Anda di halaman 1dari 49

POSYANDU

REMAJA
SITUASI KESEHATAN
USIA SEKOLAH DAN
REMAJA
Remaja adalah Kelompok Usia 10 – 18
tahun (Permenkes No 25 tahun 2014)
10 - 19 tahun (WHO)
65 juta dari penduduk Indonesia
adalah Remaja
(Kemenkes 2013)
KONDISI KESEHATAN
REMAJA
KONDISI KESEHATAN
REMAJA
KONDISI KESEHATAN
REMAJA
DASAR
HUKUM
UUD 1945: Pasal 28 B Ayat 2: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh
dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA

PKPR
(PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA)

LUAR GEDUNG DALAM GEDUNG

PUSKESMAS/
INSTITUSI MASYARAKAT
KLINIK PKPR

SEKOLAH LAPAS/LPKA, POSYANDU REMAJA, SAKA BAKTI


PANTI/LKSA, HUSADA, RUMAH SINGGAH
UPAYA
PELAYANAN
KESEHATAN
USIA
SEKOLAH
DAN REMAJA
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA

PKPR
(PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA)

LUAR GEDUNG DALAM GEDUNG

PUSKESMAS/
INSTITUSI MASYARAKAT
KLINIK PKPR

SEKOLAH LAPAS/LPKA, POSYANDU REMAJA, SAKA BAKTI


PANTI/LKSA, HUSADA, RUMAH SINGGAH
PAKET PELAYANAN  ONE STOP SERVICE
1. Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (meliputi infeksi
menular seksual/IMS, HIV-AIDS) termasuk seksualitas dan
pubertas
2. Pencegahan dan penanggulangan kehamilan remaja
3. Pelayanan Gizi (anemia, kekurangan dan kelebihan gizi)
termasuk konseling dan edukasi
4. Tumbuh kembang remaja
5. Skrining status imunisasi (TT) pada remaja
6. Pelayanan kesehatan jiwa remaja meliputi masalah
psikososial, gangguan jiwa, dan kualitas hidup
7. Pencegahan dan penanggulangan Napza
8. Deteksi dan penanganan kekerasan terhadap remaja
9. Deteksi dan penanganan tuberculosis
10. Deteksi dan penanganan kecacingan
JENIS KEGIATAN
Pendidikan
Pemberian Informasi Keterampilan
dan Edukasi
Hidup Sehat (PKHS)

Pelayanan Klinis
Partisipasi Remaja
Medis (termasuk
pemeriksaan melalui Pembinaan
penunjang & rujukan) Konselor Sebaya

Pelayanan Rujukan
Konseling Medis, Sosial dan
Hukum
POSYANDU
REMAJA
LANDASAN HUKUM
PEMBENTUKAN POSYANDU
KONSEP DASAR
POSYANDU REMAJA

Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan


diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja
dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat
dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja
untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja
TUJUAN
Tujuan Umum
Mendekatkan akses dan meningkatkan cakupan
layanan kesehatan bagi remaja.

Tujuan Khusus
• Meningkatkan peran remaja dalam perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja
• Meningkatkan Pendidikan Keterampilan Hidup
Sehat (PKHS)
• Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
remaja
tentang kesehatan reproduksi bagi remaja
• Meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan jiwa
dan pencegahan penyalahgunaan Napza
• Mempercepat upaya perbaikan gizi remaja
• Mendorong remaja untuk melakukan aktifitas fisik
• Melakukan deteksi dini dan pencegahan Penyakit
Tidak Menular (PTM)
• Meningkatkan kesadaran remaja dalam pencegahan
kekerasan
SASARAN
Remaja usia 10-18 tahun
FUNGSI POSYANDU REMAJA
Wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih
informasi & keterampilan dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan & keterampilan
hidup sehat remaja
Wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan yg
mencakup upaya promotif dan preventif meliputi PKHS,
kesehatan reproduksi remaja, pencegahan
penyalahgunaan Napza, gizi, aktifitas fisik, pencegahan
Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pencegahan
kekerasan pada remaja

Surveilan & pemantauan kesehatan remaja


diwilayah sekitar
Remaja: Petugas Kesehatan:
1. Aktualisasi diri 1. Mendekatkan askes pelayanan
2. Memperoleh Pengetahuan dan kesehatan dasar
Keterampilan 2. Membantu remaja dalam
3. Partisipasi memecahkan masalah yang
spesifik

MANFAAT

Stakeholder Pemerintah Keluarga:


Desa: 1.Membentuk anak yang mampu
Meningkatkan koordinasi dalam berperilaku hidup bersih dan sehat
pemberian pelayanan secara terpadu 2. Membentuk anak yang memiliki
keterampilan sosial yang baik
LOKASI

- Ada di setiap desa/kelurahan


- Tempat kegiatan disesuaikan
dengan kondisi di daerah
- 50 remaja 1 posyandu
A. Pembentukan
1. Pendekatan Internal
Mempersiapkan petugas kesehatan
2. Pendekatan Eksternal
Mempersiapkan masyarakat dan
stakeholder khususnya komunitas remaja &
tokoh masyarakat.
3. Survey Mawas Diri
Identifikasi masalah yang dihadapi dan
potensi yang dimiliki.
4. Musyawarah Masyarakat Desa
Hasil yang diharapkan dari MMD adalah
ditetapkannya daftar urutan masalah dan
upaya kesehatan yang akan dilakukan
5. Penyelenggaraan dan Pemantauan
Kegiatan Posyandu
Kesepakatan untuk pelaksanaan Posyandu
remaja
Lanjutan Pembentukan
Pendekatan Internal
Sosialisasi Orientasi/pelatihan

Pendekatan Eksternal
Forum Peduli Kesehatan Desa/Kelurahan Forum Peduli Kesehatan Kecamatan

Survei Mawas Diri (SMD)


Pemilihan dan pelatihan anggota masyarakat yg Guru, anggota pramuka, kelompok dasawisma-
mampu melakukan SMD PKK, anggota karangtaruna, Siswa

Musyawarah Masyrakat Desa (MMD)


Pembahasan hasil SMD & data kesehatan Ditetapkan daftar urutan prioritas masalah,
lain yang mendukung upaya kesehatan yang dilakukan

Penyelenggaraan dan Pemantauan Kegiatan Posyandu Remaja


Pemilihan pengurus & kader posyandu remaja scr Orientasi pengurus & pelatihan kader, POA (rencana
kerja, waktu, tempat penyelenggaraan, pelaksana,
musyawarah & mufakat pembagian tugas, sarpras yg diperlukan)
B. PENGORGANISASIAN
1. Struktur Organisasi 2. Pengelola Posyandu
(fleksibel sesuai kebutuhan) unsur masyarakat, lembaga
kemasyarakatan, organisasi
Ditetapkan oleh MMD pada saat kemasyarakatan, LSM, & dunia
pembentukan Posyandu Remaja usaha yg dipilih-bersedia-mampu,
memiliki waktu & peduli terhadap
Setiap kecamatan memiliki kesehatan remaja
wadah untuk Kader Posyandu
Remaja dari setiap kelurahan
Ketua

Wakil Sekretaris

Bendahara

PJ
Pendaftaran PJ Pengukuran PJ Pencatatan PJ Pelay Kes PJ KIE
C. KEDUDUKAN POSYANDU REMAJA
1. Terhadap pemerintah desa/kelurahan
Wadah pemberdayaan masyarakat yang secara kelembagaannya dibina
oleh pemerintah desa/kelurahan
2. Terhadap Pokja Posyandu
Sebagai satuan organisasi yang mendapat binaan (administratif,
keuangan & program dari pokja
3. Terhadap UKBM
Bagian dari UKBM
4. Terhadap Forum Peduli Kesehatan Kecamatan
Sebagai satuan organisasi yang mendapat arahan dan
dukungan
5. Terhadap Puskesmas
Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang
secara tekhnis medis dibina oleh Puskesmas.
KADER POSYANDU REMAJA
Syarat Kader Posyandu
Remaja

a. Remaja usia 10-18 tahun

b. Berjiwa kreatif, inovatif


dan komitmen

c. Mau secara sukarela


menjadi kader
d.Berada atau berdomisili
diwilayah Posyandu
Remaja
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
PELAKSANAAN POSYANDU REMAJA

a. Kader Remaja
b. Puskesmas
c. Pemangku kepentingan, seperti Kecamatan, Kelurahan
atau lembaga terkait.
d. Kelompok Kerja (Pokja)
e. Tim Penggerak PKK
f. Tokoh Masyarakat atau Forum Peduli Kesehatan
Kecamatan
g. Organisasi Kemasyarakatan
INTEGRASI KEGIATAN

Posbindu Kelompok Kader Kelompok


Kesehatan Remaja
PTM (KRR) Keagamaan
• Dalam • Kader Posyandu • Posyandu
pelaksanaannya remaja Remaja dapat
kegiatan merupakan dikelola oleh
Posbindu PTM bagian dari KKR Karang Taruna,
untuk remaja kelompok
usia 15-18 thn Keagamaan/
diberikan juga organisasi
kegiatan pemuda yang
pelayanan ada di daerah
posyandu
remaja
K
PKHS
• KIE :Kecerdasan Majemuk, Sosialiasasi & Penanaman PKHS
• Yankes: identifikasi kecerdasan majemuk, konseling PKHS

Kespro Remaja
E
• KIE: organ reproduksi, pubertas, proses kehamilan,
menstruasi, KB, IMS, dll G
• Yankes: konseling kespro, HIV AIDS, tes HIV jika
diperlukan
Keswa & Napza
I
• KIE : Keswa & Napza
• Yankes: skrining masalah psikososial (PSC), konseling keswa A
& penyalahgunaan Napza, rujukan

Gizi
T
• KIE: Gizi seimbang, pencegahan masalah gizi (KEK,
obesitas, anemia) A
• Yankes : pengukuran antropometri (BB, TB, LP & LILA),
penilaian status gizi, anemia, pemberian TTD/Vitamin,
peyuluhan & konseling gizi, rujukan N
40
Aktivitas Fisik K
• KIE : pentingnya aktvitas & jenis aktivitas yg dapat dilakukan
• Kegiatan di Posrem: senam sehat bugar E
PTM

• KIE : Jenis PTM & dampaknya, CERDIK


G
• Yankes: deteksi dini PTM (anamnesis riwayat penyakit keluarga &
pribadi, pengukuran TD, pemeriksaan gula darah & kolesterol,
pemeriksaan gangguan penglihatan & pendengaran), konseling,
I
A
rujukan

Pencengahan Kekerasan

• KIE: faktor resiko, dampak,& pencegahan


• Yankes : rujukan, pendampingan T
Penyuluhan Masalah Kesehatan Lainnya
A
• Kecelakaan lalin
• Penyakit menular yg terjadi saat ini N
41
PEMBIAYAAN POSYANDU REMAJA
Pembinaan peningkatan kapasitas
petugas kesehatan dan Kader
Posyandu Remaja

Sumber Biaya operasional kesekretariatan


lain tidak APBN
pokja Posyandu Remaja
mengikat
APBD
APBD
Kab/Kota Biaya operasional pembinaan,
Provinsi (I)
(II) supervisi, bimbingan teknis

Dukungan biaya operasional Kader


Posyandu Remaja, dsb
INDIKATOR TINGKAT
PERKEMBANGAN POSYANDU REMAJA
No Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri
1 Frekwensi Kurang 8-9 kali 10-11 kali 12 kali
pelaksanaan dari dalam dalam dalam
kegiatan delapan setahun setahun setahun
Posyandu kali
dalam
Mandiri setahun
2 Jumlah kader Kurang Lebih dari Lebih dari Lebih dari
Posyandu Remaja dari lima, atau sama atau sama atau
Purnama dengan dengan sama
lima lima dengan
lima
Madya
3 Pencapaian Kurang Kurang Lebih dari Lebih dari
pelaksanaan dari 50% dari 50% atau sama atau
Pratama pemberian dengan sama
KIE dalam 50% dengan
setahun sesuai 50%
jadwal
4 Program Tidak ada Tidak ada Ada ada
tambahan
5 Cakupan dana Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada
Langkah-Langkah Pelaksanaan Posyandu Remaja

3. Pencatatan 4. Pelayanan
1. 5. KIE
2. - Buku register, Kesehatan
Pendaftaran - penyuluhan,
Pengukuran buku - Konseling,
- Daftar hadir, pemantauan pemutaran
form data - BB, TB, TD, HEEADSSS, film, bedah
kesehatan tablet
diri, form / LILA, anemia remaja buku,
tambah
kuesioner untuk remaja ketrampilan
- Kurva darah /
kecerdasan putri soft skill,
tumbuh vitamin,
majemuk senam
kembang WHO rujukan
SARANA DAN PRASARANA
•Sarana : Gedung sebagai tempat pelaksanaan
kegiatan
•Prasarana yang diperlukan antara lain adalah;
– Timbangan BB
– Microtoice
– Alat ukur LILA / pita LILA
– Alat ukur Lingkar perut / meteran
– Alat ukur tekanan darah/
sfigmomanometer
– Buku register Posyandu
Remaja
– Buku Rapor Kesehatanku /
Buku
Pemantauan Kesehatan Remaja
– Media KIE (cetak dan
elektronik)
PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pencatatan Pelaporan
Pencatatan dapat Pelaporan kegiatan
dilakukan dengan Posyandu Remaja
menggunakan format dilaporkan ke Desa dan
baku sesuai dengan Pengelola Program
program kesehatan,
Sistim Informasi Kesehatan Usia Sekolah
Posyandu (SIP) atau dan Remaja Puskesmas
Sistim Informasi (Terintegrasi dengan
Manajemen (SIM) catatan pelaporan
kesehatan remaja)
1. Pengukuran BB dan TB

Prosedur Pengukuran BB Prosedur Pengukuran TB

Letakan timbangan di Penempatan Alat Ukur :


tempat yang datar Microtoise

Pastikan posisi awal jarum Catatan


pada angka NOL Pastikan hiasan rambut, alas dan
kaos kaki sudah dilepas
Posisikan anak berdiri di atas
(tengah) timbangan dan catat
Hasil

Catatan
Anak yang akan ditimbang diupayakan
berpakaian seminimal mungkin dan
tanpa beban tambahan (misal : sepatu,
kaus kaki, topi, jaket, perhiasan, hand
52
phone, dll.)
Prosedur Penempatan Microtoise

Letakkan microtoise di
lantai yang rata dan Paku/tempelkan
menempel pada ujung
dinding yang tegak pita meteran
lurus pada
dinding

Geser ke atas kepala


Tarik pita meteran tegak microtoise sampai
lurus ke atas sampai ujung pita yang
angka pada jendela baca menempel pada 53
menunjukan angka nol paku
• Perhitungan BB saja tidak dapat menunjukkan
bahwa anak tersebut normal/kurus/gemuk
Status Gizi = IMT
• Perhitungan IMT saja juga tidak dapat berdasarkan umur (plot
menunjukkan bahwa anak tersebut dalam grafik
normal/kurus/gemuk pertumbuhan anak
• Perhitungan status gizi anak sekolah berbeda sekolah di Buku Rapor
dengan perhitungan status gizi pada orang Kesehatan)
dewasa

• Perhitungan TB saja tidak dapat


menunjukkan bahwa anak tersebut Perawakan = Tinggi
pendek/normal Badan berdasarkan
• Perhitungan pendek/normal tidak bisa umur (plot dalam
dengan membandingkan tinggi anak grafik pertumbuhan
dengan teman sebaya di kelas/sekolah anak sekolah di Buku
Rapor Kesehatan)
57
Stunte
d
Severe
Stunted
Pengukuran LILA

Metlin

Pita Ukur
LILA

Pita Ukur
Jahit
Tujuh Langkah mengukur LILA :
1. Pengukuran dilakukan dibagian tengah. Antara bahu dan siku lengan
kiri. Bila remaja kidal gunakan lengan kanan
2. Lengan harus dalam keadaan bebas. Artinya otot lengan tidak
tegang
3. Saat mengukur alat ukur tidak kusut/permukaannya rata.
4. Tetapkan letak bahu dan letak siku
5. Tetapkan titik tengah lengan atas. Caranya rentangkan pita dari bahu
ke arah siku. Tentukan tengah-tengah lengan atas remaja
6. Lingkarkan pita ukur tepat pada tengah-tengah lengan atas remaja
7. atau
Bacalah skalanya
kurang secara
dari 23,5 benar.remaja
cm maka Bila masih berada
tersebut di bagian
tergolong Merah
sangat
5/3 0 /2 0 1 6 59
k u r u s atau menderita KEK
Pengecekan anemia
• Pengecekan anemia untuk remaja putri secara klinis,
apabila ada tanda klinis anemia dirujuk ke fasilitas
kesehatan
• Periksa tanda-tanda klinis pada kelopak mata bawah
dalam, bibir, lidah dan telapak tangan tampak pucat.
• Perhatikan jika ada riwayat pingsan, sering pusing,
kurang konsentrasi,
• Perhatikan gejala 5 L: Lesu, Lemah, Letih, Lelah,
Lalai.
• Hasil pemeriksaan dicatat ke dalam buku rapor
kesehatanku dan Buku Pemantauan Kesehatan Remaja
5/30/2016 60
Form Pencatatan
No NIK Nama Tgl JK Bulan:
Lahir
1. BB TB TTD LILA LP Anemi
a
2.
Register
3.

4.

5.
Pencatatan
6. konseling
7.

8. dst

61
TB, BB, LILA

Tensi,
Pemantauan
IMT , Hb

Pendaftaran,pen
imbangan
rekapitulasi,
rencana
kegiatan

62
Soft skill,
Penyuluhan, Senam

Kader,
Kader
Kes
Remaja/
Konselor
, Remaja

63
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai