Anda di halaman 1dari 22

TINEA KORPORIS

IDENTITAS

Ny. A 57 thn Perempuan

Jualan
Islam Menikah
sayur
ANAMNESIS
• KU
• Pasien mengatakan gatal di daerah punggung, tangan dan kaki sejak 3 bulan yang
lalu.

• RPS
• Pasien datang ke Poliklinik Kulit Kelamin RSUD Koja dengan keluhan gatal di daerah
punggung, tangan dan kaki sejak 3 bulan yang lalu. Gatal dirasakan muncul tiba-tiba,
kemudian gejala gatal bertambah berat saat pasien berkeringat, kadang gatal juga
disertai rasa panas. Pada awalnya di punggung, tangan dan kaki muncul bercak-
bercak merah kecil yang kemudiannya merebak. Di sekeliling area bercak tersebut
juga terdapat bintil-bintil kecil yang mengelilingi.
• Pasien sudah berobat ke puskesmas dan Poliklinik Kulit Kelamin. Lesi dan gatal di
punggung sudah berkurang tapi kaki dan tangan masih gatal.
• RPD
• HT (+), asam urat (+)

• RPK
•-

• Hygiene
• Mandi 2x sehari tapi jarang ganti baju dan handuk
PEMERIKSAAN FISIK
• KU : TSR
• Kesadaran : CM
• TTV : Suhu : 36.5oC
: Nadi : 98 x/menit
: Pernapasan : 20 x/menit
: Tekanan Darah : 140/90 mmHg
• Status generalis : normal
STATUS DERMATOLOGI

Distribusi Lokasi Efloresensi

• Regional • Punggung, kaki • Plaque eritem


dan tangan multiple, ukuran
lentikuler s/d
plakat,
sirkumskrip
dengan skuama
halus
RESUME
• Pasien datang ke Poliklinik Kulit Kelamin RSUD Koja dengan keluhan gatal di
daerah punggung, tangan dan kaki sejak 3 bulan yang lalu. Gatal dirasakan
muncul tiba-tiba, kemudian gejala gatal bertambah berat saat pasien
berkeringat, kadang gatal juga disertai rasa panas. Pada awalnya di
punggung, tangan dan kaki muncul bercak-bercak merah kecil yang
kemudiannya merebak. Di sekeliling area bercak tersebut juga terdapat
bintil-bintil kecil yang mengelilingi. Pasien sudah berobat ke puskesmas dan
Poliklinik Kulit Kelamin. Lesi dan gatal di punggung sudah berkurang tapi
kaki dan tangan masih gatal.
• Pada pemeriksaan fisik, status generalis pasien normal. Status dermatologi
pada tangan kaki dan punggung didapatkan plaque eritem multiple, ukuran
lentikuler s/d plakat, sirkumskrip dengan skuama halus.
DIAGNOSIS
• Tinea korporis

PENATALAKSANAAN
• Miconazole salep
• Ketoconazole 200mg tab, 2 x tab 1
• Loratadine 10mg tab, 1 x tab 1

PROGNOSIS
• Ad vitam : ad bonam
• Ad fungsionam : ad bonam
• Ad sanationam : dubia ad bonam
Dermatomikosis

Superfisialis Profunda

Non-Dermatofitosis Subkutis
Dermatofitosis
Pitriasis Versikolor
Tinea Capitis
Piedra Hitam Organ/sistemik
Tinea Barbe
Piedra Putih
Tinea Corporis
Tinea nigra palmaris
Tinea Cruris
Kandidiasis
Tinea pedis
Tinea manus
Tinea Unguium
DEFINISI
Tinea korporis adalah infeksi dermatofita superfisial yang
ditandai oleh baik lesi inflamasi maupun non inflamasi pada glabrous
skin (kulit yang tidak berambut) seperti muka, leher, badan, lengan,
tungkai dan gluteal.
EPIDEMIOLOGI
• Prevalensinya antara pria dan wanita sama.
• Dapat mengenai semua orang dari semua tingkatan usia, tetapi
prevalensinya lebih tinggi pada preadolescen.
• Tinea korporis yang berasal dari binatang umumnya lebih sering
terjadi pada anak-anak.
• Secara geografi lebih sering terjadi pada daerah tropis daripada
subtropis.
ETIOLOGI
• Tricophyton rubrum
• Tricophyton tonsuran
• Microsporum canis
FAKTOR PREDISPOSISI
• kelembaban yang lama
• luka basah yang terpapar
• kurangnya kebersihan
STATUS DERMATOLOGI

• Kelainan dengan lesi bulat atau


lonjong, berbatas tegas terdiri atas
eritema, skuama, kadang-kadang
dengan vesikel atau papul di
tepinya, daerah tengahnya biasanya
lebih tenang.
• Kadang-kadang terlihat erosi dan
krusta akibat garukan.
• Lesi-lesi pada umumnya merupakan
bercak-bercak terpisah satu dengan
yang lain.
PATOFISIOLOGI
Jamur menghasilkan keratinase yang
mencerna keratin

Memudahkan invasi ke stratum korneum

Infeksi terjadi dimulai dengan terbentuknya kolonisasi hifa didalam


jaringan keratin yang mati

Hifa menghasilkan enzim keratolitik yang berdifusi ke jaringan epidermis


sehingga menimbulkan peradangan

Pertumbuhan jamur dengan pola radial di dalam stratum korneum menyebabkan timbulnya lesi kulit dengan
batas yang jelas dan meninggi.
GEJALA KLINIS
• Gatal
• Lesi berbatas tegas
• Pada tepi lesi tampak tanda radang lebih aktif, bagian tengah
cenderung menyembuh
• Lesi dapat berdekatan dan meluas
• Lesi eritematosa
• Bisa skuama, krusta, vesikel, papul
Pemeriksaan
• KOH 10-20%
• Hifa panjang, bercabang
antara material keratin

•Pembiakan
•Wood Lamp
DIAGNOSIS BANDING

Ptiriasis rosea Psoriasis

• Penyebabnya belum diketahui. • Penyebabnya autoimun bersifat kronik dan


• Keluhahan gatal ringan. residif.
• Penyakit dimulai dengan lesi pertama • Ditandai dengan bercak-bercak eritema
(herald patch), umumnya dibadan, solitar, berbatas tegas dengan skuama kasar,
berbentuk oval, anular, diameter kira-kira berlapis-lapis dan transparan.
3cm. Ruam terdiri atas eritema dan skuama • Keluhan gatal ringan.
halus dipinggir. Lesi berikutnya timbul 4-10 • Tempat predileksi pada skalp, perbatasan
hari setelah lesi pertama, memberi daerah tersebut dengan muka, ekstremitas
gambaran yang khas, sama dengan lesi bagian ekstensor terutama siku serta lutut
pertama hanya lebih kecil. dan daerah lumbosakral
• Predileksi pada badan, lengan atas bagian
proksimal dan paha atas.
PENATALAKSANAAN

TERAPI TOPIKAL TERAPI SISTEMIK


• Topikal azol • Griseofulvin
• Econazol 1 %
• Ketoconazol 2 % • Ketokonazol
• Clotrinazol 1%
• Flukonazol
• Miconazol 2%
• Allilmin • Itrakonazol
• Aftifine 1 %
• Butenafin 1% • Amfosterin B
• Terbinafin 1%
• Sikloklopirosolamin 2 %
• Kortikosteroid topikal • Kortikosteroid
PENCEGAHAN

• Mengurangi Kelembaban
• Menghindari Sumber Penularan
• Menghilangkan Fokal Infeksi
• Meningkatkan Higiene
PROGNOSIS

Tinea Korporis Membaik dengan tingkat


kesembuhan 70-100% setelah pengobatan
dengan azol topikal atau alilamin atau anti
jamur sistemik.