PROGRAM STUDI ARSITEKTUR - FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA KUPANG
MATA KULIAH ARSITEKTUR POST MODERN
DOSEN : Ir. PHILIPUS JERAMAN, MT
“ARSITEKTUR MODERN SETELAH
TAHUN 1940”
Nama anggota Kelompok :
1. LALU AJI TATA KRAMA (22119055)
2. KARBIANUS TRIATNOMAJI MEI (22119056)
3. MUHAMAD RIFAIL (22119057)
4. ILDA GETRESA KOFAN (22119062)
5. SIMON TOB (22119067)
6. ADRIANUS GAE BONGE (22119068)
7. EVANG EDITO KLAKIK (22120038)
8. ABRAHAM BABYS (22120040)
9. MARCHE SELI (22120041)
Arsitektur Modern
Arsitektur modern adalah suatu bangunan dengan gaya
karakteristik serupa yang mengutamakan kesederhanaan bentuk
dan menghapus segala macam ornamen.
Menurut Rayner Banham pada bukunya yang berjudul
“Age of the Master : A Personal view of Modern
Architecture”, tahun 1978,
Perkembangan arsitektur modern menekankan pada
kesederhanaan suatu desain dengan menganut Form Follows Function
(bentuk mengikuti fungsi). Arsitektur modern timbul karena adanya
kemajuan dalam bidang teknologi yang membuat manusia cenderung
untuk sesuatu yang ekonomis.
Arsitektur Modern memiliki prinsip yaitu fungsional dan efisiensi. Fungsional yang
artinya bangunan tersebut harus mewadahi aktifitas penghuninya dan efisiensi harus
mampu diterapkan ke berbagai hal seperti efisiensi biaya, efisiensi waktu pengerjaan dan
aspek free maintenance pada bangunan.
Ciri-Ciri Arsitektur Modern
3. Nihilism, penekanan perancangan
1. Ornamen adalah suatu kejahatan pada space, maka desain menjadi polos,
sehingga perlu ditiadakan. sederhana dan bidang-bidang kaca lebar.
Penambahan ornamen dianggap suatu
hal yang tidak efisien karena dapat
dianggap tidak memiliki fungsi. 4. Kejujuran bahan jenis bahan atau material
yang digunakan diekspos secara polos,
ditampilkan apa adanya dan tidak ditutup-
2. Bentuk arsitektur yang tutupi sedemikian rupa hingga hilang karakter
mengikuti fungsi aslinya.
Karakteristik Arsitektur Modern Setelah 1940
1. Mengenai bentuk ruang lebih menekankan pada fungsi dan kegunaan
ruang.
2. Bentuk bangunan cenderung kubisme, geometris, asimetri dan bukan
merupakan masa. Sederhana, teratur, seragam, bersih dan anti ornamen.
3. Konstruksi terekspose baik itu material struktur yang terfabrikasio
maupun konvensional. Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-
garis vertikal, asimetri dan teratur.
4. Tidak berhubungan dengan sejarah masa lalu, berdiri sendiri sesuai
dengan perkembangan iptek.
5. Bersifat universal karena adanya industrialisasi, ilmu pengetahuan,
teknologi serta manusianya yang universal.
Pada arsitektur modern setelah tahun 1940 sudah tidak lagi terdapat gaya-gaya
arsitektur Yunani dan Romawi karena pada zaman itu bangunan-bangunan sudah
menerapkan tujuan praktis, mengacu pada fungsi dan kebutuhan ruang sesuai dengan
kegiatannya, selain pula disusun demikian rupa sehingga menampilkan kompleks atau
unit bangunan yang indah dan menarik. Kesedarhanaan bentuk tanpa ornamen,
maupun penonjolan elemen-elemen bangunan seperti pada arsitektur modern
fungsional.
Beberapa pendapat tentang Arsitektur Modern :
1. Bentuk mengikuti fungsi (form follows function) yang dicetuskan oleh pemahat
Horatio Greenough atau yang lebih dikenal sebagai Louis Sullivan.
2. Sedikit adalah lebih (Less is More) diumumkan oleh arsitek Mies van der Rohe.
3. Sedikit adalah lebih dan lebih adalah banyak (Less is More and More only when
More is Too Much) yang diungkapkan oleh Frank Llyod Wright.
Dalam Arsitektur Modern, gaya hidup modern berimbas kepada keinginan
untuk memiliki bangunan yang simple, bersih dan fungsional, sebagai simbol dari
semangat modern. Namun, gaya hidup semacam ini hanya dimiliki oleh sebagian
masyarakat saja, terutama yang berada di kota besar, dimana kehidupan menuntut
gaya hidup yang lebih cepat, fungsional dan efisien.
Pada tahun 1940 gaya ini telah diperkuat dan dikenali dengan Gaya
Internasional dan menjadi bangunan yang dominan untuk beberapa
dekade dalam abad ke-20 ini.
Penyebab munculnya Arsitektur modern setelah
tahun 1940
Setelah perang Dunia II, perkembangan di berbagai bidang kehidupan
sangat cepat, demikian pula halnya dengan perkembangan arsitektur modern.
Tokoh-tokoh arsitektur modern pada masa sebelumnya seperti Le Corbusier,
Frank Llyod Wright, Mies van der Rohe, Alvar Aalto, Kenzo Tange tetap
menjadi pelopor. Mies masih tetap konsisten dengan konsep minimal-ism,
menggunakan konstruksi baja dan kaca untuk bidang, pintu, dan jendela. Le
Corbusier cenderung merancang dalam bentuk-bentuk sculptural sensasional.
Dan Frank Llyod Wright masih tetap berkarya dengan gaya arsitekturnya yang
khas.
Karakteristik
a) Ruang
Ruang dalam
Beberapa Ruang dalam terbentuk oleh atap, lubang-lubang jendela
dalam dinding tebal tidak sejajar satu dengan yang lainnya merupakan
bagian dari sistem akustik yang sangat baik.
Arsitektur modern setelah tahun 1940 lebih cenderung berfokus kepada
tujuan praktis dalam membangun bangunan yaitu, fungsi dan kebutuhan
ruang sesuai dengan kegiatan yang berlangsung didalamnya.
Memilki banyak jendela.
Untuk warna, kebanyakan bangunan ini menggunakan warna alami dari
bahan konstruksinya, misalnya warna merah dari warna asli bata.
b) Bentuk dan tampilan
Karakter ruang luar arsitektur 1940 dipengaruhi oleh beberapa tokoh
arsitektur yang muncul setelah perang dunia II dan generasi generasi
arsitektur setelahnya. Berikut pemikiran dari beberapa tokoh arsitektur
mengenai karakter ruang dalam dan luar arsitektur modern setelah 1940:
“penyederhanaan bentuk” (minimalism), di dalam
kesederhanaan berusaha mencapai efek yang kaya.
Bentuknya lurus-lurus hampir sama untuk berbagai jenis
bangunan. ( tokohnya: Mies-van de Rohe).
Bentuk-bentuk Arsitektur Modern setelah tahun 1940
Arsitektur modern berkembang lebih jauh lagi dipelopori oleh para arsitek
generasi berikutnya, terutama yang pernah menjadi murid dari tokoh-tokoh arsitektur
modern pada masa sebelumnya. Teknologi konstruksi, bahan bangunan dan
kebutuhan akan fasilitas ruang yang secara kualitatif dan kuantitatif semakin
meningkat membuat perkembangan arsi-tektur modern semakin kompleks.
Contoh-contoh bangunannya yaitu;
• Notre-Dame-du-Haut Ronchamp (1950-1954)
Arsitekturnya cukup controversial, lepas bebas dari bentuk biasa
gereja dan kapel yang pernah ada. Dinding-dindingnya tidak ada yang
lurus dan tegak seperti pada lazimnya bangunan pada umumnya,
semuanya merupakan komposisi dari sinding meliuk-liuk berdenah kurva.
Dinding sangat tebal ini diberi jendela besar kecil disusun bebas dalam
komposisi abstrak. Jendela-jendela dihias dengan kaca berwarna dari
lukisan abstrak bertema lukisan religius Katolik. Atap terbuat dari beton
bertulang exposed, melengkung berwarna gelap kontras dengan warna
dinding-nya yang putih
Guggenheim Museum di New York (1942-1957)
Museum Guggenheim, karya
Frank Lloyd Wright
Menerapkan konsep “arsitektur organik”, dimana ruang dan bentuk
terpadu. Potongan dan pandangan dari luar secara bersamaan menyatu
secara meyakinkan dalam bentuk tiga dimensional dan ruang, diwujudkan
dalam konstruksi beton spiral. Pada puncak spiral terdapat kubah kaca yang
menerangi semua ruangan secara alami. Terdiri dari dua unit, yang berdiri di
atas “landasan” yang denahnya juga kurva mengikuti bentuk di atasnya.
General Motors Buildings, Detroit, USA, 1951
Stuktur dan konstruksi
Arsitektur modern setelah tahun 1940 sangaat terkenal dengan konstruksinya
menggunakan beton bertulang exposed. Dimana hampir seluruh bangunan
setelah tahun 1940 menggunakann konstruksi ini.
Untuk atap pada arsitektur ini kebanyakan menggunakan atap datar, biasa juga
dikombinasikan dengan atap miring. Contohnya pada Baker House, Cambridge.
Setiap bangunan terdapat banyak kolom dan juga balok-balok.
Beberapa bangunan dindingnya terbuat dari bata exposed.
Struktur dan Konstruksi ( Karakteristik ) Arsitektur Moderen
Setelah Tahun 1940
Struktur dan Kosntruksi Arsitektur Modern Setelah Tahun
1940
Dalam pandangan arsitektur modern selanjutnya (1910-1940-an) terjadi
perubahan dalam pola dan keindahan arsitektur, dimana keindahan muncul
semata mata oleh adanya fungsi dari elemen elemen bangunan. Oleh
karenanya disebut sebagai aliran arsitektur Fungsionalisme, Teori bentuk dan
konsep tentang keindahan dan seni arsitektur masa lalu telah ditinggalkan
dengan munculnya aliran Cubism.
Arsitektur Kubisme dan Fungsionalisme berkembang sangat cepat di
Eropa Amerika bahkan Asia, hal ini sejalan dengan perkembangan budaya ,
pola pikir dan pola hidup modern masyarakat dalam hal seni, keindahan dan
teknologi yang berdasarkan ratio, Progressive Individualistis yang didukung
oleh Industrialis Materialistis.
Struktur dan konstruksi pada arsitektur moderen setelah tahun 1940
dapat dilihat dari beberapa bangunan yang didesain oleh beberapa para ahli.
Diantaranya adalah ;
Eero Saarinen
Ciri-ciri bangunan Eero Saarinen :
• kesederhanaan dalam bentuk dan bahan
• kejujuran dalam mengekspresikan ide arsitek
• kesederhanaan dalam mengekspresikan fungsi bangunan itu sendiri.
Salah satu karya Eero Saarinen adalah Kresge Auditorium ,Massachusetts Institut of
Tecnology, Cambridge (1953-1956). Struktur dan konstruksinya menggunakan beton
bertulang dengan Shell System. Sistem yang mendapat inspirasi dari kulit kerang yang
tipis tapi kuat, memungkinkan membentuk ruang auditorium yang luas tidak terganggu
dengan kolom.
Kresge Auditorium , Massachusetts Institut of Tecnology, Cambridge (1953-1956).
Shell system tetapi dalam bentuk dan konstruksi yang berbeda diterapkan
juga dalam Trans World Airways (T.W.A), Kennedy Airport, New York ( 1962)
rancangan Saarinen. Struktur utama terdiri dari empat buah tumpuan sangat
besar , menahan atap berbentuk bagian dari kulit telur atau kulit kerang.
Trans World Airways (T.W.A), Kennedy Airport, New York ( 1962)
Luis Sullivan dan Frank Lyod wright
Ciri yang menonjol:
1. Struktur rangka baja
2. Finshing dinding batako, terra cotta, dan frame-frame kusen logam
yang menonjol
3. 3 bagian jendela utama, umumnya ditengah merupakan jendela
utama yang diapit jendela kecil disampingnya
4. Sedikit Penggunaan ornament
Salah satu karya Luis Sullivan dan Frank Lyod wright adalah
Chichago School ( Amerika ). Chicago school merupakan gaya
arsitektur yang menonjolkan teknologi struktur frame baja dalam
desainnya, umumnya merupakan gedung-gedung pncakar langit dan
gedung-gedung kantor.
Chichago School ( Amerika )
Hugo Alvar Hendrik Aalto (1898-1976)
Aalto mengembangkan sebuah bngunan dengan pendekatan
fungsional yang erat sejajar dengan arsitek Deustscher Werkbund dari
periode yang sama.
Salah satu bangunanya yaitu Baker House. Bangunan ini sederhana,
tanpa penonjolan elemen struktur (kolom, balok, dan lain – lain), seperti
pada arsitektur fungsionalisme.Bentuknya yang meliuk – liuk seperti ular,
sangat spesifik dan khas Aalto, seperti pada kebanyakan karyanya. Hal
ini tidak semata – mata mencari bentuk yang aneh, tetapi juga praktis
(mendapatkan banyak jendela menghadap ke sungai) dan estetis.
Baker House
KESIMPULAN
Arsitektur Modern setelah tahun 1940 merupakan gaya arsitektur
anti ornamen serta mengutamakan kesederhanan, yang mengacu
pada fungsi dan kebutuhan ruang sesuai dengan kegiatan
didalamnya. Segala konstruksi dan struktur bangunan tidak
ditutup-tutupi melainkan diexposed , sehingga terlihat
keasliannya. Gaya arsitektur ini juga berkembang pada jamannya
sesuai dengan perkembangan iptek yang ada pada saat itu.