Anda di halaman 1dari 14

DERMATITIS

Jihan Rizki Annisa


Eka Nurfadillah
Airin A. Solodia
3A Keperawatan Moh. Djunaydi Kallo
Kelompok 1 Edi Riswandi
Ozchan
Yusran
DEFINISI

Widhya 2011 lebih dikenal sebagai


eksim merupakan
penyakit kulit yang
mengalami peradangan
kerena bermacam sebab
dan timbul dalam
berbagai jenis, terutama
kulit yang kering,
umumnya berupa
pembengkakan,
memerah, dan gatal pada
kulit
ETIOLOGI

Penyebab dermatitis dapat berasal dari :


 Eksogen :
-bahan kimia (contoh : detergen,asam basa, oli,
semen)
-fisik (sinar matahari dan suhu)
-mikroorganisme (contohnya : bakteri, jamur)
Endogen misalnya dermatitis atopik

Adhi Djuanda 2005


PATOFISIOLOGI

Bahan iritan bahan iritan akan rusaknya fosfolipase akan


merusak lapisan berdifusi melalui membran lipid diaktifkan &
tanduk membran merusak keratinosit membebaskan
lisosom, asam arakidonik
mitokondria dan
komponen inti sel
prostaglandin dan
leukotrin dilepaskan

Dermatitis kontak iritan dilatasi pembuluh


darah & transudasi

terjadi kerusakan PAF akan mengaktivasi menarik neutrofil dan


keratinosit dan platelets yang akan limfosit serta
keluarnya mediator- menyebabkan perubahan mengaktifkan sel mast
mediator vaskuler yang akan membebaskan
histamin
MANIFESTASI KLINIK
Kenaikan suhu Kemerahan
Priritus (kalor) (rubor) Edema

Lesi polimorfi yang dapat timbul scara serentak


atau beturut-turut
KLASIFIKASI

Menurut Adhi Djuanda 2005 :


Contact Dermatitis
KOMPLIKASI

Gangguan
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Pola fungsional gordon : Riwayat Kesehatan :


 Pola persepsi dan penanganan kesehatan  Riwayat penyakit sekarang
 Pola nutrisi dan metabolisme  Riwayat penyakit dahulu
 Pola eliminasi  Riwayat penyakit keluarga
 Pola aktivitas/olahraga  Riwayat psikososial
 Pola istirahat/tidur  Riwayat pemakaian obat
 Pola kognitif/persepsi
 Pola persepsi dan konsep diri
 Pola peran hubungan
 Pola seksualitas/reproduksi
 Pola koping-toleransi stress
 Pola keyakinan nilai
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kerusakan
RENCANA KEPERAWATAN

Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan


kekeringan pada kulit

NOC NIC
Setelah dilakukan asuhan 1. Lakukan inspeksi lesi setiap hari
keperawatan, kulit klien dapat kembali 2. Pantau adanya tanda-tanda infeksi
normal dengan kriteria hasil: 3. Ubah posisi pasien tiap 2-4 jam
1. Kenyamanan pada kulit 4. Pergunakan sarung tangan jika
meningkat merawat lesi
2. Derajat pengelupasan kulit 5. Jaga agar alat tenun selau dalam
berkurang keadaan bersih dan kering
3. Kemerahan berkurang 6. Gunakan sabun yang mengandung
4. Lecet karena garukan berkurang pelembab atau sabun untuk kulit
5. Penyembuhan area kulit yang sensitive
telah rusak 7. Oleskan/berikan salep atau krim yang
telah diresepkan 2 atau tiga kali per
hari.
Gangguan pola tidur berhungan dengan
pruritus

NOC NIC
Setelah dilakukan asuhan 1. Menjaga kulit agar selalu lembab
keperawatan diharapkan klien bisa 2. Determinasi efek-efek medikasi
istirahat tanpa danya pruritus dengan terhadap pola tidur
kriteria hasil : 3. Jelaskan pentingnya tidur yang
1. Mencapai tidur yang nyenyak adekuat
2. Melaporkan gatal mereda 4. Fasilitasi untuk mempertahankan
3. Mengenali ttindakan untuk aktifitas sebelum tidur
meningkatkan tidur 5. Ciptakan lingkungan yang nyaman
4. Mempertahankan kondisi 6. Kolaborasi dengan dokter dalam
lingkungan yang tepat pemberian obat tidur.