0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan30 halaman

G 3 Ikmal PDF

Proposal ini mengusulkan inovasi produk sampo batang bernama Orva, yang terbuat dari ekstrak kulit kelinci dan bekatul beras putih untuk meningkatkan kesehatan rambut. Produk ini ditujukan untuk remaja dan dewasa, dengan harga terjangkau dan kemasan yang praktis. Diharapkan dapat bersaing di pasar dengan memanfaatkan bahan alami dan mendukung program pemerintah dalam pengolahan sumber daya alam.

Diunggah oleh

yuniendarti5
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan30 halaman

G 3 Ikmal PDF

Proposal ini mengusulkan inovasi produk sampo batang bernama Orva, yang terbuat dari ekstrak kulit kelinci dan bekatul beras putih untuk meningkatkan kesehatan rambut. Produk ini ditujukan untuk remaja dan dewasa, dengan harga terjangkau dan kemasan yang praktis. Diharapkan dapat bersaing di pasar dengan memanfaatkan bahan alami dan mendukung program pemerintah dalam pengolahan sumber daya alam.

Diunggah oleh

yuniendarti5
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Inovasi Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kelinci Fortifikasi Ekstrak Bekatul


Beras Putih (Oryza sativa L.) sebagai Sampo Batang

Diusulkan Oleh:

Hisyam Hibatur Rahman (225050101111093) 2022


Ikmal Nur Fadilah (225050107111061) 2022
Ian Ardiansah Syaputra (225050107111070) 2022
Gibran Thoriq Attala (225050100111141) 2022
Hilman Falih Raihando (225050107111191) 2022

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2022
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................... i
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 2
1.3 Tujuan Program ...................................................................................... 2
1.4 Manfaat Program .................................................................................... 2
1.5 Luaran yang diharapkan ......................................................................... 2
BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ......................................... 3
2.1 Gambaran Umum Produk ....................................................................... 3
2.2 Gambaran Logo ...................................................................................... 3
2.3 Gambaran Kemasan ................................................................................ 4
2.4 Gambaran Sumber Bahan Baku ............................................................. 4
2.5 Gambaran Motto Usaha .......................................................................... 4
2.6 Gambaran sumber Daya Tenaga Kerja ................................................... 4
2.7 Gambaran Umum Potensi Pasar ............................................................. 4
2.8 Analisis Kelayakan ................................................................................. 5
2.8.1 Cash Flow ........................................................................................ 5
2.8.2 Perhitungan R/C dan Benefit Cost Rasio ......................................... 5
2.8.3 Perhitungan Break Event Point (BEP) ............................................ 6
2.8.4 Perhitungan NPV (Net Present Value) ............................................ 6
2.8.5 Perhitungan IRR .............................................................................. 6
BAB III METODE PELAKSANAAN................................................................. 6
3.1 Alat dan Bahan ....................................................................................... 7
3.2 Riset dan Strategi Pemasaran ................................................................. 7
3.2.1 Survei Pasar dan Pemetaan Target Pasar......................................... 7
3.2.2 Pembelian Bahan dan Alat-Alat Penujang Produksi ....................... 7
3.3 Pelaksanaan Produksi ............................................................................. 7
3.4 Labelisasi Produk ................................................................................... 8
3.5 Pemasaran Produk .................................................................................. 8
3.5.1 Penentuan Media Pemasaran ........................................................... 8
3.5.2 STP (Segmentation, Targeting, Positioning) ................................... 8
3.5.3 Bauran Pasar .................................................................................... 9
3.6 Evaluasi Pasar ......................................................................................... 9
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN .................................................. 9
4.1 Anggaran Biaya ...................................................................................... 9
4.2 Jadwal Kegiatan .................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 10
LAMPIRAN ......................................................................................................... 11

i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 .......................................................................................................... 4
Gambar 2 .......................................................................................................... 7

ii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 ............................................................................................................. 3
Tabel 2 ............................................................................................................. 5
Tabel 3 ............................................................................................................. 10
Tabel 4 ............................................................................................................. 10

iii
1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada
masa remaja ini, sebagian orang pasti akan berlomba-lomba untuk terlihat menarik
kepada lingkungan sekitar dan lingkup global. Sehingga, dalam prosesnya remaja
tersebut akan mecoba segala cara agar penampilan yang dia ciptakan sesuai dengan
yang dia harapkan. Salah satu bagian tubuh yang banyak diperhatikan dalam
penampilan adalah rambut. Remaja laki – laki, maupun perempuan menginginkan
rambut yang sehat dan menawan, akibatnya mereka melakukan upaya – upaya
untuk memperindah rambut, salah satunya adalah dengan menggunakan bahan-
bahan kosmetik seperti sampo, sesuai dengan pernyataan menurut Rantika
(2017)dalam Ibrahim (2020) menyatakan bahwa dengan menggunakan sampo
dapat melindungi rambut, rambut akan terlihat lebih lembut dan berkilau.
Produk sampo yang beredar menyebabkan masyarakat bingung mengenai
produk sampo yang baik, sehingga banyak dari masyarakat yang akhirnya
menggunakan produk sampo dengan berbagai kandungan bahan kimia yang tinggi.
Menurut Nurdianti (2017) dalam Ibrahim (2020), bahan-bahan kimia yang
terkandung dalam kosmetik apabila digunakan berulang kali dalam jangka panjang
dapat menyebabkan kulit kepala dan rambut menjadi rusak. Namun hal ini dapat
dicegah dengan menggunakan produk yang menggunakan bahan alami, bahan
alami terdapat beberapa macam, salah satu bahan alami tersebut adalah kolagen.
Kolagen merupakan bahan yang dapat menjadi sumber protein bagi rambut,
kolagen memilki asam amino yang dapat mencegah kerusakan folikel rambut serta
masalah rambut lainnya. Kolagen dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah
satunya dari kulit kelinci.
Kulit kelinci memiliki kandungan kolagen yang dapat dimanfaatkan untuk
mengatasi permasalahan pada rambut, tetapi harus melalui proses agar kolagen
tersebut dapat bermanfaat. Selain kulit kelinci, bahan alami yang baik untuk
mengatasi permasalahan pada rambut adalah bekatul (oryza sativa). Manfaat
bekatul dapat diperoleh jika sudah diproses ekstraknya menjadi minyak bekatul
atau rice bran oil (Hadipernata, 2007). Berdasarkan hasil penelitian bekatul
mengandung komponen bioaktif atau senyawa fitokimia yang tinggi seperti γ-
oryzanol, tokoferol, tokotrienol (Chen dan Bergman, 2005). Menurut Lutfianto
(2017) dalam Ibrahim (2020) kandungan oryzanol dalam minyak bekatul
bermanfaat sebagai antioksidan, untuk melawan radikal bebas pada kulit kepala dan
rambut. Kandungan kolagen dari kulit kelinci dengan ekstrak minyak bekatul dapat
dimanfaatkan pada produk sampo batang.
Pemanfaatan sumber daya alam berupa kulit kelinci dan bekatul ini diharapkan
dapat menjadi produk sampo batang yang mampu mengatasi permasalahan pada
rambut. Sampo merupakan produk perawatan rambut berbentuk batang atau cair
yang mengandung zat untuk menyehatkan rambut. Hal ini juga didukung oleh
Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yaitu mendorong industri di dalam
2

negeri agar memanfaatkan sumber daya alam sebagai bahan alami serta bahan baku,
khususnya dalam pembuatan produk ini.
Berdasarkan hal tersebut, maka kami memberikan inovasi yang berjudul
“Inovasi Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kelinci Fortifikasi Ekstrak Bekatul Beras Putih
(Oryza sativa L.) sebagai Sampo Batang”. Produk sampo yang kami tawarkan
terbuat dari bahan alam melalui suatu proses. Produk ini memiliki harga terjangkau
dengan kemasan ergonomis. Target pasar dari sampo kami adalah remaja, yakni
para mahasiswa dan mahasiswi dengan rentang umur 17-25 tahun, tetapi produk ini
juga bisa digunakan untuk orang dewasa. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi
pilihan sampo yang efektif untuk pria dan wanita remaja hingga dewasa serta
mampu bersaing hingga kancah internasional.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana pembuatan produk kewirausahaan sampo batang dari kulit kelinci
dengan ekstrak minyak bekatul?
2. Bagaimana perbandingan produk sampo batang dari ekstrak kulit kelinci
dengan produk sampo lain?
3. Bagaimana merancang strategi pemasaran dan mengaplikasikan pemasaran
produk sampo batang dari kulit kelinci dengan ekstrak minyak bekatul
1.3 Tujuan Program
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, didapatkan tujuan program antara lain:
1. Mampu menginovasikan produk kewirausahaan sampo batang dari kulit
kelinci dengan ekstrak minyak bekatul.
2. Mengidentifikasi kelebihan sampo batang dengan ekstrak kulit kelinci
dibandingkan produk sampo lain.
3. Mampu merancang dan mengaplikasikan pemasaran produk sampo batang
dari kulit kelinci dengan ekstrak minyak bekatul.
1.4 Manfaat Program
Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) ini dapat
bermanfaat bagi beberapa pihak, antara lain untuk mahasiswa yang dimana program
ini dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi para mahasiswan Indonesia
khususnya dalam bidang peternakan dan farmasi serta menanamkan jiwa
kewirausahaan dan sifat peduli terhadap lingkungan. Lalu penelitian ini juga
berguna bagi masyarakat, penelitian ini dapat menjadi peluang baru untuk
berwirausaha yang unik dan bervariatif, serta mampu mengoptimalkan pengolahan
hasil samping peternakan kelinci. Penelitian ini juga bermanfaat bagi pemerintah,
yaitu dengan mendukung program pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya
alam serta membuka lapangan kerja baru.
1.5 Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan dalam inovasi ini sebagai berikut:
3

1. Produk dari (Nama produk)


2. Laporan kemajuan
3. Publikasi berupa artikel ilmiah dalam jurnal ilmu farmasi dan farmasi klinik
4. Laporan akhir
5. Sertifikasi kelayakan dari BPOM

BAB II GAMBARAN UMM RENCANA USAHA


2.1 Gambaran Umum Produk
Orva (Oryctolagus Oryza Sativa) merupakan sebuah produk sampo batang
berbahan ekstrak bekatul padi (Oryza Sativa) dengan ekstrak kulit kelinci yang
mengandung kolagen tinggi. Produk ini mengandung bekatul yang berkhasiat untuk
mengatasi kerusakan pada rambut dan kolagen kulit kelinci yang berfungsi untuk
pertumbuhan rambut serta pemenuhan nutrisi yang baik bagi kesehatan rambut.
Bekatul dan kolagen kulit kelinci tersebut diolah dengan cara ekstraksi, yang
merupakan rangkaian proses, sehingga menghasilkan sampo batang dengan
berbagai kandungan yang bertujuan untuk memenuhi kekurangan nutrisi dan
kerusakan pada rambut. Produk ini berupa batang yang dapat memudahkan
konsumen dalam menggunakan produk ini karena lebih praktis dan efisien. Orva
dikemas dalam kemasan yang memiliki daya simpan tahan lama dan dengan desain
yang sangat minimalis serta terlihat menarik oleh para konsumen. Produk ini
memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk sampo batang yang
lain seperti pada Tabel 2.1 berikut:
Pembanding Orva Produk sampo Produk Sampo
padat Cair

Harga Rp.18.000/50 gram Rp.20.000/50 Rp.39.900/350 ml


penjualan gram

Bahan Bahan Alami Bahan Kimia Bahan Kimia


Produksi

Senyawa Ada (ekstrak kolagen cocamidopropyl


Bioaktif kulit kelinci dan ekstrak titanium betaine
bekatul) dioxide

Tabel 2.1 perbandingan Orva dengan produk lain

2.2 Gambaran Logo


Pada logo produk Orva, terdapat ikon padi yang menunjukkan bahan dasar dari
produk ini menggunakan bahan alami yakni bekatul. Ornamen telinga kelinci
menggambarkan bahwa dalam produk ORVA juga mengandung kolagen kulit
4

kelinci sebagai bahan dasarnya dan warna putih menggambarkan cahaya yang
bersinar. Tulisan dari nama produk kami yakni ORVA yang berwarna coklat
melambangkan darimana produk ini berasal (Fakultas Peternakan) dan dibuat
dengan gaya minimalis serta estetik sehingga menarik untuk dipandang.

Gambar 2.2. Desain logo ORVA


2.3 Gambaran Kemasan
Pada awal produksi, produk Orva dengan berat 50 gram akan dibalut kertas.
Balutan kertas tersebut terbuat dari bahan kertas sehingga mudah, ringan, dan tidak
akan memakan tempat untuk dibawa bepergian. Pada kertas akan diberi logo agar
pada kemasan menambah kesan elegan dan mewah sehingga menarik perhatian
konsumen. Balutan kertas dari produk kami selanjutnya akan dimasukkan ke dalam
kotak berukuran 7 cm x 5 cm x 3,5 cm sebagai kemasan terluar.
2.4 Gambaran Sumber Bahan Baku
Gambaran suplai bahan baku dapat didapatkan di seluruh Indonesia, tetapi
untuk bahan baku utama ORVA berupa ekstrak kolagen kelinci dari kelinci
pedaging yang diperoleh dari peternak kelinci Azhar Farm Indonesia, Kecamatan
Bumiaji, Kota Batu. Ekstrak bekatul padi yang digunakan ORVA diperoleh dari
KUD (koperasi unit desa). Pembelian dan pencarian bahan baku lainnya didapatkan
dari daerah Malang, Jawa Timur dan pembelian bahan baku dilakukan secara
kontinyu sesuai dengan standar kebutuhan dari produksi.
2.5 Gambaran Motto Usaha
Motto usaha kami dalam memproduksi dan memasarkan “ORVA”
(Oryctolagus Oryza Sativa) adalah “fortis et lucens”. Kata “Fortis” berasal dari
bahasa Latin yang berarti kuat karena produk ini memperkuat rambut dan tidak
mudah rontok. Sedangkan “luceat”, berarti bersinar karena produk ini membuat
rambut jadi mengkilap.
2.6 Gambaran sumber Daya Tenaga Kerja
Tim pelaksanaan kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan
(PKM-K) adalah mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya angkatan
2022. Kemampuan dalam mengolah bahan alami serta kemampuan dalam memilih
mitra. Kegiatan pelaksanaan ini didampingi oleh dosen pembimbing yang
menguasai ilmu dibidang kewirausahan dan bidang pengolahan bahan alami
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
2.7 Gambaran Umum Potensi Pasar
Kami menciptakan inovasi produk sampo dalam bentunk batangan dengan
kandungan ekstrak kolagen yang berasal dari kulit kelinci dengan campuran minyak
5

bekatul. Produk yang kami kembangkan terdapat kekuatan dan kelemahan dari
produk kami. Analisa dari inovasi yang kami kembangkan dapat dilihat dari tabel
berikut:

Strengths • Sampo ORVA menggunakan bahan alami


(Kekuatan) • Sampo ini praktis untuk dibawa kemana saja
• Kemasan yang digunakan untuk membungkus sangat
ramah lingkungan
• Harga ekonomis

Weakness • Sampo batang masih asing dikalangan masyarakat


(kelemahan) • Belum memiliki brand image

Opportunities • E-Commerce dapat menjadi media pemasaran dan media


(Peluang) pengenalan produk kepada masyarakat
• Rambut dan kulit kepala manusia yang membutuhkan
banyak nutrisi agar dapat tumbuh dengan baik

Threatas • Minimnya permintaan sabun batang, karena masyarakat


(Ancaman) lebih megetahui sampo cair.
Tabel 2.7 Tabel SWOT
2.8 Analisis Kelayakan
Harga jual dari sampo yang kami produksi ditetapkan dengan cara
menyesuaikan biaya yang telah dikeluarkan oleh pasaran. Harga jual untuk satu
buah sampo Orva yaitu Rp18.000,00. Orva merupakan sampo berbahan baku
gelatin kulit kelinci dan ekstrak bekatul dengan nanoteknologi, kami kembangkan
dalam satu kali produksi sebanyak 200 kemasan. Jadi omset per satu kali produksi
adalah 250 x Rp18.000,00 = Rp4.500.000,00. Produksi Orva dilakukan 4 bulan
sekali sehingga dalam satu tahun ada 3 kali produksi, maka pendapatan selama satu
tahun adalah 3 x Rp 4.500.000,00 = Rp13.500.000,00. Keuntungan diperoleh dari
selisih antara pendapatan dan total biaya produksi (biaya
penyusutan, habis pakai dan biaya operasional). Keuntungan dalam satu tahun
pertama adalah Rp.13.500.000,00-Rp6.434.000,00 = Rp7.066.000,00.
2.8.1 Cash Flow
Cash flow merupakan aliran dana dalam usaha yang kami jalankan, baik dana yang
masuk maupun dana keluar. Cash flow ORVA pada tahun 2022, diperkirakan akan
mendapatkan penghasilan sebesar Rp17.234.000,00 dan pengeluaran sebesar
Rp8.809.000,00. Sehingga, usaha kami dapat dikatakan layak untuk dijalkan.
Adapiun hitungan yang lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran 10
2.8.2 Perhitungan R/C dan Benefit Cost Rasio
R/C = Hasil usaha / Biaya produksi
= Rp13.500.000,00 ./ Rp6.434.000,00
6

= Rp2,09
Artinya, Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk produksi menghasilkan
keuntungan sebesar 2,09 rupiah
Benefit Cost Rasio = Keuntungan / Biaya Produksi
=Rp7.066.000,00/ Rp6.434.000,00
=1,09
Artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk produksi menghasilkan
keuntungan sebesar 1,09 rupiah.
2.8.3 Perhitungan Break Event Point (BEP)
Kegunaan dari menghitung BEP ini adalah untuk mengetahui kapan hasil usaha
yang dilakukan mencapai titik impas, yang meliputi sebagai berikut:
BEP Produksi = Total biaya produksi / harga jual
= Rp6.434.000,00 / Rp18.000,00
= 357
Artinya usaha “ORVA” akan mengalami titik impas dengan harga
Rp18.000,00/kemasan ketika produksi 357 kemasan terjual.
Jangka Waktu Pengembalian Modal
= (Biaya tetap + Biaya variabel)/ keuntungan x lama produksi
= Rp6.434.000,00 / Rp7.066.000,00 x 12 bulan
= 10,9 bulan = 10 bulan
2.8.4 Perhitungan NPV (Net Present Value)
NPV merupakan selisih antara pemasukan dengan pengeluaran investasi selama
tahun berjalan. Hasil perhitungan NPV dikatakan layak jika Net Present Value/
Nilai NPV lebih besar dari nol atau bernilai positif. Perhitungan lebih jelas dapat
dilihat pada Lampiran 11
2.8.5 Perhitungan IRR
IRR merupakan indikator tingkat efisiensi suatu investasi yang dikatakan layak
dijalankan apabila perhitungan investasi harus lebih tinggi dari minimum
acceptable rate of return (kecepatan pengembalian dari suatu investasi). Hasil IRR
ORVA senilai 31,3% dan lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 12.

BAB III METODE PELAKSANAAN


Langkah dalam merealisasikan produk, secara garis besar dimulai dari
tahap persiapan produk, proses produksi, pengemasan, labelisasi serta pemasaran
produk, yang dapat dilihat pada Gambar 3 berikut:

Gambar 3. Diagram Alir Metode Pelaksanaan


7

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan disurvei dan dibeli di daerah Malang dan sekitarnya. Alat
yang digunakan dalam proses produksi ini adalah blender, hot plate, beaker glass,
batang pengaduk, pipet tetes, ayakan 50 mesh, spatula, timbangan analitik,
serangkaian alat Soxhlet dan ekstraksi. Bahan baku yang digunakan sebagai zat
aktif adalah ekstrak minyak bekatul yang telah terstandarisasi dan kulit kelinci
dipasok dari peternak kelinci Azhar Farm Indonesia, Kecamatan Bumiaji Kota
Batu. Bahan eksipien atau bahan tambahan yang digunakan dalam produk ini
adalah natrium lauril sulfat, CMC, Cocamide DEA, Asam benzoat, dan menthol.
3.2 Riset dan Strategi Pemasaran
3.2.1 Survei Pasar dan Pemetaan Target Pasar
Survei pasar dilakukan untuk mengetahui tingkat kebutuhan konsumen
terhadap produk ORVA. Survei pasar ini meliputi beberapa hal seperti pengamatan
produk serupa sehingga dapat menemukan strategi yang efektif. Target pasar jangka
pendek dari produk ORVA ini adalah mahasiswa atau kalangan anak muda di Kota
Malang dan sekitarnya. Hal ini disebabkan mahasiswa dan anak muda sering
melakukan aktivitas di luar sehingga diperlukan produk sampo yang dapat menjaga
kesehatan rambut. Selain itu, target pasar jangka panjang adalah salon bagi
perempuan dan barbershop bagi laki-laki yang ada di seluruh wilayah Indonesia
hingga menembus pasar Internasional atau ekspor.
3.2.2 Pembelian Bahan dan Alat-Alat Penujang Produksi
Pembelian bahan baku dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan
kebutuhan produksi. Bahan baku dan alat penunjang dipilih sesuai standar kualitas
produk dan spesifikasi yang memadai. Sehingga, proses produksi ORVA dapat
berjalan lancar sesuai prosedur yang ada.
3.3 Pelaksanaan Produksi
a. Ekstrak Kolagen Kulit Kelinci
Pembuatan kolagen kelinci dimulai dari perendaman kulit kelinci
menggunakan kapur sebanyak 2% dari berat kulit. Selanjutnya dibuang bulu,
lemak, sisa kotoran dan dicuci menggunakan aquades. Dipotong kulit kelinci
sebesar 2 x 4 cm. Kemudian direndam kulit kelinci dengan asam asetat 5% pada
suhu 28 derajat celcius selama 48 jam dan dicuci dengan aquades. Lalu kulit
kelinci diekstrak dengan aquades (1:3) pada suhu 60 derajat celcius selama 3
jam. Disaring ekstraksi kulit kelinci menggunakan kain dan didapat ekstrak
kolagen kelinci. Pembuatan nano kolagen kelinci dilakukan dengan melarutkan
kolagen kelinci dengan aquades dengan rasio perbandingan 1:2 dan dilakukan
sizing selama 2-14 jam dengan magnetic stirrer pada kecepatan ±3000 rpm,
kemudian setelah 2-4 jam sampel kolagen kelinci ditetesi dengan larutan etanol
96% dengan rasio perbandingan 1:1, hal ini bertujuan agar tidak terjadi
aglomerasi pada partikel kolagen kelinci yang sudah menjadi nano kolagen
(Syukroni, I. 2018).
8

b. Ekstrak Bekatul
Bekatul di dihaluskan dengan blender hingga berbentuk serbuk. Bubuk
tersebut di timbang dan dimasukkan ke dalam bejana maserasi. Proses ekstraksi
dilakukan didalam suatu wadah menggunakan pelarut etanol dengan ratio
perbandingan bekatul dan etanol sebesar 1:10. Kemudian, dilakukan maserasi
selama 5 hari. Hasil ekstraksi disaring kemudian dipekatkan menggunakan
rotary evaporator (Susanty dkk., 2019).
c. Sampo Batang
Ekstrak kolagen kulit kelinci dipanaskan hingga mencapai suhu 50 derajat
celcius. Setelah mencapai suhu tersebut, CMC sebanyak 0,5 liter dimasukkan
ke dalam gelas beaker sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan secara merata.
Larutan diaduk dan dipanaskan kembali agar suhu larutan mencapai 70 derajat
celcius. Sebanyak 50 ml etanol 96% dimasukkan kedalam larutan Cocamide
DEA, Asam Benzoat, Natrium Lauril Sulfat dicampurkan kedalam sediaan
sampo. Kemudian, sediaan sampo dituangkan kedalam cetakan dan didiamkan
selama 2x24 jam pada suhu ruangan hingga mengeras. Setelah itu, sampo
dikeluarkan dan dibiarkan di suhu ruang, sampo dikemas menggunakan kertas
dan disimpan sambil dilakukan proses curing selama 3 minngu. Sampo
dikeluarkan dari cetakan dan dikemas.
3.4 Labelisasi Produk
Pelabelan merupakan suatu hal yang menjadi kunci supaya produk bisa dikenal
oleh masyarakat. Label menyajikan data dan informasi mengenai suatu
produk.Informasi yang ada dalam suatu label antara lain nama produk, komposisi,
cara pemakaian, manfaat, masa simpan, dan beberapa informasi lainnya. Sebagai
keberlanjutan usaha ini, dilakukan juga pelabelan halal dan BPOM untuk
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk ORVA .
3.5 Pemasaran Produk
3.5.1 Penentuan Media Pemasaran
Pemasaran produk sampo batang ORVA dilakukan secara offline dan
online. Pemasaran offline dilakukan dengan persentase 65% dan pemasaran secara
online dilaksanakan dilakukan dengan persentase 35%. Pemasaran secara offline
dilakukan melalui pameran dan pengenalan produk. Sedangkan pemasaran secara
online dilakukan melalui beberapa platform e-commerce seperti shopee, tokopedia
dan sebagainya.
3.5.2 STP (Segmentation, Targeting, Positioning)
a. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar produk yang kami ciptakan berfokus pada laki-laki
dan perempuan pada rentan usia remaja dan anak muda. Produk ini sangat
berguna untuk bagi mereka yamg memiliki kesibukan sebagai mahasiswa
maupun pekerja kantor.
b. Target Pasar
9

Target utama dari ORVA adalah mahasiswa laki-laki dan perempuan


usia remaja (usia 18-24 tahun). Usia remaja sangat rentan dengan aktivitas
di luar ruangan. Aktivitas di luar ruangan menjadikan rambut terpapar
langsung dengan sinar matahari dan rentang terkena debu dan polusi yang
menjadikan rambut menjadi kusam dan lepek. Maka dari itu diperlukan
perawatan khusus supaya rambut rambut tetap kuat dan bersinar.
c. Posisi Pasar
Produk ORVA akan dipromosikan melalui pameran dan pengenalan
produk dengan melakukan penyebaran brosur di sekitar lingkungan
kampus. Pemilihan lokasi promosi ini bertujuan untuk mengenalkan produk
kami dan menarik minat mahasiswa dan mahasiswi.
3.5.3 Bauran Pasar
Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P (product, price, place dan promotion)
yang dijabarkan sebagai berikut:
1. Produk: bahan alami, kualitas bagus, kemasan praktik, baik digunakan untuk
kulit kepala dan rambut.
2. Harga: harga yang relatif terjangkau bagi semua kalangan. Penentuan harga
berdasarkan perhitungan pengeluaran untuk kegiatan produksi dan operasional
serta menyesuaikan harga produk sejenis yang beredar di pasaran.
3. Tempat: prioritas penjualan produk ORVA dilakukan secara offline sehingga
memudahkan konsumen untuk mencari dan mendapatkan produk.
4. Promosi: kegiatan promosi ORVA dilakukan secara rutin 3 kali tiap minggunya,
melalui media online dan offline.
3.6 Evaluasi Pasar
Evaluasi kegiatan terdiri dari 3 aspek untuk mencapai target evaluasi, yaitu pada
sektor sumber daya, produksi, dan pemasaran. Evaluasi sektor sumber daya
bertujuan untuk mengetahui persiapan produksi sesuai dengan target yang
diinginkan. Evaluasi sektor produksi bertujuan untuk menghasilkan sistem
produksi yang lebih efektif. Evaluasi sektor pemasaran bertujuan untuk mengetahui
target penjualan yang telah dicapai, jumlah produk yang terjual, keuntungan, dan
keadaan persaingan produk sejenis. Evaluasi dilakukan setiap 4 bulan sekali.

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Berdasarkan anggaran biaya yang telah disusun, didapatkan rekapitulasi
rencana anggaran biaya yang dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya

No Jenis Pengeluaran Sumber Dana Besaran Dana


1 Bahan habis pakai Perguruan Tinggi (Rp) 3.137.000,00
Instansi Lain 0
Perguruan Tinggi 667.000,00
10

2 Sewa dan jasa Instansi Lain 0


3 Transportasi lokal Perguruan Tinggi 1.960.000,00
Instansi Lain 0
4 Lain-lain Perguruan Tinggi 670.000,00
Instansi Lain 0
Jumlah 6.434.000,00
Perguruan Tinggi 6.434.000
Instansi Lain 0
Rekap Sumber Dana
Jumlah 6.434.000
4.2 Jadwal Kegiatan
Perencanaan jadwal kegiatan diperlukan agar pelaksanaan program PKM-
K dapat berjalan sesuai dengan rencana, seperti yang tertera pada Tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2. Jadwal Kegiatan
No Jenis Kegiatan Bulan Penanggung Jawab
1 2 3 4
1. Survei Pasar Ian Ardiansah Syaputra
2. Pembuatan Hilman Falih Raihando
Desain Produk
3. Persiapan Hisyam Hibatur Rahman
4. Produksi Gibran Thoriq Attala
5. Pelabelan Ikmal Nur Fadilah
6. Pemasaran Ian Ardiansah Syaputra
7. Evaluasi Hisyam Hibatur Rahman
Pelaksanaan
8. Pembuatan Semua
Laporan

DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, S. and Safitri, C.I.N.H., 2020. Formulasi dan Uji Aktivitas Tabir Surya
Gel Rambut Ekstrak Bekatul Padi (Oryza sativa). Seminar Nasional
Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS), 5, pp.336–345.
Kharisma, D.N.I. and Safitri, C.I.N.H., 2020. Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan
Gel Ekstrak Bekatul (Oryza sativa L.). Seminar Nasional Pendidikan
Biologi dan Saintek (SNPBS), 5, pp.228–235.
Pangestika, W., Abrian, S., and Adanwiyah, R., 2021. Pembuatan Sabun Mandi
Padat dengan Penambahan Ekstrak Daun Avicennia marina. Jurnal
Teknologi Agro-Industri, 8(2), pp.135-153.
Julaika, S., Ikrimah L., and Normadini, B., 2019. Penggunaan Gelombang Mikro
Pada Pembuatan Minyak Bekatul Padi dengan Pelarut Etanol. Seminar
Nasional Sains dan Teknologi Terapan, 7, pp.119-124
11

LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
1. Biodata Ketua
12
13

2. Biodata Anggota 1
14

3. Biodata Anggota 2
15

4. Biodata Anggota 3
16

5. Biodata Anggota 4
17

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

No Jenis Pengeluaran Volume Harga Satuan Nilai (Rp)


(Rp)
1 Alat dan Bahan
Pisau 1 set 35.000 35.000
Baskom 3 buah 15.000 45.000
Talenan 2 unit 20.000 40.000
Blender 2 unit 172.000 344.000
Pipet Tetes 5 buah 10.000 50.000
Ayakan 50 mesh 1 unit 200.000 200.000
Spatula 1 set 28.000 28.000
Falcon 50 ml 1 unit 25.000 25.000
Batang Pengaduk 3 unit 10.000 30.000
Beaker Glass 1 L 2 unit 130.000 260.000
Erlenmeyer 2 unit 66.000 132.000
Mortir 13cm dan 2 unit 42.500 85.000
stamfer
Kulit Kelinci 20 lembar 20.000 400.000
Ekstrak Bekatul 5 kg 5.000 25.000
Natrium Lauril 4 kg 30.000 120.000
Sulfat
CMC 500 gram 5 liter 92.000 460.000
Cocamide DEA 2 liter 35.000 70.000
Asam Benzoat 5 ml 34.000 68.000
Menthol 45 gram 10.000 30.000
Aquadest 15L 2 botol 100.000 200.000
Etanol 1 liter 50.000 50.000
Kertas (daur ulang) 100 pcs 150,00 15.000
Kemasan Kardus 100 pcs 4.000 400.000
Logo (Stiker) 100 pcs 250,00 25.000
SUB TOTAL 3.137.000,00
2 Belanja Sewa
Sewa Hote Plate 1 unit 13.000 13.000,00
Timbangan Analitik 1 unit 14.000 14.000,00
Soklet 1 unit 140.000 140.000,00
Alat Ekstraksi 1 unit 500.000 500.000,00
SUB TOTAL 667.000,00
3 Perjalanan Lokal
Kegiatan penyiapan 6 kali 120.000,00 720.000,00
bahan
18

Kegiatan promosi 8 kali 80.000,00 640.000,00


produk
Kegiatan pemasaran 6 kali 100.000,00 600.000,00
produk
SUB TOTAL 1.960.000,00
4 LAIN LAIN
Sarung Tangan 2 box 150.000,00 300.000,00
Karet Steril
Masker 3 box 40.000,00 120.000,00
Hand sanitizer 5 unit 30.000,00 150.000,00
Kuota Internet 4 kali 25.000,00 100.000,00
SUB TOTAL 670.000,00
GRAND TOTAL 6.434.000,00
GRAND TOTAL (Terbilang Enam Juta Empat Ratus Tiga Puluh Empat Ribu
Rupiah)
19

Lampiran 3 . Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas


No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas
Studi Ilmu Waktu
(jam/mi
nggu)
1 Hisyam Hibatur Peternakan Peternakan 24 • Bertanggung jawab
Rahman/225050 atas seluruh
101111093 pelaksanaan
program
• Mengatur jadwal
pelaksanaan
• Mengkordinir
pelaksanaan
program
• Memimpin evaluasi
kegiatan
2 Ikmal Nur Fadilah/ Peternakan • Pelaksanan produksi
225050107111061 Peternakan 24 • Pembelian alat
produksi dan bahan
• Persiapan bahan
baku
• Melakukan kontrol
kualitas dan
kuantitas produk
3 Ian Ardiansah Peternakan Peternakan 24 • Pelaksanaan
Syaputra/225050 produksi
107111070 • Akuntansi dan
Keuangan
• Mengatur arus kas
masuk dan keluar
usaha
• Membuat
pembukuan
keuangan usaha
• Mengatur
pendistribusian dana
usaha
20

4 Gibran Thoriq Peternakan Peternakan 24 • Pelaksanaan


Attala/225050 produksi
100111141 • Mendesain media
publikasi produk,
baik media
onlinemaupun
offline
• Mendesain kemasan
produk
• Merancang dan
mengatur metode
dalam meningkatkan
kepuasan konsumen
• Melakukan analisa
usaha agar mampu
bersaing.
5 Hilman Falih Peternakan Peternakan 24 • Pelaksanaan
Raihando/225050 produksi
107111191 • Melakukan
pemasaran dan
distribusi produk
• Merancang dan
mengatur metode
pemasaran produk
• Melakukan
administrasi usaha.
21

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana


22

Lampiran 10. Laporan Cash Flow


SAMPO ORVA
LAPORAN CASH FLOW
Periode Tahun 2022-2025

Kategori Laporan 2022 2023 2024 2025


Saldo Awal Kas 10.455.000 22.660.000 36.503.500
Pendapatan Usaha 13.500.000 14.580.000 15.660.000 16.740.000
Pendapatan Lain-lain 6.434.000 6.434.000 7.397.000 8.630.000
Jumlah Pendapatan 19.934.000 31.469.000 45.717.000 61.873.500
Beban Usaha :
Beban Bahan Baku 3.350.000 3.685.000 4.020.000 4.355.000
Beban Alat 1.274.000 1.274.000 1.274.000 1.274.000
Beban Perjalanan 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000
Beban Gaji - - - -
Beban Utilitas 1.190.000 1.190.000 1.190.000 1.190.000
Beban Penyusutan 35.000 35.000 35.000 70.000
Beban Promosi 640.000 640.000 640.000 640.000
Beban Pengujian 1.000.000 - - -
Produk Jadi
Beban Lain-lain 670.000 670.000 734.500 792.750
Jumlah Beban Usaha -9.479.000 -8.809.000 -9.213.500 -9.641.750
Saldo Akhir Bulan 10.455.000 22.660.000 36.503.500 52.231.750
Saldo Akhir Kas 10.455.000 22.660.000 36.503.500 52.231.750
23

Lampiran 11. Perhitungan NPV (Net Present Value)

Tahun Cost (Rp) Benefit (Rp) B-C (Rp) NPV


(I=12%)
1 9.479.000 19.934.000 10.455.000 8.463.392
2 8.809.000 31.469.000 22.660.000 7.022.480
3 9.213.500 45.717.000 36.503.500 6.577.987
4 9.641.750 61.873.500 52.231.750 6.127.506

Adapun cara menghitung hasil NPV digunakan rumus NPV sebagai berikut:

Keterangan:
· Ct = Arus Kas per Tahun pada periode t · C0 = Nilai Investasi awal
· i/r = tingkat bunga (dalam %)

NPV =8.463.392+7.022.480+6.577.987+6.127.505-9.479.000

NPV = 18.712.365
Artinya, selama 5 tahun kedepan, sesuai dengan perhitungan NPV yang ada pada
tabel diatas menyatakan bahwa investasi di ORVA akan mendapatkan keuntungan
senilai Rp18.712.365 Hal ini menandakan jika usaha ini sangat LAYAK untuk
dijalankan.
24

Lampiran 12. Perhitungan IRR (Internal Rate of Return)


Perhitungan IRR dihitung menggunakan rumus:

Adapun hasil perhitungan IRR yang kami dapatkan dari usaha ORVA sebagai
berikut:

Tahun i =10% Tahun I =15%


1 9.504.545 1 9.091304
2 22.338.328 2 22.161.369
3 35.985312 3 35.700.244
4 51.490.290 4 51.082.396
NPV 110.371.872 NPV 108.556.314

Berdasarkan hasil perhitungan diatas dengan menggunakan i = 10% dan i = 15%


dihasilkan NPV 1 senilai 110.371.872 dan NPV 2 Senilai 108.556.314
Selanjutnya dihitung menggunakan rumus diatas sebagai berikut:
IRR = 𝑖1 + 𝑁𝑃𝑉1/(𝑁𝑃𝑉1− 𝑁𝑃𝑉2 ) (𝑖2 − 𝑖1)
IRR = 10% + 110.371.872/(110.371.872-108.556.314) x (15-10%)
IRR = 10% + 60,7 x 5%
IRR = 31,3%
Berdasarkan rumus di atas, didapatkan hasil IRR senilai 31,3%, artinya lebih
besar dari tingkat bunga yang diterapkan, sehingga investasi ini dapat dikatakan
LAYAK untuk dijalankan.
25

Anda mungkin juga menyukai