Anda di halaman 1dari 12

Dr.

Amalia Sundari
Ulkus
Kornea Etiologi :
adalah luka Infeksi oleh Faktor resiko :
terbuka pada Kekuranga
bakteri
lapisan n vitamin - Cedera mata
(misalnya
kornea yang A atau - Ada benda
paling luar stafilokokus,
protein. asing di mata
pseudomonas
Mata - Iritasi akibat
atau
kering krn
pneumokokus
kelopak lensa kontak.
), jamur, virus
Kasus mata tidak
(misalnya
emergency menutup
herpes) atau
ditangani sempurna
oleh Ahli protozoa
Mata, initial akantamuba
obat tetes
mata yang
mengandung Gejala klinis :
antibiotik, nyeri,
anti-virus fotofobia,
Diagnosis : uji refraksi , tes air sekret
atau anti-
jamur., tetes mata, pemeriksaan slit-lamp, banyak, mata
mata keratometri , respon pupil, merah, mata
kortikosteroi goresan ulkus untuk kultur, gatal,
d. Kasus pewarnaan kornea dengan zat gangguan
berat dengan fluororesensi. penglihatan,
pembedahan.
Terminologi : peradangan konjungtiva yang berulang ( musimam)

Konjungtivitis vernal terjadi Gejala klinis


akibat alergi kambuh pada : mata merah, sekret yang banyak,
musim panas. dan lengket, rasa gatal, peka
Keratokonjungtivitis vernal terhadap cahaya. Konjungtiva di
sering terjadi pada anak-anak, bawah kelopak mata
biasanya dimulai sebelum membengkak dan berwarna pink
masa pubertas dan berhenti pucat sampai berwarna keabuan.
sebelum usia 20 tahun. sedangkan konjungtiva lainnya
tampak berwarna putih susu.

kerusakan kecil pada


Tata laksana : kompres kornea hingga terjadi
dingin, jangan mengucek fotofobia hebat dan
mata, tetes mata anti alergi ( nyeri. gejala diatas dapat
cromoline, lodoxamine,
ketorolac dan levokabastin) hilang pada musim
anti histamin oral, dingin. Penegakan
kortikosteroid tdk boleh diagnosis pada
digunakan dalam waktu pemeriksaan mata dan
lama. gejala klinis .
Terminologi : suatu reaksi dimana sel-sel permukaan kornea
mati.
Etiologi : infeksi virus, infeksi bakteri, sinar ultraviolet, mata
kering, iritasi lensa kontak, iritasi obat-obat tetes mata, efek
samping obat ex. vidarabin

Gejala klinis : mata berair, merah, nyeri, foto fobia,


penglihatan menjadi kabur, sekret banyak, gatal. jika
infeksi virus akan terjadi pembengkakan kelenjar getah
bening dpn telinga (nyeri tekan)

Diagnosis : pemeriksaan ketajaman penglihatan, test


refraksi, test air mata, pemeriksaan slit lamp, reflek pupil,
keratometri, pewarnaan fluoresensi kornea.
• Tidak perlu diberikan pengobatan khusus, penyembuhan terjadi
dlm 3 minggu
Virus/ • Berikan antibiotik oral, atau anti biotik tetes mata.
bakteri

• Mata kering :Diberikan salap dan air mata buatan


Mata kering/ • Sinar ultra/lensa kontak : salap antibiotik dan obat untuk
sinar ultra melebarkan pupil
violet

• Hentikan menggunaan obat yang menyebabkan efek samping


tersebut.
Reaksi obat
•Keratomalasia (Xeroftalmia, Keratitis Xerotik) adalah
Terminologi suatu keadaan dimana kornea menjadi kering dan keruh
akibat kekurangan vitamin, A, protein dan kalori.
• dapat menyerang kedua mata.

•Keratomalasia biasanya terjadi akibat kekurangan


vitamin A yang berat. Akibat malnutrisi pada bayi, anak-
anak dan remaja.
Etiologi •proses penyerapan, penyimpanan ataupun pemindahan
vitamin A, seperti: Penyakit seliak, Kolitis ulserativa
• Fibrosis kistik ,Penyakit hati, Pembedahan bypass pada
usus

• rabun senja (penglihatan berkurang pada keadaan gelap) dan mata


yang kering (disebut xeroftalmia), diikuti oleh pembentukan kerutan,
Gejala kekeruhan dan perlunakan kornea (disebut keratomalasia).
klinis •Pada kekurangan vitamin A yang berat, pada konjungtiva terlihat
adanya endapan kering dan berbusa yang berwarna abu-keperakan
(bintik Bitot).
Diagnosis : berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan
fisik mata

Pengobatan : jika disertai infeksi diberikan antibiotika


lokal/sistemik
Kekurangan vit. A yang extrim dapat diberikan asupan
vitamin A, dan perbaikan gizi untuk penderita yang
malnutrisi.
Terminologi : suatu peradangan dan ulserasi
(pembentukan ulkus) pada kornea yang seringkali terjadi
pada penderita penyakit jaringan ikat (misalnya artritis
rematoid).
Gejala klinis dan
Etiologi : artritis blefaritis, keratitis
diagnosis : gangguan
reumatiod, lupus marginalis, pemakaian
penglihatan, fotofobia,
eritematosus, lensa kontak, Trauma
sarkoidosis, rosasea, penderita merasa ada
karena bahan kimia,
artritis sel raksasa, benda asing, mata
tuberkulosis, sifilis,
peradangan saluran berair, peradangan
hepatitis, disentri
cerna, kelaianan konjuntiva dan
basiler, keratitis (
metabolisme,, episklera. Diagnosis
virus, jamur maupun
ditegakkan dgn
akantamuba )
pemeriksaan fisik
Lokal dan Sistemik Sistemik Pembedahan

• Lokal : tujuan • Steroid sistemik • Perekat jaringan (


untuk mengatasi dan obat penekan lem sianoakrilat )
infeksi lokal dan kekebalan ( digunakan pada
mencegah immunosupresan) ancaman perforasi
kerusakan kornea. obat tersebut juga dan perforasi yang
• Sistemik : efektif dalam berukuran kurang
mengatasi penyakit mengontrol dari 1-2 mm.
sistemik yang peradangan mata • Prosedur tektonik :
menjadi sumber dan sistemik keratoplasti,
penyebab. • Immunosupresan keratoplasti
yang diberikan penetrasi, dan
adalah pencangkokan
cyclophosphamide. bercak
korneoskleral.
Terminologi : perubahan bentuk ( penipisan)
kornea yang terjadi secara bertahap,
sehingga bentuknya menyerupai kerucut.
Terjadi pada usia 10-20 tahun.

Etiologi : tidak diketahui. Keratokonus lebih


sering ditemukan pada pemakai lensa kontak
dan penderita hipermetropia. Kelainan
kornea bawaan, cedera mata, peny. Mata
tertentu ( retinopati, konjuntivitis vernal),
peny.sistemik.
Gejala klinis : keratokonus jika bagian tengah
kornea menipis dan secara bertahap menonjol
ke arah luar sehingga menyerupai kerucut.
Kelainan kelengkungan menyebabkan
perubahan pada kekuatan pembiasan kornea.
Hingga astigmatismus sedang-berat dan
hipermetrop, hingga pembentukan jaringan
• Gejala klinis dan hasil pemeriksaan kornea dengan slitlamp.
Diagnosis • Mengetahui kelengkungan kornea bisa dilakukan topografi
kornea. Unt stadium lanjut diukur dengan pakimeter.

• Memperbaiki penglihatan menggunakan kaca mata , sejalan


Pengobatan memburuk astigmatismus penderita menggunakan lensa kontak

• Kornea akan kembali stabil dalam beberapa tahun


kemudian tampa gangguan penglihatan yg berat.
Dominan kasus
• Tapi pada 10-20% kasus, kornea membentuk jaringan parut
atau tdk dpt mentolerir lensa kontak.