Anda di halaman 1dari 7

Tata laksana awal

Obat Topikal
1. Golongan Azol 2. Golongan alinamin
Golongan azole menghambat enzim Golongan Alynamin menghambat keja
lanosterol 14 alpha demetylase (sebuah dari squalen epokside yang merupakan
enzim yang berfungsi mengubah enzim yang mengubah squalene ke
lanosterol ke ergosterol), dimana truktur ergosterol yang berakibat akumulasi
tersebut merupakankomponen penting toksik squalene didalam sel dan
dalam dinding sel jamur. menyebabkan kematian sel. Dengan
penghambatan enzim-enzim tersebut
 Clotrimazole (Lotrimin, Mycelec)
mengakibatkan kerusakan membran sel
 Mikonazole (icatin, Monistat-derm) sehingga ergosterol tidak terbentuk.
 Econazole (Spectazole)  Naftifine (Naftin)
 Ketokonazole (Nizoral)  Terbinafin (Lamisil)
 Oxiconazole (Oxistat)
 Sulkonazole (Exeldetm)
Obat Topikal

3. Golongan Benzilamin 4. Golongan lainnya


Golongan benzilamin mekanisme  Siklopiroks (Loprox)
kerjanya diperkirakan sama dengan  Haloprogin (halotex)
golongan alynamin.
 Tolnaftate
 Butenafine (mentax) adalah anti
jamur yang poten yang berhubungan
dengan alinamin. Kerusakan membran
sel jamur menyebabkan sel jamur
terhambat pertumbuhannya.
Digunakan dalam bentuk cream 1%,
diberikan selama 2-4 minggu. Pada
anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa
dioleskan sebanyak 4kali sehari.
Obat Sistemik

Ketokonazole Itrakonazole
 Kerja obat ini fungistatik. Pemberian  Itrakonazol dengan dosis 200 mg per
200mg/hari selama 2-4 minggu. hari secara oral selama 5 – 7 hari atau
Ketokonazol dengan dosis 1 x 200 mg 100mg/hari selama 15 hari sampai 1
selama 10 hari atau 400 mg dosis bulan atau 400mg dosis tunggal. Pada
tunggal. Obat tersebut berisifat penggunan secara oral penyerapan
hepatotoksic sehingga diperlukan akan lebih baik jika diberikan
pemeriksaan fungsi hepar saat bersama dengan makanan. Efek
memulai, selama dan setelah terhadap enzim hati lebih sedikit
pengobatan. dibandingkan dengan ketokonazol.
Obat Sistemik
Griseofulfin Flukonazole
 Termasuk obat fungistatik, bekerja  Flukonazole 50mg/hari atau
dengan menghambat mitosis sel jamur 150mg/minggu selama 1 bulan atau
dengan mengikat mikrotubuler dalam 400mg dosis tunggal, pada anak-anak
sel. 3-6mg/kgBB/hari. Sedian obat
tersebut yang ada di Indonesia 150 mg
dan 50 mg. Obat tersebut diserap
Terbinafine sempurna melalui saluran cerna tanpa
 Pemberian secara oral pada dewasa dipengaruhi ada atau tidaknya
250g/hari selama 2 minggu. Pada makanan dalam lambung atau tingkat
anak pemberian secara oral keasaman lambung.
disesuaikan dengan berat badan.
Obat Sistemik
Antibiotik spectrum luas Antihistamin
 Antibiotika spektrum luas (broad  Klorfeniramin maleat (CTM)
spectrum) contohnya seperti merupakan golongan AH1 yang sering
tetrasiklin dan sefalosporin efektif digunakan sebagai antialergi. Efek
terhadap organism baik gram positif samping dari CTM juga kurang disukai
maupun gram negatif. Antibiotik yaitu dapat menyebabkan kantuk,
berspektrum luas sering kali dipakai karena CTM merupakan AH1 sedative.
untuk mengobati penyakit infeksi
yang menyerang belum diidentifikasi
dengan pembiakan dan sensitifitas.
Antibiotik golongan tetrasiklin
contohnya tetrasiklin, doksisiklin, dan
monosiklin. Contoh antibiotik
sefalosporin adalah sefadroksil,
sefaleksin, sefazolin dan seftriakson.
 Hoan Tjay, T . 2013. Obat-Obat Penting. Jakarta: Elex Media Komputindo.
 Harvey, Richard, dkk. 2013. Farmakologi Ulasan Bergambar. Jakarta: EGC.
 Departemen Farmakologi dan Terapeutik Universitas Indonesia. Farmakologi
dan Terapi. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
 Hardman, Joel. 2012. Goodman&Gilman Dasar Farmakologi dan Terapi vol.3.
Jakarta: EGC.