Anda di halaman 1dari 52

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK

PADA ANAK
A. Anamnesis
1. Keterangan Umum
o Nama anak
o Tanggal Lahir
o Alamat
o Nama Ayah : Umur, Pekerjaan, Pendidikan
o Nama Ibu: Umur, Pekerjaan, Pendidikan
o Anak Keberapa
2. Keluhan Utama
DD dari keluhan utama dapat berupa DD Organ Atau Etiologi
3. Anamnesis Khusus
o Karakteristik keluhan utama
o Onset
o Durasi
o Progresifitas
o Frekuensi
4. Anamnesis Umum
o Gejala dan tanda penyerta
5. Anamnesis Tambahan
o Riwayat Kehamilan dan persalinan

Riwayat Kehamilan (ibu)

- Status nutrisi ibu saat mengandung

- Konsumsi obat, komplikasi kehamilan, penyakit saat hamil


Riwayat Kelahiran

- Cukup umur tidak (umur kehamilan), lokasi (rumah, puskesmas, RS),


Cara persalinan (Spontan/ Caesarean), Apgar Skor, Berat dan panjang
tubuh saat lahir, Masalah antenatal/postnatal, masalah neonatal
(abnormalitas, penyakit, butuh penanganan khusus)
Riwayat perkembangan

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
1
- Usia duduk, berdiri, berbicara, Usia mulai bersekolah serta prestasi-
interaksi sosial
o Riwayat Penyakit yang telah dialami
- Gastrointestinal, paru, jantung, ginjal, tuberculosis, anemia, keganasan
(beserta obat/ terapi yang pernah di dapat bagi penyakit tersebut)
- Riwayat operasi atau dirawat di rumah sakit.
o Riwayat Penyakit Keluarga (alregi-genetik) Lingkungan (keadaan
rumah,peliharaan, kontak dengan agen infeksi tertentu)
o Riwayat Imunisasi dasar dan ulangan
o Anamnesis makanan
- Asi/ formula : frekuensi, jumlah
- Usia dimulai makanan padat, jenis, porsi,frekuensi
- Perubahan bentuk makanan padat
- Makanan saat ini : jenis, frekuensi, kuantitas
- Ada tidaknya masalah makan
o Anamnesis pertumbuhan dan perkembangan
o Anamnesis Gigi geligi
o Anamnesis riwayat sosial
- Di rumah : dengan siapa anak lebih banyak diurus, berapa usianya,
bagaimana hubungannya
- Di sekolah : hubungan dengan guru dan teman, prestasinya di sekolah
B. Pemeriksaan Fisik

Persiapan :
Posisi anak :
- < 6 bulan :Meja pemeriksaan
- 6 bulan-3 tahun : dipangku/gendong orang tua
- 4 tahun keatas : lebih kooperatif
Tangan dan alat pemeriksa dalam keadaan hangat (baik tangan dan membrane
stetoskop digosok-gosok terlebih dahulu)
Pada bayi : dahulukan jantung, paru, abdomen sebelum pasien menangis.
Dari paling tidak menakutkan/ menyakitkan sampai (pemeriksaan tonsil/ faring,
pita ukur, dll)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
2
Selalu membuka seluruh baju

I. Keadaan Umum
Kesan Umum
Tampak sakit ringan, sedang, berat
Gerakan, perilaku, tangisan
Postur : Normotoni/ hipotoni (utamanya neonates)
Tanda Khusus
Ikterus, Dehidrasi
Kesadaran
Derajat Kesadaran
- Kompos mentis : pasien sadar penuh dan memberikan respon
adekuat terhadap stimulus.
- Apatis : pasien tampak sadar, tetapi tidak acuh dan tidak
peduli terhadap keadaan lingkungan
- Somnolen: pasien tampak mengantuk, respon terhadap
stimulus agak kuat, tetapi tidur lagi
- Sopor : memberikan respon hanya pada stimulus yang kuat

ADULT INFANT
Eye Opening E Eye Opening
Spontan 4 Spontan
Terhadap rangsang suara 3 Terhadap rangsang suara
Terhadap rangsang nyeri 2 Terhadap rangsang nyeri
Tidak ada Respon 1 Tidak ada respon
Motor Response M Motor Response
Patuh terhadap perintah 6 Pergerakan normal
verbal
Melokalisasi nyeri 5 Melokalisasi nyeri
Fleksi-menjauhkan bagian 4 Fleksi-menjauhkan bagian
tubuh yang diberi stimulus tubuh yang diberi stimulus
nyeri nyeri

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
3
Fleksi abnormal 3 Fleksi abnormal
(ekstremitas atas fleksi di
depan dada-ekstremitas
bawah ekstensi)
Keempat ekstremitas 2 Keempat ekstremitas ekstensi
ekstensi
Tidak ada respon 1 Tidak ada respon
Verbal Response V Verbal Response
Oriented and converse 5 Coos, babbles
Disoriented and converse 4 Cries but consolable
Inappropiate words 3 Persistently irritable
Incomprehensible sounds 2 Grunt to pain/ restless
No response 1 No response
E + M + V = 3-15
8 adalah skor kritis
90% skor dibawah 8 berada dalam koma
9-15 : moderate-severe head injury
Lebih dari/ sama dengan 12 : minor head injury

- Koma : tidak memberikan respon terhadap stimulus apapun.


Habitus
Athenic, athletic, pyknic
Tanda Distress
Distress pernapasan/ rasa nyeri
Adanya edema, sianosis, dan anemis

II. Berat Badan


i. Bayi (Normal : 2500-3800/ cek kurva)

1. Infant ditimbang dgn melepaskan semua pakaian, atau tidak


menggunakan popok sama sekali, kalibrasi terlebih dahulu alat
penimbang BB
2. Untuk infant yg lebih tua bisa menggunakan popok yg bersih ataupun
tdk menggunakan popok.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
4
3. Buka semua baju infant dan popok yg digunakan harus bersih dan
kering.
4. Tempatkan infant ditengah-tengah dari tempat penimbangan BB
5. BB infant dibulatkan 0.01 kg
6. Catat BB infant pd grafik
7. Reposisi dan ulangi pemeriksaan BB infant sebanyak 3 kali
8. jumlahkan dan bandingkan BB lalu hitung rata-ratanya
9. BB yg dicatat pada 3 kali pemeriksaan minimal memiliki perbedaan
0.1 kg hal ini dapat ditoleransi
10. Jika infant terlalu aktif, pemeriksaan bisa ditunda terlebih dahulu.
11. Ortu dpt bersama-sama ditimbang dengan infant kemudian hasilnya
dikurangi dengan BB ortu (BB ibu + BB Bayi ditimbang) BB ibu =
BB bayi

ii. Anak-Anak

1. Anak-anak usia >36 bulan ditimbang dgn posisi berdiri


2. Sebelumnya timbangan dikalibrasi terlebih dahulu
3. Anak harus bisa berdiri sendiri tanpa bantuan
4. Anak menggunakan pakaian tipis/ringan
5. Anak berdiri pada center dari scale platform
6. Ulangi pemeriksaan dgn mereposisikan kembali
7. Setiap pemeriksaan harus memiliki 0,1 kg

III. Tinggi/ panjang Badan


i. Bayi (Normal: Rata-Rata 2500-3800/ cek kurva)

1. Panjang infant diperiksa dengan measuring board


2. Kalibrasi terlebih dahulu dari length board, fiksasi bagian headpiece
dan apakah bagian prependicular yg merupakan footpiece dapat
digerakan
3. Pemeriksaan ini tanpa menggunakan sepatu, kaus kaki dan
menggunakan pakaian dalam tipis

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
5
4. Bayi harus di tempatkan bagian belakangnya di center dari length
board.
Jadi bayi tidur atau berbaring lurus dan bahu juga pantat flat / sejajar
berlawanan pada permukaan pemeriksaan.
Mata bayi harus melihat lurus ke atas. Kedua tungkai harus full
ekstensi dan tumit saling menyentuh dgn kaki sejajar berlawanan dgn
footpiece
5. Second measure, memegang infants head pada posisi sebenarnya,
pemeriksa meluruskan infants trunk dan tungkai, kemudian
menekstensikan kedua tungkai kemudian membawa footpiece
berlawanan dengan tumit.
Pemeriksa menempatkan satu tangan pada infants knee untuk
menjaga full ekstensi dari tungkai bawah.
6. Kedua tungkai harus full ekstensi untuk pemeriksaan yg akurat pada
hasil pengukuran panjang bayi. Jika hanya 1 tungkai yang
diekstensikan saat pemeriksaan maka pemeriksaan tersebut tidak
akurat dan tidak dapat dipercaya.
7. Ketika posis kepala sudah benar, maka frankfurt horizontal plane
paralel thdp fixed head piece.
frankfort horizontal plane adalah garis perpanjangan yg sejajar
antara inferior point of orbital margin dgn tragion (cuping bagian
dalam)
8. Untuk memeriksa panjangnya, frankfurt horizontal plane
disejajarkan dengan prependicular dari measurement table dan paralel
thdp headpiece
9. Pemeriksaan panjang samapai 0,01cm (dibulatkan)
10. Catat pemeriksaan pada grafik
11. Ulangi pemeriksaan sebanyak 3 kali dgn mereposisikan bayi kembali
12. Pemeriksaan harus memiliki perbedaan 1cm (pada pemeriksaan) hal
ini dapat ditoleransi

ii. Anak-anak
A) Tinggi Badan Anak

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
6
1. Kalibrasi terlebih dahulu vertical stadiometer atau microtois dgn
right angle headpiece
2. Katakan pada anaknya unruk melepaskan sepatu
3. Anak diperiksa dgn posisi berdiri dgn tumit, pantat, bahu, dan
kepala menyentuh sejajar dengan permukaan tembok
4. Anak berdiri berlawanan dgn stadiometer, tumit rapat, tungkai
lurus, tangan berada disamping dan bahu relax
5. Kepala harus berada pada frankfurt plane
6. Menyuruh anak untuk mengambil napas yang dalam, lalu
mengeluarkannya dan bahunya relax
7. Tarik prependicular headpiece turun sampai menyentuh crown
dari kepala
8. Mata pemeriksa paralel dengan headpiece
9. Pembacaan hasil pemeriksaan dibulatkan mendekati 0,1 cm dan
catat pada grafik
10. Pemeriksaan dilakukan sebanyak 3 kali, lakukan reposisi terlebih
dahulu.
11. Perbedaan pemeriksaan 0,1 cm
12. Catat pemeriksaan pada grafik pertumbuhan yang sesuai untuk
usia dan gender

B) Tinggi Duduk

1. Pertama lakukan kalibrasi pada stadiometer atau microtois dgn


headpiece right angle (ukur tinggi kursi!)
2. Katakan pada anak untuk duduk di kursi
3. Bagian belakang dari kepala, thoracic spine dan pantat harus
relax dan berlawanan thdp tembok
4. Kepala harus berada pada posisi frankfurt plane
5. Menyuruh anak untuk menarik napas yg dalam, lalu
mengeluarkannya dan bahu relax
6. Tarik prependicular headpiece turun sampai menyentuh crown
dari kepala
7. Pembacaan hasil pemeriksaan dibulatkan mendekati 0,1 cm

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
7
8. Sitting height (upper body segment) = tinggi yg terukur saat
pemeriksaan tinggi dari kursi
9. Lower body segment = TB saat berdiri TB saat duduk
10. Calculate upper-segment ratio (U/L)
11. Catat rasio pada kurva yang sesuai

C) Kalkulasi Tinggi Midparental

1. Lihat tinggi ayah dan tinggi ibu pada grafik pertumbuhan


2. Midparental height
Perempuan = (tinggi ibu +12,5) + tinggi ayah
2
Laki-laki = (tinggi ayah +12,5) + tinggi ibu
2
Hasilnya 10 cm
3. Gambarkan hasil pada growth chart

IV. Indeks Massa Tubuh Menurut Usia


IMT = Berat Badan
Tinggi badan (m)2

INTERPRETASI IMT ANAK


Kelompok IMT Menurut Usia
Berat Badan Kurang < Persentil ke 5
Beresiko Berat Badan Lebih >/= persentil 85
Berat Badan Lebih >/= persentil ke 95

V. Lingkar Kepala (Normal: > 32-<37 cm/ cek Kurva)


1. Pada anak < 2 tahun rutin diperiksa. Anak > 2 tahun atas indikasi

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
8
2. HC diperiksa pada prominnet part dari occiput dan diatas dari supraorbital
ridge
3. Gunakan tape/pita ukur yang flexible dan non-stretchable
4. Posisikan pita berada diatas alis, diatas telinga, dan mengelilingi pada
bagian terbesar di belakang kepala
5. Biarkan pita sedikit menekan rambut
6. Baca hasil pemeriksaan dan bulatkan pada angka terdekat 0,1 cm
7. Catat pemeriksaan pada grafik
8. Ulangi pemeriksaan sebanyak 3 kali dgn mereposisi pita dan memeriksa
kembali HC
9. Setiap pemeriksaan harus memiliki perbedaan 0,2 cm

Plotting Pada Kurva WHO

1. Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan


(anak di atas 2 tahun), berat badan.
2. Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada
kurva. Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO
menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan.
3. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva.
Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan
panjang/berat badan, umur, dan IMT.
4. Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis
vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini
merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva
pertumbuhan WHO.

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO

1. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau


rata-rata
2. Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO
garis ini diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu
yang berada jauh dari garis median menggambarkan masalah
pertumbuhan.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
9
3. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -
2.
4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2.
5. Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan
WHO dapat menggunakan tabel berikut ini.

Catatan :

1. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini tidak masih
normal. Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan
tinggi.
2. Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi
lebih baik jika diukur menggunakan perbandingan beratbadan terhadap
panjang / tinggi atau IMT terhadap umur.
3. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi lebih. Jika
makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih makin meningkat.
4. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek
memiliki gizi lebih.
5. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI
(Integrated Management of Childhood Illness in-service training. WHO,
Geneva, 1997).

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
10
VI. Vital Sign
i. Tekanan Darah
Setiap anak diatas 2 tahun dan setiap anak kecil dengan riwayat
medis atau pemeriksaan fisiknya menunjukkan tekanan darah yang
mungkin abnormal.
Anak normalnya mengalami peningkatan tekanan darah saat :
aktivitas fisik, menangis, dan cemas.
Dilakukan pada keempat ekstremitas atas indikasi
Dilakukan berbaring terlentang dengan lengan lurus di samping
badan atau duduk dengan lengan diatas meja
Lebar manset sampai 2/3 panjang lengan atas atau tungkai atas

Normal < persentil 90


Tingkat 1 (Hipertensi Bermakna) 95 sampai dengan 5 mmHg diatas
persentil 99
Tingkat 2 (Hipertensi Berat) TDS atau TDD > 5 mmHg diatas
persentil 99
Krisis Hipertensi Rerata TDS atau TDD > 5 mmHg diatas
persentil 99 disertai gejala dan tanda
klinis

TEKANAN DARAH ANAK-ANAK


Tekanan Darah Anak Laki-Laki Berdasarkan Umur dan Persentil

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
11
Tekanan Darah Anak Perempuan Berdasarkan Umur dan Persentil

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
12
ii. Pulse Rate
Palpasi arteri femoralis di daerah inguinalis atau arteri brakialis
pada fosa antekubiti.
Dilakukan dalam keadaan anak tidur atau tenang
Dihitung selama 1 menit penuh.
Nilai : frekuensi, ekualitas, irama, dan kualitas nadi
Tidak ekual kiri-kanan = takayashu
Tidak ekual atas-bawah = koarktasio aorta

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
13
FREKUENSI JANTUNG RATA-RATA PADA BAYI DAN ANAK
SAAT ISTIRAHAT
Usia Frekuensi Kisaran (Dua standard Deviasi)

Lahir 140 90-190


6 bulan pertama 130 80-180
6-12 bulan 115 75-155
1-2 tahun 110 70-150
2-6 tahun 103 68-138
6-10 tahun 95 65-125
10-14 tahun 85 55-115

iii. Frekuensi Pernapasan

Respiratory Range Respiratory average


(breath/ min) Breath/ min)

Infant (lahir- 1 thn) 30-40 35

Toddler (1-3 thn) 23-35 30

Preschool (3-6 thn) 20-30 25

School (6-12 thn) 18-26 22

Adolescent (12-18 thn) 12-20 16

Adult (> 18 thn) 12-20 16

Perhitungan pernapasan paling tepat saat anak- tidur, dilakukan dalam


1 menit
Nilai : frekuensi, tipe, dan kedalaman
Tipe napas bayi : abdominotorakal, anak besar: torakoabdominal
Abnormal : takipnea, bradipnea, dispnea, ortopnea

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
14
iv. Suhu Tubuh

Umur Lokasi Temperatur Rata-Rata

Newborn Aksila 97o-100o F 36.1-37.8o C

1 tahun Oral 99.7o F 37.6o C

5 tahun Oral 98.6o F 37o C

Dewasa Oral 98.6o F 37o C

Rektal 99.6o F 37.5o C

Aksila 97.6o F 36.4o C

Aural 98.6o F 37o C

Lansia (> 70 thn) Oral 96.8o F 36o C

VII. Kulit
i. Neonatus dan Masa Bayi Awal
a) Inspeksi
Sianosis
Dalam waktu 10 menit sesudah lahir, neonates yang normal akan
berubah warnanya dari sianosis generalisata menjadi merah muda.
Apabila menetap tentukan apakah sifatnya sentral atau perifer.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
15
Flushing eritematosa dalam 24 jam pertma kehidupan adalah
normal, setelah itu akan menjadi merah muda pucat normal.
Perubahan vasomotor dalam jaringan dermis dan subkutan (suatu
respon terhadap hawa dingin atau terhadap pajanan kronis terhadap
panas radiasi) dapat menimbulkan gambaran bercak-bercak
kebiruan seperti pola kisi-kisi (kutis marmorata), khususnya pada
batang tubuh, lengan, dan tungkai.
Akrosianosis, warna biru tambahan pada tangan dan kaki ketika
terpajan hawa dingin (normal)

Diskromia harlequin : sianosis transien sebelah tubuh/ salah satu


ekstremitas yang diakibatkan instabilitasvaskular temporer.
Lanugo : normal pada saat lahir, terutama di bahu dan punggung.
Verniks kaseosa: sebum dan epitel yang mengalami deskuamasi
yang menutupi kulit bayi saat lahir dan edema pada tangan,
tungkai, pubis. Menghilang dalam beberapa hari.
Milie : papula berwarna putih berukuran kepala jarum di hidung,
dagu, dahi akibat retensi sebum dalam orifisium glandula sabasea
(menghilang dalam beberapa minggu)
Milia rubra : vesikel dengan dasar eritematous yang tersebar pada
wajah dan tubuh (akibat obstruksi kelenjar sudorifera yang akan
menghilang selama beberapa minggu)
Eritema Toksikum
Muncul saat berusia 2 atau 3 hari. Terdiri atas macula eritem
dengan vesikel pin point yang tersebar difus di seluruh tubuh.
Menghilang seminggu setelah kelahiran

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
16
Melanosis Pustularis
Sering pada bayi berkulit hitam, berupa vesikopustula berukuran
kecil dengan dasar macula berwarna cokelat dan dapat berlangsung
beberapa bulan.
Perhatikan setiap tanda trauma/ laserasi akibat proses kelahiran
dan penggunaan forceps atau vakum, tanda ini akan menghilang,
tapi harus segera mendorong dokter untuk melakukan pemeriksaan
neurologi.
Ikterus Fisiologis Vs Patologis
- Ikterus fisiologis akan muncul ketika bayi berusia 2 atau 3
hari, mencapai puncaknya pada usia 5 hari dan
menghilang dalam seminggu.
- Untuk memeriksa icterus lakukan penekanan untuk
menghilangkan warna merah muda/ coklat yang normal
(cari daerah pucat kekuningan).
- Ikterus patologis muncul dalam 24 jam pertama dan
bertahan lebih dari 2-3 minggu.
- Gunakan Skala Kramer

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
17
Salmon Patch/ Nervus Simpleks
Bercak merah, rata, ireguler, dan berwarna merah muda paling
sering di tengkuk, kelopak mata atas, dahi, bibir atas. Akibat
distensi kapiler dermal. Hilang berangsur-angsur hingga usia 1
tahun.
Atopic dermatitis (tidak normal)

Neonatal acne (normal)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
18
Purpura (tidak normal)

Herpes Zoster (tidak normal)

Impetigo Bulosa (Tidak normal)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
19
Caf au lait multiple (tidak normal)

Mongolian spot (normal)

Hemangioma
Apabila bersifat soliter normal, apabila multiple tidak normal

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
20
b) Palpasi
Pemeriksaan hidrasi atau turgor. Cubit lipatan kulit yang longgar
pada dinding abdomen. Kulit dengan hidrasi baik akan kembali
semula begitu dicubit.
ii. Kanak-Kanak Awal dan Lanjut
Sama seperti orang dewasa

VIII. Kepala
Sebelum menyentuh anak, lakukan observasi yang cermat untuk
melihat bentuk kepala, kesimetrisan, dan keberadaan wajah yang
abnormal
Kepala neonates merupakan panjang badannya dan sepertiga
berat badannya (berubah seiring dewasa)
Pada dewasa, kepala adalah 1/8 tinggi badan dan 1/10 berat badan.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
21
i. Bayi
1) Inspeksi
a) Sutura dan Fontanel

- Sutura adalah jaringan membranosa yang menghubungkan antar


tengkorak, daerah pertemuan sutura(anterior/posterior) disebut
fontanel/ ubun-ubun.
- Pada palpasi sutura teraba sebagai tonjolan memanjang
sedangkan ubun-ubun seperti daerah cekung yang lunak
- Fontanel anterior (ubun-ubun besar) pada lahir berdiameter 4-6
cm dan menutup pada usia antara 4-26 bulan (90% menutup pada
7-19 bulan)
- Fontanel posterior (ubun-ubun kecil) pada lahir berdiameter 1-2
cm dan menutup menjelang 2 bulan
- Deskripsikan fontanel : ukuran = x cm
datar/cekung/cembung
- Molding
Saling bertumpuknyatulang kranial pada bayi (akibat proses
kelahiran). Menghilang dalam 2 hari.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
22
TANDA KLINIS FONTANEL :
- Large fontenelle : hydrocephalus
- Small fontanelle : slow brain growth
- Sunken fontanelle : dehidrasi
- Bulging fontanelle : raised ICP
b) Vena
Vena yang berdilatasi menunjukkan adanya peningkatan tekanan
intracranial yang berlangsung lama.
c) Kesimetrisan tengkorak
d) Edema Subkutan

Di daerah oksipitoparietalis yang disebut kaput suksedanum yang


disebabkan oleh distensi kapiler dan ekstravasasi darah serta cairan
karena rupture kantong amnion yang terjadi akibat dilakukannya
ekstraksi vakum. Menghilang dalam 2 hari.
e) Sefalhematom

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
23
Pembengkakan local akibat perdarahan subperiosteum akibat trauma
lahir. Benjolan tidak akan melewati batas sutura. Hilang dalam 3
minggu.

f) Plagiosefalus
Akibat bayi lebih banyak tidur pada satu sisi sehingga terjadi
pendataran daerah parietooksipitalis.
2) Palpasi
Pada palpasi tengkorak bayi, pemeriksa dapat menemukan bahwa tulang
tengkorak tampak lunak atau lentur yang kemudian semakin keras seiring
perkembangan.
3) Perkusi
Perkusi os parietalis akan menimbulkan bunyi pot retak (tanda macewen)
pada bayi normal sebelum terjadinya penutupan sutura kranialis.
4) Transiluminasi
- Evaluasi penyakit system saraf pusat.
- Di dalam ruangan yang gelap sama sekali, tempelkan senter di
bagian kepala dibingkai karet lunak pada berbagai tempat di
tengkorak bayi,
- Normal : terlihat halo/ cahaya putih sebsar 2 cm yang mengelilingi
cahaya senter di daerah frontoparietal dan 1 cm ketika diletakkan
di daerah oksipital.
- Jika keseluruhan kepala terlihat terang : curiga hidrosefalus/
penurunan ukuran korteks serebri
- Bercak cahaya setempat yang terang terlihat pada efusi subdural
dan kista porensefalik.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
24
5) Wajah
Inspeksi adanya keabnormalan wajah yang merujuk pada suatu keadaan/
penyakit tertentu. (ex: sindrom down/sindrom noonan).
6) Tanda Chovstek
Lakukan perkusi pada daerah puncak pipi tepat di luar os zigomatikus
dan di depan telinga dengan ujung jari. Hasil positif (penyeringaian
wajah) ditemukan pada kasus tetani hipokalsemik, tetanus, dan tetani
akibat hiperventilasi.
ii. Kanak-kanak awal dan lanjut
Sama seperti orang dewasa

IX. Leher
Teknik pemeriksaan sama dengan dewasa.
Lakukan palpasi limfanodus leher dan periksa adanya massa lain seperti
kista konginetal
Dilakukan pada posisi berbaring telentang (pada bayi) dan duduk untuk
usia yang lebih besar.
Lakukan pemeriksaan untuk :
- Kista Celah bronkial : lekukan kecil/ lubang si anterior pertengahan
muskulus sternokleidomastoideus
- Kista dan sinus preaurikularis : lubang kecil di sebelah anterior
heliks aurikularis
- Kista duktus tiroglosus : massa kecil, kenyal, dapat bergerak saat
lidah dijulurkan atau menelan pada garis tengah leher tepat diatas
kartilago tiroid.
Mobilitas Leher
Leher normalnya lemas dan mudah digerakkan ke segala arah.
Wry neck (massa fibrosis yang kenyal akan teraba di dalam otot akibat
perdarahan sternocleidomastoid saat terjadi peregangan leher saat bayi
dilahirkan) dan Kaku kuduk
Klavikula
Pada neonates lakukan palpasi klavikula untuk meraba celah pada kontur
tulang, nyeri tekan, krepitasi.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
25
X. Mata
i. Neonatus
Neonatus akan terus menutup matanya kecuali dalam periode terjaga
yang singkat.
Bangunkan dengan lemah lembut, dudukkan, dan periksa dengan
cahaya intensitas rendah.
Neonatus dapat menatap dan mengikuti cahaya terang sampai 90o
ke setiap sisi
ii. Bayi
Refleks Mata Boneka

- Pegang bayi dalam posisi tegak dengan menyangga


kepalanya.
- Putar tubuh pemeriksa secara perlahan bersama dengan bayi
yang pemeriksa pegang ke satu arah.
- Biasanya gerakan ini membuat bayi membuka mata.Mata
bayi akan menatap searah dengan arah putaran, jika putaran
dihentikan, mata bayi akan menatap kea rah berlawanan
sesudah terjadinya beberapa gerkan nistagmus.
Strabismus
- Selama 10 hari pertama usia bayi, kedua mata dapat terfiksasi
dengan menatap ke satu arah jika hanya kepala yang diputar
tanpa menggerakkan tubuh (reflex mata boneka)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
26
- Pada beberapa bayi terdapat strabismus alternans/ divergen
intermittent yang hilang setelah bayi menginjak 3 bulan
- Apabila menetap kecurigaan adanya strabismus persisten akibat
lemahnya otot okuler.
Konjungtiva
Apakah ada pembengkakan, kemerahan? Ikterik? Ada sekret?
Pucat? Ada peradangan ? (konjungtivitis)
Cek abnormalitas/ kelainan konginetal pada sclera dan pupil
(contoh: katarak konginetal, konjungtivitis GO)
Reaksi pupil
- Tutup salah satu mata lalu membukanya
- Awalnya pupil tidak simetris, setelah beberapa saat kedua
pupil harus sama ukurannya.
Inspeksi iris untuk menentukan abnormalitas
Pengukuran penglihatan tidak langsung
- Refleks cahaya : konstriksi pupil yang langsung dan
konsensual sebagai respon terhadap cahaya
- Respon mengedip terhadap cahaya terang (blink reflex)
- Respon mengedip terhadap benda yang bergerak cepat
kearah mata

Tahapan Visual Bayi

Saat lahir Mengedip, dapat


memperhatikan wajah

Usia 1 bulan Fiksasi mata pada benda

1 1/2-2 bulan Gerakan mata yang


terkordinasi

3 bulan Kedua mata konvergensi, bayi


dapat menjangkau

12 bulan Ketajaman visus sekitar 20/50

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
27
Pemeriksaan oftalmoskop (seperti dewasa)
iii. Masa Kanak-kanan awal
Yang paling penting tentukan : ketajaman visus dan apakah
pandangan matanya konjugat/ simetris.
Penilaian posisi kesegarisan mata
Gunakan metode penilaian konjugat atau posisi kesegarisan
kedua mata seperti orang dewasa.
Visus
a) Anak usia < 3 tahun
- Menilai preferensi fiksasi dengan menutup salah
satu mata secara bergantian
- Anak dengan penglihatan normal tidak akan
keberatan dengan tes ini, sebaliknya anak dengan
gangguan visus akan keberatan apabila mata yang
baik ditutup.
b) Anak usia > 3 tahun
Sama seperti orang dewasa
Lapang Pandang
- Mata harus diperkisa satu persatu (yang lainnya ditutup)
- Pegang kepala anak pada garis tengah sementara tangan
lain menggerakkan sebuah benda seperti mainan ke dalam
lapang pandang anak dari sebelah belakang tubuhnya.
(prinsip metodenya sama seperti orang dewasa)

iv. Masa Kanak-kanak Lanjut dan Remaja

Seperti orang dewasa

XI. Telinga

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
28
i. Masa Bayi
Posisi
- Tarik garis khayal melewati kantus interna dan eksterna kedua
mata harus memotong pinna atau aurikulus. Jika garis dibawah
pinna maka telinga bayi letak rendah.
Inspeksi bentuk dan abnormalitas telinga eksterna.
Pemeriksaan dengan ototskop
- Hanya untuk mendeteksi patensi akibat tertutupnya
membrane timpani oleh verniks kaseosa (selama beberapa
hari pertama)
- Pada bayi saluran telinga mengarah kebawah dari sebelah
luar
- Berbeda dengan orang dewasa yang daun telinganya ditarik
keatas, pada bayi tarik sedikit kearah bawah untuk melihat
membrane timpani lebih jelas.
Refleks mengedip akustikus
- Gerakan mengedipkan mata terhadap bunyi keras dan
mendadak.
- Jentikan jari, bel, atau alat yang menimbulkan bunyi lainnya
yang ditempatkan 0,3 m di lateral
Usia Tanda-tanda bayi dapat mendengar
Respon terkejut dan mengedipkan mata terhadap
0-2 bulan
bunyi keras mendadak
Perubahan pada gerakkan tubuh sebagai reaksi
2-3 bulan

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
29
terhadap bunyi/ perubahan eksprsi wajah terhadap
bunyi yang dikenalnya
Melirikkan mata dan memutar kepala kearah sumber
3-4 bulan
bunyi
Memutar kepala untuk mendengar suara percakapan
6-7 bulan

ii. Masa Kanak-Kanak Awal


Pemeriksaan ototoskop (seperti orang dewasa)
Tes pendengaran kasar
Dengan cara berbisik pada jarak 2,5 meter dan
memintanya melakukan suatu pekerjaan sederhana
iii. Masa kanak-kanak lanjut dan remaja
Sama seperti dewasa

XII. Hidung dan Sinus Paranasal


i. Masa Bayi
Tes patensi hidung
- Diperiksa dengan cara menutup setiap lubang hidung secara
bergantian dengan mulut bayi tertutup
- Pada bayi normal tidak akan menimbulkan distress
Inspeksi septum nasi (berada di garis tengah)
Cek atresia Koana
Dengan mencoba memasukkan NGT/ suction catheter
ii. Masa kanak-kanak awal dan lanjut
Inspeksi (menggunakan nasal speculum)
Perhatikan membrane mukosa : warna (contoh : pucat dan lunak
pada anak-anak dengan rhinitis alergika), keadaan, adakah
deviasi septum, polip nasi
Palpasi nyeri tekan septum
Seperti orang dewasa

XIII. Mulut dan Faring


i. Masa Bayi

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
30
a) Inspeksi
Gunakan spaltel lidah dan senter untuk melihat mulut serta faring
neonates.
Mulut neonates tidak bergigi, mukosa alveolarisnya licin dengan
tepi bergerigi halus.
Kadang di sepanjang tonjolan alveolarisnya terlihat kista retensi
(Epstein pearl) yang menyerupai mutiara yang akan menghilang
dalam satu atau dua bulan.

Petekie biasanya dapat ditemukan pada palatum mole bayi baru


lahir
Inspeksi apakah palatum utuh
Inspeksi lidah
- Inspeksi frenulum : bervariasi, kadang menjulur hamper
di sepanjang lidah dan kadang pendek serta tebal
- Selaput putih akibat susu Vs Oral trush (kandidiasis)
Selaput putih akibat susu mudah hilang apabila diusap.
Oral trush sulit dihilangkan, memiliki dasar yang kasar
dan merah

- Faring
Paling jelas apabila menangis, apabila mungkin amati
tonsil dan faring bayi.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
31
ii. Masa Kanak-Kanak Awal dan Lanjut
a) Periksa Gigi Geligi
Tentukan saat erupsi tiap-tiap gigi serta urutannya, jumlah,
sifat, kondisi, dan posisi gigi tersebut.
Cari abnormalitas posisi gigi : maloklusi, protusi maksilaris,
dan potrusi mandibularis.

b) Inspeksi Lidah
Inspeksi warna, permukaan, dan teksturnya
Abnormalitas : lidah bersalut (coated) pada infeksi virus,
geographic tongue, atau pun strawberry tongue (demam
scarlet)
c) Tonsil
Perhatikan ukuran, posisi, kesimetrisan dan penampakan tonsil.

XIV. Toraks dan Paru


i. Masa Bayi
a) Inspeksi
Inspeksi Bentuk : berbentuk lebih bulat dibandingkan anak yang
lebih besar. Lihat apakah ada abnormalitas :
- Hiperinflasi (akibat penyakit yang mengobstruksi saluran
nafas kronik, ex: asma, bronchiolitis)
- pektus ekskavatum (depresi di dinding dada anterior
diatas epigastrium)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
32
- pektus karinatum

- Harrison sulcus (deformitas costa, berupa indentasi


pararel terhadap costal margin

Lakukan penilaian respirasi dan pola pernapasan.


Amati hal-hal pada tabel

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
33
Pemeriksaan Pada Bayi Sebelum Anda Menyentuhnya
Kelainan Patologis Khusus
Tipe Pemeriksaan
yang Tampak
Ketidakmampuan untuk
Keadaan Umum
menyusui atau tersenyum ,
bayi tidak dapat ditenangkan
Takinpnea/ bradypnea
Frekuensi Pernapasan
Pernapasan cuping hidung
Komponen nasal pernapasan
Grunting: bunyi ekspirasi
Bunyi nafas tambahan
pendek dan berulang
Wheezing: bunyi ekspirasi
yang musical
Stridor: bunyi inspirasi
yang tinggi
Obstruksi: berkurangnya
suara pernapasan
Pernapasan cuping hidung
Kerja Pernapasan
Retraksi
Supraklavikular
Interkostal
Subkostal
-

b) Palpasi
- Palpasi untuk mengecek pergerakan yang simetris
- Taktil fremitus dapat diperiksa saat bayi menangis
c) Auskultasi
- Tentukan apakah suara vesikuler dan bronkovesikuler
kanan dan kiri sama atau tidak.
- Suara tambahan : crackles, ronchi, wheezing
ii. Masa Kanak-Kanak Awal dan Lanjut
Sama seperti orang dewasa

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
34
XV. Jantung
i. Inspeksi
Amati dengan seksama apakah ada sianosis pada anak. Penting
Cari tempat bagian tubuh yang mudah diamati : mulut sebelah
dalam, lidah, konjungtiva). Lihat ada clubbing finger atau tidak.
Cek perfusi (refill kapiler)
ii. Palpasi
Palpasi denyut nadi perifer
PMI
Sulit diperiksa pada bayi (dipengaruhi oleh pola pernapasan
dan lambung yang penuh). Biasanya iktus kordis pada
beberapa tahun pertama terdapat satu sela iga lebih tinggi
daripada orang dewasa.
Palpasi dinding dada
Menilai perubahan volume dalam jantung. Denyutan yang
kuat-angkat kiri menunjukkan peningkatan kerja ventrikel
kanan, sedangkan jenis gerakan sama tapi lokasinya lebih
dekat apeks kordis menunjukkan peningkatan kerja
ventrikel kiri. Rasakan juga thrill.
iii. Auskultasi
- Coba dengarkan bunyi S1, S2, dan splitting keduanya.
- Abnormal : murmus

XVI. Abdomen
i. Masa Neonatus dan Bayi
a) Inspeksi (Bayi ditidurkan)
Abdomen terlihat membuncit karena fungsi otot belum
sempurna (tentukan : datar, cembung, cekung)
Gambaran pembuluh darah dan peristaltis usus mudah
terlihat
Funikulus Umbilikalis

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
35
- Normal: 2 arteri umbilikalis (tebal) dan vena umbilikalis
(tipis, tapi lebih lebar, posisi jam 12)
- Umbilikus neonates mungkin memiliki bagian kutaneus
panjang (umbilicus kutis) dan ditutupi kulit [akan retraksi
dengan sendirinya ke dalam dinding abdomen daalam
waktu 2 minggu], atau bagian amniotic (umbilicus
amniotikus) dan ditutupi subtansi gelatinosa yang padat
[akan mongering dan terlepas sendiri]
- Hernia
Inseksi daerah umbilicus dan sekitarnya. Lihat : sekret,
eritema, bengkak
Diastasis rekti
Tonjolan panjang di garis tengah saat otot abdomen
berkontraksi
Abnormal : Omphalocele, Gastroskizis, atau granuloma

b) Auskultasi
Nilai bising usus, apakah meningkat, menurun, atau hilang. (bising
usus terdengar setiap 10-30 detik sekali)
c) Perkusi
Sama seperti orang dewasa. Untuk menentukan berbagai masa dan
organ dalam abdomen.
d) Palpasi
Teknik : memegang kedua tungkai bayi kemudian difleksikan
pada sendi lutut serta pangkal paha dengan satu tangan. Tangan
yang lain melakukan palpasi abdomen

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
36
- Palpasi hepar bayi yang terletak rendah di dalam
abdomen, kemudian gerakkan hepar tersebut ke atas
dengan jari-jari pemeriksa
- Pemeriksa dapat meraba tepi hepar pada 1-2 cm di bawah
margo kosta kanan.
- Palpasi ujung lien
- Palpasi ginjal dengan menempatkan salah satu tangan di
depan ginjal sementara tangan lainnya di belakang tubuh
bayi.
- Kolon descenden teraba sebagai massa berbentuk sosis
pada abdomen kuadran kiri bawah.
- Massa Abdomen abnormal : ginjal (hidronefrosis),
kandung kemih (obstruksi uretra), usus (ex: hischprung,
intususepsi usus), dan tumor.
ii. Masa Kanak-Kanak Awal dan Lanjut
Secara umum sama dengan dewasa, tapi ada beberapa teknik khusus
untuk mempermudah pemeriksaan.
a) Inspkesi (sama seperti dewasa: kontur, bentuk, warna, eritema,
benjolan)
b) Auskultasi (sama seperti dewasa : bising usus)
c) Palpasi
Sama seperti dewasa. (Hepar,lien, nyeri tekan, muscle guarding,
massa abnormal)
Scratch Test
- Letakkan ujung membrane stetoskop tepat diatas margo
kosta kanan pada area midklavikularis
- Dengan kuku jari tangan kanan lakukan goresan pada
kulit perut anak di sepanjang linea midklavikularis kanan
dari sebelah bawah umbilicus, saat mendekati hepar amati
perubahan suara.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
37
XVII. Genitalia
A. Pria

i. Masa Neonatus dan Bayi

a) Inspeksi
Preputium
Menutupi seluruh glans penis. Tarik sedikit untuk melihat
meatus uretra (normal, hipospadia, epispadia)

Batang Penis
Apakah ada chordae atau pun kelainan lainnya
Skrotum
- Rugae harus terlihat pada usia kehamilan 40 minggu
Testis
- Palpasi dari annulus inguinalis eksterna sampai kantung
skrotum untuk menentukan testis sudah turun sempurna
atau belum. Normal ukuran testis neonates : 10x15 mm
(tentukan apakah ada kriptorkismus).
- Temukan apakah ada benjolan pada testis, apabila bayi
menangis dan benjolan bertmabah besar ada kecurigaan
hernia inguinalis.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
38
b) Anak-Anak (sama dengan neonates)

c) Remaja (sama seperti orang dewasa)

B. Perempuan
i. Masa neonates dan bayi
Lakukan pemeriksaan setiap organ eksterna secara
sistematis termasuk : ukuran klitoris, warna serta ukuran
labia mayora, adanya ruam-memar-lesi eksternal lain
Pisahkan kedua labia mayora untuk melihat labia minora
dan orifisium uretra
ii. Masa Kanak-Kanak Awal
Pemeriksaan sama seperti pada bayi
iii. Remaja
Pemeriksaan sama seperti dewasa

XVIII. Rektal
Apakah terdapat atresia ani? Lakukan colok dubur (pada bayi)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
39
Pada anak-anak-remaja, pemeriksaan rektal dapat dilakukan sesuai prinsip
pada orang dewasa.

XIX. Punggung
Apakah ada keabnormalan : Spina bifida, spina bifida okulta, myelokel,
meningomyelokel

XX. Ekstermitas
- Akral hangat? CRT < 3 detik
- Deformitas? Pergerakan simetris?
- Plantar Creases < 1/3 anterior?
- Clubfoot?
- Polidaktili/ sindaktili?

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
40
XXI. Sistem Syaraf
i. Masa Neonatus dan Bayi
A. Status Mental

B. Fungsi Motorik Kasar-Halus


- Amati postur dan menguji resistensinya terhadap gerakan pasif.
- Penilaian tonus dengan menggerakkan sendi-sendi utama dan
memperhatikan adanya spastisitas atau flasiditas sendi
- Resting Posture
Normalnya fleksi pada sendi lutut, pinggul, dan siku. Hipertonus
pada ekstremitas akan menurun setelah usia tiga bulan, diawali
ekstremitas atas lalu ekstremitas bawah.
- Tonus Pasif
Menggerakkan sendi untuk menentukan adanya resistensi berlebihan
(hipertonus) atau sebaliknya (flasid/ hipotonus)
- Tonus Aktif
Dilakukan pada bayi diatas 3 bulan. Tangan pemeriksa memegang
tangan bayi di sendi tangan. Bayi perlahan didudukkan. Normalnya
siku akan fleksi dan leher mengangkat kepala. Jika hipotonus :
Kepala jatuh ke belakang, ketika posisi duduk tercapai kepala jatuh
kerah depan. Hipertonus : kepala tetap jatuh ke belakang.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
41
C. Clonus
Posisikan dan pertahankan kaki dalam posisi dorsofleksi, lihat apakah
terdapat kontraksi otot ireguler di sekitar sendi kaki atau lutut.
D. Fungsi Sensorik
Dengan maengamati respon terhadap nyeri, jentikan jari ke telapak
tangan bayi lalu amati perubahan ekspresi wajah dan menarik
ekstremitas dari sumber nyeri.
E. Nervus Kranialis
STRATEGI MENILAI NERVUS KRANIALIS PADA NEONATUS
DAN BAYI
Sulit Diuji
I (Olfaktorius)
Buatlah bayi menatap wajah
II (Ophtalmikus)
pemeriksa dan temukan respons
wajah serta gerakan tatapannya
mengikuti wajah pemeriksa
- Gelapkan ruangan, angkatlah
II,III (Reaksi terhadap cahaya)
bayi ke dalam posisi duduk agar
membuka matanya
- Gunakan senter dan lakukan tes
untuk menguji reflex mengedip
optikus
Perhatikan gerakan mata bayi yang
III,IV,V (Gerakan ekstraokular)
akan terus memperhatikan
senyuman pemeriksa ketika
pemeriksa menggerakkan kepala
dari satu sisi ke sisi lainnya
Tes Refleks Rooting
V (motorik)
Tes Refleks mengisap (perhatikan
bayi ketika mengisap putting susu,
dot botol susu
Amati bayi saat menangis dan
VII (Fasialis)
tersenyum; perhatikan

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
42
kesimetrisan wajah dan dahinya
Tes reflex mengedip akustikus
VIII (akustikus)
Amati respon gerakannya dalam
mengikuti sumber bunyi
Amati koordinasi pada saat
IX,X (Menelan, muntah)
menelan
Lakukan tes untuk reflex muntah
(gag reflex)
Amati kesimetrisan kedua bahu
XI (Asesorius Spinal)
Amati koordinasi pada gerakkan
XII (Hipoglosus)
menelan, mengisap dan
menjulurkan lidah
Dengan memijat hidungnya, amati
reflex membuka mulut dengan
ujung lidah di garis tengah

F. Reflex
I. Primitive Reflexes (neurologi rutin)
1. MORO REACTION
- Muncul pada saat kelahiran dan menghilang pada 4-6 bulan
- Baringkan bayi dengan posisi tangan kanan memegang kepala
bayi, dan tangan kiri memegang tubuh bayi. Kemudian
rendahkan kepala bayi secara tiba-tiba seperti gerakan seperti
akan menjatuhkan (kurang lebih 1-2 cm)
- Jika positif atas reflex ini maka reaksi reflex yang akan timbul :
Terdapat reaksi kaget, mulutnya terbuka, tangan terbuka , dan
jari-jari melebar/meregang seperti kipas.
Kemudian mulut akan tertutup kembali dan diikuti dengan
tangan akan menutup seperti akan memeluk
Catatan : Persistensi diatas 4 bulan menunjukkan penyakit
neurologi. Respon asimetrik menunjukkan fraktur klavikula atau
humerus atau cedera pleksus brakialis.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
43
2. ASYMMETRIC TONIC NECK REACTION
- Muncul pada saat kelahiran dan menghilang pada 3 bulan.
- Baringkan bayi
- Gerakan/palingkan kepala bayi ke satu sisi (misalkan ke sisi
kanan), kemudian lihat reaksi bayi.
- Jika positif memiliki reaksi ini, reaksi reflex yang akan timbul
(fencers position) :
Bahu yang berlawanan akan naik dengan tangan yang menekuk
(flexi)
Tangan yang searah dengan kepala yang digerakkan akan lurus
(ekstensi)
Catatan: Persistensi diatas 3 bulan menunjukkan penyakit
neurologi
- Lakukan pada kedua sisi

3. PALMAR GRASP REACTION


- Muncul pada saat kelahiran (5 bulan gestasi) dan menghilang
pada 4 bulan postpartum.
- Simpanlah satu jari kita pada telapak tangan bayi.
*catatan : jangan pegang punggung tangannya

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
44
- Jika positif memiliki reaksi ini, reaksi reflex yang akan timbul :
Jari pemeriksa akan digenggam oleh jari bayi tersebut.
Selama stimulus diberikan, tangan bayi akan tetap tertutup.
Catatan : persintensi pada usia diatas 4 bulan menunjukkan
disfungsi serebral
- Lakukan pada kedua tangan

4. PLANTAR GRASP REACTION


- Muncul pada saat kelahiran dan menghilang pada 1 tahun
- pegang bagian betis dan sentuhkan satu jari tangan pemeriksa
pada ball of the feet
* catatan : tangan pemeriksa dalam posisi miring (tdk seperti
menusuk tangan bayi)
- Jika positif memiliki reaksi ini, reaksi reflex yang akan timbul :
Jari kaki bayi menggenggam, ketika stimulus dihentikan jari kaki
bayi akan meregang.
- Lakukan pada kedua kaki

5. Refleks Bertumpu Positif (2-6 bulan)


Pegang bayi pada badannya dan turunkan tubuh bayi hingga
permukaan datar
Sendi lutut,paha, dan pergelangan kaki akan ekstensi untuk
menyangga tubuh (mengendur dalam 20-30 detik)
Catatan : reflex negatif menunjukkan hipotoni/ flasiditas.
Ekstensi dan adduksi tungkai (scissoring) yang menetap
menunjukkan spastisitas akibat penyakit neurologi.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
45
II. Refleks Primitif (diuji jika terdapat kecurigaan ke kelainan
neurologi)
6. PARACHUTE REACTION
- Muncul pada saat 4 bulan dan menghilang pada 1 tahun
- Pegang tubuh bayi dari arah belakang (tangan bertemu di dada
bayi) dengan memegang bagian batang tubuhnya, berikan
gerakan seperti akan mejatuhkan ke arah bawah secara tiba-tiba
- Jika positif memiliki reaksi ini, reaksi reflex yang akan timbul :
Tangan bayi akan ekstensi kedepan seperti akan menahan dan
wajah bayi akan terlihat kaget

Pemeriksa akan merasakan


berat badan bayi bertumpu pada
tangan pemeriksa

7. ROOTING REFLEX (lahir-4bulan)


Gores kulit perioral pada sudut mulut bayi
Mulut bayi akan membungkam dan bayi akan mencari-
memalingkan wajahnya kearah rangsangan serta melakukan
gerakan mengisap
Catatan: reflex rooting negative: menunjukkan penyakit berat
atau menyeluruh pada system syaraf pusat
8. GALANT REACTION/Spinal Reaction
- Muncul pada 20 minggu di utero dan berhenti pada 3-9 bulan
- Miringkan/telungkupkan bayi
- Kemudian, berikan rangsangan dengan menggoreskan satu jari kita
(bagian tip/ujungnya) tepatnya pada paravertebral (kurang lebih 1-
2 cm dari midline)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
46
- Jika positif memiliki reaksi ini, reaksi reflex yang akan timbul (
spinal reaction ) :
Ekstremitas yang terkena sentuhan akan ekstensi/stretching
Ekstremitas yang tidak terkena sentuhan akan flexi dan tubuh akan
melengkung

Catatan : reflex negative menunjukkan cedera/lesi


transversal medulla spinalis.

9. PLACING-STEPPING REFLEX
Pegang bayi dalam posisi tegak dari sebelah belakang. Biarkan
salah satu telapak kakinya menyentuh meja
Sendi pangkal paha dan lutut kaki tersebut akan mengadakan
gerakan fleksi dan keki lainnya akan melangkah kedepan
Paling baik dilakukan setelah 4 hari.
Catatan : persistensi refleksi ini dapat menunjukkan
keterlambatan tumbuh kembang, reflex berpijak negative
dapat menunjukkan paralisis
10. LANDAU REFLEX (lahir-6 bulan)
Sangga tubuh bayi dalam posisi telungkup dengan satu tangan
Kepala bayi akan terangkat dan tulang belakangnya akan
diluruskan
Persistensi reflex ini dapat menunjukkan keterlambatan tumbuh
kembang
ii. Masa Kanak-Kanak Awal dan Lanjut
Pada saat diatas 1 tahun, dimana reflex primitive sudah hilang,
pemeriksaan neurologi meliputi komponen pemeriksaan yang
dievaluasi pada pasien dewasa.
a) Pemeriksaan fungsi motoric
b) Pemeriksaan sensoris
c) Pemeriksaan Refleks

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
47
d) Nervus Kranial
STRATEGI MENILAI NERVUS KRANIALIS PADA ANAK
Dapat diuji pada anak yang lebih
I (Olfaktorius)
besar
Gunakan peta snellen untuk anak
II (Ophtalmikus)
yang berusia di atas 3 tahun.
Lakukan tes lapang pandang
seperti pada orang dewasa (orang
tua memegangi kepala)
Minta anak untuk mengikuti
III,IV,VI (Gerakan ekstraokuler)
gerakan cahaya senter atau mainan
(orang tua memegangi kepalanya)
Lakukan permainan dengan bola
V (Motorik)
kapas halus untuk menguji sensoris
(hal ini seperti pada pemeriksaan
sensoris umum untuk anak kecil)
Minta anak untuk menyeringai
VII (Fasialis)
atau meniru perbuatan pemeriksa
(amati gerakan dan kesimetrisan
wajah)
Lakukan tes auditorius pada anak
VIII (akustikus)
berusia lebih dari 4 tahun.
Bisikkan sepatah kata atau perintah
dari sebelah belakang dan minta
anak mengulanginya.
Amati koordinasi pada saat
IX,X (Menelan, muntah)
menelan
Lakukan tes untuk reflex muntah
(gag reflex)
Minta anak untuk menjulurkan
seluruh lidah (amati pergerkan
uvula dan palatum mole)

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
48
Amati kesimetrisan kedua bahu
XI (Asesorius Spinal)
Minta anak mengangkat bahunya
ketika pemeriksa memberikan
tahanan
Minta anak untuk menjulurkan
XII (Hipoglosus)
seluruh lidahnya keluar dan
menggerakan ke segala arah

e) Denver

PREPARATION

- Semua peralatan yang menunjang untuk pemeriksaan,


Tempat : tempatnya tenang tidak bising, sediakan meja dan kursi beserta
matras.
Alat-alat : kismis, gulungan wool, kerincing dengan gagang kecil, bel kecil, bola
tenis dll.
- Sediakan ruang yang cukup untuk pemeriksaan motorik kasar
- Sediakan meja dan kursi yang cukup, dan sebuah selimut untuk memeriksa bayi
- Sediakan formulir test
IDENTIFIKASI ANAK

- Sambut anak beserta orang tuanya dengan hangat dan sapa, perkenalkan diri anda
- Jelaskan kepada orang tua bayi/anak tentang prosedur pemeriksaan denver II,
pemerikasaan denver II adalah pemeriksaan screening dan bukan tes IQ
- Tanya informasi general, seperti : nama anak, tanggal lahir, apakah anakna lahir
cukup bulan atau tidak
- Hitung data umur anak dengan cara :
1. Masukan tanggal permerikasan dan tanggal anak itu lahir, contoh :

Tahun Bulan Hari


Tgl pemeriksaan (26-5-12) 12.5.26
Tgl lahir (20/2-11)..11.....2....20 -
Umur anak : ...1.........36
Jika Umur anak ini adalah 1 tahun 2 bulan, bila umur anak dibawah 2 tahun.
Maka dikonfersi menjadi bulan. Berarti menjadi 14 bulan.

Bila anaknya lahir 34 minggu. Normalnya pada perhitungan denver 40 minggu.


Berarti kurang 6 minggu dari normal. Umur anak yang awal tinggal di kurang 1 bulan
14 hari..

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
49
Tahun Bulan Hari
Umur anak 1..3.6
Premature 34 minggu. . 0...1...14 -
Umur anak : 1 1bulan.22hari
= 1 tahun 2 bulan
Karena umur anak 1 bulan 22 hari.
Bila lebih dari (>)14 hari maka di bulat menjadi 1 bulan. Berarti umur anak
menjadi 14 bulan
- Setelah kita menghitung umur anak kita masukan kepada chartnya.

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
50
Pemeriksaan

1 Tarik garis umur dari garis atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan pada
ujung atas garis umur.

26-5-2012

6 9 12 15

-------------------------------------------------------------------------------------------

Umur anak 14 bulan, tgl pemeriksaan 26 mei 2012

2. Lakukan tugas perkembangan untuk tiap sektor perkembangan dimulai dari sektor yang
paling mudah dan dimulai dengan tugas perkembangan yang terletak di sebelah kiri garis
umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis umur

i. Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang paling dekat di
sebelah kiri garis umur serta tiap tugas perkembangan yang ditembus garis umur

ii. Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu ujicoba pada langkah i (gagal;
menolak; tidak ada kesempatan), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri garis umur
pada sektor yang sama sampai anak dapat lulus 3 tugas perkembangan.

iii. Bila anak mampu melakukan salah satu tugas perkembangan pada langkah i, lakukan
tugas perkembangan tambahan ke sebelah kanan garis umur pada sektor yang sama sampai
anak gagal pada 3 tugas perkembangan.

Beri skor penilaian

Skor dari tiap ujicoba ditulis pada kotak segi empat.

P: Pass/ lulus. Anak melakukan ujicoba dengan baik, atau ibu/ pengasuh anak
memberi laporan anak dapat melakukannya.

F: Fail/ gagal. Anak tidak dapat melakukan ujicoba dengan baik atau ibu/pengasuh
anak memberi laporan anak tidak dapat melakukannya dengan baik

No: No opportunity/ tidak ada kesempatan. Anak tidak mempunyai kesempatan untuk
melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini hanya boleh dipakai pada ujicoba dengan
tanda R

R: Refusal/ menolak. Anak menolak untuk melakukan ujicoba

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
51
Setelah itu lakukan interpretasi keseluruhan dari hasil penilaian di kotak segiempat yang
sebelumnya dilakukan

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK PEDIATRIK LUCKY ANANTO WIBOWO FK Unisba 2010
52