Demograíi 2 SKS

,
oleh : H. ABIDIN LA1ING
Daftar Bacaan :
1. Donald J. Bogue Principal of Demography Jhon
Willey & Sons New York 1973.
2. Barclay G.W Techniques of Population Analysis,
Jhon Willey & Sons New York 1970.
3. Hull, Terence & Valery Social Economic's Support
For Hight in Ìndonesia.
4. N. Ìskandar Demografic Profil of The Ìndonesia
Population LDFEUÌ, Jakarta 1976.
5. Gevin Gones The Labour Force in Ìndonesia
1974.
6. LDEFUÌ Buku Pegangan Demografi Jakarta 1980.
7. N. Ìskandar Teori-teori Penduduk LDFEUÌ 1980.
!okok-pokok Bahasan Lkonomi Demografi
Arti & Tujuan Demografi.
Struktur & Persebaran Penduduk.
Sumber - Sumber & Evaluasi Data Kependudukan.
Fertilitas ( Kelahiran ).
Mortalitas ( Kematian ).
Migrasi.
Angkatan Kerja.
Proyeksi Penduduk.
Kebijaksanaan Kependudukan
- Kebijaksanaan Transmigrasi
- Keluarga Berencana
Bahasa Yunani DEMOS dan GRAFEÌN. ( Achille Guilard ) 1985
4naId J. B46ue DEMOGRAFÌ adalah ilmu yang mempelajari secara
statistik dan matematika tentang Jumlah, Komposisi dan
Distribusi penduduk serta perubahan-perubahannya
sepanjang masa melalui bekerjanya 5 Komponen yaitu:
Kelahiran, Kematian, Perkawinan, Migrasi dan Mobilitas
Sosial
J4han SuszmiIeh ( 1762 ) Mempelajari Hukum Ìllahi dalam perubahan ÷
perubahan pada umat manusia yang tampak
dari Kelahiran, Kematian dan Pertumbuhan.
. V. GIass DEMOGRAPHY is Generally Limited to Studies of Human
Population as Ìnfluenced by Demografic proses : Fertility,
Mortality and Migration.
!hiIip Hausen & udIey uncan Tentang jumlah, persebaran teritorial.
Komposisi serta perubahan-perubahan
dan sebab perubahan.
Arti Demografi
1ujuan & !enggunaan Demografi
1. Mempelajari Kuantitas & Distribusi Penduduk di suatu daerah
tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunan dan
persebarannya dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan
penduduk dengan berbagai Aspek Sosial.
4. Memperkirakan atau proyeksi penduduk pada masa yang akan
datang dan kemungkinan konsekuensinya.
Pertumbuhan Penduduk diakibatkan oleh 4 komponen :
÷ Kelahiran
÷ Kematian
÷ Ìn - Migration
÷ Out- Migration
- Selisih kelahiran & kematian disebut :
Reproductive Change. ( Natural Increase)
- Selisih in migration & out migration Yi :
Migrasi Netto
Dinamika !enduduk : Sebab dan Akibat
Pertumbuhan Penduduk dipengaruhi 2 cara:
- Reproductive Change
- Migrasi Netto
Pt = Po + ( B ÷ D ) + ( Mi ÷ Mo )
Model Pertumbuhan Penduduk
Keterangan:
M = Mortalitas
F = Fertilitas
N = Naik
T = Turun
S = Stabil
Covtivvea....
GRAS
!4sitif Negatif N4I
M > F
M < F
M = F
N, T, S
N
N
T
N, T, S
T
T
N
S
&&#AN DASA# DLMOG#AII
FERTÌLÌTAS => Kemampuan Riil wanita untuk melahirkan. FERTÌLÌTAS => Kemampuan Riil wanita untuk melahirkan.
1. 1. Angka Kelahiran Kasar / CBR ( Crude Birth Rate ) Angka Kelahiran Kasar / CBR ( Crude Birth Rate )
2. 2. Angka Kelahiran Menurut Umur / ASFR ( Age Spesific Fertility Angka Kelahiran Menurut Umur / ASFR ( Age Spesific Fertility
Rate ) Rate )
3. 3. Angka Kelahiran Total / TFR ( Total Fertility Rate ). Angka Kelahiran Total / TFR ( Total Fertility Rate ).
B = Banyaknya elahiran pada tahun tertentu
! = Jumlah penduduk pertengahan tahun
= J000
(+) Indonesia (J979) = 35/J000
(+) enya = 5J/J000 (tertinggi)
(+) Jerman = J0/J000 (terendah)
* Angka Kelahiran Kasar ( CBR) * Angka Kelahiran Kasar ( CBR)
!
CßR ~
ß
K
Covtivvea....
* Angka Kelahiran Menurut Umur ( ASFR) * Angka Kelahiran Menurut Umur ( ASFR)
= umur wanita kelompok 5 tahunan
( J5-J9, 20-29. )
Bx = jumlah kelahiran dari kelompok
umur x
!fx = jumlah wanita pada kelompok
umur x
!1
$R ~
ß
K
(+) Angka Iertilitas 1otal (1I#) (+) Angka Iertilitas 1otal (1I#)
` ~ ]: · ]·
)R ~ $R
c
: · ·
- Di negara - negara maju 1I# di bawah 2
- Di negara sedang berkembang di atas 5
Covtivvea....
Mortalitas Mortalitas angka kematian yang sederhana antara lain :
* Angka ematian asar ( Crude Death #ate ) * Angka ematian asar ( Crude Death #ate )
!
CDR ~
D
K
D = jumlah kematian
! = penduduk pertengahan tahun
= konstante ( J000 )
* Angka ematian Menurut &mur : * Angka ematian Menurut &mur :
!1
$DR ~
D
K
Dx = jumlah kematian dalam kelompok umur
( x = 0-J4, J5-J9. )
!x = jumlah penduduk kelompok umur
= J000
Covtivvea....
(+) 1inggi #endahnya Angka ematian dipengaruhi berbagai faktor,
antara lain :
- struktur umur
- jenis kelamin
- jenis pekerjaan
- status sosial ekonomi
- keadaan lingkungan
CB# Indonesia J0/J0000 ( J990 )
W igrasi !erpindahan penduduk secara reIatif permanen dari
suatu daerah ke daerah Iain.
)otat !evavav/
vg/a Migra.i ^etto ~
Migrav Ma.v/ - Migrav Ketvar
K
Covtivvea....
Angka !ertumbuhan !enduduk ( !4puIati4n gr4th Rate )
Menunjukkan rata-rata pertambahan penduduk pertahun pada periode atau
waktu tertentu dan dinyatakan dalam presentase ( % ).
(+) !ertumbuhan GEOETR
!t = !4 . ( 1 +r )
n
Pt = jumlah penduduk tahun akhir
Po = jumlah penduduk tahun awal
r = angka pertumbuhan penduduk
N = lamanya waktu Po dan Pt
(+) !ertumbuhan EKS!ONENSAL
!t = !4 . e
rn
e = angka eksponensial ( 2,71828 )
Penduduk Ìndonesia tahun 1971 : 119.232.000 jiwa.
Penduduk Ìndonesia tahun 1980 : 147.000.000 jiwa.
Pertumbuhan penduduk 1971 ÷ 1980 sebesar 2,34 %
per tahun
1eori - 1eori ependudukan
-Diperkirakan jumlah penduduk dunia 250 juta ( saat lahirnya Nabi Ìsa ),
manusia mendiami bumi kurang lebih 2 juta tahun yang lalu. Penduduk dunia
berkembang secara lambat pada pertengahan abad 17 ( tahun 1665 )
diperkirakan penduduk dunia 500 juta. Menjadi dua kali lipat dalam jangka
waktu 200 tahun ( 1850 ).
-Dalam jangka waktu 80 tahun penduduk dunia menjadi dua kali lipat pada
tahun 1930, dan mencapai 4 milyar hanya dalam waktu 45 tahun. Hal ini
disebabkan penemuan penecillin dan progam kesehatan masyarakat sejak
tahun 1960.
-Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat menimbulkan banyak masalah,
dan muncul %heory Penduduk ( MAL%&$ ). Begitu juga filsof-filsof Cina
dengan %heory Penduduk Optimum dibidang pertanian, tentang proporsi
yang ideal antara luas tanah dengan jumlah penduduk.
-Sedangkan %ORI %RAN$I$I DMOGRAFI tentang hubungan Proses
Pembangunan Ekonomi yang dapat mempengaruhi tingkat FERTÌLÌTAS dan
MORTALÌTAS suatu negara yang didasarkan pada pengalaman negara -
negara Eropa abad 19.
Covtivvea....
10 .
20 .
30 .
40 .
50 .
!erkembangan
!enduduk
!erkembangan
Ek4n4mi 0
Agraris !re
ndustry
ndustry ndustry
Lanjutan
CRUE BRTH RATE (CBR)
CRUE EATH RATE (CR)
V
Kurva Te4ri Transisi
em4grafi
Struktur & !ersebaran !enduduk
Ada 3 fenomena dalam penduduk yaitu :
1. Change in Population
2. Population Composition
3. Size dan Population Distribution
Fokus pada komposisi penduduk dan persebaran dalam berbagai ciri atau
karakteristik, baik sosial ekonomi maupun geografis.
Pengelompokkan penduduk penting bagi berbagai maksud dan tujuan
antara lain :
* Mengetahui " Human Resources " yang ada baik menurut umur
maupun jenis kelamin.
* Untuk mengambil kebijakan kependudukan.
* Membandingkan keadaan suatu penduduk dengan penduduk
lainnya.
* Gambaran Piramida Penduduk untuk mengetahui proses demografi
yang telah terjadi pada penduduk.
Covtivvea....
Komposisi penduduk berdasarkan ciri-ciri dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
* Biologis ( umur, jenis kelamin )
* Sosial ( pendidikan, status perkawinan )
* Ekonomi ( lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat
pendapatan )
* Geografis ( tempat tinggal, kota atau desa, propinsi
kabupaten atau kota.
Distribusi Umur : digolongkan umur satu tahunan dan lima tahunan
Umur 1 Tahunan Umur 5 Tahunan
0
1
2
3
4
.. st *
0 - 4
5 - 9
10 - 14
15 - 19
20 - 24
.. st *
* lihat bps
Covtivvea....
Beberapa ukuran dalam komposisi penduduk :
- Single Age, Age Heaping
- Sex Ratio
- Dependency Ratio
- Median Ratio
Umur Tunggal ( Single Age ) umur berdasarkan ulang tahun
terakhir 20 ½ dianggap 20.
Kecenderungan menyenangi umur dengan angka 0 & 5 ( Age eaping
atau Age Preference ).
Sex Ratio : Perbandingan antara laki-laki dan perempuan disuatu
wilayah.
$R ~
¡vvtab !evavav/ ía/i·ta/i
` ]00º
¡vvtab !evavav/ !avita
!4Ia m4rtaIitas
Sex rati4 at birth
!4Ia migrasi
!
]:·ó
!
0·]
!
ó:

Dependency Ratio
Covtivvea....
Median Age
^
1 Ma
2
·
] Ma i
Keterangan:
]Ma ~ batas bawah kelompok umur vang mengandung N ´ 2
^ ~ jumlah penduduk
~ jumlah penduduk kumulatií sampai dengan kelompok umur vang
mengandung N ´ 2
1 Ma ~ jumlah penduduk pada kelompok umur N ´ 2
i ~ class inter·al umur
Covtivvea....
Persebaran penduduk digolongkan
Ge4grafis
Administratif dan !4Iitis
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat
digambarkan dalam bentuk: PÌRAMÌDAPENDUDUK
0 4 2 2 4 0 4 2 2 4 0 4 2 2 4
0 4 2 2 4 0 4 2 2 4
60 60
60
60 60
15
15
15 15 15
Covtivvea....
The Three General Population
- Expansive sebagian besar penduduk berada dalam
kelompok umur termuda.
- Constrictive sebagian kecil penduduk berada dalam
kelompok umur muda.
- Stationary sebagian besar penduduk dalam tiap kelompok
umur, hampir sama, dan mengecil pada usia tua,
kecuali pada kelompok umur tertentu.
Sumber ÷ Sumber Data ependudukan
Beberapa ukuran dalam komposisi penduduk :
- Sensus
- Survei ( sample )
- Regristasi
Faktor ÷ faktor yang mempengaruhi ketelitian data :
- Partisipasi & kerjasama masyarakat.
- Masalah geografi.
- Tenaga pencacah.
- Pelaksanaan dilapangan
IL#1ILI1AS
Hasil REPRODUKSÌ nyata seorang wanita yang lahir hidup, dan
kelahiran ini berperan pada perubahan penduduk.
- FERTÌLÌTAS Actual Performance of Birth.
- FECUNDÌTAS Pontensial Performance of Birth.
Konsep Lahir Hidup ( Live Birth ) & Konsep Lahir Mati ( $till Birth )
- Abortus : Kematian bayi, umur kehamilan kurang dari 28 minggu.
(+) 2 macam aborsi: 1. disengaja ( induced ) dan
2. tidak disengaja ( spontaneous )
Data Fertilitas Nasional : * Sensus penduduk
* SUSENAS (Survey Sosial Ekonomi Nasional)
* SUPAS (Survey Penduduk Antar Sensus)
* Survey Fertilitas & Mortalitas Ìndonesia
Covtivvea....
Ukuran ÷ Ukuran Dasar Fertilitas :
1. Yearly Performance ( Current Fertility )
- CBR ( Crude Birth Rate )
- GFR ( General Fertility Rate )
- ASFR ( Age Specific Fertility Rate )
- TFR ( Total Fertility Rate )
2. Reproductive History ( Cummulative Fertility )
- CEB ( Children Ever Born )
- CWR ( Child Woman Ratio )
- GRR ( Gross Reproduction Rate )
- NRR ( Net Reproduction Rate )
Covtivvea....
Faktor ÷ faktor yang mempengaruhi Fertilitas :
- menurut : Kingsley Devis and Judith Blake
ada 3 tahap dari proses reproduksi
1. Tahap Hubungan Kelamin ( Ìntercourse )
2. Tahap Konsepsi ( Counseption )
3. Tahap Kehamilan ( Gestation )
Faktor ÷ faktor sosial ekonomi, budaya yang mempengaruhi fertilitas akan
melalui faktor ÷faktor yang langsung ada kaitannya dengan ketiga tahap
reproduksi tersebut. Faktor ÷ faktor yang langsung mempunyai kaitan dengan
ketiga tahap disebut " 'ARIABL AN%ARA "
Covtivvea....
. Enam ( 6 ) variabel yang mempengaruhi Ìntercourse ( hubungan kelamin )
yaitu :
1.1 Umur memulai Hubungan Kelamin
1.2 Selibat permanen ( proporsi wanita yang tak pernah mengadakan
hubungan kelamin
1.3 Lamanya Berstatus Kawin
1.4 Abstinensi sukarela
1.5 Abstinensi terpaksa ( sakit, pisah sementara )
1.6 Frekuensi Senggama
. Tiga ( 3 ) variabel yang mempengaruhi Counseption :
2.1 Fekunditas yang disebabkan hal ÷ hal yang tidak disengaja
2.2 Pemakaian Kontrasepsi
2.3 Sterilisasi
. Dua ( 2 ) variabel yang mempengaruhi Gestation
3.1 Mortalitas Janin karena tidak disengaja
3.2 Mortalitas Janin karena disengaja
Covtivvea....
- Menurut Ronald Freedman: Variabel antara sangat erat hubungannya
dengan norma-norma sosial / masyarakat.
Perilaku seseorang akan sangat dipengaruhi oleh norma yang ada
(lihat gambar / skema dibawah ini):
L
Ì
N
G
K
U
N
G
A
N
F
E
R
T
Ì
L
Ì
T
A
S
Tingkat
Mortilitas
Norma tentang
Besarnya
Keluarga
Variabel
Antara
Norma tentang
Variabel Antara
Struktur
Sosial
Ekonomi
Program
KB
Covtivvea....
- Menurut Leibenstein Anak dilihat dari 2 segi:
- Segi Kegunaan ( utility )
- Segi Biaya ( cost )
(+) Kegunaan memberikan kepuasan, balas jasa ekonomi dan
sumber penghidupan orang tua masa depan.
(+) Biaya pengeluaran untuk membesarkan dan mendidik orang tua
menginginkan kualitas anak, biaya naik dan balas jasa
ekonomi turun, dan orang tua tidak tergantung
sumbangan anak. Akibatnya demand terhadap anak
menurun atau Fertilitas turun
- Menurut Gary Becker : anak sebagai Durable Good ( barang konsumsi
tahan lama ).
Orang tua punya pilihan kuantitas dan kualitas, income naik, anak
juga bertambah, hubungan positif
erupakan saIah satu K4mp4nen em4grafi yang dapat
mempengaruhi perubahan penduduk.
- Sumber data kematian :
1. Sistem registrasi
2. Sensus
3. Survey penduduk
- Juga dapat diper4Ieh dari :
1. Rumah sakit
2. inas pemakaman
3. !4Iisi IaIu Iintas
- Ukuran kematian :
1. CR ( Crude eath Rate )
2. ASR ( Age Spesific eath Rate )
3. R ( nfant 4rtaIity Rate )
Mortalitas
Covtivvea....
Pola kematian menurut umur, baik dinegara maju atau sedang
berkembang, biasanya berapa huruf U
0
Resiko
Kematian
Umur
Covtivvea....
Resiko kematian relatif tinggi pada umur muda dan umur tua.
- Dalam menganalisis Mortalitas, biasanya menggunakan tabel
Hipotesis, dari sekumpulan orang dilahirkan pada waktu yang
sama ( KOHOR ), yang karena proses kematian, jumlahnya
semakin berkembang dan habis.
- Tabel Kematian ( life table ) memiliki 6 ÷ 7 kolom. Dimana
menjelaskan secara lengkap tingkat dan pola kematian suatu negara (
wilayah ).
MIG#ASI
- MÌGRASÌ Perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap, dari
suatu daerah ke daerah lain.
- PBB A migrant is a person who changes his place of Residence from
one political or administrative area to another.
- Mover pindah dari satu alamat ke alamat lain dalam satu wilayah
( kecamatan, kabupaten, propinsi )
- Community Migrasi pulang pergi.
- Mobilitas Horizontal yi perpindahan penduduk secara teritorial,
spasial atau geografis.
Vertical yi perpindahan status sosial dari generasi.
Covtivvea....
- Jenis ÷ jenis MÌGRASÌ:
1. Migrasi Masuk ( Ìn ÷ Migration )
2. Migrasi Keluar ( Out ÷ Migration )
3. Migrasi Neto ( Net ÷ Migration )
4. Migrasi Bruto ( Gross Migration )
5. Ìnternational Migration
6. Migrasi Semasa Hidup ( Life time Migration )
7. Migrasi Partial
8. Migration Stream
9. Urbanization
10. Transmigration
11. Total Migration
Covtivvea....
Faktor ÷ faktor yang mempengaruhi MÌGRASÌ :
Ì. Faktor Pendorong ( Push Faktor )
1.1 Makin berkurangnya sumber-sumber alam.
1.2 Terbatasnya lapangan pekerjaan ditempat asal.
1.3 Adanya tekanan dan diskriminasi politik, agama, suku
didaerah asal.
1.4 Tidak cocok lagi dengan adat , budaya, kepercayaan diderah
asal.
1.5 Alasan pekerjaan atau perkawinan yang mengakibatkan tidak
bisa mengembangkan karier.
1.6 Bencana Alam ( banjir, gempa, kebakaran, wabah penyakit,
kemarau panjang )
ÌÌ. Faktor Penarik ( Pull ÷ Factor )
2.1 Kesempatan mendapatkan pendidikan dan
pendapatan lebih baik.
2.2 Rasa superior ditempat yang baru atau kesempatan
mendapatkan pekerjaan yang cocok.
2.3 Keadaan lingkungan hidup yang menyenangkan
(iklim, fasilitas sekolah, kesehatan, dan sarana
sosial).
2.4 Tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat
berlindung.
2.5 Adanya fasilitas dan aktivitas-aktivitas perkotaan
( pusat hiburan dan kebudayaan ).
ÌÌÌ. Faktor Penghalang :
- Kebijakan Negara ( undang-undang Ìmigrasi )
- Transportasi
Covtivvea....
Covtivvea....
(+) Menurut EVERETT. S. LEE ada 4 faktor yang menyebabkan orang
mengambil keputusan untuk melakukan MÌGRASÌ yaitu:
1. Faktor yang terdapat didaerah asal.
2. Faktor yang terdapat didaerah tujuan.
3. Rintangan-rintangan yang menghambat.
4. Faktor Pribadi.
(+) Faktor Daya tarik atau pendorong, merupakan perkembangan dari tujuh
teori migrasi ( %he Laws of Migration ) oleh : E. G. AVENSTEÌN tahun
1985. antara lain :
1. Migrasi dan jarak.
2. Migrasi bertahap.
3. Arus dan Arus balik.
4. Perbedaan Kota dan Desa tentang kecenderungan migrasi.
5. Wanita dan pria.
6. Technologi dan migrasi.
7. Motif ekonomi adalah dorongan utama migrasi.
&#BANISASI ( &#BANIZA1ION )
Bertambahnya pr4p4rsi penduduk dik4ta, yang disebabkan pr4ses
perpindahan penduduk ke k4ta dan atau akibat perIuasan k4ta.
Latar beIakang masaIah antara Iain :
¤ !uII - fact4r yang besar dari k4ta-k4ta diIain pihak pr4sentase
penduduk pedesaan yang besar.
¤ Sempitnya Iapangan kerja di pedesan.
¤ K4ta dianggap, memungkinkan pengembangan diri.
¤ !endatang tidak punya keahIian yang sesuai.
¤ K4ta beIum siap menerima, aIaupun pendatang mempunyai
m4tivasi yang kuat.
Covtivvea....
Kebijakan :
1. Kebijakan Pintu Tertutup bagi pendatang yang disertai pembangunan
daerah.
2. Perlu adanya perencanaan kota, dengan memperhatikan faktor
Urbanisasi.
3. Usaha ÷ usaha yang bersifat strategis :
- Menurunkan Fertilitas
- Transmigrasi
- Peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan dikota
- Peningkatan kesempatan kerja dipedesaan.
1#ANSMIG#ASI
- TRANSMÌGRASÌ Bagian dari Migasi, yang merupakan pemindahan
penduduk dari suatu daerah untuk menetap kedaerah lain dalam
wilayah Republik Ìndonesia, guna kepentingan pembangunan, serta
alasan ÷ alasan sesuai undang ÷ undang No. 3 tahun 1972.
Antara lain :
1. Peningkatan taraf hidup
2. Regional Development
3. Keseimbangan penduduk
4. Pemerataan pembangunan
5. Pemanfaatan sumber ÷ sumber alam dan tenaga kerja
6. Kesatuan dan persatuan Bangsa
7. Memperkuat HANKAMNAS
Covtivvea....
- Dengan pendekatan Demografi, Manpower, Prosperity, Security,
Development, dan Sosio Political. Sejarah transmigrasi dimulai dengan
Kolonisasi pada tahun 1905 oleh Pemerintah Belanda di Lampung,
Palembang, Bengkulu, Jambi, Kalimantan, dan Sulawesi. Sejak
Repelita ( orde baru ) sampai sekarang tekanan tidak lagi pada aspek
Demografis, tapi lebih luas pada aspek Tenaga Kerja dan
pembangunan daerah.
- Jenis ÷ jenis Transmigrasi Prinsipnya ada 2 : Transmigrasi Umum dan
Transmigrasi Swakarsa ( spontan )
1. Transmigrasi Keluarga
2. Transmigrasi Umum
3. Transmigrasi Nelayan
4. Transmigrasi Spontan ( Swakarsa )
5. Transmigrasi Veteran
6. Transmigrasi Kooperatif
7. Transmigrasi Keahlian
Covtivvea....
- Hal ÷ hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan
Transmigrasi :
1. Penyiapan lahan
2. Seleksi para transmigran
3. Penyiapan sarana sejak ditempat asal atau tujuan
4. Koordinasi antar instansi terkait
- Dasar Hukum penyelenggaraan Transmigrasi :
¤ Undang ÷ undang No. 3 tahun 1972
¤ Peraturan Pemerintah ( PP ) No. 42 tahun 1973
¤ GBHN 1978
¤ Kepres No. 1 tahun 1973
¤ Kepres No. 12 tahun 1974
¤ Kepres No. 29 tahun 1975
¤ Kepres No. 1 tahun 1978
¤ Kepres No. 7 tahun 1978
¤ Kepres No. 26 tahun 1978
ANGA1AN L#JA
Penduduk digolongkan :
- Economically Active Population
- Economically Active Population
Tenaga Kerja ( Manpower ) : penduduk usia kerja 15 ÷ 64 tahun.
Angkatan Kerja ( Labour Force ) : bagian dari tenaga kerja yang terlibat
atau berusaha dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang
dan jasa.
Bukan Angkatan Kerja ( Not Labour Force ) : tenaga kerja yang tidak
terlibat dalam kegitan produktif.
Total Population Penduduk Total Population Penduduk
Tenaga Kerja ( Man Power )
Penduduk di Luar Usia Kerja
Angkatan Kerja
( Labour Force )
Bukan Angkatan Kerja
( Not Labour Force )
Di bawah
Usia Kerja
Di atas
Usia Kerja
( Pensiun )
Bekerja
( Employed )
Mencari Pekerjaan /
Mengangur
( Unemployed )
Sekolah
Ìbu Rumah
Tangga
Lain-lain
Bekerja Penuh
( Fully Employed )
Setengah Menganggur
( Under Employed )
income
produktivitas
jenis pekerjaan
'isible
&nemployment
Invisible /
Disquised
&nemployment
Covtivvea....
Konsep ÷ konsep dalam Angkatan Kerja :
- Gainful Worker Konsep tidak memiliki referensi waktu yang
pasti. Biasanya menunjukkan Usual Activity yang mungkin telah
berubah dibandingkan masa lalu. Konsep ini tidak digunakan lagi
sekitar tahun 1930.
- Labour Force Concept ini adalah konsep perbaikan dari
konsep Gainful yaitu :
+ Activity Concept yang termasuk Labour Force haruslah
orang yang secara aktif bekerja atau
sedang mencari pekerjaan.
+ Aktifitas tersebut berada dalam Refrensi waktu
- Labour Utilization Approach ( P. M. Hauser ) Dalam
pendekatan ini mereka yang sudah bekerja penuh disebut
sudah dimanfaatkan, pengelompokkannya adalah :
¤ sudah dimanfaatkan
¤ pemanfaatan kurang, karena : - jam kerja kurang
- income rendah
- open unemployment
Covtivvea....
Pemanfaatan kurang, karena ketidakseimbangan antara penawaran
( labour supply ) dan permintaan tenaga kerja ( labour demand )
Pemanfaatan kurang, karena income rendah, untuk mengukur
produktifitas.
Ukuran ÷ ukuran Dasar Angkatan Kerja :
1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( Labour Force Participation
Rate )
2. Tingkat Aktifitas Umum ( General Activity Rate )

Angkatan kerja
` ]00º
)evaga Keria
Angkatan kerja
`
]00º
!
]0
GA# =
Covtivvea....
3. Tingkat Aktifitas menurut umur dan jenis kelamin ( Age ÷ Sex ÷
Spesific activity Rate )

4. Tingkat Aktifitas menurut jenis kelamin (Sex Spesific Activity Rate)

5. Tingkat pengangguran ( Unemployment Rate )

vg/atav /eria ta/i·ta/i vvvr tertevtv
` ]00º
¡vvtab .etvrvb a/i·ta/i vvvr tertevtv
vg/atav /eria ta/i·ta/i
` ]00º
)evaga /eria ta/i·ta/i
¡vvtab oravg yavg vevcari pe/eriaav
` ]00º
¡vvtab avg/atav /eria
6. Tingkat bekerja penuh ( Fully Employed )

7. Tingkat bekerja tidak penuh ( underemployed )

Covtivvea....
¡vvtab yavg be/eria · |vaerevptoyea
` ]00º
vg/atav /eria
¡vvtab yavg vvaerevptoyea
` ]00º
vg/atav /eria
Covtivvea....
Ketidakseimbangan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
Salah satu masalah yang timbul dibidang angkatan kerja, adalah
ketidakseimbangan permintaan tenaga kerja ( demand for labour ) dan
penawaran tenaga kerja ( supply of labour ) pada tingkat ttt.
Ketidakseimbangan ini berupa :
- Lebih besar penawaran dibanding permintaan terhadap tenaga
kerja ( Excess Supply of Labour ).
- Lebih besar permintaan dibanding penawaran tenaga kerja (
Excess Demand for Labour ).
Covtivvea....
( Upah RiiI )
N
( JumIahTenaga
Kerja )
e
Ne
0 0

1
N
N
2
N
1

N
SL
L
2
N
3
N
4
Excess Supply
of Labour
Excess
Demand
!royeksi !enduduk
- Pada zaman dulu, pemerintah menggunakan Proyeksi Penduduk untuk
keperluan Pajak untuk mengetahui pendapatan negara pada masa yang
akan datang.
- Sedang akhir ÷ akhir ini proyeksi penduduk berhubungan dengan
tanggung jawabnya memperbaiki kondisi sosial ekonomi melalui
pembangunan yang terencana, untuk itu jumlah serta karakteristik
penduduk, serta struktur dimasa yang akan datang, merupakan syarat
minimum dalam proses pembangunan :
1. Dibidang Pangan : menentukan kebutuhan bahan pangan dan gizi
2. Dibidang Kesehatan : menentukan Tenaga Medis, Dokter, obat÷obatan,
tempat tidur rumah sakit
3. Dibidang Pendidikan : sebagai dasar memperkirakan jumlah penduduk
usia sekolah, guru, murid, gedung ÷ gedung sekolah dan sarana
lainnya
4. Dibidang Tenaga Kerja : menentukan jumlah angkatan kerja, penyedia
lapangan kerja
5. Dibidang Produksi Barang : data prouktifitas, dasar estimasi,
produksi barang dan jasa
Covtivvea....
- Penggunaan Proyeksi Penduduk tersebut dapat digunakan untuk 2
macam perencanaan :
Perencanaan untuk menyediakan jasa sebagai respon terhadap
penduduk yang telah diproyeksikan tersebut.
Perencanaan untuk merubah trend penduduk menuju ke
perkembangan demografi sosial dan ekonomi.
- Ada 3 jenis Perkiraan Penduduk :
Antar Sensus ( Ìntercensal )
Sesudah Sensus ( Postcensal )
Proyeksi ( Projection )
Covtivvea....
1. Ìntercensal atau interpolasi adalah perkiraan tentang keadaan penduduk
diantara data 2 sensus. Pertumbuhan penduduk dianggap Linier,
artinya setiap tahun penduduk bertambah dengan jumlah yang sama.
Rumus : Pm = Po + m/n ( Pn ÷ Po )
atau Pm = Pn ÷ ( n ÷ m/n ) ( Pn ÷ Po )
dimana : Pn = jumlah penduduk pada tahun n.
Po = jumlah penduduk tahun awal.
Pm = jumlah pnduduk pada tahun di-estimasikan.
m = selisih tahun yang dicari dengan tahun awal.
n = selisih tahun dari 2 sensus yang diketahui.
Contoh : Po = 97 juta ( sensus 1961 ) ; Pn = 118,2 juta ( sensus 1971)
berapa Pm atau P
1967
.
P67 = 97 juta + 67 ÷ 61 / ( 118,2 juta ÷ 97 juta )
= 97 juta + ( 6/10 ) . 21,2 juta
= 109,72 juta
Covtivvea....
2. Postcensal ( perkiraan sensus sesudah sensus )
Rumus : Pm = Po + ( n + m ) ( Pn ÷ Po ) atau
n
Pm = Pn + m ( Pn ÷ Po )
n
Berapa penduduk pada tahun 1975 ( sesudah sensus )
P75 = 97 + 10 + 4 ( 118,2 ÷ 97 ) 126,68 juta
10
3. Projection ( perkiraan penduduk berdasarkan sensus terakhir )
Perkiraan penduduk tidak hanya beberapa tahun, tetapi bisa berpuluh
tahun sesudah sensus.
Metode proyeksi antara lain :
- Mathematical Method Linear dengan cara Arithmatic dan
Geometric
Non Linear ( Exponential)
- Component Method
ebijaksanaan ependudukan
- Menurut PBB langkah ÷ langkah dan progam ÷ progam yang membantu
tercapainya tujuan ÷ tujuan ekonomi, sosial dan demografis serta
tujuan ÷ tujuan umum yang lain dengan jalan mempengaruhi variabel ÷
variabel demografis yang utama, yaitu besar dan pertumbuhan
penduduk, serta perubahan dan ciri ÷ ciri demografisnya.
- Ada Kebijakan yang mempengaruhi varibel kependudukan, antara
lain : vaksinasi anak ÷ anak, pelayanan kontrasepsi,
pencabutan subsidi bagi keluarga yang anaknya lebih dari 2.
Kebijakan untuk menanggapi perubahan penduduk, antara
lain : pendirian sekolah untuk menampung penduduk, yang
disebabkan penurunan angka kematian.
- Ruang lingkup kebijakan penduduk berhubungan dengan dinamika
kependudukan yaitu perubahan ÷ perubahan terhadap tingkat fertilitas,
mortalitas, dan migrasi.
- Fertilitas melalui keluarga berencana ( Beyond Family Planning ).
- Mortalitas melalui kebijakan kesehatan, klinik, rumah sakit, dan
dokter.
- Migrasi redistribusi penuduk, melalui transmigrasi maupun
urbanisasi.
- 2 jenis kebijakan kependudukan
1. Kebijakan anti natalis
2. Kebijakan pro natalis
Covtivvea....
Covtivvea....
- Kebijkan anti natalis asia selatan, tenggara dan timur (
Pakistan,
Jepang, dan China ).
- Kebijakan pro natalis asia barat ( Arab islam ), Kuwait,
Eropa tidak
resmi, Afrika dan Amerika Selatan.
- Kebijakan Redistribusi penduduk, di Ìndonesia melalui
transmigrasi, di Malaysia dan Filipina progam pemukiman
penduduk
( settlement ) yang terbatas pada pembangunan ekonomi
dan pembukaan daerah baru.
Covtivvea....
- Kebijakan Kependudukan yang dirumuskan GBHN meliputi :
Bidang pengendalian kelahiran.
Penurunan tingkat kematian khususnya kematian anak ÷ anak
( Ìnfant Mortality Rate ).
Perpanjangan umur Harapan Hidup ( Expectation of life ).
Penyebaran penduduk yang serasi dan seimbang.
Pola urbanisasi yang berimbang dan merata.
Perkembangan dan penyebaran angkatan kerja.
- Kebijakan penduduk utama di Ìndonesia adalah keluarga berencana oleh
pemerintah orde baru.
Covtivvea....
- Ditandai dengan turut serta dalam Deklarasi PBB ( United Nations
Declaration on Population ) yang diikuti dengan berdirinya LKBN dan
BKKBN pada tahun 1970.
- Kebijakan dianggap berhasil karena :
Mendapat Commitment dari seluruh jajaran pemerintah.
Mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
Dilaksanakan secara effective di pedesaan.
Kb sebagai lembaga atau pranata sosial, menjadi bagian
intergal dari kehidupan masyarakat dalam bentuk Norma
Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera ( NKKBS ) yang dapat
menyentuh kehidupan nyata.
- Negara ÷ negara berhasil menurunkan Fertilitas dengan cepat dalam dua
dasawarsa terakhir adalah Korea, Taiwan, Hongkong, dan Singapura.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful