Anda di halaman 1dari 19

COST CONCEPTS AND THE

ACCOUTING INFORMATION SYSTEM


MAIN PURPOSE :
Para manajer dituntut untuk memahami konsep
biaya agar dapat mengambil keputusan
dengan baik sehingga dapat dipertanggung
jawabkan
KONSEP BIAYA

Cost Expense

Contoh : Contoh :
Persediaan Bahan Baku Beban penyusutan
Persediaan produk dalam proses Beban pemasaran
Persediaan produk selesai Beban yang tergolong sebagai biaya operasi
Biaya ini belum habis masa pakainya
digolongkan sebagai aktiva yang Biaya ini dimasukkan ke dalam Laba
dimasukkan kedalam neraca. – Rugi, sebagai pengurang dari
pendapatan.
OBJEK BIAYA

Tempat dimana biaya atau


aktivitas diakumulasikan atau
diukur Contoh :
1. Produk
2. Produksi
3. Departemen
4. Divisi
5. Batch dari unit – unit sejenis
6. Lini produk
7. Kontrak
8. Pesanan Pelanggan
9. Proyek
10. Proses
11. Tujuan Strategis
PENELUSURAN BIAYA KE OBYEK BIAYA
Biaya Biaya Tidak
Langsung Langsung

Ditelusuri Secara Ditelusuri Secara Dialokasikan


Langsung Tidak Langsung Secara Arbitrer
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BIAYA
Sistem yang membantu manajemen dalam menetapkan :
sasaran laba perusahaan
target laba departemen
mengevaluasi efektifitas rencana perusahaan
mengungkapkan kegagalan dan keberhasilan dalam
bentuk tanggung jawab yang spesifik
menganalisis serta memutuskan penyesuaian dan
perbaikan yang diperlukan agar tujuan atau sasaran
organisasi dapat dicapai.
PEMROSESAN DATA
• Suatu proses pengumpulan, mengelompokan,
menganalisis, dan pelaporan data perusahaan.
• SPD harus mampu menyediakan :
 Biaya dan pendapatan historis perusahaan
 Evaluasi manajemen untuk saat ini dan yang
akan datang
 Perkiraan ekonomi yang berasal dari luar
perusahaan
PENGGUNAAN DATA BIAYA
• Manajer perusahaan menggunakan data biaya
dalam pengambilan keputusan, mengevaluasi
kinerja dan mengendalikan operasi perusahaan.
• Data biaya digunakan manajer untuk tujuan :
 Perencanaan
 Pengawasan
 Penetapan harga
 Menentukan laba
 Pengambilan keputusan
KLASIFIKASI BIAYA
• Suatu proses pengelompokkan biaya secara sistematis atas
keseluruhan elemen biaya yang ada ke dalam golongan –
golongan tertentu untuk dapat memberikan informasi yang
lebih ringkas dan penting.
• Klasifiasi biaya yang umum digunakan adalah biaya dalam
hubungan dengan :
 Produk
 Volume Produksi
 Departemen dan Pusat Biaya
 Periode Akuntansi
 Pengambilan Keputusan
BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN PRODUK
Biaya Produksi Biaya Non Produksi

Biaya Biaya Tenaga Biaya Biaya


Bahan Baku Kerja Langsung Overhead Pemasaran
Langsung Pabrik
Biaya Utama Biaya Konversi Biaya
Administrasi

Bahan tidak
Langsung (Bahan Tenaga Kerja Biaya Tidak
Pembantu / Tidak Langsung
Penolong)) Langsung Lainnya
BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN VOLUME
PRODUKSI

Biaya Variabel Biaya Tetap


BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN
DEPARTEMEN PRODUKSI

Biaya Langsung Biaya Tidak


Departemen Langsung
Departemen
BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN PERIODE
WAKTU

Biaya Biaya
Pengeluaran Pengeluaran
Modal Pendapatan
BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Biaya Tidak Relevan

Biaya Relevan

Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya


Diferensial Kesempatan Tersamar Nyata Dapat
Dilacak
JOB ORDER COSTING
MAIN PURPOSE
Untuk penetapan harga jual dan pengendalian
biaya
Karakteristik JOB
 Produksi terputus – putus
 Produk tergantung pemesan
 Pencatatan biaya produksi pada kartu biaya pesanan
 Kalkulasi setelah pesanan selesai
 Biaya perunit dihitung dengan membagi total biaya
produksi dengan total unit yang dipesan
 Akumulasi biaya dengan menggunakan biaya normal
 Produk dapat disimpan digudang
Kartu Biaya Pesanan
Jurnal Perhitungan Biaya Pesanan
• Akuntansi BBB
• Akuntansi BTK
• Akuntansi BOP