Anda di halaman 1dari 22

Referat

Keracunan bahan kimia,


obat dan makanan
Oleh:
Annisa Tri Handayani
2011730010

Pendahuluan...
Keracunan obat terutama gol NAPZA,

pestisida, minyak tanah, makanan dan alkohol


penyebab terbanyak keracunan saat ini
Kurangnya informasi zat penyebab keracunan
+ antidotum yang belum tersedia
penanggulangan masalah keracunan bersifat
simptomatis dan suportif

Diagnosis keracunan:
anamnesis
Penderita sebelumnya tampak sehat,

mendadak timbul gejala koma, kejang, syok,


sianosis, psikosis akut, gagal hati/ginjal akut,
tanpa diketahui penyebabnya
Usahakan mendapat nama, jumlah bahan,
bekas bungkus, resep terakhir, riwayat
perselisihan dengan keluarga/ teman

Pemeriksaan fisik
Status kesadaran : GCS
Ukur tekanan darah, suhu, nadi dan frekuensi

napas
Dugaan tempat masuknya racun inhalasi,
per oral, absorbsi kulit, mukosa, parenteral
efek kecepatan dan durasi reaksi keracunan

Gambaran klinis yang dapat menunjukkan bahan penyebab


keracunan
No

Gambaran klinis

Kemungkinan penyebab

1.

Pupil pin point,RR turun

Opioid, klonidin, fenotiazin, inhibitor kolinesterase :


organofosfat,carbamat

2.

Dilatasi pupil, RR turun

Benzodiazepin

3.

Dilatasi pupil, takikardi

Antidepressan trisiklik,amfetamin,ekstasi,kokain,
antihistamin, antikolinergik : benzeksol, benztropin

4.

Sianosis

Obat depressan SSP

5.

Hipersalivasi

organofosfat/ karbamat, insektisida

6.

Nistagmus, ataksia, tanda


serebelar

Alkohol, antikonvulsan : fenitoin, karbamazepin

7.

Gejala ekstrapiramidal

Fenotiazin, haloperidol, metoklopramid

8.

Seizures

Antidepresan
trisiklik,antikonvulsan,teofilin,antihistamin,OAINS,
fenotiazin, isoniazid

9.

Hipertermia

Litium, antidepresan trisiklik, antihistamin

10.

Bradikardi

B-bloker, digoksin, opioid,klonidin, organofosfat , antagonis


kalsium

11.

Abdominal cramp, diare,


takikardi, halusinasi

Withdrawal alkohol, opiat, benzodiazepin

Karakteristik bau racun


No

Bau

Penyebab

1.

Aseton

Isopropil alkohol, aseton

2.

almond

Sinida

3.

Bawang putih

Arsenik, selenium, talium

4.

Telur busuk

Hidrogen sulfida, merkaptan

Karakteristik warna urin


No.

Warna urin

Penyebab

1.

Hijau/biru

Metilin biru

2.

Kuning-merah

Rifampisin

3.

Coklat tua

Fenol, kresol

4.

Butiran keputihan

Primidon

5.

Coklat

Mio/haemoglobinuria

Pemeriksaan
penunjang
Lab rutin : darah/urin/feses
Pemeriksaan khusus : kadar kolinesterase plasma <

50 % keracunan organofosfat, kadar meth-Hb


darah : keracunan nitrit,kadar barbiturat plasma:
keracunan barbiturat
Pemeriksaan toksikologi : bahan diambil dari

Muntahan/bahan kumbah lambung yg pertama 100


ml
b. Urine sebanyak 100 ml
c. Darah tanpa antikoagulan 10 ml
d. Sisa obat/racun yg diduga penyebab keracunan
a.

Penatalaksanaan:
stabilisasi
Resusitasi kardiopulmoner:
1. Pembebasan jalan napas : bebaskan jalan

napas dari sumbatan bahan muntahan,


lendir, gigi palsu, pangkal lidah. Posisi kepala
ditengadahkan, b/p pasang mayo
2. Perbaikan fungsi pernapasan: ventilasi dan
oksigenasi
3. Perbaikan sistem sirkulasi darah : tekanan
darah dan nadi dipertahankan dgn infus D-5,
PZ atau RL

Penatalaksanaan :
dekontaminasi
Dekontaminasi terapi intervensi untuk

menurunkan pemaparan terhadap racun,


mengurangi absorbsi dan mencegah
kerusakan. Tergantung lokasi tubuh yang
terkena racun

Dekontaminasi pulmonal:
1. Jauhkan korban dari pemaparan inhalasi zat

racun
2. Monitor kemungkinan gawat napas
3. Berikan oksigen lembab 100 %, bila perlu

Dekontaminasi mata
1. Posisi kepala ditengadahkan dan miring ke

sisi mata yang terkena racun


2. Buka kelopak mata perlahan, irigasi dgn
larutan aquades/ Nacl 0,9 % perlahan
sampai racun hilang sekitar 15 menit
3. Tutup mata dengan kassa steril
4. Konsul dokter mata

Dekontaminasi kulit, rambut,


kuku
1. Lepaskan pakaian, arloji, sepatu dan

aksesori lain masukkan ke wadah kedap


air
2. Cuci bagian kulit yang terkena dengan air
mengalir dan disabun minimal 10 menit
3. Mengeramasi rambut sampai bersih
4. Keringkan dengan handuk kering dan lembut

Dekontaminasi
gastrointestinal
Penelanan merupakan rute pemaparan tersering
1. Induksi muntah/emesis
Merangsang penderita untuk muntah dengan
cara:
a. Mencolok faring dgn telunjuk atau pangkal
sendok
b. Atau dengan sirup ipecac 15-30 ml diikuti
segelas air minum. Pada anak > 1 thn : 15 cc,
anak 6 bln-1 thn : 10 cc dan tidak boleh
diulang
Kontraindikasi: kesadaran turun, kejang, apneu,
paparan > 4jam, keracunan zat korosif, minyak

Dekontaminasi gastrointestinal
2. Aspirasi dan kumbah lambung/ gastric lavage
Indikasi: emesis tidak berhasil, kesadaran menurun,
tidak kooperatif
Kontraindikasi : keracunan bahan korosif, minyak
tanah,bahan konvulsan,ggn elektrolit
Komplikasi : aspirasi pneumonia,perforasi,
perdarahan, trauma psikis,cardiac arrest
Efektif dikerjakan dalam 4 jam setelah keracunan
Posisi Trendelenberg left lateral dekubitus, pasang
NGT, aspirasi, bilas 200-300 ml sampai bersih
tambah karbon aktif 50 gram

Dekontaminasi
gastrointestinal
3. katarsis / intestinal lavage
Dengan laksans
Untuk racun yang tidak dapat diserap melalui
saluran cerna atau diduga racun telah sampai
di usus halus dan usus besar
Kontraindikasi: keracunan bahan korosif, ada
dugaan kelainan elektrolit

Dekontaminasi gastrointestinal
4. Irigasi usus
Dengan polietilen glikol 60 gram + NaCl 1,46
gram + KCl 0,75 g + Nabic 1,68 g + Na Sulfat
5,68 g + air sampai 1 liter
Kontraindikasi : gangguan napas, SSP, jantung
tidak stabil, kelainan patologis usus

Dekontaminasi gastrointestinal
4. Pengenceran
Dengan air dingin atau susu 250 ml
Kontraindikasi : kesadaran turun, gangguan
menelan/ napas, nyeri abdomen, asam pekat,
nonkaustik
5. Arang aktif
dosis tunggal 30-50 gram + 240 ml air
Kontraindikasi: paparan > 1 jam,
ileus/obstruksi GIT, zat korosif, zat
hidrokarbon.

Eliminasi
Tindakan eliminasi mempercepat

pengeluaran racun yang sedang beredar


dalam darah, atau dalam saluran GIT setelah
lebih dari 4 jam
Bila masih dalam saluran cerna arang aktif
dgn dosis 30-50 gram ; 0,5-1 gram/kgBB
setiap 4 jam per oral/enteral.
Bermanfaat untuk keracunan: karbamazepin,
Chlordecone, quinin, dapson, digoksin,
fenobarbital, fenitoin, salisilat,teofilin.

Eliminasi
Tindakan eliminasi yang perlu konsul ahli

penyakit dalam:
1. Diuresis paksa/ forced diuresis
2. Hemodialisis/peritoneal dialisis
3. Alkalinisasi urin
4. Asidifikasi urin

Antidotum

Hanya kurang dari 10 % bahan beracun yang mempunyai

N antidotum
Bhn
Anti dotum
o. racun:
kimia

Metode

1. Sianida

Nitrit, sodium tiosulfat,


dikobalt edetate: kasus
berat

Amyl nitrit inhalasi. 50ml Na


thiosulfat 25 % dlm 10 mnt

2. Metanol/m
ethilen
glikol

Ethanol, 4 methilpirazol

2,5 ml/kgbb ethanol 40%


vodja,gin dalam air/jus jeruk, oral
30 menit

3. Timbal

EDTA, asam 2,3dimercaptosuksinat,


penisilamin, BAL

Terapi kelasi

4. Merkuri,
arsenikum

D-penisilamine

Terapi kelasi

5. Na
hipoklorit

Natrium thiosulfat

50mg atau 250 ml larutan 1 %


i.v

6. Talium

Potasium ferric, sodium


jodida, BAL

10gr dlm 100ml manitol 1,5 %,


2x p.o

7. organofosf

Sulfas atropin,

1-2 mg i.v ulang 10-15mnt,max

Antidotum
No
.

Bhn
racun:
obat

Anti dotum

Metode

1.

Amfetamin
e

Lorazepam

2 mg i.v

2.

Digoksin

Fab fragmen

Dosis tergantung antidigoksin


serum

3.

Isoniazide

Piridoksin

1 gram i.v/tiap gram INH, maks


5g

4.

Opioid

Nalokson

0,001 mg/kgbb iv ulang tiap 2


menit

5.

Paracetamo N-asetilsistein,
l
metionin

Metionin efektif, paparan <8jam

6.

Warfarin

Vitamin K1/FFP

5-10 mg iv pelan

7.

Propanolol

Isoproterenol,
adrenalin, ghlukagon

Titrasi mulai 4 mcg/mnt. Bolus


10 mg glukagon + 5 mg/jam
drip iv.

Antidotum
No
.

Bhn racun: racun


alam

Anti dotum

Metode

1.

Datura/
kecubung

Fisostigmin
salisilat

0,02 mg/kgbb iv 2 mnt,


ulang 20 mnt

2.

Amanita

Salibinin

5 mg/kgBB infus

3.

Phaloides

Benzilpenisilin

1 jam+20mg/kg/24jam.
300mg/kgBB infus

4.

Oleander

Kolesteramin

3x4 gram/hari

No
.

Bhn racun:
binatang ,
makanan

Anti dotum

1.

Scorpion

Antivenin/polivalen

2.

Ubur-ubur

Antivenom

3.

Ular berbisa

SABU

4.

Jengkol

Na bikarbonat

Metode

4x2 gram/hari

TERIMAKASIH
.