Anda di halaman 1dari 23

Assalamualaikum

Kelompok 10
diabetes melitus gestasional
Oleh : nur firdaus chiquitita riegas nian dera
(1130015022)
Definisi
 Diabetes melitus pada kehamilan atau sering disebut
diabetes melitus gestasional, merupakan penyakit diabetes
yang terjadi pada ibu hamil.
 . Gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama
dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu
sering buang air kecil(polyuri), selalu merasa
haus(polydipsi), dan sering merasa lapar(polyfagi). Cuma
yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang
hamil. dan gejala sering kencing dan banyak makan juga
biasa terjadi pada kehamilan normal.
Etiologi
 Diabetes melitus dapat merupakan kelainan hereditar
dengan cara infusiensi atau absennya insulin dalam sirkulasi
darah, konsentrasi gula darah tinggi.
 . Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan,
penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan
metabolik dan hormonal pada penderita yang juga
dipengaruhi oleh kehamilan.
 Risiko tinggi DM Gestasional :
 1) Umur lebih dari 30 tahun.
 2) Obesitas dengan inteks masa tubuh 30kg/m2.
 3) Riwayat DM pada keluarga(ibu atau ayah).
 4) Pernah menderita DM gestasional sebelumnya.
 5) Pernah melahirkan anak besar>4000 gram.
 6) Adanya glukosaria.
Klasifikasi
 Pada diabetes melitus gestasional,ada 2 kemungkinan yang
dialami oleh si ibu :
 1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum
hamil.
 2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil.
 Klasifikasi DM dengan kehamilan menurut pyke :
 1. Klas 1: gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul
pada waktu dan menghilang setelah melahirkan.
 2. Klas II :pregestasional diabetes, yaitu diabetes mulai sejak
sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil.
 3. Klas III : pregestasional diabetes yang disertai dengan
komplikasi penyakit pembuluh darah seperti
retinopati,nefropati,penyakit pembuluh darah panggul dan
pembuluh darah perifer,90% dari wanita hamil yang menderita
diabetes termasuk kedalam kategori DM Gestasional(tipe III).
Patofisiologi
 Dengan makan masing-masing, wanita hamil mengalami serangkaian
tindakan hormonal kompleks ibu (yaitu, peningkatan glukosa darah;
sekresi insulin pankreas sekunder, glukagon, somatomedins, dan
katekolamin adrenal).
 Ibu hamil cenderung untuk mengembangkan hipoglikemia (glukosa
plasma rata-rata = 65-75 mg / dL) antara waktu makan dan saat tidur. Hal
ini terjadi karena janin terus menarik glukosa melalui plasenta dari aliran
darah ibu, bahkan selama periode puasa.
 hipoglikemia Interprandial menjadi semakin ditandai sebagai kehamilan
berlanjut dan permintaan glukosa meningkat janin. Tingkat steroid
plasenta dan hormon peptida (misalnya, estrogen, progesteron, dan
somatomammotropin chorionic) meningkat secara linear sepanjang
trimester kedua dan ketiga.
 Pengeluaran energi yang berhubungan dengan konversi
kelebihan glukosa menjadi penyebab penurunan lemak
dalam kadar oksigen janin. Episode ini hipoksia janin yang
disertai dengan lonjakan di katekolamin adrenal, yang, pada
gilirannya, menyebabkan hipertensi, remodelling jantung dan
hipertrofi, stimulasi eritropoietin, hiperplasia sel darah merah,
dan peningkatan hematokrit.
 . Temuan ini tampaknya berhubungan dengan tingkat kontrol
glisemik dan ditengahi oleh penurunan tegangan oksigen
janin.
 Pada kehamilan normal kadar glukosa darah ibu lebih
rendah secara bermakna. Hal ini disebabkan oleh :
 1. Pengambilan glukosa sirkulasi meningkat.
 2. Produksi glukosa dari hati menurun.
 3. Produksi alanin ( salah satu precursor
glukoneogenesis)menurun.
 4. Aktifitas eksresi ginjal meningkat.
 5. Efek-efek hormon gestasional(kortisol,human plasenta
lactogen,estrogen,dll)
 6. Perubahan metabolisme lemak dan asam amino.
Manifiestasi klinis
 1. Poluri (banyak kencing)
 Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat
sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga
terjadi osmotic dierusis yang mana gula banyak menarik cairan
dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kering.
 2. Polidipsi (banyak minum)
 Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan
cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien
lebih banyak minum.
 3. Polipagi(banyak makan)
 Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel
mengalami starvasi(lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien
akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap
saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada
pembuluh darah
 1. Penurunan berat badan.
 2. Kesemutan, gatal.
 3. Pandangan kabur.
 4. Pruritus vulvae pada wanita.
 5. Lemas, lekas lelah, tenaga kurang.
 Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur
menjadi glukosa, maka tubuh bersama mendapat peleburan
zat dari bagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein,
karena tubuh terus merasakan lapar, maka tubuh
selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di
tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak
sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan
tetap kurus.
Epidemiologi
 Kebanyakan kasus, diabetes gestasional akan menghilang
segera setelah bayi dilahirkan. Bagaimanapun juga, wanita-
wanita yang menderita diabetes gestasional mempunyai
resiko tinggi untuk mengalami diabetes gestasional lagi pada
kehamilan berikutnya, dan juga 17 % - 63 % dari mereka
akan mengalami perubahan dan berkembang menjadi
diabetes tipe 2 dalam 5 hingga 16 tahun.
 Kecemasan bahwa berat badan Anda tidak bisa kembali lagi
seperti sebelum hamil, tak perlu dirisaukan. Seorang ibu
dapat menikmati saat-saat kehamilan tanpa takut menjadi
gemuk. Kehamilan dan obesitas memiliki perbedaan.
Peningkatan berat badan pada saat hamil sekitar 12 kg,
namun itu semua disebabkan oleh berat bayi ( 3,5 kg ),
plasenta ( 1 kg ), cairan ketuban ( 1,5 kg ), rahim ( 1,5 kg ),
air lemak, dan jumlah darah ( 3 – 3,5 kg ).
Pemeriksaan diagnostik
 Kriteria diagnostik :
 1. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu ≤200 mg/dl. Gula
darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada
suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir.
 2. Kadar gula puasa 126mg/dl. Puasa diartikan pasien tidak
mendapatkan kalori tambahan sedikitnya 8 jam.
 3. Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200mg/dl. TTGO
dilakukan dengan standart WHO, menggunakan beban
glukosa yang setara dengan 75g glukosa anhidrus yang
dilarutkan dalam air.
Pengaruh diabetes melitus terhadap
kehamilan
 1. Pengaruh kehamilan dan nifas terhadap DM
 a. Kehamilan dapat menyebabkan status pre diabetik menjadi
manifes (diabetik).
 b. DM akan menjadi lebih berat karena kehamilan
 2. Pengaruh diabetes gestassional terhadap kehamilan di
antaranya adalah:
 a. Abortus dan partus prematurus
 b. Hidronion
 c. pre eklamsia
 d. kesalahan letak jantung
 e. insufisiensi plasenta
 3. pengaruh penyakit terhadap persalinan
 a. gangguan kontraksi otot rahim(partus lama atau terlantar)
 b. janin besar sehingga harus dilakukan tindakan operasi
 c. gangguan pembukuh darah plasenta sehingga terjadi asfiksia
sampai dengan lahir mati
 d. Pendarahan post partum karena gangguan kontraksi otot rahim
 e. Post partum mudah terjadi infeksi
 f. Bayi mengalami hipoglikemi post partum sehingga dapat
menimbulkan kematian.
 4. Pengaruh DM terhadap kala nifas
 a. Mudah terjadi infeksi post partum
 b. Kesembuhan luka terlambat dan cenderung infeksi mudah
menyebar
 5. Pengaruh DM terhadap bayi
 a. Abortus, prematur, > usia kandungan 36 minggu
 b. Janin besar (makrosomia)
Penatalaksanaan
 1.Terapi diet
 Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes
melitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan
mencegah timbulnya komplikasi akut dan kronik.
 Tiga hal penting yang harus diperhatkan pada penderita
diabetes melitus adalah tiga J(jumlah,jadwal dan jenis
makanan) yaitu:
 J1 : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus habis.
 J2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan
terdaftar.
 J3 : jenis makanan harus diperhatikan (tantangan gula dan
makanan manis)
 Diet pada pnderita diabetes melitus dapat dibagi atas
beberapa bagian :
 a. Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung
karbohidrat 50%,lemak 30%,protein 30%.
 b. Diet B : terdiri dari karbohidrat 68%, lemak 20% dan
protein 12%.
 c. Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60%,lemak 20%,protein
20%.
 d. Diet B1 dan B2 : diberikan untuk nefropati diabetek
dengan gangguan faal ginjal.
 2. terapi insulin
 Daya tahan terhadap insulin meningkat dengan makin
tuanya kehamilan, yang disebabkan oleh kegiatan antiinsulin
plasenta. Penderita yang sebelum kehamilan sudah
memerlukan insulin diberi insulin dosis yang sama dengan
dosis luar kehamilan sampai ada tanda-tanda bahwa dosis
perlu ditambah atau dikurangi.
 Perubahan-perubahan dalam kehamilan memudahkan
terjadinya hiperglikemia dan asidosis tapi juga menimbulkan
reaksi hipoglikemik. Maka dosis insulin perlu
ditambah/dirubah menurut keperluan secara hati-hati dengan
pedoman pada 140 mg/dl. Pemeriksaan darah yaitu kadar
post pandrial.
 Selama berlangsungnya persalinan dan dalam hari-hari
berikutnya cadangan hidrat arang berkurang dan kebetulan
terhadap insulin berkurang yang mengakibatkan mudah
mengalami hipoglikemia bila diet tidak disesuaikan atau
dosis insulin tidak dikurangi.
 Pemberian insulin yang kurang hati-hati dapat menjadi
bahaya besar karena reaksi hipoglikemik dapat disalah
tafsirkan sebagai koma diabetikum.
 3. olahraga
 Kecuali kontarindikasi, aktivitas fisik yang sesuai
direkomendasikan untuk memperbaiki sensitivitas insulin dan
kemungkinan memperbaiki toleransi glukosa. Olahraga juga
dapat membantu menaikkan berat badan yang hilang dan
memelihara berat badan yang ideal ketika dikombinasi
dengan pembatasan intake kalori.
Komplikasi
 1. Komplikasi pada ibu
 a. Hipoglikemia terjadi pada 6 bulan pertama kehamilan.
 b. Hiperglikemia, terjadi pada kehamilan 20-30 minggu akibat resistensi insulin.
 c. Infeksi saluran kemih.
 d. Preeklamsia.
 e. Hidramnion.
 f. Retinopati.
 g. Trauma persalinan aibat bayi besar.
 2. Masalah pada anak:
 a. Abortus
 b. Kelainan kongenital seperti sacral agenesis,neural tube defek.
 c. Respiratory distres.
 d. Neonatal hiperglikemia.
 e. Makrosomia.
 f. Hipocalcemi.
 g. Kematian perinatal akibat diabetic ketoasidosis.
 h. Hiperbilirubinemia.
 Tanda terjadi komplikasi pada DM gestasional
 1. Makrovaskular : stroke,penyakit jantung
koroner,ulkus/gangren.
 2. Mikrovaskular : retina(retinopati) dan ginjal (gagal ginjal
kronik), syaraf(stroke,neupati).
 3. Koma : hiperglikemia,hipoglikemia,stroke.
Prognosis
 Prognosis bagi wanita hamil dengan diabetes pada umumnya cukup baik,
apalagi penyakitnya lekas diketahui dan dengan segera diberikan
pengobatan oleh dokter ahli, serta kehamilan dan persalinannya ditangani
oleh dokter spesialis kebidanan. Kematian sangat jarang terjadi, apabila
penderita sampai meninggal biasanya karena penderita sudah mengidap
diabetes sudah lama dan berat, terutama yang disertai komplikasi
pembuluh darah atau ginjal.
 Sebaliknya, prognosis bagi anak jauh lebih buruk dan dipengaruhi oleh :
 1. Berat dan lamanya penyakit, terutama disertai asetonuria.
 2. Insufiensi plasenta.
 3. Prematuritas.
 4. Gawat napas (respiratory distres).
 5. Cacat bawaan.
 6. Komplikasi persalinan (distosia bahu).