Anda di halaman 1dari 22

Perubahan Lingkungan secara Global

mempengaruhi Penyakit Tidak Menular

Kelompok 2
Andi Muhammad Yusuf R 2006505234
Ella Ayu Septia Mustika 2006505543
Farandi Agesti Ramadhan 2006505543
Imelda Sussanti Nailius 2006559893
Putri Diyah Patni 2006560150
Rosta Rosalina 2006506136
Wendya Nidsy revita 2006560333
Queen Nazhofah 2006505991
Table Contents

01 02 03
Pathways from Climate Pathways from GECs to Dampak Global Change
Change NCD risk Terhadap PTM
Pendahuluan

Proses Terjadinya Penyakit

● Penyakit menular : Proses terjadinya


penyakit akibat interaksi antara Agent
penyakit (mikroorganisme hidup),
manusia dan lingkungan.

● Penyakit tidak menular : Proses


terjadinya penyakit akibat interaksi
antara agen penyakit (non living agent),
manusia dan lingkungan.
Pathways From Climate Change and Health Outcomes

Pengaruh cuaca dan iklim


terhadap kesehatan manusia
sangat signifikan dan beragam.

● Iklim dan cuaca juga dapat mempengaruhi


kualitas air dan makanan yang berimplikasi
pada kesehatan manusia.

● Efek perubahan iklim global pada


kesehatan mental dan kesejahteraan
merupakan bagian integral dari dampak
kesehatan manusia terkait iklim secara
keseluruhan.
Perubahan Iklim dan Jalur Kesehatan
Dampak perubahan iklim terhadap
kesehatan bersifat kompleks;
seringkali tidak langsung &
bergantung pada berbagai faktor
sosial - lingkungan.

Melacak perubahan dalam


dampak dan keterpaparan iklim
meningkatkan pemahaman
tentang perubahan risiko
kesehatan meskipun hasil
kesehatan yang sebenarnya sulit
untuk dihitung.
Menghubungkan Indikator Perubahan
Iklim dengan Jalur Kesehatan

Indikator dampak iklim tertentu seperti


permukaan laut, curah hujan, dan banjir pesisir
dapat digunakan untuk lebih memahami
perubahan paparan manusia terhadap air yang
terkontaminasi (risiko kesehatan)
Perlu dipahami bahwa…

Daerah yang sudah mengalami cuaca yang


mengancam kesehatan & fenomena iklim, seperti Beberapa daerah juga akan mengalami ancaman
panas atau badai yang hebat, kemungkinan besar kesehatan baru terkait iklim.
akan mengalami dampak yang lebih buruk

Misalnya, daerah yang sebelumnya tidak terpengaruh


seperti suhu yang lebih tinggi dan peningkatan oleh pertumbuhan alga beracun atau penyakit
intensitas badai, curah hujan, dan gelombang yang ditularkan melalui air karena suhu air yang
badai lebih dingin dapat menghadapi bahaya ini di
masa mendatang
Pada prinsipnya perubahan iklim dapat
mempengaruhi kesehatan manusia dalam dua cara
utama:
• Dengan mengubah tingkat keparahan atau frekuensi
masalah kesehatan yang sudah dipengaruhi oleh faktor
iklim atau cuaca.

• Dengan menciptakan masalah kesehatan yang belum


pernah terjadi sebelumnya atau yang tidak terduga atau
ancaman kesehatan di tempat yang sebelumnya tidak
pernah terjadi.
Kerangka kerja DPSEEA yang Diterapkan ke Perubahan Lingkungan Global
Driving
Driving forces

D
forces
•• Energy
Energy fot
fot economic
economic development
development (largerly
(largerly from
from Fossil
Fossil Fuels
Fuels
•• Population growth
Population growth
•• Food
Food demands
demands
•• Tecnological
Tecnological change
change
Pressures
Pressures

P
•• Emissions
Emissions of
of greenhouse
greenhouse gases
gases and
and short
short live
live climate
climate pollutans
pollutans
•• Land
Land use
use change
change
•• Overexploitation
Overexploitation of
of fisheries
fisheries
•• Increasing
Increasing Freshwater
Freshwater use
use

States
States

S
•• Climate
Climate change
change including
including frequency
frequency and
and intensity
intensity of
of extreme
extreme events,
events, sea
sea level
level rise
rise
•• Biodiversity
Biodiversity loss
loss (e.g.
(e.g. Pollinator
Pollinator decline
decline
•• Ocean
Ocean acidification
acidification fishery
fishery decline
decline
•• Urbanization
Urbanization
•• Decline
Decline in
in freshwater
freshwater availability
availability

Exposures
Exposures Pathways from GECs to NCD risk

E
•• Air
Air Pollution-fine
Pollution-fine particulates
particulates (( including
including black
black carbon)
carbon) and
and tropospheric
tropospheric ozone
ozone
•• Change
Change inin temperature,
temperature, rainfall
rainfall and
and extreme
extreme events
events
•• Dietary
Dietary Shifts
Shifts
•• Physical
Physical inactivity
inactivity
•• Change
Change inin quality
quality // quantity
quantity of
of drinking
drinking water
water

Efects
Efects

E
•• Cardiovascular
Cardiovascular mortality
mortality and
and morbidity
morbidity
•• Undernutrition
Undernutrition and
and obesity
obesity
•• diabetes
diabetes
•• Common
Common mental
mental disorders
disorders

Actions
Actions
•• Decarbonize the economy, provide clean energy
••

A
Promote
Promote low
low environmental
environmental impact
impact and
and healthy
healthy diets
diets
•• Implement
Implement sustainable
sustainable transport
transport systems
systems
•• Protect
Protect biodiversity
biodiversity
•• Conserve
Conserve and
and recycle
recycle freshwater
freshwater safely
safely
•• Increase
Increase resilience
resilience to
to extreme
extreme events
events and
and promote
promote effective
effective adaptation
adaptation
Dampak
Global
Change
terhadap PTM
Dampak Global Change terhadap PTM
 Energy, Air Pollution, and Climate Change

Pendorong utama GEC adalah pembakaran bahan


bakar fosil batu bara, minyak & gas

Polusi Udara Perubahan Iklim


• Pembakaran fosil merupakan penyumbang • Meningkatkan intensitas dan frekuensi
utama morbiditas dan mortalitas. kejadian cuaca ekstrim.
• Materi partikulat halus (PM), ozon, oksida • Timbul berbagai bencana akibat perubahan
nitrogen, oksida sulfur, hidrokarbon, dan iklim.
logam. • Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,
• Memudahkan terjadinya infeksi saluran kanker, diabetes, penyakit ginjal dan masalah
pernapasan akut (ISPA). mental.
Gambar di atas menunjukan proses perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya berbagai paparan (kotak
berwarna biru) sehingga potensial berdampak meningkatkan resiko penyakit tidak menular pada manusia
(kotak berwarna kuning).

Sumber: Tord Kjellstrom (2010) in Public health impact of global heating due to climate change: potential effects on
chronic non-communicable diseases
Dampak Global Change terhadap PTM

Separuh manusia sekarang tinggal di


perkotaan dan jumlahnya diperkirakan akan Berdampak pada : Masalah-masalah ini
bertambah pada tahun 2050. ● Infrastruktur Dasar menyebabkan peningkatan
(Sanitasi, pembuangan resiko PTM seperti:
limbah, pengolahan limbah  Penyakit Kardiovaskular
padat, listrik, transportasi,  Kanker
perumahan)  Hipertensi
● Paparan Berbahaya  Obesitas,
(Kualitas udara sangat  Depresi & kecemasan,
buruk)  Osteoporosis
● Kurangnya aktivitas fisik  Penyakit kandung
empedu
 Risiko cedera
Dampak Global Change terhadap PTM
 Makanan, Nutrisi dan Agrikultur
Perubahan lingkungan
mempengaruhi kandungan nutrisi
beberapa makanan
Perubahan lingkungan
mempengaruhi produktivitas • Meningkatnya kadar karbon
Transisi pola makan global
pertanian dioksida (CO2) di udara, dapat
• konsumsi makanan yang padat mengurangi keseluruhan
• Studi tentang efek perubahan konsentrasi 25 mineral penting
energi, kurang beragam, dan
iklim pada hasil panen pada dalam tumbuhan, termasuk
semakin banyak diproses,
tahun 2050 menunjukkan kalsium, kalium, seng, dan besi,
termasuk produk hewani, minyak
peningkatan 529.000 kematian rata-rata sebesar 8%
dan lemak, karbohidrat olahan,
dini dibandingkan jika tidak • peningkatan CO2 dikaitkan
dan minuman yang dimaniskan
terjadi perubahan iklim dengan penurunan protein 6%
dengan gula, peningkatan makan
• Penurunan konsumsi buah dan dalam gandum dan penurunan
di luar rumah dan ngemil
sayur merupakan penyumbang 8% pada beras
• Meningkatkan resiko obesitas,
utama peningkatan kematian • meningkatkan risiko hipertensi,
penyakit kardiovaskular,
• Asupan kalori yang berkurang gangguan lipid, dan risiko
diabetes, dan beberapa jenis
akan meningkatkan kematian penyakit jantung koroner 10
kanker
terkait dengan kekurangan gizi tahun
Dampak Global Change terhadap PTM
 Bahan Kimia Persisten di Lingkungan

Ciri lain dari aktivitas yang dilakukan manusia adalah


kontaminasi luas lingkungan global oleh bahan kimia

 Penggunan bahan kimia pengganggu endokrin  Penggunan bahan kimia logam


• bahan kimia organik sintetik seperti • kontaminasi kimiawi yang tersebar luas
polychlorinated biphenyls, bisphenols, pestisida • bahan kimia logam yang sering mencemari
organoklorin, penghambat nyala brominasi, dan adalah timbal, kadmium, kromium, merkuri
zat perfluorinasimateri dan logam lainnya
• bahan kimia semacam itu tetap ada lingkungan • Logam, berkontribusi pada banyak PTM,
dalam jangka waktu yang lama dan oleh karena termasuk kelainan pentakit saraf (timbal,
itu disebut polutan organik yang persisten (POP) merkuri), penyakit kardiovaskular (timbal,
dan tersebar luas di ekosistem kadmium), penyakit ginjal (timbal, kadmium),
• Paparan POP telah dikaitkan dengan kondisi dan beberapa kanker (arsenik, kromium)
metabolik seperti adipositas, resistensi insulin,
dan dislipidemia, risiko beberapa kanker, enyakit
tiroid, gangguan neurobehavioral, dan disfungsi
reproduksi
Dampak Global Change terhadap PTM
 Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Kehilangan keanekaragaman hayati telah meningkat


secara dramatis selama aktivitas manusia berlangsung

 Penyerbukan oleh serangga


• 87 jenis tanaman pangan utama, dan hingga  Penipisan perikanan
• 90% perikanan diekspoitasi secara besar-
40% Pasokan beberapa mikronutrien dunia,
seperti vitamin A, bergantung pada besaran
• ikan adalah sumber protein makanan utama
penyerbukan oleh serangga
• Menurunnya penyerbukan oleh serangga mikronutrien dan omega 3
• studi memproyeksikan bahwa lebih dari 10%
akibat hilangnya habitat, penggunaan
pestisida, dan serangan parasit populasi global dapat menghadapi kekurangan
• mengurangi jumlah buah-buahan, sayuran, mikronutrien dan omega 3
• risiko penyakit jantung iskemik, kanker dan
dan kacang-kacangan serta biji-bijian
• menyebabkan defisiensi vitamin A dan folat, arthritis
peningkatan penyakit jantung iskemik dan
stroke
Strategi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Akibat kerusakan lingkungan

1 2
Paparan pekerjaan terhadap polutan
Pertanian Industri udara, paparan sinar ultraviolet,
kebisingan:
• Pembuatan Pada polusi udara • Pembuatan regulasi yang tepat
regulasi, perjanjian • Pengendalian • Pendidikan tentang perilaku
• Manajemen emisi industri aman
pestisida yang baik, • Opsi energi • Pendekatan teknik untuk
alat pelindung diri terbarukan yang mengurangi paparan - ventilasi,
ditingkatkan teknik penekan debu,
• Peraturan bebas • Menghilangkan sumber polusi
rokok tembakau • Penghapusan dari sumber
dalam ruangan polutan atau eksposur relevan
lainnya.
• Asuransi pribadi pada pekerja WHO
Strategi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Akibat kerusakan lingkungan

3 4

Transportasi Perumahan & Komunitas

Pengurangan Pencemaran Pengendalian Polusi udara rumah tangga


udara, penurunan aktivitas • Penggunaan bahan bakar bersih
fisik: • Strategi untuk mengurangi paparan
• Perencanaan kota yang asap dari bahan bakar padat seperti
lebih baik, perbaikan dan batubara atau kayu bakar
peningkatan penggunaan Akses ke air minum yang aman dan
transportasi umum. Aktivitas fisik rendah, obesitas
• Mengurangi kemacetan • Perencanaan kota yang lebih baik.
lalu lintas • Akses ke fasilitas olahraga.
• Penggantian kendaraan • Program berbasis sekolah dan tempat
diesel lama kerja WHO
Terima
Kasih
QnA
• Rahmi Lisdeni: Kelompok 2 Kelas C
Strategi efektif untuk mempertahankan biodiversitas
akibat era industrialisasi 4.0 menurut kelompok?
• Dewi: Kelompok 5
Dampak penurunan penyerbukan terkait
permasalahan kesehatan/PTM berdasarkan
literatur/penelitian?
• Kelompok 1: Handy Suryadi
Advokasi yg dpt dilakukan Kemenkes terhadap
Generasi Z sebagai langkah prefentif
• Marda: Kelompok 6
Perubahan warna air laut di Kota Padang berwarna
hijau (akibat peningkatan populasi alga) yg
berlangsung selama 1 minggu. Apa yg bisa dilakukan
utk mengurangi dampak tersebut?
Pertanyaan No.1 • Pertanyaan No.2
• Era industrialisasi 4.0 justru masyarakat Penurunan penyerbuan  iskemia
aware terhadap kerusakan lingkungan
dan berusaha untuk mencari solusi
pengganti dari contohnya, perubahan
sumber bahan bakar utk industri
menggunakan energi dari udara, air,
atau matahari
• Strategi  perlu advokasi dan
kerjasama multilevel untuk mengatasi
masalah biodiversitas. Contoh: Upaya
pengurangan sampah plastik, penerapan
hutan kota di berbagai daerah, dsb