KISI KISI RESMI
BIDANG MANAJMEN RESIKO, PENGENDALIAN INTERNAL DAN TATA KELOLA
SEKTOR PUBLIK
- TATA KELOLA
- MANAJMEN RESIKO
- PENGENDALIAN INTERN
- Standar pelaksanaan
- SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTH (SPIP)
(MODUL MANAJMEN RESIKO & PP 60 2008)
BIDANG STRATEGI PEGAWASAN
- KERANGKA KONSEPTUAL PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH
INDONESIA
- PRINSIP2 DASAR AUDIT INTERN
- STANDAR UMUM AUDIT INTERN
- STANDAR PELAKSANA AUDIT INTERN
(STANDAR AIPI)
BIDANG PELAPORAN HASIL PENGAWASAN
- PELAPORAN HASIL PENUGASAN PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN
PROSEDUR TINGKAT LANJUT
(MODUL AUDIT INTERN BAB 5)
BIDANG SIKAP PROFESIONAL
- KODE ETIK
- PEDOMAN PRILAKU
- STANDAR UNTUK PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERN DAN KODE ETIK
- SIKAP PROFESIONAL
(MODUL KODE ETIK DAN STANDAR AUDIT INTERN)
BIDANG KOMUNIKASI
- STANDAR KOMUNIKASI AUDIT INTERN
(STANDAR AIPI)
BIDANG LINGKUNGAN PEMERINTAH
- ADMINISTRASI PEMERINTAH (UU NO 30 TH 2014)
- PEMERINTAHAN DAERAH (UU 23 TH 2014)
- PEMBERANTASAN TIDAKAN KORUPSI (UU 30 TH 2002)
- PERBENDAHARAAN NEGARA (UU1 TH 2004)
- PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN
NEGARA ( MODUL MANAJMEN PEMERINTAH PUSAT)
BIDANG MANAJMEN PENGAWASAN
- PENGELOLAAN FUNGSI AUDIT INTERNAL (STANDAR AIPI DI STANDAR
PELAKSANAAN)
1) AUDITOR 1
a) Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia 1
b) Kode Etik Audit Intern Pemerintah Indonesia 12
c) PP no 60 th 2008 Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 12
d) UU no 1 th 2004 Perbendaharaan Negara 12
2) PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA 29
a) UU no 17 th 2003 Keuangan Negara 29
b) UU no 15 th 2004 Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggung Jawaban keuangan Negara 35
c) PP no 71 th 2010 Standar Akuntansi Pemerintah 29
3) ASSESSOR SDM APARATUR Error! Bookmark not defined.
a) Proses Pengelolaan Assessement Center Error! Bookmark not defined.
b) Kode Etik Assesor Error! Bookmark not defined.
c) Standar Kompetensi Manajerial Error! Bookmark not defined.
d) Simulasi dan teknik penilaian dalam assessment Error! Bookmark not defined.
e) Peraturan terkait assessor SDM aparatur dan Standar kompetensi assesor SDM aparatur Error!
Bookmark not defined.
4) PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI Error! Bookmark not defined.
a) Pengenalan teknologi informasi Error! Bookmark not defined.
b) Rekayasa sistem Informasi Error! Bookmark not defined.
c) Perancangan Sistem Informasi Error! Bookmark not defined.
d) Pemrograman Error! Bookmark not defined.
e) Database Sitem Jaringan Error! Bookmark not defined.
1) AUDITOR
a) Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia
Latar Belakang
Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)
Reformasi birokrasi bertujuan : menciptakan biokrasi pemerintah yang profesional dgn
karakteristik yg adaptif,berintegritas,berkinerja tinggi, bersih, bebas KKN,netral,sejahtera,
melayani publik,berdedikasi dan memegang teguh kode etik aparatur negara, untuk mencapai
tujuan reformasi birokrasi maka diperlukan peran APIP yang efektif yaitu dalam wujud:
- Memberikan keyakinan yg memadai atas ketaatan,kehematan,efisiensi, dan efektivitas
pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah (assurance
activities)
- Memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektifitas manajmen rsiko dalam
penyelenggarantugas dan fungsi instansi pemerintah (anti coruption activities)
- Memberikan masukan yg dapat memelihara dan meningkatkan kualitas tatakelola
penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah (consulting activities)
Untuk mewujudkan hasil audit intern yang berkualitas diperlukan standar untuk menjaga mutu
hasil audit inern yg dilaksanakan oleh audit intrn pemerintah, maka disusun standar audit
Intern Pemerintah Indonesia
Standar audit > menjaga mutu hasil audit intern > Audit profesional dan kompeten > Assurance
activities, conseling activities > Peran APIP yg efektif> Reformasi birokrasi> good and Clean
government
Definisi
Standard audit intern pemerintah Indonesia adlah kriteria/ukuran mutu minimal untuk
melakukan kegiatan audit intern yang wajib dipedomani oleh auditor dan pemimpin apip
Kode etik adalah pernyataan tentang prinsip moral dan nilai yang digunakan oleh auditor
sebagai pedoman tingkah laku dalam melakukan tugas audit intern
Auditor adalah jabatan yg mempunyai ruang lingkup, tugs, tanggung jawab, dan wewenang
untuk melakukan pengawasan intern pada instansi pemerintah,lembaga atau pihak lain yg
didalamnya terdapa kepentingan negara sesuai peraturan perundang2an,
Mencakup Jabatan Fungsional Auditor (JFA) dan Jabatan Fungsional Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemerintah di Daerah (JFP2UPD)
Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) adalah instansi pemerintah yg dibentuk dengan
tugas melaksanakan pengawasan intern dilingkungan pemerintah pusat/daerah, yg terdiri dari
Badan Pengawasan Keuangan dan lPembangunan (BPKP),inspektorat jendral/inspektorat, unit
pengawasan intern pada kementrian/kementrian negara,inspektoran utama/ispektorat lembaga
pemerintah nonkementrian dan inspektorat lainnya
Audit Intern adalah kegiatan yg independen yg objektif dalam bntuk pmberian keyakinan
(insurance activities) dan konsultansi (consulting activities), yang dirancang untuk memberi
nilai tambah atau meningkatkan nilai operasional sebuah organisasi(auditi) kegiatan ini
membantu organisasi(auditi) mencapai tujuannya dengan cara menggunakan pendekatan yg
sistematis dan teratur untuk menilai dan meningkatkan efektivitas dan proses manajmen
resiko, kontrol, dan tata kelola (sektor publik)
Audit adalah proses identifikasi masalah ,analisis,evaluasi yg dilakukan secara
independen,objektif dan profesional berdasarkan standar audit untuk menilai
kebenaran,kecermatan,kredibilitas,efektifitas,efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan
tugas dan fungsi instansi pemerintah
Evalasi adalahrangkaian kegiatan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan
standar,rencana, atau norma yg telah ditetapkan dan menentukan faktor2 yg mempengaruhi
keberhasilanatau kegagalan suatu kegiatan dalam memncapai tujuan
Reviu adalah penelaahan ulang bukti bukti suatu kegiatan dengn standar,rencana atau norma yg
telah ditetapkan
Pemantauan adalah proses penilaian kemajuansuatu kegiatan/programdalam mencapai tujuan
yg telh ditetapkan
Audit Keuangan adalah adalah audit atas laporan keuangan dan audit terhadap aspek keuangan
tertentu. Bertujuan untuk memberikan iformasi kepada pihak2 yg berkepentingan tentng
kesesuaian antara laporan keuangan yg disajikan oleh manajmen dengan standar akuntansi yg
berlaku. Hasil dari audit atas laporan keuangan adalah opini auditor mengenai kesesuaian
laporan keuangan dengan standarakuntansi yang berlaku. Audit terhadap aspek keuangan
tertentu adalah audit atas aspek tertentu pengelolaan keuangan yg diselenggrakan oleh
instansi pemerintah atas biaya yg didanai APBN/D dalam rangka memberikan keyakinan yg
memadai bahwa pengelolaan keuangan telah dilaksanakan sesuai dgn tolak ukur yg telah
ditetapkan.
Audit Kinerja adalah audit atas pelaksan tugas dan fungsi instansi pemerintah yg terdiri atas
aspek ekonomi,efisiensi dan audit aspek efektifitas serta ketaatan pada peraturan.
Audit dengan tujuan tertentu adalah audit yg dilakukan dengan tujuan khusus di luar audit
keuangan dan audit kinerja, contoh audit invesigasi tindakan korupsi dll.
Audit investigatif adalah proses mencari,menemukandan mengumpulkan bukti secara sistematis
yg bertujuan mengungkapkan suatu tindakan suatu perbuatan dan pelakunya guna dilakukan
tindakan hukum selanjutnya
Auditi adalah organisasi/instansi pemerintah atau kegiatan,program, atau fungsi tertentu suatu
entitas sebagai obyek penugasan audit intern oleh auditor atau APIP
Instans Pemerintah adalah unsur penyelenggaraan pemerintah pusat/daerah
Nilai Tambah adalah kegiatan audit menambah nilai organisasi (auditi) dan pemangku
kepentingan (stakeholders) ketika memberikan jaminan objektif dan relevan dan berkontribusi
terhadap efektivitas dan efisiensi proses tata kelola, manajmen reisko dan proses pengendalian
Kecurangan (fraud) adalah tinadakan ilegalditandai dengan
penipuan,penyembunyian,pelanggaran kepercayaan.
Resiko adalah kemunginan terjadinya suatu peristtiwa atau kejadian yg akan berdampak pada
pencapaian tujuan
Resiko sisa adalah resiko sisa seteah manajmen mengambil tindak anuntuk mengurangi dampak
atau kemungkinan suatu peristiwa yg merugiakan
Selera resiko (risk appetite) adalah tingkat resiko bahwa suatu organisasi bersedia
menerimanya
Manajmen resiko adalah sebuah proses untuk mengidentifikasi ,menilai,mengelola dan
mengendalikanperistiwa atau situasi potensial untuk memberikan keyakinan memadai tentang
pencapaian tujuan organisasi
Tata kelola adalah kombinasi proses dan struktur yg dilaksanakan oleh manajmen untuk
mnginformsikan,mengarahkan,mengelola dan memantau kegiaan organisasi menuju
pencapaian tujuannya
Pengendalian adalah tindakan apapun yg diambil oleh manajmen untuk mengelola resiko ddan
memberikan masukan yg dapat meningkatkan kemungkinan bahwa tujuan dan sasaran akan
dicapai.
Tujuan dan fungsi
Tujaun
Menetapkan prinsip2 dasar yg merepresentasikan praktik2 audit intern yg seharusnya
Menyiapkan kerangka kerja pelaksanaan dan peningkatan kegiatan audit intern yg memi
Menettapkan dasar2 pengukuran kinerja audit intern
Mempercepat perbaikan kegiatan operasi dan proses organisasi APIP
Menilai,mengarahkan dan mendorong auditor untuk mencapai tujuan audit intern
Menjadi pedoman dalam penugasan audit intern
Menjadi dasar penilaian keberhasilan penugasan audit intern
Fungsi
Standar audit berfungsi sebagai ukuran mutu minimal bagi auditor dan pimpinan APIP dalam:
- Pelaksanaan tugas dan fungsi yg dapat mempresentasikan praktik2 audit intern yg
seharusnya menyediakan kerangka kerja pelaksanaan dan peningkatan kegiatan audit
intern yg memiliki nilai tambah serta menetapkan dasar2 pengukuran kinerja audit intern
- Pelaksanaan koordinasi audit intern oleh pemimpin APIP
- Pelaksanaan perencanaan audit intern oleh pemimpin APIP
- Penilaian efektivitas, tindak lanjut hasi audit intern dan konsistensi penyajian laporan hasil
audit intern
Ruang Lingkup
Kegiatan penjamiinan kualitas
- Audit
(a) Audit keuangan
- Audit keuangan yg memberikan opini
- Audit terhadap aspek keuangan tertentu
(b) Audit kinerja
(c) Audit dengan tujuan tertentu
- Ealuasi
- Reviu
- Pemantauan/monitoring
Kegiatan pengawasan lainnya yg tidak memberikan penjamin kualitas(consulting) anara
lain :konsultasnsi,sosialisasi, asistensi
Penugasan audit keuangan wajin menggunakan standar pemeriksaan keuangan (SPKN) dan
standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
Stadar audit ini terdiridari 2 ruang lingkup
- Standar atribut (Attribut Standar)
Yaitu karakteristik umum yg meliputi tanggung jawab,sikap dan tindakan dari penugasan
audit intern serrta pihak2 yg melakukan kegiatan audit intern
- Standar pelaksanaan (performance standar)
Menggambarkan sifat khusus kegiatan audit interndan menyediakan kriteria untuk menilai
kinerja audit intern
Sisematika
Pendahuluan
Standar atribut
- Prinsip2 dasar
- Standar umum
Standar pelaksanaan
- Standar pelaksanaan
(1) Assurance
(2) consulting
- Standar komunikasi audit intern
(1) Assurance
(2) Consulting
Prinsip prinsip dasar
Visi,misi,tujuan,kewenangan dan tanggung jawab
harus dinyatakan tertulis
Independensi dan objectivitas
Independensi adalah kebebasan dari kondisi yg mengancam kemampuan aktivitas audit intern
untuk melaksanakan tanggung jawab secara objektif
Objectivitas adalah sikap tidak bias
- Independesi APIP
(1) Pemimpin APIP ditmpatkan secara tepat sehingga bebas dari intervensi dan mendapat
dukungan yg memadai
(2) Pemimmimpin apip bertanggung jawab kepada pemimpin
kementrian/lembaga/pemerintah daerah yg memungkinkan kegiatan audit intern
memenuhi tanggung jawabnya
(3) Independensi APIP tecapai secara efektif ketika pemimpin APIP secara fungsional
melaporkan kepada pemimpin kementrian/lembaga/pemda
Contoh pelaporan fungsional:
>menyetujui piagam audit
>menetujui rencana audit berbasis resiko
>menyetujui anggaran audit dan rencana sumber daya
>menerima kmunikasi dari pemimpin APIP
(4) Kegiatan Quality assurance harus bebas dari campur tangan dalam menetukan ruang
lingkup,pelaksanaan,pengomunikasian hasil
(5) Pemimpin APIP harus berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan pemimpin
kementrian/lembaga/pemerintah daerah
- Objectivitas Auditor
(1) Auditor harus objectiv dalam melaksanakan tugas
(2) Konflik kepentingan adalah situasi dimana auditor dipercaya memiliki persaingan
profesional atau kepentingan pribadi
Gangguan terhadap independensi dan objectivitas
- Auditor harus melaporkan ke pemimpin APIP mengenai situasi adanya konflik
kepentingan,tidak inependen dan bias, dan pemimpin menggantikan dengan auditor yg
tidak memiliki situasi tersebut
- Auditor yg mempunyai hubungan dekat dengan audit seperti hubungan sosial,keluarga yg
dapat mengurangi objektivitas harus tidak di tugaskan untuk tidak melakukan audit intern
terhadap antitas trsebut
- Dalam hal auditor menetap beberapa lama di kantor dalamrangka bertugas consulting atas
program,kegiatan atau aktivitas audit maka auditor tidak boleh terlibat dalam pengambilan
keputusanaudito harus menahan diri dari penugasan assurance atas
progran,kegiatan,aktivitas yg mereka sebelumnya bertanggung jawab
- Penugasan kegiatan Assurance untuk fungsi dimana pemimpin APIP berpotensi memiliki
konflik kepentingan maka kegiatan tersebut harus di awasi oleh pihak lain di luar APIP yg
bersangkutan
- Auditor dapat melakukan kegiatan Consulting terhadap aktivitas,program,kegiatan yg
mereka miliki tanggung jawab sebelumnya
- Jika auditor memiliki gangguan potensial thp indenpendensi danobjectivitas yg berkaitan
dengan consulting yg akan di lakuan, pengungkapan harus di informasikan kepada audit
sebelum menerima penugasan.
Kepatuhan terhadap Kode Etik
- Penugasan audit intern harus mengacu pada standar audit ini, dan auditor wajib mematuhi
kode etik yg merupakan bagian tidak terpisahkan dari standar audit
- Auditor diharapkan menerapkan dan menegakan prinsip2 etika yaitu,
Interggritas,Objektivitas,Kerahasiaan,kompetensi,Akuntabeldan prilaku profesional
Standar Umum
Kmpetensi dan kecermatan Profesional
- Kompetensi auditor
Auditor harus mempunyai pendidikan,pengetahuan,keahlian dan keterampilan,pengalaman
serta kompetensi lain yg diperlukan untuk melaksanakan tanggungjawabnya
- Latar belakang Pendidikan auditor
Auditor mempunyai tingkat pendidikan formal yg dibuuhkan
- Kompetensi standar
Yg haus dimiliki auditor Yakni, kompetensi umum,kompetensi teknis audit intern dan
kompetensi komulatif
(1) Kompetensi umum merupakan dasar bersikap dan berprilakusebagai auditor dijabarkan
sbg: keinginan berprestasi, pemikiran analitis, orientasi pengguna,
kerjasama,manajmen stres,dan komitmen organisasi
(2) Kompetensi teknis merupakan persyaratan untuk dapat melaksanakan penugasan audit
intern sesuai dengan jenjang jabatan, meliputi:
> kompetensi bidang manajmen resiko, pengendalianintern dan tata kelola sektor
publik
> Kompetensi bidang straegi kegiatan audit inter
> Kompetensi bidang pelaporan hasil audit intern
> Kompetensi bidang sikap profesional
> Kompetensi bidang komunikasi
> Kompetensi bidangl lingkungan pemerintahan
> Kompetensi bidang manajmen pengawasan
(3) Kompetensi minimal auditor bersifat komulatutif artinya kompetensi padatingkat atau
jenjang jabatan auditor yg lebih tinggi merupakan komulatif dari kompetensi pada
tingkat atau jenjang jabatan auditor dibawahnya ditambah kompetensi spesifik di
jabatannya
- Penggunaan tenaga ahli
>Pemimpin APIP dapat menggunakan tenaga ahli apabila auditor tidak mempunyai
keahlian yg diharapkan untuk melaksanakan penugasan audit intern
>ketepatan dan kelayakan metode dan asumsi dan penerapannya merupakan tanggung
jawab tenaga ahli, tanggung jawab auditor terbatas pada
(1) memahami metode dan asumsi yg dihgunakan oleh tenaga ahli
(2) melakukan pengujian semesinya atas data yg disediakan tenaga ahli
(3)mengevaluasi apakah data yg disediakan tenagaahli mendukung pelaksanaan penugasan
auditor
- Kecermatan profesional auditor
>Audito harus menggunakan kemahiran profesionalya dengan crmat dan seksama(due
proffesional care) dan secara hati2dalam setiap penugasan audit intern
>Dual profesional care dilakukan pada berbagai aspek audit, diantaranya:
(1) Formulasi tujuan penugasan audit intern
(2) Penentuan ruang lingkup,termasuk evaluasi resiko audit intern
(3) Pemilihan pengujian dan hasilnya
(4) Pemilihan jeis dan tingkat sumberdaya yg tersedia untuk mencapai tujuan enugasan
audit intern
(5) Penentuan signifikan tidaknya resio yg diidentifikasi dalam audit intern dan
efek/dampaknya
(6) Pengumpulan dan pengujianbukti audit intern
(7) Penentuan kompetensi,integritas, dan kesimpulan diabil pihak lainberkaitan dengan
penugasan audit intenr
>Penggunaan kecermatan profesional dalam penugasan konsultansi:
(1) kebutuhan dan harapan klien,termasuk sifat,waktu dankomunikasi hasil penugasan
(2) kompleksitas dan tingkat kerja relatif yg diperlukan untk mencapai tugas penugasan
(3)biaya kegiatan konsultansi dilaitkan dengan potensi manfaat
- Skeptisme Profesional auditor
Adalah sikap yg mencakup pemikiran selalu mempertanyakan dan melakukan pengujian
seara kritis bukti
Kewajiban Auditor
- Mengikuti standar audit
Auditor wajib mengkuti standar kompetensi
- Meningkatkan kompetensi
Auditor wajib meningkatkan pengetahuan,keahlian dan keteramplan derta kompetensi lain
melalui pendidikan dan pelatihan profesional berkelanjutan( continuing prfessional
education) guna menjamin kompetinsi yg dimiliki sesuai dengan kebutuhan APIP
Program pengembangan dan penjaminan kualtias
Pemimpin APIP harus merancang,mengembangkan,dan menjaga program pengembangan dan
penjamin kualitas yg meliputi semua aspek kegiatan audit intern.
>penilaian intern(kinerja) dan ekstern(sejawat/peer)
>penilaian priodik
Standar Pelaksanaan
Mengelola Kegiatan audit Intern
Pemimpin APIP harus mengelola kegiatan audit intern secara efektif untuk memastikan bahwa
kegiatan auditintern memberikan nilai tambah bagi auditi
- Menyusun rencana kegiatan audit intern
(1) Pemimpin APIP harus menyusun rencana strategis dan rencana kegiatan audit intern
tahunan dengan prioritas pada kegiatan yg mempunyai resiko terbesar dan selaras
dengan tujuan APIP.
(2) Pemimpin APIP wajib menyusun rencana strategis 5 tahun sesuai dengan peraturan
perundan2an
(3) Pemimpin APIP wajib menyusun rencana kegiatan audit intern tahunan dengan
mengacu pada rencana strategis 5 tahunan ygtelah ditetapkan
- Mengomunikasikan dan meminta persetujuan rencana kegiatan audit intern tahunan
Pemimpin APIP harus mengomunikasikan dan meminta persetujuan rencana kegiatan audit
intern tahunan kepada pemimpi kementrian/pemerintah daerah
- Mengelola sumber daya
Pemimpin APIP harus mengelola dan memanfaakan sumber daya yg dimiliki secara
ekonimis,efisien dan efektif serta memprioritaskan alokasi sumber daya tersebut pada
kegiatan yg mempunyai resiko besar
- Menetapkan kebijakan dan prsedur
Pemimpin APIP harus menyusun kebijakan dan prosedur untuk mngarahkan kegiatan audit
intern.
- Melakukan Koordinasi
Pemimpin APIP harus melakukan Koordinasi dengan dan membagi informasi kepada
auditor eksternal dan/ auditor lainnya
- Menyampaikan Laporan Berkala
Pemimpin APIP harus menyusun dan menyampaikan laporan secara berkala tentang
realisasi keinerja dan kegiatan Audit intern yg dilaksanakan APIP
- Menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat
Sifat Kerja Kegiatan Audit Intern
Kegiatan Audit intern harus dapat mengevaluasi dan memberikan kontribusi pada kegiatan tata
kelola sektor publik, manajmen resiko, dan pengendalian intern dengan menggunakan
pendekatn yg sisttematis dan disiplin
- Tata kelola Sektor Publik
Kegiatan audit intern harus dapat mengevaluasi dan memberikan rekomendasi yg sesuai
untuk menigkatkan proses tata kelola sektor publik
- Manajmen Resiko
Kegiatan audit intern harus dapat mengevaluasi efektivitas dan berkontribusi terhadap
perbaikan proses manajmen resiko
- Pengendalian Intern Pemerintah
Kegiatan audi intern harusdapat membantu auditi dalammempertahankan dan memperbaiki
pengendalian yg efektifdengan mengevaluasi efektifitas dan efisiensi serta dengan
mendorongperbaikan terus menerus
Perencanaan Penugasan Audit Intern
Auditor harus mengembangkan dan mendokumentasikan rencana untuk setiap penugasan,
termasuk tujuan, ruang lingkup,waktu, dan alokasi sumber daya penugasan
- Pertibangan dalam perencanaan
Dalam merencanakan penugaan audi intern,auditor harus mempertimbangkan berbagai hal,
termasuk sistem pengendalian intern dan ketidakpatuhan auditi terhada peraturan
perundang2an ,kecurangan dan ketidakpatuhan (abuse)
- Penetapan sasaran,ruang lingkup,metdolgi, dan alokasi sumber daya
Dalam membuat rencana penugaan audit intern, auditor harus menetapkan sasaran,ruang
lingkup, metodologi dan alokasi sumber daya
- Program kerja penugasan
Auditor harus mengembangkan dan mendokumentasikan program kerja penugasan untuk
mencapai tujuan penugasan
- Evaluasi terhadapsistem pengendalian intern
Auditor harus memahami rancangan sistem pengendalian intern dan menguji
penerapannya serta memberikan rekomendasi yg diperluka
- Evaluasi terhadap sistem pengendalian inern
Auditor harus memahamirancangan sistem pengendaian intern dan menguji penerapannya
serta memberikan rekmendasi yg diperlukan
- Evaluasi terhadap ketidak patuhan audit terhadap peraturan perundang2an,kecurangan, dan
ketidak patuhan(abuse)
Auditor harus merancang audit internnya untuk mendeteksi adanya pelanggaran\
Pelaksanaan Penugasan Audit Intern
Audior harus mengidentifikasi,menganalisis,mengevaluasi, dan mendokumentasikan
informasi yg memadai untuk mencapai tujuan penugasan audit intern
- Mengidentifikasi informasi
Audior harus mengidentifikasi informasi yg cukup,kompeten dan relevan
- Menganalisis dan mengevaluasi informasi
Auditor harus mendasarkan kesimpulan dan hasil penugasan audit inern pada analisi dan
evaluasi informasi yg tepat
- Mendokumentasikan informasi
Auditor harus menyiapkan danmenatausahakan pendokumentasian informasi audit intern
dalam bentuk kertas kerja audit intern, informas harus didokumentasikan dan disimpan
secara tertib da sistematis agar secara efektif diambil kembali, dirujuk dan dianalisis
- Sipervisi penugasan
Pada setiap tahap penugasan audit intern, auditor harus di suprvisi secara memeadai untuk
memastikan tercapainya sasaran,terjaminnya kualitas, dan menngkatnya kompetensi
auditor
Standar komunikasi
Komunikasi hasil penugasan audit Intern
(1) Mengomunikasikan ke audit dan pihak lain yg berwewenang
(2) Menghindari kesalapahaman
(3) Sebagai bahan melakukan tindak perbaikan
(4) Memudahkan pemantauan tindak lanjut
Audit intern harus mengomunikasikan hasil penugasan audit intern
- Kriteria Komunikasi hasil penugasan Audit Intern
Mencakup sasaran dan ruang lingkup penugasan audit intern serta kesimulan yg
berlaku,rekomendasi, dan rencana aksi
(1) Komunikasi akhirhasil penugasana audit intern harus berisi pendapat dan/ kesimpulan
dengan mempertimbangkan harapan audit
(2) Ketika merilis/menerbitkan hasil penugasan audit intern, komunikasi harus mencakup
pembatasana distribusi dan penugasan hasil
(3) Komunikasi kesimpulan dan hasil dari penugasan consulting bervariasi tergantung sifat
penugasan dan kebutuhan klien
- Komunikasi atas kelemahan atas sistem pengendalian Intern
Kelemahan yg dilaporkan adalah yg mempunyai pengaruh yg signifikan, sedangkan yg
tidak signifikan cukup disampaikan dengan surat
- Komunikasi atas ketidak patuhan audit terhadap peraturan Perundang-
undangan ,kecurangan dan ketidakpatuhan(abuse)
Auit harus melaporkan ketidakpatuhan,kecurangan dan ketidakpatuhan
(1) Audit dapat menggunakan bantuan konsultan hukum untuk menentukan apakah terjadi
ketidakpatuhan
Kualitas Komunikasi
Komunikasi hasil penugasan audit intern harus tepat waktu,
lengkap,akurat,objektif,meyakninkan,konstruktif,jelas serta ringkas dan singkat
(1) Komunikasi harus tepat waktu adalah tpatdan bijaksana,tergantung pada pentingnya
masalahmemungkinkan manajmen untuk mengambil tindakan korektif yg tepat
(2) Lengkap artinya tidak kekurangan apapaun hal yang penting dan mencakup semua
informasi yg penting dan relevan serta pengamatan untuk mendukung rekomendasi dan
kesimpulan
(3) Akurat artinya bebas dari kesalahan dan distorsi dan sesuai kepada fakta-fakta yg
mendasari
(4) Objektif adalah adil,tidak memihak,tidak bias,serta merupakan hasil dari penilaian adil dan
seimbang dari semua fakta dan keadaan yg relevan
(5) Agar meyakinkan maka hasil penugasan audit intern harusdapatmenjawab sasaran
audit,menyajikanfakta,kesimpulan dan rekomendasi yg logis
(6) Konstruktif adalah membantu audit dan mengarah perbaikan yg diperlukan
(7) Jelas adalah mudah dipahami dan logis,menghindari bahasa teknis yg tidak perlu dan
menyediakan informasi yg relevan dan signifikan
(8) Singkat adalah langsung ke titik masalah dan menghindari elaborasi yg tidak perlu,tdetail
berlebihan,redundansi dan membuang2 kata
Kesalahan dan Kelalaian
Jika komunikasi hasil akhir mengandukung kesalahan dan kelalaian yg signifikan, pemimpin
APIP harus mengomunikasikan informasi yg telah diperbaiki kepada semua pihak yg
menerima komunikasi aslinya
Metdologi,bentuk,Isi dan frokuensi Komunikasi
- Komunikasiaudit harus dibuat secara tertulis berupa laporan dan harus segera, yaitu pada
kesempatan pertama setelah berakhirnya pelaksanaan audit
- Komunikasi audit Intern melalui laporan hasi audit intern, harus dibuat dalam bentuk dan
isi yg dapat dimengerti oleh audit dan pihak lain yg terkait.
Laporan hasil penugasan audit setidaknya ahrus berisi:
(1) Dasar melakukan audit intern
(2) Identifikasi audit
(3) Tujuan/sasaran,lingkup, dan metdologi audit intern
(4) Pernyataan bahwa kegiatan dilakuakan sesuai dengan standar audit
(5) Kriteria yg digunkanan untuk mengevaluasi
(6) Hasil audit intern berupa kesimpulan,faka dan rekomendasi
(7) Tnggapan dari pejabat audit yg bertanggungjawab
(8) Pernyataan adanya keterbatasan dalam audit serta pihak2 yg menerima laporan
(9) Pelaporan informasi rahasia apabila ada
- Tanggapan auditi
Auditor harus meminta tanggapan audit terhadap kesimpulan,fakta dan rekomendasi
termasuk tindakan perbaikan yg direncanakan, secara tertulis dari pejabat auditi yg
bertanggung jawab
- Kesesuaian dengan standar audit
Auditor diharuskan menyatakan dalam setiap laporan bahwa kegiatan2nya dilaksanakan
sesuai dengan standar
- Pendistibusian hasil audit Intern
Auditor harus mengomunikasikan dan mendistribusikan hasil penugasan audit kepada
pihak yg tepat sesua dengan ketentuan perundang2an
Pemantauan tindak lanjut
Auditor harus memantau dan mendorong tindak lanjut atas simpulan,fakta dan rekomendasi
audit
b) Kode Etik Audit Intern Pemerintah Indonesia
Pendahuluan
Kode Etik Auditor Intern pemerintah Indonesia (disigkat KE-AIPI) disusun sebagai pedoman
pilaku bagi auditor intern pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dan bagi
pemimpin APIP dalam mengevaluasi prilaku Auditor Intern Pemerintah
KE-AIPI dengantujuan:
- Menyusun budaya etis dalam profesi pengawasan intern Pemerintah
- Profesional berprilaku pada tingkat lebih tinggi daripada pegawai lainnya
- Mewujudkan auditor terpercaya,berintegritas,objektif,akuntabel,transparan, dan memegang
teguh rahasia dan memotivaisi pengembangan profesi secara berkelanjutan
- Mencegah prilaku tidak etis,agar memenuhi peinsip2 kerja ajuntabe dan terlaksananya
pegendalian pengawasan sehingga terwujud auditor kredible dengan kinerjaoptimal dalam
pelaksanaan pengawasan
KE-AIPI berfungsi:
- Memberikan pedoman bagi setiap anggota
- Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi pengawasan intern pemerintah
- Mencegah campur tangan pihak diuar organisasi AAIPI tentang hubungan etika
KE-AIPI berlaku bagi auditor dan pejabat yang mempunyai ruang lingkup tugas dan tanggung
jawab dan wewenang untuk melakukan pengawasan intern pada instansi pemerintah, lembaga
atau pihak lain yg didalamnya terdapat kepentingan negara
KE-AIPI meliputi dua komponen dasar yaitu:
- Prinsip etika yang relevan dengan profesi dan praktik pengawasan intern pemerintah
- Aturan prilaku yang menggambar norma prilaku yg diharapkan bagi auditor intern
pemerintah dalam memenuhi tanggungjawab profesinya, aturan ini membantu untuk
menafsirkan prinsip dalam penerapan praktis dan dimaksudkan sebagai pedoman prilaku
etis bagi auditor intern pemerintah
Prinsip Etika
Integritas adalah mutu,sifat atau keadaan yg mnunjukan kesatuan yang utuh sehingga memiliki
profesi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaab dan kejujuran
Integritas auditor inern pemerintah membangun kepercayaan dan dengan demikian
memberikan dasar untuk kepercayaan dalam pertimbangannya
Objektivitas adalah sifat jujur yang tidak dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau
golongan dalam pengambilan putusan atau tindakan
Kerahasiaan
Kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seseorang berupa
pengetahuan ,keterampilan dan sikap prilaku yangdiperlukan dalam pelaksanaan tugas
jabatannya
Akuntabel adalah kemampuan untuk menyampaikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab
aau menerangkan kinerja dan tindakan seseorang kepada pihak lainyang memiliki hak untuk
meminta keterngan atau pertanggungjawaban
Prilaku Profesional adalah tidakan tunduk yang merupakan ciri mutu dan kualitas suatu profesi
atau orang yang profesional dimana memerkukan kepandaian kepandaian husus untuk
menjelaskannya
Larangan
Melakukan pengawasan di luar ruang lingkup dalam surat tugas
Menggunakan data /informasi yang sifatnya rahasia untuk kepentingann pribadi/glongan yg
memungkinkan akan merusak nama oraganisasi
Menerima suatu pemberian dari auditan yang terkait dengan keputusan maupun pertimbangan
profesinya
Berafiliasi dengan partai politik tertentu yg dapat mengangganggu integritas,objekivitas dan
kehormatan dalam pelaksanaan tugas
Pelanggaran
Pelanggaran KE-AIPI dapat mengikabatkan auditor inern pemerintah diberi peringatan atau
diberhentikan
Tindakan yg tidak sesuai KE-AIPI tidak dapat di toleransi
Auditor intern pemerintah tidak diperobolehkan memaksa karyawan lain untuk melakukan
tindakan melawan hukum
Pemeriksaan, investigasi dan pelaporan pelanggaran KE-AIPI ditangani oleh komite kode Etik,
komite kode etik melaporkan hasil pemeriksaan dan investigasi ke Pemimpin Apip, pemmpin
APIP harus melaporkan pelanggaran ke pemimpin organisasi
Untuk menegakan KE-AIPI, komite kode etik membentuk Majelis kode etik,majelis kode etik
bersifat temporer yaitu dibentuk saat ada auditor yg melakukan pelanggaran
Keanggitaan majelis Kode etik sekurang2nya 5 orang , 1 ketua, 1 sekretaris merangkap anggota,
3 orang anggota apabila lebih dari 5 orang harus berjumlah ganjil, dan jabatan dan pangkat
anggota majelis kode etik tidak boleh lebih rendah dari auditor yg diduga melakukan
pelanggaran
Majelis kode etik mengambil keputusan setelah memanggil dan memeriksa auditor yg disangka
melakukan pelanggaran , keputusan di ambildengan musawarah, apabila tidak mencapai
keputusan maka diambil dari suara terbanyak anggota
Untuk mendapatkan objektivitas majeli dapat mendengar keterangan dari pejabat lain
Keputusan majelis kode etik bersifat final, keputusan majelis kode etik wajib menyampaikan
keputusan kepada ketua komit kode etik dan pengurus AAIPI untuk diteruskan ke instansi
auditor yg bersangkutan sebagai bahan dalam menentukan sanksi
Sanksi atas Pelanggaran
Auditor Intern pemerintah yg terbukti melanggara KE-AIPI akan dikenakan sanksi oleh
pemimpin APIP atas rekomendasi dari Komite kode etik
Bentuk2 sanksi yg direkomendasikan oleh komite kode etik adalah: teguran tertulis, usulan
pemberhentian, dari tim pengawasan dan idak diberi pengawasan selama jangka waktu tertentu
Pelanggaran terhadap KE-AIPI dapat diberikan sanksi sesuai per Uuan
Pelnggarana KE-AIPI terdiri dari 3 kategori pelanggaran:
- Pelanggaran ringan
- Pelanggaran sedang
- Pelanggaran Berat
Keputusan penfenaan sanksi kepada tercuriga auditor yg melakukanpelanggaran berupa
rekomendasi kepada instansi auditor intern pemerintah sesuai dengan ketentuan per-UUan
c) PP no 60 th 2008 Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
Ketentuan Umum
Sistem pengendalian intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang
dilakukan secara terusmenerus oleh pemimpin dan seluruh pegawai untuk memberikan
keyakinan memadai atas tercapai tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien,
keandalan pelaporan keuangan , pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan
perundang2ann
Sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) adalah sistem pengendalian intern yang
diselenggarakan secara menyeluruh di lingkngan pemerintah pusat dan daerah
Pengawasan Intern adalah seluruh kegiatan Audit,reviu,evaluasi,pemantauan, dan kegiatan
pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam
rangkamemberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah ditetapkan secara efektif
dan efisien untuk kepentingan peimpinan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yangbaik
Badan pengawasan keuangan Pemerintahan(BPKP) aparat pengawasan intern pemerintah yang
bertanggung jawab langsung terhadap presiden
Ispektorat jendral / nama lain secara fungsional melaksanakan pengawasan intern adalah apaat
pengawasan intern pemerintah yang bertangung jawab langsung kepada menteri atau
pemimpin lembaga
Inspektorat provinsi/kabupaten/kota adalah pengawasan intern yang bertanggung jawab langsung
terhadap gubernur/bupati/waikota
Untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efisien,akuntable,transparan
menteri/pemimpin lembaga,walikota,bupati,gubernur wajib melakukan pengendalian atas
penyelenggaraan kegiatan pemerintahan
SPIP bertujuan untuk mencapai efektivitas danefisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan
pemerintahan negara \, keandalan pelaproran keuangan ,pengaman aset negara dan kegiatan
terhadap peraturan perundang2an
Unsur Sistem pengandalian intern pemerintah
SPIP terdiri atas unsur:
- Lingkungan pengendalian
- Penilaian resiko
- Kegiatan pengendalian
- Informasi dan komunikasi
- Pemantauan pengendalian intern
Lingkungan pengendalian
Pemimpin instansi pemerintah wajib menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian
yang menunjukan prilaku positif dan konduktif untuk mengendalikan sistem pengendalian
intern dalam lingkungan kerjanya, melalui:
- Penegakan integritas dan nilai etika
(1) Menyusun dan menerapkan aturan prilaku
(2) Memberikan keteladanan pelaksanaan aturan prilaku pada setiap tingkat pemimpin
instansi pemerintah
(3) Menegakan tindak disiplin yang tepat atas penyimpangan terhadap kebijakan dan
prosedur atau pelanggara terhadap tindakan prilaku
(4) Menjelaskan dan mempertanggungjawabkan adanya intervensi atau pengabaian
pengendalian intern
(5) Menghapus kebijakan/penugasan yang mendorong prilaku tidak etis
- Komitmen terhadap kompetensi
(1) Mengidentifikasi dan menetapkan kegiatan yang di butuhkan unuk menyelesaikan
tugas dan fungsipada masing2 posisi dalam instansi pemerintah
(2) Menyusun standar kompetensi untuk setiap tugas dan fungsi pada masing2posisi dalam
instansi pemerintah
(3) Menyelanggarakan pelatihan dan pembimbngan untuk membantu pegawai
mempertahankan dan meningkatkan kompetinsi pekerjaannya
(4) Memilih peimpin instansi yang mempunyai kemampuan manajerial dan pengalaman
teknis yang luas dalam pengelolahan instansi pemerintah
- Kepemimpinan yang konduktif
(1) Mempertimbangkan resiko dalam pengambilan keputusan
(2) Menerapkanmanajmen berbasis kinerja
(3) Mendukung funggsi tertentu dalam penerapan SPIP
(4) Melindungi atasaset dan informasi dari akses dan penggunaan yangtidak sah
(5) Meakukan interaksi secara intensif dengan pejabatdalam tingkat yang lebih rendah
(6) Merespon secara positif tentang pelaporan mengenai keuagna,penganggaran,program
dan kegiatan
- Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan
(1) Penyesuaian dengan ukuran dan sifat kegiatan instansi pemerintah
(2) Memberikan kejelasan wewenang dan tanggungjawap pada instansi pemerintah
(3) Memberikan kejelasan hubungan dan jenjang pelaporan intern dalam instansi
pemerintah
(4) Melakuakan evaluasi dan penyesuaian priodik terhadap struktur organisasi sehubungan
denga perubahan lingkungan strategis
(5) Menetapkan jumlah pegawai yang sesuai, terutama untuk posisi pemimpin
- Pendeglarasian wewenang, dan tanggung jawab yang tepat
(1) Wewenang diberikan kepada pegawai yang tepat sesuai dengan tingkat tanggung
jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan instansi pemerintah
(2) Pegawai yang diberikan wewenang memahami bahwa pelaksanaan wewenang dan
tanggungjawab yg diberikan terkait dengan pihak lain dalam instansi pemerintahan
yang bersangkutan dan memahami bahwa pelaksanaan wewenagn dan tanggung jawab
terkait dengan penerapan SPIP
- Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan SDM
(1) Peneapan kebijakan dan prosedur sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian
pegawai
(2) Penelusuran latar belakang calon pegawai dalam proses rekrutan
(3) Supervisi priodik yang memadai terhadap pegawai
- Perwujuadan peran aparat pengawasa intern pemerintah yang efektif
(1) Memberikan keyakinan memadai atas ketaatan,keheatan,efisiensi, dan efektivitas
pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah
(2) Emberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajmen resiko dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsi instans pemerintah
(3) Memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi
instansi pemerintah
- Hubungan kerja yg baik dengan instansi pemerintah terkait
Dilakukan dengan nekanisme saling uji antar instansi pemerintah terkait
Penilaian resiko
Pemimpin instansi pemerintah wajib melakukan penilaian resiko:
- Identifikasi resiko
(1) Menggunakan metodologi yang sesuai untuk tujuan instansi pemerintah dan tujuan
pada tingkatan komperehensif
(2) Menggunakan mekanisme yang memadaiuntuk mengenali resiko dan faktr eksternal
dan faktor internal
(3) Menilai faktor lain yang dapat meningkatkan resiko
- Analisis resiko
(1) Dilakuakn untuk menentukan dampak dari resiko yang telah diidentifikasi terhadap
pencapaian tujuan instansi pemerintah
(2) Pemimpin pemeritah menetapkan prinsip kehatiahatian dalam menetukan tingkat resiko
yang dapat diterima
Dalam melakukan penilaian resko:
- Tujuan instansi pemerintah
Memuat pernyataan dan arahan yang spesifik,teukur, dapat dicapai, realistis dan terikat
waktu
- Tujuan pada tingkat kegiatan
(1) Berdasarkan padatujuan dan rencana strategis instansi pemerintah
(2) Saling melengkapi, saling menunjang, dan tidakbertentangan 1 dengan lainya
(3) Relevan dengan kegiatan utamainstansi pemerintah
(4) Mengandung unsur kriteria pengukuran
(5) Didukung sumber daya instansipemerintahyang cukup
(6) Melibatkan seluruhn tingkat pejabat dalam proses penetpannya
Pemimpin instansi pemerintah menetapkan :
- Strategi operasional yang konsisten
- Strategi manajmen terintegrasi dan rencana penilaian resiko
Kegiatan pengendalian
Pemimpin instansi pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan
ukuran,kompleksitas,dan sifat dan tugas dari fungsi instansi pemerintah yang bersangkutan
Penyelenggaraan kegiatan pengendalian memiliki karakteristik sbb:
- Kegiatan pengendalian diutamakan pada kegiatn pokok instansi pemerintah
- Kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses penilaian resiko
- Kegiatan pengendalian yang dipilih sesuai dengan sifat khusus instansi pemerintah
- Kebijakan dan prsedur harus ditetapkan secara tertulis
- Prosedur yang di tetapkan harus dilaksankan sesuai yang di tetapkan secara tertulis
- Kegiatan pengendalian dievaluasi
Kegiatan pengendalian terdiri atas:
- Riviu atas kinerja instansi pemeritah yang bersangkutan
dengan membandingkan kinerj dengan tolak ukur yang di tetapkan
- Pembinaan SDM
dalam melakukan pembinaan SDM , pemimpin instansi harus:
(1) Mengkomunikasi kan visi,misi,tujuan,nilai, dan strategi instansi kepada pegawai
(2) membuat strategi perencanaan dan pembinaan SDM yang mendukung pencapaian
visi,misi
(3) Membuat uraian jabatan,prosedur rekrutmen,program pendidikan dan pelatihan
pegawai, sistem kompensasi,program kesejateraan dan fasilitas pegawai,ketentuan
disiplin pegawai, sistim penilaian kinerja serta rencana pengebangan karir
- Pengendalian atas pengelolaan sistem informasi
Dilakukan untuk memastikan akurasi dan kelengkapan informasi, meliputi:
(1) Pengendalian umum
> Pengaman sistem informasi
> Pengendalian atas akses
> pengendalian atas pengembangan dan perubahan perangkat lunak aplikasi
> pengendalian atas perangkat lunak sistem
> pemisahan tugas
> Kontiniuitas pelayanan
(2) pengendalian aplikasi
> Pengendalian otorisasi
> Pengendalian kelengkapan
> Pengendalian akurasi
> Pengendalian terhadap keandalan pemerosesan dan file data
- Pengendalian fisik atas aset
Pemimpin instansi pemerintah wajib mengimplementasikan, menetapkan dan
mengkomunikasikan kepada seluruh pegawai
(1) Rncana identifikasi, kebijakan dan prosedur pengaman
(2) Rencana pemulihan setelah bencana
- Penetapan dan reviu atas indikator ukuran kinerja
(1) Menetapkan ukuran dan indikator kerja
(2) Reviu dan alidasi secara priodik atas ketetapan dan dan keandalan ukuran dan
indikator kerja
(3) Mengevaluasi fakto penilaian pengukuran kinerja
(4) Membanding secara terus menerus data capaian kinerja dan sasaran yg ditetapkan dan
selisihnya dianalisis lebih lanjut
- Pemisahan fungsi
- Otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting
- Pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian
- Pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya
- Akuntabilitas atas sumber daya dan pencatatannya
- Dokumentasi yang baik atas sistem pengendalian intern serta transasksi dan kejadian
penting
Informasi dan komunikasi
Dilakukan secara efektif
Pemantauan pengendalian intern
Pemantauan dilakukan dengan
- Pemantauan berkelanjutan melalui kegiatan rutin,supervisi,pembandingan, rekonsiliasi dan
tidakan lainnya
- Evaluasi terpisah melalui penilaian sendiri,reviu, dan pengujian efektivitas sistem
pengendalian intern dilakukan aparat intern pemerintah atau pihak eksternal pemerintah
- Tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya
Penguatan efektivitas penyelenggaraan SPIP
umum
Pemimpin lembaga,gubernur,bupati bertanggung jawab atas efektivitas sistem pengendalian
intern di lingunfan masing2
Untuk menunang efektivitas dilakukan:
- Pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi insansi pemerintah termasuk
akuntabilitas kuangan negara
- Pembinaan penelenggaraan SPIP
Pengawasan intrn atas penyelenggaraan tugas dan fungsi insansi pemerintah
Pengawasan intern pemerintah dilakukan ileh pengawas intern pemerintah, Aparat pengawasan
intern pemerintah melakukan pengawasan intern melalui:
- Audit
(1) Audit kinerja, audit atas pemgelolaan keuangan negara dan pelaksanaan tugas dan
fungsi instansi pemerintah yg terdiri atas aspek kehematan, efisiensi, dan efektivitas
(2) Audit dengan tujua tertentu, mencakup audit yg tidak tercakup dalam audit kinerja
Yg melakukan audit adalah pejabat melakukan pengawasan dan memenuhi syarat
kompetensi sebagai auditor dengan mengikuti sertifikasi dan lulus yg di tetapkan oleh
instansi pembina jabatan fungsional
Untuk melakukan audit agar sesuai standar diciptakan standar audit yg disusun oleh
organisasi profesi auditor
- Reviu
- Evaluasi
- Pemantauan
- Dan kegiatan pengawasan lainnya
A[arat pengawasan Intern pemerintah terdiri atas:
- BPKP, melakukan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara atas kegiatan
tertentu yang meliputi:
(1) Kegiatan yg bersifat lintas sektoral
(2) Kegiatan kebendaharaan umum negara berdassarkanpenetapan menteri keuangan
selaku bendahara umum negara
(3) Kegiatan lain berdasarkan penugasan dari presiden
- Inspektorat jendral, melakukan pengawasan terhadap seluruhkegiatan dalam rangka
penyelenggaraan tugas dandungsi kementrian negara/lembaga ygdi danai dengan
pendapatan dan belanja negara
- Inspektorat provinsi, bertugas pengawasan thp seliruh kegiatan dalam
rangkapenyelenggaraan tugas dan fungsi satuan kerja perangkat daerah provinsi yg di
danai dgn anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi
- Inspektorat kabupaten/kota, bertugas pengawasan thp seliruh kegiatan dalam
rangkapenyelenggaraan tugas dan fungsi satuan kerja perangkat daerah kabupaten/kota yg
di danai dgn anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten /kota
Setelah melakukan pengawasan aparat pengawasan wajib menysun laporan hasil pengawasan
dan menyampaikan kepada pemimpin instansi pemerintah yang di awasi
BPKP menyampaikan ke menteri keuangan , menyampaikan ikhtisar hasil pengawasan kepada
presiden dengan tembusan kepada menteri negara pendayagunaan aparatur negara
Untuk menjaga mutu hasil audit aparatpengawasan intern melaksanakan telaahan sejawat yg
disusun oleh rganisasi profesi auditor
Inspektorat jendral melakukan reviu atas kapran keuangan kementrian negara.lembaga sebelum
disampaikan menteri/pemimpin kembagakepada menteri keuangan
Inspektorat pprivinsi.kabupaten/kota melakukan reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah
provinsi/kabupaten.kota sebelum disampaikan gubernur.bupai/walikota kepada badan
pemeriksaan keuangan
BPKP melakukan reviu atas lapioran keuangan pemerintah pusat sebelum disampaikan menteri
keuangan kepada presiden
Menteri keuangan selaku bendahara umum negara menetapkan standar reviu atas laporan
keuangan untuk pedman yg digunakan dalam reviu atas laporan keuangan oleh aparat
pengawasan intern pemerintah
Pembinaan penyelenggaraan SPIP meliputi:
- Penyusunan pedoman teknis penyelenggaranan SPIP
- Sosialisasi SPIP
- {endidikan dan pelatihan SPIP
- Pembimbingan dan konsultansi SPIP
- Peningkatan Kompetensi Aditor APIP
Pembinaan enyeenggaraan SPIP silakukan BPKP
d) UU no 1 th 2004 Perbendaharaan Negara
Ketentuan umum
Pengertian
- Perbendaharaan negara adalah pengelolaan dan peranggung jawaban keuangan
negara,termasuk investasi dan kekayaan yg dipisahkan yg ditetapkan dalam APBN dan
APBD
- Kas negara adalah tempat penyimpanan uang negara yg ditentukan oleh menteri keuangan
selaku bendahara umum negara untuk menampung seluruh penerimaaan negara dan
membayar seluruh pengeluaran negara
- Rekening kas umum negara adalahrekening tempat penyimpanan uang negara yg
ditentukan menteri keuangan selaku bendahara umum negara untuk menampung seluruh
penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral
- Kas daerah adalah tmpat penyimpanan uang daerah yg dientukan oleh
gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar
seluruh pengeluaran daerah
- Rekening Kas umum daerah rekening tempat menyimpan uang daerah yg dientukan oleh
gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar
seluruh pengeluaran daerah pada bank yg ditntukan
- Piutang negara/derah jumlah uang yg wajib dibayar kepada pemerintah pusat/daerah atau
hak pemerintah pusat/daerah yg dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau
akibat lain berdasarkan peraturan UU, atau akibat lainnya yg sah
- utang negara/derah jumlah uang yg wajib dibayar pemerintah pusat/daerah atau hak
pemerintah pusat/daerah yg dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau
akibat lain berdasarkan peraturan UU, atau akibat lainnya yg sah
- barang milik negara/DAerah adalh semua barang yg dibeli atau dipeoleh atas beban
APBN/APBDatau berasal dari perolehan lain yg sah
- pengguna anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran
kementrian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah
- penggunaan barang adalahpejabat pemegang kewenangan pengguana barang mlik
negara/daeah
- Bendahara adalah semua orang atau badan yg diberi tugas untuk dan atas nama
negara/daerah,menerima,mnyimpan,membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau
barang2 negara/daerah
- Bendahara umum negara/daerah adalah pejabat yg diberi tugas untuk melaksanakan fungsi
bendahara umum negara/daerahbendahara penerimaan adalah orang yg ditunjuk
menerima,menyimpan,menyetorkan,menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang
pendapatan negara/daerah dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD pada kantor/satuan
kerja kementrian negara/lembaga/Pemda
- Bendaharapengeluaran adlah orang yg ditunjuk untuk
menerima,menyimpan,membayar,menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang
untuk kekeperluan belanja negara/Daerah dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD pada
kantor/satuan kerja kementrian negara/lembaga/pemda
- Menteri/pimpinan lembaga adalah pejabat yg bertanggung jawab atas pengelolaan
keuangan kementrian negara/ lembaga yg bersangkutan
- Kementrian/lembaga adalah kementrian negara/lembaga pemerintahan non kementrian
negara/lmbaga negara
- Pejabat pengeola keuangan daerah adalah kepala badan/dinas/biro keuangan/bagian
keuangan yg mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD danbertindak sebagai
bendahara umum daerah
- Kerugian negara/daerah adalah kekurangan uang,surat berharaga, dan barang yg nyata dan
pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum
- Badan layanan umum adalah instansi di lingkungan pemerintah yg dibentuk untuk
pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa yg dijual tanpa
mengutamakan keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya mengutamakan prduktivitas
dan efisiensi
Prbendaharaan meliputi
- Pelaksanaan pendapatan dan belanja negara/daera
- Pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara/daerah
- Pengelolaan kas
- Pengelolaan utang piutang negara/daerah
- Pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah
- Penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajmen keuangan negara/daerah
- Penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan apbn/apbd
- Peyelesaian kerugian negara/daerah
- Pengelolaan badan layanan umum
- Perumusan standar,kebijakan,serta sistem dan prosedur yg berkaitan dengan pegelolaan
keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD
Asas Umum
- UU APBN/perda tentang APBD, menjadi dasar acuan untuk penerimaan dan pengeluaran
negara/daerah
- Setiap pejabat dilarang melakukan ptindakan yg mengakibatkan pengeluaran atas beban
APBN/APBD apabila anggaran pembiayaan tersebut tidak tersedia/tidak cukup tersedia
- Semua pengeluaran negara/daerah dibiayai dgn APBN/APBD
- Anggaran untuk membiayai pengeluaran yg bersifat mendesak/tdk terduga disediakan
dalam bagian anggara tersendiriyg selanjutnya diatur dalam peraturan presiden
- Kelambatan atas pembayaran tagihanyg berkaitan dgn pelaksanaan APBN/APBD dapat
mengakibatkan pengenaan denda/bunga
Pejabat perbendaharaan Negara
Menteri/ pemimpin lembaga adalah pengguna anggaran/pengguna barang bagi
kementrian/lembaga yg dipimpinnya,berwewenang :
- Menyusun dokumen pelaksanaan anggaran
- Menunjuk kuasa pengguna anggaran/pengguna barang
- Menetapkan pejabat yg bertugasmelkukan pemungutan penerimaan negara
- Melakukan tindakan yg mengakiatkan pengeluaran anggaran belanja
- Menetapkan pejabat yg melakukan pengujian dan perintah pembayaran
- Menggunakan barang miliknegara
- Menetapkan pejabat yg bertugas melakukan pengelolaan barang milik negara
- Mengawasi pelaksanaan anggaran
- Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kementrian/lembaga yg dipimpinnya
Gubernur /walikota selaku kepala pemerintah daerah :
- Menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBD
- Menetapkan kuasa pengguna anggaran dan bendahara penerimaan / bendahara
pengeluaran
- Menetapkan pejabat yg bertugas melakukan pemungutan penerimaan daerah, pengelolaan
utang piutang daerah, pengelolaan barang milik daera dan pengujian atas tagihan dan
memerintahkan pembayaran.
Kepala satuan kerja perangkat daerah pengguna anggaran/pengguna barang bagi satuan kerja
perangkat daerah yg dipimpinnya, berwewenang :
- Menyusun dokumen pelaksanaan anggaran
- Melakukan tindakan yg mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja
- Melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran
- Melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak
- Mengelola utang dan piutang
- Menggunakan barang milik daerah
- Mengawsi pelaksanaan anggaran
- Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah yg
dipimpinnya
Bendahara Umum negara / Daerah
Meneteri keuangan adalah bendahara umum negara, berwewenang :
- Menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara
- Mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran
- Melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara
- Menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara
- Menununjuk bank / lembafa keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan
pengeluaran anggaran negara
- Mengesahkan da mengatur dana yg diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara
- Menyimpan uang negara
- Menempatkan uang negara dan mengelola/menaausahakan investasi
- Melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban
rekening kas umum negara
- Melakukan pinjaman dan memberikan jaminan atas nama pemerintah
- Melakukan pengelolaan utang piutang negara
- Mengaukan racangan peraturan pemerintah tentang standar akuntansi pemerintah
- Melakukan penagihan piutang negara
- Melakukan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara
- Menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik negara
- Menentukan nilai tukar mata uang asing thp rupiah dalam rangka pembayaran pajak
- Menunjuk pejabat kuasa bendahara umum negara
Menteri keuangan selaku bendahara umum negara menganngkat kuasa bedahara umum negara
untuk melaksanakan tuga kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah
kerja yg ditetapkan, tugas kebendahaaan umum yg dimaksud adalah : Kegiatan
menerima,menyimpan,membayar atau menyerahkan, menatausahakan dan
mempertanggungjawabkan uang dan surat berharga yg berada dalam pengelolaannya
Kuasa bendahara umum negara berkewajiban memerintahkan penagihan piutang negara kepada
pihak ketiga sebagai penerima anggaran dan melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga
sebagai pengeluaran anggaran
Kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah adalah bendahara umum daerah, berwewenang :
- Menyiapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD
- Mengesahkan dokumen pelaksanan anggaran
- Melakukan pengendalian pelaksanaan APBD
- Memberikan tunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah
- Melakukan pemungutan pajak daerah
- Memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh Bank dan/ lembaga
keuangan lain yg telah ditunjuk
- Mengusahakan dan mengatur dana yg diperlukan dalam pelaksanaan APBD
- Menyimpan uang daerah
- Melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola dan menatausahakan investasi
- Melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat penguna anggaran atas beban
rekening kas umum daerah
- Menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama pemerintah daerah
- Melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah
- Melakukan pengelolaan uatang piutan daerah
- Melakukan penagihan piutang daerah
- Melaksanakan sisem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah
- Menyajikan informasi keuangan daerah
- Melakukan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah
Bendahara penerimaan/pengeluaran
Menteri/pemimpn lembaga/gubernur/walikota mengangkatbendahara penerimaan untuk
melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan pada
kantor/satuan karja di lingkungan kementrian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah
Menteri/pemimpn lembaga/gubernur/walikota mengangkatbendahara pengeluaran untuk
melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja pada
kantor/satuan karja di lingkungan kementrian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah
Bendahara penerimaan/pengeluaran adalahpjabat fungsional
Jabatn bendahar penerimaan/pengeluaran tidak boleh dirangkap oleh kuasa pengguna anggaran
atau kuasa bendahara umum negara
Bendahara penerimaan/pengeluaran dilararang melakukan baik langsung maupun tidak langsung
, kegiatan perdagangan, pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa atau bertindak sebagai
penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan tsbt.
Pelaksanaan pendapatan dan belanja negara/daerah
Tahun anggaran 1 januari -31 desember
APBN/APBD dalam satu tahun anggaran meliputi:
- Hak pemerintah pusat/daera yg diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih
- Kewajiban pemerintah pusat/daerah yg diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih
- Penerimaan yg perlu dibayar kembali dan/ pengeluaran yg akan diterima kembali baik
pada tahun anggaran yg bersngkutan maupun pada tahun2 anggaran berikutnnya
Semua pengeluaran dan penerimaan negara/daerah dilakukan melalui rekening kas umum
Negara/daerah
Dokumen pelaksanaan anggaran
Setelah APBN ditetapkan mentei keuangan memberikan semua mentri/pemimpin lembaga agar
menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran untuk masing2 kementrian negara/lembaga
Menteri/pemimpin lembaga menyusun dokumen pelaksanaan anggaran untuk kementrian
negara/lembaga yg dipimpin berdasarkan alokasi anggaran yg ditetapkan oeh presiden
Didalam dokumen pelaksanaan anggaran, diuraikan sasaran yg akan hendak
dicapai,fungsi,program dan rincian kegiatan,anggaran yg disediakan untuk mencapai sasaran
tersebut, dan rencana penarikan dana tiap2 satuan kerja, serta pendapatan yg diperkirakan serta
dilampirkan rencana kerja dan anggaran badan layanan umum dalam lingkungan kementrian
ngara yg bersangkutan
Dokumen pelaksanaan anggaran yg telah disahkan oleh menteri keuangan disampaikan kepada
menteri/pemimpin lembaga,kuasa bendahara umum negara dan badan pemeriksa keuangan
Setelah APBD ditetapkan Pejabat pengella keuangan daerah memberitahukan semua kepala
satuankerja perangkat daerah agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran untuk
masing2 satuan kerjaperangkat daerah
Kepala satuan kerja perangkat daerah menyusun dokumen pelaksanaan anggaran untuk satuan
perangkat kerja daerah yg dipimpinnya yg dipimpin berdasarkan alokasi anggaran yg
ditetapkan oeh gubernur/walikota/bupati
Didalam dokumen pelaksanaan anggaran, diuraikan sasaran yg akan hendak
dicapai,fungsi,program dan rincian kegiatan,anggaran yg disediakan untuk mencapai sasaran
tersebut, dan rencana penarikan dana tiap2 satuan kerja, serta pendapatan yg diperkirakan
Dokumen pelaksanaan anggaran yg telah disahkan oleh pejabat pengelola keuangan daerah
disampaikan kepada satuan kerja perangkat daerah,dan badan pemeriksa keuangan
Pelaksanaan anggaran pendapatan
Setiap kementrian negara/lembaga/satuan kerjaperangkat daerah yg mempunyai sumber
pendapatan wajib mengintensifkan perolehan pendapatan yg menjadi wewenang dan tanggung
jawabnya
Penerimaaan harus disetor sepenuhnya ke kas negara/daerahpada waktunya yg selanjutnya di
atur dalam peraturan pemerintah
Penerimaan kemenrian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerahtidak boleh digunakan
langsung untuk membiayai pengeluaran
Penerimaan berupa komisi,potongan ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan
dan/pengadaan barang dan/ jasa oleh negara/daerah adalah hak negara/daerah
Pelaksanaan anggaan belanja
Pebgguna anggaran /kuasa pengguna anggaran mlaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut
dalam dokumen pelaksana anggarn yg telah disahkan dan berwewenang mengadakan
ikatan/perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran ditetapkan
Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggran Berhak untuk menguji, membebankan pada mata
anggaran yg telah disediakan dan memerintahkan pembayaran tagihan tagihan2 atas beban
APBN/APBD, dengan berwewenang :
- menguji kebernara material surat2 bukti mengenai hak pihak penagih
- meneliti kebenaran dokumen sehubungan dengan ikatanperjanjian pengadaan barang/jasa
- meneliti tersedianya dana yg bersangkutan\membebankan pengeluaran sesuai dengan mata
anggaran pengeluaran yg bersangkutan
- memerintahkan pembayaran atas beban APBN/APBD
Pejabat yg menandatangani/mengesahkan dokumen yg berkaitan dgn surat bukti yg menjadi
dasar atas pengeluaran atas beban APBN/APBD bertangg jawab atas kebenaran material dan
akibat yg timbul akibat pengunaan surat bukti dimaksud
Pembayaran atas tagihan yg menjadi beban APBN/APBD dilakukan oleh bendahara umum
negara daera /kuasa bendahara umum negara/Daerah, berkewajiban untuk:
- Meneliti kelengkapan perintah pembayaran yg ditbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa
pengguna anggran
- Menguji kebenaran pehitungan tagihan atas beban APBN/APBD yg tercantum dalam
perintah pembayaran
- Menguji ketersediaan dana yg bersangkutan
- Memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran negara
- Menolak pencairan dana, apabila peintah pembayaran yg diterbitkan oleh pengguna
anggaran/kuasa pengguna anggaran tdk memenuhi persyaratan yg ditetapi
Pembayaran yg membebani APBN/APBDtidak boleh sebelum barang/jasa diterima
Untuk kelancaran tugas Kementrian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah kepada
pengguna anggara/kuasa pengguna anggaran dapat diberikan uang persediaan yg dikelola oleh
bendahara pengluaran
Bendahara pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yg dikelolanya setlah:
- Meneliti kelengkapperintah pembayaran y diterbitkan oleh pengguna anggara
- Menguji kebenaran perhitungan tagihan yg tercantum dalam perintah pembayaran
- Menguji ketersediaan dana yg bersangkutan
Bendahara pegeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yg dilaksanakan dan
wajib menolak apabila syaarat diatas tidak terpenuhi
Pengelolaan Uang
Pengelolaan Kas umum negara/daerha
Meneteri keuangan selaku bendahara umum negara berwewenang mengatur dan
menyelenggarakan rekening pemerintah dengan membuka rekening kas umum negara
Uang ngara disimpan dalam rekening kas umum negara pada bank sentral
Pada pelaksanaan operasional penerimaaan dan pengeluaran negara, bendahara umum negara
dapat membuka rekening penerimaan dan rekening pengeluaran pada bank umum
Rekening penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan negara tiap hari
Saldo rekening penerimaan setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya ke rekening kas
umum negara pada bank sentral,apabila tidak dapat dilakukan maka bendahara umum negara
mengatur penyetran secara berkala
Rekening pengeluaran pada bank umum diisi dengan dana yg bersumber dari rekening kas
umum negara pada bank sentral
Jumlah dana yg disediakan pada rekening pengeluaran disesuaikan dengan rencana pengeluaran
untuk membiayai kegiatan pemerintahan yg telah ditetapkan dalam APBN
Pemerintah pusat memperoleh bunga/jasa giro atas dana yg disimpan di bank sentral ataupun
bank umum, jenis bunga /jasa giro ditetapkan berdasarkan kesepakatan gubernu bank sentral
dengan menteri keuangan, untuk bank umum sesuai dengan bunga ataujasa giro yg berlaku
Bungan atau jasa giro yg diperoleh pemerintah merupakan pendapatan negara/daerah, biaya
sehubungan dengan pelayanan yg diberikan dibebankan pada belanja negara/daerah
Menteri keuangan selaku bendahara umum negara dalam hal terntu dapat menunjuk badan lain
untuk melaksanakan penerimaan/pengeluaran negara
Penunjukan dilakukan dalam suatu konrak kerja,
badan lain yg ditunjuk berkewajiban mmberikan laporan secara berkala kepada bendahara
umum negara mengenai pelaksanaan penerimaan/pengeluaran sesuai tugas dan tnggungjwbnya
Dalam rangka peneyelenggaraan rekening pemerintah daerah pejabat pengelola keuangan daerha
membuka rekening kas umum daerah pada bank yg ditntukan oleh gubernur/bupati/walikota
Dalam pelaksanaan operasional penerimaan/pengeluaran daerah,bendahara umum daerah dapat
membuka rkening penerimaan/pengeluaran pada bank yg ditetpkan oleh
bupati/gubernur/walikota
Rekening penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan daerah tiap hari
Saldo rekening penerimaan wajib disetorkan ke rekening kas umum daerah setiap akhir hari
kerja
Rekening pengeluaran diisi dengan dana yg bersumber dari rekening kas umum daerah, jumlah
dananya disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintah yg
telah di tetapkan di APBD
Pokok2 menenai pengelolaan uang negara/daerah diatur dgn peraturan pemerintah
seelahberkonsultasi dgn bank sentral pedoman lebih lanjut ditetapkan oleh menteri keuangan
selaku bendahara umum negara,( brkaitan dengan keuangan daerah diatur dengan peraturan
daerah)
Pelaksanaan penerimaan negara/daerah oleh kementrian negaa/lembaga/satuan kerja
perangkat daera
Pengelolaan uang persediaan untuk keperluan kementrian/lembaga/satuan kerja
perangkat daerah
Menteri/pemimpin lembaga selaku pengguna anggaran dapat membuka rekening untuk
kepentingan penerimaan/pengeluaran di lingkungannya setelah memperoleh persetujuan
bendahara umum negara
Menteri/pemimpin lembaga mengankat bendahara untuk menatausahakan
penerimaan/pengeluaran negara dilingkungannya
Dalam rangka pengelolaan kas, bendahara umum negara dapat memerintahkan pemindahbukuan
atau penutupan rekening
Gubernur/bupati/walikota dapa memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan
plaksanaan penerimaan/pengeluaran di lngkungan pemerintahan daerah
Gubernur/wk/bupati mengangkat bendahara untuk menatausahakan penerimaan satuan kerja
perangkat daerah di lingkungan perangkat daerah
Pengelolaan piutang dan utang
Pengelolaan piutang
Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada pemerintah daerah/ badan
usaha milik negara/badan usaha milik daerah
Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada lembaga asing
Setiap pejabat yg diberi kuasa untk mengelola pendapatan,belanja dan kekayaan negara/daerah
wajib mengusahakan agar setiap piutang negara/daerah diselesaikan tepat waktu
Piutang yg tidak dpt diselesaikan tepat waktudiselesaikan menurut prundang2 g berlaku
Penyelesaian piutang negara/daerah yg timbulakibat hubungan keperdataan dapat dilakuka
melalui perdamaian , kecuali mengenai piutang negara.daerah yg cara penyelesaian nya diatur
oleh perundang2an
Penyelesaian piutang menyangkut piutang negara ditetapkan oleh:
- Menteri keuangan, juka bagaian piutang negara yg tidak disepakati lebih dari 10 miliar
- Presiden jika lebih dari 10 miliar-100 miliar
- Presiden setelahmendapatkan pertimbangan DPR jika bagian piutang negara tidak
disepakati lebih dari 100 miliar
Yang menyangkut piutang daerah:
- Gubernur/bupati/walikota, jika piutang daerah yg tidak disepakati tidak lebih dari 5 miliar
- Gubernur/bupati/walikota, setelah mendapatkan petimbangan DPRD jika bagian piutang
daerah yg tidak disepakati lebih dari 5 miliaar
Piutang negara/daerah dapat dihapu secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan, kecuali
mengenai piutang negara/daerah yg peneyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang2
Penghapusan sepanjang menyangku pemerintah pusat ditetapkan oleh:
- Menteri keuangan utk jumlah sampai dengan 10 miliar
- Presideb 10-100 miliar
- Presiden dengan perimbangan DPR untuk lebih dari 100 miliar
Penghapusan menyangkut piutang pemerintah daerah daerah:, ditetapkan oleh:
- Gubernur,bupati,walikota bila jumlah sampai 5 miliar
- Gubernur,bupati,walikota dengan petimbangan DPRD bila jumlah lebih dari 5 miliar
Pengelolaan Utang
Menteri keuangan dapat menunjuk pejabat diberi kuasa atas nama mentri keuangan untuk
mengadaan utang negara atau menerimahibah yg brasal dari dalam/luar negeri sesuai
ketentuan uu
Utang/hibah dapat dipinjamkan ke pemerintah daerah/BUMN/BUMD dengan biaya yg berkenan
di bebankan ke anggaran belanja negara
Gubernur/bupati/walikota dapatmengadakan utang daerah sesuai dgn ketentun yg ditetapkan
dalam peraturan daerah
Kepala satuan perangkat pengelolaan keuangan daerah menyiapkan pelaksanaan pinjaman
daerah sesuai dengan keputusangubernur/bupati/walikota, biaya yg berkenan dgn pinjaman
/hibah daerah dibebankan pada anggaran belanja daerah
hak tagih mengenai utang atas beban negara/daerah kadaluarsa setelah 5 tahun sejak uang
tersebut jatu tempo,kecuali di tetapkan oleh uu
kadaluarsa tertunda apabila pihak yg berpiutang mengajukan tagihan kepada negara/daerah
sebelum berakhirnya masa kadaluarsa
ketentuan kadaluarsa di atas tidak berlaku untuk pebayaran bunga dan pokok pinjaman
negaa/daerah
Pengelolaan Investasi
Pemerintah dapat melakukan investasi jaka panjang untuk memperoleh manfaat ekonomi,sosial
dll
Dilakukan dalambentuk saham,surat utang dan investasi langsung
Investasi di atur dengan peraturan pemerintah
Penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan negara/daerah/swasta ditetapkan dengan
peraturan pemerintah
Penyertaan modal pemerintah daerah pada perusahaan negara/daerah/swasta ditetapkan dgn
peraturan daerah
Pengelolaan barang milik negara/daerah
Menteri keuangan mengatur pengelolaan barang milik negara
Menteri/pemimpin lembaga adalah pengguna barang bagi kementrian negara/lembaga yg
dipimpinnya
Kepala kantor dalam kementrian negara/lembaga aadalh kuasa pengguna barang dalam
lingkungan kantor yg bersangkutan
Gubernur/bupati/walikota menetapkan kebijakan pengelolaan barang milik daerah
Kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan
pengelolaan barangmilik daerah sesuai kebijakan yg ditetapkan oleh gubernur/bupati/walikota
Kepala satuan kerja perangkat daerah adalah pengguna barang bagia satuan perangkat daerah yg
dipimpinnya
Barang milik negara/daerah yg diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan
negara.daerah tidak dapat dipindahtangankan
Pemindahtangan barang milik negara dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau
disertakan sebagai modal pemerintah setelah mendapat persetujuan DPR/DPRD
Persetujuan DPR sebagaimana yg di maksuddi atas dilakukan untuk:
- pemindahtanganan tanah/bangunan
- anah/bangunan tidak termasuk tanah/bangunan yang :
1) sudah tidak sesuai dengan tata ruangwilayah
2) harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam
dokumen pelaksanaan anggaran
3) diperuntukan bagi pegawai negeri
4) dipeuntukan untuk kepentingan umum
5) dikuasai negaraberdasarkan keputusan pengadilan
- pemindahtanganan barang milik negara selain tanah/bangunan yg bernilai lebih dari 100
miliar
pemindahtanganan barang milik negara selain selain tanah/bangunan yg bernilai lebih dari 10
miliar-100 miliar dilakukan setelah mendapat pesetujuan presiden
Persetujuan DPRD sebagaimana yg di maksuddi atas dilakukan untuk:
- pemindahtanganan tanah/bangunan
- anah/bangunan tidak termasuk tanah/bangunan yang :
6) sudah tidak sesuai dengan tata ruangwilayah
7) harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam
dokumen pelaksanaan anggaran
8) diperuntukan bagi pegawai negeri
9) dipeuntukan untuk kepentingan umum
10) dikuasai negaraberdasarkan keputusan pengadilan
- pemindahtanganan barang milik negara selain tanah/bangunan yg bernilai lebih dari 5
miliar
pemindahtanganan barang milik negara selain selain tanah/bangunan yg bernilai lebih dari 5
miliar dilakukan setelah mendapat pesetujuan gubernur/bupati/walikoa
penjualan barang mmilik negara dilakukan dengan lelang dengan ketentuan di atur daam
peraturan pemerintah
barang milik negara/daerah harus disertifikatkan atas nama pemeintah
republikindonesia/pemerintah daerah bersangkutan
baran milik negara/daerh harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikantanah/bangunan milik
daera/negara yg tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tugas pokok dan fungsi instansi yg
bersangkutan wajib disrrahkan pemanfaatannya kepada mentei
keuangan/gubernur/bupati/walikota untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pemerintahan
negara/daerah
barang milik negar dilarang untuk diserahkan kpd pihak lain sebagai pembayaran atas tagihan
kepada pemerintah pusat/daerah
Barang milik negara/daerah dilarang untuk digadai atau dijadikan jaminan untuk mendapat
pinjaman
Ketentuan di atur dalam peraturan pemerintah
Larangan penyitaan uang dan barang milik negara/daerah dan/atau yang dikuasai
negara/daerah
Pihak manapun dilarang melakukan penyitaan terhadap:
- Uang/surat berharga milik negara/daerah yg brada pada instansi pemerintah ataupun pihak
ketiga
- Uang yg harus disetoroleh pihak ketiga kepada negara/daerah
- Barang bergerag milik pemerintah yg berada pada instandsi emerintah ataupun pihak
ketiga
- Barang tidak bergerak dan hak kebendaan lainnya milik negara/daerah
- Barang milik pihak ketiga yg dikuasai oleh negara/daerah yg diperlukan
untukpenyelenggaraan tugas pemerintahan
Penatausahaan dan pertanggungjawaban APBN/APBD
Akuntansi keuangan
Mentei keuangan/pejabat pengelola keuangan daerah selaku bendahara umum negara/darah
menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan,aset,utang dan ekuitas dana termasuk
pembayaran dan perhitungan
Menteri/pemimpin lembaga/kepala perangka kerja satuan daerah selaku pengguna anggaran
menyelenggarakan akuntnsi atas transaksi keuangan ,aset,utang,dan ekuitas transaksi
pendapatan dan belanja yg berada dalam tanggung jawabnya
Akuntasni yg dimaksud di atas digunakan untuk menyusun laporan keuangan pemerintah/daerh
sesuai dgn standar akuntansi pemeritah
Penataushaan dokumen
Setiap orang atau badan yang menguasai dokumen yg berkaitan dengan perbendaharaan negara
wajib menatausahakan dan memelihara dokumn tersebut
Pertanggungjawaban keuangan
Bendahara penerimaan/pengeluaran bertanggungjawab secara fungsional atas pengelolaan uang
yg menjadi tanggungjawabna kepada bendahara umum negara/daerah
Kuasa bendahara umum negara bertanggungjawab kepada menteri keuangan selaku bendahara
umum negara atas pelaksanaan penerimaan/pengeluaran yg dilakukannya
Bendahara umum negara bertanggung jawab kepada presiden dari segi hak dan ketaatan kepada
peraturan atas pelaksanaan penerimaan/pengeluaran yg dilakukannya
Bendahara umum daerah bertanggungjawab kepada gubernur/bupati/walikota dari segi hak dan
ketaatan kepada peraturan atas pelaksanaan penerimaan/pengeluaran yg dilakukannya
Pengguna anggaran bertanggungjawab secara formal dan material kepada
presiden/gubernur/wk/bpatas pelaksanaan kebijakan anggaran yg berada dalam penguasaannya
Kuasa pengguna anggaran bertanggungjawab secara formal dan material kepada pengguna
anggaran atas pelaksanaan kegiatanyg berada dalam pengawasannya
Laporan keuangan
Menteri keuangan selaku pengelola fiskal menyusun laporan keuangan pemerintha pusat untuk
disampaikan kepada presiden dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban APBN
Dalam rangka menyusun laporan keuangansebagaimana dimaksud diatas:
- menteri/pemimpin lembaga selaku pengguna anggarn/pengguna barang menyusun dan
menyampaikan laporan keuangan yg merupakan laporan realisasi anggaran,neraca, catatan
atas laporan keuangan dilampiri laporan keuangan Badan LayananUmum pada
kementrian/lembaga masing2
- laporan keuangan disampaikan kepada meneri keuangan (sbg mana dimaksud strip di
atas)selambat2nya 2 bulan setelah tahun anggaran berakhir
- mentri keuangn selaku bendahara umum negara menyusun laporan arus kas pemerintah
pusat
- mwnteri keuangan selaku wakil pemerintah pusat dalam kepemilikan kekayaan negara yg
dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara
laoran keuangan (yg dimaksud poin di atas) disampaikan presiden kepada BPK paling lambat 3
bulan setelah tahun anggaran berakhir
menteri/pemimpin lembaga selaku pengguna anggaran memberikan pernyataan bahwa
penggunaan APBN telah dilaksanakan berdasarkan sistem pengadaan intern yg memadai dan
akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
ketentuan lebih lanjut di atur di peraturan pemerintah
kepala satuan kerja pengellakeuangan daerah selaku pejabat pengella keuangan menyusun
laporan keuangan pemerintha pusat untuk disampaikan kepada gubernur/bupati/walikota
dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban APBD
Dalam rangka menyusun laporan keuangansebagaimana dimaksud diatas:
- Kepala satuan kerja perangkat daerah selaku pengguna anggarn/pengguna barang
menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yg merupakan laporan realisasi
anggaran,neraca, catatan atas laporan keuangan
- laporan keuangan disampaikan kepada meneri keuangan (sbg mana dimaksud strip di
atas)selambat2nya 2 bulan setelah tahun anggaran berakhir
- kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku bendahara umum daerah menyusun
laporan arus kas pemerintah daerah
- gubernur/bupati/wk selaku wakil pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah
yg dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan daerah
laoran keuangan (yg dimaksud poin di atas) disampaikan gubernur/bupati/wk kepada BPK
paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir
kepala satuan kerja perangkat daerah selaku pengguna anggaran memberikan pernyataan bahwa
penggunaan APBD telah dilaksanakan berdasarkan sistem pengadaan intern yg memadai dan
akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
Komite standar Akuntansi Pemerintah
Dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan akuntansi pemerintah dibentuk
komite standar akuntansi pemerintahan
Komite standar akuntansi pemerintah bertugas menyusun standar akuntansi pemerintahan baik
pusat/daerah sesuai dengan kaidah akuntansi yg berlaku umum
Pembentukan susunan kedudukan,keanggtaan ditentukan dengan praturan presiden
Pengendalian intern pemerintah
Dalam rangkameningkatkan kinerja,transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,
presiden selaku kepala pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian
intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh yg ditetapkan dengan perauturan
pemerintah
Penyelesaian kerugian negara/daerah
Setiap kerugian negara/daerah yg isebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian
seseorang diselsaikan dengan Uu yg berlaku
Bendahara,PNS bukan bendahara atau pejabat lain yg karena perbuatannya melanggarhukum
atau melalaikan kewajibannya secara langsung menyebabkan kerugian negara wajib
mengganti kerugian tersebut
Setiap pimpinan kementriannegara/lembaga/kepala satuan kerja dapat melakukan tuntutan
setelah mengetahui bahwa dalam lembaga/kementrian yg bersangkutan terjadi kerugian akibat
dari pihakmanapun
Setiap kerugian negara wajib dilaporkan oleh atasan langsung/kepala kantor kepada
menteri/pimpinan lembaga dan diberitahukan kepada BPK selambat2nya 7 hari kerja setelah
kerugian tersebu diketahui
Setelah kerugian negara tersebut diketahui , kpala bendahara, pegawai negeri bukan bendahara
atua pejabat lain yg nyatanya melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya segera dimintai
surat pernyataan kesanggupan/pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggungjawabnya
dan bersedia mengganti rugi
Jika surat pembebeanan tanggungjawab mutlak tidak mungkin diperoleh enteri/pemimpin
lembaga yg bersangkutan segera mengeluarkan surat keputusanpembebanan penggantian
kerugian smentarakepada yg bersangkutan
Setiap kerugian ndaerah wajib dilaporkan oleh atasan langsung/kepala satuan kerja perangda
kepada gubernur/bupati/WK dan diberitahukan kepada BPK selambat2nya 7 hari kerja setelah
kerugian tersebu diketahui
Setelah kerugian negara tersebut diketahui , kpala bendahara, pegawai negeri bukan bendahara
atua pejabat lain yg nyatanya melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya segera dimintai
surat pernyataan kesanggupan/pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggungjawabnya
dan bersedia mengganti rugi
Jika surat pembebeanan tanggungjawab mutlak tidak mungkin diperoleh gubernur/bupai/WK
lembaga yg bersangkutan segera mengeluarkan surat keputusanpembebanan penggantian
kerugian smentarakepada yg bersangkutan
Pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK
Apabila dalam pemeriksaan kerugian negara/daerah ditemukan unsur pidana, BPK menindak
lanjut sesuai UU yg berlaku
Ketentuan lebih lanjut di atur dalam UUPengelolaan dan taggung jawab keuangan negara
Pngenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan
oleh menteri/pemimpin lembaga/gubernu/bupati/WK
Tatacaranya di atur dengan Peraturan pemerintah
Bendahara,PN bukan bendahara dan pejaat lain yang ditetapkan untuk mengganti rugi
negara/daerah dapat dikenai sanksi administratif/pidana
Putusan pidana tdk membebaskan dari ganti rugi
Kewajiban bendahara,PN bukan bendahara/pejabat lain unutk membayar ganti rugi menjadi
kadaluarsa apabila sejak 5 tahun setelah dikeahui kerugian/ 8 tahun semenjak terjadinya
kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yg bersangkutan
Dalam hal bendahara,PN bukan bendahara,pejabat lain dalam melarikan diri, meninggal dunia
beban ganti rugi di bebankan ke ahli waris terbatas kepada kekaaan yg dikelola atau
diperolehnya yg berasal dari bendahara/PN bukan bendahara,pejabat lain yang bersangkutan
Tanggung jawab di hapus apabila semenjak 3 tahun semenjak putusan pengadilan ahli waris
tidak diberi tahui oleh pejabat yg berwewenang mengenai kerugian negara
Ketentuan ini berlaku juga unuk barang/uang bukan negara milik negara yg dibawa pengawasan
bendahara,Pn bukan bndahara pejabatlain yg digunakan dalam penyelenggaraan tugas
pemerintahan dan berlaku untuk perusaan milik negara/daerah
Pengelolaan keuangan badan layanan umum
Badan layanan umum dibentuk unutk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
Kekayaan badan layanan umum adalah milik negara/daerah
Pembinaan keuangan badan layanan umum pemerintah pusat/daerah dilakukan olehmenteri
keuangan/pejabat pengelola keuangan daerah dan pembinaan teknis dilakukan oleh
menteri/kepalasatuan perangkat kerja daerah yg bertanggungjawab atas bidang yg
bersangkutan
Setiap badan layanan umum wajin menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan
Rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja badan layanan umumdisusun
dan disajikan sbg bagian yg tak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan
keuangan dan kinerja kementrian.lembaga/pemerintah daerah
Pendapatan dan belanja badan layanan umum dalam rencana kerja dan anggaran tahunan
Diknsolidasi dalam rencana kerja dan anggaran kementrian negara/lembaga/pemda
Pendapatan laanan umum sehubungan dengan jasa layanan yg diberikan adalah endapatan
negara/daerah
Badan layanan umum dapat memperoleh hibah
Pendapatan dari (2 poin di atas) dapat digunakan langsung untuk membiayai belanja layanan
umum yg bersangkutan
Ketentuan lebih lanjut diatur dalam peraturan pemerintah
e) (B) PP no 71 th 2010 Standar Akuntansi Pemerintah
Pengertian
Akuntansi adalah proses identifikasi,pencatatan,pengukuran,pengklasifikasian,pengikhtisaran
transaksi, dan kejadian keuangan ,penyajian laporan, serta penginterpretasian atas hasilnya
Standar akuntasi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip2 akuntansi yang diterapkan dalam
menyusun dan menyiapkan keuangan pemerintah
Pernyataan Standar akuntansi pemerintahan (PSAP) adlah SAP yang diberi judul,nomor dan
tanggal efektif
Kerangka konseptual akuntansi pemerintahan adalah konsep dasar penyusun dan pengembangan
standar akuntansi pemerintahan , dan acuan bagi komite standar akuntansi
pemerintahan,penyusunan lapran keuangan ,pemerikasaan dan penggunaan laporan keuangan
dalam mencari pemecahan atas sesuatu masalah yang belum diatur dalam pernyataan standar
akuntansi pemerintahan
Interpretasi pernyataan standar akuntansi pemerintahan (ISAP) penjelasan, klarifikasi, dan uraian
lebih lanjut atas PSAP
Buletin teknis SAP adalah informasi yang berisi penjelasan teknis akuntansi sebagai pedoman
bagi pengguna
SAP berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan ,beban, aset, utang, dan ekuitas
dalam pelaporan finansial berbasi akural, serta mengakui pendapata,belanja , dan pembiayaan
dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam
APBN/APBD
SAP berbasis KAS menuju Akrual adalah SAP yangmengakui pendapatan ,belanja dan
pembiayaan berbasis Kas sertamengakui aset utang dan ekuitasdana berbasis akrual
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) Komit yg dimaksud dlm UU no 17 2003
tentang keunangan negara dan UU no 1 2004 tentang perbendaharaan negara
Sistem akuntansi pemerintahan adalah rangkaian sistematik dari prosedur,
penyelenggaraan,peralatan, dan elemen lain untuk mewujudkan fungi akuntansi sejak analisis
transaksi sampai dengan pelaporan keuangan di lingkungan organisasi pemerintahan
SAP dinyatakan dalam bentuk PSAP
- PSAP dapat dilengkapi dengan ISAP dan Buletin teknis SAP yang diterbitkkan KSAP dan
diberitahukan ke pemerintah dan badan pemeriksa keuangan
- Rencana ISAP disampaikan ke badan pemeriksa keuangan paling lambat14 hari kerja
sebelum ISAP di terbitkan
SAP dilengkapi dengan kerangka konseptual Akuntansi Pemerintahan
Penerapan standar akuntansi pemerintahan
Pemerintah menetapkan SAP berbasis Akural yg dinyarakan dalam bentuk PSAP dan dilengkapi
dengan kerangka konseptual akuntansi pemerintahan
Rencana perubahan PSAP disusun oleh KSAP sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam
penyusunan SAP,disampaikan oleh KSAP kepada menteri keuangan, menteri keuagnan
Menyampaikan usulan rancangan perubahan PSAP ke badan pemeriksa keuangan untuk
mendapat pertimbangan
Pemerintah menyusun Sistem akuntansi pemerintahan mengacu ke SAP
Sistem akuntansi pemerintahan pada pemerintah pusat/daerah di atur dengan peraturan menteri
keuangan/gubernur.bupati,walikota yg mengacu pada pedoman umum sistem akuntansi
pemerintahan
Pedoman umum sistem akuntansi pemerintahan di atur dengan peraturan menteri keuangan
berkoordinasi dengan menteri dalam negeri
2) PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
a) UU no 17 th 2003 Keuangan Negara
Pengertian pnting (P1)
APBN/APBD adalah Rancana Tahunan keuangan Negara/Daerah yang disetujui DPR/DPRD
Penerimaan/pengeluaran uang yang masuk/keluar dari kas negara/D
Pendapatan Negara/Daerah adalah hak pemerintah Pusat daerah yang diakui sebagai penambh
kekayan bersih
Belanja Negara/D adalah Kewajiban pemerintah pusat/D sebagai pengurang kekayaan bersih
Surplus penerimaan lebih besar dari pengeluaran dan sebaliknya di sebut Defisit
Keuanan Negara Meliputi (P2)
Hak memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang dan melakukan pinjaman
Penerimaan/pengeluaran Negara/D
Kekayaan Negara/D yang dikelola oleh pihak lain berupa Uang surat berharga,piutang, serta
barang yang bernilai dengan uang
Kekayaan pihak lain yang diperoleh menggunakan fasilitas pemerintah
APBN / APBD (P3,4,5)
Penetapan,perubahan & pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/D setiap tahun ditetapkan
dengan UU/Perda
Semua penerimaan & pengeluaran Negara/D dalam tahun yang bersangkutan harus dimasukan
ke dalam APBN/APBD
Surplus penerimaan dapat digunakan untuk biaya pengeluaran tahun anggaran berikutnya
Penggunaan surplus untuk dana cadangan perlu persetujuan DPR/DPRD
Tahun anggaran 1 January – 31 Desember, Satuan Rupiah penggunaan satuan lain diatur oleh
mentri keuangan
Kekuasaan atas pengelolaan keuangan Negara (P6-P10)
Presiden selaku kepala pemerintah memegang kekuasaanpengelolaan keuangan negara sbg
bagian dari kekuasaan pemerintah
Kekuasaan tersebut di kuasakan ke :
Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal :
- Menyusun kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro
- Menyusun rancangan APBN dan perubahan APBN
- Mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran
- Melakukan perjanjian international di bidang keunagan
- Pemungutan pendapatan negara
- Melaksanakan fungsi bendahara umum negara
- Menyusun laporan keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN
Menteri/ Pemimpin lembaga sebagai pengguna anggaran
- Menyusun rancangan anggaran kementrian yang di pimpinnya
- Menyusun dokumen pelaksanaan anggaran
- Melaksanakan anggaran kementrian yang di pimpinnya
- Melaksanakan pemungutan penerimaan negara bukan pajak dan menyetorkan ke kas
negara
- Mengelola uang/piutang negara kementian/L yang di pimpinnya
- Mengelola barang milik kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab kementrian/L
yang dipimpinnya
- Menyusun laporan keuangan K/L yang dipimpinnya
Gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintah daerah
Dilaksanakan oleh
- Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku pengelola APBD :
- Menyusun dan melaksanakan kebijakn pengelolaan APBD
- Menyusun rancangan dan Rancangan perunbahan APBD
- Pemungutan pendapatan daerah
- Melaksanakan fungsi bendahara umum daerah
- Menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBD
- Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku pejabat pengguna :
- Menyusun anggaran satuan Kerja perangkat daerah yang di pimpinya
- Menyusun dokumen pelaksanaan anggaran
- Melaksanakan anggaran satuan kerja daerah yang di pimpinnnya
- Melaksanakan pemungutan bukan pajak
- Mengelola utang piutang daerah yang menjadi tanggung jawab satuan kerja yang di
pimpinnya
- Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah yang
di pimpinnya
Tidak termasuk kebijakan moneter seperti mengeluarkan&mengedarkan uang
Penyusunan dan penetapan APBN (P11-P15)
APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan Negara yang ditetapkan tiap tahun yang
ditetapkan dengan UU
APBN terdiri Pendapatan, belanja dan Pembiayaan
Pendapatan Negara berupa Pajak, Penerimaan bukan pajak dan hibah
APBN disusun sesuai kebutuhan penyelenggaraan Negara dan kemampuan dalam menghimpun
pendapatan negara dengan berpedoman kepada Rencana Kerja Pemerintah dalam ranka
mencapai tujuan bernegara
Dalam hal anggaran diperkirakan Defisit, ditetapkan sumber2 pembiayaan untuk menutupi
defisit tersebut
Dalam hal anggara di perkirakan Surplus, Pemerinth dapat mengajuan penggunaan surplus
anggaran kepada DPR
Pemerintah pusat menyampaikan Pokok-pokok kebijakan Fiskal dan keranka konomi makro
tahun berikutnya kepada DPR selambat-lambatnya pertengahan bulan mei tahun berjalan
Pemerintah pusat dan DPR membahas kebijakan umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan
acuan untuk setiap kementrian negara/Lembaga dalam penyusunan usulan anggaran
Dalam penyusunan rancangan APBN Menteri/pemimpin lembaga selaku pengguna anggaran,
menyusun rencana kerja dan anggrana kementrian/Lembaga tahun berikutnya, dan diusulkan
ke DPR dan dibahas dalam pembicaraan, dan hasil pembicaraan di sampaikan ke Menteri
Keuangan sebagai bahan penyusun rancangan UU tentang APBN tahun berikutnya
Pemerintah pusat mengajukan RUU tentang APBN disertai nota keuangan dan dokumen
pendukung kepada DPR pada bulan Agustus Tahun sebelumnya
DPR dapat mengajukan usulan yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaaan dan
pengeluaran dalam RUU tentang APBN
Pengambilan keputusan oleh DPR mengenai RUU tentang APBN dilakukan selambat2 nya 2
bulan sebelum tahun anggaran bersangkutan dilaksanakan
APBN disetujui oleh DPR terici sampai Organisasi,fungsi, program,kegiatan, dan jenis belanja
Apabila DPR tidak Menyetujui RUU tentang APBN pemerintah pusat dapat melakukan
pengeluaran setinggi tingginya sebesar angka APBN tahun anggaran sebelumnya
Penyusunan dan penetapan APBD (P16-P20)
APBD adalah wujud pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan tiap tahun dengan Perda
APBD terdiri anggaran pendapatan , belanja, pembiayaan
Blanja daeah dirinci menurut organisasi, fungsi dan jenis belanja
APBD disusun sesuai kebutuhan penyelenggaraan dan kemampuan pendapatan daerah dan
berpedoman kepada rencana kerja pemerinta daerah
Dalam hal anggaran Dipersiapkan pembayaan untuk menutupi defisit dan surplus dan ditetapkan
dalam Perda tentang APBD
PEMDA menyampaikan kebijakan umum APBD tahun anggaan berikutnya sejalan dengan
rencana kerja PEMDA , sbg landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD selambat2nya
perenganan Juni tahun berjalan
DPRD membahas kebijakan umum APBD yang diajukan PEMDA dalam pembicaraan
pendahuluan RAPBD tahun anaran berikutnya
Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati dengan DPRD, PEMDA dan DPRD
membahas prioritas dan plafon anggaran sementara untuk dijadikan acuan bagi setian satuan
kerja perangkat daerah
Dalam rangka penyusunan RAPBD Kepala Satuan Kerja Perangkat Daeah selaku pengguna
anggaran menyusun rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun
berikutnya, disertai dengan perkiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran
yang sudah di susun
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah disusun dengan pendekatan prestasi kerja yang
akan dicapai dan di usulkan ke DPRD dan akan di bahas pada pembicaraan pendahuluan
RAPBD
Hasil pembahasan Rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada pejabat pengelola keuangan
daerah sebagai bahan penyusun Rancangan Peraturan daerah tentang APBD tahun
berikutnya
PEMDA mengajukan ancangan Peraturan Daerah Tentang APBD disertai pejelasan dan
dokumen pendukung kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun
sebelumnya
DPRD dapat mengajukan usul yang dapat merubah penerimaan dan pengeluaran dalam
rancangan peraturan daerah tentang APBD
Pengambilan keputusan oleh DPRD mengenai Rancangan Perda tentang APBD selambat2nya
satu bulan sebelum tahun anggaran tersebut di laksanakan
APBD yang disetujui oleh DPRD harus rinci dr unit organisasi,fungsi,program,dll
Apabila DPRD tmenyetujui Rancangan Perda tentang APBD, Pemda dapat melaksanakan
pengeluaran setinggi2nya sebesar angka APBD tahun sebelumnya
Hubungan Keuangan antara pemerintah pusat,bank sentral, pemdah serta
pemerintah/lembaga Asing (P21-P23)
Pemerintah pusat dan bank senral berkoordinasi dalam penetapan dan pelaksanaan kebijakan
fiskal dan moneter
Pemenrintah pusat dapat memberikan pinjaman/hibah ke PERDA dan sebaliknya dengn
persetujuan DPR
PEMDA dapat memberikan pinjaman/hibah ke daerah lain dengn persetujuan DPRD
Pemerintah dapat memberi/ menerima hibah pinjaman dari negara/ lembaga asing dengan
persetujuan DPR
Hubungan Keuangan antara Pemerintah dan Perusahaan Negara , perusahaan daerah,
perusahaan swasta serta badan pengelola dana masyarakat (P24,25)
Pemerintah dapat memberikan/menerima pinjaman/hibah dari/kepada perushan negara/daerah
dan terlebih dahulu ditetapkan dalam APBN
Menteri keuangan memberikan pembinaan dan pengawasan perusahaan negara
Gubernur/bupati/walikota memberikan pengawasan pada perusahana daearah
Pemerintah pusat/daerah dapat melakukan penjualan/privatisasi perusahaan negara/daerah
setelah mendapat persetujuan DPR/DPRD
Dalam keadaan tertentu untuk penyalamatan perekonomian nasional pemerintah pusat dapat
memberikan pinjaman/melakukan penyertaan modal pada perusahaan swasta setelah mendapat
persetujuan DPR
Menteri keuangan/(Gubernur/bupati/walikota) melakukan pembinaan dan pengawasan kepada
badan pengelola dana masyarakat yg mendapat fasilitas dari pemerintah pusat/Daerah
Pelaksanaan APBN/APBD (P26-P29)
Setelah APBN/APBD ditetpkan dengan UU/Perda pelaksanaannya di tuangkan lebih lanjt
dengan keputusan Presiden/ keputusan Gubernur/bupati/walikota
Pemerintah pusat menyusun laporan realisasi semester pertama APBN dan Prognosis untuk 6
bulan berikutnya dan disampaikan kepada DPR selambat2nya akhir Juni tahun anggaran
bersangkutan untuk dibahas bersama DPR dan Pemerintah Pusat
Penyesuaian APBN atas perubahaan keadaan dibahas bersama DPR dengan Pemerintah Pusat
tahun anggaran bersangkutan apabila terjadi
- Perkemabangan ekonomi makro yang tidak sesuai asumsi yg digunakan dalam APBN
- Perubahan pokok2 kebijakan fiskal
- Keadaan yang harus dilakukan pergeseran anggaran antara unit organisasi, antar kegiatan,
antar jenis belanja
- Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran tahu sebelumnya harus digunakan untuk
pembiayaan anggaran yang berjalan
Dalam keadaan darurat pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia
anggarnnya yg selanjutnya di diusulkan dalam rancangan perubahan APBN dan disampaikan
dalam laporan Realisasi anggaran
Pemerintah pusat mengajukan rancangan UU tentang perubahan APBN untuk mndapat
persetujuan DPR sebelum tahun anggaran berakhir
Pemerintah Daerah menyusun laporan realisasi semester pertama APBD dan Prognosis untuk 6
bulan berikutnya dan disampaikan kepada DPRD selambat2nya akhir Juli tahun anggaran
bersangkutan untuk dibahas bersama DPRD dan Pemerintah Daerah
Penyesuaian APBD atas perubahaan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Pusat
tahun anggaran bersangkutan apabila terjadi
- Perubahan yang tidak sesuai asumsi kebijakan umum APBD
- Keadaan yang harus dilakukan pergeseran anggaran antara unit organisasi, antar kegiatan,
antar jenis belanja
- Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran tahu sebelumnya harus digunakan untuk
pembiayaan anggaran yang berjalan
Dalam keadaan darurat pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia
anggarnnya yg selanjutnya di diusulkan dalam rancangan perubahan APBD dan disampaikan
dalam laporan Realisasi anggaran
Pemerintah pusat mengajukan rancangan UU tentang perubahan APBN untuk mndapat
persetujuan DPRD sebelum tahun anggaran berakhir
Pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD(P30-33)
Presiden Menyampaikan rancangan UU tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN
kepada DPR berupa laporan Keuangan yang telah diperikasa oleh Badan Pemeriksa
Keuangan selambat2nya 6 bulan setelah tahu anggaran beakhir
Laporan Keuangan yang dimaksud brupa lapoan realisasi APBN, neraca laporan arus kas,
catatan atas laporan keuangan yang dilampiri laporan keuangan perusahaan negaa dan badan
lainnya
Gubrnur/bupai/walikota menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD yang elah di perika oleh badan
Pemeriksa Keuangan selambat2 nya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir
Laporan Keuangan yang dimaksud brupa lapoan realisasi APBD, neraca laporan arus kas,
catatan atas laporan keuangan yang dilampiri laporan keuangan perusahaan Daerah
Laporan harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
Ketentuan Pidana Sanksi Administratif dan Ganti Rugi (P34-35)
Pelanggaran diancam denan tindakan pidana, Ganti rugi
b) UU no 15 th 2004 Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggung Jawaban
keuangan Negara
Istilah Penting (1)
Opini adalah pernyataan profesional sebagai kesimpulan pemeriksa mengenai tingkat kewajaran
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
Rekomendasi adalah saran dari pemerikasa berdasarkan hasil pemeriksaannya, yang ditunjukan
kepada orang yang berwenang utk melakukan tindakan atau perbaikan
Lembaga Perwakilan adalah DPR,DPD,DPRD
Lingkup pemeriksaan (2-5)
Pemeriksaan keuangan negara meliputi pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara dan
pemeriksaan atas tanggun jawab keuangan negara
BPK melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara
Dalam hal pemeriksaan dilakukan oleh akuntan publik dan hasil pemeriksaan wajib di
sampaikan ke BPK dan dipubliksasikan
Pemeriksaan yang di maksud adalah pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan
pemeiksaan dengan tujuan tertentu
Pemeriksaan keuanan adalah pemeriksaan laporan keuangan
Pemerik kinerja adlah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas
pemeriksaan aspek ekonomi & efisiensi dan pemeriksaan aspek efektivitas
Pemeriksaan Dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang tidak termasuk dalam 2
pemeriksaan di atas
Standar Pemeriksaan disusun oleh BPK setelah berkonsultasu dengan pemerintah
Pelaksanaan Pemeriksaan (6-14)
Penentuan Objek pemeriksaan, perencanaan, dan Pelaksanaan pemeriksaan, penentuan waktu
dan metode pemeriksaan serta penyusunan dan penyajian laporan pemeriksaan dilakukan
secara bebas dan Mandiri oleh BPK
Dalam Melakukan tugas pemeriksaan BPK memperhatikan permintaan,saran dan pendapat
lembaga perwakilan sertas dapat mempertimbangkan informasi dari pemerintah,bank sentral
dan masyarakat, BPK dan lembaga Perwakilan dapat melakukan pertemuan konsultasi
Dalam melakukan pemeriksaan BPK dapat memanfaatkan hasil pemeriksaan aparat pengawasan
inern pemerintah
Lporan hasil pemeriksaan intern pemerintah wajib disampaikan kepada BPK
Dalam melakukan BPK dapat menggunakan tenaga ahli dari luar BPK dan berkerja atas nama
BPK
Dalammelakukan pemeriksaan Pemeriksa dapat
- Meminta dokumen terkait
- Meminta akss data terkait
- Melakukan penyegelan tempat penyimpanan uang, barang, dan dokumen pengelolaan
keuangan
- Meminta keterangan kepada seseorang
- Memotret.merekam dan mengambil sampel dbg alat bantu pemeriksaan
Dalam hal meminta keterangan BPK dapat melakukan panggilan kepada seseorang
Dalam ranka pemeriksaan keuangan/ kinerja pemeriksa melakukan pengujian dan penilaian atas
pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah
Pemeriksa dapat melakukan pemeriksaan investigatif guna mengungkap adanya kerugian
negara/daerah atau unsur pidana
Apabila BPK menemukan unsu pidana BPK melporkan ke instansi yang berwewenang
Hasil pemeriksaan dan Tindak Lanjut (15-21)
Pemeriksa menyusun laporan pemeriksaan setelah pemeriksaan selesai dilakukan\
Laporan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan pemerintah Memuat Opini
Laporan hasil pemeriksaan atas kinerja memuat temuan, kesimpulan dan rekomendasi
Laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertntu memuat kesimpulan
Tanggapan pejabat pemerintah yg bertanggung jawab atas temuan kesimpulan dan
rekomendasi dimuat atau dilampirkan pada laporan hasil keuangan
Hasil pemeriksaan atas Laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan oleh BPK kepada DPR
dan DPD selambat2nya 2 bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat
Hasil pemeriksaan atas Laporan keuangan pemerintah daerah disampaikan oleh BPK kepada
DPRD selambat2nya 2 bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat
Laporan sebagaimana di maksud di 2 point atas di sampaikan juga kepada
Presiden/gubernur/bupati/walikota
Ikhtisar hasil pemeriksaan semester disampaikan kepada lembaga perwakilan selambat2nya 3
bulan setelah semester yang bersangkuta dan terbuka untuk umum dan disampaikan pula ke
bupati.presiden gubernur selambat2nya 3 bulan setelah berahir semester bersangkutan
Pejabat waib menindak lanjuti rekomendasi dalam laporan hasli pemeriksaan dan dipantau BPK
apabila tidak mematuhi dapat dikenai sanksi administratif, BPK memberikan hasil pemantuan
kepada lembaga perwakilan dalam hasil Pemeriksaan semester
Pejabat wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas
rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan seambat2nya 60 hari setelah laporan hasil
pemeriksaan diterima
Pengenaan Gani Kerugian Negara (22-23)
BPK memberikan surat keputusan penetapan batas waktu pertanggungjawaban bndahara
atas kekuranan kas/barang yg terjadi
Bendahara dapat mengajukan keberatan atau pembelaan diri kepada BPK dalam waktu 14 hari
setelah menerima surat keputusan
Tata cara penyelesaian ganti rugi negara terhadap bendahara ditetapkan BPK setelah
berkonsultasi denan pemerintah, dan berlaku juga pada perusahaan yang 51% saham milik
Negara
Menteri/pemimpin lembaga/presiden/gubernur melaporkan penyelesaian kerugian negara kepada
BPK selambat2nya 60 hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara
Ketentuan Pidana (24-26)
Setiap orang yg sengaja tidak menjalankan kewajiban menyerahkan dokumen/ menolak
memberikan keterangan yg diperlukan unuk kelancaran pemeriksaan keuangan
negara,mencegah,menghalangi,menggagalka pemeriksaan, menolak panggilan BPK pidana
penjara paling lama 1,5 tahun dan denda paling banyak 500,000,000
Memalsukan dokumen penjara maksimal 3 tahun / denda maksimal 1 miliar
Pemeriksa yg menggunakan dokumen yg diperoleh melampui batas kewenangannya penjara
maks 3 tahun denda maks 1 miliar
Pemeriksa yg menyalahgunakan kewenangan kedudukan penjara maks 5 tahu/ denda 1 miliar
Pemeriksa yang sengaja tidak melaporkan hasil temuan yg mengandung pidana penjara maks 1,5
tahun / denda maks 500 juta
Orang yg tidak menindak lanjuti rekomendasi yg disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan
keuangan penjara maks1,5 tahun / denda 500 juta
c) PERPRES no 16 Th 2018 Pengadaan Barang Jasa Pemerintah
Istilah Penting
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) lembaga yg bertugas
mengembangkan dan merumuskan kebijakan pengadaan baang/jasa Pemerintah
Pengguna anggaran (PA)
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pejabatbyg memperoleh kuasa dari PA utk melaksanakan
sebagian kewenangan & tanggung jawab penggunaan anggaran pd kementrian
Negara/lembaga yg bersangkutan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pejabat yg diberi wewenang oleh PA/KPA utk mengambil
keputusan / melakukan tindakan yg dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja
negara/daerah
Unit Kerja Pengadaan Barang/jasa (UKPBJ) adalah unit kerja yg menjadi pusat keunggulan
pengadaan barang/jasa
Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan) SDA yg ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ untuk
mengelola pemilihan penyedia
Pejabat Pengadaan adalah pejabat administrasi/funsional/personal yg bertugas melaksanakan
pengadaan langsung, penunjukan langsung, e-purchasing
Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PjPHP) pejabat administrasi/fungsional/personal yg bertugas
memeriksa administrasi hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa
Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) tim yg bertugas memeriksa adminisrasi hasil
pekerjaan pengadaan barang/jasa
Agen Pengadaan adalah UKPBJ / pelaku usaha yg melaksanakan sebagian atau seluruh pekerjaa
pengadaan barang/jasa yg diberi kepercayaan oleh kementrian/lem/perangkat daerah sebagai
pihak pemberipekerjaan
Penyelenggara swakelola adalah tim yg menyelenggarakan kegiatan secara swaklola
Pengelolaan pengadaan barang/jasa adalah pejabat fungsional yg diberi tugas ,
tanggungjawab,wewenang,hak secara penuh oleh pejabat berwewenang untuk melaksanakan
pengadaan B/J
Rencana Umum Pengadaan Barang/jasa (RUP) daftar rencana pengadaan B/J yg dilaksanakan
kementrian/Lem/PerangkatDaeah
E-marketplace pengadaan B/J adalah pasar elektrnik yg disediakan untk memenuhi kebutuhan
B/J pemerintah
Layanan Pengadaan secara electronic adalah layanan pengelolaan teknologi infrmasi untuk
memfasiliasi pengadaan B/J secara electronik
Pengadaan B/J melalu Swakelola (swaklola) cara memperoleh barang dan jasa yg dikerjakan
sendiri oleh kementrian/lem/Perangda/ormas/Pokmas
Pokmas kelompok masyarakat yg mengadakan pengadaan baang dan jasa dengan dukungan
anggaran APBN/APBD
Pengadaan Barang /jasa melalui penyedia adalah cara memperoleh barang/jasa yg disediakan
oleh pelaku usaha
Penyedia barang/jasa pemeintah (penyedia) penyedia barang/jasa berdasarkan kontrak
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) perkiaan barang /jasa yg ditetapkan oleh PPK
Tender adlh metode pemilihan untk mendapatkan penyedia barang/jasakonstruksi/lain2
Penunjukan Langsung adalah metode pemilihan utk mendapakan penyedia baang/pekerjaan
konstruksi/dll dalam keadaan tertentu
Pengadaan Langsung Barang/Jasa konstruksi/ jasa lainnya adalah metode pemilihan utk
mendapakan penyedia barang/ pekerjaan konstruksi/dll yg bernilai paling banyak 200 juta
Pengadaan Langsung jasa konsultasi metode pemilihan untuk mendapat jasa konsultasi yg
bernilai paling banyak 100 juta
E-revese auction adalah metode penawaran harga secara berulang
Dokumen pemilihan adalah dokumen y diterapkan oleh pokja pemilihan /pejabat pengadaan yg
memuat informasi dan ketentuan yg haus ditaati oleh para pihak dalam pemilihan penyedia
Kontrak pengadaan Barang/jasa (kontrak) perjanjian tertulis PA/KPA/PPK dengan penyedia
barang/jasa atau pelaksana swakelola
Surat jaminan jaminan tertulis yg dikeluarkan olen bank umum/ perusahaan penjamin/
perusahaan asuransi/lembaga keuangan khusus yg menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
pinjaman, asuransi, utk mendorong ekspor indonesia sesuai ketentuan peraturan uu di bidang
lembaga ekspor indonesia
Sanksi daftar hitam adalah sangsi yg dibeikan kpd peserta pemilihan/penyedia berupa larangan
mengikuti pengadaan barang/jasa di seluruh kementrian/lem/perangda sbg penggunanya tetapi
juga untuk asyarakat
Knslidasi pengadaan barang/jasa adalah straegi pengadaan barang/jasa yg menggabungkan
beberapa paket pengadaan barang/jasa sejenis
Keadaan kahar adalah suatu keadaan yg terjadi di luar kehendak para pihak dalam kontrak dan
tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kkewajiban yg ditentukan dalam kontrak
menjadi tidak dapa di penuhi
Kepala lembaga adalah kepala LKPP
Pengadaan Barang/Jasa meliputi : barang, pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi & jasa lainnya
Pengadaan B/J dilaksanakan secara swakelola, Penyedia
Tujuan, Kebijakan,prinsip,dan etika pengadaan Barang/jasa
Tujuan :
- Menghasilkan barang/jasa yang tepat dr setiap uang yg dibelanjakan
- Meningkatkan penggunaan produk dalam negeri
- Meningkatkan peran serta usaha mikro/kecil/menengah
- Meningkatkan peran pelaku usaha nasional
Kebijakan Pengadaan B/J :
- Meningkatkan Kualitas
- Pengadaan B/J transparan, terbuka, kompetitif.
- Meningkatkan kapasitas kelembagaab dan SDA
- Mengembangkan e-martketplace,
- Mendorong penggunaan b/j dalam negeri dan SNI
Prinsip penadaan baang dan jasa : Efisien, Efktif, transparan,terbuka,bersaing,adil, akuntabel
Pelaku Pengadaan Barang/Jasa
Pelaku pengadaan baang dan jasa
- PA
- KPA
- PPK
- Pejabat pengadaan
- Pokja pemilihan
- Agen Pengadaan
- PjPHP/ PPHP
- Penyelenggara Swakelola
- Penyedia
Pengguna Anggaan (PA)
Tugas dan wewenang
- Melakukan tindakan yg mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja
- Melakukan pejanjian dgn pihak lain dlm batas anggaran yg telah di tetapkan
- Menetapkan perencanaan Pengadaan
- Menetapkan & mengumumkan RUP
- Melaksanakan konsolidasi pengadaan barang/jasa
- Menetapkan penunjukan langsung utk tender/seleksi ulang gagal
- Menetapkan PPK
- Menetapkan pejabat pengadaan
- Menetapkan PjPHP/ PPHP
- Menetapkan penyelenggraan swakwlola
- Menetapkan timteknis
- Menetapkan tim juri/tim ahliutk pelaksanaan melalui syembara/kontes
- Menyatakan tender/seleksi gagal
- Menetapkan pemenang pemilihan/penyedia utk metode pemilihan
- Tender/ Penunjukan langsung/ E- purchesingn utk paket pengadaan barang/pekerjaan
kontruksi/jasa lainya dengan nilai paling sedikit di atas 100 miliar
- Seleksi/penunjukan langsung untuk paket pengadaan jasa konsultasi dengan nilai
Pagu anggaran 10 miliar
PA untuk pengelolaan APBN/APBD dapat melimpahkan wewenang kepada KPA
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Meleksanakan pendelegasian sessuai pelimpahan dai PA
KPA berwewenang menjawab sanggahan Banding Peserta tender pekerjaan konstruksi
KPA dapat menugaskan PPK utk melaksanakan
- Melakukan tindakan yg mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja
- Mengadakan perjanjian dengan pihak lain dlm batas anggaan yg tlah di tetapkan
KPA dapat dibantu oleh pengelola pengadaan barang/jasa
Dalam hal tidak ada personel yg dapat di tunjuk sebagai PPK,KPA dapat merangkap menjadi
PPK
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Memiliki tugas :
- Menyusun perencanaan pengadaan
- Menetapkan spesifikasi teknis/ kerangka acuan Kerja (KAK)
- Menetapkan rancangan Kontrak
- Menetapkan HPS
- Menetapkan besaran uang muka yg harus di bayar kepada Penyedia
- Mengusulkan perubahan jadwal kegiatan
- Menetapkan tim pendukung
- Menetapkan tim atau tenaga ahli
- Melaksanakan e-purchesing yg nilainya paling sedikit di atas 200 juta
- Menetapkan surat penunjukan penyedia barang/jasa
- Mengedalikan kontrak
- Melaporkan pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan kepada PA/KPA
- Menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada PA/KPA dgn berita acara
penyeahan
- Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan
- Menilai kinerja penyedia
- Melakukan tindakan yg menyeabkan pengeluaran anggran belanja
- Mengadakan dan menetapkan perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran belanja
yg elah ditetepkan
- PPK dapat dibantu oleh Pengelola Pengadaan Barang/jasa
Pejabat Pengadaan
Memilik tugas :
- Melakukan persiapan dan pelaksanaan pengadaan lansung
- Melakukan persiapan & pelaksanaan penunjukan langsung untuk untuk pengadaan
Barang/pekerjan konstuksi/jasa lainnya yg bernilai paling banyak 200 juta
- Melaksanakan persiapan dan pelaksanaan penunjukan langsung untuk pengadaan jasa
konsultasi yg bernilai paling banyak 100 juta
- Melaksanakan e-purchesing yg bernilai paling banyak 200 juta
Kelompok kerja pemilihan (Pokja Pemilihan)
Memiliki tugas :
- Melaksanakan persiapan dan pelaksanaan pemilihan penyedia
- Melasksanakan persiapan dan pelaksanaan pemilihan penyedia untuk katalog elektronik
- Menetapkan pemenang pemilihan/penyedia untuk metode pemilihan
- Tender/penunjukan langsung untuk pake pengadaan barang/jasa konstruksi/lainnya
dengan nilai pagu anggaran paling banyak 100 miliar
- Seleksi/penunjukan langsung utk paket pengadaan jasa konsultansi dengan nilai
pagu anggaran paling banyak 10 miliar
- Pokja pemilihan beranggotakan 3 orang dapa di tambah sepanjang berjumlah gasal
- Pokja pemilihan dapat dibantu oleh tim atau tenaga ahli
Agen Pengadaan
Memiliki ugas :
- Dapat melaksanakan pengadaan barang/jasa
- Mutantis mutandis dengan tugas Pokja pemilihan dan/ PPK
Pejabat/panitia pemeriksa hasil pekerjaan (PjPHP)
PjPHP memiliki tugas meriksa administrasi hasil pekerjaan pengadaan barang/pekerjaan
konstruksi/lainnya yg bernilai paling banyak 200 juta dan jasa konsultansi yg benilai paling
banyak di atas 100 juta
PPHP memiliki tugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa
konstruksi/lainnya yg bernilai paling sedikit di atas 200 juta dan jasa konsultansi paling sedikit
di atas 100 juta
Penyelanggara Swakelola
Penyelenggara Swakelola terdiri atas tim persiapan, tim pelaksana, tim tim pengawas :
- Tim persiapan : memiliki tugas senyusun sasaran,rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan,
dan rencana biaya
- Tim pelaksana : memiliki tugas melaksanakan,mencatat, mengevaluasi, dan melaporkan
secara berkala kemajuan
- Tim pengawas: mengawasi persiapan dan pelaksanaan fisik maupun administarasi
swakelola
Penyedia
Penyedia wajib memenuhi kualifikasi sesuai barang/jas yang diadakan dan sesuai dengan
ketentuan peraturan perUUan
Bertanggung jawab atas :
- Pelaksanaan kontrak
- Kualitas barang/jasa
- Ketepatan perhitungan jumlah/volume
- Ketepatan waktu penyerahan
- Ketepatan tempat Penyerahan
Perencanaan Pengadaan
Perencanaan Pengadaan
Perencanaan pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, cara, jadwal, dan
anggaran pengadaan barang/jasa
Perencanaan pengadaan yg dananya dari APBN dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan
Rencana Kerja Kementrian/Lembaga (Rencana K/L) setelah penetapan pagu indikatif
Perencanaan pengadaan yg dananya dari APBD dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan
Rencana Kerja dan anggaran Perangkat Daerah (RKA perangkat daerah) setelah nota
kesepakatan kebijakan umum APBD serta prioritas dan Plafon anggaran Sementara (KUA-
PPAS)
Perencanaan pengadaan terdiri atas :
- Perencanaan pengadaan melaului swakelola, meliputi :
- Penetapan tipe Swakelola, terdiri atas :
- Tipe I, Swakelola yg direncanakan,dilaksanakan, dan diawasi oleh
kementrian/ Lem/ PerangDA Penanggung jawab anggaran
- Tipe II, Swakelola yg direncanakan, dan diawasi oleh kementrian/ Lem/
PerangDA Penanggung jawab anggaran dan Dilaksanakan oleh kementrian/
Lem/ PerangDA lain pelaksana swakelola
- Tipe III, Swakelola yg direncanakan, dan diawasi oleh kementrian/ Lem/
PerangDA Penanggung jawab anggaran dan Dilaksanakan oleh Ormas
pelaksana swakelola
- Tipe IV, Swakelola yg direncanakan oleh kementrian/ Lem/ PerangDA
Penanggung jawab anggaran dan berdasarkan usulan kelompok masyarakat dan
Dilaksanakan dan diawasai Oleh kelompok masyarakat Swakelola
- Penetapan spesifikasi Teknis/KAK
- Perencanaan Perkiraan Biaya/RAB
- Perencanaan penadaan melalui penyedia, meliputi :
- Penyusunan spesifikasi teknis/KAK
- Penyusunan Perkiraan Biaya/RAB
- Pemaketan Pengadaan Barang/Jasa
- Konsolidasi pengadaan Barang/jasa
- Penyusunan Biaya Pendukung
Hasil perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa dimuat dalam RUP
Spesifikasi Teknis/ Kerangka acuan Kerja
Dalam Menyusun Spesifikasi Teknis :
- menggunakan produk dalam negeri
- Menggunakan prduk Bersertifikat SNI
- Memaksimalkan penggunaan produk industri hijau
- Dimungkinkan peyebutan merk terhadap : Komponen, sukucadang, bagian dr sistem
ygsudah ada, barang/jasa dlm katalog elektronik, B/J pada tender Cepat
Pemaketan Pengadaan Barang/ Jasa, dilakukan dengan beriorientasi kepada :
- Keluaran / hasil
- Volume B/J
- Ketersediaan B/J
- Kemampuan Pelaku Usaha
- Ketersediaan Anggaran Belanja
Dilarang :
- Menyatukan / memusatkan beberapa paket pengadaan B/J yg tersebar di eberapa
lokasi/daerah yg menurut sifat pekerjaan dan tingkat efisiensinyan seharusnya di lakukan
di beberapa lokasi/ daerah masing masing
- Menyatukan paket B/J yg menurut sifat dan jenis pekerjaannya harus dipisahkan
- Menyatukan beberapa pakt pengadaan B/J yg besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh
usaha kecil
- Memecah pengadaan B/J menjadi beberapa paket untuk menghindari Tender/Seleksi
Konslidasi Pengadaan Barang/Jasa
Konsolidasi pengadaan B/J dilakukan pada tahap perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan
B/J melalui Penyedia, dan/atau persiapajn pemilihan penyedia
Konsolidasi pengadaan B/J dilaksanakan oleh PA/KPA/PPK dan/atau UKPBJ
Pengumuman Rencana Umum Pengadaan
Pngumuman RUP Kementrian / Lembaga dilakukan setlah penetapan alokasi anggaran Belanja
Pengumuman RUP Perangkat daerah dilakukan setelah Rancangan Peraturan Daerah tentang
APBD disetujui bersama oleh PERDA dan DPRD
Pengumuman dilakukan melalui aplikasi sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP)
dan dapat di tambahkan di laman resmi kementrian/lemb/Pemda, papan pengumuman resmi
utk masyarakat, surat kabar,dll
Pengumuman RUP dilakukan kembali dalam hal terdapat Revisi/Perubahan paket pengadaan
atau daftar Isian pelaksanaan anggaran (DIPA)/ Dokumen pelaksanaan Anggaan (DPA)
Persiapan Pengadaan Barang/jasa
Persiapan Swakelola
Meliputi :
- Penetapan sasaran, ditetapkan oleh PA/KPA
- Penyelenggara swakelola
- Tipe I, ditetapkan oleh PA/KPA
- Tipe II, Persiapan dan tim pengawas ditetapkan oleh PA/KPA, Tim Pelaksana
ditetapkan oleh kementrian/lem/PerangDa lain pelaksana swakelola
- Tipe III, Persiapan dan tim pengawas ditetapkan oleh PA/KPA, Tim Pelaksana
ditetapkan pimpinan ormas pelaksana swakelola
- Tipe IV,penyelenggara swakelola ditetapkan oleh pimpinan kelompok masyarakat
pelaksana swakelola
- Rencana Kegiatan, ditetapkan oleh PPK dgn memperhitungkan tenaga
ahli/peralatan/bahan tertenu yg dilaksanakan dengan kontrak tersendiri,
Tenaga ahli hanya dpt digunakan pada Tipe I dan jumlah tenaga ahli tidak bole h lebih
dari 50% dr jumlah tim pelaksana,
- Jadwal pelaksanaan,
- RAB
Hasil persiapan Pengadaan dituangkan dalam KAK kegiatan/ Subkegiatan/ output, rencana
kegiatan yg diusulkan oleh kelompok masyarakat dievaluasidan ditetapkan oleh PPK
Biaya pengadaan B/J melalui swakelola dihitung berdasarkan komponen biaya pelaksanaan
swakelola
PA dapat mengusulkan standar biya masukan/keluaran swakelola kepada menteri yg
menyelenggarakan urusan pemerintah dibidang keuangan negara atau kepala daerah
Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia
Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia oleh PPK meliputi kegiatan:
- Menetapkan HPS
- Menetapkan Rancangan Kontrak
- Menetapkan spesifikasi Teknis/KAK
- Menetapkan Uang Muka,Jaminan Uang Muka,Jaminan Pelaksanaan, Jaminan
Pemeliharaan, srtifikat garansi, penyesuaian harga
HPS dihitung secara keahlian dan menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan
HPS telah memperhitungkan keuntungan dan biaya tidak langsung (overhead cost)
Nilai HPS brsifat terbuka tidak rahasia
HPS = HPS + PPN
HPS digunakan sbagai :
- Alat untuk menilai kewajaran harga penawaran , kewajaran harga satuan
- Dasar untuk menetapkan batas tinggi penawaran yg sah dalam pengadaan
barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainnya
- Dasar untuk menetapkan besaran nilai jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang
nilainya lebih renda 80% dai nilai HPS
HPS tidak menjadi dasar perhitungan besaran kerugian negara
Penyusunan HPS dikecualikan untuk pengadaan b/J dengan pagu anggaran paling banyak 10
juta, r-purchusing, tender pekerjaan terintegrasi
Penetapan HPS paling lama 28 hari kerja sebelum batas akhir untuk :
- Pemasukan penawaran untuk pemilihan dengan pascakualifikasi
- Pemasukan dokumen kualifikasi untuk pemilihan dengan prakualifikasi
Jenis kontrak pengadaan barang/pekerjaan kontruksi/jasalainnya terdiri atas :
- Lumsum
Kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan jumlah harga yang pasti dan tetap dalam
batas waktu tertentu, dengan keentuan :
- Resiko ditanggung oleh penyedia
- Berorintasi padakeluaran
- Pembayaran didasarkan tahapan produk/keluaran yg dihasilkan sesuai dgn kontrak
- Harga satuan
Kontrak pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/lainnya dengan harga satuan yg tetap
untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waku yang telah ditapkan dengan keentuan
sbg berikut :
- Volume pekerjaan masih bersifat perkiraan saat kontak ditanda tangani
- Pembayaran berdasarkan hasil pengukuran besama atas realisasi volume pekerjaan
- Nilai akhir kontrak dietapkan setelah seluruh pekerjaan diselesaikan
- Gabungan lumsum dan harga satuan
Kontrak pengadaan barang/jasa konstruksi/lainnyagabungan lumsum dan harga satuan
dalam 1 pekerjaan yg diperjanjikan
- Terima jadi (tumkey)
Konrak pengadaan pekerjaan kontruksi atau penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas
waktu tertentu dengan ketentuan sebagai berikut :
- Jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan
- Pembayaran dapa dilakukan berdasarkan termin ssuai kesepakatan dalam kontrak
- Konrak Payung
Kontrak harga satuan dalam periode waktu tertentu untuk barang/jasa yg belum dapat
ditentukan volume/ waktu pengiriman pada saat kontrak ditandatangani
Jenis kontrak pengadaan jasa konsultasi terdiri atas :
- Lumsum
- Waktu penugasan
Kontrak jasa konsultansi untuk pekerjaan yang ruang lingkupnya belum bisa
didefinisikan dengan rinci/ waktu yang dibutuhkan untuk menylesaikan pekerjaan belum
bisa dipastikan
- Kontrak payung
*Kontrak tahun jamak , kontrak pengadaan barang/jasa yg membebani lebih dari 1 tahun
anggaran dilakukan setelah mendapat persetujuan pjabat yg berwewenang sesuai
peraturan perUUan dapat berupa :
- pekerjaan yang penyelesaiannya lebih dari 12 bulan atau lebih dari 1 tahun anggaran
- pekerjaan yg memberikan manfaat lebih apabila dikontrakan lebih dari 1 tahun
anggaran dan paling lama 3 tahun anggaran.
Bentuk kontrak tediri atas :
- Bukti pembelian/pembayaran
Digunakan untuk pengadaan barang/jasa lainnyadengan nilai paling banyak 10 juta
- Kuitansi
Digunakan untuk pengadaan barang/jasa lainnyadengan nilai paling Nilai paling banyak
50 juta
- Surat perintah kerja (SPK)
Digunakan untuk pengadaan barang/jasa lainnya dengan nilai paling sedikit diatas 50
juta-200 juta, pengadaan jasa konsultansi paling banyak 100 juta, dan pengadaan jasa
konstruksi paling banyak 200 juta.
- Surat perjanjian
Digunakan pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya paling sedikit 200 juta
dan jasa konsultansi paling sedikit diatas 100 juta
- Surat pesanan
Pengadaan barang/jasa melalui E-purchasing ata pmbelian dari toko daring
Uang muka dapat diberikan untuk persiapan pelaksanaan pelerjaan
Paling tinggi 20% dari nilai kontrak untuk usaha non kecil dan penyedia jasa konsultansi, paling
tinggi 15% dari nilai kontak untuk kontrak tahun jamak
Pemberian uang muka dicantumkan pada rancangan kontrak yg terdapat dalam dokumen
pemilihan
Jaminan pengadaan barang/ jasa terdiri atas :
- Jaminan penawaran
- Hanya untuk jasa konstruksi, dapat berupa bank garansi / safety bond
- Diberlakukan untuk nilai total HPS paling seikit diatas 10 miliar
- Untuk konstruksi terintegrasi jaminannya 1% dari pagu anggaran
- Jaminan sanggah banding
- Hanya untuk jasa konstruksi
- Diberlakukan untuk nilai total HPS paling seikit diatas 10 miliar
- Jaminan besarnya 1% dari nilai total HPS
- Untuk konstruksi terintegrasi jaminannya 1% dari pagu anggaran
- Jaminan pelaksanaan, bersifat :
- Tidak bersyarat
- Muda dicairkan
- Harus dicairkan oleh penerbit jaminan paling lamat 14 hari kerja setelahsurat perintah
pencairan daripokja pemilihan/PPK atau pihak yg diberi kuasa oleh Pokja
pemiliha/ppk diterima
- Dierlakukan untuk kontrak pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/lainnya dengan
nilai pekerjaan paling sedikit diatas 200 juta
- Besaran nilai jaminan Pelaksanaan sebagai berikut :
(1) Untuk nilai penawaran terkoreksi anara 80%-100% dr nilai HPS jaminan nilai
pelaksanaan sebesar 5% dari nilai kontrak
(2) untuk nilai penawaran terkoreksi dibawah 80% dari nilai HPS, jaminan
pelaksanaan sebesar 5% dari total nilai HPS
Untuk pekerjaan teriegrasi besar nilainya sebagai berikut :
(1) Utk 80%-100% dari nilai pagu anggaran, jaminan pelaksanaan sebesar 5%dari
nilai kontrak
(2) Utkn nilai di bawah 80& dr nilai pagu anggran, jaminan pelaksanaan sebesar 5%
dari nilai pagu anggaran
- Jaminan uang muka
- Diserahkan penyedia kepada PPK senilai uang muka
- Nilai jaminan uang muka bertahap dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan
sisa uang muka yang diterima
- Jaminan pemeliharaan
- Diberlakukan untu jasa konstruksi/ lainnya yang butuh masa pemeliharaan, dalam hal
penyedia menerima uang retensi pada serah terima pekerjaan pertama (providional
hand over)
- Dikembalikan 14 hari kerjasetelah masa pemeliharaan selesai
- Besaran nilai jaminan pemliharaan 5% dari nilai kontrak
* Jaminan penawaran di atas besarnya antara 1%-3% dari nilai total HPS,
* Untuk Pekerjaan konstruksi terintegrasi besarnya anara 1%-3% nilai pagu anggaran
*Jaminan pelaksanaa di atas tidk diperlukan dalam hal : Pengadaan jas lainnya yg aset penyedia
sudah dikuasai oleh pengguna atau pengadaan B/J melalui e - purchasing
Pengadaan jasa konsultansi tdk diperlukan jaminan penawaran,jaminan sanggah banding,
jaminan pelaksanaan, jaminan pemiliharaan
Sertifikat garansi diberikan terhadap kelalaian penggunaan barang hingga jangka waktu tertentu
sesuai ketentuan dalam kontrak , diterbitkan oleh produsen atau pihak yg ditunjuk secara sah
oleh produsen
Penyesuaian harga dilakukan dgn ketentuan :
- Diberlakukan thp kontrak tahun jamak dengan jenis kontrak harga satuan atau kontrak
berdasarkan waktu penugasansesuai dgn ketentan dan persyaratan yg telah tercantum
dalam dokumen pemilihan /perubahan dkumen pemilihan
- Tata cara perhitungan penyesuaian harga harus dicantumkan dengan jelas dalam
dokumen pemilihan / perubahan dokumen pemilihan yg merupakan bagian tidak
terpisahkan dari dokumen kontrak
- Persyaratan dan tata cara perhitungan penyesuaian harga :
(1) Penyesuaian harga diberlakukan pada konrak tahun jamak yg masa pelaksanaannya
lebih dari 18 bulan, diberlakukan mulai bulan ke -13 sejak pelaksanaan pekerjaan
(2) Penyesuaian harga satuan berlaku bagi seluruh kegiatan /mata pembayaran kecuali
komponen keuntungan , biaya tidak langsung (overhead cost), dan harga satuan
timpang sebagaimana tercantum dalam penawaran
(3) Penyesuaian harga satuan diberlakukan sesuai denganjadwal pelaksanaan yg
tercantum dalam kontrak
(4) Penyesuaian harga satuan bagi komponen yg berasal dari luar negeri, menggunakan
indeks penyesuaian harga dari negara aal barang tersebut
(5) Jenis pekerjaan baru dgn harga satuan baru sbg akibat adanya adendum kontrakdapat
diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13 sejak adendum kontrak tersebut di
tandatangani
(6) Indeks ygdigunakan dalam hal pelaksanaan kontrak terlambat disebabkan oleh
kesalahan penyedia adalah indeks terendah antaa jadwal kontrak dan realisasi
ekerjaan
Metode Pemilihan penyedia Barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya terdiri atas :
- E-purchasing
(1) Dilakukan untuk barang/pekerjaan konstuksi/lainnya yang sudah tercantum dalam
katalog elektrnik
- Pengadaan langsung
(1) Dilaksanakan untuk barang/pekerjaan konstruksi/lainnya yang bernilai paling banyak
200 juta
- Penunjukan langsung
dilaksanakan untuk barang/pekerjaan konstruksi/lainnya dalam keadaan tertentu,
meliputi:
(1) Penyelenggaran kegiatan yg mendadak utk menindaklanjuti komitmen internasional
yg dihadiri presiden/wapres
(2) Barang/jasa yg bersifat rahasia utk kepentingan negara meliputi inteljen,perlindungan
saksi dll
(3) Pekerjaan konstruksi bangunan yg merupakan satu kesatuan tanggung jawab,resiko
kegagalan bangunan yg tidak dapat direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya
(4) Barang/pekerjaan konstruksi/lainnya yg hanya dapat disediakan oleh satu pelku usaha
yg mampu
(5) Pengadaan dan penyaluran benih unggul
(6) Pekerjaan prasarana,sarana,utilitas umumd di lingkungan perumahan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah
(7) Barang/pekerjaan konstruksi/lainnya yg spesifikasi dan hanya dapa dilakukan oleh
pemiik hak paten
(8) Barang/pekerjaan konstruksi/lainnya setelah dilakukan tender ulang mengalami
kegagalan
- Tender cepat
Dilaksanakan daam hal :
(1) Spesifikasi dan volume pekejaan sudah dapat ditentukan secara rinci
(2) Pelaku usaha sudah terkualifikasi dalam sistem informasi kinerja penydia
- Tender
Dilaksanakan apabila metode pemilihan penyedia lainnya tidak bisa digunakan
Metode Evaluasi penawaran penyedia barang/pekerjaan konstruksi/lainnya dilakukan dengan :
- Sistem Nilai
Digunakan untuk pengadaan barang/PK/JL yg memperhitungkan penilaian teknis dan
harga
- Penilaian biaya selama umur ekonomis
Digunakan untuk pengadaan barang/PK/JL yg memperhitungkan faktor umur ekonomis,
haga, biaya operasional, biaya pemeliharaan dan nilai sisa dalam jangka waktu operasi
tertentu
- Harga terendah
Digunakan untuk pengadan barang/PK/JL dalam harga menjadi dasar penetapan
pemenang di antara penawaran yg memenuhi persyaratan teknis
Metode penyampaian dokumen penawaran dalam pemilian penyedia barang/ PK/JL dilakukan
dengan:
- 1 file
Digunakan untuk pengadaan barang/PK/JL yg menggunakan metode evaluasi harga
terendah
- 2 file
Digunakan untuk pengadaan barang/PK/JL yg memerlukan penilaian teknis terlebih
dahulu
- 2 tahap
Memiliki karakteristik sbb :
(1) Spesifikasi teknis belum bisa ditentukan dengan pasti
(2) Mempunyai beberapa alternatif penggunaan sistem dan desain penerapan teknologi
yg berbeda
(3) Dimungkinkan perubahan spesifikasi teknis berdasarkan klasifikasi penawaran teknis
yg diajukan
(4) Membutuhkan penyetaraan teknis
Metode pemilihan penyedia jasa konsultansi terdiri atas :
- Seleksi
Dilakukan untuk jasa konsultasi bernilai paling sedikit 100 juta
- Pengadaan langsung
Dilaksanakan untuk jasa konsultansi bernilai sampai dengan paling banyak 100 juta
- Penunjukan langsung
Untuk dalam keadaan tertentu sbb:
(1) Jasa konsultansi yg hanya dapat dilakukan oleh 1 pelaku usaha yg mampu
(2) Jasa konsultansi yg dapat dilakukan oleh 1 pemegang hak cipta
(3) Jasa konsultansi di bidang hukum
(4) Permintaan berulang untuk penyedia jasa konsultansi yg sama, diberikan batas paling
banyak 2 kali
Metode evaluasi penawaran penyedia jasa konsultansi dilakukan dengan :
- Kualitas dan biaya
Digunakan untuk pekerjaan yg rang lingkup pekerjaan, jenis tenaga ahli, dan waktu
penyelesaian pekerjaan dapat diuraikan dengan pasti dalam KAK
- Kualitas
- Digunakan untuk pekerjaan yg rang lingkup pekerjaan, jenis tenaga ahli, dan waktu
penyelesaian pekerjaan tidakdapat diuraikan dengan pasti dalam KAK atau penkerjaan
penyedia jasa konsultansi perorangan
- Pagu anggaran
Digunakan untuk pekerjaan yg ruang lingkup pekerjaan sederhana yg dapat di uraikan
dengan pasti di KAK dan penawaran tidak boleh lebih dari pagu anggaran
- Biaya terendah
Hanya digunakan untuk pekerjaan standar atau bersifat rutin yg praktik dan standar
pelaksanaan pekerjaannya sudah mapan
Metode penyampaian dokumen
- Metode penyampaian dokumen penawaran pada pemilihan penyedia jasa konsultansi
melalui pengadaan langsung dan penunjukan langsung menggunakan metode 1 file
- Metode peyampaian dokumen penawaran pada pemilihan penyedia dan jasa konsultansi
melalui seleksi menggunakan metode 2 file
Kualifikasi
- Kualifikasi merupakan evaluasi kompetensi kemampuan usaha, pemenuhan persyaratan
sebagai penyedia
- Kualifikasi dilakukan dngan pascakualifikasi atau prakualifikasi
- Pascakualifikasi, dilakukan pada pelaksanaan pemilihan sbb :
(1) Tender barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya untuk pengadaan yg bersiafat tidak
kompleks
(2) Seleksi jasa konsultansi perorangan
Dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan evaluasi penawaan dgn metode sistem
gugur
- Prakualifikasi, dilakukan pada pelaksanaan pemilihan sbb :
(1) Tender barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya untuk pengadaan yg bersiafat
kompleks
(2) Seleksi jasa konsultansi badan usaha
(3) Penunjukan langsung pengadaan baang/pekejaan konstruksi/jasakonsultansi badan
usaha/perorangan / jasa lainnya
Dilakukan sebelum pemasukan dengan metode :
(1) Sistem gugur, untuk pnyedia barang/pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya
(2) Sistem pembbotan dengan ambang batas untuk penyedia jasa konsultansi
Prakulaifikasi menghasilkan :
(1) Daftar peserta tender
(2) Daftar pendek peserta seleksi jasa konsultansi
Pelaku usaha yg telah terkualifikasi tdk membutuhkan pembuktian kualifikasi
Pokja pemilihan dilarang menambah persyaratan kualifikasi yg diskriminatif dan tidak objektif
Dokumen pemilihan terdiri atas
- Dokumen kualifikasi
- Dokumen tender/seleksi/penunjukan langsung/pengadaan langsung
Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa melalui Swakelola
Pelaksanaan swakelola tipe 1 dilakukan dengan:
- PA/KPA dapat menggunakan pegwai kementrian/lembaga/perangDA lain atau tenaga
ahli
- Penggunaan tenaga ahli tidak boleh lebih dari 50% dari jumlah tim pelaksana
Pelaksanaan swakelola tipe II
- PA/KPA melakukan kerja sama dengan kementrian/lembaga/perangDA lain pelaksana
swakelola
- PPK mendatangani kontrak dengan ketua tim pelaksana swakelola sesuai dengan
kesepakatan keja sama
Pelaksanaa swakelola tipe III dilakukan berdasarkan kontrak PPK dgn pimpinan Ormas
Pelaksanaan swakelola tipe IV dilaksanaak berdasarkan kontrak PPKdgn pimpinan kelompok
masyarakat
Untuk pelaksanaan swakelola tipe II, III, IV nilai pekerjaan yg tercantum dalam kontrak sudah
termasuk kebutuhan barang/jasa yg diprleh dari penyedia
Pengawasan dan Petanggungjawaban :
- Tim pelaksana melaporkan kemajuan pelaksanaan swakelola dan penggunaan keuangan
kpd PPK seara berskala
- Tim pelaksana menyerahkan hasil pekerjaan swakelola kepada PPK dngan berita acara
serah terima
- Pelaksanaan swakelola diawasi olehtim pengawas secaa berskala
Pelaksanaan pengadaan Barang/jasa melalui penyedia
Pelaksanaan Pemilihan Penyedia
Pelaksanaan pemilihan mlalui tender/seleksi meliputi:
- Pelaksanaan Kualifikasi
- Pengumuman atau undangan
- Pendaftaran dan/ undangan
- Pendaftaran dan pengambilan dokumen pemilihan
- Pemberian penjelasan
- Penyampaian dokumen pwnawaran
- Penetapan da pengumuman pemenang
- Sanggah
Untuk pemilihan pekerjaan konstruksi ditambahkan tahapan sanggah banding
Untuk pemilihan jasa konsultansi dilakukan klarifikasi dan negosiasi thp penawaran teknis dan
biaya setelah masasanggah selesai
Plaksanaan pemilihan melalui tender cepat dengan ketentuan sbb:
- Peserta telahdidiskualifikasi dalam sistem informasi kinerja penyedia
- Peserta hanya memasukan penawaran harga
- Evaluasi pnawaran harga dilakukan melalui aplikasi
- Penetapan pemenang berdasarkan harga penawaran terendah
Pelaksanaan e-purchchasing wajib dilakukan untuk barang/jasa yg menyangkut pemenuhan
kebutuhan nasional / strategi yg ditetapkan oleh menteri,kepala lembaga,kepala daerah
Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan dengan mengundang 1 pelaku usaha yg dipilih dgn
disertai negosiasi teknis maupun harga
Pelaksanaan pengadaan langsung dilakukan sbb:
- Pembelian /pembayaran langsung kepada penyediauntuk pengadan b/j lainnyayg
menggunaka bukti pembelian atau kuitansi
- Perminaan penawaan yg disrtai dgn klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga kepada
pelaku usaha pengadaan langsung yg menggunakan spk
Pemilihan dapat segera dilakukan stelah RUP diumumkan
Unuk baang/jasa yg kontraknya harus di Tandatangani pada awal tahun dan dilakukan setelah
RUP diumumkan di SIRUP, pemilihan dapat dilakukan setelah:
- Penetapan Pagu anggaran K/L
- Persetujuan RKA perangkat daerah sesuai dengan keerntuan PerUUan
Penawaran Harga dapat dilakukan dengan metode penawaran harga secara berulang (E- reverse
auction_
Tender Seleksi Gagal
Prakualifikasi gagal dalam hal:
- Setelah pemberian waktu perpanjangan, tidak ada peserta yg menyampaikan dokumen
kualifikasi
- Jumlah peserta yg lulus prakualifikasi kurang dari 3 orang
Tnder/seleksi gagal dalam hal :
- Terdapat kesalahan dalam proses evaluasi
- Tdk ada peserta yg menyampaikan dkumen penawaran setelah pemberian waktu
perpanjangan
- Tdk ada peserta yg lulus evaluasi penawaran
- Ditemukan kesalahan dalam dokumen pemilihan/ tidak sesuai dengan ketentuan dalam
peraturan presidn
- Sluruh peserta terlibat dalam kolusi korupsi dan nepotisme (KKN)
- Seluruh peserta terlibat persaingan tdk sehat
- Seluruh penawaran harga tender barang/pekerjaan konstruksi/lainnya di atas HPS
- Negosiasi biaya pada seeksitidak tercapai
- KKN melibatkan pokja pemilihan / PPK (dinyatakan oleh PA/KPA)
Prakualifikasi gagal dan tender/seleksi gagal dinyatakan oleh pokja pemilihan (selain KKN)
Tindak lanjut dari Prakualifikasi Gagal, Pokja pemilihan segera melakukan prakualifikasi ulang
dengan ketentuan:
- Setelah prakualifikasi ulang jumlah peserta yg lulus 2 pserta, proses tender/seleksi
dilanjutkan
- Apabila jumlah peserta lulus 1 peserta , dilanjutkan penunjukan langsung
Tindak lanjut dari Tender/seleksi gagal , pokja pemilihan segera melakukan :
- Evaluasi penawaran ulang
Dilakukan dalam hal ditmukan kesalahan evaluasi penawaran
- Penyampaian penawaran ulang
Dilakukan untuk tender/seleksi gagal apabila ditemukan kesalah dalm dokumen
pemilihan atau negosiasi biaya tdk tercapai (*tender gagal* poin ke-4 dan poin ke-8)
- Tender/seleksi ulang
Dilakukan apabila terjadi (*tender gagal* poin ke 2,3,5,6,7,9)
Apanbila tender/seleksi ulang gagal pokja pemilihan dengan perstujuan PA/KPA melakukan
penunjukan langsung dgn kriteria:
- Kebutuhan tdk dapat di tunda
- Tidak cukup waktu untuk melaksanakan tender/seleksi
Pelaksanaan kontrak
Terdiri atas:
- Penetapan surat Penunjukan Penyedia B/J (SPPBJ)
- Pendatangan Kontrak
- Pemberian Uang Muka
- Pembayaran prestasi pekerjaan
- Perubahan konrak
- Penyesuaian harga
- Penghentian Kontrak atau berakhirnya kontrak
- Pemutusan konrak
- Serah terimahasil pekerjaan
- Penanganana keadaaan kahar
PPK dilarang mengadakan ikatan perjanjian atau mentandatangani konrak dengan peyedia,
dalam hal belum tersedia anggaran belanja atau tidak cukup tersedia anggaran beanja atau
tidak cukup tesedia anggaran belanja yg dapat mengakibatkan dilampauinya batas anggaran
belanja yg tersedia untuk kegiatan ygdibiayai oleh APBN/APBD
Pembayaran Prestasi Pekerjaan
Dibayarkan ke penyedia setelah dikurangi angsuran pengembalian uang muka, retensi dan denda
Retensi sebesar 5%, digunakan sebagai jaminan pemeliharaan pekerjaan konsruksi atau jasa
lainnya yg membutuhkan masa pemeliharaan
Dalam hal Penyedia menyerahkan sebagian pekerjaan kepada subkontraktor, permintaan
pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran sesuai dgn realisasi pekerjaan
Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan dalam bentuk:
- Pembayaran bulanan
- Pembayaran berdasarkan tahapan penelesaian pekerjaan/termin
- Pembayaran secara sekaligus setelah penyelesaian pekerjaan
Pembayaran dapat dilakukan terlebihdahulu sebelum barang/jasa diterima, sebelum penyedia
menyampaikan jaminan atas pembayaran yg dilakukan
Pembayaran dapat dilakukan untuk peralatan atau bahan yg belum terpasang yg menjadi bagian
dr hasil pekerjaan yg berada di lokasi pekerjaan dan telah dicantumkan dalam kontrak
Perubahan Kontrak
Dalam hal terdapat perbedaan pekerjaan di lapangan dengan gambar atau spesifikasi teknis yg
ditentukan dalam dokumen kontrak, PPK dan pnyedia dapat melakukan perubahan kontrak, yg
meliputi:
- Menambah /mengurangi volume yg tercantum dalam kontrak
- Menambah atau mengurangi jenis kegiatan
- Merubah spesifikasi teknis sesuai dgn kondisi lapangan
- Mengubah jadwal pelaksanaaan
Penambahan nilai kontrak akibat perubahan kontrak tidak lebih 10% dari nilai awal
Keadaan Kahar
Apabila terjadi keadaan kahar pelaksanaan kontrak dapat dihentikan
Bila kontrak di lanjutkan, dapat mlakukan perubahan kontrak
Perpanjangan waktu untuk penyelesaiankontrak disebabkan keadaan kahar dapat melewati tahun
anggaran
Penyelesaian Kontrak
Apabila penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masapelaksanaan kontrak berakhhir ,
namun PPK menilai penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan , PPK memberikan penyedia
kesempatan utk menyelesaikan pekerjaan, dimuat dalam adendum dan dapat melampaui tahun
anggaran
Serah terima hasil pekerjaan
Penyedia menyampaikan permintaan secara tertulis ke PPK untuk serah terima
barang/jasaapabila pekerjaan selesai 100%
PPK melakukan pemeriksaan thp barang/jasa yg siserahkan
PPK dan Penyedia mentandatangani Berita AcaraSerah Terima
PPKmenyerahkan barang/jasa kepada PA/KPA
Pa/KPA menerima PjPHP/PPHP untuk melakukan pemeriksaan administratif terhadap B/J yg
akan diserahkanterimakan dan dituangkan dalam berita acara
Pengadaan Khusus
Pengadaan B/J dalam rangka penanganan keadaan Darurat
Dilakukan untuk keselamatan/perlindungan masyarakat yg pelaksanaannya tidak dapat ditunda
Keadaan darurat meliputi:
- Bencana alam,bencana sosial
Meliputi siaga darurat, tanggap darurat, transisi darurat ke pemuliha
- Pelaksanaan operasi pertolongan/pencarian
- Kerusakan sarana/prasarana yg dapat mengganggu kegiatan publik
- Bencana alam , encana sosial yg menimpa luar negeri dan berdampak langsung terhadap
keselamatan dan ketrtiban WNI
- Pemberian bantuan kemanusian kepada negara lain y tertimpa bencana
PPK menunjuk penyedia terdekat yg sedng melaksanakan pengadaan B/J sejenis tau pelaku
usaha yg dinilai mampu memenuhi kualifikasi untuk melaksanakan pengadan B/J
Penanganan keadaan darurat dpt dilakukan dgnpenggunaan konstruksi permanen dan
pekerjaannya dapat melewati masa keadaan darurat
Pengaddaan B/J di luar Negeri
Pengadaan sesuai PerPres dan bisa juga menyesuaian dengan ketentuan di negara setempat dan
keentuan lebih lanjut di atur oleh menteri yg menyelengarakan urusan pemerintahan di bidang
luar negeri stelahberkonsultasi dengan LKPP
Pengecualian
Dikecualikan dari perpres adalah :
- Pengadaan B/J pada badan layanan umum
- Pengadaan B/J yg dilaksanakan berdasarkan tarif yg telah dipublikasikan secara luas
kepada masyarakat
- Pengadaan B/J yg dilaksanakan sesuai dgn praktik bisnis yg sudah mapan
- Pengadaan B/J yg telah di atu oleh UU lainnya
Penelitian
Dilakukan oleh:
- PA/KPA pada kementrian/lem/PerangDa sebagai penyelenggara penelitian
Memiliki wewenang:
(1) Menetapkan encana strategis penelitian
(2) Menetapkan program penelitian
(3) Melakkan penjaminan mutu pelaksanaan penelitian
- Pelaksana penelitian
Meliputi :
(1) Individu/ kumpulan individu, PNS / Non PNS
(2) Keentrian/Lem/PerangDA
(3) Perguuan Tinggi
(4) Badan Usaha
Pelaksana pemelitian ditetapkan berdasarkan hasil Kompetensi yg dilakukan melalui proposal
penelitian, pembayaran penelitian bisa bertahap atau sekaligus kontrak dapat melebihi 1 tahun
anggaran
Tender / seleksi international dan dana pinjaman luar negeri atau hibah luar negeri
Dapat dilaksanakan untuk:
- Pengadaan pekejaaan konstruksi dengan nilai paling sedikit diats 1 triliun
- Pengadaan B/Jlainnya dengan nilai palin sedikit diatas 50 miliar
- Pengadaan Jasa konsultansi dgn nilai paling sedikit 25 miliar
- Pengadaan B/J yg dibiayai oleh lembaga penjamin kredit ekspor atau kreditor swasta
asing
Tender/seleksi internasional bisa dilakukan apabila kurang dari nilai di atas apabila pelaku usah
dalam negeri tidak ada yg mampu
Harus melakukan kerjasama dengan pelaku usaha dalam negeri
Minimal dokumen menggunakan bahasa indo dan iggris dan apabila terjadi kesalahan traslasi
maka dokuen yg digunakan adalah yg berbahasa indonesia
Usaha Kecil,Produk dalam negeri dan pengadaaan berkelanjutan
Peran serta usaha kecil
Usaha kecil terdiri dari usaha mikro dan usahakecil
PA/KPA memperluas peran serta usaha kecil
Nilai paket pengadaan baang/pekerjaan konsruksi/jasa lainnya paling banya 2.5 miliyar,
dicadangkan dan peruntukannya untuk usaha kecil kecuali membutuhkan spesifikasi teknis yg
tidak dapat dipenuhi oleh usaha kkecil
LKPP dan kementrian/lem/perangda memperluas peran serta usaha kecil dengan mencantumkan
b/j produksi usaha kecil di katalog elektronik
Penggunaan Produk dalam negeri
Kemen/lem/perda wajib menggunakan b/j dalam negeri kecuali b/j tidak di produksi dalam
negeri atau volume B/j tidak mamp memenuhi kebutuhan maka boleh impor
Kewajiban penggunaan produk dalam negeri wajib digunakan bila ketentuan jika terdapat
peserta menawarkan B/j dengan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ditambah nilai
bobot manfaat perusahaan (BMP) paling rendah 40%
Preferensi harga diberlakukan untuk pengadaan B/J yg bernilai paling sedikit 1 miliar
Preferensi harga diberikan trhadap B/J yg memiliki TKDN paling rendah 25%
Preferensi harga untuk B/J paling tinggi 25%
Peferensi harag untuk pekerjaan konstruksi yg dikerjakan bada usaha nasional paling tinggi
7.5% di atas harga penawaran terendah dari badan usaha asing
Penetapan pemenang berdasarkan Hasil Evaluasi Akhir (HEA)
Rumus HEA = (!-KP) x HP
KP = TKDN x preferensi tertinggi
KP= koefisien Preferensi
HP= harga penawaran setelah koreksi aritmatik
Dalam hal ada 2 atau lebih penawaran HEA terendah yg sama, Penawar TKDN lebih besar
ditetapkan pemenang.
Penagdaan Berkelanjutan
Aspek berkelajutan terdiri atas :
- Aspek ekonomi meliputi biaya produksi B/J sepanjang usia B/J tersebut
- Aspek sosial meliputi pemberdayaan usaha kecil, jaminan kondisi kerja yg
adil,kesetaraan keberagaman
- Aspek lingkungan hidup meliputi pengurangan dampak negatif thp kesehatan, kualitas air
udara,tanah
Pengadaan berkelanjutan dilaksanakan oleh
- PA/KPA dalam merencanakan dan menganggarkan
- PPK menyusun spesifikasi teknis/KAK dan rancangan kontrak pengadaan B/J
- Pokja pemilihan/pejabat pengadaan/agen pengadaaan dalam menyusun dokumen
pemilihan
Pengadaan Barang/jasa secara elektronik
Pengadaan Barang/jasa elektronik digunakan secara elektronik menggunakan sisem informasi yg
terdiri atas sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) dan sistm pendukung
LKPP mengmbangkan sistem SPSE dan pendukung, dan juga mengelola,
mmendukung,membina, mengawasi penyelenggaran E- marketplace pengadaan B/J (dapat
bekerja sama dengan UKPBJ/pelaku usaha)
Pengadaan B/J lektronik memanfaatkan E-marketplace pengadaan B/J menyediakan isfrastruktu
teknis dan layanan dukungan transaksi bagi kementrian/lembaga/Pemda berupa:
- KatALOG ELEKTRONIK
- Toko daring
- Pemilihan penyedia
Ruang lingkup SPSE :
- Perencanaan pengadaan
- Persiapan pengadaan
- Pemilihan penyedia
- Pelaksanaan kontrak
- Serah terima pekerja
- Pengelolaan penyedia
- Katalog elektronik
Sistm pendukung SPSE meliputi:
- Portal pengadaaan nasional
- Pengelolaan SDA pengadaan B/J
- Pengelolaan advokasi dan permasalahan hukum
- Pengelolaan peran serta masyarakat
- Pengelolaan sumber daya pembelajaranmonitoring dan ebvaluasi
Katalog elektronik dapat berupa katalog elektronik nasional,kal=talog elektronik sektoral,
katalog elektronik lokal
yg berisi informasi berupa : jenis,spesifikasi teknis,TKDN,SNI produk industri,harga,negaa
asal,daftar, dll terkait B/J
Pemilihan produk yg dicantumkan dalam katalog elektronil dilaksanakan oleh
Kmentrian/lem/pemda atau LKPP
Pemilihan katalog elektronik dilakukan dengan Tender dan Negosiasi
Layanan pengadaan secara elektronik
Kementrian/lembaga/pemda menyelenggarakan fungsi layanan pengadaan secara elektronik
Meliputi:
- Pengelolaan seluruh sistem informasi pengadaan B/J dan infrastrukturnya
- Pelaksanaan reistrasi dan verfikasi B/J
- Pengembangan sisteminformasi ug dibutuhkan oleh pemangku kepentingan
LKPP menetapkan standar layanan, kapasitas,dan keamanan informasi SPSE dan sistemm
pendukung, melakukan pembinaan dan pengawasan layanan secara elektronik
Sumber Daya Manusia dan kelembagaan
SDM pengadaan B/J
Terdiri atas:
- Pengelola Pengadaan B/J di lingkungan kementrian/Lem/Pemda
- ASN
- Orang yg memiliki kompetensi pengadaan B/J
Menter/Lembaga/Kepala daerah membentuk UKPBJ memiliki tugas menyelenggarakan
dukungan pengadaan B/J pada kementrian/lembaga/Pemda
UKPBJ memeiliki fungsi :
- Pengelolalaan Pengdaan B/J
- Pengelolaan pelayanan pengadaan secara electronik
- Pembinaan Sumberdaya manusia dan kelembagaan pengadaan barang/J
- Pelaksanaan pendsmping/konsultansi atau bidang teknis
- Pelaksanaan tugas lain yg diberikan tugas leh kementrian/lembaga/kepala daeah
Pegawasan,pengaduan,sanksi, dan pelayanan Hukum
Pengawasan Internal
Mentri/kepala lembaga/kepala daerah wajib melakukan pengawasan pengadaan Baang/jasa
melalui aparat pengawasan internal pada kementrian/lembaga/daerah masing2, pengawasan
dalam bentuk audit,reviu, pemantauan,evaluasi, penyelenggaraan whistleblowing system
Pengawasan dilakukan sejak perencanaan,persiapan,pemilihan penyedia,pelaksanaan kontrak,
serah terima pekerjaan
Ruang lingkup pengadaan pengawasan B/J meliputi :
- Pemenuhan nilai manfaat yg sebesar2nya
- Kepatuhan terhadap aturan
- Pencapaian TKDN
- Penggunaan produk dalam negeri
- Pencadangan dan peruntukan paket untuk usaha kecil
- Pengadaan berkelanjutan
Pengawasan dapat dilakukan bersama dengan kementian teknis terkait lembaga yg mempunyai
tugas menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang pengawasan keuangan negara/daerah
dan pembangunan nasional
Hasil pengawasan digunakasn sebagai alat pengendalian pelaksanaan pengadaan B/J
Pengaduan Oleh masyarakat
Masyarakat menyampaikan pengaduan kepada APIP disertai bukti yg faktual,kredible dan
autentik
Aparat penegak hukum meneruskan pengaduan masyarakat kepada APIP untuk ditindaklanjuti
APIP melaporkan hasil tindak lanjut ke menteri/kepala lembaga/kepala daerah
Menteri/kepala lembaga/kepala daerah melaporka kepada instansi yg berwewenang dalam hal
diyakini adanya indikasi KKN yg merugikann keuangan negara
Menteri/kepala lembaga/kepala daerah memfasilitasi masyarakat dalam melakukan pengawasan
thp pengadaaan B/J
LKPP mengemangkan sistem pengadaan pengadaan B/J
Sanksi
Perbuatan/tindakan peserta pemilihan yg dikenakan sanksi dalam pelaksanaan pemilihan
penyedia adalah:
- Mwnyampaikan dokumen atau keterangan palsuuntuk memenuhi persyaratan dalam
dokumen pemilihan (sanksi a dan b selama 2 tahun)
- Terindikasi melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur harga
penawaran (sanksi a dan b 2 tahun)
- Teerindikasi melakukan KKN dalam pemilihan penyedia (sanksi a dan b 2 tahun)
- Mengundurkan diri dengan alasan yg tidak dapat diterima oleh Pokja pemilihan/agen
pengadaan (sanksi b selama 1 tahun)
- Mengundurkan diri/tidak mentandatangani kontrak katalog (sanksi b selama 1 tahun)
-
Perbuatan/tindakan pemenang pemilihan yg telah menerima SPPBJ yg dapat dikenakan sanksi
adalah pemenang pemilihan mengundurkan diri sebelum penandatanganan kontrak (sanksi c
selama 6 bulan dalam pelanggaran surat pesanan, sanksi d untuk pelanggaran kontrak pada
katalog elektronik selama 1 tahun)
Perbuatan/tindakan penyedia yg dapat terkena sanksi adalah:
- Tidak melaksanakn kontrak,tidak menyelesaikan pekerjaan,tidak melaksanakan
kewajiban dalam masa pemelihaaan
- Menyebabkan kegagalan bangunan
- Menyeahkan jaminan yg tidak dapat dicairkan
- Melakukan kesalahan perhitungan volume hasil pekerjaan berdasarkan hasil audit
- Terlambat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak
Perbuatan atau tindakan sebagaiman dimaksud leh 3 poin di atas dikenakan:
a) Sanksi digugurkan dalam pemilihan
b) Sanksi pencairan jaminan
c) Sanksi daftar hitam
d) Sanksi ganti kerugian
e) Sanksi denda
Sanksi dietapkan leh kemenrian/lembaga/perangkat daerah atas usulan pokja
pemilihan/pejaba pengadaan, agen pengadaan, PPK
*sangksi diteapkan oleh PA/KPA atas Atas usulan pejabat pengadaan/pokja pemilihan
/agen pengadaan
Daftar Hitam Nasional
PA/KPA menyamapikan dentitas peserta pemilihan/penyedia yg dikenakan sanksi daftar hitam
kpd unit kerja ygmelaksanakan fungsi layanan pngadaan secara elektronik untuk ditayangan
dalam daftar hitam nasional
LKPP menyelanggarakan daftar hitam nasional
Pelayanan Hukum bagi pelaku pengadaan Barang/ Jasa
Kementrian/lem/pemda wajibmemberikan pelayanan hukum kepada pelaku engadaan baang/jasa
dalam menghadapi permasalahan hukum terkait pengadaan B/J, sejak proses penyelidikan
hingga putusan pengadilan