Anda di halaman 1dari 9

PERAWATAN ORTODONSI YANG

MENYEBABKA KERUSAKAN
GINGIVITIS

Gingivitis adalah peradangan pada gingiva yang menunjukkan adanya tanda-


tanda penyakit atau kelainan pada gingiva. Gingivitis biasanya terjadi saat
menyikat gigi dan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang
gigi) yang tidak benar, sehingga menyebabkan gingiva berdarah dan plak tetap
ada disepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri
atas bakteri dan merupakan penyebab utama dari gingivitis.
Penyebab gingiva berdarah adalah karena kebersihan gigi yang kurang baik,
sehingga terbentuk plak pada permukaan gigi dan gingiva. Mikroorganisme pada
plak menghasilkan racun yang merangsang gingiva sehingga terjadi gingivitis.
Pada pasien pengguna piranti ortodonti cekat sering dijumpai iritasi pada gingiva,
hal ini dapat disebabkan oleh adanya faktor iritasi lokal dari pesawat ortodonti
yang belum disesuaikan dengan keadaan rongga mulut pasien.
TAHAPAN TERJADINYA GINGIVITIS PADA
PEMAKAI PERAWATAN ORTHODONSI
Pemakaian piranti ortodonsi

Sukar memlihara oral higine

Resensi gingiva

Akumulasi plak

Daerah retensi plak meningkat

Koloni bakteri plak meningkat

Invasi bakteri ke daerah subgingiva

Gingivitis
DEKLASIFIKASI EMAIL

Braket dengan bonding resin dan braket dengan metal telah digunakan secara
rutin dalam perawatan ortodontik. Namun akibat dari penggunaan piranti cekat
ini yaitu dekalsifikasi email yang tampak pada daerah yang berbatasan dengan
piranti yang di bonding.
Pada fase dini, bercak putih baru terlihat secara klinis setelah dikeringkan dengan
semprot angin, karena cairan di dalam pori-pori kecil mempertahankan sifat
tembus cahaya email. Pada fase yang lebih lanjut, bercak putih dapat dilihat
tanpa bantuan.
Sebagai akibat pembentukan asam oleh bakteri di dalam plak, apatit yang jenuh
membalik menjadi tidak jenuh. Hal ini terjadi pada pH kritis, kira - kira 5,5 , pada
permukaan batas antara email dan plak. Akibat penurunan pH setempat, email di
bawah plak m engalami demineralisasi karena melarutnya bahan - bahan
pembangun, dan juga karena kapasitas buffer dari ludah tidak adekuat.
TAHAPAN TERJADINYA DEKLASIFIKASI ENAMEL

Pemasangan ortodonsi

Meningkatkan plak gigi

Menurunkan pH (meningkatkan risiko S. mutans)

pH semakin turun

Terjadi deklasifikasi enamel


RELAPS

Menurut Moyers (1988,315), relaps adalah suatu istilah yang digunakan pada suatu keadaan hilangnya
koreksi yang telah dicapai dalam perawatan ortodonti.
Faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab Relaps yaitu:
1. Kegagalan dalam menghilangkan penyebab maloklusi.
2. Diagnosis yang tidak tepat dan kegagalan menyusun rencana perawatan yang baik.
3. Interdigitasi cups yang kurang normal.
4. Ekspansi rahang ke arah lateral dan / atau anterior
5. Ukuran rahang dan harmoni yang tidak tepat.
6. Inklinasi aksial yang tidak tepat.
7. Gagal mengontrol rotasi.
8. Kontak yang tidak baik.
9. Disharmoni ukuran gigi