Anda di halaman 1dari 12

Pertumbuhan dan Perkembangan Ternak Potong

Oleh:
Agus Siswoyo (I111 14 316)

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan adalah peningkatan berat
badan ternak sampai ukuran dewasa
tercapai

Perkembangan adalah proses perubahan


fungsi, bentuk dan struktur tubuh untuk
mencapai sempurna sejalan dengan
terjadinya pertumbuhan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi


Pertumbuhan
Tiga faktor besar yang menentukan
pertumbuhan dan perkembangan ternak
penghasil daging adalah:
1) Keturunan
2) Reaksi faal ternak tersebut
terhadap lingkungan, terutama
terhadap suhu lingkungan,
3) Tingkat gizi yang diberikan
kepada ternak itu, termasuk
interaksinya dengan spesies lain,
denqan tanaman dan unsur trace
di dalam lingkungan.

Keturunan (Genetika)
Masing-masing jenis (spesies), bahkan
masing-masing individu memiliki gen untuk sifat
tertentu. Hewan ternak yang memiliki gen unggul,
misalnya pertumbuhannya cepat dan dengan
memberikan makanan yang cukup maka akan
menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan
yang baik pula.
Sebaliknya, jika hewan ternak tersebut tidak
memiliki gen unggul dengan pertumbuhan yang
cepat, meskipun didukung dengan pemberian
makanan yang cukup maka pertumbuhan dan
perkembangannya tidak sebaik bila hewan
tersebut memiliki gen unggul.

Nutrisi
Nutrisi/makanan berperan penting
dalam pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup. Fungsi nutrisi di antaranya
adalah sebagai bahan pembangun tubuh
makhluk hidup. Sampai batas usia tertentu

Penyakit
Menurut Ganong (1979), luka dan
penyakit menghalangi pertumbuhan,
sebab penyakit meningkatkan katabolisme
protein.

Pengaruh hormon
hormon yang mempengaruhi
pertumbuhan dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu: (1) kelompok anabolik, dan
(2) kelompok katabolik.
STH (Somatotropic hormone) atau somatropin
atau GH (Growth hormone), testoteron dan
tiroksin termasuk hormon yang mempunyai
pengaruh anabolik,
estrogen termasuk hormon katabolik. Hormon
yang mempunyai pengaruh langsung
terhadap pertumbuhan, antara lain adalah
somatropin, tiroksin, androgen, estrogen dan
glukokortikoid (GC). Hormon-hormon tersebut
mempengaruhi pertumbuhan massa tubuh,
permasuk pertumbuhan tulang dan

Jenis kelamin
Menurut Hafez dan Dyer (1969),
kecepatan pertumbuhan tinggi terjadi
pada jenis kelamin jantan.
dibandingkan dengan ternak betina,
ternak jantanbiasanya tumbuh lebih
cepat, dan pada umur yang sama, lebih
berat
Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor
eksternal. Faktor lingkungan
berperanmempengaruhipertumbuhan dan
perkembangan terutama adalah suhu, udara,
cahaya, dan kelembapan.

Pertumbuhandan PerkembanganpadaTernak

Pertumbuhan Di Dalam Kandungan


Pertumbuhan ini dimulai sejak terjadinya
konsepsi, yakni saat bertemunya sel telur betina
dan sel jantan. Pada saat bertemunya sel telur
betina dan jantan. Pada saat itulah titik tolak
kehidupan dan sekaligus pertumbuhan dimulai.

Pertumbuhan Saat Pedet Lahir

Pada saat pedet lahir


berat badan baru sekitar 8%. Secara berurutan
yang tumbuh atau terbentuk setelah lahir ialah
saraf, kerangka dan otot yang menyelubungi
seluruh kerangka. Semua itu sudah terbentuk
semenjak masih berada di dalam kandungan.
Namun, pada saat pedet lahir ukuran kepalanya
relatife besar dengan kaki yang panjang dan tubuh
yang kecil. Hal ini terjadi karena didalam proses
pertumbuhan setiap bagian tubuh berbeda-beda.

Pertumbuhan sesudah lahir umur 3-4 minggu


Fase pertumbuhan ini terutama dititikberatkan pada
alat pencernaan. Pada saat pedet lahir alat
pencernaannya belum berfungsi. Ternak sapi
sebagai hewan ruminansia semenjak lahir telah
memiliki empat bagian perut seperti halnya sapi
dewasa. Namun keempat bagian perut tadi belum
berfungsi
seluruhnya.
Selama masa
hidupnya 3 4 minggu pertama
pedet hanya menerima bentuk pakan cair yang
berasal dari susu induk ataupun susu buatan, yang
sekiranya bias member kekenyangan dan dapat
dicerna.

Pertumbuhan Pedet Umur 5 6 Minggu dan


Sesudah Dewasa
Pertumbuhan pedet umur 5 6 minggu
merupakan fase peralihan, saat itu rumen dan
reticulum pedet mulai berkembang,
Volume meningkat mencapai 70% ,
abomasums dan omasum mengecil menjadi 30%
dari seluruh volume lambung.
Setelah sapi mencapai kedewasaan volume
rumen menjadi 80%, reticulum 5%, omasum 8%
dan abomasums 7%.

SEKIAN