Anda di halaman 1dari 18

IMAN KEPADA ALLAH

SWT

Disusun Oleh :
KELOMPOK 1
JURUSAN : TEKNIK INDUSTRI
SEMESTER : 1 TAHUN AJARAN 2016/2017
KELAS : B3/R2
Pengertian Iman

Kata Iman berasal dari bahasa arab yaitu


yang artinya aman, damai, tentram. Iman bentuk
masdar atau kata kerja dari amana yuminu yang
berarti percaya, setia, aman, melindungi, dan
menempatkan (sesuatu) pada tempat yang aman.
Iman Merupakan kunci keislaman seseorang yang
dalam perwujudannya disimbolkan dengan
pengucapan dua kalimat syahadat (persaksian
bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan
Allah, dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah
Utusan Allah).
Dalam Firman Allah :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat
itu suatu kebajikan. Sesungguhnya kebajikan itu adalah iman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab,
nabi-nabi, dan memberikan (sebagian) harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang
yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan salat, menunaikan zakat, dan orang-ornag yang
menepati janjinya apabila ia berjanjidan orang-orang yang
sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam
peperangan. Mereka itulahorang-orang yang benar
(imannya), dan mereka itulah orang-orang yang
bertakwa.(Q.S. Al-Baqarah, 2: 177)
Iman Kepada Allah SWT

Pengertian Iman kepada


AllahSWTsecara istilah adalah
mempercayai dengan sepenuh hati
Allah (Tuhan) sebagai Pencipta dari
segala yang ada di alam semesta ini,
dengan mencakup syarat syarat
beriman kepada Allah SWT sebagai
Tuhan yang dilandasi oleh dalil Naqli
(ayat tertulis) maupun landasan Aqli
(dengan menggunakan
Allah Berfirman :
Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia
seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan
kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, Maka tetaplah pada
jalan yang Lurus menuju kepadanya dan mohonlah ampun
kepadanya. dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang
yang mempersekutukan-Nya

Dalam hadits lain dikatakan,



Artinya:Katakanlah: Aku telah beriman (percaya) kepada
Allah kemudian mantapkanlah pendirianmu.(HR.Muslim)
Dalil-Dalil Iman Kepada Allah

Dalil Aqli (Akal)


Keberadaan berbagai alam dan beragaman makhluk,
kesemuanya, bersaksi atas keberadaan Sang
Pencipta Allah Azzawa Jalla. Sebab di dunia ini tidak
ada satu pihakpun yang mengaku menciptakan alam
ini selain Allah Ta'ala. Akal memandang mustahil
keberadaan sesuatu tanpa pencipta. Bahkan akal
memandang mustahil terjadinya sesuatu yang paling
luas tanpa pencipta. Itu sama saja seperti
keberadaan makanan tanpa ada pihak yang
memasak, atau keberadaan permadani diatas tanah
tanpa ada pihak yang menggelarnya.
b. Sabda RasululIah SAW :
HR. Taisirul Wushul, 1: 18

Artinya : Katakanlah olehmu (wahai Sufyan, jika kamu benar-


benar hendak memeluk Islam):Saya telah beriman akan
Allah; kemudian berlaku luruslah kamu.(HR. Taisirul Wushul,
1: 18).
HR. Muslim, Taisirul Wushul, 1: 12

Artinya : Manusia yang paling bahagia memperoleh syafaat-


Ku di hari kiamat, ialah: orang yang mengucapkan kalimat La
ilaha illallah.(HR. Muslim, Taisirul Wushul, 1: 12).
HR. Muslim, Taisirul Wushul, 1: 12

Artinya : Barangsiapa mati tidak memperserikatkan Allah


dengan sesuatu, pasti masuk surga. Dan barangsiapa mati
tengah memperserikatkan Allah dengan sesuatu, pasti masuk
neraka.(HR. Muslim, Taisirul Wushul, 1: 12.
Dalil Naqli (Wahyu Allah SWT)
a.Firman Allah SWT :
.QS. An-Nisaa' (4): 136
Artinya : Wahai orang yang beriman; berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad SAW),
kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Barangsiapa
kafir (tidak beriman) kepada Allah, malaikat-Nya. kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan Hari Akhirat,
maka sesungguhnya orang itu sangat jauh tersesat.
.QS. Al-Baqarah (2): 163
Artinya : Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah dan
Maha Penyayang.
.QS. Al-Baqarah (2): 255
Artinya : Allah itu tunggal, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup tidak berkehendak kepada selain-
Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya lah segala sesuatu yang ada di langit dan di
bumi. Bukankah tidak ada orang yang memberikan syafaat di hadapan-Nya jika tidak dengan seizin-
Nya? Ia mengetahui apa yang di hadapan manusia dan apa yang di belakang mereka, sedang
mereka tidak mengetahui sedikit jua pun tentang ilmu-Nya, kecuali apa yang dikehendaki-Nya.
Pengetahuannya meliputi langit dan bumi. Memelihara kedua makhluk itu tidak berat bagi-Nya.
Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
.QS. Al-Hasyr (59): 22-24
Artinya : Dialah Allah, Tuhan Yang Tunggal, yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui perkara
yang tersembunyi (gaib) dan yang terang Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allah,
tidak tidak ada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci, yang sejahtera yang memelihara, yang Maha
Kuasa. Yang Maha Mulia, Yang Jabbar,lagi yang Maha besar, maha Suci Allah dari segala sesuatu yang
mereka perserikatkan dengannya. Dialah Allah yang menjadikan, yang menciptakan, yang memberi
rupa, yang mempunyai nama-nama yang indah dan baik. Semua isi langit mengaku kesucian-Nya.
Dialah Allah Yang Maha keras tuntutan-Nya, lagi Maha Bijaksana.
.QS. Al-Ikhlash (112): 1-4
"Katakanlah olehmu (hai Muhammad): Allah itu Maha Esa. Dialah tempat bergantung segala makhluk
dan tempat memohon segala hajat. Dialah Allah, yang tiada beranak dan tidak diperanakkan dan
tidak seorang pun atau sesuatu yang sebanding dengan Dia."
Tauhidullah
Tauhidberasal dari kata kerja wahhada-yuwahhidu-tauhiidan.Ia
merupakan akar dari kata kerjawahhadayang
artinyamenjadikannya satu. Tauhid adalah mengesakan Allah
sebagai Rabb (rububiyyah), Malik (mulkiyah) dan Ilah (uluhiyyah).
Tauhidullah adalah mengiktikadkan bahwa Allah itu Esa,
beribadah, memohon, tunduk hanya kepada Allah SWT dan tidak
ada sekutu bagi-Nya.

Allah SWT Berfirman :


Artinya :dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib;, tak
ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan dia mengetahui
apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun
yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh
sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang
basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang
nyata (lauh mahfuzh). (QS. Al-An.am (6):59).
Para Ulama Al-Muwahhidin (Ahli Tauhid) pada umumnya membagi tauhidullah
menjadi 3 macam, yaitu:
1. Tauhid Rububiyah
Mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang
menciptakan segenap makhluk-Nya. Dan alam semesta ini diatur oleh Mudabbir
(Pengelola), Pengendali Tunggal, Tak disekutui oleh siapa dan apapun dalam pengelolaan-
Nya.

2. Tauhid Uluhiyah
Mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang
disyariatkan seperti doa, nadzar, kurban, raja (pengharapan), takut, tawakal, raghbah
(senang), rahbah (takut), dan inabah (kembali atau taubat). Dan jenis tauhid ini adalah inti
dakwah para rasul. Karena tauhid uluhiyah adalah sifat Allah yang ditunjukkan oleh nama-
Nya, Allah yang artinya dzul uluhiyah (yang memiliki uluhiyah), dan juga karena tauhid
uluhiyah merupakan pondasi dan asas tempat dibangunnya seluruh amal. Juga disebut
sebagai tauhid ibadah karena ubudiyah adalah sifat abd (makhluknya) yang wajib
menyembah Allah secara ikhlas, karena ketergantungan mereka kepada-Nya.

3. Tauhid Asma Wa Sifat


Tauhid Asma Wa Sifat yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya dan
tidak ada yang menyerupai dengan-Nya.

Allah Taala berfirman :


(dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri
pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-
Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan
Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat. (Q.S. As-Syuura : 11).
Tahapan Tauhidullah
Tauhid Imani
Pembenaran hati (tasdiq) terhadap ke-Esaan Allah melalui
Alquraan dan Hadis, serta pengakuan lisan (1qrar).
Tauhid Yaqini
Tauhid yang diperoleh melalui keyakinan hati, bahwa
tidak ada sebuah wujud hakikat, dan tidak ada pelaku
serta pemberi pengaruh mutlaq dalam jagad raya ini
melainkan Dzat Allah Yang Maha Suci. Semua dzat, sifat-
sifat dan perbuatan di alam raya ini cerminan dari Dzat,
Sifat dan Perbuatan Allah SWT.
Tauhid Haali
Hal adalah istilah untuk sebuah kedudukan spiritual
seseorang yang menduduki puncak tauhid yang paling
tinggi sehingga menimbulkan apresiasi sifat-sifat mulai
dari sumber hati yang penuh dengan cahaya hak.
Ijtihad Dan Istinbath
Pengertian Ijtihad
Secara etimologi ijtihad berasal dari akar kata jaha
da yang berarti kesulitan dan kesusahan. Dari sudut
ilmu sharf kata ijtihad bentuknya mengikuti pola
timbangan iftial yang menunjukkan arti berlebih
(mubalagah) dalam melaksanakan suatu perbuatan.
Dengan demikian, dapat diartikan bahwa berijtihad
bukanlah kegiatan yang mudah atau ringan tetapi
mengandung kesulitan serta membutuhkan
pengerahan tenaga dan daya pikir yang maksimal.
Dengan kata lain, ijtihad adalah pengerahan segala
kesanggupan seorang faqih (pakar fiqih Islam) untuk
memperoleh pengetahuan tentang hukum sesuatu
melalui dalil syara (agama).
Metode-Metode Ijtihad
Ijma
Yakni kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum
hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dalam
suatu perkara yang terjadi.
Qiyas
Qiyas adalah menggabungkan atau menyamakan artinya
menetapkan suatu hukum atau suatu perkara yang baru yang
belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan
dalam sebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara
terdahulu sehingga dihukumi sama.
Istihsan
Istihsan menurut bahasa berarti menganggap baik atau mencari
yang baik. Menurut ulama ushul fiqh, ialah meninggalkan hukum
yang telah ditetapkan pada suatu peristiwa atau kejadian yang
ditetapkan berdasar dalil syara', menuju (menetapkan) hukum lain
dari peristiwa atau kejadian itu juga, karena ada suatu dalil syara'
yang mengharuskan untuk meninggalkannya.
Al-Maslahatul Mursalah
Suatu kemaslahatan yang tidak disinggung oleh syara'
dan tidak pula terdapat dalil-dalil yang menyuruh untuk
mengerjakan atau meninggalkannya, sedang jika
dikerjakan akan mendatangkan kebaikan yang besar
atau kemaslahatan.
Istishhab
'Istishhabmenurut bahasa berarti"mencari sesuatu
yang ada hubungannya."Menurut istilah ulama ushul
fiqh, ialah tetap berpegang kepada hukum yang telah
ada dari suatu peristiwa atau kejadian sampai ada dalil
yang mengubah hukum tersebut.
Urf
Sesuatu yang telah dikenal oleh masyarakat dan
merupakan kebiasaan di kalangan mereka baik berupa
perkataan maupun perbuatan. Oleh sebagian ulama
ushul fiqh, 'urf disebut adat (adat kebiasaan).
Pengertian Istinbath
Secara bahasa, kata istinbath berasal dari kata
istanbatha yastanithu - istinbathanyang berarti
menciptakan, mengeluarkan, mengungkapkan atau
menarik kesimpulan dan nabthyang berarti : air
yang mula-mula memancar keluar dari sumur yang
digali .
Secara etimologi istinbath berarti penemuan,
penggalian, pengeluaran (dari asal).
Sedangkan menurut istilah berarti mengeluarkan
makna-makna dari nash-nash yang terkandung
didalamnya dengan cara mengerahkan kemampuan
atau potensi naluriyah. Dari nash tersebut terbagi
menjadi dua macam, yaitu yang berbentuk bahasa
(lughawiyah) yang biasa disebut lafdhiyah dan
adakalanya tidak berbentuk bahasa, yang biasa
disebut maknawiyah.
Metode-Metode Istinbath
Amr
Suatu tuntutan (perintah) untuk melakukan sesuatu dari pihak yang lebih
tinggi kedudukannya kepada pihak yang lebih rendah tingkatannya.
Nahi (Larangan)
Menurut mayoritas ulama Ushul fiqh mendefinisikan nahi sebagai larangan
melakukan suatu perbuatan dari pihak yang lebih tinggi kedudukannya kepada
pihak yang lebih rendah tingkatannya dengan menunjukkan kalimat atas hal
itu.
Tahyir(Memberi Pilihan)
Tahyiradalah bahwa Syari (Allah dan Rasul-Nya) memberi pilihan kepada
hambanya antara melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.
Lafal Am
Lafal umum ialah lafal yang diciptakan untuk pengertian umum sesuai dengan
pengertian lafal itu sendiri tanpa dibatasi dengan jumlah tertentu.
Lafal Khas
Lafal khas adalah lafal yang mengandung satu pengertian secara tunggal atau
beberapa pengertian yang terbatas.
Mutlak dan Muqayyad
Secara bahasa, katamutlaqberarti bebas tanpa ikatan, dan katamuqayyad
berarti terikat.
Mantuq
Secara bahasa berarti sesuatu yang diucapkan. Sedangkan
menurut istilah ialah suatu lafal yang diucapkan. Mantuq
dibagi kepadamantuq sharihdanmantuq gairu sharih.
mantuq sharih ialah makna yang secara tegas ditunjukkan
oleh suatu lafal sesuai dengan penciptaannya baik secara
penuh atau berupa bagiannya. Sedangkan,mantuq ghairu
sharihyaitu pengertian yang ditarik bukan dari makna asli
suatu lafal, tetapi sebagi konsekuensi dari suatu ucapan.
Mantuq ghairu sharih terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Dalalat al-Ima
2. Dalalat al-Isyarat
3. Dalalat al-Iqtida
. Mahfum
Mafhumsecara bahasa ialah sesuatu yang difahami dari suatu
teks. Mafhumterbagi menjadi dua, yaitu:
1. Mafhum Muwafaqahadalah penunjukan hukum melalui
motivasi tersirat dimana rumusan hukum dalam mantuq
dilandaskan.
2. Mafhum Mukhalafahadalah penunjukan lafal atas
Terima Kasih

Wassalamualaikum Wr, Wb.