Anda di halaman 1dari 9

Struktur anatomi dan fisiologi sistem lifatik dan cairan limfe

24 MARET 2010 OLEH IMAMABROR 5 KOMENTAR

2 Votes Tujuan Pembelajaran : 1. Bagaimana Struktur Anatomi dan Fisiologi dari Sistem Limfatik 2. Apa Saja yang Terdapat Pada Cairan Limfe

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Bagaimana Struktur Anatomi dan Fisiologi dari Sistem Limfatik Struktur Makroanatomi Vasa aferen : Merupakan vasa limfe yang menuju nodus limfatikus Vasa eferen : Merupakan vasa limfe yang meninggalkan nodus limfatikus Limfe : Merupakan sebuah cairan bening atau tidak berwarna yang terdapat pada saluran limfatika, yang terdiri dari kapiler, duktus, trunkus limfa, serta dalam sinus nodus limfatikus. Tonsil : Merupakan agregasi dari jaringan limfatik dalam mulut (pangkal lidah, palatum molle, dan regio faringeal). Tonsil itu hanya memiliki vasa limfa Nodus limfatikus : Merupakan akumulasi dari jaringan limfatik yang dibungkus oleh serabut elastic dan serabut otot polos yang mengandung kapsula. Lymphocenter : merupakan satu atau sekelompok nodus limfatikus yang ada secara konstan dan di region tubuh yang sama, serta menerima vasa aferen. Nodus Hemalis : Merupakan organ limfatik yang mempunyai morfologi khusus yang berbeda dengan nodus limfatikus dalam hal warna dan pada nodus hemalis tidak mempunyai vasa aferen dan vasa eferen. Warna pada nodus hemalis adalah coklat tua dan merah tua karena mengandung sel darah.

8. 1. 2.

Thymus : Merupakan orgam limfosit sekunder tempat transformasi menjadi sel limfosit T. sehingga sel limfosi T tersebut dapat membinasakn sel-sel yang bersifat asing atau sebgai system pertahanan maupun sel-sel kekebalan (anonym, 2009) Kapiler limfatik : merupakan kepile untuk jalan cairan limfe, berukuran lebih besar dan lebih teratur dibandingkan dengan kapiler darah. Cisterna chili yaitu sebuah perluasan awal dari ductus thoracicus yang terletak dorsal dari aorta, ventral dari corpus vertebrae, dan diantara tiang-tiang diafragma serta dindingnya tipis dan terang. Limfe yang mengalir ke cysterna chili adalah limfe pinggang, limfe dari seluruh intestinum, ventriculus, hepar dan lien.

3.

Ductus thorax adalah truncus limfatikus utama yang mengumpulkan cairan dari seluruh tubuh kecuali untuk kuadran kanan atas, jadi untuk kuadran atas duktus ini hanya menerima bagian sinister. Dukctus ini selanjutnya memasuki vena subklavia kiri pada sisi pertemuan vena tersebut dengan vena jugularis interna.

4. 5. 1.

Ductus limfatikus dexter adalah trunkus limfatikus yang lebih kecil. Saluran ini bermuara pada pertemuan vena jugularis interna dan vena subclavia kanan. Ductus ini menerima aliran limfe dari sisi kanan kepala dan leher serta lengan kanan. Trunkus bronkomediastenal kanan menampung limfe dari struktur mediastinal dan paru-paru dan kemudian menyatu dengan duktus limfatik kanan. Struktur Mikroanatomi Limpa (Lien)

Kapsula dan trabekula pada limpa kaya serabut otot polos dan serabut elastic. Kapsula pada sapi dan kuda tebal, sedangkan pada hewan kanivora tipis. Limpa juga terdiri dari pulpa putih dan pulpa merah. Pulpa putih adalah jaringan limfatik padat yang didominasi oleh limfosit kecil dan berhubungan erat dengan cabang-cabang arteri trabekuler terletak di sentralis dan para sentralis. Sedangakan untuk pulpa merah merupakan pulpa yang dihuni oleh semua sel darah, sinusoid maupun tali-tali limpa yang tersusun granulosit, progenitor granulosit, sel fagosit dan sel retikuler. Limpa tergolongkan menjadi tiga yaitu 1. 2. 3. Limpa tipe pertengahan atau intermedier yaitu antara pulpa merah dan pulpa putih seimbang, kapsula dan trabekula juga seimbang. Contoh hewan ini adalah ruminansia dan babi Limpa tipe pertahanan atau defensive, pada limpa ini pulpa putih lebih dominan daripada pulpa merah. Trabekula dan otot polos sedikit serta kapsulanya tipis. Contoh hewan ini adalah kelinci maupun manusia. Limpa tipe ketiga adalah limpa tipe penyimpan. Pada limpe ini pulpa merah lebih dominan daripada pulpa putih. Trabekula dan kapsula tebal, serta kaya otot poloas dan serabut elastic. contoh dari hewan ini adalah Anjing, kucing dan kuda.

4.

Sedangkan untuk limpa ayam terbungkus oleh kapsula muskule tebal tanpa trabekula. Batas antara pulpa merah dan pulpa putih tidak jelas. Pulpa putih tersebar merata terutama tersusun oleh limfosit kecil, sedangkan untuk limfa merah tersusun dari sinus venosus dan tali-tali sel yang terdiri dari sel retikuler, makrofag, limfosit dan eritrosit.

5.

Nodus limfatikus

Pada nodus limfatikus terbungkus oleh jaringan ikat kolagen padat dengan serabut otot dan serabut elastic. Untuk kapsula melepaskan trabekula ke dalam organ. Pada bagina perifer korteks terisi nodulus limfatikus dengan dikelilingi oleh jaringan limfatik difus. Selanjutnya jaringan limfatik difus melanjut ke medulla dan membentuk tali-tali medulla atau korda medulla. jadi tali-tali medulla tersebut terisi oleh limfosit, sebgian leukosit, makrofag dan sel plasma. Sedangkan kapsula sendiri terbungkus oleh vasa limfatik aferen, yang selnjutnya vasa tersebut menuju ke sinus kapsuler, kemudian ke sinus subkapsularis, kemudian ke sinus kortikalis, kemudian ke nodulus dan kemudian ke sinus medularis kemudian ke kapsula dan terakhir ke hilus. Untuk Nodus limfatikus babi terlihat terbalik, karena nodulus limfatikus terletak di medulla sedangkan tali-tali edula teletak di korteks. Sedangkan untuk nodulus limfatikus anjiing dan domba pembagina dari medulla dan korteks sudah jelas. dengan nodulus limfatikus terletak di korteks, dan tali-tali medulla terletak di medulla, untuk nodus limfatikus domba terlihat lebih merah. 1. Bursa Fabricius Bursa fabricius merupkan sebuah kantong buntu tebuka yang terletak di dinding proktodeum kloaka bagian dorsal. Pada bursa fabricius epithelium permukaannya berbentuk epithelium pseudokolumner kompleks, sedangkan untuk apeks folikelnya dibatasi oleh epithelium kolumner simpleks. Untuk tunika mukosa berlipat-lipat membentuk plika saraf folikel organ limfatik yang lebih spesifinya folikel organ limfatik tersebut terletak di lamina propia mukosa. Folikel terbagi korteks dan medulla, pada korteks terisi limfosit kecil sedangkan pada medulla terisi limfosit besar. Pada perifer medulla. lapisan sel-sel epitel belum terdiferensiasi dan terpisah dari kortes oleh sel-sel kapiler. Untuk lamina muskularis mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis dan tunika serosa secara keseluruhan hanya meupakan lapisan tipisyang terletak di bawah folikel organ limfatik (Anonim, 2009). 1. Fungsi Sistem Limfatika mengumpulkan dan mengembalikan cairan interstisiil, termasuk protein plasma

ke darah, sehingga membantu mempertahankan keseimbanngan cairan (fluid balance). B. mempertahankan tubuh terhadap penyakit dengan memproduksi limfosit (Anonim, 2009) C. menyerap lemak dari intestinum dan membawanya ke darah. D. Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris seluler dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan E. Sistem limfatik mengendalikan kualitas aliran cairan dengan cara menyaring melalui nodus-nodus limfe sebelm mengmbalikanya ke sirkulasi (Anonim, 2008). Proses Jalan Limfe Proses jalan limfe di mulai dari keluarnya cairan, yang disebut cairan interstisiil yang mengandung zat-zat makanan didalamnya keluar dari kapiler darah. Setelah keluar dari kapiler darah kemudian masuk ke dalam jaringan-jaringa disekelilingnya. Kemudian akan memberikan zat-zat makanan dari jaringan. Kemudian setelah itu cairan tersebut akan berkumpul di lekak-lekak jaringan yang kecil sekali. Dari lekak-lekak tersebut limfe mengalir melalui jalan-jalan limfe. Proses masuknya seperti pada susunan jalan darah, pertama limfe itu masuk kedalam kapiler. terus antara kapiler yang satu dengan yang lain bertemu dan akhirnya menjadi besar yaitu pembuluh limfe. Pada akhirnya jalan-jalan limfe akhirnya menjadi dua buah, yaitu ductus thoracicus dan ductus lymphaticus dexter. Pada ductus thoracicus. Ductus thoracicus ini dimulai dari sebuah perluasan yang dinamakn systerna cycli. pada ductus thoracicus ini menerima limfe dari isi badan dari seluruh pasangan belakang dari dinding dada, dinding perut, daerah bahu sebelah kiri, leher sebelah kiri dan kepala sebelah kiri. Sedangkan untuk truncus lymphaticus dexter, pangkalnya menreima limfe dari sebagian besar dinidng dada sebelah kanan, kepala sebelah kanan, leher sebelah kanan dan bahu sebelah kanan, kelenjar limfe yang ada ditempat semuanya itu berkumpul di kelenjar limfe sebelah kanan, yang tereltak didekat pintu masuk dada., dari perkumpulan tersebut terdiri dari 3-4 pangkal, dan akhirnya menjadi satu yaitu ductus lymphaticus dexter. Pembuluh limfe ini lebih kecil dan dindingnya lebih tipis dari pembuluh darah. Sebelum limfe dialirkan kedalam darah limfe ini akan disaring di nodus-nodus limfatikus. karena limfe saat di lekak-lekak jaringan dapat terdapat kuman penyakit dan benda-benda debu seperti zat arang. Jadi sebelum dialirkan kedalam pembuluh darah limfe-limfe tersebut disaring terlebih dahulu. Pembersihan tersebut terjadi di nodus limfatikus atau di kelenjar-kelenjar limfe. Dan kuman-kuman tersebut yang tertahan disana akan dimusnahkan oleh limfosit yang terdapat di kelenjar-kelenjar limfe. Terkadang terdapat kuman yang lebih kuat, hal demikina dapat terjadi, bila terdapat kuman-kuman nanah, dan akibatnya kelenjar tersebut akan bernanah. Dan kelenjar-kelanjar limfe juga bisa berwarna hitam bila terdapat seperti zat arang. Setelah masuk ke vasa darah, limfe tersebut pertama akan dibawa ke ren, dir en tersebut zat-zat yang ada

di dalam cairan tersebut akan dikeluarakan. Didalam pembuluh limfe juga terdapat klep-klep sehingga cairan limfe tidak bisa kembali (Anonim, 2005) (Wijayanto, 2009)

Anatomi Dan Fisiologi Kelenjar Limfe


Sistem saluran limfe berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah. Darah meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan melalui vena. Sebagian cairan yang meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui saluran limfe, yang merembes dalam ruang-ruang jaringan. Hampir seluruh jaringan tubuh mempunyai saluran limfatik yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Beberapa pengecualian antara lain bagian permukaan kulit, sistem saraf pusat, bagian dalam dari saraf perifer, endomisium otot, dan tulang.

Susunan
Limfe mirip dengan plasma tetapi dengan kadar protein yang lebih kecil. Kelenjar-kelenjar limfe menambahkan limfosit pada limfe sehingga jumlah sel itu sangat besar di dalam saluran limfe. Di dalam limfe tidak terdapat sel lain. Limfe dalam salurannya digerakkan oleh kontraksi otot di sekitarnya dan dalam beberapa saluran limfe yang gerakannya besar itu dibantu oleh katup.

Fungsi
1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah. 2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah. 3. Untuk membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Saluran limfe yang melaksanakan fungsi ini ialah saluran lakteal. 4. Kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran organism itu dari tempat masuknya ke dalam jaringan, ke bagian lain tubuh. 5. Apabila ada infeksi, kelenjar limfe menghasilkan zat anti (antibodi) untuk melindungi tubuh terhadap kelanjutan infeksi.

Pembuluh limfe
Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil, tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga pembuluh limfe tampaknya seperti rangkaian petasan. Pembuluh limfe yang terkecil atau kapiler limfe lebih besar dari kapiler darah dan terdiri hanya atas selapis endotelium. Pembuluh limfe bermula sebagai jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga-rongga limfe di dalam jaringan berbagai organ. Sejenis pembuluh limfe khusus, disebut lacteal (khilus) dijumpai dalam vili usus kecil.

Kelenjar limfe atau limfonodi


Limfonodi berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher, axial, thorax, abdomen, dan lipat paha.

Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran cembung dan yang cekung. Pinggiran yang cekung disebut hilum. Sebuah kelenjar terdiri dari jaringan fibrous, jaringan otot, dan jaringan kelenjar. Di sebelah luar, jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrous. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrous, yaitu trabekulae, masuk ke dalam kelenjar dan membentuk sekat-sekat. Ruangan diantaranya berisi jaringan kelenjar, yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Pembuluh limfe aferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfe eferen yang mengeluarkannya melalui hilum. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum.

Saluran limfe
Terdapat dua batang saluran limfe utama, ductus thoracicus dan batang saluran kanan. Ductus thoracicus bermula sebagai reseptakulum khili atau sisterna khili di depan vertebra lumbalis. Kemudian berjalan ke atas melalui abdomen dan thorax menyimpang ke sebelah kiri kolumna vertebralis, kemudian bersatu dengan vena-vena besar di sebelah bawah kiri leher dan menuangkan isinya ke dalam vena-vena itu. Ductus thoracicus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh, kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke ductus limfe kanan (batang saluran kanan). Ductus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher, lengan kanan dan dada sebelah kanan, dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah bawah kanan leher. Sewaktu suatu infeksi pembuluh limfe dan kelenjar dapat meradang, yang tampak pada pembengkakan kelenjar yang sakit atau lipat paha dalam hal sebuah jari tangan atau jari kaki terkena infeksi.

MIKROsirkulasi Mikrosirkulasi setiap organ disusun secara khusus untuk memenuhi kebuthan g khusus dari organ. Pada umumnya, setiap arteri pemberi makanan yang memasuki organ akan bercabang sebanyak 6 8 kali sebelum arteri itu menjadi cukup kecil untuk disebut arteriol yang pada umumnya mempiunyai diameter

internal kurang dari 20 mikrometer. Selanjutnya arteriol itu sendiri akan bercabang 2 5 kali sampai dimeternya kira-kira 5 9 mikrometer pada ujungnya dimana mereka mengalirkan darah ke kapiler. Darah memasuki kapiler melalui arteriol dan meninggalkan kapiler melalui venula. Darah yang berasal dari arteriol akan melewati serangkaian pembuluh metarteriol, yang oleh beberapa ahli ilmu faal disebut arteriol terminalis dan yang mempunyai struktur pertengahan antara arteriol dan kapiler, beberapa pembuluh ada yang besar dan disebut saluran istimewa dan yang lain berukuran kecil disebut kapiler murni. Sesudah mengalir melalui kapiler, darah memasuki venula dan kembali ke sirkulasi sistemik. Arteriol sangat berotot dan diameternya dapat berubah beberapa kali lipat. Metarteriol (arteriol terminalis) tidak mempunyai lapisan otot yang bersambungan, namun mempunyai serat-serat otot polos yang mengelilingi pembuluh pada titik-titik yang bersambungan.

A. Tujuan Praktikum 1. 2. 3. Mempelajari susunan mikrosirkulasi (kapilaroskopi). Melihat aliran darah melalui susunan ini. Melihat pengaruh beberapa faktor terhadap mikrosirkulasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mikrosirkulasi dari setiap organ diatur secara khusus untuk melayani organ kebutuhan. Secara umum, masing-masing nutrisi organ arteri cabang memasuki enam hingga delapan kali sebelum arteri menjadi cukup kecil untuk dapat disebut arteriola, yang umumnya memiliki diameter internal hanya 10-15 micrometers. Lalu arteriola sendiri bercabang dua sampai lima kali, mencapai diameter 5-9 mikrometer pada tujuan dimana mana keduanya menyuplai darah ke kapiler. Arteriola sangat berotot, dan garis tengahnya dapat mengubah manyfold. Metarterioles (arteriola terminal) tidak memiliki mantel otot yang terus-menerus, namun mengelilingi serat otot polos pembuluh darah di intermiten poin. Pada titik di mana masing-masing kapiler sejati berasal dari metarteriole, yang halus serat otot biasanya mengelilingi kapiler. Ini disebut sfingter precapillary. Sfingter ini dapat membuka dan menutup pintu masuk ke kapiler. Pada venula lebih besar dari arteriola dan memiliki otot yang jauh lebih lemah mantel. Namun harus diingat bahwa tekanan dalam venula jauh kurang dari itu dalam arteriola, sehingga masih dapat kontrak venula cukup meskipun lemah otot. Ini susunan khas tempat tidur kapiler tidak ditemukan di semua bagian tubuh; Namun, beberapa pengaturan serupa melayani tujuan yang sama. Paling penting, metarterioles dan sfingter precapillary berada dalam hubungan dekat dengan jaringan mereka layani. Oleh karena itu, kondisi lokal dari jaringan-konsentrasi nutrisi, produk akhir dari metabolisme, ion hidrogen, dan sebagainya-dapat menyebabkan langsung efek pada pembuluh mengendalikan aliran darah lokal di setiap daerah jaringan kecil.[2] Empat Primer hidrostatik dan osmotik koloid Tentukan Pasukan Gerakan Fluida Melalui Membran kapiler. Kekuatan-kekuatan ini, disebut "kekuatan Starling" untuk menghormati fisiolog yang pertama kali menunjukkan pentingnya mereka, adalah: 1) Tekanan kapiler (Pc), yang cenderung memaksa cairan keluar melalui membran kapiler. 2) Tekanan fluida yang interstisial (PIF), yang cenderung untuk memaksa cairan ke dalam melalui kapiler membran ketika pif positif tetapi keluar ketika Pif adalah negatif. 3) Kapiler tekanan osmotik koloid plasma (Pp), yang cenderung menyebabkan osmosis cairan batin melalui membran kapiler. 4) Fluida koloid interstisial tekanan osmotik (PIF), yang cenderung menyebabkan fluida osmosis luar melalui membran kapiler.[g] Sistem sirkulasi berperan dalam homeostasis dengan berfungsi sebagai system transportasi tubuh.pembuluh darah mengangkut dan mendistribusiakan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuhn akan O2 dan nutrient, menyingkirkan zat-zat sisa dan penyampaian sinyal hormone. Arteri yang sangat elastis mengangkut darah dari jantung ke jaringan dan berfungsi sebagai reservoir tekanan untuk terus mendorong darah ke depan sewaktu jantung sedang mengalami relaksasi dan pengisisan. Tekanan darah arteri rata-rata diatur secara ketat agar penyampaian darah ke jaringan adekuat. Jumlah darah yang mengalir

melalui jaringan bergantung pada kaliber arteriol (pembuluh yang banyak mengandung otot) yang memperdarahi jaringan tersebut. Kaliber arteriol dapat diubah-ubah sehingga distribusi curah jantung dapat secara terus menerus disesuaikan untuk secara maksimum memenuhi kebutuhan tubuh setiap saat. Kapiler, yaitu pembuluh berdinding tipis dan berpori-pori, merupakan tempat sesungguhnya untuk pertukaran antara darah dan jaringan di sekitarnya. Vena yang sangat lentur mengembalikan darah ke jantung dan juga berfungsi sebagai reservoir darah. [1] Semua darah yang dipompa oleh sisi kanan jantung mengalir ke paru untk menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. Darah yang dipompa oleh sisi kiri jantung dibag-bagi dalam berbagai perbandingan ke organ-organ sistemik melalui pembuluh-pembuluh yang tersusun paralel dan bercabang dari aorta. Susunan ini memastikan bahwa semua orga meneriman darah dengan komposisi yang sama yaitu sebuah organ tidak menerima darah sisa yang telah melintasi organ lain. Karena susunan paralel ini , aliran darah melalui setiap rgan sistemik dapat disesuaikan dengan independen tanpa secara langsung mempengaruhi aliran darah yang melewati organ lain. [1]

Aliran darah melalui pembuluh bergantung pada gradien tekanan dan resistensi vaskuler. Sirkulasi sistemik dan paru masing-masing terdiri dari system pembuluh yang tertutup.[1] Mikrosirkulasi terdiri dari arteriola, kapiler, venula.[5] Arteri dan Arteriol Dinding semua arteri terbuat dari lapisan luar jaringan ikat, adventitia; lapisan tengah daripada otot polos, media; dan lapisan dalam, intima terbuat dari endothelium dan didasari jaringan ikat. Dinding aorta dan arteri yang berdiameter besar relatif mengandung banyak jaringan elastik. Dinding ini diregang selama sistol dan mengalami recoil pada waktu diastol. Dinding arteriol mengandung lebih sedikit jaringan elastik tetapi lebih banyak otot polos. Otot dipersarafi oleh serat saraf adrenergik, yang merupakan vasokonstriktor dalam fungsinya dan pada beberapa keadaan oleh serat kolinergik yang mendilatasi pembuluh. Arteriol adalah tempat utama tahanan terhadap aliran darah dan sedikit perubahan pada garis tengahnya membuat perubahan besar dalam tahanan perifer total.[3]

Kapiler Arteriol dibagi menjadi pembuluh berdinding otot lebih kecil, kadang-kadang disebut metarteriol, dan ini selanjutnya memberikan ke kapiler. Dalam beberapa lapisan vaskular yang telah dipelajari secara rinci, metarteriol dihubungkan langsung dengan venula oleh suatu pembuluh ramai kapiler (thoroughfare vessel) dan kapiler asli suatu jalinan anastomose pada sisi cabang pembuluh ramai ini. Lubang kapiler asli dikelilingi pada sisi hulu oleh sedikit otot polos sfingter prekapiler. Tidak jelas apakah metarteriol dipersarafi, dan tampaknya bahwa sfingter prekapiler tidak dipersarafi. Meskipun demikian, tentu saja mereka berespons terhadap bahan vasokontriktor baik lokal maupun yang beredar. Diameter kapiler asli pada ujung arteri kira-kira 5 mm dan 9 mm pada ujung vena. Bila sfringter berdilatasi, diameter kapiler cukup untuk dilalui sel darah umtuk diperas satu per satu. Ketika melalui kapiler, sel darah merah menjadi berbentuk bidal atau parasut, dengan aliran

mendorong pusat sel darah merah lebih ke depan dibandingkan pinggirnya. Konfigurasi ini muncul secara sederhana karena tekanan pada pusat pembuluh, terlepas dari apakah ada atau tidak ada ujung sel darah merah berkontak dengan dinding kapiler.[3] Pada orang dewasa, luas total semua dinding kapiler dalam tubuh melebihi 6300 mm3. Dinding, yang tebalnya sekitar 1 mikrometer, terbuat dari satu lapis sel endotel. Struktur dinding bervariasi dari satu organ ke organ lain.di banyak jaringan vaskular, termasuk jaringan otot rangka, jantung, dan otot polos, taut antara sel endotel memungkinkan lewatnya molekul yang berdiameter sampai 10 nanometer. Diperkirakan juga bahwa plasma dan protein yang larut di dalamnya diserap melalui endositosis, diangkut melalui sel endotel, dan dikeluarkan melalui eksositosis. Akan tetapi, proses ini hanya berlaku bagi sebagian kecil transportasi yang melintasi endotel. Di otak, kapiler menyerupai kapiler di otot, tetapi taut antara sel endotelnya lebih ketat dan transportasi melalui sel-sel ini umumnya sangat terbatas untuk molekul berukuran kecil. Di kebanyakan kelenjar endokrin, viliusus, dan sebagian dari ginjal, sitoplasma sel endotel menipis dan membentuk celah yang disebut fenestrasi. Fenestrasi (pori-pori) ini berdiameter 10-100 nm. Fenetrasi ini memungkinkan lewatnya molekul yang relatif besar dan membuat kapiler seperti berpori. Kecuali di kapiler glomerulus, kapiler tersebut tampak ditutupi oleh suatu membran tipis. Akan tetapi, disejumlah jaringan, dengan teknik rapid freezefracture (fraktur beku cepat) dapat dibuktikan bahwa membran ini bersifat discontinuous dan terdiri atas suatu bagian pusat yang dihubungkan oleh jari-jari membran ke tepi fenestrasi. Di hati, dengan sinusoid kapiler yang sangat berpori, endotel tidak bersifat continu dan terdapat celah besar antara sel endotel yang tidak ditutupi oleh membrane. Sebagian dari celah ini berdiameter 600 nm dan lainnya berdiameter 3000 nm. Permebilitas kapiler dalam berbagai bagian tubuh dinyatakan dalam bentuk konduktifitas hidroliknya. [3] Kapiler dan venula pascakapiler memiliki perisit di luar sel endotel. Sel ini memiliki tonjolan panjang yang melapisi sekeliling pembuluh. Sel-sel ini bersifat kontraktil dan melepaskan bermacam zat vasiaktif. Sel-sel ini juga menyintesis dan melepaskan konstituen membran basal dan matriks ekstrasel. Salah satu fungsi faali parisit tampaknya adalah pengaturna aliran memlaui taut antar sel endotel, terutama pada saat peradangan terjadi. Prisit berhubungan erat dengan sel mesangium di glomerulus ginjal.[3]

Venula dan Vena

Dinding venula hanya sedikit lebih tebal dibandingkan dinding kapiler.dinding vena juga tipis dan mudah meregang. Dinding tersebut mengandung otot polos yang relative sedikit, tetapi berkonstriksi kuat bila mendapat rangsangan dari saraf noradrenergic vena dan vasokonstriktor darah seperti endotelin. Setiap orang yang mengalami kesukaranm untuk melakukan fungsi vena dapat melihat venosfasme local pada vena superficial lengan bawah akibat adanya cedera.variasi tonus vena penting dalam penyesuaian sirkulasi. Intima pembuluh vena anggota berat melipat pada jarakt tertentu untuk membuat katup vena yang mencegah aliran balik. Tidak terdapat katup pada vena yang sangat kecil, vena besar, atau vena di otak dan organ dalam. [3]

Kecil pertukaran pembuluh (10-50 ) yang terdiri dari sel endotel dikelilingi oleh membran basal (postcapillary terkecil venula) dan otot polos (venula lebih besar). Cairan dan makromolekuler terjadi pertukaran venular paling mencolok di persimpangan.

Sympathetic persarafan yang lebih besar venular venula dapat mengubah nada yang berperan dalam mengatur tekanan hidrostatik kapiler. Terminal limfatik

Composed dari celah interselular endotelium dengan dikelilingi oleh ruang bawah tanah sangat permeabel membran dan ukuran mirip venula - akhir limfatik terminal sebagai kantung buta. Besar limfatik juga memiliki sel-sel otot polos. Spontan dan diaktifkan stretch vasomotion hadir yang berfungsi untuk "pompa" limfe. Sympathetic saraf dapat memodulasi vasomotion dan menyebabkan kontraksi. Satu-cara katup limfe langsung dari jaringan dan akhirnya kembali ke sirkulasi sistemik melalui duktus toraks dan subklavia vena (2-4 liter / hari kembali).[5] Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.[3]