Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN KASUS

ANEMIA
LAPORAN KASUS
Identitas pasien
Nama : An. HH Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal lahir : 11 November 2003 Suku Bangsa : Indonesia
Umur : 13 Tahun 10 bulan 26 hari Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Alamat : Jl. Kebanteran V, RT 03/RW 06
Identitas orang tua
Nama Ayah : Tn. B Agama : Islam
Umur : 38 Tahun Pendidikan : SD
Pekerjaan : Supir Suku Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Kebanteran V, RT 03/RW 06

Nama Ibu : Ny. T Agama : Islam


Umur : 37 Tahun Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT Suku Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Kebanteran V, RT 03/RW 06
Anamnesis
Hubungan dengan orang tua : anak kandung
Tanggal Masuk RS : 27 September 2017
Tanggal Pemeriksaan : 28 September 2017

Diambil dari : Autoanamnesis dengan pasien


Tanggal : 28 September 2017, pukul 15.00 WIB
Keluhan utama
Pasien dirujuk ke RSUD Koja dengan keluhan lemas sejak 2
minggu sebelum masuk rumah sakit (SMRS).
Keluhan tambahan
Pusing sejak satu bulan SMRS dan mual.
Riwayat penyakit sekarang
Pusing terus menerus
1 bulan Memburuk ketika beraktivitas dan keluhan membaik jika lagi istirahat
SMRS

Lemas terasa terus menerus, memburuk jika berjalan jarak jauh.


Mual yang hilang timbul.
2 minggu Nafsu makan menurun
SMRS Lebih suka tiduran

Darah rutin menunjukkan nilai Hb serendah 4,2 mg/dL


Dirujuk ke RSUD Koja
2 jam SMRS
Riwayat penyakit Riwayat penyakit
dahulu keluarga
Pasien tidak pernah Tidak ada keluarga
mengalami keluhan pasien yang
yang sama mengalami keluhan
sebelumnya. yang sama.
Riwayat asma, infeksi Riwayat asma, alergi,
paru dan kelainan darah tinggi, jantung,
bawaan : (-) tuberkulosis, dan
kencing manis : (-)
Riwayat kehamilan dan kelahiran
Kehamilan
Perawatan antenatal : Rutin ANC ke puskesmas
Penyakit kehamilan : Tidak ada

Kelahiran
Rumah bersalin
Bidan
Spontan
38 minggu, cukup bulan
Keadaan bayi
Berat badan lahir : 2300 gram
Panjang badan lahir : Tidak diketahui
Lingkar kepala : Tidak diketahui
Langsung menangis : Langsung menangis kuat
Pucat/Biru/Kuning/Kejang : Tidak ada
Nilai APGAR : Tidak diketahui
Kelainan bawaan : Tidak ada
Riwayat pertumbuhan dan perkembangan

Gigi pertama : 5 bulan (normal 5-9 bulan)


Tengkurap : 4 bulan (normal 4-6 bulan)
Duduk : 7 bulan (normal 6 bulan)
Merangkak : 7 bulan (normal 7-10 bulan)
Berdiri : 12 bulan (normal 9-12 bulan)
Berjalan : 17 bulan (normal 13-18 bulan)
Berbicara : 14 bulan (normal 10-12 bulan)
Riwayat imunisasi
Ibu pasien mengaku imunisasi dasar anaknya lengkap

vaksin Dasar (umur) Ulangan (umur)


BCG Lahir
DPT / DT 2 bln 4 bln 6 bln 18bln 5 tahun
POLIO Lahir 2 bln 4 bln 6 bln 18bln 5 tahun
CAMPAK 9 bln 24 bln 6 tahun
HEPATITIS B Lahir 1 bln 6 bln
MMR 15 bln 5 tahun
TIPA -
Pemeriksaan fisik
TSR
Keadaan umum Compos Mentis

Frekuensi Nadi : 100 x/menit


Frekuensi Napas : 24 x/menit
Tanda-tanda Vital Suhu tubuh : 36.3 0C
Tekanan darah :90/50 mmHg

Berat badan : 47 kg
Tinggi badan : 159 cm
Data antropometri Lingkar Kepala : 52 cm
Lingkar Dada : 32 cm
Lila : 22 cm

Status Gizi BB/U : 100% (normal)


TB/U : 100% (normal)
(menurut CDC) BMI/U : 97,8% (normal)
Pemeriksaan sistematis
Kepala
Bentuk dan ukuran : simetris, normocephali
Rambut & kulit kepala: warna hitam, tebal, distribusi merata, tidak mudah dicabut
Mata : bentuk normal, konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-),
reflek cahaya +/+, pupil isokor
Telinga : normotia, liang telinga lapang.
Hidung : septum deviasi (-), sekret -/-, napas cuping hidung (-)
Mulut : bibir kering (+), pucat (+), sianosis (-)
Gigi geligi : 28 batang, karies denties (-)
Lidah : bentuk dan ukuran normal, kotor (-), tremor (-)
Tonsil : T1-T1, hiperemis (-), detritus (-)
Faring : hiperemis.(-)
Leher :
Pembesaran KGB (-) pada supraclavicula, preauricula, submandibula.

Thoraks
1. Paru
Inspeksi : bentuk dada normal, simetris pada pernafasan statis maupun dinamis,
retraksi iga (-).
Palpasi : Pelebaran sela iga (-),nyeri tekan (-), benjolan (-)
Perkusi : sonor di seluruh lapangan paru
Auskultasi : suara napas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
2. Jantung
Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : iktus cordis tidak teraba
Perkusi : redup
Auskultasi : BJ I/II murni reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen normal, tidak membuncit atau mencengkung, sikatrik (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), hepatomegali (-), spleenomegali (-), turgor kulit baik,
ballotement (-)
Perkusi : timpani di seluruh lapang perut
Auskultasi : bising usus (+) normal

Extremitas
Ekstremitas superior : akral hangat, deformitas (-), Edema -/- , CRT < 2 detik.
Ekstremitas Inferior : akral hangat, deformitas (-), Edema -/- , CRT < 2 detik.

Tulang belakang : skoliosis (-), lordosis (-), kifosis (-)


Anus dan Rektum : tidak dilakukan karena tidak ada indikasi
Genitalia : tidak dilakukan karena tidak ada indikasi
Kulit : turgor kembali cepat, warna kulit sawo matang.
Pemeriksaan neurologis : tidak ada kelainan
Pemeriksaan laboratorium
Tanggal 27 September 2017 jam 01:44 (IGD)
Darah Rutin
Hemoglobin 4.2 g/dL 12.0-15.0
Leukosit 3.11 10^3/L 4.0-10.50
Hematokrit 18.0 % 35.0-45.0
Trombosit 233 10^3/L 182-369

Tanggal 28 September 2017 jam 13:48 (LT 16)


Darah Rutin
Hemoglobin 9.1 g/dL 12.0-15.0
Leukosit 7.38 10^3/L 4.0-10.50
Hematokrit 31.5 % 35.0-45.0
Trombosit 247 10^3/L 182-369
RINGKASAN
lemas terus menerus sejak 2 minggu SMRS
pusing terus menerus sejak 1 bulan SMRS
perempuan
berusia 13 tahun nafsu makan menurun & lebih suka tiduran
10 bulan

TSR
kesadaran compos mentis.
Pemeriksaan nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 24 x/menit, suhu 36,3C dan tekanan darah 90/50 mmHg.
fisik CA +/+, mukosa bibir kering dan pucat

Haemoglobin menurun (4,2 g/dL)


Hematokrit menurun (18,0 %)
Pemeriksaan Leukosit menurun (3,11 x 10^3/L)
penunjang
Diagnosis kerja

Anemia gravis

Pusing, lemas, lelah bila beraktivitas dan penurunan nafsu makan


CA +/+, mukosa bibir kering dan pucat
Haemoglobin menurun (4,2 g/dL)
Hematokrit menurun (18,0 %)
Leukosit menurun (3,11 x 10^3/L)
Diagnosis banding
Anemia ec defisiensi besi
Anemia megaloblastik
Anemia ec perdarahan
Anjuran pemeriksaan
Penatalaksanaan Prognosis
penunjang
Pemeriksaan darah Transfusi PRC 3x150 Ad vitam: ad bonam
Ad functionam: ad bonam
rutin ulang cc dengan jeda 12
Ad sanactionam: ad bonam
Pemeriksaan darah jam
lengkap Ferrous sulfate 4-
Indeks eritrosit, 6mg/kgBB/hari
morfologi darah tepi
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
penurunan volume/jumlah sel darah merah (eritrosit)
dalam darah / penurunan kadar hemoglobin (Hb)

Anemia sampai dibawah rentang nilai normal


penurunan kemampuan darah untuk menyalurkan
oksigen ke jaringan

Anemia
nilai Hb di bawah 7 g/dl
tambahan umumnya melalui transfusi

gravis
KLASIFIKASI - ETIOLOGI

Anemia Anemia Anemia Anemia


defisiensi aplastik hemoragik hemolitik
akibat terhentinya perdarahan masif penghancuran sel
kekurangan satu proses (akut) darah merah yang
atau beberapa pembuatan sel perdarahan berlebihan
bahan yang darah oleh menahun
diperlukan untuk sumsum tulang
pematangan
eritrosit
KLASIFIKASI - MORFOLOGI
Normositik Ukuran dan bentuk eritrosit normal
normokrom Hemoglobin dalam jumlah normal

Makrositik Ukuran eritrosit lebih besar dari normal


normokrom Jumlah hemoglobin normal

Mikrositik Ukuran eritrosit lebih kecil dari normal


hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari
hipokrom normal
ANEMIA DEFISIENSI - Mikrositik Hipokrom

Anemia defisiensi besi


kurangnya besi yang diperlukan untuk sintesis
hemoglobin
Etiologi
Kebutuhan yang meningkat secara fisiologis
Usia pertumbuhan cepat (pada satu tahun pertama dan masa remaja).
Bayi prematur
Menstruasi
Asupan besi yang tidak adekuat
bayi cukup bulan - 0,5 mg/hari
Anak 0,8-1,5 mg/hari
ASI - 40%
susu formula 10%
Perdarahan
Kehilangan darah sebanyak 1 ml - kehilangan
besi 0,5 mg

Malabsorpsi besi
Asam lambung berkurang
Gastrektomi partial/total
Perubahan mukosa usus
Transfusi feto-maternal
Kebocoran darah yang kronis ke dalam sirkulasi ibu

Hemoglobinuria
anak dengan katup jantung buatan

Iatrogenic blood loss


Pengambilan darah vena untuk pemeriksaan laboratorium

Idiopathic pulmonary hemosiderosis


perdarahan paru yang hebat dan berulang
Epidemiologi

Balita sekitar 25-35%.


Anak usia 5-8 tahun : 5,5%
Anak praremaja 2,6%
Gadis remaja yang hamil 26%.
Prevalensi lebih tinggi - status sosial ekonomi rendah
Patofisiologi
Berkurang / tidak ada cadangan besi
Hemoglobin dan fungsi protein besi lainnya masih normal
Iron depletion Feritin serum menurun

Besi yang tidak cukup untuk menunjang eritropoesis


Iron deficient
erythropoietin

Besi yang menuju eritroid sumsum tulang tidak cukup sehingga terjadi
penurunan kadar Hb
Iron deficiency
anemia
Manifestasi klinis

Pucat Pusing Anoreksi

Intoleransi Termogenesis
Iritabel
latihan/lemas abnormal
Pemeriksaan Laboratorium
pemeriksaan darah rutin (Hb, Ht, leukosit, trombosit)
pemeriksaan indeks eritrosit, retikulosit, morofolgi darah tepi
pemeriksaan status besi (Fe serum, TIBC, saturasi transferrin, FEP,
ferritin)
apus sumsum tulang
Krieria Diagnosis
WHO Cook and Monsen Lanzkowsky

Kadar Hb kurang dari Anemia hipokrom Hipokrom mikrositer yang


normal sesuai usia mikrositik dikonfirmasi dengan kadar
Ht < 31% (N : 32-35%) Saturasi transferrin < 16% MCV, MCH, dan MCHC
Kadar Fe serum < 50 Ug/dL Nilai FEP > 100 Ug/dL yang menurun
(N: 80-180 Ug/dL) eritrosit Red cell distributuion width
Saturasi transferrin < 15 % Kadar ferritin serum 12 > 17%
(N : 20-50%) Ug/dL FEP meningkat
Feritin serum menurun
Fe serum menurun, TIBC
meningkat, ST < 16%
Respon tubuh terhadap
pemberian preparat besi
Sumsum tulang
Trial pemberian preparat besi
Preparat besi dosis 6 mg/kg/hari selama 3-4 minggu -
peningkatan kadar Hb 1-2 g/dL
Tatalaksana
Preparat besi

Peroral : ferrous sulfate


Dosis : 4-6 mg besi elemental/kg/hari, 2-3 kali sehari
Diberikan selama 2 bulan terus-menerus setelah anemia teratasi.
Parenteral : dekstran besi
Dosis besi (mg) = BB(kg) x kadar Hb yang diinginkan (g/dL) x 2,5
Transfusi darah
Hb < 4 g/dL : PRC dosis 2-3 ml/kgBB per satu kali pemberian +
diuretic seperti furosemide
(Hb target Hb pasien) x BB (kg) x jenis darah
Jenis darah : darah yang dibutuhkan
PRC dikalikan 3
WB dikalikan 6
Pencegahan

Meningkatkan ASI eksklusif

Susu sapi setelah 1 tahun : menurunkan resiko perdarahan saluran


cerna
Makanan mengandung besi dan asam askorbat : usia 4-6 bulan

Memberikan suplementasi Fe kepada bayi kurang bulan

Pemakaian PASI yang mengandung besi.


ANEMIA DEFISIENSI - Makrositik Normokrom
(Megalobalstik)

Anemia Defisiensi Asam Folat


Jumlah asam folat dalam tubuh berkisar 6-10 mg, dengan kebutuhan perhari
50mg.
Makanan: hati, ginjal, sayur hijau, ragi

Anemia Defisiensi Vitamin B12


bahan esensial untuk produksi sel darah merah dan fungsi sistem saraf secara
normal
Makanan : daging dan telur
Etiologi
AD Asam Folat AD Vitamin B12

kekurangan masukan asam folat kurangnya masukan vitamin B12


gangguan absorpsi panderita alkoholik kronik
kekurangan faktor intrinsik pembedahan lambung
seperti pada anemia pernisiosa ileum terminale
dan postgastrektomi malabsorpsi
infeksi parasit
penyakit usus dan keganasan
obat yang bersifat antagonistik
terhadap asam folat seperti
metotrexat
Manifestasi klinik
AD Asam Folat AD Vitamin B12

pucat penurunan nafsu makan


lekas letih dan lemas diare
berdebar-debar sesak napas
pusing dan sukar tidur lemah
tampak seperti malnutrisi cepat lelah
glositis berat (radang lidah
disertai rasa sakit)
diare dan kehilangan nafsu
makan
Pemeriksaan laboratorium
Hb menurun, MCV >96 fL
Retikulosit biasanya berkurang
Hipersegmentasi neutrofil
Aktivitas asam folat dalam serum rendah (normal antara 2,1-2,8 mg/ml)
Kadar Vitamin B12 < 100 pg/ml
Sum-sum tulang eritropoetik megaoblastik, granulopoetik, trombopoetik
Tatalaksana

AD Asam Folat AD Vitamin B12

Asam folat 0,5-1 1mg parenteral


mg/hari
Bayi premature
1mg/hari
Anemia Aplastik / Pansitopenia normositik
normokrom

Kongenital Acquired

Perdarahan bawah kulit radiasi / radioaktif


Anemia progresif zat kimia seperti benzena,
2/3 penderita disertai anomali insektisida, As, Au, Pb
kongenital (mikrosefali, mikroftalmi, obat seperti kloramfenikol, busulfan,
anomali jari, kelainan ginjal, metotrexate, sulfonamide,
perawakan pendek, hiperpigmentasi fenilbutazon.
kulit) Infeksi seperti IBC milier, hepatitis
keganasan, penyakit ginjal, penyakit
endokrin
Yang paling sering bersifat idiopatik
Manifestasi klinis
Pucat
Anoreksia
Lemah
Palpitasi
Sesak

Pemeriksaan laboratorium
Anemia normositik normokrom
Retikulosit menurun
Leukopenia
Trombositopenia
Sum-sum tulang hipoplasia/aplasia yang diganti oleh jaringan lemak atau
jaringan penyokong
Tatalaksana
Prednison/kortikosteroid 2-5 mg/KgBB/hari secara oral
Androgen/testosteron 1-2 mg /KgBB/ hari secara parenteral
Transfusi darah bila perlu
Pengobatan terhadap infeksi sekunder
Makanan lunak
Istirahat
Transplantasi sumsum tulang pada pasien muda, Antithymocyte Globulin
(ATG) untuk pasien tua.
ANEMIA HEMOLITIK
Gangguan intrakorpuskular

Gangguan pada Gangguan enzim


struktur dinding (kelainan Hemoglobinopatia
eritrosit metabolism)
Sferositosis Defisiensi G6PD
Ovalositosis Defisiensi glutation
(eliptositosis) reduktase
A beta Defisiensi glutation
lipoproteinemia Defisiensi piruvat
Gangguan kinase
pembentukan Defisiensi triose
nukleotida phosphatase
isomerase (TPI)
Gangguan Ektrakorpuskular
anemia akibat penghancuran eritrosit karena reaksi antigen-antibody
inkompabilitas golongan darah, alergen dari luar tubuh, reaksi autoimun
obat-obatan, racun ular, jamur, bahan kimia (bensin, saponin, air), toksin
(hemolisisn) streptokokkus, virus, malaria.
hipesplenisme
Tatalaksana

Transfusi Packed Red Cell (PRC) bila Hb <6g/dL dan dipertahankan >12 g/dL
Pemberian kelasi besi (deferoxamin /DFO): jika kadar feritin 2000 mg/L diberikan
5 hari dalam 1 minggu, jika kadar feritin <2000 mg/L diberikan tiap kali transfusi
Obat-obatan seperti vitamin C dan asam folat 2-5 mg/hari.
Atasi komplikasi : gagal jantung karena anemia beri oksigen, transfusi, diuretik,
digitalisasi hanya bila Hb >8 g/dL. Jika ada infeksi beri antibiotik.
Kontrol Hb 2- 4 minggu, darah lengkap setiap 4 minggu
Pemantauan fungsi organ : setiap 3 bulan
ANEMIA POST HEMORAGIK
Kehilangan darah mendadak

Pengaruh timbul segera Pengaruh lambat

Penurunan aliran darah ke organ yang Hemodilusi (Pergeseran cairan


kurang vital (anggota gerak, ginjal) dan ektraseluler ke intraseluler)
peningkatan aliran darah ke organ vital Laboratorium: leukositosis (15.000-
(otak dan jantung). 20.000/mm3), Hb, Ht, eritrosit menurun,
Kehilangan darah 12-15% : pucat, eritropoetik meningkat, oligouria/anuria,
takikardi, tekanan darah gagal jantung.
normal/menurun Terapi dapat diberikan PRC
Kehilangan darah 15-20% : tekanan
darah menurun, syok reversibel
Kehilangan darah >20% : syok
irreversibel
Terapi : transfusi darah dan plasma
KESIMPULAN
Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume/jumlah sel darah merah
(eritrosit) dalam darah atau penurunan kadar Hemoglobin.
Dengan demikian anemia bukanlah suatu diagnosis melainkan pencerminan dari
dasar perubahan patofisiologis yang diuraikan dalam anamnesa, pemeriksaan fisik
yang teliti serta pemeriksaan laboratorium yang menunjang.
penangan anemia berdasarkan penyakit mendasari
Tanda dan gejala yang sering timbul adalah sakit kepala, pusing, lemah, gelisah,
diaforesis (keringat dingin), takikardi, sesak napas, kolaps sirkulasi yang
progresif cepat atau syok, dan pucat (dilihat dari warna kuku, telapak tangan,
membran mukosa mulut dan konjungtiva).
THANK YOU