Anda di halaman 1dari 70

KLASIFIKASI

SISTEM HUKUM
BY : KELOMPOK 1
ANGGOTA KELOMPOK
O Adika Muhammad (X MIA-7 / 01)
O Athayya Salsabila A. (X MIA-7 / 05)
O Dzulfiqar Abdurrahman (X MIA-7 / 06)
O Muhammad Baharuddin S. (X MIA-7 / 16)
O Ryan Sapta Adi Putra D.S. (X MIA-7 / 21)
O Vina Zavira Nizar (X MIA-7 / 29)
Tujuan
Sanksi-Sanksi Hukum Asas-Asas
Hukum Hukum

Ciri-Ciri Fungsi
Hukum Hukum

Unsur-Unsur Penggolongan
Hukum Hukum

Pengertian Sumber
Hukum Hukum

Klasifikasi
Pengertian Tata Hukum
Sistem Sistem Indonesia
Hukum
1. Pengertian Sistem

Menurut :
William A. Shode / Don Voich Jr.
Prof. Sumantri
H. Thierry
Kamus Bahasa Indonesia
William A. Shode / Don Voich Jr.
“Sistem adalah seperangkat bagian yg saling
menghubungkan, bekerja sedikit bebas dalam
mengejar keseluruhan tujuan dengan kesatuan
lingkungan.”
Prof. Sumantri
“Sistem adalah sekelompok bagian yg bekerja
menjalankan tugasnya, maka maksud yang
hendak dicapai tidak akan terpenuhi / setidak-
tidaknya sistem yg terwujud akan mendapat
gangguan.”
H. Thierry
“Sistem adalah keseluruhan bagian yg saling
memengaruhi satu sama lain menurut suatu
rencana yg telah ditentukan untuk mencapai
suatu tujuan tertentu.”
Kamus Bahasa Indonesia
“Sistem adalah susunan kesatuan-kesatuan yang
masing-masing tidak berdiri sendiri tetap
berfungsi membentuk kesatuan secara
keseluruhan.”
Unsur-unsur dalam Sistem

Interaksi antar
Merupakan Memiliki peran
Seperangkat sistem akan
Saling berkaitan suatu kesatuan dan tujuan
elemen, bagian membentuk
dan tergantung yang tertentu yg
atau komponen. sistem lain yang
terintegrasi. hendak dicapai
lebih besar.
2. Pengertian Hukum
Hukum adalah peraturan – peraturan yang dibuat
oleh penguasa negara yang mengikat setiap
orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan.
M.H. Tirtaamidjaja,
S.H.

S.M. Amin, S.H.

J.C.T. Simorangkir,
S.H & Woerjono
Sastropranoto, S.H.
Pengertian Hukum
Menurut Para Ahli
Drs. E. Utrecht, S.H.

Immanuel Kant

Leon Duquit
M.H. Tirtaamidjaja, S.H.
Hukum adalah semua aturan (norma) yang harus
diturut dalam tingkah laku tindakan – tindakan dalam
pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti
kerugian.
S.M. Amin, S.H.
Hukum adalah kumpulan peraturan – peraturan yang
terdiri atas norma dan sanksi, yang bertujuan
mewujudkan ketertiban dalam pergaulan manusia,
sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.
J.C.T. Simorangkir, S.H & Woerjono Sastropranoto,
S.H.

Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat


memaksa, yang menentukan tingkah laku
manusia dalam lingkungan masyarakat, yang
dibuat oleh badan resmi yang berwajib, dan yang
melanggar akan mendapatkan hukuman sesuai
yang dilakukannya.
Drs. E. Utrecht, S.H.
Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan
larangan) yang mengurus tata tertib suatu
masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh
masyarakat itu.
Immanuel Kant
Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat
yang dengan ini kehendak bebas dari orang
yang satu dapat menyesuaikan diri dengan
kehendak bebas dari orang lain menurut
peraturan hukum tentang kemerdekaan.
Leon Duquit
Hukum adalah aturan tingkah laku anggota
masyarakat, aturan yang daya penggunaannya
pada saat tertentu diindahkan oleh suatu
masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan
bersama dan pelanggaran terhadapnya akan
menimbulkan reaksi bersama terhadap
pelakunya.
3. Unsur-Unsur Hukum
Peraturan yang mengatur tingkah laku menusia dalam
masyarakat.

Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang


berwajib.

Peraturan itu bersifat memaksa.

Sanksi terhadap pelanggaran peraturan itu bersifat tegas.


4. Ciri-Ciri Hukum

Perintah dan
Adanya perintah atau larangan itu harus Penyelenggaranya
larangan dipatuhi dan ditaati dapat dihukum
oleh setiap orang

Aturan-aturan
Aturan-aturan hidup
hidup
kemasyarakatan
kemasyarakatan yangyang Ada
Ada sanksi
sanksi yg
yg berupa
berupa
memelihara
memelihara tata
tata tertib
tertib hukum
hukum hukuman
hukuman
dapat
dapat digolongkan ke dalam
digolongkan ke dalam
kategori
kategori kaidah
kaidah hukum
hukum
5. Sanksi-Sanksi Hukum
Pelanggaran sanksi-sanksi hukum Indonesia
secara umum, tercatat dalam kitab Undang-
Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 10.
Pidana Mati Seumur Hidup

Hukum Pokok
Sementara
Pidana Penjara ( max : 20 thn,
min : 1 thn)

Pidana Kurungan
Sanksi-Sanksi
Sanksi-Sanksi Pidana Denda (min : 1 hari, max
Hukum
: 1 thn)

Pencabutan Hak-
hak Tertentu
Hukum
Tambahan
Penyitaan barang-
barang tertenru

Pengumunan
Keputusan
6. Tujuan Hukum
O Secara umum : tujuan hukum adalah
menjamin kepastian hukum dalam masyarakat
Purnadi
dan
Soerjomo
Sukanto

Pendapat
Prof.
O. Noto Tentang
Subekti,
Hamidjojo Tujuan S.H.
Hukum

Prof. Van
Apeldoorn
Tujuan Hukum dalam masyarakat
:
• Mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada
1 rakyatnya

• Untuk mencapai keadilan dan ketertiban


2

• Mengatur pergaulan hidup manusia secara damai


3
• Memberikan petunjuk bagi orang-orang dalam
4 pergaulan masyarakat
Teori Tujuan Hukum
• Berdasarkan etika

Teori Etis • “Untuk Mencapai Keadilan”

Teori • “Untuk memberikan faedah sebanyak-


banyaknya bagi masyarakat, yaitu dengan

Utilities memberikan kebahagianan dan


kenikmatan”

• Etis dan Utilities

Campuran • “Untuk menjaga ketertiban dan untuk


mencapai keadilan dalam masyarakat”
7. Asas-Asas Hukum
Asas
Hukum
Umum

Asas
Hukum

Asas
Hukum
Khusus
Asas Hukum Umum
Asas hukum umum adalah asas yang
berhubungan dengan keseluruhan bidang hukum.
Contoh :
O Asas lex posteriori derogate legi prioro
O Asas lex speciall derogate legi general
O Asas lex superior deregat legi inferior
O Asas restitio in tintegrum.
Asas Hukum Khusus
Asas hukum khusus adalah asas yang berlaku
dalam lapangan hukum tertentu.
Contoh :
O Hukum pidana berlaku asas praduga tidak
bersalah, asas nebis in idem.
O Hukum perdata berlaku atas pacta sunt
servanda absus de droit.
Asas hukum menurut Scholten
Asas Kepribadian

Asas Persekutuan

Asas Kesamaan

Asas Kewibawaan

Asas Pemisahan antara baik dan buruk


8. Fungsi Hukum

Sebagai
Pelindung
Pelindung

Seeb
aggaaii an aagga
b a na ii K
SSeb angguun Keea
ddiil
ba
PPemmb laan
Fungsi Hukum Menurut
Soerjono Sukanto

Sebagai
Sebagai
pengadilan
pengadilan
sosial
sosial

M
r a
a kkaatt M
pprro eemm
ar
aassyya ossees ppeerrlla
m
m s iinn anncca
a tteer arr
e
ennaatta raakks
M
M sii
9. Penggolongan Hukum
Berdasarkan
Wujudnya

Hukum Hukum Tidak


Tertulis Tertulis
Hukum Tertulis
Hukum dalam bentuk tulisan yang telah dicantumkan
dalam berbagai peraturan negara.
Contoh :
O UUD 1945
O Ketetapan MPR
O Undang-Undang
O Perpu
O Peraturan Pemerintah
O Keputusan Presiden
O Peraturan Daerah
Hukum Tidak Tertulis
Hukum yang masih hidup dalam keyakinan
masyarakat tertentu (hukum adat). Dalam
praktik ketatanegaraan disebut konvensi.
Contoh:
O Pidato kenegaraan presiden,
O Norma – norma kesopanan
Hukum Lokal

Berdasarkan
Ruang / Wilayah Hukun Nasional
Berlakunya

Hukum
Internasional
Hukum Lokal
Hukum yang berlaku di daerah tertentu saja.
Contoh :
O Peraturan Pemprov Jatim
O Hukum adat Minangkabau
O Hukum adat Batak
Hukum Nasional
Hukum yang berlaku di negara tertentu.
Contoh :
O Hukum negara Kairo
O Hukum negara Indonesia
Hukum Internasional
Hukum yang mengatur hubungan antara 2
negara atau lebih.
Contoh :
O Hukum perang
O Hukum perdata internasional
Masa depan(ius
constituendum)

Saat ini(ius
Antar Waktu
constitutum)

Berdasarkan
Waktu yang
diaturnya
Saat ini(ius constitutum)
Hukum yang berlaku saat ini(hukum positif).
Contoh :
O UUD 1945 hasil amandemen terbaru.
Masa depan(ius constituendum)
Hukum yang berlaku di waktu yang akan datang.
Contoh :
O Tercantum pada aturan peralihan UUD 1945
Antar Waktu
Hukum yang mengatur sebuah peristiwa yang
menyangkut hukum yang berlaku pada saat ini dan
hukum yang berlaku pada masa lalu.
Contoh :
O UUD 1945 pasal 6A dan pasal 7
Satu golongan

Berdasarkan
Semua golongan
Pribadi yang diatur

Semua golongan
Satu Golongan
Hukum yang mengatur dan berlaku hanya bagi
golongan tertentu saja.
Contoh :
O Peraturan RT 1
Semua golongan
Hukum yang mengatur dan berlaku bagi semua
golongan.
Contoh :
O Hak hidup dalam hukum HAM
Antar golongan
Hukum yang mengatur 2 golongan atau lebih
yang masing – masing tunduk pada hukum yang
berbeda.
Contoh :
O Ukhuwah Islamiah
Hukum Tata
Negara

Hukum
Administrasi
Negara
Hukum Publik
Hukum Pidana

Berdasarkan Isi Hukum Acara

Hukum
Perseorangan
Hukum Privat
Hukum
Keluarga
Hukum Tata Negara
Berisikan tentang hal – hal yang bersifat mendasar
bagi negara tertentu, seperti bentuk negara dan
pemerintahan, dan alat perlengkapan negara.
Contoh :
Hukum Administrasi Negara
Berisi tentang hal teknis dari negara, seperti cara
bekerja alat – alat perlengkapan negara, cara
melaksanakan kekuasaan dan wewenang dari
setiap organ negara.
Contoh :
Hukum Pidana
Hukum yang mengatur tentang pelanggaran –
pelanggaran dan kejahatan terhadap kepentingan
hukum yang diancam dengan sanksi pidana tertentu.
Contoh:
Hukum Acara
Seperangkat aturan yang berisi tata cara
menyelesaikan, melaksanakan, atau
mempertahankan hukum material.
Hukum Perseorangan
Himpunan peraturan yang mengatur manusia sebagai
subjek hukum, dan tentang kecakapannya memiliki
hak – hak, serta bertindak sendiri dalam
melaksanakan hak – haknya itu. Manusia dan badan
hukum dikategorikan sebagai pembawa hak atau
subyek hukum.
Contoh :
Hukum Keluarga
Memuat serangkaian peraturan yang timbul dari
pergaulan hidup dalam keluarga(karena
perkawinan yang menghasilkan anak).
Kekuasaan
Hukum Keluarga Orang Tua

Perwalian

Pengampunan Hukum Benda

Hukum
Perkawinan
Perikatan
Hukum
Hukum Waris
Kekayaan

Hukum Dagang
Menurut
Undang-Undang
Hukum Adat
Menurut Wasiat
Kekuasaan Orang Tua
Kewajiban untuk membimbing anak
sebelum cukup umur.
Kekuasaan orang tua putus apabila :
O Anak telah dewasa (21 tahun)
O Terlalu nakal
O Putusnya perkawinan
Perwalian
O Perwalian adalah seseorang/perkumpulan
yang bertindak sebagai wali untuk
memelihara anak yatim piatu sampai cukup
umur.
O Salah satu penyebab perwalian adalah
perkawinan kedua orang tuanya putus.
O Di Indonesia dijalankan oleh pejabat Balai
Harta Peninggalan.
Pengampunan
O Pengampunan adalah seseorang / perkumpulan
yang ditunjuk hakim sebagai kurator (pengampun)
bagi orang dewasa yang diampuninya (kurandus).
O Dapat terjadi karena adanya kelainan, seperti:
 Sakit ingatan
 Boros
 Lemah daya
 Tidak sanggup mengurus diri
 Berkelakuan buruk
Perkawinan
O Perkawinan adalah mengatur perbuatan hukum serta
akibatnya antara 2 pihak (laki-laki dan perempuan)
dengan maksud hidup bersama untuk jangka waktu
yang lama menurut undang – undang.
O Di Indonesia diatur menurut UU No. 1/1974.
Hukum Kekayaan
Hukum kekayaan adalah mengatur hak dan kewajiban
manusia yang dapat dinilai dengan uang, serta mengatur
benda dan hak yang dapat dimiliki atas benda yang
mencakup hukum benda, hukum perikatan dan hukum
waris.
Hukum Benda
O Hukum benda bertugas mengatur
hak kebendaan yang bersifat
mutlak.
O Hukum benda terdiri atas hukum
benda bergerak dan hukum benda
tidak bergerak.
Hukum Perikatan
O Hukum perikatan bertugas mengatur hubungan yang bersifat
kehartaan antara 2 orang atau lebih.
O Pihak pertama berhak atas prestasi (pemenuhan sesuatu) dan
pihak kedua wajib memberikan sesuatu.
O Hal pemenuhan prestasi terdiri atas memberikan sesuatu,
berbuat sesuatu, tidak berbuat sesuatu.
Hukum Waris
O Hukum waris bertugas mengatur kedudukan hukum harta
kekayaan seseorang setelah dia meninggal, terutama
berpindahnya harta kekayaan tersebut pada orang lain.
O Yang diatur antara lain pembagian harta peninggalan, turunan
penerimaan, hibah dan wasiat. Pembagian waris dapat
dilakukan dengan cara :
 Menurut undang – undang, pembagian warisan pada
pewaris yang memiliki hubungan darah terdekat.
 Menurut wasiat, pembagian warisan berdasarkan pesan
atau kehendak terakhir dari si pewaris yang harus
dinyatakan secara tertulis dalam akte notaris.
Hukum Dagang
O Hukum dagang, mengatur soal perdagangan
perniagaan yang timbul karena tingkah laku
manusia dalam perdagangan atau perniagaan, hal
yang diatur mencakup perniagaan pada umumnya
dan hak kewajiban yang timbul dalam dunia
perniagaan.
O Hal yang diatur mencakup :
 Buku I (perniagaan pada umumnya)
 Buku II ( hak dan kewajiban yang timbul
dalam dunia perniagaan)
Hukum Adat
O Hukum adat adalah hukum yang tumbuh dan
berkembang dalam masyarakat tertentu , dan
hanya dipatuhi oleh masyarakat yang
bersangkutan.
O Contoh :
 Pernikahan menurut daerah Bugis
 Pembagian waris di Batak
10. Sumber Hukum
O Sumber hukum adalah segala yang menimbulkan
aturan yang mempunyai kekuatan memaksa, yakni
aturan-aturan yang penyelenggaraannya dikenai
sanksi yang tegas dan nyata.
O Menurut Tap MPR No III/MPR/2000, yang
dimaksud sumber hukum adalah sumber yang
dijadikan bahan untuk menyusun peraturan
perundang-undangan.
O Sumber hukum terdiri atas sumber hukum tertulis
dan tidak tertulis dengan mengacu kepada Pancasila.
Sumber
Hukum
Material

Sumber
Hukum Formal
Sumber Hukum Material
O Sumber hukum material adalah keyakinan dan
perasaan (kesadaran) hukum individu dan
pensapat umum yang menentukan isi atau
materi (jiwa) hukum.
Sumber Hukum Formal
Sumber hukum formal adalah perwujudan
bentuk dan isi hukum material yang menentukan
belakunya hukum itu sendiri.

Macam
Macam
Sumber
Sumber
Hukum
Hukum Formal
Formal

Undang-
Undang- Kebiasaan
Kebiasaan Yurisprudensi
Yurisprudensi Traktat
Traktat Doktrin
Doktrin
Undang
Undang
11. Tata Hukum Indonesia
Tata hukum ialah semua peraturan-peraturan
hukum yang diadakan/diatur oleh negara atau
bagiannya dan berlaku pada waktu itu seluruh
masyarakat dalam negara itu.
Tata urutan perundang-undangan
Indonesia (TAP MPR No. Lll/MPR/2003)
UUD
UUD 1945
1945

Ketetapan
Ketetapan MPR
MPR RI
RI

Undang-Undang
Undang-Undang

Perpu
Perpu

Peraturan
Peraturan Pemerintah
Pemerintah

Keputusan
Keputusan Presiden
Presiden

Peraturan
Peraturan Daerah
Daerah