100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
545 tayangan21 halaman

Analisis Bahaya Proses Industri

PHA (Process Hazard Analysis) adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi dalam suatu proses industri dengan menganalisis secara efektif dan akurat. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi sumber energi berbahaya dan kemungkinan kecelakaan serta memprioritaskan pengendalian risikonya.

Diunggah oleh

Adam maulana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
545 tayangan21 halaman

Analisis Bahaya Proses Industri

PHA (Process Hazard Analysis) adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi dalam suatu proses industri dengan menganalisis secara efektif dan akurat. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi sumber energi berbahaya dan kemungkinan kecelakaan serta memprioritaskan pengendalian risikonya.

Diunggah oleh

Adam maulana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROCESS HAZARD

ANALYSIS
PROCESS HAZARD ANALYSIS
Process Hazard Analysis adalah suatu
pendekatan proaktif yang bertujuan
mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat
terjadi dalam suatu proses industri. Metode ini
menggunakan berbagai teknik yang dapat
menganalisis suatu bahaya secara efektif dan
akurat.
PROCESS HAZARD ANALYSIS
1. Latar Belakang
 The Standard Australia/ New Zealand (1999) memaparkan bahwa risiko adalah suatu
kemungkinan dari suatu kejadian yang tidak diinginkan yang akan mempengaruhi suatu aktivitas
atau objek risiko tersebut akan diukur dalam terminologi consequences (konsekuensi) dan
likelihood (kemungkinan/ probabilitas).dijelaskan bahwa risiko adalah pemaparan tentang
kemungkinan dari suatu hal seperti kerugian atau keuntungan secara finansial, kerusakan fisik,
kecelakaan fisik, kecelakaan atau keterlambatan,sebagai konsekuensi dari suatu aktivitas.
 Pada suatu organisasi, risiko dapat muncul dari sumber internal ataupun

eksternal perusahaan. Untuk menanggulangi risiko dapat dilakukan dengan


menghindari, mengurangi, mentransfer atau menerima risiko tersebut.
 Risiko menuntut beberapa keputusan manajemen yang memiliki akibat baik atau buruk. Hal ini

terjadi karena kebanyakan proyek dan keputusan manajemen mengandung risiko. Kebanyakan
tidak hanya membahayakan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerusakan. Risiko juga merupakan
suatu peristiwa yang dapat terjadi masa mendatang sebagai akibat dari tindakan-tindakan yang
telah ditempuh pada masa sekarang. Itulah sebabnya mengapa para manajer harus
mempertimbangkan pilihan – pilihan yang berbeda terhadap beberapa masalah, dan
memperhitungkan konsekuensi-konsekuensinya dengan cara memfokuskan diri pada
pengendalian risiko-risiko yang lebih nyata.
Menurut safety engineer career workshop (2003), hirarki
pengendalian risiko K3 terdiri dari:
 Eliminasi

Adalah menghilangkan suatu bahan / tahapan suatu


prosesberbahaya yang ada dalam perusahaan.
 Substitusi

Adalah mengganti suatu bahan / peralatan untuk


pengendalianproses berbahaya yang ada dalam perusahaan.
Contoh:
A. Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentukpasta

B. Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan 


 Rekayasa / engineering
Adalah Pemasangan atau pembuatan alat untuk
pengendalian proses berbahaya demi keselamatan kerja
karyawan.
Contoh:
a. Pemasangan alat pelindung mesin ( machineguarding)

b. Pemasangan alat sensor otomatis.


 Pengendalian Administratif

Adalah cara yang digunakan untuk pengendalian risiko berbahaya.


Contoh :
1. Pemisahan lokasi

2. Penggantian shift kerja

3. Pembentukan sistem kerja

4. Pelatihan karyawan
 Alat Pelindung Diri
Adalah cara yang digunakan personal untuk pengendalian risiko
berbahaya.
Contoh :
1.Safety helmet
2.Safety shoes
3.Ear Plugs / Ear Muff
4.Safety goggles
Hal utama dalam menganalisa risiko,yaitu :
A. Perkiraan seberapa besar dampak yang ditimbulkan bila suatu
risiko tersebut menjadi kenyataan (consequence analysis)
B. Seberapa besar kemungkinan (probability analysis) terjadinya
suatu risiko tersebut.
Dalam pelaksanaan analisa risiko ada 3 pendekatan yang umum
digunakan, yaitu:
1. Metode Kualitatif
Metode ini mengaanalisa dan menilai suatu risiko dengan cara
membandingkan terhadap suatu diskripsi / uraian dari parameter
(peluang dan akibat) yang dgunakan. Umumnya menggunakan
metode matriks.
2. Semi kuantitatif
Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif,
perbedaannya pada metode ini uaraian / deskripsi dari parameter
yang ada dinyatakan dengan nilai / skor tertentu.
3. Metode Kuantitatif
Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing
parameter yang didapat dari hasil analisa data- data yang
representatif
2. Preliminary Hazard Analysis
2.1Pengertian
Preliminary Hazard Analysis (PHA) merupakan metode analisis
risiko yang bersifat semi kuantitatif yang dilakukan untuk :
 Mengidentifikasi semua bahaya dan kejadian kecelakaan

potensial yang dapat menyebabkan terjadinya accident.


 Mengurutkan kejadian kecelakaan yang telah teridentifikasi

berdasarkan tingkat keparahannya.


 Mengidentifikasi pengendalian bahaya yang dibutuhkan dan

melakukan follow up.


Beberapa variasi dari PHA sering digunakan dan
terkadang terdapat beberapa nama lain seperti Rapid
Risk Ranking dan Hazard Identification (HAZID).
2.2 Aplikasi
PHA dapat berguna untuk :
 Sebagai studi khusus risiko dalam tahap awal sebuah proyek

(misalnya dalam sebuah plan baru).


Kecelakaan biasanya terjadi akibat dari pelepasan energi. PHA
mengidentifikasi dimana energi terlepas dan apa kejadian
kecelakaan yang mungkin terjadi, dan memberikan estimasi
tingkat keparahan setiap kejadian kecelakaan tersebut.
 Sebagai langkah khusus untuk analisis risiko yang detail
 Sebagai analisis risiko yang lengkap dalam sebuah sistem yang

simpel. PHA dapat di katakan menjadi analisis yang cukup baik


tergantung dari kompleksitas sebuah sistem dan tujuan dari
analisis sistem tersebut.
2.3 Ruang Lingkup
PHA harus mencakup :
 Komponen berbahaya

 Hubungan antar elemen sistem terkait dengan

keselamatannya
 Bahaya lingkungan termasuk lingkungan operasi

 Operasi, tes, pemeliharaan, diagnosa, dan prosedur

keadaaan darurat
 Fasilitas, properti, peralatan pendukung dan pelatihan

 Keamanan peralatan yang terkait, perlindungan dan


kemungkinan pendekatan pengendalian alternatif
 Kesalahan dalam sistem, subsistem atau software
2.4 Prosedur PHA
PHA Main Steps:Syarat dan ketentuan PHA
1). Syarat dan Ketentuan PHA
I. Membuat tim khusus PHA
II. Mendefinisikan dan Menjelaskan Sistem yang akan di Analisis
a. Batasan sistem (bagian mana yang termasuk dan tidak
termasuk dalam sistem)
b. Deskripsi sistem: termasuk gambar layout, flow sheet
proses, dan lainnya
c. Penggunaan dan penyimpanan energi dan peralatan
berbahaya dalam sebuah sistem
III. Kumpulkan informasi risiko dari analisis sebelumnya yang
merupakan sistem yang serupa
Tim PHA harus terdiri dari :
1. Ketua (fasilitator) yang berkompeten dan berpengalaman dalam
melaksanakan metode PHA
2. Sekretaris yang akan melaporkan hasil analisis
3. Anggota (2-6 orang) yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam
sistem yang akan dianalisis (banyaknya anggota tergantung dari
kompleksitas sebuah sistem dan tujuan dari analisis)
Agar lebih familiar dengan sistem, maka penting untuk memperhatikan :
4. Apa input dari sistem ini?
5. Bagaimana aktivitas yang dilakukan dalam sistem ini? (proses)
6. Apa output dari sistem ini?
Untuk dapat mengidentifikasi semua bahaya, penting untuk membagi sistem
kedalam beberapa bagian, misalnya kedalam tiga bagian:
7. Bagian Sistem (mis. Unit Proses)
8. Aktifitas
9. Pajanan Risiko (Who, What are exposed?)
2) Identifikasi Bahaya
Semua bahaya dan kemungkinan kejadian kecelakaan harus
diidentifikasi. Sangat penting untuk memperhatikan seluruh
bagian sistem, bagian operasional, maintenance operation,
sistem keselamatan, dan lainnya. Semua temuan harus di
record. Tidak ada bahaya yang tidak signifikan untuk di
record. Tanamkan paham “if something can go wrong, sooner
or later it will”
3) Estimasi Konsekuensi dan Frekuensi
Untuk menilai risiko, kita perlu untuk mengestimasi frekuensi dan
tingkat keparahan setiap kejadian kecelakaan.
4) Rangking Risiko dan Follow Up Actions
Rangking risiko dinilai berdasarkan tingkat keparahan
konsekuensi dan frekuensi dari sebuah kejadian.
2.5 Review dan Revisi PHA
 PHA perlu di revisi/ di update bilamana:

 Sistem berkembang dan perlu penelitian mendalam

 Peralatan sistem telah di modifikasi

 Prosedur maintenance atau operasi telah dirubah

 Terjadi kecelakaan atau near miss

 Terjadi perubahan kondisi lingkungan


PHA (Process Hazard Analysis)
1. Latar belakang

Ada dua pendekatan dalam usaha pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja
yang dapat dilakukan. Cara pertama dilakukan dengan melakukan investigasi terhadap
suatu kecelakaan yang terjadi untuk mencari akar masalahnya (root causes), lalu membuat
program untuk mencegah kecelakaan yang sama terulang kembali di masa yang akan
datang. Cara ini dikenal dengan pendekatan reaktif.
Cara kedua adalah dengan melakukan identifikasi bahaya atau kemungkinan
terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, lalu dianalisa dan dievaluasi tingkat resikonya
(peluang dan konsekuensinya) untuk menentukan prioritas dan usaha-usaha atau program
pencegahaan dan pengendalian kecelakaan yang perlu dilakukan. Cara kedua ini dikenal
dengan pendekatan proaktif.
Process Hazards Analysis merupakan pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi
potensi bahaya yang dapat terjadi dalam suatu proses industry.
Metode ini menggunakan berbagai teknik untuk mengidentifikasi dan menganalisis
bahaya secara efektif dan akurat. Pelatihan ini akan menjelaskan tahapan-tahapan dalam
melakukan PHA dan teknik-teknik yang dapat digunakan dalam PHA serta dilengkapi
dengan berbagai contoh aplikasi di industry. Peserta juga akan diajakan melakukan simulasi
PHA terhadap berbagai proses berbahaya dalam industry.
2 . PHA (Process Hazard Analysis)

2.1 Pengertian
Sebuah analisis yang sistematis dan intensif metode melalui teoritis & praktis. Pendekatan
desain untuk "mengidentifikasi dan mengurangi bahaya potensial dan proses kekurangan yang bisa
mengarah pada bahaya kondisi dan membahayakan kesehatan, lingkungan dan keselamatan
manusia dan penyebab / ekonomi yang serius dan juga aset kerugian.

2.2 Aplikasi
PHA dapat berguna untuk:
• Sebagai studi khusus risiko dalam tahap awal sebuah proyek (misalnya dalam sebuah plan baru)
• Kecelakaan biasanya terjadi akibat dari pelepasan energi. PHA mengidentifikasi dimana energi
terlepas dan apa kejadian kecelakaan yang mungkin terjadi, dan memberikan estimasi tingkat
keparahan setiap kejadian kecelakaan tersebut.
• Sebagai langkah khusus untuk analisis risiko yang detail dalam sebuah konsep sistem atau sistem
yang telah ada
• Tujuan dari PHA adalah untuk mengidentifikasi kejadian kecelakaan yang dapat terjadi dan analisis
risiko yang lebih detail.
• Sebagai analisis risiko yang lengkap dalam sebuah sistem yang simpel
• Apakah PHA akan menjadi analisis yang cukup baik itu tergantung dari kompleksitas sebuah
sistem dantujuan dari analisis tersebut.
 2.3 Ruang Lingkup

 PHA harus mencakup :


 • Komponen berbahaya

 • Hubungan antar elemen sistem terkait dengan keselamatannya

 • Bahaya lingkungan termasuk lingkungan operasi

• Operasi,tes,pemeliharaan,diagnosa,dan prosedur keadaaan darurat


 • Fasilitas,properti,peralatan pendukung dan pelatihan keamanan

 • peralatan yang terkait,perlindungan dan kemungkinan pendekatan

pengendalian alternatif Kesalahan dalam sistem,sub sistem atau


software.
 2.4 Prosedur PHA

 PHA Main Steps :


 • planning
 • preparation
 • workshop
 • report
 • follow up track

• close out planning 
3. Kesimpulan
Process Hazard Analysis (PHA):
Ada dua pendekatan dalam usaha pencegahan dan pengendalian
kecelakaan kerja yang dapat dilakukan.
Cara pertama dilakukan dengan melakukan investigasi terhadap suatu
kecelakaan yang terjadi untuk mencari akar masalahnya (root
causes), lalu membuat program untuk mencegah kecelakaan yang
sama terulang kembali di masa yang akan datang. Cara ini dikenal
dengan pendekatan reaktif.
Cara kedua adalah dengan melakukan identifikasi bahaya atau
kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, lalu dianalisa
dan dievaluasi tingkat resikonya (peluang dan konsekuensinya)
untuk menentukan prioritas dan usaha-usaha atau program
pencegahaan dan pengendalian kecelakaan yang perlu dilakukan.
Cara kedua ini dikenal dengan pendekatan proaktif. Process Hazards
Analysis merupakan pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi
potensi bahaya yang dapat terjadi dalam suatu proses industry.
Metode ini menggunakan berbagai teknik untuk mengidentifikasi dan
menganalisis bahaya secara efektif dan akurat. Pelatihan ini akan
menjelaskan tahapan-tahapan dalam melakukan PHA dan teknik-
teknik yang dapat digunakan dalam PHA serta dilengkapi dengan
berbagai contoh aplikasi di industry. Peserta juga akan diajakan
melakukan simulasi PHA terhadap berbagai proses berbahaya dalam
industry.
 Rausand, Marvin. 2005. Preliminary Hazard Analysis.
Diakses dari
http://ab-div-bdi-bl-blm.web.cern.ch/ab-div-bdi-bl-
blm/Litera
Referensi
 ture/fmcea/pha.pdf pada tanggal 07 Oktober 2013
  
 Standard Australia dan Standard New Zealand. 1999.
Risk Management Guideline. AS/NZS 4360: Sydney NSW
  
 Safety Enginer Career Workshop. 2003. Phytagoras
Global Development

Anda mungkin juga menyukai