Anda di halaman 1dari 45

SIFILIS

Penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang


disebabkan oleh bakteri Treponema
pallidum, sangat kronis dan bersifat
sistemik.
Sinonim

• Menurut sejarahnya terdapat banyak


sinonim sifilis yang tidak lazim dipakai.
Sinonim yang umum ialah lues venerea
atau biasanya disebut lues saja. Dalam
istilah Indonesia di sebut raja singa.
Epidemiologi
• Data yang dilansir Departemen Kesehatan
menunjukkan penderita sifilis mencapai
5.000 – 10.000 kasus per tahun.
Sementara di Cina, laporan menunjukkan
jumlah kasus yang dilaporkan naik dari 0,2
per 100.000 jiwa pada tahun 1993 menjadi
5,7 kasus per 100.000 jiwa pada tahun
2005.
Etiologi
• Pada tahun 1905 penyebab sifilis
ditemukan oleh Schaudinn dan Hoffman
ialah Treponema pallidum yang termasuk
dlam ordo Spirochaetales, familia
Spirochaetaceae, dan genus Treponema.
• Bentuknya sebagai spiral teratur,
panjangnya antara 6,15um, lebar 0,15um,
terdiri atas delapan sampai dua puluh
empat lekukan. Gerakannya berupa rotasi
sepanjang aksis dan maju seperti gerakan
pembuka botol. Membiak secara
pembelahan melintang, pada stadium aktif
terjadi setiap 30 jam
Klasifikasi

• Klasifikasi menurut WHO berdasarkan


faktor epidemiologi :
– Sifilis dini
– Sifilis lanjut
Klasifikasi Secara klinis, Sifilis terbagi :
Sifilis kongenital (bawaan) terdiri atas :
• Dini (sebelum dua tahun)
• Lanjut (sesudah dua tahun)
• Stigmata
Sifilis akuisita (didapat) terdiri dari :
• Stadium I
• Stadium II
• Stadium laten : - Dini : bersifat menular
- Lanjut : bersifat tidak menular
• Stadium III
• Stadium kardiovaskular dan neurosifilis
Gejala Klinis

• Sifilis Dini S1
Kelainan kulit di mulai sebagai papul
lentikuler yang permukaannya segera
menjadi erosi, umumnya kemudian menjadi
ulkus. Ulkus tersebut biasanya bulat, soliter,
dasarnya ialah jaringan granulasi berwarna
merah dan bersih , diatasnya hanya tampak
serum. Dindingnya tak bergaung, kulit di
sekitarnya tidak menunjukkan tanda-tanda
radang akut.
• Sifilis sekunder (SII)
Biasanya SII timbul setelah 6-8 minggu
sejak SI dan sejumlah 1/3 kasus masih
disertai SI.
• Kelainan kulit dapat menyerupai berbagai
penyakit kulit sehingga disebut the great
imitator. Selain pada kulit SII juga dapat
menyebabkan kelainan pada mukosa,
kelenjar getah bening, mata , hepar, tulang,
dan syaraf.
• Kelainan kulit yang membasah (eksudatif)
pada SII sangat menular, kelainan yang
kering kurang menular. Kondiloma lata dan
plaque muqueuses ialah bentuk yang sangat
menular.
• Sifilis Tersier (S III)
Lesi pertama umumnya terlihat antara 3-
10 tahun setelah S I. Kelainan yang khas
adalah gumma, yakni infiltrat sirkumskrip,
kronis, biasanya melunak dan destruktif.
Tanda-tanda radang mulai tampak, kulit
menjadi eritematosa dan livid serta
melekat terhadap gumma tersebut.
Kemudian terjadi perforasi dan keluarlah
cairan seropurulen, kadang-kadang
sanguinolen, pada beberapa kasus
disertai jaringan nekrotik.
PEMBANTU DIAGNOSIS
• Pemeriksaan T.pallidum
• Tes Serologik Sifilis (VDRL, TPHA)
• Pemeriksaan yang lain
DIAGNOSIS BANDING
• Sesuai dengan stadium
• 1 : herpes simpleks, ulkus piogenik, skabies,
balanitis, LGV, karsinoma sel skuamosa, ulkus
mole
• 2 : DE, morbili, pitros, psoriasis, dermatitis
seboroika, kondiloma akuminata, alopesia
areata
• 3 :Tb, frambusia dan mikosis profunda
Terapi
• Penisilin
• Prinsip Therapi sifilis adalah kadar obat
harus dapat bertahan dalam serum
selama 10 – 14 hari u sifilis dini & lanjut,
21 hari u neurosifilis dan sifilis
kardiovaskular.
Dosis total yang dianjurkan :
• S I : 4,8 juta unit
• S II : 6 juta unit
• S III : 9 juta unit
Dosis WHO
• Stadium dini (menular) : dosis total 30
gram/15 hari
• Stadium lanjut (tidak menular) : dosis total 60
gram/30 hari
LIMFOGRANULOMA VENERIUM
• Limfogranuloma venerium ialah penyakit
venerik yang disebabkan oleh Chlamydia
trachomatis, afek primer biasanya cepat
hilang, bentuk yang tersering ialah sindrom
inguinal. Sindrom tersebut berupa limfadenitis
dan periadenitis bebrapa kelenjar getah
bening inguinal medial dengan kelima tand
aradang akut dan disertai gejala konstitusi,
kemudia akan mengalami perlunakan yang tak
serentak.
Etiologic
• Chlamydia trachomatis
Patogenesis dan Gejala Klinis
• Masa tunas penyakit ini ialag 1-4 minggu.
• Gejala konstitusi timbul sebelum penyakitnya mulai
dan biasanya menetap selama sindrom inguinal.
• Gambaran klinisnya dpaat dibagi menjadi bentuk dini,
yang terdiri atas afek primer (erosi, papul miliar,
vesikel, pustule, dan ulkus di genitalia eksterna) serta
sindrom inguinal (mengenai KGB inguinal), bentuk
lanjut yang terdiri atas sindrom genital (edema dan
elephantiasis), anorektal (pada penderita
homoseksual) dan uretral (infiltrate di uretra
posterior).
Pembantu Diagnosis
• LED meningkat
• Tes Frei
• Tes Ikatan Komplemen
Diagnosis Banding
• Skrofuloderma
• Limfadenitis piogenik
• Limfadenitis karena ulkus mole
• Limfomea malignum
• Hernia inguinalis
Pengobatan
• kotrimoksazol, yaitu kombinasi
sulfametoksazol dan trimethoprim lebih
poten. Satu tablet terdiri atas 400mg
sulfametoksazol dan 80 mg trimethoprim
dosis sehari 2x2 tablet, diberikan terus
menerus hingga sembuh.
• Lama penyambuhan pada sindrom inguinal
anatara 1-5 minggu bergantung pada berat
ringan penyakit.
ULKUS MOLE
• Ulkus mole ialah penyakit infeksi pada alat
kelamin yang akut, setempat, disebabkan oleh
Streptobacillus ducrey dengan gejala klinis
yang khas berupa ulkus nekrotik yang nyeri
pada tempat inokulasi, dan sering disertai
pernanahan kelenjar getah bening regional.
Etiologic
• Basil H.ducreyi berbentuk batang pemdek,
ramping dengan ujung mebulat, tidak
bergerak dan tidak mebentuk spora, gram
negative dan anaerob fakultatif.
Pathogenesis
• Adanya trauma atau abrasi, penting untuk
organisme melakukan penetrasi epidermis
• Limfadenitis yang terjadi pada infeksi
H.ducreyi diikuti respons inflamasi sehingga
terjadi supurasi
• Diduga adanya proses hipersentifitas tipe
lambat
Gejala Klinis
• Masa inkubasi berkisar antara 1-14 hari, pada umumnya kurang dari
7 hari.
• Lesi multipel, jarang soliter
• Pada daerah genital jarang pada daerah ekstragenital
• Mula-mula kelaianan kulit berupa papul, kemudia menjadi vesiko-
pustul pada tempat inokulasi, cepat pecah menjadi ulkus
• Ulkus kecil, lunak pada perabaan, tidak terdapat indurasi, berbentuk
cawan, sering bergaung dan dikelilingi halo yang eritematosa.
• Ulkus sering tertutup jaringan nekrotik, dasar ulkus berupa jaringan
granulasi yang mudah berdarah dan pada perabaan terasa nyeri.
• Tempat predileksi pada laki-laki ialah permukaan mukosa
preputium, sulkus koronarius, frenulum penis dan batang penis
• Dapat juga timbul lesi didalam uretra, skrotum, perineum atau anus
• Pada wanita ialah labia, klitoris, fourchette,
vestibuli, anus dan serviks.
• Gejala sistemik jarang muncul
• Jenis-jenis bentuk klinis
– Ulkus mole folikularis
– Dwarf chancroid
– Transient chancroid
– Papular chancroid
– Giant chancroid
– Phagedenic chancroid
– Tipe seripiginosa
Komplikasi

• Mixed chancre
• Abses kelenjar inguinal
• Finosis dan parafimosis
• Fistula uretra
• Infeksi campuran
Diagnose
• Pemeriksaan sediaan apus
• Biakan kuman
• Teknik imunofluoresens
• Bipso
• Tes kulit ito-reenstierna
• Autoinokulasi
Diagnosis Banding
• Herpes genital
• Sifilis stadium 1
• Limfogranulosa venerium
• Granuloma inguinale
Pengobatan
• Sistemik
– Sulfonamida
• Misal sulfatiazol, sulfadiazin atau sulfamidin
• Dosis pertama 2-4 gram dilanjutkan dengan 1 gram tiap
4 jam sampai sembuh sempurna (kurang lebih 10-14
hari)
• Tablet kotrimoksazol diberikan dengan dosis 2x2 tablet
selama 10 hari
– Streptomisin
• Disuntikan tiap hari 1 gram selama 7-14 hari
• Lokal
– Lesi dini diberi NaCl fisiologis
– Jangan diberi antiseptik
Granuloma Inguinale
• Granuloma inguinale adalah proses
granulomatosa yang biasanya mengenai
daerah anogenital dan inguinal. Daya
penularan penyakit ini rendah, bersifat kronik,
prgresif, penularan secara autoinokulasi,
mengenai genitalia dna kulit sekitarnya, dan
kadang-kadang system limfatik.
Etiologic
• Calymatobacterium granulomatis berbetuk
batang pendek, tebal, tidak membentuk
spora, gram negative dan pada perwarnaan
membentuk gambaran bipolar seperti peniti,
meskipun sering juga terjadi pleomorfi.
Gejala Klinis
• Masa inkubasi 1-12 minggu
• Lesi dapat dimulai pada daerah genitalia
eksterna, paha, lipat paha atau perineum.
• Tipe gambaran klinis
– Tipe nodular
– Tipe ulsero-vegetatif
– Tipe hipertrofik
– Tipe sikatrisial
Diagnosis Banding
• Sifilis dini
• Masa ulkus -> epiteliomatosa
• Stadium lanjut -> limfogranuloma venerum
Pengobatan
– Ampisilin
• 4x500 mg/hari paling sedikit 2 minggu
– Streptomisin
• Im 1gram/hari selama 20 hari atau 2x1 gram/hari
selama 10 hari
– Tetrasiklin
• 4x500 mg selama 10-20 hari
– Kloramfenikol
• IM 4 gram sekali suntik tiap 2-3 hari 1x dan dosis total
12-16 gram
HIV DAN AIDS
• AIDS atau sindrom kehilangan kekebalan tubuh
adalah sekumpulan gejala penyakit yang
menyerang tubuh manusia sesudah system
kekebalannya dirusak oleh virus HIV.
• Akibat kehilangan kekebalan tubuh, penderita
AIDS mudah terkena berbagai jenis infeksi
bakteri, jamur, parasite, dan virus tertentu yang
bersifat oportunistik.
• Selain itu penderita AIDS sering sekali menderita
keganasan, khususnya sarcoma Kaposi dan
limfoma yang hanya menyerang otak.
Etiologic
• HIV adalah retrovirus yang disebut LAV DAN
HTLV-III yang disebut juga Human T-Cell
Lymphotrophic Virus (retrovirus)
Gejala Klinis
• Tingkat Klinis 1 (asimptomatik/Limfadenopati Generalisata
Persisten )
– Tanpa gejala sama sekali
– LGP
– Dapat melakukan aktivitas normal
• Tingkat Klinis 2 ( dini)
– Penurunan berat bdan kurang dari 10%
– Kelainan mulut dan kulit yang ringan, misalnya dermatitis
seboroik, prurigo, onikomikosis, ulkus pada mulut yang berulang
dan keilitis angularis
– Herpes zoster
– Infeksi saluran nafas bagian atas berulang
– Aktivitas tetap normal
• Tingkat Klinis 3 • Tingkat klinis 4 (lanjut)
(menengah) – Badan menjadi kurus HIV wasting syndrome
– Penurunan berat – Penumonia
badan lebih dari – Toksoplasmosis otak
10%
– Kriptokokosis dengan diare lebih dari 1 bulan
– Diare kronik lebih
dari 1 bulan – Kriptokokosis diluar paru
tanpda diketahui – Infeksi sitomegalo virus pada organ tubuh
penyebabnya – Infeksi virus herpes simpleks di mukokutan
– Demam yang lebih dari 1 bulan
tidak diketahui – Mikosis apa saja
sebabnya selama – Kadidiosis esofagus, trakea, bronkus, atau
lebih dari 1 bulan paru
– Kandidiosis – Mikobakteriosis atipik diseminata
mulut
– Septikemia salmonella non tifoid
– Bercak putih
berambut di – Tuberkulosis diluar paru
mulut – Limfoma
– Tb paru setahun – Sarkoma kaposi
terakhir – Ensefalopati HIV
– Infeksi bakterial
berat misalnya
penumonia

Pembantu Diagnosis
• Pemriksaan anti HIV yang baru reaktif setelah
12 minggu sejak infeksi
• Konfirmasi -> metode Western blot
Pengobatan
• Zidovudin
– 500-600 mg sehari per os
• Lamivudin
– 150 mg sehari dua kali
• Neviropin
– 200 mg sehari selama 14 hari, kemudian 200 mg
sehari dua kali