Anda di halaman 1dari 12

Kelompok III

Asrida
Dwi gita rahayu
Winda [rianan makian
Nur intan
sitti fariza yusuf
Septian anugrah
Abdul Rahman
 Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif merupakan suatu tekhnik
atau metode untuk menentukan kualitas atau
keberadaan suatu senyawa dalam suatu
sampel.
Analisis Kualitatif disebut juga sebagai uji
pendahuluan. Metode Analisis jenis ini dapat
dilakukan dengan metode pengendapan,
pembentukan senyawa baru (warna yang khas
atau mengendap) yang khas, uji nyala,, dan
mikroskopi
 Uji sifat fisik : Kelarutan, keasaman,
sublimasi, titik leleh(biasanya bisa juga untuk
uji pemastian),kekentalan.
 Uji warna nyala (flame test) : biasanya untuk
pengujian logam.
 Mikroskopis : melihat bentuk kristal
senyawa-senyawa yang khas di bawah
mikroskopis.
 Reaksi pengendapan : mengalami
pengendapan setelah pemberian pereaksi
 Reaksi Warna : mengalami perubahan warna
setelah pemberian reagen
a. Analisis dengan Reaksi Pengendapan
Yakni dengan penambahan suatu reaksi ke dalam
sampel akan menghasilkan endapan. cth:

 Flavonoid
senyawa yang terkandung dalam Flavonoid berupa
glikosida merupakan senyawa polar sehingga dapat
diekstrak dengan etanol, metanol ataupun air.
prinsip kerja: Jika ekstrak sampel terdapat senyawa
flavonoid, maka setelah penambahan logam Mg dan
HCl akan terbentuk garam flavilium berwarna merah
atau jingga.
 Fenol
fenol memiliki ciri yaitu cincin aromatis yang
mengandung satu atau dua penyulih
hidroksi. Senyawa fenol cenderung mudah
larut dalam air karena umumnya seringkali
berkaitan dengan gula sebagai glikosida,
dan biasanya terdapat pd vakuola sel.

Cara kerja: Hasil KLT disemprot dengan


pereaksi FeCl3 10%. Hasil positif ditandai
dengan penampakkan warna hijau biru,
merah, ungu, biru hitam pada noda isolat
pada cahay tampak dan UV 366 nm.
b.Analisis dengan uji sifat fisika dan kimia
Senyawa kimia mempunyai sifat fisik dan kimia yang
berbeda antara senyawa satu dengan yang lainnya.
Sifat fisik dan kimia bisa dilihat dari gugus fungsi
yang menempel pada senyawa.
c.Analisis secara Mikroskopis
Pemeriksaan mutu bahan baku dan sediaan obat
tradisional secara mikroskopis dilakukan terhadap
keseluruhan bagian tanaman yang terdiri dari organa
nutritiva seperti akar/rimpang, batang/korteks, daun
(folium) dan organa reprodutiva seperti bunga
(flos), buah (fructus),dan biji (semen)
d.Analisis dengan Uji warna nyala
Pada uji warna nyala (flame test) ketika
pemanasan/pembakaran senyawa alkali pada nyala
api menyebabkan unsur alkali dan alkali tanah
tereksitasi dengan memancarkan radiasi
elektromagnetik sehingga memberikan warna nyala
 Analisis Kuantitatif
yaitu analisis untuk mengetahui kadar suatu senyawa
dalam sampel, dapat berupa satuan mol, ataupun
persentase dalam gram.
a.Analisa kuantitatif dengan metode gravimetri
didasarkan pada stoikiometri reaksi pengendapan.
Umumnya senyawa yang ditambahkan dalam reaksi
ini berlebih untuk menghasilkan endapan
b. Cara analisa kuantitatif volumetri (titri metri), yakni
tehnik analisa memakai titrasi. Titrasi ialah sistem
menambahkan volume spesifik satu larutan pada
larutan yang lain.
c. Spektrofotometri
bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh
pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar
masuk akn dipantulkan, sebagian diserap dalam
medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai uang keluar
dari cahaya yang dteruskan dinyatakan dalam nilai
absorbansi karena memilikoi hubungan dengan
konsentrasi sampel.
d. Kromatografi Gas
Pemisahan komponen senyawa dalam GC terjadi
di dalam koklom ( kapiler) dengan melibatkan
dua fase, yaitu fase diam dan fase gerak. Fase
diam adalah zat yang ada di dalam kolom,
sedangkan fase gerak adalah gas pembawa (
Helium ataupun hydrogen dengan kemurnian
tinggi, yaitu 99,.995 %. Proses pemisahan dapat
terjadi karena terdapat perbedaan kecepatan alir
dari tiap molekul di dalam kolom. Perbedaan
tersebut dapat disebabkan oleh
perbedaan afinitas antar molekul dengan fase
diam yang ada di dalam kolom
e. prinsip penetapan kadar gula total dengan
metode anthrone
Prinsipnya adalah karbohidrat dalam asam
dulfat akan dihidrolisis menjadi
monosakarida dan selanjutnya monosakarida
akan mengalami dehidrasi oleh asam sulfat
menjadi furfural atau hidroksi metil furfural
(HMF) sehingga bereaksi dengan anthrone
(9,10-dehidro-9-oxanthracene) membentuk
senyawa kompleks berwarna biru kehijauan
dan ditentukan dengan pengukuran
absorbansi pada =630 nm (Legowo, 2005).
 Penetapan kadar alkaloid total dengan metode
Alkalimetri
Penetapan kadar dengan metode alkalimetri ini
merupakan suatu pengukuran sejumlah kuantitatif
asam yg terdapat di dalam contoh dengan caradititrasi
dengan suatu basa yang sesuai. Metode ini digunakan
karena sampel tersebutmerupakan garam yang dapat
dihidrolisis dan diisolasi menjadi asam yang larutdalam
air dan alkaloid (basa) yang larut dalam kloroform.
Atropin sulfat merupakan alkaloid yang bersifat
basa yang manakelarutannya praktis tidak larut dalam
air. Fungsi penambahan air pada sampel yaituuntuk
mengikat asam sulfat. Setelah itu ditambahkan
kloroform untuk melarutkanatropin. Kadar yang
terkandung pada atropin dan asam adalah setara, oleh
karena itudigunakan metode alkalimetri yang mana
asam sulfat yang akan ditentukan
kadarnyamenggunakan titran larutan baku NaOH
 Sejumlah atropin yang telah ditambahkan
indikator PP dititrasi dengan NaOH 0,1128 N.
Volume titran yang diperlukan untuk mecapai
titika akhir titrasiadalah 2,2 ml dan 2,6 ml.
Jumlah kadar atropin sulfat dalam
Cendotropin® tetes mata yang diperoleh
dalam percobaan ini adalah 160,725 %
sedangkan diliteratur persyaratan kadar yang
harus dipenuhi tidak kurang dari 98,0%.
Artinya kadar atropinsulfat ini tidak
memenuhi syarat
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH