemaran air lintas batas dapat menjadi kunci untuk menjaga kualitas air global.
Penting untuk diingat bahwa mengatasi pencemaran air membutuhkan komitmen dan aksi bersama dari semua
pihak terlibat.
Komitmen mengurangi dampak pencemaran air akan menjadi kuat, ketika semua elemen bersatu untuk fokus
pada pencegahan pencemaran air yang lebih besar dan luas. Bagaimanapun air menjadi sumber kehidupan bagi
manusia. Air yang tercemar tidak dapat digunakan untuk kehidupan manusia. Mari kita mulai dari industri atau
area sekitar kita untuk mengurangi dampak pencemaran air dan kerusakan lingkungan.

3. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan saat kualitas tanah terganggu akibat pengaruh zat kimia
yang masuk ke dalam. Penyebab pencemaran tanah disebabkan karena sampah dan limbah akibat
aktifitas manusia, baik limbah padat atau cair. Dampak pencemaran tanah menyebabkan banyak
kerugian bagi manusia atau lingkungan.

Ada banyak jenis-jenis tanah yang rentan tercemar. Pencemaran tanah banyak terjadi di sekitar kita. Tanah
menjadi tidak subur dan menurun kualitasnya. Pemandangan menjadi tidak enak dipandang karena banyaknya
sampah dan limbah. Belum lagi bau yang ditimbulkan tentu menggangu orang-orang di sekitarnya.

Penyebab pencemaran tanah disebabkan karena berbagai jenis limbah, baik limbah cair atau limbah padat,
limbah organik atau limbah anorganik serta limbah industri, rumah tangga atau petarnian. Akibat pencemaran
tanah pun memiliki banyak efek dan dampak negatif bagi lingkungan.
 Penyebab Pencemaran Tanah

Apa saja penyebab pencemaran tanah? Pencemaran tanah disebabkan oleh berbagai jenis limbah yang dibuang.
Berikut adalah jenis-jenis penyebab pencemaran tanah beserta penjelasannya.

1. Limbah Cair

Limbah cair menjadi salah satu faktor terbesar penyebab terjadinya pencemaran tanah. Biasanya limbah cair
dihasilkan dari pembuangan industri dan pabrik, berupa bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari
tanah. Limbah cair mudah meresap ke dalam tanah dan merusak kandungannya dari dalam.

2. Limbah Padat

Selain limbah cair, limbah padat juga dapat mencemari tanah. Jenis limbah padat banyak berasal dari buangan
industri, bisa juga berupa lumpur atau material yang tidak terpakai. Limbah padat yang sudah tidak terpakai
juga memiliki kandungan yang berbahaya bagi tanah.

3. Limbah Organik

Pengertian limbah organik adalah jenis limbah yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme dalam tanah
sehingga tidak terlalu berbahaya. Meski begitu limbah ini tetap dapat mencemari tanah. Contoh limbah organik
misalnya oli, cat, sampah tumbuhan dan sebagainya.

4. Limbah Anorganik

Berbeda dengan limbah organik, limbah anorganik adalah jenis limbah yang tidak dapat mengalami
penguraian oleh mikroorganisme di dalam tanah. Contoh limbah anorganik adalah botol minuman, plastik,
kaleng bekas dan sebagainya. Limbah anorganik juga dapat membuat tanah menjadi tercemar.

5. Limbah Industri

Pada dasarnya sebagian besar limbah berasal dari limbah industri. Limbah industri bisa terdiri dari limbah cair
atau padat serta limbah organik atau anorganik seperti yang sudah dibahas di atas. Limbah industri pun berasal
dari berbagai sektor dari mulai pabrik, perusahaan, restoran, perhotelan, pariwisata, pemerintahan dan
sebagainya.

6. Limbah Pertanian

Limbah pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari sektor pertanian. Misalnya saja limbah hasil
penggunaan pupuk atau pestisida. Limbah pertanian memiliki andil besar terjadinya pencemaran tanah di
sekitar sawah, termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.
7. Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga merupakan jenis limbah yang ada di sekitar kita, yakni yang dihasilkan dari rumah-
rumah. Yang termasuk limbah rumah tangga adalah sampah-sampah hasil kehidupan sehari-hari manusia.
Limbah ini dapat menyebabkan pencemaran tanah dan juga pencemaran air.

8. Bencana Alam

Terjadinya bencana alam juga bisa menjadi faktor penyebab pencemaran tanah, baik itu bencana gempa bumi,
tsunami, banjir, tanah longsor ataupun gunung meletus. Tanah akan menjadi tercemar karena struktur tanah
sudah tercampur dengan zat-zat lainnya.

9. Kebakaran Hutan

Kebarakan hutan juga bisa menyebabkan pencemaran tanah. Hutan yang telah terbakar biasanya sulit untuk
ditanami kembali karena kandungan zat-zat penting yang dalam tanah telah mati dan rusak oleh api. Selain itu,
kebakaran hutan juga bisa menyebabkan pencemaran udara.

 Dampak Pencemaran Tanah

Ada beberapa dampak dan akibat pencemaran tanah yang bisa merugikan. Dampak negatif pencemaran tanah
ini berbahaya bagi manusia, makhluk hidup dan juga lingkungan sekitar.

1. Tanah Menjadi Tidak Subur

Salah satu dampak utama terjadinya pencemaran tanah adalah turunnya kualitas tanah. Akibatnya tanah
menjadi tidak subur. Hal ini tentu merugikan, karena tanah yang subur bisa digunakan untuk menanam
tumbuhan, keperluan pertanian atau hal-hal lainnya.

2. Menimbulkan Wabah Penyakit

Pencemaran tanah memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia. Ada banyak zat kimia pada pencemaran
tanah yang mengakibatkan penyakit, misalnya zat timbale yang menyebabkan kerusakan otak, zat benzene yang
berdampak pada penyakit leukimia, zat merkuri berdampak pada gangguan ginjal dan sebagainya.

3. Banyak Tanaman Layu dan Mati

Pencemaran tanah berdampak pada tumbuh kembang tumbuhan. Tanaman tidak akan mampu tumbuh subur di
tanah yang tercemar atau tidak subur. Tamanan yang awalnya tumbuh dengan subur, lama-kelamaan akan
menjadi layu, bahkan akan mati.

4. Merusak Estetika

Adanya pencemaran tanah akan menimbulkan dampak negatif berupa rusaknya pemandangan dan estetika.
Tumpukan sampah dan limbah di tanah tentu tidak enak dipandang dan sangat buruk dalam segi estetika.
Daerah sekeliling terjadinya pencemaran tentu mengalami dampak ini.

5. Kerusakan Ekosistem

Dampak pencemaran tanah juga dapat merusak ekosistem darat. Hal ini terjadi karena kualitas tanah yang
terganggu, yang dapat merusak struktur rantai makanan yang sudah ada. Akibatnya keseimbangan ekosistem di
sekitar wilayah pencemaran tanah menjadi terganggu pula.

6. Hasil Pertanian Menurun


Sektor pertanian juga ikut mendapat akibat pencemaran tanah. Perubahan metabolisme tanaman akan
berdampak pada penurunan hasil pertanian. Tumbuhan tidak akan mampu tumbuh maksimal sehingg lahan
pertanian juga menjadi tidak subur. Akibatnya produktivitas di sektor pertanian juga menurun.

7. Erosi

Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan dan material
lain. Adanya pencemaran tanah juga bisa menyebabkan terjadinya erosi.

8. Menimbulkan Bau Tak Sedap

Pencemaran tanah juga menimbulkan bau tak sedap. Bau ini akibat adanya sampah, limbah atau zat kimia lain
yang mencemari tanah. Akibatnya orang-orang di sekitar lokasi akan mencium bau tak sedap yang tentunya
akan mengganggu orang yang beraktifitas dekat lokasi tersebut.

9. Salinitas Tanah Meningkat

Dampak negatif pencemaran tanah bisa menyebabkan salinitas tanah pun menjadi meningkat. Tanah yang
salinitasnya meningkat itu menyebabkan tanah tersebut tidak layak untuk dijadikan vegetasi sehingga tanah
tersebut akan dibiarkan tandus dan tidak berguna.

Contoh Pencemaran Tanah

Apa saja contoh pencemaran tanah? Berikut adalah beberapa contoh pencemaran tanah di sekitar kita berupa
zat-zat yang biasa menjadi sumber terjadinya pencemaran tanah.

 Bio-polutan, berasal dari hasil ekskresi manusia dan hewan.


 Polutan radioaktif, berasal dari aktifitas manusia seperti nitrogen, uranium, thorium dan sebagainya.
 Limbah urban, berasal dari rumah tangga dan perkotaan seperti plastik, limbah domestik dan materi
buangan lain.
 Limbah pertanian dan perkebunan, misalnya seperti pestisida, pupuk kimia, zat kapur, kompos dan
sebagainya.
 Limbah buangan industri, misalnya seperti logam timbal, merkuri, arsenik, nikel dan sebagainya.

Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah

Terdapat beberapa cara menanggulangi pencemaran tanah. Cara penanggulangan ini bisa dibedakan pada
pencegahan atau mengatasi setelah sudah terjadi pencemaran tanah tersebut. Berikut adalah beberapa cara-cara
mengatasi pencemaran tanah.

1. Remidiasi Tanah

Remidiasi tanah dilakukan untuk membersihkan permukaan tanah yang sedang tercemar limbah
ataupun zat kimia lain. Ada dua cara untuk melakukan pembersihan permukaan tanah yang tercemar, yakni
melalui remidiasi in-situ dan remidiasi ex-situ.

Pembersihan in-situ atau on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih
mudah. Aktifitasnya terdiri dari proses pembersihan, venting (injeksi) dan bioremediasi.

Pembersihan ex-situ atau off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke
daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Pembersihan
off-site ini jauh lebih mahal dan juga lebih rumit.

2. Bioremidiasi
Bioremidiasi juga menjadi salah satu cara mengatasi pencemaran tanah. Caranya membersihkan pencemaran
tanah dengan menggunakan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Tujuan bioremediasi adalah memecah
atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun, seperti karbon
dioksida dan air.

4. Pencemaran Suara

Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape
recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran. Pernah ada kasus warga yang merasa
terganggu dengan suara mesin boiler milik pabrik kelapa sawit.

Setiap hari mereka tidak bisa tidur nyenyak, terutama anak-anak karena bising dari mesin itu. Menurut WHO,
tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Sumber pencemaran
suara diantaranya:

 Percakapan pelan (20 – 30 dB)


 Radio (50 – 6- dB)
 Mesin pemotong rumput (60 – 80 dB)
 Lalu lintas (60 – 90 dB)
 Truk (90 – 100 dB)
 Kendaraan bermotor (105 dB)
 Pesawat terbang (90 – 120 dB)
 Musik / beat music: 120 dB
 Mesin jet: 140 dB
 Roket (140 – 179 dB)
Tingkat pencemaran sendiri dibedakan menjadi 3, yaitu:

 Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta
telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
 Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis.
Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya
bayi cacat.
 Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan
dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
Berbagai dampak dari pencemaran lingkungan lainnya yang dapat terjadi dapat kamu pelajari melalui buku
Dampak Pencemaran Lingkungan oleh Wisnu Arya Wardhana, Ir.

Contoh Kasus Pencemaran Lingkungan


Kasus pencemaran merkuri yang paling besar terjadi Teluk Minamata, Jepang. Sebuah
perusahaan yang memproduksi asam asetat membuang limbang cairnya ke Teluk Minamata,
salah satunya adalah methyl mercury konsentrasi tinggi. Tragedi yang dikenal dengan Penyakit
Minamata (Minamata Disease) terjadi antara tahun 1932-1968. Teluk Minamata merupakan
daerah yang kaya sumber daya ikan dan kerang. Selama bertahun-tahun, tidak ada yang
menyadari bahwa ikan, kerang, dan sumber daya laut lainnya dalam teluk tersebut telah
terkontaminasi merkuri.

Methyl mercury ini masuk ke dalam tubuh organisme laut baik secara langsung dari air
maupun mengikuti rantai makanan. Kemudian mencapai konsentrasi yang tinggi pada daging
kerang-kerangan, krustacea dan ikan yang merupakan konsumsi sehari-hari bagi masyarakat
Minamata. Akibat adanya proses bioakumulasi dan biomagnifikasi, konsentrasi merkuri dalam
rambut beberapa pasien di rumah sakit Minamata mencapai lebih 500 ppm.

Pada saat itu, setidaknya 50.000 orang yang terkena dampak dan lebih dari 2.000 kasus
penyakit Minamata disertifikasi. Masyarakat Minamata yang mengonsumsi makanan laut yang
tercemar tersebut diidentifikasi terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa,
bicara ngawur, dan bahkan banyak yang meninggal dunia.

Di Indonesia, kasus pencemaran merkuri yang cukup serius juga pernah terekspos di
Teluk Buyat, Sulawesi Utara pada 2004. Perusahaan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya
yang beroperasi di area Teluk Buyat diduga telah membuang limbah tailing-nya ke ke dasar
Teluk Minahasa sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat yang
serius. Sejumlah ikan mati mendadak dan menghilangnya beberapa beberapa jenis ikan.Merkuri
atau yang juga dikenal dengan air raksa dapat menimbulkan berbagai bahaya dan kematian pada
makhluk hidup.
Selain itu, ditemukan sejumlah ikan memiliki benjolan semacam tumor dan mengandung
cairan kental berwarna hitam dan lendir berwarna kuning keemasan. Fenomena yang sama juga
ditemukan pada sejumlah penduduk Buyat, di mana mereka memiliki benjol-benjol di leher,
payudara, betis, pergelangan, pantat dan kepala. Hasil penelitian WALHI (2004) menemukan
bahwa sejumlah konsentrasi logam berat (arsen, merkuri, antimon, mangan) dan senyawa sianida
pada sedimen di Teluk Buyat sudah tinggi.

Jika dibandingkan pada konsentrasi logam berat sebelum pembuangan tailing (data dari
studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan/AMDAL, 1994), konsentrasi merkuri di daerah
dekat mulut pipa tailing di Teluk Buyat meningkat hingga 10 kali lipat (data WALHI dan KLH,
2004).

Dampak Pencemaran Lingkungan


Dampak Pencemaran Lingkungan yang lebih terasa saat ini adalah pemanasan global
(global warming). Dimana suhu bumi meningkat yang menyebabkan beberapa es di kutub utara
mencair dan terjadinya kenaikan permukaan air laut.

Pemekatan hayati juga merupakan salah satu dampak yang akan ditimbulkan dari adanya pencemaran
lingkungan.

Proses pemekatan hati ini dapat diartikan sebagai peningkatan kadar bahan pencemar
yang melalui tubuh makhluk hidup tertentu. Pemekatan hayati ini juga disebut sebagai
amnalgamasiasi. Sebagai contoh untuk menggambarkan kasus ini adalah suatu perairan yang
telah tercemar, maka bahan pencemar yang ada di air tersebut akan menempel pada alga yang
hidup di wilayah perairan tersebut.

Ketika alga dimakan ikan- ikan kecil maka ikan kecil akan terkontaminasi bahan
pencemar. Ketika ikan-ikan kecil tersebut dimakan oleh ikan-ikan besar, maka ikan besar juga
akan mengandung berbagai bahan pencemar yang dimiliki oleh ikan kecil. Dan ketika ikan-ikan
besar ditangkap nelayan dan dimakan oleh manusia, maka bakteri atau polutan tersebut akan
masuk ke dalam tubuh manusia melalui ikan-ikan besar tersebut.

Ketika manusia mengonsumsi beberapa makanan yang yang berupa hewan atau tumbuhan
yang telah terkontaminasi bahan pencemar, maka segala kemungkinan buruk bisa terjadi.
Beberapa kemungkinan buruk dari mengonsumsi bahan makanan yang tercemar adalah
keracunan atau meninggal dunia. George Tyler Miller (1979) dalam bukunya yang berjudul
Living in The Environment menjelaskan bahwa akibat pencemaran lingkungan terhadap
kehidupan dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan. Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai
berikut.

 Tingkatan 1: Gangguan estetika, misalnya bau


 Tingkatan 2: Kerusakan properti, misalnya bahan logam menjadi karatan
 Tingkatan 3: Gangguan pada tumbuhan/hewan, misalnya penurunan hasil pertanian
 Tingkatan 4: Gangguan pada kesehatan manusia, misalnya penyakit saluran pernapasan
 Tingkatan 5: Kerusakan secara genetik dan reproduksi manusia
 Tingkatan 6: Gangguan pada ekosistem secara luas, misalnya perubahan iklim global

Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan


1. Penanggulangan Secara Administratif
Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah,
yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan,
antara lain sebagai berikut :

Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan. Misalnya,
pabrik pembuat lemari es, AC dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gas
CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratosfer.
 Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang
dibuang ke lingkungan sudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan.
 Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari
pemukiman.
 Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus dilakukan analisis
mengenai dampak lingkungan (AM-DAL).
 Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu
lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air, sedangkan untuk lingkungan udara
ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air, antara lain tercantum batasan kadar bahan
pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain
tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan
sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku
mutu.
2. Penanggulangan Secara Teknologi
Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk
mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu
yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insinerator.

3. Penanggulangan Secara Edukatif


Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun
nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup tentang
lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur
pendidikan nonformal dilakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan
dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan.

4. Penanggulanan Pencemaran Lingkungan Berdasarkan Undang-undang


Jika Berdasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup sendiri
diketahui bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut:

 Mengatur sistem pembuangan limbah industry


 Penempatan kawasan industri terpisah dan berjauhan dari kawasan permukiman penduduk,
Pengawasan akan penggunakan bahan kimia, misalnya pestisida dan insektisida,
 Melakukan penghijauan,
 Pemberian sanksi secara tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan, hingga
 Penyuluhan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencemaran
lingkungan

LKPD 1

MAKLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN / PENCEMARAN LINGKUNGAN

Setelah menyimak vidio peserta didik mampu , mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan dan penyebab dari
pencemaran serta cara menanggulangi pencemaran udara .
Langkah -langkah LKPD :

 Perhatikan vidio yang ditayangkan dan analisis pada setiap tayangan vidio tentang materi yang akan dibahas pada
pertemuan kali ini
 Pada setiap tayangan terdapat tayangan tayangan kunci yang berhubungan dengan materi yang akan kita bahas
 Kembangkan pemahaman kaliaqn mengenai vidio dengan materi .

Kerjakan pertanyaan berikut :

1. Apa pendapat kalian setelah mengamaati vidio yang ditayangkan ?


2. Apa kaitan vidio yang ditayangkan dengan materi yang kita pelajari ?

3. Analisis penyebab dan jenis pencemaran yang kalian temukan dari tayangan vidio ?

4. Bagaimana cara menanggulangi pencemaran udara ?


ASESMEN :
C. Assesmen Diagnostik Non-Kognitif
ANALISIS DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
Pilihlah emoticon sesuai dengan kondisi kamu saat ini!

D. Kognitif
Pertanyaan Kemungkinan Jawaban Skor
Apa yang kalian ketahui Pencemaran lingkungan merupakan masuk 4 (Sangat Baik)
tentang pencemaran atau dimasukannya makhluk hidup atau 3 (Baik)
lingkungan? zat energi, dan atau komponen lain ke 2 (Cukup)
dalam 1 (Kurang)
lingkungan dan merubah kualitas lingkungan
Apa saja jenis-jenis Jenis-jenis pencemaran lingkungan yaitu 4 (Sangat Baik)
pencemaran yang kalian 5. Pencemaran air, 3 (Baik)
ketahui? 6. Pencemaran tanah, 2 (Cukup)
7. Pencemaran udara, 1 (Kurang)
8. Pencemaran suara
Apa dampak pencemaran 5.
kadar oksigen (O2) semakin menipis 4 (Sangat Baik)
6.
lingkungan terhadap Terjadinya efek rumah kaca yang 3 (Baik)
keberlangsungan makhluk berdampak pada peningkatan suhu 2 (Cukup)
hidup bumi. 1 (Kurang)
7.
Terjadinya global warming
8.
Air menjadi tidak layak konsumsi
Bagaimana cara kita 5. Menanam pohon disekitar tempat tinggal 4 (Sangat Baik)
menanggulangi pencemaran 6. Mengurangi sampah plastik 3 (Baik)
lingkungan? 7. Membuat produk dari bahan-bahan 2 (Cukup)
bekas pakai 1 (Kurang)
8. Membuang sampah pada tempatnya
 Pengamatan Profil Pelajar Pancasila selama proses pembelajaran. Pada saat proses
diskusi, guru memperhatikan keaktifan peserta didik dan kemampuan peserta didik dalam
menjelaskan dan memberikan tanggapan.
 Assemen Formatif yang bisa dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan
guru berkeliling dan berhenti kesalah satu kelompok untuk mengamati kompetensi peserta
didik

INSTRUMENT PENILAIAN SIKAP


Gotong Bernalar
Kreatif Nilai
No Nama Royong Kritis
Akhir
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5

RUBRIK PENILAIAN SIKAP


Indikator Deskripsi Kriteria Skor
Kreatif a. Mampu memberikan ide orisinil 4 = jika empat indikator terlibat
b. Mampu menyimpulkan hasil analisis 3 = jika tiga indikator terlibat
c. Mampu mengkondisikan kelompok 2 = jika dua indikator terlibat
d. Mampu menyusun hasil diskusi 1 = jika satu indikator terlibat
Gotong a. Melakukan tugas dengan baik 4 = jika empat indikator terlibat
Royong b. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi 3 = jika tiga indikator terlibat
c. Mengajukan usul pemecah masalah 2 = jika dua indikator terlibat
d. Mengerjakan tugas sesuai dengan 1 = jika satu indikator terlibat
yang ditugaskan
Bernalar a. Berani bertanya 4 = jika empat indikator terlibat
Kritis b. Berani berpendapat 3 = jika tiga indikator terlibat
c. Berani menjawab pertanyaan 2 = jika dua indikator terlibat
d. Berani tampil dikelas 1 = jika satu indikator terlibat

Rubrik Penilaian Assesmen Formatif


Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = Jumlah Jumlah Indikator

Kategori nilai sikap :


Sangat Baik : apabila memperoleh nilai akhir
4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir
3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
b) Psikomotor (penilaian presentasi)
INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI
Jumlah
No Nama Indikator Nilai
Skor
1
2
3
4
5
dst

RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI


No Indikator Deskripsi kriteria Skor
1 Penguasaan materi Sangat menguasai materi 4
Menguasai materi 3
Cukup menguasai materi 2
Kurang menguasai materi 1
2 Kerja sama sangat baik 4
Baik 3
Cukup 2
Kurang 1
3 Penyampaian/ Sangat menarik 4
Performance Menarik 3
Cukup menarik 2
Kurang menarik 1

Rubrik Penilaian Presentasi


Jumlah skor yang diperoleh
Nilai= Jumlah skor maksimum (12) X 100
Indikator tujuan Indikator soal Level Alternatif jawaban Kriteria penilaian
pembelajaran koknitif Soal

Peserta didik Disajikan gambar C4 Perhatikan gambar berikut Pencemaran udara - Skor 3 jika peserta
dapat jenis disebabkan oleh hasil didik menjawab
menganalisis pemcemaran, pembakaran kendaraan macam dan
penyebab dan peserta didik bermotor/gas beracun. penyebabnya
dapat menjelaskan
dampak - Skor 2 jika peserta
jenis- jenis
pencemaran pencemaran
didik menjawab
lingkungan lingkungan penyebabnya
kemudian - Skor 1 jika peserta didik
merumuskan hanya menjawab macam
penyelesaian pencemaran
masalah Skor 0 jika peserta didik tidak
pencemaran Jelaskan jenis pencemaran apa yang terjadi? menjawab
lingkungan
Disajikan artikel C4 Perhatikan pernyataan berikut: 1. Memberikan - Skor 3 Jika menjawab 3
tentang TRBUNFLORES.COM, MAUMERE - Kantong-kantong penyuluhan tentang gagasan yang benar
pencemaran plastik berwarna biru, wadah penyimpan ikan dari pentingnya - Skor 2 Jika menjawab 2
lingkungan, nelayan berserakan di tanah usai transaksi jual beli membuang sampah gagasan yang benar
peserta didik di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) pada tempatnya. - Skor 1 Jika menjawab 1
dapat Maumere,KabuptenSikka.
memberikan
2. Mengajak warga gagasan yang benar
Pantuan TribunFlores.Com, Senin pagi 6 Maret untuk menjaga - Skor 0 Jika tidak menjawab
solusi terkait
permasalahan 2023, ikan yang sebelumnya dikemas dalam kebersihan
pencemaran kantong plastik biru dipindahkan ke dalam ember ligkungan
lingkungan dan ada yang diletakan di atas tanah. 3. Penertibkan para
pembeli ikan
Kantong plastik biru dibiarkan berserakan di papalele dan
dalam PPI. Kantong-kantong ini ditinggalakan mamalele.
nelayan maupun papalele maupaun mamalele ikan.
Wadah plastik penyimpan ikan sekali pakai
digunakan para nelayan saat menjual hasil
tangkapananya di PPI Maumere tiap hari.
Kantong-kantong ini sudah diisi satu jenis ikan,
mulai dari ikan selar, ikan kombong, ikan layang,
cumi-cumi dan ikan tongkol kecil.

Lihat ini plastik simpan ikan dari nelayan dibuang


saja di sini, mau nelayan juga papalele. Beserakan
dan jatuh di laut dan pasti laut tercermar,"ungkap
Daniel.
Daniel yang adalah warga Kampung Kabor
menyadari dampak buruk dari penggunaan
kantong plastik ini. Mencemari lingkungan
khususnya laut.
"Baiknya Pemerintah Kabupaten Sikka harus
perhatikan betul penggunaan kantong plastik. Ini
hanya satu kali pakai terus buang. Muaranya ini di
laut, ikan makan plastik dan kita makan ikan,"kata
Daniel.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Sikka
mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi jumlah
penggunaan kantong plastik sekali pakai. Sehingga
para nelayan tidak menjual ikan menggunakan
plastik sekali pakai. Dan mendorong penggunaan
basket ikan yang bisa digunakan berkali-kali.

, https://flores.tribunnews.com/2023/03/06/plastik-
pembungkus-ikan-berserakan-di-ppi-maumere-daniel-
boni-minta-pemkab-sikka-tertibkan

Anda mungkin juga menyukai