Anda di halaman 1dari 45

Komponen organik utama matriks tulang

adalah serat kolagen tipe I.


Komponen inorganik matriks terdiri dari
kalsium dan fosfat dalam bentuk kristal
hidroksiapatit. Komponen mineral ini akan
dipertahankan di dalam darah dengan
bantuan hormon paratiroid (dari kelenjar
disebelah tiroid) dan kalsitonin (dari kelenjar
tiroid).
Merupakan osteoblas yang terperangkap
dalam osteosid.
Osteosid adalah matriks tulang belum
mengapur yang baru dibentuk yang tidak
mengandung mineral.
Osteosit meningkatkan aktivitas remodeling
tulang dengan menarik osteoklas ke area di
mana remodeling tulang diperlukan.
Terdapat pada permukaan jaringan tulang.
Berasal dari sel batang mesenkimal
multipotent yang memiliki kemampuan
untuk berdiferensiasi menjadi osteoblas,
adiposit, kondrosit, myoblas, atau fibroblas.
Fungsinya adalah untuk membuat,
menyekresikan, dan mengendapkan unsur
organik matriks tulang baru yang disebut
osteoid.
Tiga fase berturut-turut pembentukan
tulang:
1. Produksi matriks osteoid
2. Pematangan matriks osteoid
3. Mineralisasi matriks
Sel multinuklear besar yang terdapat di
sepanjang permukaan tulang tempat
terjadinya resorpsi, remodelling dan
perbaikan tulang.
Fungsi utamanya adalah meresopsi tulang
selama remodelling.
Osteoklas ini sering terdapat di dalam sebuah
lekuk dangkal pada tulang yang teresorpsi
atau terkikis secara enzimatik yang disebut
lakuna Howship.
Osteoklas meresorpsi tulang dengan
asidifikasi dan proteolisis matriks tulang dan
kristal hidroksiapatit yang dikemas dalam
sealing zone.
REMODELLING TULANG TERJADI PADA BAGIAN GIGI
DI PERIODONTAL LIGAMEN DAN TULANG ALVEOLAR
PERISTIWA REMODELING TULANG ALVEOLAR TERJADI
BERDASARKAN KONSEP RESORPSI DAN APOSISI TULANG
SECARA TERUS MENERUS OLEH OSTEOKLAS DAN
OSTEOBLAS.
ADA BEBERAPA KONSEP YANG DIKEMUKAKAN
UNTUK MENJELASKAN MEKANISME PERGERAKAN
GIGI ORTHODONTIK

Teori tekanan-tarikan

Teori piezoelektrik

Mekanotransduksi
TEORI TEKANAN - TARIKAN
adanya perubahan aliran darah karena terjadi tekanan pada
ligamen periodontal, kemudian terjadi pembentukan atau
pelepasan pesan kimia dan terjadi aktivitas sel yang dipicu
oleh perubahan kimia.
(Proffit dkk, 2007 ; Khrisnan, 2009).
TEORI TEKANAN - TARIKAN
TEORI PIEZOELEKTRIK
Ketika alat ortodontik diaktifkan, gaya yang
diberikan pada gigi akan ditransmisikan ke seluruh
jaringan di sekitarnya.
Teori Piezoelektrik menghubungkan pergerakan
gigi pada perubahan metabolisme tulang yang
dikontrol oleh sinyal listrik yang dihasilkan oleh
pelengkungan tulang alveolar.
Tulang alveolar pada sisi tarikan memiliki
konfigurasi konkaf, bermuatan elektronegatif dan
menstimulasi peningkatan aktivitas osteoblas
sehingga terjadi deposit tulang; sedangkan pada sisi
tekanan tulang memiliki permukaan konveks
bermuatan elektropositif atau netral dan
menunjukkan peningkatan aktivitas osteoklast
sehingga terjadi resorpsi tulang
TEORI PIEZOELEKTRIK
MEKANOTRANSDUKSI
Gaya ortodontik yang diaplikasikan pada gigi
akan menyebabkan terjadinya perubahan pada
ligamen periodontal dan deformasi tulang.
Selanjutnya gaya mekanik dari alat ortodontik akan
diubah ke dalam bentuk kejadian molekuler melalui
transduksi sinyal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses remodeling
tulang :
Hormones
Growth Factors
Cytokines
Colony Stimulating Factors
Others (Prostaglandine, Leukotriens, Nitric Oxide)
MEKANOTRANSDUKSI
Hormon Parathyroid adalah regulator
terpenting dalam homeostasis kalsium. PTH
merangsang pembentukan tulang bila
diberikan secara intermitten dan resorpsi
tulang ketika disekresikan terus menerus.

Calcitriol adalah penting dalam


meningkatkan penyerapan kalsium dan
fosfor, dan dengan cara ini meningkatkan laju
mineralisasi tulang.
Vitamin D3 memiliki efek anabolik penting
pada tulang, sehingga mengerahkan efek
ganda pada pergantian tulang
Melibatkan sitokin dan prostatglandin E2
yang timbul dalam keadaan inflamasi.
Kedua zat tersebut mendorong osteoblas di
daerah tekanan untuk mengeluarkan
osteoklas dan di daerah regangan untuk
menerima osteoblas.
Remodeling Tulang
Remodeling tulang merupakan proses
regenerasi yang terjadi secara terus-menerus
dengan mengganti tulang lama dengan tulang
yang beru.
Fase Remodeling Tulang
1. Fase Quiscent
Merupakan fase disaat tulang masih dalam
keadaan resting lining cells.
2. Fase Activation
a. Pre-Osteoklas tertarik ke siklus remodeling.
b. Pre- Osteoklas berfusi untuk membentuk
osteoklas multinuklear.
3. Fase Resorption

a. Osteoclast melarutkan dan mengikis


tulang selama proses resorpsi.

b. Kalsium dapat dilepaskan ke dalam darah


untuk digunakan dalam berbagai fungsi tubuh.

c. Osteoclast menghilang.
4. Fase Reversal

a. Stem sel mesenkimal (prekursor


osteoblas) muncul di sepanjang liang yang sudah
terkikis.

b. Lalu berproliferasi dan berdeferensiasi


menjadi pra-osteoblas
5. Fase Formation
a. Maturasi menjadi osteoblas pada
permukaan liang.
b. Pada fase ini osteoid dilepaskan dan
membentuk matriks mineralisasi baru.
c. Matriks baru dimineralisasi dengan
kalsium dan fosfor.
6. Fase Mineralization

a. Dimulai 30 hari setelah terjadi


pengendapan dari osteoid.

b. Proses untuk menuju ke fase quiescent


kembali.
Fungsi Mekanis menyebabkan
Proteksi Remodeling Tulang
Gaya mekanis dapat mempengaruhi semua
jaringan tulang. Tarikan gaya mekanik akan
merangsang sel-sel tulang untuk melakukan
pertambahan matrix tulang, sehingga terjadi
remodeling tulang. Gaya mekanis berulang akan
memperkuat dan memperpadat tulang, inilah yang
dimaksud dengan efek proteksi dari remodeling
tulang.
Contoh perawatan ortodonsi yang
berpotensi untuk menimbulkan
gangguan kerusakan

Pemasangan alat ortodontik cekat yang salah


Perawatan ortodontik oklusi yang baik
dan stabil gigi harus berpindah tempat
sesuai yang diharapkan
Gigi bergerak dengan pemberian

kekuatan yang dihasilkan pegas-pegas

kawat atau elastik yang dipasang pada

alat ortodontik.

Pegas dan elastik punya energi potensial.

Bila dikenakan pada gigi maka gigi

terbawa oleh energi potensial

merangsang fenomena seluler dalam

remodeling jaringan periodontium


Ada kekuatan daerah tertekan dan daerah
tertarik

Daerah tertekan resorpsi tulang

Daerah tertarik aposisi tulang


Tekanan kuat:

Pembuluh darah tertutup/ vascular thrombosis


catu nutrisi tidak ada kemunduran jaringan
(regresi) serabut periodontium hilang
degenerasi hialin/ hialinisasi injuri fibroblas
dan jaringan lainnya nekrosis ligamen
periodontal
Gingivitis adalah peradangan pada gingiva yang menunjukkan
adanya tanda- tanda penyakit atau kelainan pada gingiva.
Gingivitis biasanya terjadi saat menyikat gigi dan flossing
(membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang
tidak benar, sehingga menyebabkan gingiva berdarah dan plak
tetap ada disepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan
yang terutama terdiri atas bakteri dan merupakan penyebab
utama dari gingivitis.
Penyebab gingiva berdarah adalah karena kebersihan gigi yang
kurang baik, sehingga terbentuk plak pada permukaan gigi dan
gingiva. Mikroorganisme pada plak menghasilkan racun yang
merangsang gingiva sehingga terjadi gingivitis. Pada pasien
pengguna piranti ortodonti cekat sering dijumpai iritasi pada
gingiva, hal ini dapat disebabkan oleh adanya faktor iritasi lokal
dari pesawat ortodonti yang belum disesuaikan dengan keadaan
rongga mulut pasien.
Pemakaian piranti ortodonsi

Sukar memlihara oral higine

Resensi gingiva

Akumulasi plak

Daerah retensi plak meningkat

Koloni bakteri plak meningkat

Invasi bakteri ke daerah subgingiva

Gingivitis
Braket dengan bonding resin dan braket dengan metal telah
digunakan secara rutin dalam perawatan ortodontik. Namun
akibat dari penggunaan piranti cekat ini yaitu dekalsifikasi email
yang tampak pada daerah yang berbatasan dengan piranti yang
di bonding.
Pada fase dini, bercak putih baru terlihat secara klinis setelah
dikeringkan dengan semprot angin, karena cairan di dalam pori-
pori kecil mempertahankan sifat tembus cahaya email. Pada fase
yang lebih lanjut, bercak putih dapat dilihat tanpa bantuan.
Sebagai akibat pembentukan asam oleh bakteri di dalam plak,
apatit yang jenuh membalik menjadi tidak jenuh. Hal ini terjadi
pada pH kritis, kira - kira 5,5 , pada permukaan batas antara
email dan plak. Akibat penurunan pH setempat, email di bawah
plak m engalami demineralisasi karena melarutnya bahan -
bahan pembangun, dan juga karena kapasitas buffer dari ludah
tidak adekuat.
Pemasangan ortodonsi

Meningkatkan plak gigi

Menurunkan pH (meningkatkan risiko S. mutans)

pH semakin turun

Terjadi deklasifikasi enamel


Menurut Moyers (1988,315), relaps adalah suatu istilah
yang digunakan pada suatu keadaan hilangnya koreksi
yang telah dicapai dalam perawatan ortodonti.
Faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab Relaps yaitu:
1. Kegagalan dalam menghilangkan penyebab maloklusi.
2. Diagnosis yang tidak tepat dan kegagalan menyusun
rencana perawatan yang baik.
3. Interdigitasi cups yang kurang normal.
4. Ekspansi rahang ke arah lateral dan / atau anterior
5. Ukuran rahang dan harmoni yang tidak tepat.
6. Inklinasi aksial yang tidak tepat.
7. Gagal mengontrol rotasi.
8. Kontak yang tidak baik.
9. Disharmoni ukuran gigi
Sumber
Lastianny, Sri Pramestri. 2012. Dampak Pemakaian Alat Ortodontik Terhadap Jaringan Periodontal.
Yogyakarta: Majalah Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
Ardhana, Wayan. 2010. Biomekanika Ortodontik. Yogyakarta: Materi Kuliah Ortodonsia II Universitas Gadjah
Mada
Iskandar, P. (n.d.). 1 A spek biologis pergerakan gigi ortodontik. 1st ed. [ebook] Makassar: RSIA Catherine
Booth, pp.2-5. Available at:
http://pdgimakassar.org/journal/file_jurnal/1607030345204PatriciaFULLASPEKBIOLOGIS-8.pdf
[Accessed 30 Mar. 2017].
Peran matriks metaloproteinase-8 pada cairan krevikuler gingiva selama pergerakan gigi ortodontik. (2010).
Dentofasial, 9(ISBN 1412-8926).
TERIMAKASIH