Anda di halaman 1dari 23

SISTEM IMUN

Program Studi Ilmu


Keperawatan B
Oleh :

Dr. dr. Endang Sriwahyuni, MS.


Maret 2008

Sistem Imun 2007 1


 Sistem Imun adalah Sel dan molekul yang
bertanggung jawab atas imunitas
 Fungsi :
 Pertahanan

 Homeostatis

 Perondaan / surveillance

 Respons Imun : Respons komponen sistem


imun secara bersama dan terkoordinasi

Sistem Imun 2007 2


 LH : Unsur patogen

 Sistem Imun
Lymf. T & B

 Respons Imun ”Normal” - singkat


- kerusakan permanen (–)

Sistem Imun 2007 3


 Sistem Imun terganggu – Infeksi berulang
– keganasan
– autoimunitas
– alergi

Sistem Imun 2007 4


Stem Cell
diferensiasi
Jenis 2 sel sistem imun
antigen
Respon Imun :
 tidak bisa membedakan self & nonself → autoimun
 berlebihan → alergi
 kekurangan → defisiensi imun

Sistem Imun 2007 5


Organ limfoid
 Primer / sentral : kel. Thymus & bursa
Fabriceus
fungsi : untuk pematangan, diferensiasi dan
proliferasi sel T dan sel B
 Sekunder : limpa, kel. Limfe dan MALT
Fungsi : menangkap antigen, deferensiasi
limfoid yang tersensitisasi dan produksi
antibodi

Sistem Imun 2007 6


Sistem Imun

Nonspesifik Spesifik

fisik/mekanik larut Selular I. Humoral I. Seluler

Kulit As. Lambung Mononuklier Sel B Sel Th (Th 1 &


Th 2)
Selpt. Lendir Lisozim (monosit & makrofag) Ab Sel Ts
Silia Laktoferin Polimorfonuklier/PMN Sel
Tdh
Batuk As. Neurominik (neutrofil & eosinofil) Sel
Tc
Bersin Komplemen Natural killer cell (sel NK)
Interferon Killer Cell (sel K)
C Reactive Basofil & matosit
Protein (CRP) Trombosit

Sistem Imun 2007 7


 Sistem imun Non Spesifik :
 Respons langsung terhadap antigen
 Tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu
(tidak spesifik)
 Sudah ada dan siap berfungsi sejak lahir
 Stereotipik
 Merupakan bagian dari reaksi radang

Sistem Imun 2007 8


 Sistem imun Spesifik :
 Butuh waktu untuk mengenal antigen (RI primer)
 Mampu mengenal benda yang dianggap asing
 Menghancurkan antigen yang sudah dikenal
sebelumnya (spesifik / respon imun sekunder)
 Tergantung faktor 2 imunogenitas dan faktor 2 inang
 Dapat bekerja tanpa bantuan sistem imun non
spesfik
 Biasanya terjadi kerjasama antara antibodi –
komplemen – fagosit – sel T – Makrofag

Sistem Imun 2007 9


IMUNOGEN
 
Rangsang imunogenik
 

TCL
Sel efektor
RI Spes r.i
limf. T r.i
Th
Seluler primer

Sel memori 
r.i sekunder
 
r.i
limf. B  efektor  sel plasma  Ab
humoral

M – sel pelengkap / sel asesoris.


 
 Benda asing dikenali
sensitisasi sel-2 S.I
ol. S.I spes

+ Bd asing
yang sama
dikenal > cepat
 

dihancurkan.
Sistem Imun 2007 10
• Komplemen :
– Me  fagositosis (opsonisasi)
– Menghancurkan sel membran bakteri
– Melepaskan bahan kemotaktik untuk M
– Komplemen yang mengendap pada permukaan bakteri
 memudahkan fagositosis M
• Interferon :
– Suatu glikoprot. yang dihasilkan oleh sel berinti pada
manusia
– Sebagai respons terhadap inf. virus
– Mengaktifkan sel NK
• C. Reactive Prot.
– Dibentuk pada saat infeksi
– Sebagai opsonin & dapat mengaktifkan komplemen.
– Kadar cepat meningkat dengan bantuan Ca ++
– Mengikat molekul-2 pada bakteri & jamur.
Sistem Imun 2007 11
 Fs. limf. T :
a. Fs. seluler :
 Melipat gandakan fs sel lain  mis. membantu sel B
 Merusak sel-2 melalui aktifitas sel sitotoksik (CTL)
b. Fs. mediator : melepas mediator soluble
mis: limfotoksin (toksik) atau limfokin (IL) : me  RI

 Bagan interaksi ligan reseptor selama interaksi limf. T & Sel


penyaji (Ag Presenting Cell)

CD4 / CD8

MHC APC
Sel T
TCR
Ag
CD3

Sistem Imun 2007 12


• Sel T
 Dilengkapi molk. TCR, dengan rantai  dan 
yang membentuk complex dengan CD3

 Perlu sel pelengkap / sel penyaji / APC mis M ,


limf. B, sel dendritik, sel langerhans kulit 
memproses Ag scr kimia, agar Ag dpt disajikan
kpd. limf.T, bersama-2 molk. MHC

• Sel B
– Dibantu oleh T helper  memproduksi Ab spes.
– Dapat melakukan sendiri tanpa bantuan sel lain

Sistem Imun 2007 13


 Sel B + Ag prolif  sel plasma  Ig  Ab
 Antibodi : Adalah Ig yang merupakan gol. prot yang
dibentuk oleh sel plasma, berasal dari proliferasi sel
B akibat adanya kontak dg Ag.

 Imunoglobulin :
 Adalah molekul protein yang mempunyai aktifitas

Ab yaitu kemampuan mengikat secara spesifik


dengan substansi (Ag) yang membangkitkan RI
sehingga dihasilkan Ig tersebut.
 Terdapat dalam serum, c.e.s, getah kelenjar &

permukaan sel limf. B.


Sistem Imun 2007 14
Macam Imunoglobulin :
1) Ig G :
– komponen utama Ig serum
– dewasa 75 % dr seluruh Ig
– Satu-2nya Ab yang dapat melintas plasenta masuk
fetus  perlindungan bayi
– Memp.sifat opsonin  me  fagositosis o.k sel
fagosit, monosit & M memp. receptor untuk Ig G
(Fc reseptor)
– Kadar  pd : inf. kronis & peny. autoimun
 
2) Ig A :
– Kadar menonjol pd cairan sekresi sal. nafas, sal.
cerna, sal. kemih, air mata, air susu, keringat &
ludah dlm bentuk S IgA.
– Kadar  pd : inf. kronik sal. nafas & sal. cerna.
Sistem Imun 2007 15
3) Ig M
– merupakan Ig terbesar ( bentuk pentamer )
– dibentuk pada awal RI primer
– merupakan Ab yg dpt mengaktifkan komplemen dgn kuat
– dapat mencegah ger. mikroorg. patogen
– kadar  pada inf. dini

4) Ig E : Ab. reagin
– mudah diikat mastosit / mast cell & basofil yang pd
permukaannya memp. reseptor Fc dr Ig E
– dibentuk o/ sel plasma dlm mukosa sal. nafas & sal.
cerna
– kadar  pada alergi, inf.cacing, skistosomiasis, trikinosis

5) Ig D
– diduga terlibat dalam proses diferensiasi limf. B dan
pengenalan Ag Sistem Imun 2007 16
– ditemukan bersama dgn IgM pada permk. sel B sbg
Ag

S.I / Sist. limforetikuler / Sist. Kendali mek. RI

RI

Spesifik Non spesifik

kerjasama

- me  efektifitas
- saling berinteraksi
Sistem Imun 2007 17

aktivitas biologik yang serasi


HIPERSENSITIFITAS
 
Sist. Pertahanan tubuh
RI
Bd.asing
Endogen / RI
Eksogen kerusakan jar.
menyimpang
dpt 
hipersensitivitas
1906 von Pirquet
 
Allergie : r.i. yg menyimpang
dr biasanya

Sistem Imun 2007 18


 Gejala 2nya baru timbul, bila sebelumnya sudah
terpapar oleh allergen yang bersangkutan.

 Alergen dikenali klon limf. T tertentu / sel memori


 bersama molekul MHC II pada permukaan sel
makrofag  berproliferasi  mediator 
mengaktifkan sel makrofag dan membantu sel T
sitotoksik menjadi sel pembunuh  merusak
jaringan.

Sistem Imun 2007 19


IMUNO DEFISIENSI

– Gejalanya : Inf. oportunistik  respons terhadap terapi


anti mikroba tidak adekuat
– Gangguan salah satu komponen pada interaksi antara
komplemen, Ab dan fagosit  peluang infeksi.
– Jenis : 2
1. I.d. primer : akibat kelainan r.i bawaan  sistem
fagosit / komplemen / kelainan dalam deferensiasi
dan fungsi limfosit

2. I.d. sekunder, penyebabnya adalah malnutrisi,


infeksi virus sitotoksik terhadap sel limfosit (AIDS),
akibat sinar X, obat-obatan sitotoksik,
kortikosteroid, akibat keganasan, atau ada
hambatan pada proses r.i (lepra dan malaria).

Sistem Imun 2007 20


 Acquired Immune Deficiency Syndrome ( AIDS)
Kelainan Imunologik :
 Penurunan jumlah dan fungsi limf. T penolong
(CD4)
 Peningkatan jumlah limfosit imatur dan aktifitas
limfosit T penekan.
 Gangguan fagosit (monosit & makrofag) 
reservoir stabil bagi virus & replikasi virus terus
menerus.
 Jumlah sel B yang mensekresi Ig meningkat, tapi
Ig ini tidak berfungsi normal
 Merupakan penyakit fatal  meninggal oleh
karena pneumoni dan gangguan saraf ( 30 %)

Dx : anti HIV  dalam serum (Elisa)  dikonfirmasi


dengan Western Blot test (yang menentukan Ab
terhadap protein virus tertentu)
Sistem Imun 2007 21
Klinis :
 Awalnya tanpa gejala atau terdapat tanda-2 akut
 Kemudian imunosupresif yang nyata
 Gambaran klinis bervariasi : tanpa gejala  gejala berat.

Klasifikasi inf. HIV :


Gol I : Inf. Akut
II : inf. Asimptomatis
III : inf. Limfadenopati generalisata
persisten
IV : penyakit lain :
A. peny. sistemik
B. peny. neurologis
C. peny. inf. sekunder
D. peny. keganasan sekunder
E. peny. lain-2

 Komplikasi :
o infeksi dan keganasan oportunistik
o Gangguan saraf Sistem Imun 2007 22
Autoimunitas
 
Adalah reaksi s.i terhadap Ag jaringan sendiri
 
Auto Ag

  auto Ab

 Ketidakmampuan sistem imun untuk membedakan sel /


jaringan sendiri (self) dari sel / jaringan asing (non self)
 sehingga jaringan sendiri dianggap Ag asing
 Akibatnya timbul respons imun
• Seluler, mis. pengrusakan jaringan oleh limf. T /
makrofag
• Humoral, membentuk antibodi terhadap jaringan
tubuh sendiri  disebut auto Ab.
Sistem Imun 2007 23