Anda di halaman 1dari 16

ANATOMI NERVUS FASIALIS

Anatomi nervus fasialis mempunyai 4


buah inti yaitu :
1. Nukleus Fasialis untuk saraf
Somatomotoris
2. Nukleus Salivatorius Superior untuk
saraf Viseromotoris
3. Nukleus Solitarius untuk saraf
Viserosensoris
4. NukleuS Sensoris Trigeminus untuk
saraf Somatosensoris

BELLS PALSY
1821 oleh seorang anatomis dan dokter bedah
bernama Sir Charles Bell.
Kelemahan wajah dengan tipe lower motor neuron
Keterlibatan saraf fasialis idiopatik di luar sistem
saraf pusat, tanpa adanya penyakit neurologik
lainnya.
Paresis atau paralisis fasial perifer yang terjadi tibatiba, bersifat unilateral tanpa penyebab yang jelas.

BELLS PALSY
Walaupun etiologinya tidak diketahui,
ada 4 teori yang diajukan sebagai
penyebab Bells Palsy, yaitu:
1. Teori Iskemik Vaskuler
2. Teori Infeksi Virus
3. Teori Herediter

Proses akhir yang dianggap bertanggung jawab


atas gejala klinik Bells Palsy adalah proses
edema yang menyebabkan kompresi N.VII. Pulec
memandang Bells Palsy sebagai suatu sindroma
kompresi saraf fasialis atau suatu entrapment
syndrome

Tentukan apakah lesi tersebut upper motor neuron (UMN) atau lower
motor neuron (LMN)

Sifat-sifat klinis yang membedakan lesi UMN dan LMN

Berikut ini adalah penyakit lain yang dapat


menyebabkan paresis fasialis perifer, yaitu

Otitis Media
Kolesteatom
Herpes Zoster Otitis
GBS dan MG
Trauma
Penyakit-penyakit sistemik

Terapi farmakologi ;
Kortikosteroid
Antiviral

Kira-kira 75% pasien Bells Palsy mengalami penyembuhan


sempurna, kebanyakan dalam 2 sampai 3 minggu, 15% lainnya
mengalami penyembuhan yang memuaskan tetapi mungkin
menderita asimetris wajah ringan, suatu gangguan sisa yang
dapat diperlihatkan pada penguji klinis, atau reinervasi yang
abnormal.

Beberapa komplikasi yang sering


terjadi akibat Bells Palsy3 :

Kontraktur otot wajah


Crocodile tear phenomenon
Sinkenesis
Spasme otot wajah
Neuralgia Genikulatum