Anda di halaman 1dari 56

INFEKSI MARGINAL RESESI GUSI

&

`

Disusun oleh:

Mochamad Renaldi 1301-1211-0606

Muhammad Naiem

1301-1211-3572

INFEKSI MARGINAL RESESI GUSI & ` Disusun oleh: Mochamad Renaldi 1301-1211-0606 Muhammad Naiem 1301-1211-3572
Infeksi Marginal Infeksi Marginal

Infeksi Marginal

Infeksi Marginal

I I
I I
Infeksi Marginal Infeksi Marginal I I  Rute Infeksi pada gigi: ◦ Koronal ◦ Marginal ◦

Rute Infeksi pada gigi:

Koronal

Marginal

Pembuluh darah

Infeksi

Marginal

Plak

Infeksi Marginal Plak Gingivitis Marginalis Kalkulus Periodontitis Abses Periodontal Kronis Jaringan sekitar
Gingivitis Marginalis
Gingivitis
Marginalis

Kalkulus

Periodontitis

Infeksi Marginal Plak Gingivitis Marginalis Kalkulus Periodontitis Abses Periodontal Kronis Jaringan sekitar
Infeksi Marginal Plak Gingivitis Marginalis Kalkulus Periodontitis Abses Periodontal Kronis Jaringan sekitar

Abses

Infeksi Marginal Plak Gingivitis Marginalis Kalkulus Periodontitis Abses Periodontal Kronis Jaringan sekitar

Periodontal

Akut

Kronis

Jaringan sekitar
Jaringan
sekitar

Infeksi Marginal

Sequelae infeksi Marginal

Sisa Makanan

Bakteri

Waktu

Infeksi Marginal Sequelae infeksi Marginal Sisa Makanan Bakteri Waktu plak Calculus Invasi gingiva melalui gingival pocket
Infeksi Marginal Sequelae infeksi Marginal Sisa Makanan Bakteri Waktu plak Calculus Invasi gingiva melalui gingival pocket
Infeksi Marginal Sequelae infeksi Marginal Sisa Makanan Bakteri Waktu plak Calculus Invasi gingiva melalui gingival pocket
Infeksi Marginal Sequelae infeksi Marginal Sisa Makanan Bakteri Waktu plak Calculus Invasi gingiva melalui gingival pocket

plak

Infeksi Marginal Sequelae infeksi Marginal Sisa Makanan Bakteri Waktu plak Calculus Invasi gingiva melalui gingival pocket

Calculus

 
Infeksi Marginal Sequelae infeksi Marginal Sisa Makanan Bakteri Waktu plak Calculus Invasi gingiva melalui gingival pocket
Invasi gingiva melalui gingival pocket
Invasi gingiva
melalui gingival
pocket

Infeksi Marginal

Gingivitis

marginalis

 
Gingivitis marginalis
Infeksi Marginal Gingivitis marginalis Merusak Epithelial attachment pada cementoenamel junction Inflamasi membran periodental Kebiasaan buruk Menggunakan

Merusak Epithelial

attachment pada cementoenamel junction

 
Infeksi Marginal Gingivitis marginalis Merusak Epithelial attachment pada cementoenamel junction Inflamasi membran periodental Kebiasaan buruk Menggunakan
Infeksi Marginal Gingivitis marginalis Merusak Epithelial attachment pada cementoenamel junction Inflamasi membran periodental Kebiasaan buruk Menggunakan

Inflamasi membran periodental

 
Infeksi Marginal Gingivitis marginalis Merusak Epithelial attachment pada cementoenamel junction Inflamasi membran periodental Kebiasaan buruk Menggunakan

Kebiasaan buruk

Menggunakan tusuk gigi

Trauma Gigitan

 
Infeksi Marginal Gingivitis marginalis Merusak Epithelial attachment pada cementoenamel junction Inflamasi membran periodental Kebiasaan buruk Menggunakan
Gigi non vital (tidak selalu) Periodontitis Meluas ke apex dental Abses Periodental
Gigi non vital
(tidak selalu)
Periodontitis
Meluas ke apex
dental
Abses
Periodental

Gingival Abses

Jaringan Periodontium
Jaringan Periodontium

PERIODONTIUM:

Jaringan

Jaringan Periodontium  PERIODONTIUM: Jaringan mengelilingi dan memperkuat gigi ( barrier invasi bakteri) ◦ Terdiri dari:

mengelilingi dan memperkuat

gigi (barrier invasi bakteri) Terdiri dari:

Alveolar bone Cementum Gingiva Periodontal ligament

Jaringan Periodontium  PERIODONTIUM: Jaringan mengelilingi dan memperkuat gigi ( barrier invasi bakteri) ◦ Terdiri dari:
Jaringan Periodontium  PERIODONTIUM: Jaringan mengelilingi dan memperkuat gigi ( barrier invasi bakteri) ◦ Terdiri dari:
Jaringan Periodontium  PERIODONTIUM: Jaringan mengelilingi dan memperkuat gigi ( barrier invasi bakteri) ◦ Terdiri dari:
Gingiva * Jaringan lunak yang menempati cavum oral (mukosa). Tipe gingiva : 1. Marginal gingiva (Free)

Gingiva

* Jaringan lunak yang menempati cavum oral (mukosa).

Tipe gingiva :

1. Marginal gingiva (Free) Not attached to bone 2. Attached Gingiva Firmly attached to the underlying
1. Marginal gingiva (Free)
Not attached to bone
2.
Attached Gingiva
Firmly attached to
the underlying bone
3. Interdental Gingival
Extension of the free gingiva
fills the space between two teeth

Pocket

Pocket adalah celah yang terdapat diantara gigi dengan gusi.

Pocket  Pocket adalah celah yang terdapat diantara gigi dengan gusi.  Klasifikasi 1) Gingival pocket

Klasifikasi pocket:

1) Gingival pocket (false pocket, relative pocket, pseudopocket)

yaitu pocket yang terbentuk dari pembesaran gingiva tanpa terjadinya destruksi dari jaringan periodontal.

Pocket  Pocket adalah celah yang terdapat diantara gigi dengan gusi.  Klasifikasi 1) Gingival pocket

Sulkus terbentuk menjadi lebih dalam karena adanya

proses peningkatan dari massa gingiva.

2). Periodontal pocket (true pocket, absolute pocket) Terjadinya destruksi jaringan periodontal. Bertambahnya kedalaman sulkus dan terjadi loosening dan exfoliation teeth.

2). Periodontal pocket ( true pocket, absolute pocket ) Terjadinya destruksi jaringan periodontal. Bertambahnya kedalaman sulkus
 Pada pocket,terdapat:  Debris mikroorganisme danproduknya  Cairan gingiva  Sisa makanan  Musin gingiva
 Pada pocket,terdapat:
 Debris
mikroorganisme
danproduknya
 Cairan gingiva
 Sisa makanan
 Musin gingiva
 Desquamasi sel-sel
epitelial
 Leukosit

Pathogenesis

Degeneras

 
Inflamasi i jar.ikat Collagen

Inflamasi

Inflamasi i jar.ikat Collagen

i jar.ikat

Inflamasi i jar.ikat Collagen

Collagen

Inflamasi i jar.ikat Collagen

Plak

gingival

sekitar

fibers

 

sulcus

(gingival

loss

 

fibers)

Proliferasi

sel apikal

sel apikal Deepening

Deepening

junctional

pocket

epithelium

Pathogenesis Degeneras Inflamasi i jar.ikat Collagen Plak gingival sekitar fibers sulcus (gingival loss fibers) Proliferasi sel

Initial deepening of pocket:

Terjadi di junctional epithelium (intraepithelial cleavage)

Pathogenesis Degeneras Inflamasi i jar.ikat Collagen Plak gingival sekitar fibers sulcus (gingival loss fibers) Proliferasi sel

Plak

Plak Plak : : lapisan lapisan bening bening dan dan tipis tipis yang yang

terdiri terdiri dari dari mukus mukus dan dan bakteri bakteri yang yang

menyelimuti menyelimuti gigi. gigi.

Plak Plak dapat dapat terlihat terlihat

dengan dengan pewarnaan pewarnaan

menggunakan menggunakan

disclosing disclosing agent. agent.

Plak Plak Plak : : lapisan lapisan bening bening dan dan tipis tipis yang yang terdiri
Plak Plak Plak : : lapisan lapisan bening bening dan dan tipis tipis yang yang terdiri
Plak Plak Plak : : lapisan lapisan bening bening dan dan tipis tipis yang yang terdiri

Pembentukan

Pembentukan

Plak Plak Kontak Kontak dengan dengan Gigi Gigi bersih bersih saliva saliva + + sisa sisa
Plak
Plak
Kontak Kontak dengan dengan
Gigi Gigi bersih bersih
saliva saliva + + sisa sisa
makanan, makanan, dll dll
Irreversible Irreversible
interaction interaction
Kolonisasi Kolonisasi awal awal
antara antara cell cell dan dan
pellicle pellicle
Plak Plak gigi gigi
Kolonisasi Kolonisasi
(dental (dental plaque) plaque)
sekunder sekunder
1-2 1-2 hari hari

Musin Musin dan dan

bakteri bakteri

menempel menempel pada pada

permukaan permukaan gigi gigi

(film) (film)

Pembentukan Pembentukan Plak Plak Kontak Kontak dengan dengan Gigi Gigi bersih bersih saliva saliva + +

Ikatan Ikatan reversible reversible

antara antara microba microba

dengan dengan film film

Kalkulus

Kalkulus

Kalkulus adalah suatu

endapan amorf atau kristal

lunak yang terbentuk akibat

mineralisasi plak pada gigi.

Kalkulus Kalkulus Kalkulus adalah suatu endapan amorf atau kristal lunak yang terbentuk akibat mineralisasi plak pada
Pembentukan Kalkulus Pembentukan Kalkulus Mineralisasi Mineralisasi PLAK PLAK Bakteri Bakteri (Ca-fosfat, (Ca-fosfat, Ca-carbonat, Ca-carbonat, Mg- Mg-
Pembentukan Kalkulus
Pembentukan Kalkulus
Mineralisasi Mineralisasi
PLAK PLAK
Bakteri Bakteri
(Ca-fosfat, (Ca-fosfat, Ca-carbonat, Ca-carbonat, Mg- Mg-
fosfat) fosfat)

KALKUL KALKUL

US US

Tipe Kalkulus

Tipe Kalkulus

KALKULUS

SUBGINGIV

AL

Terletak di bawah margin gingiva (di dalam sulcus)

Warna kekuningan

Bakteri anaerob

Sumber mineral:

Tipe Kalkulus Tipe Kalkulus KALKULUS SUBGINGIV AL  Terletak di bawah margin gingiva (di dalam sulcus)

KALKULUS

SUPRAGINGI

VAL

Terletak di atas margin gingiva Warna kehitaman Bakteri aerob Sumber

mineral:

saliva

Tipe Kalkulus Tipe Kalkulus KALKULUS SUBGINGIV AL  Terletak di bawah margin gingiva (di dalam sulcus)
serum darah
serum darah

Banyak ditemukan di:

(dekat dengan muara

kelenjar saliva)

Sisi bukal M1 dan M2 maksila

Sisi lingual I1 dan I2 mandibula

Plak VS Kalkulus

Plak VS Kalkulus

PLAK KALKULUS Kandungan Bakteri dalam matriks muko-polisakarida Endapan yang terkalsifikasi, terdiri dari 80% garam anorganik (terutama
PLAK
KALKULUS
Kandungan
Bakteri dalam matriks
muko-polisakarida
Endapan yang
terkalsifikasi, terdiri
dari 80% garam
anorganik (terutama
kalsium dan fosfat)
Warna
Tidak berwarna.
Berwarna merah bila
diwarnai oleh
disclosing agent
Kekuningan –
kecoklatan –
kehitaman
Waktu terbentuk
Beberapa saat setelah
makan
•Kalkulus supragingiva:
2 minggu
•Kalkulus subgingiva:
berbulan-bulan
Dengan menggosok
gigi
Hilang
Tidak hilang

Gingivitis

Gingivitis : inflamasi yang terjadi hanya pada

jaringan lunak di sekitar gigi; tidak melibatkan

tulang alveolar, ligamen periodontal, atau

cementum.

MO: Streptococci, Ancinomyces -> Bacteroides intermedius

dan batang gram

Lokal

Lokal

Sistemik`

Sistemik`
Gingivitis Gingivitis : inflamasi yang terjadi hanya pada jaringan lunak di sekitar gigi; tidak melibatkan tulang

Etiologi

Calculus

DM

Trauma gusi akibat menyikat gigi terlalu keras, tusuk gigi

Pubertas

Kehamilan

Malposisi gigi (sulit dibersihkan plak)

Defisiensi vitamin B dan C

Kebiasaan kurang baik (mis:

bernapas melalui mulut)

Kelainan darah (leukemia, anemia aplastik)

Gingivitis Gingivitis : inflamasi yang terjadi hanya pada jaringan lunak di sekitar gigi; tidak melibatkan tulang

Obat: Dilantin

Faktor

Faktor Risiko  Higienitas oral : tersering  Umur : meningkat pada pubertas  Hormonal :

Risiko

Higienitas oral : tersering

Umur : meningkat pada pubertas

Hormonal :

progesteron meningkatkan permeabilitas pembuluh darah (hamil, KB)

Merokok :

Tembakau mengganggu fungsi

komposisi plak
komposisi plak

fagositik PMN dan mengubah

Faktor Risiko  Higienitas oral : tersering  Umur : meningkat pada pubertas  Hormonal :
Patogenes is MO pada sulkus gusi mensintesis produk seperti kolagenase, hialuronidase, protease, kondroitin sulfatase, & endotoksin.
Patogenes
is
MO pada
sulkus gusi
mensintesis
produk seperti
kolagenase,
hialuronidase,
protease,
kondroitin
sulfatase, &
endotoksin.
Zat-zat ini
merusak epitel
& jaringan ikat
seperti
kolagen
glikokaliks.
Pelebaran
pada ruang
antar sel epitel
yang
menyebabkan
bakteri masuk
kedalam
jaringan ikat
Produk
mikroorganism
e
mengaktivasi
reaksi radang
sehingga
terbentuk
vasoaktif yang
menimbulkan
GINGIVITIS.
Patogenes is MO pada sulkus gusi mensintesis produk seperti kolagenase, hialuronidase, protease, kondroitin sulfatase, & endotoksin.

Manifestasi

Klinis

GINGIVA SEHAT GINGIVITIS Berwarna merah muda Berwarna merah Stippled Stippling hilang Papila interdental tajam Papila interdental
GINGIVA SEHAT
GINGIVITIS
Berwarna merah muda
Berwarna merah
Stippled
Stippling hilang
Papila interdental tajam
Papila interdental
(knife edge)
membulat
Konsistensi padat
Bengkak
Sulkus gingiva dangkal
Pseudopocket
Tidak ada eksudat
Meningkatnya gingival
crevicular fluid (GCF)
Normal * Pseudopocket Gingivitis Pocket yang terbentuk karena pembesaran gusi ke arah atas sehingga pocket seolah

Normal

Normal * Pseudopocket Gingivitis Pocket yang terbentuk karena pembesaran gusi ke arah atas sehingga pocket seolah

* Pseudopocket

Normal * Pseudopocket Gingivitis Pocket yang terbentuk karena pembesaran gusi ke arah atas sehingga pocket seolah

Gingivitis

Pocket yang terbentuk karena pembesaran gusi ke arah atas sehingga pocket seolah bertambah

dalam.
dalam.
Klasifikasi Berdasarkan Penyebab
Klasifikasi Berdasarkan
Penyebab

Dental plaque-induced gingival diseases Gingivitis associated with plaque only Gingival diseases modified by systemic factors Gingival diseases modified by medications Gingival diseases modified by malnutrition

Non-plaque-induced gingival lesions Gingival diseases of specific bacterial origin Gingival diseases of viral origin Gingival diseases of fungal origin Gingival diseases of genetic origin Gingival manifestations of systemic conditions Traumatic lesions

Klasifikasi Berdasarkan Penyebab  Dental plaque-induced gingival diseases  Gingivitis associated with plaque only  Gingival

Foreign body reactions

Not otherwise specified

Klasifikasi Berdasarkan Letak

Gingivitis lokalisata

Melibatkan gusi pada satu atau sekelompok gigi

Gingivitis generalisata

Melibatkan seluruh gusi

Klasifikasi Berdasarkan Letak  Gingivitis lokalisata ◦ Melibatkan gusi pada satu atau sekelompok gigi  Gingivitis

Gingivitis marginalis Melibatkan bagian marginal

gusi, dapat juga melibatkan

attached gingiva

Gingivitis papilaris Melibatkan papilla interdental, melebar ke gingiva marginal

sebelahnya

Klasifikasi Berdasarkan

Progresi

Initial gingivitis (2-4 hari) Terjadi di sekeliling dasar sulkus gusi Dilatasi pembuluh darah kecil Perubahan inflamasi akut seperti migrasi PMN dan aliran cairan crevicular meningkat

Early gingivitis (4-7 hari) Infiltrasi limfosit Profilerasi vaskular Eritema Perdarahan saat probing

Klasifikasi Berdasarkan Progresi  Initial gingivitis ( 2-4 hari) ◦ Terjadi di sekeliling dasar sulkus gusi
Klasifikasi Berdasarkan Progresi  Initial gingivitis ( 2-4 hari) ◦ Terjadi di sekeliling dasar sulkus gusi
 Established gingivitis (14-21 hari) ◦ Proliferasi vaskular ◦ Stasis aliran darah ◦ Perubahan warna, ukuran,

Established gingivitis

(14-21 hari)

Proliferasi vaskular

Stasis aliran darah

Perubahan warna,

ukuran, dan tekstur

gusi

Advanced gingivitis

Terjadi perluasan lesi ke t

alveolar

 Established gingivitis (14-21 hari) ◦ Proliferasi vaskular ◦ Stasis aliran darah ◦ Perubahan warna, ukuran,

Penatalaksana

an

Membersihkan gigi dengan scaling Pemberian obat kumur (bila perlu) Konseling kebersihan gigi

Pembersihaan plak setiap hari dengan sikat gigi secara teratur dan benar

Penatalaksana an • Membersihkan gigi dengan scaling • Pemberian obat kumur (bila perlu) • Konseling kebersihan

Prognosi

Penatalaksana an • Membersihkan gigi dengan scaling • Pemberian obat kumur (bila perlu) • Konseling kebersihan

s

Quo ad vitam: ad bonam

Quo ad functionam: ad bona

Quo ad sanationam: dubia

PEriodontitis

Inflamasi yang

mengenai struktur

pendukung dari gigi

seperti ligament

periodontal, tulang

alveolar, dan cementum.

PEriodontitis Inflamasi yang mengenai struktur pendukung dari gigi seperti ligament periodontal, tulang alveolar, dan cementum. Bakteri
PEriodontitis Inflamasi yang mengenai struktur pendukung dari gigi seperti ligament periodontal, tulang alveolar, dan cementum. Bakteri
PEriodontitis Inflamasi yang mengenai struktur pendukung dari gigi seperti ligament periodontal, tulang alveolar, dan cementum. Bakteri

Bakteri utama penyebab periodontitis:

Actinobacillus actinomycetemcomitans Porphyromonas gingivalis

PEriodontitis Inflamasi yang mengenai struktur pendukung dari gigi seperti ligament periodontal, tulang alveolar, dan cementum. Bakteri

Bacteroides forsythus

Patogenes

is ...

Karang gigi dan deposit lain dalam sulcus gingival mendesak ke arah apikal

membran periodontal putus

timbul kantung periodontal yang semakin dalam

hubungan cementum dan tulang alveolar terputus

terjadi resorpsi
terjadi resorpsi

tulang alveolar dan gigi lepas

Patogenesis

Patogenesis
Patogenesis
Patogenesis
Patogenesis

Manifestasi

Klinis

Gejala-gejala periodontitis:

Perkusi (+)

Mobilitas (+)

Resesi gusi

Gigi bertambah panjang

Halitosis

Manifestasi Klinis Gejala-gejala periodontitis: • Perkusi (+) • Mobilitas (+) • Resesi gusi • Gigi bertambah

True pocket (saku > 3 mm)

• True pocket (saku > 3 mm)
• True pocket (saku > 3 mm)

Penatalaksanaa

Penatalaksanaa n  Pembersihan karang gigi  Root planning (membersihkan sisa kalkulus dan semen nekrotik agar

n

Pembersihan karang gigi

Root planning (membersihkan sisa kalkulus dan semen nekrotik agar permukaan akar halus)

Mobilitas gigi (wiring- pengikatan gigi dengan kawat khusus, ekstaksi jika mobilitas tinggi)

Penatalaksanaa n  Pembersihan karang gigi  Root planning (membersihkan sisa kalkulus dan semen nekrotik agar
Penatalaksanaa n  Pembersihan karang gigi  Root planning (membersihkan sisa kalkulus dan semen nekrotik agar
Prognos is
Prognos
is

Quo ad vitam: ad bonam

Quo ad functionam: ad bonam

Quo ad sanationam: ad bonam

Abses periodontal

Abses periodontal Peradangan supuratif yang muncul dalam jaringan periodontal yang terlokalisasi dan terdapat di sepanjang sisi

Peradangan

supuratif yang

muncul dalam

jaringan periodontal

yang terlokalisasi

dan terdapat di

sepanjang sisi gigi.

Abses periodontal Peradangan supuratif yang muncul dalam jaringan periodontal yang terlokalisasi dan terdapat di sepanjang sisi
  • 1. Gram negatif, paling banyak:

-Prevotella melaninogenica

Abses periodontal Peradangan supuratif yang muncul dalam jaringan periodontal yang terlokalisasi dan terdapat di sepanjang sisi
2. Anaerob
2.
Anaerob

-Fusobacterium spp

Patogenesi s ...

1. Perluasan infeksi dari periodontal pocket ke dalam jaringan periodontal sehingga terjadi proses supurasi lokal yang berbatas tegas.

2. Akumulasi pus ini pada akhirnyadrainase melalui orifisium pocket atau melalui pembentukan saluran fistula melalui dinding pocket ke dalam gingival atau mukosa. Abses

terganggu.
terganggu.

terbentuk bila drainase ke pocket

3. Proses penting yang mengubah lesi

inflamatorik kronik

dari periodontitis

menjadi

abses

dimengerti:

akut

tidak begitu

Keseimbangan antara pertahanan host dan flora bakteri di dalam pocket terganggu, menyebabkan organisme dapat menyerang dan berkembang di dalam jaringan pengikat gingival.

Penyakit melitus

sistemik

(Cth.

diabetes

atau

kemoterapi)

yang

mengganggu

infeksi.
infeksi.

resistensi

terhadap

Manifestasi

Klinis

Tanda-tanda akut:

pembengkakan sepanjang aspek lateral dari

akar gigi

Gingiva yang terlibat akan mengalami

edema,

hiperemis,

stippling menghilang, dan permukaannya

mengkilap.

Pus dapat keluar dari gingival margin

dengan penekanan oleh jari.

Gejala Akut:

nyeri yang berdenyut menyebar, bengkak

• nyeri bila dipalpasi
• nyeri bila dipalpasi

gigi goyang, bau mulut, Limfadenopati

gejala sistemikdemam, leukositosis, dan malaise

Manifestasi

Klinis

Tanda Kronis:

Terbentuknya fistula di mukosa gingiva

yang ada di sepanjang akar

Fistula ini mungkin saja tertutup oleh

jaringan granulasi.

Riwayat sering keluar pus

Gejala Kronis:

sakit tumpul yang berulang,

Gigi memanjang

Manifestasi Klinis Tanda Kronis: • Terbentuknya fistula di mukosa gingiva yang ada di sepanjang akar •

Penatalaksanaa

n

Pro rontgen foto

Insisi Drainase & debridement

Meredakan gejala klinis (sakit-

painkiller)

AB empiris (Penicillian,

Tetrasiklin)

Root planning + scaling

Quo ad vitam: ad bonam

Quo ad functionam: dubia

is
is

Prognos

Quo ad sanationam: dubia

2 2
2 2

Resesi Resesi Gusi Gusi

Pergeseran jaringan periodontal

Pergeseran jaringan periodontal

kearah apikal dari cementoenamel

kearah apikal dari cementoenamel

junction (CEJ) yang mengakibatkan

junction (CEJ) yang mengakibatkan

terpaparnya permukaan akar gigi

terpaparnya permukaan akar gigi

2 2 Resesi Resesi Gusi Pergeseran jaringan periodontal Pergeseran jaringan periodontal kearah apikal dari cementoenamel kearah
Kondisi ini ditandai dengan hilangnya serat-serat jaringan ikat periodontal beserta semen dan tulang alveolar
Kondisi ini ditandai
dengan hilangnya
serat-serat jaringan
ikat periodontal
beserta semen dan
tulang alveolar

Etiologi

Diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor infeksi, mekanik, anatomik dan sistemik

Etiologi  Diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor infeksi, mekanik, anatomik dan sistemik

Faktor Infeksi

Infeksi biasanya berasal dari mikroba yang berpenetrasi pada gigi- gigi yang rusak atau pada saku gusi yang dalam

Higiene mulut buruk -> Plak

Plak pd enamel -> Defek pada cementoenamel junction (CEJ), Irregularitas pada permukaan semen, Kehilangan serabut gingival dan periodontal

Faktor Infeksi  Infeksi biasanya berasal dari mikroba yang berpenetrasi pada gigi- gigi yang rusak atau

Faktor Mekanik

Toothbrushing trauma

Gigi tiruan/ prosthetic (protesa/removable partial denture)

Lip piercing trauma

Trauma yang disebabkan karena perawatan ortodontik

Faktor Mekanik  Toothbrushing trauma  Gigi tiruan/ prosthetic (protesa/removable partial denture)  Lip piercing trauma

Faktor Anatomik

Variasi anatomi perorangan

Faktor Anatomik  Variasi anatomi perorangan

Faktor Sistemik

Defisiensi vitamin C Diabetes mellitus Kelainan endokrin

Faktor Sistemik  Defisiensi vitamin C  Diabetes mellitus  Kelainan endokrin

Patogenesis

Kolonisasi Bakteri

Patogenesis Kolonisasi Bakteri Reaksi Inflamasi Bakteri Masuk ke Saku Periodontal Menempel ke Dasar Permukaan Lesi Inflamasi

Reaksi Inflamasi

Patogenesis Kolonisasi Bakteri Reaksi Inflamasi Bakteri Masuk ke Saku Periodontal Menempel ke Dasar Permukaan Lesi Inflamasi

Bakteri Masuk ke Saku Periodontal

Patogenesis Kolonisasi Bakteri Reaksi Inflamasi Bakteri Masuk ke Saku Periodontal Menempel ke Dasar Permukaan Lesi Inflamasi
Menempel ke Dasar Permukaan Lesi Inflamasi dan Kerusakan Jar Periodontal
Menempel ke Dasar
Permukaan
Lesi Inflamasi dan
Kerusakan Jar
Periodontal

Gejala Klinis

Sensitif terhadap makanan tertentu (terutama makanan manis) dan minuman dingin

Pasien mengeluh giginya lebih panjang dari sebelumnya

Gigi goyang tanpa diketahui sebabnya

Adanya caries di akar gigi, yang lebih mudah terjadi karena tidak dilindungi oleh email

Adanya infeksi gusi karena plak yang mudah menempel langsung pada akar gigi

Gejala Klinis  Sensitif terhadap makanan tertentu (terutama makanan manis) dan minuman dingin  Pasien mengeluh

MANAJEMEN TERAPI

Non-surgical

Peningkatan hygiene mulut

Memberikan informasi tentang teknik menyikat gigi yang baik dan penggunaan sikat gigi yang tepat

Pembersihan karang gigi (scaling) untuk membuang plak, stain, dan kalkulus di permukaan gigi dan supra gingival

Bila kegoyangan gigi tidak terlalu parah (grade 1-2) dilakukan wiring

Bila kegoyangan gigi sudah parah (grade 3) sebaiknya diekstraksi

Bila ditemukan adanya penyakit sistemik, konsul ke

bagian yang bersangkutan

MANAJEMEN TERAPI  Non-surgical ◦ Peningkatan hygiene mulut ◦ Memberikan informasi tentang teknik menyikat gigi yang

MANAJEMEN TERAPI

Surgical treatment

Free Gingival Graft Lateral Graft Sub-Epithelial Connective Tissue Graft

MANAJEMEN TERAPI  Surgical treatment ◦ Free Gingival Graft Lateral Graft Sub-Epithelial Connective Tissue Graft

Prognosis

Quo ad vitam: ad bonam

Quo ad functionam: ad bonam

Quo ad sanationam: ad bonam

Prognosis • Quo ad vitam: ad bonam • Quo ad functionam: ad bonam • Quo ad
Summary Gingivitis Periodontitis Periodontal Marginalis Abses Karies - - Dingin - + + - - -
Summary
Gingivitis
Periodontitis
Periodontal
Marginalis
Abses
Karies
-
-
Dingin
-
+
+
-
-
-
-
Pseudo (-)
+
-/+
Sondasi
+
-/+
Perkusi
+
+
Tekanan
-/+
+
Palpasi
-
+
Mobility
+/-
+
Pocket
+
+
Other
Gusi hiperemi,
edema,, ngilu
Gingivitis
marginalis +
gigi goyang,
pocket> 3mm,
nyeri
Periodontitis
marginalis +
abses pus,
Nyeri

Sikat Sikat gigi gigi 2x/hari 2x/hari

Sikat Sikat gigi gigi dengan dengan

baik baik dan dan benar benar

Pencegahan Pencegahan • • Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur Sikat gigi setelah makan dan
Pencegahan
Pencegahan
• •
Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur
Sikat gigi setelah makan dan sebelum
tidur
• • Bagian Bagian depan: depan: memutar memutar • • Bagian Bagian belakang: belakang: maju-mundur maju-mundur
• •
Bagian Bagian depan: depan: memutar memutar
• •
Bagian Bagian belakang: belakang: maju-mundur maju-mundur
• •
Bagian Bagian dalam: dalam: mencongkel mencongkel

Menggunakan Menggunakan pasta pasta

gigi/obat gigi/obat kumur kumur

antiseptika antiseptika

• • Obat Obat kumur kumur 0.2% 0.2% clorhexidine clorhexidine • • Pasta Pasta gigi gigi
• •
Obat Obat kumur kumur 0.2% 0.2%
clorhexidine clorhexidine
• •
Pasta Pasta gigi gigi zinc zinc sitrat sitrat
Menggunakan Menggunakan dental dental floss floss Membersihkan Membersihkan karang karang gigi gigi • • Rutin Rutin
Menggunakan Menggunakan dental dental
floss floss
Membersihkan Membersihkan karang karang
gigi gigi
• •
Rutin Rutin
2-4x/tahun 2-4x/tahun
• •
Membersihkan Membersihkan sela-sela sela-sela
gigi gigi
Terima Terima Kasih ...

Terima Terima Kasih Kasih ... ...

Terima Terima Kasih ...

Daftar pustaka

Buku Panduan P3D Bagian Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Introduction to Dental Plaque. Diunduh dari:

http://www.dentistry.leeds.ac.uk/OROFACE/PAGE

S/micro/micro2.html

Periodontal (Gum) Diseases. Diunduh dari:

.

Armitage, Gary C. (1999).

Daftar pustaka  Buku Panduan P3D Bagian Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.  Introductionhttp://www.austindental.com/more/gum.shtm l#X-RAYS%20in%20PERIODONTAL%20DIAGNOSIS .  Armitage, Gary C. (1999). "Development of a Classification System for Peri odontal Diseases and Conditions" . Annals of Periodontology 4 (1): 1–6. doi : " id="pdf-obj-55-30" src="pdf-obj-55-30.jpg">

. Annals of Periodontology 4 (1): 1–6. doi: