0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan19 halaman

E Business Dan e Comerce

E-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer, sementara e-commerce adalah bagian dari e-business yang berfokus pada transaksi jual beli online. E-business mencakup berbagai model seperti B2C, C2C, B2B, dan C2B, serta memiliki manfaat seperti fleksibilitas operasional dan jangkauan pasar yang luas. Namun, tantangan seperti menemukan pasar dan produk yang tepat, serta persaingan yang ketat, menjadi kendala yang dihadapi oleh pelaku e-business dan e-commerce.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan19 halaman

E Business Dan e Comerce

E-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer, sementara e-commerce adalah bagian dari e-business yang berfokus pada transaksi jual beli online. E-business mencakup berbagai model seperti B2C, C2C, B2B, dan C2B, serta memiliki manfaat seperti fleksibilitas operasional dan jangkauan pasar yang luas. Namun, tantangan seperti menemukan pasar dan produk yang tepat, serta persaingan yang ketat, menjadi kendala yang dihadapi oleh pelaku e-business dan e-commerce.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembahasan pertama Apa itu e business dan e comerce

Pengertian e-commerce Electronic commerce (perdagangan elektronik)


atau biasa disingkat dengan e-commerce adalah sebuah model bisnis
atau perdagangan yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan
internet. Dalam e-commerce, aktivitas penjualan, pemasaran, dan
pembelian dilakukan semua menggunakan internet. Hampir setiap barang
atau jasa bisa diperdagangkan lewat e-commerce, seperti gadget, tiket
transportasi, desain, dan sebagainya. E-commerce umumnya
membutuhkan beberapa sarana seperti website, aplikasi, serta payment
gateway (metode atau alat pembayaran), untuk menyelenggarakan
transaksi barang dan jasa secara online.

Dikutip dari Investopedia, perdagangan dengan model e-commerce


tercatat pertama kali diselenggarakan pada 1994, lewat situs web ritel
NetMarket yang menjual CD. Sejak itu, e-commerce menjadi terus
berkembang. E-commerce memudahkan konsumen untuk menemukan
produk secara cepat. Supaya bisa bersaing mendapatkan konsumen,
perusahaan-perusahaan dengan model bisnis tradisional akhirnya harus
beradaptasi menggunakan skema baru e-commerce. Kehadiran e-
commerce bisa dikatakan membawa disrupsi bagi perusahaan. Model
bisnis yang sudah dijalankan mau tidak mau harus disesuaikan pula
dengan e-commerce. Untuk jenis e-commerce, setidaknya terbagi jadi
beberapa model bisnis sebagai berikut. Jenis dan contoh e-commerce
1. Business to Consumer (B2C) B2C adalah jenis e-commerce dengan
skema perusahaan menjual produk langsung ke pengguna akhir
(konsumen), tanpa perantara atau pihak ketiga. Dalam B2C, biasanya
perusahaan menyediakan produk secara eceran.
Contoh e-commerce jenis ini mudah dijumpai sehari-hari, antara lain
seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka, Tiket.com, dan BliBli, yang
menghubungkan produk perusahaan secara langsung ke pengguna akhir.
Baca juga: Mengenal SEO dan Perannya dalam Marketing Online
2. Consumer to Consumer (C2C) C2C adalah jenis e-commerce dengan
skema transaksi produk dari individu atau konsumen perorangan
(bukan perusahaan) ke konsumen yang lainnya. C2C e-commerce
biasanya memanfaatkan platform marketplace untuk melangsungkan
aktivitas jual-beli.
Contoh e-commerce C2C bisa dilihat melalui OLX dan Facebook
Marketplace. Di platform tersebut, cukup banyak dijumpai konsumen
yang menawarkan dan menjual langsung produk miliknya ke konsumen
lain.
3. Business to Business (B2B) B2B hampir mirip dengan C2C, namun
berbeda subjeknya saja. B2B adalah jenis e-commerce yang proses
transaksi produknya dilakukan dari satu perusahaan ke perusahaan
lain. Di B2B, transaksi produk biasa dalam jumlah besar, bukan
eceran.
Contoh e-commerce jenis ini adalah Amazon dan Alibaba. Di dua
platform tersebut, transaksi produk bisa dilakukan dalam skala besar dari
satu perusahaan ke perusahaan yang lainnya.
4. Consumer to Business (C2B) C2B adalah jenis e-commerce dengan
skema jual-beli produk dari konsumen ke perusahaan. Produk yang
ditawarkan dalam C2B umumnya berupa jasa, misal jasa freelance
desain, foto, menulis, dan sebagainya.
Contoh e-commerce jenis ini dapat dilihat pada platform Upwork, iStock,
atau Fiverrr. Ketiga platform tersebut memiliki layanan untuk
menghubungkan jasa pekerja lepas (freelancer) dari konsumen ke sebuah
perusahaan.

Manfaat e-commerce Manfaat e-commerce yang pertama adalah


1. bisnis bisa beroperasi secara fleksibel tak ada batasan waktu.
Transaksi dalam e-commerce dapat berjalan 24 jam seminggu
penuh tanpa henti. Konsumen bisa membeli produk kapan saja
semaunya.
2. Kemudian, e-commerce juga mampu untuk menawarkan produk
yang lebih beragam dari berbagai penjual.
3. Biaya pengoperasian bisnis e-commerce bisa berpotensi lebih
murah. Ini dikarenakan dalam beberapa kasus penjual yang
menggunakan model e-commerce, tidak membutuhkan biaya untuk
mengurus properti fisik seperti sewa toko atau bayar pajak properti.
4. Manfaat e-commerce yang berikutnya adalah memiliki jangkauan
pasar yang luas, tak ada hambatan geografis. Produk bisa
dipasarkan hingga lintas batas negara dengan mudah.
5. E-commerce memudahkan perusahaan untuk menargetkan
produknya ke konsumen, misal dengan memanfaatkan layanan
iklan (ads) untuk ditampilkan di media sosial.

https://tekno.kompas.com/read/2022/09/26/10150007/pengertian-
e-commerce-beserta-jenis-contoh-dan-manfaatnya.
E-business berasal dari bahasa Inggris Electronic Business dapat
diartikan sebagai suatu kegiatan bisnis yang dilakukan secara
otomatais atau pun semiotomatis dengan menggunakan sistem
informasi komputer.
Istilah E-business pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, CEO
perusahaan IBM.
Menurut IBM, definisi E-business adalah sebuah metode pendekatan
dengan tujuan untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan
mengkombinasikan semua sistem dan proses secara aman, fleksibel
dan terintegrasi dalam menjalankan operasi bisnis utama dengan
memanfaatkan teknologi internet.
Definisi E-business yang paling sederhana adalah seluruh usaha dan
bisnis yang dilakukan dengan menggunakan fasilitas media elektronik
atau digital.
E-business mencakup seluruh kegiatan transaksi perdagangan
elektronik yang dilakukan secara otomatis dengan bantuan komputer
sebagai perangkat elektronik.
E-business tidak hanya menyangkut kegiatan e-dagang seperti halnya
E-commerce. E-business meliputi segala jenis kegiatan bisnis/usaha
yang dilakukan menggunakan media elektronik.
Tujuan dari E-business adalah mengubah transaksi perdagangan dari
yang konvensional manual menjadi otomatis yang lebih mudah,
efisien, efektif dan bisa lebih optimal.
Konsep Dasar E-Business
Untuk terjun ke dunia perdagangan elektronik, dewasa ini
pengetahuan tentang komputer dan internet adalah hal yang mutlak
dan paling mendasar.
Konsep E-business sebenarnya bisa dilihat dalam E-commerce karena
masih bagian dari bisnis elektronik.
Konsep dasar E-business meliputi:
– Pembelian secara elektronik (Electronic Purchasing) yang berkaitan
dengan pemroresan order elektronik dan metode pembayaran
elektronik.
– Manajemen rantai supply (Supply Chain Management) yang
berkaitan dengan sumber produk atau jasa dan kerja sama dengan
mitra bisnis.
– Pelayanan kepada konsumen berkaitan dengan strategi
marketing untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Strategi E-Business Suatu Perusahaan
– ERP (Enterprise Resource Planning)
Strategi dalam proses berbisnis memanfaatkan sistem informasi
perusahaan yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan sumber
daya.
– EAI (Enterprise Application Programs)
Konsep bisnis yang memungkinkan perusahaan dapat saling bertukar
informasi dan saling terintegrasi.
– CRM (Customer Relationship Management)
Strategi untuk meningkatkan keuntungan namun tetap mengutamakan
kepuasan konsumen.
– SCM (Supply Chain Management)
E-business sukses dibangun dengan memanajemen rantai supply yang
dapat berjalan secara otomatis.
Model E-Business
Secara umum, ada 2 jenis model E-business, yaitu B2C dan B2B.
– B2C (Business to Consumers)
Jenis perdagangan elektronik yang menggunakan konsep bisnis
perusahaan yang menawarkan produk atau jasa ke konsumen. Dalam
B2C, perusahaan adalah Business dan pelanggan atau pembeli adalah
Consumers.
Umumnya, pembeli adalah orang yang menjadi pemakai terakhir dari
produk yang dibeli.
– B2B (Business to Business)
B2B adalah model bisnis yang dilakukan antar perusahaan atau pelaku
bisnis. Umumnya, B2B dilakukan oleh perusahaan indsutri (Produsen)
dengan menjual produk atau jasa ke perusahaan/organisasi yang
membutuhkan.
Kedua model E-business tersebut juga terdapat dalam model bisnis E-
commerce yang melibatkan pihak ketiga seperti website toko online.
Kelebihan dan Kelemahan E-Business
E-business memungkinkan pelaku bisnis untuk mendapatkan
keuntungan yang berlipat. Namun tentu saja, kelebihan E-business
juga tidak bisa dilepaskan dari kelemahannya.
Kelebihan E-business
Berikut adalah manfaat, kelebihan dan keuntungan E-business:
1. Akses mudah
Untuk berhubungan dengan konsumen, pelaku bisnis hanya perlu
menggunakan koneksi internet. Seperti yang kita ketahui bahwa
teknologi memungkinkan interaksi antara stakeholder perusahaan dan
konsumen jauh lebih mudah.
Dengan E-business, bisa mendekatkan supplier, produsen, distributor
dan konsumen dalam satu sistem yang saling terintegrasi.
Metode pembayaran yang bervariasi menjadi salah satu kelebihan
tersendiri dalam E-business. Transaksi menjadi lebih cepat, mudah dan
nyaman.
2. Hemat waktu
Transaksi atau pun kerjasama bisa lebih efisien. Kegiatan bisnis bisa
dilakukan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Selain itu, E-business
lebih efektif karena bisa full time 24 jam.
3. Target pasar lebih mudah dijangkau dan tepat sasaran
E-business memudahkan akses ke pasar global yang berpotensi untuk
memperluas jangkauan pasar.
Dengan data-data yang tersedia, konsumen bisa membuat keputusan
dan pilihan lebih cepat.
Dengan berdagang di internet, target pasar lebih mudah dijangkau dan
lebih tepat sasaran. Contoh dalam bisnis E-commerce website toko
online lebih tertarget karena orang mengunjungi toko online dengan
tujuan melakuan order produk.
4. Modal lebih kecil
E-business bisa dijalankan dengan modal kecil bahkan tanpa modal
sekalipun.
Dengan adanya E-marketplace, berpotensi menurunkan biaya produksi
seperti sewa tempat untuk berjualan.
Selain itu, cek barang atau produk bisa lebih efisien dan tidak
membutuhkan modal yang besar. Cukup menggunakan koneksi
internet dan tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan.
5. Peluang usaha lebih besar
Peluang untuk mendapatkan pekerjaan di internet juga lebih besar.
Ada banyak tawaran elektronik bisnis dari tanpa modal sampai modal
besar di Google.
Selain tawaran pekerjaan online yang semakin meningkat, peluang
usaha yang lebih menguntungkan bisa diperoleh dengan lebih mudah.
Misalnya melakukan branding di internet jauh lebih murah.
Kelemahan E-Business
Tantangan dan risiko e business:
1. Tidak melihat produk secara langsung
Kelemahan dari E-business yang pertama adalah tidak melihat produk
secara langsung. Dan banyak kesepakatan kerjasama yang harus
diambil oleh konsumen tanpa melihat produk tersebut.
2. Resiko penipuan cukup tinggi
Karena tidak melihat produk yang dibeli secara langsung, resiko
penipuan juga tinggi. Karena itu, pengetahuan seluk beluk bisnis
internet dan transaksi elektronik adalah kewajiban para pelaku E-
business.
3. Rentan pencurian informasi
Dalam transaksi di internet, serangan pembobol sistem bisa sangat
merugikan pihak yang terlibat dalam E-business.
Pengguna internet yang tidak berhati-hati dapat memberikan peluang
akses orang yang tidak bertanggung jawab.
4. Keterbatasan akses
E-business di desa berkembang masih memiliki banyak kendala.
Seperti listrik yang belum sampai ke daerah sepi, akses internet yang
masih kurang stabil dan perangkat untuk terhubung dengan E-business
masih cukup mahal untuk jenis-jenis bisnis tertentu.
5. Persaingan yang serius
Dewasa ini ketertinggalan teknologi dan informasi merupakan hal yang
sangat dilarang dalam E-business.
Perkembangan E-business semakin hari semakin tidak terbendung
yang olehnya, mereka yang terlambat untuk bangun akan mengalami
masalah yang serius.
Dalam bisnis online, persaingan yang ada di dunia maya sangat berat.
Karena itu, untuk dapat beradaptasi diperlukan sumber daya yang
memadai.
Membangun sumber daya yang memadai untuk E-business tidaklah
sulit. Semua bisa dimulai dari Google dan keberanian untuk mencoba.
Terjun ke dunia E-business artinya Anda siap dengan persaingan yang
pastinya juga berat mengingat keuntungan dibaliknya yang juga
sangat besar.

Apa sih perbedaan antara E-business dan E-commerce?


 E-business memiliki cakupan yang lebih luas sementara E-
commerce merupakan bagian dari E-business.
 Berbeda dengan E-commerce yang umumnya ditandai dengan
transaksi jual beli barang atau jasa melalui internet, E-business
tidak memerlukan transaksi dengan uang.
 E-business meliputi E-commerce yang melibatkan segala hal-hal
yang berkaitan dengan elektronik bisnis termasuk perancangan
produk, teknik pemasaran, evaluasi layanan konsumen, dan lain-
lain.
Contoh E-Business
Penerapan E-business di Indonesia tidak hanya di bidang E-commerce
tapi juga di bidang pemerintahan (Business to goverment), dunia
pendidikan (E-learning), dan lain sebagainya.
Contoh E-business yang paling banyak ditemui di Indonesia adalah
transaksi elektronik jual beli online di website toko online.
Ada banyak contoh E-commerce menggunakan website toko
online yang bisa menjadi contoh E-business yang sukses seperti
Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Blanja, Kaskus dan lain-lain.
Tentu saja, karakteristik setiap toko online tersebut merupakan konsep
dan strategi E-business setiap perusahaan untuk mendapatkan
keuntungan yang lebih besar.
Kesimpulan Artikel E-Business
E-business adalah segala bentuk kegiatan atau bisnis yang dilakukan
dengan metode otomatis dan komputerisasi yang saat ini lebih banyak
menggunakan internet.
E-commerce adalah salah satu contoh E-business yang paling sering
dikaitkan saat ini. Dalam E-business ada banyak keuntungan dan
manfaatnya. Namun tetap saja, Elektronik Business juga memiliki
resiko yang menjadi tantangan tersendiri yang tidak jarang disebut
sebagai kelemahan E-business bagi sebagian orang.
https://centrausaha.com/e-business-contohnya-perbedaan-dengan-e-
commerce/

pembahasan kedua
permasalahan dalam e business
1. Menemukan pasar yang tepat
Tantangan terbesar dan paling umum yang dihadapi oleh bisnis e-
commerce baru adalah menemukan pasar yang tepat. Memilih pasar
yang sesuai dengan minat Anda pun mungkin tidak akan
menguntungkan.
Untuk menemukan pasar yang tepat, Anda harus menganalisis
permintaan, persaingan, tren pasar, dan volatilitas preferensi
konsumen. Dengan kata lain, penelitian adalah kuncinya.
2. Menemukan produk yang tepat
Permasalahan yang terjadi dalam e-business baru berikutnya adalah
menemukan produk yang tepat untuk dijual. Hal tersebut dikarenakan
permintaan di industri e-business sangat tidak stabil.
Memilih produk yang sedang tren pun seringkali tidak akan bertahan
lama. Bahkan, jika telah menemukan produk yang tepat, kondisi pasar
yang selalu berubah juga bisa membuat Anda ragu-ragu dalam
mengambil keputusan sendiri.
3. Sumber produk
Menemukan sumber produk juga termasuk permasalahan yang umum
terjadi dalam bisnis online baru. Sebagian besar bisnis e-niaga harus
puas dengan anggaran terbatas saat baru mulai merintis.
Hal ini tentunya akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan produk
yang dipilih karena biaya pergudangan. Jika memilih untuk
menggunakan dropshipping, menemukan pemasok yang andal juga
tentunya sangat sulit.
4. Menargetkan audiens yang relevan
Saat Anda baru saja memulai toko e-niaga, menemukan audiens yang
relevan bisa jadi menantang. Pasalnya, saat ini sudah banyak orang
yang meneliti meneliti produk secara online dan mencari ulasan
sebelum membuat keputusan pembelian.
Mereka mempertimbangkan banyak pilihan dan memilih salah satu
yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan itu membuat toko
e-niaga baru sedikit lebih sulit untuk menargetkan audiens yang
relevan.
5. Meningkatkan kunjungan toko
Bisnis e-niaga baru biasanya kesulitan untuk meningkatkan kunjungan
toko mereka. Itu karena orang umumnya merasa sulit untuk
mempercayai toko e-niaga baru. Mereka lebih suka membeli produk
dari toko yang sudah dikenal karena risikonya lebih kecil.
Meski bisa melakukan pemasangan iklan, tetapi iklan berbayar
seringkali membutuhkan investasi yang besar. Anda mungkin perlu
menunggu berminggu-minggu hingga bulan untuk bisa menemukan
iklan toko milikmu sendiri.
https://kumparan.com/berita-bisnis/5-permasalahan-yang-terjadi-
dalam-e-business-20jSVTL6B7u/full

Permasalahan dalam ecomerce


E-commerce, atau perdagangan elektronik, adalah industri yang telah
merevolusi cara bisnis dan konsumen berinteraksi. Dengan semakin
banyaknya perusahaan yang menggunakan platform digital, potensi
pertumbuhannya tampaknya tidak terbatas. Namun, menjalankan
bisnis online bukannya tanpa tantangan. Banyak kendala yang dapat
menghambat keberhasilan usaha e-commerce. Pada artikel ini, kami
akan membahas tantangan umum yang dihadapi bisnis e-
commerce dan memberikan strategi praktis untuk mengatasinya.
Persaingan yang Ketat
Kemudahan mendirikan toko online telah menyebabkan pasar menjadi
jenuh. Persaingan yang ketat ini menyulitkan bisnis e-commerce baru
atau kecil untuk menonjol. Pelanggan memiliki banyak pilihan, dan
tanpa proposisi nilai yang unik, bisnis mungkin akan kesulitan untuk
menarik perhatian dan mendapatkan basis pelanggan yang loyal.
Solusi:
 Bedakan Merek Anda:
Identifikasi apa yang membuat produk atau layanan Anda unik. Ini bisa
berupa kualitas produk Anda, layanan pelanggan yang luar biasa, atau
menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki pesaing.
 Pemasaran khusus:
Alih-alih menargetkan pasar yang luas, fokuslah pada ceruk pasar di
mana Anda dapat lebih mudah menonjol. Misalnya, jika bisnis Anda
menawarkan produk seperti kantong nikotin, Anda dapat menargetkan
konsumen yang mencari alternatif yang lebih sehat untuk merokok
atau mereka yang tertarik dengan opsi pengurangan dampak buruk.
Pahami kebutuhan spesifik audiens khusus Anda dan layani mereka
dengan lebih baik daripada perusahaan besar yang generalis.
 Pencitraan Merek yang Kuat:
Berinvestasilah untuk membangun identitas merek yang mudah
dikenali dan mudah diingat dengan mendefinisikan pola dasar
merek Anda. Hal ini termasuk memiliki misi yang jelas, visual yang
kohesif ( desain situs web dan logo), dan nada komunikasi yang
konsisten yang beresonansi dengan target pasar Anda.
Masalah Kepercayaan dan Keamanan Pelanggan
Dengan seringnya laporan pelanggaran data dan serangan siber,
pelanggan semakin berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi
dan keuangan secara online. Kurangnya kepercayaan terhadap situs
web e-niaga dapat menghalangi pelanggan untuk menyelesaikan
transaksi, yang secara signifikan dapat memengaruhi penjualan. Agen
e-niaga memainkan peran penting dalam mengatasi masalah ini
dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat dan praktik
data yang transparan untuk membangun kembali dan
mempertahankan kepercayaan konsumen. Agen-agen ini dapat
membantu bisnis e-commerce meningkatkan protokol keamanan siber
mereka, mendapatkan sertifikasi yang diperlukan, dan
mengkomunikasikan kebijakan privasi mereka dengan jelas kepada
pelanggan. Sebelum menyelami aspek-aspek ini, sangat penting
untuk mendaftarkan perusahaan untuk membangun kehadiran yang
sah dan dapat dipercaya.
Solusi:
 Sertifikat SSL:
Pastikan situs web Anda memiliki sertifikat SSL. Hal ini tidak hanya
mengamankan data, tetapi juga menunjukkan kepada pelanggan
bahwa Anda memperhatikan keamanan dengan serius. Sebagian besar
peramban modern akan menandai situs web tanpa SSL sebagai "Tidak
Aman," yang dapat membuat calon pembeli enggan.
 Kebijakan Privasi yang jelas:
Sediakan kebijakan privasi yang transparan dan mudah dipahami yang
menjelaskan bagaimana Anda menangani data pelanggan. Pastikan
pelanggan mengetahui bahwa informasi mereka tidak akan dibagikan
dengan pihak ketiga tanpa persetujuan mereka.
 Segel Kepercayaan dan Ulasan Pelanggan:
Tampilkan segel kepercayaan dari organisasi terkenal (seperti Norton
atau McAfee). Selain itu, ulasan dan testimoni pelanggan dapat
meningkatkan kredibilitas. Umpan balik positif dari pengguna nyata
meyakinkan calon pelanggan tentang keandalan Anda.
Manajemen Logistik dan Rantai Pasokan
Bisnis e-commerce sangat bergantung pada logistik untuk
mengirimkan produk ke pelanggan tepat waktu. Gangguan apa pun
dalam rantai pasokan dapat mengakibatkan keterlambatan
pengiriman, backorder, dan ketidakpuasan pelanggan. Selain itu,
mengelola biaya pengiriman, inventaris, dan penanganan
pengembalian barang bisa sangat merepotkan.
Solusi:
 Pemasok dan Mitra yang Dapat Diandalkan:
Bekerja sama dengan pemasok dan mitra pengiriman tepercaya.
Buatlah saluran komunikasi yang jelas untuk memastikan Anda
mendapatkan informasi terbaru tentang potensi penundaan atau
masalah dalam rantai pasokan.
 Alat Manajemen Persediaan:
Berinvestasi dalam sistem manajemen inventaris yang menyediakan
data waktu nyata tentang tingkat stok. Ini akan membantu Anda
menghindari penjualan yang berlebihan dan memastikan Anda dapat
dengan cepat mengisi ulang stok saat diperlukan.
 Layanan Otomasi dan Pemenuhan:
Pertimbangkan untuk menggunakan layanan pemenuhan pihak ketiga
seperti Amazon FBA atau Pemenuhan Shopify. Layanan ini dapat
membantu merampingkan proses pengiriman, mengurangi kesalahan,
dan memastikan pengiriman lebih cepat.
Pengabaian Gerobak
Pengabaian keranjang belanja adalah salah satu tantangan yang paling
membuat frustasi untuk bisnis online. Penelitian menunjukkan bahwa
sekitar 70% pembeli online meninggalkan keranjang belanja mereka
sebelum menyelesaikan pembelian. Hal ini dapat disebabkan oleh
berbagai alasan, seperti biaya pengiriman yang tidak terduga, proses
checkout yang rumit, atau kekhawatiran tentang keamanan
pembayaran.
Solusi:
 Sederhanakan Pembayaran:
Minimalkan jumlah langkah dalam proses pembayaran. Tawarkan opsi
pembayaran tamu sehingga pelanggan tidak perlu membuat akun
untuk melakukan pembelian.
 Harga yang Transparan:
Jelaskan di awal tentang biaya tambahan apa pun seperti pengiriman,
pajak, atau biaya. Biaya tersembunyi yang hanya muncul saat
checkout adalah alasan utama ditinggalkannya troli.
 Email Keranjang yang Ditinggalkan:
Menerapkan sistem pemulihan email yang secara otomatis
mengirimkan pengingat kepada pelanggan yang meninggalkan barang
di keranjang mereka. Menawarkan insentif kecil, seperti diskon atau
pengiriman gratis, dapat menarik mereka untuk menyelesaikan
pembelian.
Performa Situs Web dan Pengalaman Pengguna (UX)
Situs web yang lambat memuat atau antarmuka pengguna yang
dirancang dengan buruk dapat merugikan bisnis e-commerce.
Konsumen modern memiliki sedikit kesabaran untuk situs yang lambat,
dan pengalaman pengguna yang buruk dapat menyebabkan mereka
meninggalkan situs bahkan sebelum melihat-lihat produk Anda.
Solusi:
 Optimalkan Kecepatan Situs Web:
Gunakan alat bantu seperti Google PageSpeed Insights untuk
mengidentifikasi area di mana kecepatan situs web Anda dapat
ditingkatkan. Kompres gambar, gunakan cache, dan pertimbangkan
untuk meningkatkan ke solusi hosting yang lebih cepat.
 Pengoptimalan Seluler:
Dengan semakin banyaknya pembeli yang menggunakan perangkat
seluler, sangat penting bagi situs web Anda untuk ramah seluler.
Desain responsif memastikan situs Anda bekerja dengan lancar di
semua perangkat.
 Tingkatkan Navigasi:
Sederhanakan navigasi situs web Anda untuk memudahkan pelanggan
menemukan apa yang mereka cari. Gunakan struktur yang jelas,
kategori yang mudah terlihat, dan bilah pencarian yang fungsional.
Sewa perusahaan pengembangan web untuk meningkatkan
pengalaman pengguna.
Pemasaran Digital dan Akuisisi Pelanggan
Menarik pelanggan ke toko online Anda adalah salah satu rintangan
terbesar bagi bisnis e-commerce, terutama pada tahap
awal. Pemasaran digital yang efektif sangat penting untuk
mengarahkan lalu lintas ke situs Anda, tetapi mungkin sulit untuk
mengikuti lanskap periklanan online, algoritme mesin pencari, dan tren
media sosial yang terus berubah.
Solusi:
 Pengoptimalan SEO:
Berinvestasi dalam pengoptimalan mesin pencari (SEO) untuk
memastikan situs web Anda memiliki peringkat yang baik di mesin
pencari seperti Google. Lakukan riset kata kunci untuk memahami apa
yang dicari oleh audiens target Anda dan buatlah konten yang
memenuhi kebutuhan tersebut.
 Pemasaran Konten:
Strategi pemasaran konten yang dijalankan dengan baik
(blogging, kutipan lokal, video, ebook yang diterbitkan, infografis)
dapat menarik lalu lintas organik ke situs Anda dan membangun merek
Anda sebagai otoritas di ceruk pasar Anda.
Untuk menarik pengguna, Anda perlu membuat konten Anda menarik
secara visual. Untuk tujuan ini, pertimbangkan untuk
menggunakan editor foto atau gambar stok berkualitas tinggi sebagai
bagian dari strategi pemasaran konten Anda. Hal ini akan
meningkatkan daya tarik visual secara keseluruhan dan membuat
audiens Anda tetap terlibat.
 Pemasaran Media Sosial:
Manfaatkan pemasaran media sosial untuk berinteraksi dengan
audiens Anda. Gunakan iklan bertarget di platform seperti Facebook,
Instagram, dan TikTok untuk menjangkau demografi tertentu.
Kemitraan dengan influencer juga dapat membantu mengekspos
merek Anda ke audiens yang lebih luas. Selain itu, mempekerjakan
asisten virtual (VA) yang terampil dalam manajemen media
sosial dapat secara signifikan meningkatkan upaya ini.
Retensi Pelanggan
Menarik pelanggan baru memang penting, tetapi mempertahankan
mereka lebih penting lagi. Pelanggan yang kembali berbelanja
cenderung menghabiskan lebih banyak uang daripada pembeli
pertama kali, dan menumbuhkan loyalitas pelanggan dapat
menghasilkan kesuksesan bisnis jangka panjang. Namun, bisnis e-
commerce sering kali terlalu fokus pada akuisisi dan mengabaikan
strategi retensi.
Solusi:
 Pengalaman yang dipersonalisasi:
Gunakan data pelanggan untuk mempersonalisasi pengalaman
berbelanja. Kirimkan rekomendasi produk yang disesuaikan, tawarkan
diskon eksklusif berdasarkan riwayat pembelian, dan berikan ucapan
selamat ulang tahun atau hari jadi kepada pelanggan dengan
penawaran khusus.
 Program Loyalitas:
Menerapkan program hadiah atau loyalitas untuk mendorong
pembelian berulang. Tawarkan poin untuk setiap dolar yang
dibelanjakan, dan izinkan pelanggan untuk menukarkan poin ini
dengan diskon atau produk gratis.
 Layanan Pelanggan yang Luar Biasa:
Berikan layanan pelanggan yang luar biasa dengan merespons
pertanyaan dengan cepat, menyelesaikan keluhan secara efisien, dan
menawarkan pengembalian barang tanpa repot. Pelanggan yang puas
akan cenderung kembali dan merekomendasikan toko Anda kepada
orang lain.
Mengelola Pengembalian
Pengembalian barang adalah bagian yang tak terhindarkan dari e-
commerce, terutama untuk produk fashion atau teknologi di mana
kesesuaian atau fungsionalitasnya mungkin tidak selalu sesuai dengan
harapan. Pengalaman pengembalian yang buruk dapat menyebabkan
ulasan negatif dan kehilangan pelanggan.
Solusi:
 Kebijakan Pengembalian yang jelas:
Pastikan kebijakan pengembalian barang Anda transparan dan mudah
dipahami. Pelanggan lebih cenderung melakukan pembelian jika
mereka tahu bahwa mereka dapat mengembalikan produk tanpa
kesulitan.
 Proses Pengembalian yang Efisien:
Sederhanakan proses pengembalian dengan menawarkan label
pengembalian prabayar, menyediakan lokasi pengantaran, atau
memungkinkan pelanggan melacak status pengembalian mereka.
Menggunakan sistem otomatis dapat membantu Anda mengelola
pengembalian barang dengan lebih efisien.
Beradaptasi dengan Perubahan Teknologi
Teknologi berkembang dengan cepat, dan bisnis e-commerce perlu
mengikuti perubahan ini agar tetap kompetitif. Gagal beradaptasi
dengan teknologi baru dapat membuat toko online Anda ketinggalan
zaman dan kurang menarik bagi pelanggan yang melek teknologi.
Solusi:
 Tetap Terupdate:
Pantau terus tren dan inovasi terbaru dalam teknologi e-commerce,
seperti chatbot AI, AR/VR untuk visualisasi produk, dan pencarian
suara. Menerapkan fitur-fitur ini dapat meningkatkan pengalaman
berbelanja dan memberikan keunggulan kompetitif bagi toko Anda.
 Tingkatkan Platform:
Gunakan platform e-niaga yang dapat diskalakan yang menawarkan
pembaruan rutin dan kemampuan untuk berintegrasi dengan
perangkat baru. Platform seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento
menawarkan banyak pilihan untuk kustomisasi dan integrasi.
Kesimpulan
Tantangan yang dihadapi bisnis e-commerce sangatlah banyak, namun
dengan strategi yang tepat, tantangan tersebut dapat diatasi. Baik itu
membangun kepercayaan, meningkatkan pengalaman pengguna, atau
mengelola logistik, kesuksesan dalam e-commerce membutuhkan
pembelajaran dan adaptasi yang berkelanjutan. Dengan mengatasi
hambatan-hambatan ini secara langsung dan melakukan perbaikan
strategis, bisnis online tidak hanya dapat bertahan tetapi juga
berkembang di pasar digital yang kompetitif.
https://www.ranktracker.com/id/blog/challenges-in-ecommerce-
common-obstacles-online-businesses-face-and-how-to-overcome-them/

pembahasan ke tiga
prinsip dan etika
Etika bisnis di dunia digital

Modal utama yang ada pada bisnis berbasis digital adalah


kepercayaan. Hal ini karena bisa jadi transaksi dilakukan tanpa adanya
pertemuan secara langsung antara penjual dengan pembeli. Dengan
begitu, sangat mungkin terjadi ketika pelaku usaha menjual barang
atau jasa dengan kualitas yang tidak sesuai dengan yang telah
dijanjikan pembeli. Oleh karena itu, kepercayaan yang ada harus
didukung dengan etika bisnis yang baik dari setiap pelaku usaha.

5 prinsip etika bisnis menurut Keraf (2010) diantaranya:

Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi merupakan sikap dan kemampuan manusia untuk
bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri. Dengan demikian, pelaku
usaha berbasis digital bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri,
pemilik perusahaan, konsumen, pemerintah, dan masyarakat.
Tanggung jawab ini termasuk salah satu dalam etika bisnis yang harus
diterapkan oleh setiap pelaku usaha termasuk dalam bisnis berbasis
digital.
Prinsip kejujuran
Prinsip ini menjamin keberlanjutan sebuah bisnis. Tanpa prinsip
kejujuran maka sebuah bisnis lambat laun akan hancur.
Prinsip berbuat baik dan tidak berbuat jahat
Sebuah bisnis yang penuh dengan persaingan terkadang kecurangan
untuk mendapatkan sebuah untung yang besar sering melupakan
untuk berbuat baik dan tidak berbuat jahat. Padahal berbuat baik dan
tidak berbuat jahat merupakan prinsip moral untuk bertindak baik
kepada orang lain.
Prinsip keadilan
Keadilan berhubungan dengan hak dan kewajiban baik dari pelaku
usaha maupun dari konsumen. Keadilan merupakan prinsip yang
menuntut bahwa dalam hubungan bisnis, seseorang memperlakukan
mitra bisnis atau orang lain sesuai dengan haknya.
Prinsip hormat pada diri sendiri
Artinya, di satu waktu pelaku usaha juga kita posisikan sebagai
konsumen bagi bisnis yang berbeda. Oleh sebab itu, apabila pelaku
usaha ini berdiri pada posisi konsumen, maka seharusnya pelaku
usaha ini tahu bahwa kedudukan konsumen tetap harus dihargai,
sehingga semua manusia pada dasarnya mempunyai kewajiban moral
untuk memperlakukan dirinya sendiri sebagai pribadi yang memiliki
nilai yang sama.
5 Prinsip etika bisnis yang telah diuraikan diatas haruslah menjadi
panduan bagi perusahaan atau pelaku bisnis berbasis digital dalam
menjalankan bisnisnya demi kenyamanan dan keberlanjutan bisnis.
https://www.kompasiana.com/
sepriyanto51242/62669daf3794d1644235e7f4/prinsip-etika-bisnis-di-era-
digital

pembahasan ke empat
hukum perdagangan elektronik

Aspek hukum e-commerce mencakup beberapa masalah hukum yang


terkait dengan transaksi elektronik. Aspek hukum penting dari e-
commerce meliputi:
1. Kontrak elektronik:
Kontrak yang dibuat secara elektronik mengikat secara hukum. Hukum
E-Commerce mengatur persyaratan keabsahan kontrak elektronik,
termasuk kontrak, penawaran, penerimaan, dan keabsahan tanda
tangan digital.
2. Perlindungan konsumen:
Hukum e-commerce juga berlaku untuk perlindungan konsumen di
toko online. Di antaranya kewajiban memberikan informasi produk
yang jelas, hak konsumen untuk mengembalikan atau menukar
barang, penanganan pengaduan konsumen, dan perlindungan data
pribadi konsumen.
3. Perlindungan data:
Perdagangan elektronik melibatkan pengumpulan dan pemrosesan
data pribadi konsumen. Oleh karena itu, hukum e-commerce berfokus
pada perlindungan data pribadi, termasuk kebutuhan untuk
mendapatkan persetujuan yang jelas sebelum pengumpulan data,
tindakan perlindungan data yang sesuai, dan informasi yang memadai
tentang penggunaan data.
4. Hak kekayaan intelektual:
Hukum e-commerce mencakup perlindungan hak kekayaan intelektual
yang terkait dengan perdagangan elektronik. Ini termasuk hak cipta,
merek dagang dan paten, serta langkah-langkah untuk mencegah
pelanggaran hak kekayaan intelektual dalam e-commerce.
5. Perpajakan:
E-commerce juga memiliki implikasi pajak. Undang-undang
perdagangan elektronik mengatur kewajiban perusahaan untuk
memungut dan membayar penjualan atau pajak lainnya, terutama
dalam transaksi lintas batas.
6. Persaingan dan antimonopoli:
Undang-undang e-niaga juga mencakup peraturan persaingan dan
antimonopoli. Hal ini mengacu pada upaya pencegahan praktik
monopoli atau anti persaingan yang merugikan konsumen atau
pesaing dalam konteks perdagangan elektronik.
Penting untuk dicatat bahwa aspek hukum e-commerce mungkin
berbeda dari satu negara ke negara lain karena setiap negara memiliki
undang-undang dan peraturan yang berbeda terkait dengan e-
commerce. Oleh karena itu, penting bagi bisnis e-commerce untuk
memahami dan mematuhi undang-undang yang berlaku di negara
tempat mereka beroperasi atau berbisnis.
https://siplawfirm.id/inilah-6-aspek-hukum-dalam-e-commerce/?
lang=id#:~:text=Undang-undang%20perdagangan%20elektronik
%20mengatur%20kewajiban%20perusahaan%20untuk
%20memungut,Undang-undang%20e-niaga%20juga%20mencakup
%20peraturan%20persaingan%20dan%20antimonopoli.

Anda mungkin juga menyukai