0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan5 halaman

Problem Based Learning

Metode Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata untuk meningkatkan keaktifan dan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa. PBL menekankan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dengan guru berperan sebagai fasilitator, dan telah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Meskipun PBL menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran, evaluasi terhadap kelebihan dan kekurangan metode ini diperlukan untuk penerapan di mata kuliah lainnya.

Diunggah oleh

sitimun.imut12
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan5 halaman

Problem Based Learning

Metode Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata untuk meningkatkan keaktifan dan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa. PBL menekankan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dengan guru berperan sebagai fasilitator, dan telah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Meskipun PBL menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran, evaluasi terhadap kelebihan dan kekurangan metode ini diperlukan untuk penerapan di mata kuliah lainnya.

Diunggah oleh

sitimun.imut12
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Problem Based Learning (PBL)

Metode Pembelajaran yang


Efektif Meningkatkan Keaktifan
Mahasiswa

[Link]
n1Bu3YTS1yp4V94LA accessed Sept 12, 2019

Problem Based Learning (PBL) termasuk kedalam salah satu contoh metode pembelajaran
collaborative learning. Metode Problem Based Learning ini didasarkan pada hasil penelitian
Barrow and Tamblyn (1980, Barret, 2005) dan pertama kali diimplementasikan pada sekolah
kedokteran di McMaster University Kanda pada tahun 60-an.

Pendekatan pembelajaran yang diterapkan pad metode pembelajaran ini yaitu menggunakan
masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi mahasiswa untuk belajar tentang cara berpikir
kriris dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep
yang esensial dari materi kuliah atau materi pelajaran.

Metode Problem Based Learning (PBL) memiliki gagasan bahwa pembelajaran dapat dicapai jika
kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas atau permasalahan yang otentik, relevan, dan
dipresentasikan dalam suatu konteks.

Cara tersebut bertujuan agar mahasiswa memiliki pengalaman sebagaiamana nantinya mereka
hadapi di kehidupan profesionalnya. Pengalaman tersebut sangat penting karena pembelajaran
yang efektif dimulai dari pengalaman konkrit. Pertanyaan, pengalaman, formulasi, serta
penyususan konsep tentang pemasalahan yang mereka ciptakan sendiri merupskan dasar untuk
pembelajaran.

Berdasarkan teori yang dikembangkan Barrow, Min Liu (2005) menjelaskan karakteristik dari
PBM, yaitu:

1. Learning is student-centered
Proses pembelajaran dalam PBL lebih menitikberatkan kepada mahasiswa sebagai seseorang
yang sedang belajar. Oleh karena itu, PBL didukung juga oleh teori konstruktivisme dimana
mahasiswa didorong untuk dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri.

2. Authentic problems form the organizing focus for learning


Masalah yang disajikan kepada mahasiswa adalah masalah yang otentik sehingga mahasiswa
mampu dengan mudah memahami masalah tersebut serta dapat menerapkannya dalam kehidupan
profesionalnya nanti.

3. New information is acquired through self-directed learning


Dalam proses pemecahan masalah mungkin saja mahasiswa belum mengetahui dan memahami
semua pengetahuan prasyaratnya, sehingga mereka berusaha untuk mencari sendiri melalui
sumbernya, baik dari buku atau informasi lainnya.

4. Learning occurs in small groups


Agar terjadi interaksi ilmiah dan tukar pemikiran dalam usaha membangun pengetahuan secara
kolaborative, maka PBL dilaksakan dalam kelompok kecil. Kelompok yang dibuat menuntut
pembagian tugas yang jelas dan penetapan tujuan yang jelas.

5. Teachers act as facilitators


Pada pelaksanaan PBL, dosen hanya berperan sebagai fasilitator. Namun, walaupun begitu dosen
harus selalu memantau perkembangan aktivitas mahasiswa dan mendorong mereka agar
mencapai target yang hendak dicapai.

Pelaksanaan PBM memiliki ciri tersendiri berkaitan dengan langkah pembelajarannya. Barret
(2005) menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan PBM sebagai berikut:

1. Mahasiswa diberi permasalahan oleh dosen atau permasalahan diungkap


dari pengalaman mereka
2. Mahasiswa melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan melakukan hal-
hal berikut.

 Mengklarifikasi kasus permasalahan yang diberikan
 Mendefinisikan masalah
 Melakukan tukar pikiran berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki
 Menetapkan hal-hal yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah
 Menetapkan hal-hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah
3. Mahasiswa melakukan kajian secara independen berkaitan dengan
masalah yang harus diselesaikan. Mereka dapat melakukannya dengan
cara mencari sumber di perpustakaan, database, internet, sumber
personal atau melakukan observasi
4. Mahasiswa kembali kepada kelompok PBL semula untuk melakukan tukar
informasi, pembelajaran teman sejawat, dan bekerjasama dalam
menyelesaikan masalah.
5. Mahasiswa menyajikan solusi yang mereka temukan
6. Mahasiswa dibantu oleh dosen melakukan evaluasi berkaitan dengan
seluruh kegiatan pembelajaran. Hal ini meliputi sejauhmana pengetahuan
yang sudah diperoleh oleh mereka serta bagaimana peran masing-masing
individu dalam kelompok.
[Link]
wncVTwpkgawS4d846 accessed Sept 12, 2019

Metode Problem Based Learning (PBL) ini telah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan mulai
dari Sekolah Dasar hingga Perguruan tinggi. Salah satu contohnya yaitu penerapan metode PBL
pada mata kuliah Hak Kekayaan Intelektual yang diajarkan pada Program Studi S1 Desain
Interior. Selain itu penerapan metode pembelajaran ini juga sebagai Hibah Metode Pembelajaran
(HMP) dari tim dosen yang diketuai oleh Sheila Andita Putri melalui Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) pada periode Semester Genap 2018/2019 di Universitas Telkom.

Dengan menerapkan langkah-langkah pelaksanaan PBL seperti yang telah dijelaskan diatas dan
merancang kerangka indikasi penilaian sesuai dengan kebutuhan didapatkan hasil yang baik
terlihat dari meningkatnya keaktifan dan hasil belajar mahasiswa. Walaupun metode pembelajan
ini berhasil memberikan peningkatan kualitas pembelajaran namun perlu ditinjau kembali jika
metode PBL ini akan diterapkan pada mata kuliah lainnya.

Selain itu perlu juga mengetahui kelebihan dan kekurangan metode PBL sebagai salah satu
pertimbangan penerapan selanjutnya. Kelebihan dan kekurangan metode Problem Based learning
(PBL) adalah sebagai berikut:
Sumber:
[1] Lidinillah, Dindin Abdul Muiz. “Pembelajaran berbasis masalah (problem based
learning).” Jurnal Pendidikan Inovatif 5.1 (2013): 17
[2] Putri, Sheila Andita dan Neneng Siti Maryam. 2019. IMPLEMENTASI METODE
PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN
KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA. Bandung: Universitas Telkom

Anda mungkin juga menyukai