PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
Bondowoso, 10 Juni 2025
Kepada Yth.
Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN. Jmr
Pengadilan Negeri Jember
Jl. Kalimantan No. 3, Krajan Timur Sumbersari
Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember
Jawa Timur 68121
di
JEMBER
Duplik TERGUGAT I
Atas Gugatan Wanprestasi yang diajukan oleh
PT. BPR Nusamba Rambipuji beralamat di Jl. Airlangga No. 26 Kelurahan
Rowotamtu Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember
Melawan
Oyong Mulyo Wibowo,SE
Jl. Pelita Gg sumber 21 RT/RW. 015/006 Kelurahan Tamansari Kecamatan
Bondowoso Kabupaten Bondowoso
Dalam Perkara Nomor : 24/Pdt.G/2025/PN. Jmr
Dengan Hormat,
Perkenankan kami, AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H sebagai Kuasa
Hukum TERGUGAT I beralamat di Jalan Veteran No.4 Dabasah, Kecamatan
Bondowoso, Kabupaten Bondowoso hendak menanggapi dan/atau membantah
adanya gugatan yang diajukan oleh PENGGUGAT. Maka dari itu, TERGUGAT I
menyampaikan dengan uraian sebagai berikut :
I. EKSEPSI
1. Eksepsi Obscuur Libel (Gugatan Kabur)
TERGUGAT I membantah dalil PENGGUGAT dalam Replik yang
menyatakan bahwa penyebutan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
Nomor 203 sebagai Objek Jaminan telah cukup tegas dan lengkap.
TERGUGAT I menegaskan bahwa dalam suatu gugatan perdata yang
menyangkut Hak Kebendaan dan Pembebanan Jaminan, objek yang
disengketakan wajib diuraikan secara lengkap dan rinci, tidak hanya
menyebutkan Nomor Sertifikat, tetapi juga harus mencantumkan secara
jelas:
Alamat lengkap objek;
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 1 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
Kawasan dan/atau wilayah administratif objek;
Letak fisik dan batas-batas objek (bedrijfslijn);
Status kepemilikan serta dasar perolehannya;
Data administratif dan relasi hukum dengan para pihak;
Bukti pendukung berupa salinan atau kutipan resmi sertifikat.
Bahwa penyebutan Nomor Sertifikat Secara Tunggal, tanpa uraian
mengenai keberadaan fisik dan status hukum yang terang, menyebabkan
kondisi hukum atas objek sengketa menjadi tidak dapat diverifikasi
secara sah, karena tidak disertai uraian yang memungkinkan Majelis Hakim
menilai keberadaan objek secara objektif, termasuk keterkaitannya secara
hukum dengan Para Pihak.
Ketidakjelasan ini menimbulkan multitafsir dan kerancuan hukum, serta
bertentangan dengan asas kepastian hukum (rechtszekerheid) dan asas
kejelasan gugatan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 8 Reglement op de
Burgerlijke Rechtsvordering (Rv).
Tanpa pemenuhan unsur-unsur tersebut, objek gugatan hanya dapat
dikenali secara abstrak, tidak konkret, sehingga tidak dapat dilakukan
pemeriksaan keabsahan dan hubungan hukumnya secara faktual maupun
yuridis.
Oleh karena itu, TERGUGAT I menegaskan bahwa tidak cukup hanya
mencantumkan Nomor Sertifikat, melainkan harus didukung oleh uraian
lengkap mengenai objek, keterkaitan hukum dengan para pihak, serta bukti
formal agar gugatan dapat diperiksa secara sah menurut hukum.
Dengan demikian, TERGUGAT I tetap berpendirian bahwa gugatan
PENGGUGAT mengandung cacat formil berupa obscuur libel, karena
objek jaminan tidak dijelaskan secara terang, lengkap, dan terperinci
sebagaimana mestinya dalam suatu gugatan perdata yang memuat hak-hak
kebendaan, sehingga patut dinyatakan tidak dapat diterima (niet
ontvankelijk verklaard).
II. POKOK PERKARA
1. Ketidakseimbangan Posisi dan Tidak Diberikannya Dokumen
Bahwa benar secara teori hukum dikenal asas nemo censetur ignorare legem
(setiap orang dianggap tahu hukum) dan asas pacta sunt servanda (setiap
perjanjian mengikat para pihak sebagai undang-undang). Namun demikian,
kedua asas tersebut tidak dapat diterapkan secara mutlak apabila proses
terbentuknya perjanjian mengandung cacat, terdapat ketidaktahuan yang
timbul akibat kelalaian pihak yang berwenang, atau ketika salah satu pihak
tidak memperoleh salinan perjanjian yang mengikatnya.
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 2 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
Bahwa dalam perkara a quo, TERGUGAT I sejak awal tidak pernah
diberikan salinan dokumen apa pun yang berkaitan dengan perjanjian
kredit, termasuk tetapi tidak terbatas pada:
Surat Perjanjian Kredit;
Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT);
Sertifikat Hak Tanggungan (SHT).
Padahal, berdasarkan ketentuan Pasal 30 ayat (3) Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan
Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, Pelaku Usaha Jasa
Keuangan wajib memberikan akses kepada Konsumen untuk memperoleh
dan/atau mencetak salinan atas dokumen perjanjian baku. Ketiadaan
dokumen tersebut merupakan pelanggaran substantif terhadap asas
perlindungan konsumen dan menciptakan ketidakseimbangan posisi
hukum antara pelaku usaha dan konsumen.
Dengan demikian, asas pacta sunt servanda tidak dapat diberlakukan
terhadap suatu perjanjian yang substansinya tidak diketahui dan
salinannya tidak pernah diberikan kepada salah satu pihak, apalagi apabila
hal tersebut mengakibatkan kerugian nyata bagi pihak tersebut.
2. Kekuatan Presumptif Akta Otentik Tidak Berlaku Mutlak
Bahwa dalil PENGGUGAT yang menyebut bahwa suatu Akta Otentik
(APHT dan SHT) memiliki kekuatan presumptio iuris tantum, justru
menguatkan argumentasi TERGUGAT I, karena dalam jawaban
sebelumnya, TERGUGAT I secara tegas dan konsisten menyatakan bahwa :
Tidak pernah menerima dan tidak memahami isi dokumen-dokumen
yang diklaim oleh PENGGUGAT.
Tidak pernah mendapat penjelasan apa pun dari Notaris/PPAT yang
disebut dalam dokumen.
Tidak dapat memastikan apakah benar telah menandatangani perjanjian
dalam konteks dan isi yang sekarang dijadikan dasar gugatan.
Dengan demikian, keberatan dan bantahan yang diajukan oleh
TERGUGAT I secara sah dan tegas telah menggugurkan sifat presumptif
dari Akta Otentik dimaksud. Oleh karenanya, kekuatan pembuktian dari
akta tersebut tidak dapat diberlakukan secara mutlak, melainkan harus
diuji lebih lanjut secara materiil, termasuk apakah terjadi cacat kehendak
(wilsgebreken) atau pelanggaran terhadap asas transparansi dan kehati-
hatian.
Bahwa asas pacta sunt servanda sebagaimana dimuat dalam Pasal 1338 KUH
Perdata tidak dapat dilepaskan dari syarat-syarat sahnya perjanjian
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 3 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata, khususnya unsur
kesepakatan para pihak dan sebab yang halal. Apabila dalam proses
pembentukan perjanjian terdapat ketiadaan informasi, tidak adanya
penjelasan dari pejabat yang berwenang, serta tidak diberikan salinan
kepada pihak yang mengikatkan diri, maka unsur kesepakatan tidak
terpenuhi secara utuh dan sah menurut hukum.
3. Keberadaan Akta Otentik Tidak Menjamin Keabsahan Proses dan Isi
Bahwa dalam repliknya, PENGGUGAT merujuk pada Pasal 1868 KUH
Perdata yang berbunyi:
“Suatu akta otentik ialah suatu akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan
oleh undang-undang oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang untuk
itu di tempat akta itu dibuat.”
Bahwa terhadap dalil tersebut, TERGUGAT I tidak dalam posisi untuk
menyangkal secara pasti keberadaan Akta tersebut, karena tidak pernah
menerima atau memperoleh salinannya, sehingga tidak mengetahui secara
utuh substansi maupun keabsahan prosedur pembentukannya.
Oleh karena itu, TERGUGAT I tidak memiliki kemampuan untuk
memverifikasi secara pasti isi, bentuk, maupun prosedur pembentukan
akta-akta tersebut.
Bahwa sekalipun suatu Akta memenuhi definisi sebagai Akta Otentik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868 KUHPerdata, keberadaan Akta
tersebut bukan merupakan jaminan mutlak bahwa perbuatan hukum yang
melandasinya telah dilakukan secara sah, benar, dan tanpa cacat hukum.
Suatu Akta Otentik dapat kehilangan kekuatan pembuktiannya apabila
terdapat pelanggaran terhadap syarat-syarat formil maupun materil, antara
lain:
Proses pembuatannya tidak memenuhi syarat formil dan materil;
Para pihak tidak memahami atau tidak diberikan kesempatan untuk
membaca dan memahami isi Akta;
Terjadi pelanggaran asas transparansi dan persetujuan sukarela (free
and informed consent);
Tidak adanya pemberitahuan atau penyerahan dokumen kepada pihak
yang menjadi subjek atau objek dalam akta.
Dengan demikian, argumentasi PENGGUGAT yang hanya mendasarkan
diri pada keberadaan bentuk formal Akta Otentik tidak serta merta
membuktikan bahwa substansi dan proses pembentukannya telah sah
menurut hukum. Justru ketidakterpenuhinya hak-hak TERGUGAT I dalam
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 4 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
proses tersebut menunjukkan adanya cacat hukum yang mendasar, yang
berimplikasi pada tidak terpenuhinya unsur kesepakatan yang sah.
4. Penerapan Azas Nemo Auditor Tidak Tepat
Bahwa dalil PENGGUGAT yang menyatakan bahwa TERGUGAT I tidak
dapat mengajukan pembelaan dengan mendasarkan pada “kelalaiannya
sendiri”, dengan mengutip asas nemo auditor propriam turpitudinem allegans
(seseorang tidak dapat mengajukan keberatan atas dasar perbuatan
tercelanya sendiri), adalah tidak tepat dan keliru dalam konteks perkara a
quo, dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. TERGUGAT I tidak sedang mengakui kelalaian atau perbuatan
tercela, melainkan justru sedang menunjukkan adanya pelanggaran
prosedur, pelanggaran hak atas informasi, dan kelalaian dari pihak
lain, khususnya:
Tidak diberikannya salinan dokumen hukum yang bersifat mengikat
(Perjanjian Kredit, APHT, SHT);
Tidak dijelaskannya isi dokumen hukum sebelum penandatanganan
oleh pejabat umum yang berwenang;
Tidak adanya pemberitahuan dan klarifikasi atas pendaftaran serta
penerbitan hak tanggungan.
b. Justru yang patut dipertanyakan adalah tindakan PENGGUGAT
sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan, yang telah memproses dan
menggunakan dokumen perjanjian secara sepihak tanpa memastikan
transparansi, pemahaman, dan penerimaan secara sadar dari
TERGUGAT I.
Hal ini merupakan pelanggaran prinsip kehati-hatian dan etika bisnis,
serta bertentangan dengan asas perlindungan konsumen, khususnya
dalam sektor jasa keuangan.
Bahwa penerapan asas nemo auditor propriam turpitudinem allegans dalam
hukum perdata tidak dapat diberlakukan secara kaku, tanpa
memperhatikan posisi hukum para pihak.
Dalam perkara a quo, TERGUGAT I adalah konsumen jasa keuangan,
yang kedudukannya dilindungi secara khusus oleh:
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen;
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6/POJK.07/2022
tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa
Keuangan;
Dengan demikian, pembelaan yang diajukan TERGUGAT I bukan
merupakan bentuk pembenaran atas perbuatan tercela, tetapi merupakan
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 5 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
keberatan sah terhadap prosedur hukum yang cacat dan
ketidaktransparanan yang dilakukan oleh pihak PENGGUGAT dan
pihak ketiga (Notaris/PPAT Santi Widyawati, S.H., M.Kn.) yang telah
menyebabkan hubungan hukum menjadi kabur, tidak setara, dan potensial
tidak sah baik secara administratif maupun etik.
5. Keberatan atas Perhitungan dan Pembebanan Tagihan
Bahwa benar dalam perkara a quo TERGUGAT I menyampaikan keberatan
yang sah atas perhitungan dan pembebanan yang dilakukan oleh
PENGGUGAT terhadap TERGUGAT I yang yang mendasarkan tagihan
sebesar Rp.230.425.074,00 dengan rincian :
Pokok = Rp 140.687.483,-
Bunga = Rp 82.237.590,-
Denda = Rp 7.500.000,- (+)
Total Kewajiban = Rp 230.425.074,-
Dikarenakan tidak pernah diberikan dokumen perjanjian kredit yang
memuat rincian sistem perhitungan bunga, tenor, serta komponen pokok
dan bunga secara transparan oleh PENGGUGAT.
Bahkan dalam Surat Gugatan, PENGGUGAT sendiri menyebut sistem
bunga dengan istilah "flat/anuitas/sliding" secara bersamaan, tanpa
menyatakan secara pasti sistem bunga mana yang diterapkan. Hal ini
menunjukkan ketidakpastian dan ketidakkonsistenan dari pihak
PENGGUGAT sendiri terhadap dasar perhitungan kewajiban, yang secara
hukum:
Meniadakan asas transparansi;
Mengaburkan objek perikatan;
Menunjukkan tidak adanya kesepakatan yang sah dalam arti Pasal
1320 KUH Perdata, khususnya syarat mengenai "objek tertentu" dan
"causa yang halal".
Bahwa ketidakjelasan sistem bunga yang ditulis dalam bentuk alternatif
(“flat/anuitas/sliding”) mencerminkan tidak tercapainya konsensus hukum
antar para pihak, yang merupakan syarat mutlak sahnya suatu perjanjian.
Oleh karena itu, perikatan yang didalilkan oleh PENGGUGAT tidak
memenuhi asas "zekerheid van verbintenis" (kepastian dalam perikatan),
yang menjadi dasar utama dalam hukum perdata kontraktual.
6. Bantahan atas Klaim Objek Jaminan dan Letak-Batas Tanah
Bahwa TERGUGAT I membantah secara tegas klaim PENGGUGAT
mengenai letak dan batas-batas objek jaminan, karena tidak sesuai dengan
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 6 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
kondisi di lapangan maupun dokumen kepemilikan yang dimiliki oleh
TERGUGAT I.
Bahwa PENGGUGAT tidak menjelaskan secara terang dan rinci alamat
objek jaminan dimaksud dalam gugatan, sehingga secara hukum
menimbulkan ketidakjelasan (obscuur libel) dan membingungkan posisi
hukum TERGUGAT I terhadap objek tersebut.
PENGGUGAT juga tidak melampirkan dokumen Hak Tanggungan atau
Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) yang menunjukkan secara
sah dan otentik objek apa yang dijadikan jaminan, letak, batas-batasnya,
dan sertifikat hak atas tanah yang melekat padanya.
Menanggapi dalil PENGGUGAT yang menggunakan Pasal 1865 KUH
Perdata dan Pasal 164 HIR maka TERGUGAT I menyatakan benar dalam
hukum acara perdata, bahwa setiap pihak yang mengaku atau menyangkal
suatu peristiwa hukum wajib membuktikan dalilnya.
Namun dalam perkara a quo, PENGGUGAT-LAH yang pertama kali
mengajukan klaim bahwa telah terjadi perjanjian dengan jaminan objek
tertentu.
Karena itu, beban pembuktian utama (bewijslast) terletak pada pihak
PENGGUGAT untuk menunjukkan:
Perjanjian Kredit yang memuat identitas dan alamat objek jaminan;
Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) sesuai Pasal 10 dan Pasal
13 ayat (1) Undang Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak
Tanggungan;
Bukti pendaftaran Hak Tanggungan pada Kantor Pertanahan setempat.
Tanpa pembuktian ini, maka tidak dapat dibalikkan beban pembuktian
kepada TERGUGAT I, sebagaimana prinsip umum hukum acara perdata:
“actori incumbit onus probandi” (siapa yang menggugat, dia yang wajib
membuktikan).
7. Bahwa PENGGUGAT sama sekali tidak menyangkal maupun menanggapi
dalil TERGUGAT I yang menyatakan tidak pernah menerima:
Salinan Surat Perjanjian Kredit Nomor SPK: 1284/PK/XII/2023;
Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 35/2024 tanggal 29 April
2024;
Sertifikat Hak Tanggungan Peringkat Pertama Nomor 00466/2024
tanggal 15 Mei 2024; yang seluruhnya diklaim dibuat di hadapan
Notaris/PPAT Santi Widyawati, S.H., M.Kn.
Oleh karena itu, berdasarkan asas hukum acara perdata, dalil yang tidak
dibantah secara tegas dianggap diakui atau setidaknya tidak dibantah
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 7 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
secara sah, sebagaimana prinsip yang diakui dalam Pasal 175 HIR dan
doktrin pembuktian pasif (negative confession).
Bahwa sikap PENGGUGAT terhadap keberatan dan pengakuan
TERGUGAT I mengenai ketiadaan dokumen tersebut semakin menegaskan
bahwa:
Telah terjadi pelanggaran terhadap hak konsumen atas informasi yang
layak dan transparan sebagaimana dijamin Pasal 4 huruf c UU No. 8
Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
Telah dilanggar kewajiban formal dan etis pelaku usaha jasa keuangan
dalam menyediakan informasi dan salinan dokumen perjanjian,
sebagaimana diatur dalam Pasal 21 dan Pasal 30 ayat (3) POJK No.
1/POJK.07/2013 jo. POJK No. 6/POJK.07/2022;
Bahwa ketiadaan salinan dokumen yang seharusnya disampaikan kepada
TERGUGAT I menunjukkan bahwa proses pembentukan perikatan yang
diklaim oleh PENGGUGAT cacat secara substansial dan prosedural, serta
menghilangkan hak dasar TERGUGAT I untuk memahami, menolak, atau
menyetujui isi perjanjian secara sadar dan sukarela (informed consent);
III. PETITUM
Berdasarkan seluruh uraian dalam eksepsi dan pokok jawaban tersebut,
dengan tetap memohon Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, TERGUGAT I
memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember yang
memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memberikan putusan sebagai
berikut:
Dalam Eksepsi:
1. Menyatakan bahwa gugatan PENGGUGAT kabur dan tidak jelas (obscuur
libel) karena tidak menyebutkan secara terang dan rinci dasar hukum
perhitungan tagihan, posisi objek jaminan, serta lampiran dokumen yang
mendasari hubungan hukum;
2. Menyatakan gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima (niet
ontvankelijk verklaard) karena bertentangan dengan prinsip perlindungan
konsumen dan tidak disertai bukti pemberitahuan maupun penyerahan
dokumen yang menjadi dasar tuntutan;
Dalam Pokok Perkara:
1. Menyatakan bahwa TERGUGAT I tidak pernah menerima, memahami,
ataupun diberi penjelasan secara layak dan memadai mengenai isi:
o Surat Perjanjian Kredit Nomor SPK: 1284/PK/XII/2023;
o Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 35/2024; dan
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 8 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
o Sertifikat Hak Tanggungan Peringkat Pertama Nomor 00466/2024;
2. Menyatakan bahwa tindakan pihak PENGGUGAT dalam membuat
perjanjian dan dokumen hukum tanpa memastikan adanya persetujuan
yang sadar dan tanpa memberikan salinan dokumen kepada TERGUGAT I
adalah bertentangan dengan prinsip keadilan, kewajaran, dan
perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam:
o Pasal 4 huruf c UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
o Pasal 21, Pasal 23, dan Pasal 30 POJK No. 1/POJK.07/2013 jo. POJK No.
6/POJK.07/2022;
3. Menyatakan bahwa jumlah tagihan sebesar Rp.230.425.074,- yang diklaim
oleh PENGGUGAT tidak terbukti dan tidak dapat
dipertanggungjawabkan secara sah, karena tidak disertai rincian dan dasar
hukum yang jelas;
4. Menyatakan bahwa klaim terhadap objek jaminan tidak sah karena tidak
sesuai dengan fakta lokasi dan dokumen milik TERGUGAT I, serta tidak
dijelaskan secara lengkap dan terang dalam surat gugatan PENGGUGAT;
5. Menghukum PENGGUGAT untuk memberikan atau menyerahkan kepada
Tergugat I:
o Salinan asli atau fotokopi sah dari seluruh dokumen Perjanjian Kredit,
APHT, dan SHT;
o Salinan dokumen balik nama dan bukti pembayaran kepada
Notaris/PPAT;
6. Menyatakan bahwa segala tindakan hukum lanjutan yang dilakukan
berdasarkan dokumen yang tidak pernah disampaikan atau dijelaskan
kepada TERGUGAT I adalah tidak sah dan batal demi hukum;
7. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar seluruh biaya perkara yang
timbul dalam perkara ini;
8. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij
voorraad) meskipun ada upaya hukum dari pihak Penggugat.
Demikian jawaban ini disampaikan oleh TERGUGAT I untuk dijadikan
pertimbangan Majelis Hakim Yang Mulia dalam memeriksa dan memutus perkara
ini secara seadil-adilnya.
TERGUGAT I memohon agar Majelis Hakim Pemeriksa Perkara yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo berkenan mengabulkan seluruh petitum jawaban
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 9 dari 8
PERADAN
Perkumpulan Advocate dan Pengacara Nusantara
Nusantara Advokate And Lawyer Association
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR, S.H
Alamat : Jl. Veteran No. 4 Dabasah Bondowoso (Depan Mapolres Bondowoso)
Email : lppnrilmg@gmail.com / Hp. 0821 4141 3795
TERGUGAT I, serta menolak seluruh gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya
atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima (niet
ontvankelijke verklaard).
Atas perhatian dan keadilan yang diberikan, TERGUGAT I menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya.
Hormat kami,
Kuasa Hukum TERGUGAT I,
AL KHABIB ROMADHONI MAQFIR,S.H
PERADAN : 23.10214.88
Duplik Perkara Nomor 24/Pdt.G/2025/PN.Jmr Hal. 10 dari 8