G 3 Ikmal PDF
G 3 Ikmal PDF
Diusulkan Oleh:
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2022
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................... i
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 2
1.3 Tujuan Program ...................................................................................... 2
1.4 Manfaat Program .................................................................................... 2
1.5 Luaran yang diharapkan ......................................................................... 2
BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ......................................... 3
2.1 Gambaran Umum Produk ....................................................................... 3
2.2 Gambaran Logo ...................................................................................... 3
2.3 Gambaran Kemasan ................................................................................ 4
2.4 Gambaran Sumber Bahan Baku ............................................................. 4
2.5 Gambaran Motto Usaha .......................................................................... 4
2.6 Gambaran sumber Daya Tenaga Kerja ................................................... 4
2.7 Gambaran Umum Potensi Pasar ............................................................. 4
2.8 Analisis Kelayakan ................................................................................. 5
2.8.1 Cash Flow ........................................................................................ 5
2.8.2 Perhitungan R/C dan Benefit Cost Rasio ......................................... 5
2.8.3 Perhitungan Break Event Point (BEP) ............................................ 6
2.8.4 Perhitungan NPV (Net Present Value) ............................................ 6
2.8.5 Perhitungan IRR .............................................................................. 6
BAB III METODE PELAKSANAAN................................................................. 6
3.1 Alat dan Bahan ....................................................................................... 7
3.2 Riset dan Strategi Pemasaran ................................................................. 7
3.2.1 Survei Pasar dan Pemetaan Target Pasar......................................... 7
3.2.2 Pembelian Bahan dan Alat-Alat Penujang Produksi ....................... 7
3.3 Pelaksanaan Produksi ............................................................................. 7
3.4 Labelisasi Produk ................................................................................... 8
3.5 Pemasaran Produk .................................................................................. 8
3.5.1 Penentuan Media Pemasaran ........................................................... 8
3.5.2 STP (Segmentation, Targeting, Positioning) ................................... 8
3.5.3 Bauran Pasar .................................................................................... 9
3.6 Evaluasi Pasar ......................................................................................... 9
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN .................................................. 9
4.1 Anggaran Biaya ...................................................................................... 9
4.2 Jadwal Kegiatan .................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 10
LAMPIRAN ......................................................................................................... 11
i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 .......................................................................................................... 4
Gambar 2 .......................................................................................................... 7
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 ............................................................................................................. 3
Tabel 2 ............................................................................................................. 5
Tabel 3 ............................................................................................................. 10
Tabel 4 ............................................................................................................. 10
iii
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada
masa remaja ini, sebagian orang pasti akan berlomba-lomba untuk terlihat menarik
kepada lingkungan sekitar dan lingkup global. Sehingga, dalam prosesnya remaja
tersebut akan mecoba segala cara agar penampilan yang dia ciptakan sesuai dengan
yang dia harapkan. Salah satu bagian tubuh yang banyak diperhatikan dalam
penampilan adalah rambut. Remaja laki – laki, maupun perempuan menginginkan
rambut yang sehat dan menawan, akibatnya mereka melakukan upaya – upaya
untuk memperindah rambut, salah satunya adalah dengan menggunakan bahan-
bahan kosmetik seperti sampo, sesuai dengan pernyataan menurut Rantika
(2017)dalam Ibrahim (2020) menyatakan bahwa dengan menggunakan sampo
dapat melindungi rambut, rambut akan terlihat lebih lembut dan berkilau.
Produk sampo yang beredar menyebabkan masyarakat bingung mengenai
produk sampo yang baik, sehingga banyak dari masyarakat yang akhirnya
menggunakan produk sampo dengan berbagai kandungan bahan kimia yang tinggi.
Menurut Nurdianti (2017) dalam Ibrahim (2020), bahan-bahan kimia yang
terkandung dalam kosmetik apabila digunakan berulang kali dalam jangka panjang
dapat menyebabkan kulit kepala dan rambut menjadi rusak. Namun hal ini dapat
dicegah dengan menggunakan produk yang menggunakan bahan alami, bahan
alami terdapat beberapa macam, salah satu bahan alami tersebut adalah kolagen.
Kolagen merupakan bahan yang dapat menjadi sumber protein bagi rambut,
kolagen memilki asam amino yang dapat mencegah kerusakan folikel rambut serta
masalah rambut lainnya. Kolagen dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah
satunya dari kulit kelinci.
Kulit kelinci memiliki kandungan kolagen yang dapat dimanfaatkan untuk
mengatasi permasalahan pada rambut, tetapi harus melalui proses agar kolagen
tersebut dapat bermanfaat. Selain kulit kelinci, bahan alami yang baik untuk
mengatasi permasalahan pada rambut adalah bekatul (oryza sativa). Manfaat
bekatul dapat diperoleh jika sudah diproses ekstraknya menjadi minyak bekatul
atau rice bran oil (Hadipernata, 2007). Berdasarkan hasil penelitian bekatul
mengandung komponen bioaktif atau senyawa fitokimia yang tinggi seperti γ-
oryzanol, tokoferol, tokotrienol (Chen dan Bergman, 2005). Menurut Lutfianto
(2017) dalam Ibrahim (2020) kandungan oryzanol dalam minyak bekatul
bermanfaat sebagai antioksidan, untuk melawan radikal bebas pada kulit kepala dan
rambut. Kandungan kolagen dari kulit kelinci dengan ekstrak minyak bekatul dapat
dimanfaatkan pada produk sampo batang.
Pemanfaatan sumber daya alam berupa kulit kelinci dan bekatul ini diharapkan
dapat menjadi produk sampo batang yang mampu mengatasi permasalahan pada
rambut. Sampo merupakan produk perawatan rambut berbentuk batang atau cair
yang mengandung zat untuk menyehatkan rambut. Hal ini juga didukung oleh
Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yaitu mendorong industri di dalam
2
negeri agar memanfaatkan sumber daya alam sebagai bahan alami serta bahan baku,
khususnya dalam pembuatan produk ini.
Berdasarkan hal tersebut, maka kami memberikan inovasi yang berjudul
“Inovasi Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kelinci Fortifikasi Ekstrak Bekatul Beras Putih
(Oryza sativa L.) sebagai Sampo Batang”. Produk sampo yang kami tawarkan
terbuat dari bahan alam melalui suatu proses. Produk ini memiliki harga terjangkau
dengan kemasan ergonomis. Target pasar dari sampo kami adalah remaja, yakni
para mahasiswa dan mahasiswi dengan rentang umur 17-25 tahun, tetapi produk ini
juga bisa digunakan untuk orang dewasa. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi
pilihan sampo yang efektif untuk pria dan wanita remaja hingga dewasa serta
mampu bersaing hingga kancah internasional.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana pembuatan produk kewirausahaan sampo batang dari kulit kelinci
dengan ekstrak minyak bekatul?
2. Bagaimana perbandingan produk sampo batang dari ekstrak kulit kelinci
dengan produk sampo lain?
3. Bagaimana merancang strategi pemasaran dan mengaplikasikan pemasaran
produk sampo batang dari kulit kelinci dengan ekstrak minyak bekatul
1.3 Tujuan Program
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, didapatkan tujuan program antara lain:
1. Mampu menginovasikan produk kewirausahaan sampo batang dari kulit
kelinci dengan ekstrak minyak bekatul.
2. Mengidentifikasi kelebihan sampo batang dengan ekstrak kulit kelinci
dibandingkan produk sampo lain.
3. Mampu merancang dan mengaplikasikan pemasaran produk sampo batang
dari kulit kelinci dengan ekstrak minyak bekatul.
1.4 Manfaat Program
Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) ini dapat
bermanfaat bagi beberapa pihak, antara lain untuk mahasiswa yang dimana program
ini dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi para mahasiswan Indonesia
khususnya dalam bidang peternakan dan farmasi serta menanamkan jiwa
kewirausahaan dan sifat peduli terhadap lingkungan. Lalu penelitian ini juga
berguna bagi masyarakat, penelitian ini dapat menjadi peluang baru untuk
berwirausaha yang unik dan bervariatif, serta mampu mengoptimalkan pengolahan
hasil samping peternakan kelinci. Penelitian ini juga bermanfaat bagi pemerintah,
yaitu dengan mendukung program pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya
alam serta membuka lapangan kerja baru.
1.5 Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan dalam inovasi ini sebagai berikut:
3
kelinci sebagai bahan dasarnya dan warna putih menggambarkan cahaya yang
bersinar. Tulisan dari nama produk kami yakni ORVA yang berwarna coklat
melambangkan darimana produk ini berasal (Fakultas Peternakan) dan dibuat
dengan gaya minimalis serta estetik sehingga menarik untuk dipandang.
bekatul. Produk yang kami kembangkan terdapat kekuatan dan kelemahan dari
produk kami. Analisa dari inovasi yang kami kembangkan dapat dilihat dari tabel
berikut:
= Rp2,09
Artinya, Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk produksi menghasilkan
keuntungan sebesar 2,09 rupiah
Benefit Cost Rasio = Keuntungan / Biaya Produksi
=Rp7.066.000,00/ Rp6.434.000,00
=1,09
Artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk produksi menghasilkan
keuntungan sebesar 1,09 rupiah.
2.8.3 Perhitungan Break Event Point (BEP)
Kegunaan dari menghitung BEP ini adalah untuk mengetahui kapan hasil usaha
yang dilakukan mencapai titik impas, yang meliputi sebagai berikut:
BEP Produksi = Total biaya produksi / harga jual
= Rp6.434.000,00 / Rp18.000,00
= 357
Artinya usaha “ORVA” akan mengalami titik impas dengan harga
Rp18.000,00/kemasan ketika produksi 357 kemasan terjual.
Jangka Waktu Pengembalian Modal
= (Biaya tetap + Biaya variabel)/ keuntungan x lama produksi
= Rp6.434.000,00 / Rp7.066.000,00 x 12 bulan
= 10,9 bulan = 10 bulan
2.8.4 Perhitungan NPV (Net Present Value)
NPV merupakan selisih antara pemasukan dengan pengeluaran investasi selama
tahun berjalan. Hasil perhitungan NPV dikatakan layak jika Net Present Value/
Nilai NPV lebih besar dari nol atau bernilai positif. Perhitungan lebih jelas dapat
dilihat pada Lampiran 11
2.8.5 Perhitungan IRR
IRR merupakan indikator tingkat efisiensi suatu investasi yang dikatakan layak
dijalankan apabila perhitungan investasi harus lebih tinggi dari minimum
acceptable rate of return (kecepatan pengembalian dari suatu investasi). Hasil IRR
ORVA senilai 31,3% dan lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 12.
b. Ekstrak Bekatul
Bekatul di dihaluskan dengan blender hingga berbentuk serbuk. Bubuk
tersebut di timbang dan dimasukkan ke dalam bejana maserasi. Proses ekstraksi
dilakukan didalam suatu wadah menggunakan pelarut etanol dengan ratio
perbandingan bekatul dan etanol sebesar 1:10. Kemudian, dilakukan maserasi
selama 5 hari. Hasil ekstraksi disaring kemudian dipekatkan menggunakan
rotary evaporator (Susanty dkk., 2019).
c. Sampo Batang
Ekstrak kolagen kulit kelinci dipanaskan hingga mencapai suhu 50 derajat
celcius. Setelah mencapai suhu tersebut, CMC sebanyak 0,5 liter dimasukkan
ke dalam gelas beaker sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan secara merata.
Larutan diaduk dan dipanaskan kembali agar suhu larutan mencapai 70 derajat
celcius. Sebanyak 50 ml etanol 96% dimasukkan kedalam larutan Cocamide
DEA, Asam Benzoat, Natrium Lauril Sulfat dicampurkan kedalam sediaan
sampo. Kemudian, sediaan sampo dituangkan kedalam cetakan dan didiamkan
selama 2x24 jam pada suhu ruangan hingga mengeras. Setelah itu, sampo
dikeluarkan dan dibiarkan di suhu ruang, sampo dikemas menggunakan kertas
dan disimpan sambil dilakukan proses curing selama 3 minngu. Sampo
dikeluarkan dari cetakan dan dikemas.
3.4 Labelisasi Produk
Pelabelan merupakan suatu hal yang menjadi kunci supaya produk bisa dikenal
oleh masyarakat. Label menyajikan data dan informasi mengenai suatu
produk.Informasi yang ada dalam suatu label antara lain nama produk, komposisi,
cara pemakaian, manfaat, masa simpan, dan beberapa informasi lainnya. Sebagai
keberlanjutan usaha ini, dilakukan juga pelabelan halal dan BPOM untuk
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk ORVA .
3.5 Pemasaran Produk
3.5.1 Penentuan Media Pemasaran
Pemasaran produk sampo batang ORVA dilakukan secara offline dan
online. Pemasaran offline dilakukan dengan persentase 65% dan pemasaran secara
online dilaksanakan dilakukan dengan persentase 35%. Pemasaran secara offline
dilakukan melalui pameran dan pengenalan produk. Sedangkan pemasaran secara
online dilakukan melalui beberapa platform e-commerce seperti shopee, tokopedia
dan sebagainya.
3.5.2 STP (Segmentation, Targeting, Positioning)
a. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar produk yang kami ciptakan berfokus pada laki-laki
dan perempuan pada rentan usia remaja dan anak muda. Produk ini sangat
berguna untuk bagi mereka yamg memiliki kesibukan sebagai mahasiswa
maupun pekerja kantor.
b. Target Pasar
9
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, S. and Safitri, C.I.N.H., 2020. Formulasi dan Uji Aktivitas Tabir Surya
Gel Rambut Ekstrak Bekatul Padi (Oryza sativa). Seminar Nasional
Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS), 5, pp.336–345.
Kharisma, D.N.I. and Safitri, C.I.N.H., 2020. Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan
Gel Ekstrak Bekatul (Oryza sativa L.). Seminar Nasional Pendidikan
Biologi dan Saintek (SNPBS), 5, pp.228–235.
Pangestika, W., Abrian, S., and Adanwiyah, R., 2021. Pembuatan Sabun Mandi
Padat dengan Penambahan Ekstrak Daun Avicennia marina. Jurnal
Teknologi Agro-Industri, 8(2), pp.135-153.
Julaika, S., Ikrimah L., and Normadini, B., 2019. Penggunaan Gelombang Mikro
Pada Pembuatan Minyak Bekatul Padi dengan Pelarut Etanol. Seminar
Nasional Sains dan Teknologi Terapan, 7, pp.119-124
11
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
1. Biodata Ketua
12
13
2. Biodata Anggota 1
14
3. Biodata Anggota 2
15
4. Biodata Anggota 3
16
5. Biodata Anggota 4
17
Adapun cara menghitung hasil NPV digunakan rumus NPV sebagai berikut:
Keterangan:
· Ct = Arus Kas per Tahun pada periode t · C0 = Nilai Investasi awal
· i/r = tingkat bunga (dalam %)
NPV =8.463.392+7.022.480+6.577.987+6.127.505-9.479.000
NPV = 18.712.365
Artinya, selama 5 tahun kedepan, sesuai dengan perhitungan NPV yang ada pada
tabel diatas menyatakan bahwa investasi di ORVA akan mendapatkan keuntungan
senilai Rp18.712.365 Hal ini menandakan jika usaha ini sangat LAYAK untuk
dijalankan.
24
Adapun hasil perhitungan IRR yang kami dapatkan dari usaha ORVA sebagai
berikut: