Anda di halaman 1dari 30

PROSEDUR INJEKSI

1. Intramusculair (IM)
2. SubCutan (SC)
3. intraCutan (IC)/ Skintest
4. Intravena (IV)

Oleh :
Tentrem Rahayu,SST., M.Kes.
(2016)
Pengertian
1. Injeksi Intramusculair (IM) : adalah Pemberian
obat / cairan secara langsung ke dalam otot (muskulus)

2. Injeksi SubCutan (SC) : adalah menyuntikan obat


langsung dibawah kulit

3. Injeksi intraCutan (IC)/ Skintest : Memasukan


obat kedlm jar. kulit (intracutan) untuk memberikan
imunisasi BCG dan Efektifitas kerja obat

4. Injeksi : adalah memasukkan cairan/obat langsung


kedalam pembuluh darah vena sehingga obat langsung
masuk kedalam sistem sirkulasi darah
TUJUAN
1. Injeksi IM bertujuan untuk melaksanakan fungsi
kolaborasi dengan dokter terhadap klien yang yang
diberikan obat secara intra muskulus (IM)
2. Injeksi SC bertujuan agar obat bekerja efektif,
dalam,pemberian obat insulin, pemberian
imunisasi DPT, Hepatitis, Meningitis, dst.
3. Injeksi IC bertujuan untuk mengetahui sensitivitas
tubuh terhadap obat yang disuntikan : Antibiotik
(skin tes), Vaksin BCG (mantouk tes)
4. Injeksi IV bertujuan untuk memasukkan obat secara
cepat agar mempercepat penyerapan obat
A.PERSIAPAN
Klarifikasi, melihat program therapi dokter dan
perencanaan perawatan dalam status klien
I.Persiapan Klien (Pengkajian)
- Cek (mencocokkan): nama klien, nama obat, dosis,
cara pemberian dan waktu pelaksanaan
- Kaji riwayat alergi obat pada Pasien
- Memberikan penjelasan tindakan inj. yang akan
dilakukan kepada klien/ keluarga
- Menyiapkan lingk. (menutup gorden/psg sampiran)
- Mengatur posisi tidur sesuai tindakan yg akan dilak.
- Membuka pakaian yang menutupi lokasi injeksi
II.Persiapan Peralatan injeksi IM
Persiapan alat untuk pelaksanaan injeksi adalah :
Baki beralas yang berisi :
1. Bak injeksi
2. Spuit & jarum steril,sesuai keperluan
3. Kapas alkohol/tupres/alkohol swab dlm tempatnya
4. Obat sesuai terapi
5. Pelarut/aquabidest, kp. ampul sah
6. Bengkok /nier bekken
7. Sarung tangan/ hand scoen
8. Buku ctt. Injeksi/ kartu daftar obat dan bolpoint.
Tambahan persiapan alat khusus untuk pelaksanaan
injeksi :
Intra Vena (IV)

1. Pengalas (pelak dan kain)


2. Torniquet ( karet pembendung)
3. Plester
Subcutan (SC)

1. Spuit ukuran 1cc


Intra Cutan IC

1. Spuit ukuran 1cc


2. Arloji /stopwatt
3. Kertas label/stiker
B. PELAKSANAAN
1. Siapkan peralatan ke dekat pasien
2. Salam terapeutik, kontrak tindakan
3. Validasi dan identifikasi psn dg Prinsip Enam Benar
1) Benar pasien (nama, umur, jenis kelamin,dan diagnose
medis)
2) Benar jenis dan nama obat
3) Benar dosis obat
4) Benar cara pemberian injeksi
5) Benar waktu pemberian injeksi
6) Benar dokumentasi
4.Mengkaji riwayat alergi obat
5.Menjelaskan kepada Klien prosedur tindakan injeksi
yang akan dilakukan
6.Menyiapkan lingk (menutup gorden/ psg sampiran)
7.Mencuci tangan
8.Memakai sarung tangan untuk proteksi diri
9.Melihat kembali program terapi pd catatan injeksi
10.Menyiapkan dosis obat yang akan diinjeksikan,
memasukkan obat kedalam spuit sesuai dengan
program therapi dokter dengan teknik aseptik
11.Membuka pakaian klien yg menutupi lokasi injeksi
12.Menentukan lokasi injeksi Melakukan injeksi
1. MELAKUKAN INJEKSI INTRA MUSCULAIR (IM)

Desinfeksi lokasi injeksi dg kapas alkohol dg tehnik


sirkuler dari pusat keluar, 1 kapas u/ sekali usapan.

Buang kapas alkohol dalam bengkok.

Masukan jarum dengan sudut 90 O.

Fiksasi spuit, memegang pangkal jarum dg tangan kiri


dan tangan kanan memegang ujung pluger.
Melakukan aspirasi dg menarik pluger, apabila
ada darah cabut jarum, dan buang spuit, ulangi
lagi dari menyiapkan obat.

Bilatidak ada darah, masukan obat secara


perlahan-lahan.

Mencabut jarum dg cepat sambil meletakkan


kapas alkohol tepat dilokasi injeksi dg menekan.

Masase dilokasi inj. pelan-pelan (untuk obat-obat


tertentu tidak boleh dimasase)
2. MELAKUKAN INJEKSI SUBCUTAN (SC)

Desinfeksi lokasi injeksi dg kapas alkohol dg


tehnik sirkuler dari pusat keluar, 1 kapas u/ sekali
usapan.

Buangkapas alkohol dalam bengkok.


Masukan jarum dengan sudut (45-60) O.

Fiksasispuit, memegang pangkal jarum dg tangan


kiri dan tangan kanan memegang ujung pluger.
Melakukan aspirasi dg menarik pluger, apabila
ada darah cabut jarum, dan buang spuit, ulangi
lagi dari menyiapkan obat.

Bilatidak ada darah, masukan obat secara


perlahan-lahan.

Mencabut jarum dg cepat sambil meletakkan


kapas alkohol tepat dilokasi injeksi dg menekan.

Masase dilokasi inj. pelan-pelan (untuk obat-obat


tertentu tidak boleh dimasase)
3. MELAKUKAN INJEKSI INTRACUTAN SKINTEST

Desinfeksi lokasi injeksi dg kapas alkohol dg


tehnik sirkuler dari pusat keluar, 1 kapas u/ sekali
usapan.

Buangkapas alkohol dalam bengkok.


Masukan jarum dengan sudut (10-15) O.

Fiksasispuit, memegang pangkal jarum dg tangan


kiri dan tangan kanan memegang ujung pluger.
Janganmelakukan aspirasi, langsung masukan
obat secara perlahan-lahan sampai muncul
gelembung pada permulakaan kulit.

Mencabutjarum perlahan tanpa menekan, masage


atau mengusap tempat insersi jarum.

Beritahu
pasien untuk tidak menekan, mengusap
atau menggaruk pada tempat injeksi.

Buatlah lingkaran menggunakan bolpoint dg jarak


(1-1,5) cm mengelilingi gelembung tempat injeksi
Lihat /observasi reaksi obat + 10-15 dilokasi injeksi

Bilaterjadi reaksi gatal, bengkak, kemerahan atau


indurasi sampai batas/diluar garis lingkaran berarti
hasil/ reaksi positif (+) artinya pasien alergi/tdk
tahan thd obat yg disuntikkan.

Bilatidak terjadi reaksi gatal, bengkak, kemerahan


atau indurasi berarti hasil/ reaksi negatif (-) artinya
pasien tiak alergi/ tahan thd obat yg disuntikkan.
4. UNTUK INJEKSI INTRA VENA
Pasang torniquet 5 cm diatas daerah yang akan
dikukan injeksi, cari vena yang besar dan lurus
(biasanya di V. mediana cubiti/ siku bagian dalam)

Desinfeksi lokasi injeksi dg kapas alkohol dg tehnik


sirkuler dari pusat keluar, 1 kapas u/ sekali usapan.

Buang kapas alkohol dalam bengkok.


Masukan jarum dengan sudut (15-25) O.

Fiksasi spuit, memegang pangkal jarum dg tangan kiri


dan tangan kanan memegang ujung pluger.
Lakukan aspirasi dg menarik pluger, apabila ada darah berarti
jarum masuk kedalam pembuluh darah vena. Bila tidak ada
darah, masukan lagi jarum sedikit sampai masuk ke Vena.

Lepas torniquet dan masukkan obat secara perlahan-lahan,


sambil observasi reaksi pasien thd masuknya obat.

Cabut jarum dari lokasi injeksi, dg meletakkan kapas alkohol


tepat dilokasi injeksi dg menekan. Jangan lakukan masage
dilokasi injeksi.

Sementara tekuk lengan pasien agar tidak terjadi perdarahan,


dan beri plester pada tempat insersi jarum.
SUDUT INSERSI JARUM INJEKSI
13.Merapikan klien dan memberi posisi yg nyaman
14.Membereskan alat-alat
15.Perawat cuci tangan memakai sabun den gan air yg
mengalir, keringkan dengan handuk atau tissu
16. Observasi reaksi obat dan respon klien thd
tindakan yang dilakukan
17. Mendokumentasikan tindakan yg telah dilakukan
pd kartu pengobatan (catatan injeksi) dan catatan
keperawatan di status pasien
18. Kontrak tindakan yang akan datang
1. PILIHAN TEMPAT INJEKSI INTRA MUSKULER

C C

A
A.Paha (vastus lateralis)
posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi

B.Bokong (Ventrogluteal)
posisi klien berbaring miring, telungkup, atau
telentang dengan lutut fleksi atau panggul miring pada
tempat yang akan diinjeksi

C.Lengan atas (musculus deltoideus)


posisi klien duduk atau berbaring datar dengan lengan
bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau
pangkuan.
2. PILIHAN TEMPAT INJEKSI SUBCUTAN

a. Lengan atas (m. deltoideus)


b. Paha (vastus lateralis)
c. Bokong (Ventrogluteal)
d. Perut (abdomen)
e. Scapula
f. Dorsogluteal
Kecepatan kerja obat dan banyaknya tempat Inj
3. PILIHAN TEMPAT INJEKSI INTRACUTAN
Sudut Injeksi

Cara insersi jarum injeksi Intracutan

Setelah injeksi diberi label


4. PILIHAN TEMPAT INJEKSI INTRAVENA
C. Evaluasi
Yang perlu diperhatikan dlm evaluasi al :
Reaksi obat terhadap pasien, (adakah reaksi alergi
obat?)
Respon klien terhadap obat
Kebenaran nama & dosis obat , cara & waktu
pemberian, apakah sudah sesuai dengan program
terapi dokter?
D. Dokumentasi
Mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
pada kartu pengobatan (catatan injeksi) dan catatan
keperawatan di status pasien, yang perlu
didokumentasikan adalah :
Nama pasien, dosis obat

Cara pemberian

Waktu pemberian,

Hasil /reaksi /respon klien

Lengkapi dg tanda tangan perawat yang

melakukan tindakan
DOKUMENTASI INJEKSI (IM,SC,IC,IV)
N NAMA TERAPI NAMA DOSIS OBAT RU LOKASI TGL/JAM REA TTD
O KLIEN OBAT TE KSI

1 Nn. Evi Penissilin Penissilin 1 gr IM dorsoglutea 4-5-2015 -


G: 3x1 G l (1400) Yudi
gr/IM
Amoxillin: Amoxillin 1 gr amoxillin IC Tangan kiri: 4-5-2015 -
3x1 gr diencerkan 5 cc 1/3 atas (1415) Yudi
(skintes aquades. Diambil lengan
dulu) 0,1 cc larutan dan bawah
diencerkan himgga bagian
1 cc. dalam
Heparin: Heparin 2500 U SC 4-5-2015 -
2500 U/SC (1400) Yudi

Antrain: 3x1 Antrain 1 amp IV 4-5-2015 -


amp/IV (1400) Yudi
RUJUKAN :
..\..\materi inj.im,iv,sc,ic tk I smt 2, Pw.point\IM
injection praktek vidio\IM paha.mp4
..\..\materi inj.im,iv,sc,ic tk I smt 2, Pw.point\IM
injection praktek vidio\NurseReview.Org_-
_Animation_on_Injection.mp4
..\..\materi inj.im,iv,sc,ic tk I smt 2, Pw.point\IM
injection praktek vidio\IM.mp4
..\..\materi inj.im,iv,sc,ic tk I smt 2, Pw.point\IM
injection praktek vidio\INTRAMUSCULAR
INJECTION animation sample-1.avi
Selamat Belajar

sampai jumpa
Praktek di
laboratorium