Rekayasa Perangkat Keras
BAHASA PEMROGRAMAN
MIKROKONTROLLER
Bahasa Pemrograman
Bahasa Pemrograman adalah perintah / instruksi standar untuk
memerintahkan komputer dan memiliki aturan / sintaks - sintaks
dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program
komputer.
Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat
menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh
komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan
jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai
situasi.
Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri
dari:
Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan
memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan, yaitu
memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode
singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL,
LOOP, dsb.
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa yang memakai campuran
instruksi antara kata-kata bahasa manusia dan kode-kode mnemonic.
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi
berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for,
while, and, or, dsb.
*Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa
Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat
Untuk Klasifikasi Bahasa Pemrograman dibagi menjadi
5 bagian
1. Generasi Pertama
Bahasa yang berorientasi pada mesin. Program disusun
menggunakan bahasa mesin/kode mesin. Bahasa Mesin
adalah bahasa tingkat rendah yang hanya dipahami oleh
komputer. Bahasa mesin ini sangat sulit dipahami oleh
orang awam sehingga programmer harus menguasai
operasi komputer secara teknis.
2. Generasi Kedua
Bahasa pemrograman yang menggunakan bahasa
rakitan / Assembly. Bahasa Assembly adalah bahasa
pemrograman yang menggunakan instruksi yang sama
seperti pada bahasa mesin, tetapi instruksi dan variable
yang digunakan mempunyai nama sehingga
mempermudah proses pemrograman. Karena tidak lagi
menggunakan deretan kode biner untuk melakukan
pemrograman.
BAHASA ASSEMBLY MCS-51
Dalam program bahasa assembly terdapat 2 jenis yang kita tulis dalam program
yaitu:
1. Assembly Directive (yaitu merupakan kode yang menjadi arahan bagi
assembler/compiler untuk menata program)
2. Instruksi (yaitu kode yang harus dieksekusi oleh CPU mikrokontroler)
untuk melihat daftar Assembly Directive dan Instruksi MCS-51.
PENGGUNAAN SOFTWARE
Software untuk membantu memprogram mikrokontroler MCS-51 sudah banyak
tersedia. Untuk mempermudah maka dapat dipilih software yang merupakan
Integrated Development Environment (IDE) yaitu software yang merupakan editor
sekaligus compiler. Bahkan juga ada yang sekaligus debugger dan simulator. Salah
satunya yang digunakan pada training di PRASIMAX adalah Read51.
Daftar Assembly Directive
Assembly Directive Keterangan
EQU Pendefinisian konstanta
DB Pendefinisian data dengan ukuran satuan 1 byte
DW Pendefinisian data dengan ukuran satuan 1 word
DBIT Pendefinisian data dengan ukuran satuan 1 bit
DS Pemesanan tempat penyimpanan data di RAM
ORG Inisialisasi alamat mulai program
END Penanda akhir program
CSEG Penanda penempatan di code segment
XSEG Penanda penempatan di external data segment
DSEG Penanda penempatan di internal direct data segment
ISEG Penanda penempatan di internal indirect data segment
BSEG Penanda penempatan di bit data segment
CODE Penanda mulai pendefinisian program
XDATA Pendefinisian external data
DATA Pendefinisian internal direct data
IDATA Pendefinisian internal indirect data
BIT Pendefinisian data bit
Daftar Instruksi
Instruksi Keterangan Singkatan
ACALL Absolute Call
ADD Add
ADDC Add with Carry
AJMP Absolute Jump
ANL AND Logic
CJNE Compare and Jump if Not Equal
CLR Clear
CPL Complement
DA Decimal Adjust
DEC Decrement
DIV Divide
DJNZ Decrement and Jump if Not Zero
INC Increment
JB Jump if Bit Set
JBC Jump if Bit Set and Clear Bit
JC Jump if Carry Set
JMP Jump to Address
JNB Jump if Not Bit Set
JNC Jump if Carry Not Set
JNZ Jump if Accumulator Not Zero
JZ Jump if Accumulator Zero
LCALL Long Call
3. Generasi Ketiga
Bahasa pemrograman yang menggunakan pendekatan prosedural.
Instruksi program ditulis menggunakan kata-kata yang biasa
digunakan oleh manusia. Contoh : WRITE (untuk menampilkan
kelayar)
READ (untuk membaca data masukan dari keyboard). Bahasa
pada generasi ini disebut juga Bahasa beraras tinggi / High Level
Language.
Contoh bahasa pemrogaman :PASCAL, FORTRAN, C, COBOL,
BASIC dll.
Bahasa tingkat tinggi bersifat portable. Program yang dibuat menggunakan bahasa
tingkat tinggi pada suatu mesin komputer bersistem operasi tertentu, hampir 100% bisa
digunakan pada berbagai mesin dengan aneka sistem operasi. Kalaupun ada perbaikan
sifatnya kecil sekali.
4. Generasi keempat
Merupakan Bahasa Non-Prosedural. Bahasa
pemrograman Generasi Ke-4 dirancang untuk
mengurangi waktu pemrogram untuk membuat program
sehingga pembuatan program dibuat dengan waktu
lebih cepat.
Program ini dapat digunakan oleh pemakai yang kurang
mengenal hal-hal teknis pemrograman tanpa perlu
bantuan seorang programmer professional.
Contoh : Membuat program database sederhana dengan
Microsoft Access.
Bahasa generasi ke-4 disebut juga dengan Very High Level
Language atau Problem Oriented Language (bahasa yang
berorientasi pada masalah) karena memungkinkan pemakai
menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan kode
pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural.
Fasilitas yang tersedia :
Program Generator (untuk membuat aplikasi mudah).
Report Generator (untuk membuat laporan dengan mudah dan
cepat)
Bahasa Query (SQL).
Dengan adanya fasilitas ini programmer sedikit dalam
menuliskan kode instruksi.
Contoh Bahasa Generasi ke-4: Oracle, Microsoft Access dsb.
5. Generasi Ke Lima
Merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk
menangani kecerdasan buatan (artificial intelligence) (AI).
AI adalah disiplin dari ilmu komputer yang mempelajari
cara komputer meniru kecerdasan manusia.
Contoh Aplikasi :
Pemrosesan Bahasa Alami è mengatur komputer agar
bisa berkomunikasi dengan manusia melalui bahasa
manusia.
Aplikasi Sistem Pakar è program komputer yang dapat
menghasilkan pemikiran yang setara dengan seorang
pakar.
Contoh Bahasa Pemrograman : PROLOG dan LISP.
Nah itulah sedikit penjabaran tentang Pengertian Bahasa
Pemrograman serta Klasifikasi Bahasa Pemrograman.