0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan14 halaman

Sop Tune Up Sepeda Motor

Dokumen ini adalah panduan tentang prosedur tune up dan perawatan berkala sepeda motor di SMKS HMPTI Banjar Agung. Proses tune up meliputi pemeriksaan, pembersihan, penyetelan, dan penggantian komponen untuk memastikan sepeda motor berfungsi optimal dan mengurangi emisi. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk memperpanjang usia kendaraan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menjaga performa mesin.

Diunggah oleh

Sugiono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan14 halaman

Sop Tune Up Sepeda Motor

Dokumen ini adalah panduan tentang prosedur tune up dan perawatan berkala sepeda motor di SMKS HMPTI Banjar Agung. Proses tune up meliputi pemeriksaan, pembersihan, penyetelan, dan penggantian komponen untuk memastikan sepeda motor berfungsi optimal dan mengurangi emisi. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk memperpanjang usia kendaraan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menjaga performa mesin.

Diunggah oleh

Sugiono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JOB SHEET PRAKTIK SEPEDA MOTOR

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMKS HMPTI BANJAR AGUNG


STANDAR OPRASIONAL PROSEDUR ( SOP ) DAN TUNE UP
(SERVICE) SEPEDA MOTOR

TUNE UP (SERVICE) SEPEDA MOTOR


Pemakaian sepeda motor secara terus-menerus berakibat mesin dan komponen-komponen
di dalamnya sedikit akan mengalami perubahan, sehingga dalam periode terttentu di perlukan
suatu penggantian atau penyetelan ulang dalam bentuk tune up atau servis berkala.
Tune up merupakan usaha untuk mengembalikan kondisi semula apabila motor mengalami
gangguan dan kerusakan akibat pemakaian secara terus-menerus. Tujuan dari tune up adalah agar
motor tetap menghasilkan tenaga yang maksimal dan senantiasa dalam kondisi yang baik.
Tune up merupakan kegiatan perawatan berkala pada sepeda motor,
dimana kegiatan ini meliputi :
1. Memeriksa bagian-bagian sepeda motor untuk memastikan bagian tersebut masih berfungsi
sebagaimana mestinya.
2. Membersihkan bagian yang kotor agar kotoran yang ada tidak merusak sistem.
3. Menyetel bagian yang berubah agar sesuai dengan spesifikasinya.
4. Memperbaiki/mengganti komponen yang rusak/aus.
Diharapkan dengan dilakukannya tune up berkala dengan baik, maka akan diperoleh :
a. Usia komponen/kendaraan lebih lama
b. Konsumsi bahan bakar lebih ekonomis
c. Tenaga mesin optimal
d. Kadar polusi/emisi gas buang kendaraan lebih rendah.
Prosedur Tune UpSepeda Motor
Uraian rangkaian kegiatan yang dilakukan setiap melaksanakan tune up sepeda motor
adalah sebagai berikut :
1) Bagian Mesin
a. Memeriksa dan mengganti oli pelumas mesin
b. Membersihkan saringan udara
c. Membersihkan saringan bahan bakar
d. Memeriksa dan menyetel busi
e. Membersihkan karburator
f. Menyetel katup
g. Menyetel campuran bahan bakar/putaran mesin
h. Menyetel kebebasan kopling
2) Bagian Kelistrikan
a. Memeriksa dan merawat baterai
b. Memeriksa fungsi kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu rem, lampu
indikator)
3) Bagian Chasis
a. Memeriksa dan menyetel gerak bebas rem
b. Memeriksa, merawat dan menyetel gerak bebas rantai roda
c. Memeriksa kekocakan poros kemudi
d. Memeriksa kondisi ban dan menyetel tekanan angin ban
e. Memeriksa dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut rangka, baut pengikat mesin,
tuas starter, tuas transmisi, dsb)
Uraian Pelaksanaan Tune UpSepeda Motor

1. Bagian Mesin

A. Memeriksa dan mengganti oli pelumas mesin


Pemeriksaan jumlah oli pelumas mesin melalui stickoli, jumlah/tinggi permukaan oli
harus berada di antara tanda batas atas dan batas bawah pada stickoli.
Oli pelumas harus diganti apabila :
(1) Kekentalan/viskositas rendah/encer
(2) Jumlah oli kurang
(3) Warna oli berubah drastis/jarak tempuh sudah terpenuhi.
Oli pelumas mesin sepeda motor mempunyai SAE 20W/50 dengan API SE/SF. Jumlah oli
0,8 – 1,5 ltr, tergantung spesifikasi motornya. Saat melakukan pembongkaran ataupun turunmesin,
jumlah oli yang diisikan ditambah 20% dari jumlah p enggantian oli pada kondisi normal.
Misalnya pada saat penggantian oli normal 0,8 ltr, maka saat turun mesin oli pelumas diisi
kembali sebanyak 1 ltr.

B. Membersihkan saringan udara


Terdapat dua jenis saringan udara yang digunakan pada sepeda motor, yaitu :
1. Saringan udara tipe kertas,
2. Saringan
a. Saringan udara tipe kertas
Saringan udara tipe kertas yang kotor cukup dibersihkan saja, namun apabila elemen saringan
telah tersumbat maka saringan harus diganti. Cara pembersihan saringan udara tipe
kertas adalah dengan menggunakan udara bertekanan, semprotkan udara bertekanan dari arah
berkebalikan dengan arah aliran udara kerja masuk ke silinder.
b. Saringan udara tipe busa (spon)
Saringan udara tipe spon dapat dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan cairan pembersih
yang tidak mudah terbakar, kemudian diperas dan dikeringkan (cara memeras tidak boleh dipuntir,
cukup ditekan pada kedua telapak tangan atau di genggam/dikepal kencang, agar elemen saringan
udara tidak sobek/rusak). Setelah kering, elemen saringan udara direndam dalam minyak pelumas
kemudian dipe ras lagi untuk membuang kelebihan minyak dalam elemen saringan udara.

C. Membersihkan saringan bahan bakar


Saringan bahan bakar yang kotor dapat dibersihkan dengan udara bertekanan, namun apabila telah
tersumbat maka saringan bahan bakar harus diganti. Cara pembersihan saringan bahan bakar
adalah dengan cara menyemprot elemen saringanbahan bakar menggunakan udara bertekanan.
Arah semprotan udara berlawanan dengan arah aliran bahan bakar supaya semua kotoran
terbuang keluar.
a) Saringan Kasa Pada Karburator
b) Saringan Pada Saluran

D. Memeriksa dan menyetel busi


Melepas busi, kemudian memeriksa kondisi busi dari :
 Keretakan insulator, busi dengan insulator yang retak/pecah tidak layak digunakan dan harus
diganti.
 Memeriksa keausan ujung elektroda, apabila ujung elektroda telah aus busi harus diganti.
 Memeriksa kondisi pembakaran di dalam ruang bakar dengan memeriksa warna hasil
pembakaran pada busi.

E. Membersihkan karburator
Membongkar karburator dan bagian-bagiannya, bersihkan dengan udara tekan, kemudian
merakitnya kembali. Pada saat membongkar dan membersihkan dengan udara bertekanan,
perhatikan jangan sampai ada komponen yang hilang.

F. Menyetel katup
Menyetel katup dengan langkah-langkah sebagai berikut :
 Membuka tutup katup dan tutup magnet
 Memutar poros engkol searah putaran mesin, menepatkan poros engkol pada sehingga
piston pada posisi top (akhir langkah kompresi), dengan memeriksa tanda “T” magnet
tepat pada garis penyesuai pada blok magnet dan kedua katup pada posisi tidak
tertekan/bebas.
 Memeriksa/menyetel celah katup dengan feeler gauge, alat penyetel katup dan kunci ring.
Penyetelan dilakukandengan terlebih dahulu mengendorkan mur kontra, kemudian
 memasang feeler gaugedan memutar sekrup penyetel. Setelah dirasa setelan tepat,
tahan sekrup penyeteldan kencangkan mur kontra. Penyetelan celah katup tepat apabila
saat feeler gaugeditarik terasa agak seret namun tidak sampai tergores.
 Memasang kembali tutup katup dan tutup magnet.

G. Menyetel karburator (campuran bahan bakar dan putaran stasioner mesin)


Penyetelan karburator akan tepat apabila syarat-syarat berikut ini telah dipenuhi terlebih dahulu :
 Penyetelan katup sudah tepat.
 Penyetelan timing pengapian sudah tepat.
 Saringan udara dan saringan bahan bakar telah dibersihkan.
 Karburator telah dibersihkan.
 Mesin telah mencapai suhu kerja (dipanaskan terlebih dahulu).
Cara penyetelan karburator adalah sebagai berikut :
 Menghidupkan sepeda motor, mesin telah mencapai suhu kerja.
 Sedikit menaikkan rpm mesin dengan cara memutar sekrup ngatur rpm (stop screw).
(±1700 rpm)
 Memutar sekrup penyetel udara (air screw) searah jarum jam sampai rpm turun dan mesin
hampir mati, kemudian
 Memutar balik sekrup penyetel udara (berlawanan jarum jam) perlahan-lahan sampai
diperoleh rpm mesin yangtertinggi dan stabil. Atau apabila dihitung berdasarkan jumlah
putarannya, total putaran sekrup penyetel udara : ±1 ½ putaran (tipe Cub), dan ±2 ½
putaran (tipe Sport).
 Menyetel sekrup pengatur rpm hingga putaran stasioner mesin ±1400 rpm.
 Menyetel kelonggaran kabel gas.

H. Menyetel kebebasan kopling


Supaya kopling kembali bekerja secara optimal, maka secara berkala kopling harus disetel.
Penyetelan kopling yang dimaksudkan adalah penyetelan gerak bebas mekanisme
penggerak kopling, yang dibedakan menjadi dua tipe,yaitu : (1) kopling manual (kopling tangan),
dan (2) kopling otomatis (tunggal dan ganda).
1. Penyetelan gerak bebas pada kopling manual (kopling tangan)
Langkah penyetelan :
a. Mengendorkan mur pengunci (pada tuas kopling ataupun pada kabel kopling).
b. Memutar mur penyetel sampai diperoleh gerak bebas tuas kopling yang tepat (±10 – 20
mm).
c. Mengencangkan kembali mur pengunci.

2. Penyetelan gerak bebas pada kopling otomatis (tunggal maupun ganda)


Langkah Penyetelan :
a. Mengendorkan mur pengunci, Tune Up Sepeda Motor/SPD. OTO
b. Memutar baut penyetel kopling (adjuster bolt) searah putaran jam ±1 putaran, kemudian
Putar balik baut penyetel kopling (berlawanan arah jarum jam) sampai terasa ada
sentuhan,
c. Putar kembali baut penyetel kopling searah jarum jam s/d. ¼ putaran,
d. Menahan baut penyetel kopling, kemudian mengencangkan mur pengunci.
2. Bagian Kelistrikan

a. Memeriksa dan merawat baterai


1) Memeriksa jumlah cairan baterai. Permukaan cairan baterai harus berada di antara batas
atas dan batas bawah. Apabila cairan baterai berkurang, tambahkan air suling sampai
batas atas tinggi permukaan yang diperbolehkan.
2) Memeriksa berat jenis cairan baterai. Berat jenis cairan baterai ideal adalah 1,260.
Apabila kurang, maka baterai perlu distrum (charged), sedangkan apabila berat jenis
cairan baterai berlebihan maka tambahkan air sulingsampai mencapai berat jenis ideal.
3) Pemeriksaan terminal baterai dan sekering. Terminalbaterai yang kotor/berkarat harus
dibersihkan dengan sikat dan air hangat, apabila terminal kendor harus
dikencangkan. Berikan vetatau grea sepada setiap terminal baterai untuk meilindungi
terminal baterai dari karat/penggaraman akibat oksidasi.
4) Pemeriksaan pipa/slang ventilasi baterai. Perhatikan kerusakan pipa/slang ventilasi dari
kebocoran, tersumbat maupun kesalahan letak/jalur pemasangannya.
b. Memeriksa fungsi kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu rem, lampu-lampu
indikator, dsb)
1. Menyalakan semua peralatan kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu
rem, lampu-lampu indikator, dsb) untuk memeriksa fungsinya.
2. Menyetel tinggi lampu kepala.
3. Bagian Casis.
c. Memeriksa dan menyetel gerak bebas rem
1. Menekan pedal rem, memeriksa gerak bebas dan keausan kanvas/padrem dengan melihat
pada indikator keausan keausan kanvas rem.
2. Mengganti kanvas/padrem apabila keausan kanvas/pad melewati batas indikator
keausannya.
3. Menyetel gerak bebas rem melalui mur penyetel pada kabel rem.
a. Rem Depan (Tromol)
b. Rem Belakang (Tromol)
4. Memeriksa jumlah/ketinggian permukaan minyak/cairan rem pada reservoir master
silinder rem (untuk rem penggerak hidrolik) dan menambahkan minyak/cairan rem
apabila jumlah/tinggi permukaan minyak/cairan rem di bawah batas bawah yang
diijinkan.
5. Memeriksa kebocoran cairan rem, memperbaiki kebocoran dan membuang udara palsu
pada sistem rem penggerak hidrolik (apabila terjadi kebocoran).
d. Memeriksa, merawat dan menyetel gerak bebas rantai roda
a) Memeriksa kondisi keausan rantai roda dan sprocket. Memeriksa kekocakan
dan kelancaran pergerakan engsel rantai (pada pivotdan pin rantai), pastikan pivotrantai
tidak kocak, namun dapat bergerak dengan lancar. Apabila sudah kocak ataupun tidak
dapat bergerak dengan lancar maka rantai roda dan sprocketperlu diganti. (Rantai
roda/sprocket yang aus harus diganti satu unit !)
b) Merawat/membersihkan rantai roda menggunakan air sabun dan sikat halus, kemudian
dikeringkan dan dilumasi. Gambar 20. Merawat/Membersihkan Rantai Roda
c) Memeriksa arah pemasangan klip rantai, dan menyetel kekencangan rantai roda.
e. Prosedur penyetelan kekencangan rantai roda :
a) Kendorkan poros roda belakang.
b) Kendorkan mur pengunci (adjuster lock nut).
c) Putar mur penyetel (cub) atau baut penyetel (sport) hingga didapatkan main bebas rantai
roda sesuai spesifikasi.
d) Pastikan skala kiri dan kanan berada pada posisi yang sama.
e) Tarik rantai roda ke atas pada saat mengencangkan mur roda, untuk memastikan kedua
penyetel tidak berubah posisinya. Pastikan rantai yang di tarik atau di setel pada bagian
yang kencang, tidak boleh pada bagian yang kendor.
f) Untuk memeriksa kembali hasil penyetelan, lakukan pemeriksaan ketegangan rantai roda
pada pada titik tengah diantara kedua sprocket.
f. Memeriksa kekocakan poros kemudi, dan melakukan penyetelan apabila diperlukan.
a) Menaikkan roda depan sehingga roda depan dalam posisi terangkat dan kemudi bebas.
b) Memeriksa pergerakan kemudi. Jika kemudi berat atautidak dapat bergerak rata, periksa
bantalan kemudi.
c) Roda depan masih dalam keadaan terangkat, gerakkan garpu depan ke depan-belakang.
Apabila terdapat kekocakan, periksa bantalan kemudi.
g. Memeriksa kondisi keausan ban dan menyetel tekanan angin ban memeriksa kondisi keausan
ban dengan memeriksa kedalaman minimal ban pada tanda batas keausan ban (wear limit
indicator).
h. Memeriksa keausan bushinglengan ayun depan (suspensi tipe Bottom Link) dan
keausan bushingporos lengan ayun belakang. Bila perlu berikan vet pada engsel lengan ayun
depan (tipe bottom link) melalui nippel pelumasan menggunakan pompa vet.
i. Memeriksa dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut rangka, baut pengikat mesin,
baut/mur kepala silinder dan knalpot , tuas starter, tuas transmisi, dsb)
j. Memberikan pelumasan pada bagian-bagian yang bergesekan (rantai roda, lengan penggerak
sistem rem, tuas starter, standart samping, pijakan kaki pembonceng).
k. Jadwal Perawatan Berkala Sepeda Motor.
Pemeriksaan-Penggantian Drive Belt dan Kopling Sentrifugal Otomatis

1. Pemeriksaan Drive Belt.


a. Lepaskan air duct kemudian longgarkan sekrup pita penjepit dan lepaskan air duct.
b. Lepaskan left crankcase cover assembly.
Lepaskan baut-baut yang terpasangan dan lepaskan left crankcse cover assembly.
Catatan: tidak perlu melepaskan kick arm dari left crankcase cover

2. Pemeriksaan keausan Drive Belt.

3. Pemeriksaan goresan dan retak serta kerusakan lain Drive Belt Jika anda memeriksa drive belt secara
visual, anda tidak perlu melepas belt. Periksa Drive Belt bagian atas, samping, & bagian bawah terhadap
goresan serta retak-retak, dan kerusakan lain.

4. Pemeriksaan kopling sentrifugal otomatis


a. Lepaskan Drive Face
Tahan drive face dengan clutch center holder kemudian buka mur drive face dan lepaskan drive face.
b. Lepaskan Clutch Outer
Tahan clutch outer dengan flywheel holder setelah itu buka mur clutch outer dan lepaskan clutch outer.
5. Pemeriksaan Clutch Weight linings terhadap adanya keausan dengan memakai vernier calipers, ukur
tebal lining pada titik paling tipis.
Jika nilai yang diukur melebihi batas servis, maka gantilah clutch weight.

6. Pembongkaran Driven Pulley assembly


a. Lepaskanlah Driven Pulley assembly (drive belt)
Lepaskan Driven Pulley assembly & Drive Belt dari Drive Shaft.
b. Lepaskanlah Movable Drive Face assembly
Lepaskanlah movable drive face assembly sambil menahan ramp plate pada bagian belakang dari movable
drive face assembly.

c. Lepaskanlah mur Clutch Driven Pulley


Tahan driven pulley assembly dengan mengunakan special tool dan lepaskan mur clutch driven pulley.
d. Pisahkanlah Driven Pulley & Clutch Weight Assembly Lepaskanlah driven pulley assembly dari catok.
Secara berangsur-angsur longgarkan handel dari special tool (clutch spring compressor). Setelah pegas
telah memanjang sepenuhnya, lepaskanlah driven pulley, driven face spring, dan spring sheet bersama-
sama.
7. Pembongkaran Clutch Weight assembly
a. Lepaskanlah Side Plate
Gunakan obeng minus, untuk melepaskan E-clips dan side plate.
b. Lepaskanlah Shoe Spring
Lepaskanlah shoe pring dengan menggunakan tool dengan ujung tajam.
c. Lepaskanlah Clutch Weight
Geser clutch weight dan lepaskanlah clutch weight dari damper rubber. Angkat clutch weight serta lepaskan
dari drive plate.
8. Melepaskan Damper Rubbers
a. Lepaskanlah Damper Rubbers dari Drive Plate

b. Pemeriksaan Damper Rubbers


Periksalah damper rubbers secara visual terhadap keausan, retak-retak, sayatan, deformasi, dan kerusakan
lain.
9. Perakitan Clutch Weight Assembly
a. Pasanglah Damper Rubbers pada Drive Plate
b. Pasanglah Clutch Weights dan dorong terhadap Damper Rubbers.

c. Pasanglah Shoe Springs


Dengan menggunakan tool dengan ujung yang tajam, pasanglah shoe springs.

d. Pasanglah Side Plates


Pasanglah side plate pada bosses pada clutch weights dengan bagian ujung tajam menghadap ke atas.
Pukul dengan menggunakan palu secara merata dan mengelilingi ketiga bosses menggunakan alas balok
kayu.
e. Pasanglah E-Clips
Dengan menggunakan tang, pasanglah E-clips pada alur- alur E-clip dari bosses.

10. Perakitan Driven Pulley Assembly


a. Pasanglah mur Clutch Driven Pulley
Tahanlah driven pulley assembly dengan special tool dan pasang mur clutch driven pulley.
b. Ikutilah prosedur pada gambar di bawah.
11. Pemasangan Drive Belt
a. Pasang Movable Drive Face Assembly
Pasanglah weight rollers dan juga ramp plate pada movable drive face.
Pasanglah drive face boss ke dalam movable driveface. Sementara menahan ramp plate yang berada di
belakang, pasanglah movable drive face assembly pada crankshaft.

b. Pasang Drive Belt pada Driven Pulley assembly


Tarik drive belt, putar drive belt searah dengan jarum jam untuk menyelipkan drive belt di antara kedua
faces.

c. Pasang Driven Pulley assembly

Dengan drive belt terselip di antara kedua faces, pasanglah driven pulley assembly pada drive shaft.

d. Pasang Drive Face


Pasanglah drive face pada crankshaft dan untuk sementara kencangkan mur drive face.

e. Kencangkan mur Drive Face


Tahan drive face dengan clutch center holder, dan kencangkan mur drive face mengunakan torsi yang
ditentukan.

f. Pasang Clutch Outer


Tahan clutch outer dengan special tool dan kencangkan mur clutch outer dengan mengunakan torsi yang
ditentukan.

g. Kencangkan Drive Belt


Putarlah crankshaft (drive pulley) sekitar 20 kali untuk mengencangkan drive belt.

h. Pasang Left Crankcase Cover assemby


Tepatkanlah tonjolan-tonjolan pada starter pinion holder dengan alur-alur pada case. Pasanglah kedua
Dowel pins pada left crankcase, dan kemudian tempatkanlah left crankcase cover gasket. Kemudian periksa
bahwa lubang-lubang sekrup telah bertepatan dengan lubang- lubang gasket dan pasanglah left crankcase
cover assembly.

i. Pasang Air Duct


Pasanglah air duct pada left cranckcase cover, pastikan telah duduk dengan benar satu sama lain, dan
kencangkan sekrup pita penjepit.
*ukuran torsi lihat BPR.

j. Kencangkan Drive Belt


Hidupkan mesin, buka throttle dengan pelan, dan periksa bahwa roda belakang berputar dengan lancar &
berputar makin cepat.

Anda mungkin juga menyukai