Anda di halaman 1dari 19

FILARIASIS

Rahma Cita Halida/ 10.080

Definisi
Infeksi yang disebabkan oleh Wuchereria bancrofti. Infeksi yang disebabkan oleh Brugia malayi dan Brugia timori.

Epidemiologi (Bancrofti)
Terserbar luas di daerah yg berikim tropis di seluruh dunia. >> di pedesaan, tapi bisa juga di perkotaan. >> usia dewasa muda, >> sosio ekonomi rendah. >> laki-laki.

Epidemiologi (Brugia m, t)
Hanya di pedesaan. >> usia dewasa muda. >> di pesawahan, pinggir pantai/aliran sungai dengan rawa-rawa. Brugia malayi: Indonesia Sumatera sampai kepulauan Maluku. Brugia timori: Indonesia timur di Pulau Timor, Flores, Rote, beberapa pulau kecil di NTT.

Gejala Klinis (Bancrofti)


Gejala klinis disebabkan oleh mikrofilaria dan cacing dewasa baik yg hidup maupun yg mati. Stadium mikrofilaremia tanpa gejala klinis: PF: pembesaran KGB terutama inguinal. Px darah: ditemukan mikrofilaria dalam jumlah besar dan eosinofilia. Saat cacing dewasa mati, mikrofilaria dapat menghilang tanpa paisen menyadari adanya infeksi.

Manifestasi akut/ dengan peradangan: Demam tinggi, menggigil, lesu, sakit kepala, muntah. Limfangitis dan limfadenitis, lebih sering di ekstremitas bawah, nisa mengenai alat kelamin dan payudara. Berlangsung 3-15 hari dan bisa terjadi beberapa kali dlm setahun. Limfangitis akan meluas ke daerah distal dari kelenjar yg terkena temapt cacing ini tinggal. Pada laki-laki, umumnya terdapat funikulitis+penebalan dan nyeri, epididimitis, orkitis, pembengkakan skrotum.

Manifestasi kronik/ menahun/ dgn penyumbatan: Manifestasi utama hidrokel, limfedema, elefantiasis yg mengenai seluruh tungkai, lengan, testis, payudara, vulva. Kadang terjadi chyluria, yaitu urin menjai berwarna putih susu yg terjadi karena dilatasi pemb. Limfe pd sistem sekretori dan urinari.

Limfedema tungkai dapat dibagi menjadi 4 tingkat: 1. Edema pitting pada tungkai reversibel bila tungkai diangkat. 2. Pitting/non-pitting edema irreversibel bila tungkai diangkat. 3. Edema non-pitting, ireversibel meskipun tungkai diangkat, kulit menjadi tebal. 4. Edema non-pitting dengan jaringan fibrosis dan verukosa pd kulit (elefantiasis).

Gejala Klinis (Brugia)


Stadium akut: Serangan demam dan gejala peradangan sal. dan kel. limfe, hilang timbul berulang kali. Limfadenitis biasanya mengenai kel limfe inguinal di satu sisi dan sering timbul setelah bekerja berat di ladang/sawah. Kadang peradangan pd kel limfe ini menjalar ke bawah, mengenai sal limfe timbul limfangitis retrograd.

Peradangan pd sal limfe dapat menjalar ke daerah sekitarnya timbul infiltrasi pada seluruh paha atas. Limfadenitis dapat berkembang menjadi bisul pecah ulkus sembuh bekas sebagai jar parut. Pembesaran kel limfe ini dapat juga dilihat sebagai tali yg memanjang. Alat kelamin dan payudara tidak pernah terkena.

Elefantaisis hanya mengenai tungkai bawah, di bawah lutut, kadang lengan dibawah siku. Penyakit urogenital dan chyluria tidak pernah terjadi. Secara klinis perbedaan gejala B. Malayi dan Timori: pada penderita B. Timori adanya kantung air (water-bag) pada lesi dan fisura di pergelangan kaki.

Pemeriksaan
Diagnosis parasitologi dan imunologi: menemukan mikrofilaria dlm darah, cairan hidrokel, cairan chyluria pada px sediaan darah tebal/ tipis yg dipulas dgn pewarnaan Giemsa dan Wright pengambilan darah dilakukan pd malam hari (setelah pukul 20.00).

PCR mendeteksi DNA parasit. ELISA dan ICT px antigen parasit yg bersirkulasi. Px serologi anitbodi yg spesifik dgn menggunakan antibodi subkals Ig64

Radiodiagnosis USG Doppler skrotum dan KGB memberikan gambaran cacing yg bergerak aktif (filaria dance sign). Limfoskintigrafi dgn dextran/ albumin yg ditandai dgn zat radio aktif adanya abnormalitas sistem limfatik (walaupun asimptomatik).

Terapi
Perawatan umum: Istirahat di tempat tidur, pindah tempat ke daerah yg dingin akan mengurangi derajat serangan akut. Antibiotik untuk infeksi sekunder dan abses. Pengikatan di daerah pembendungan untuk mengurangi edema.

Pengobatan infeksi Dietilcarbamazine (DEC) 6 mg/kgBB/hari selama 12 hari dapat diulang 1-6 bulan kemudian. Bila perlu DEC selama 2 hari per bulan (6-8 mg/kgBB/hari). Ivermektin Dosis tunggal 400 ug/kgBB, hanya membunuh mikrofilaria. Albendazol 400 mg dosis tunggal.

Pengobatan penyakit Terapi bedah: limfangioplasty, prosedur jematan limfe, transposisi flap omentum, eksisi radikal dan graft kulit, anastomosis pemb limfe tepi ke dalam, bedah mikrolimfatik. Chyluria: terapi nutrisi rendah lemak, tinggi protein dan cairan, suplemen tambahan trigliserida rantai sedang.

Prognosis
Pada kasus dini dan sedang, prognosis baik terutama bilsa pasien pindah dari daerah endemik. Pengawasan daerah endemik dapat dilakukan dengan pemberian obat serta pemberantasan vektornya. Pada kasus lanjut terutama dengan edema tungkai, prognosis lebih buruk.

Pencegahan
Pencegahan pribadi Penggunaan obat nyamuk semprot/oles. Kelambu. Insektisida. Pencegahan massal 2 regimen obat Albendazol 400 mg dan Ivermectin 200 mg/kgBB dosis tunggal, 1 kali per tahun. DEC dalam bentuk garam, 0,2-0,4 % selama 9-12 bulan.