0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
190 tayangan11 halaman

Metode XP & Agile

Diunggah oleh

Arif Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
190 tayangan11 halaman

Metode XP & Agile

Diunggah oleh

Arif Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dosen Pengampu : Ika Arthalia Wulandari, M.

Kom

Tegar Ardiansyah 22410010


Arlian Kusuma Pranata 22410014
Yunio Arnando Saputra 22410005

PRODI D-III SISTEM INFORMASI


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2024
1. Extreme Programming (XP)

Extreme Programming (XP) merupakan sebuah metode pengembangan


perangkat lunak yang mencoba meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas
dalam suatu pengembangan perangkat lunak yang mengombinasikan
berbagai ide sederhana tanpa mengurangi kualitas software yang akan
dibangun (Sri Ramadhani dkk., 2019).
Tahapan – Tahapan Metode Extreme Programming
Dalam metode Extreme Programming (XP) ini terdapat empat tahapan yang harus dilalui,
yaitu (Carolina dkk., 2019):

1. Planning (perencanaan)
Pada tahapan ini merupakan tahapan awal dalam pembangunan sistem dimana
dalam tahapan ini dilakukan beberapa kegiatan perencanaan, yaitu, identifikasi
permasalahan, menganalisa kebutuhan, sampai dengan penetapan jadwal pelaksanaan
pembangunan sistem.
2. Design (perancangan)
Pada tahapan ini merupakan tahapan perancangan dengan melakukan kegiatan
pemodelan yang dimulai dari pemodelan sistem, pemodelan arsitektur sampai dengan
pemodelan basis data (Septiani & Habibie, 2022).
3. Coding (pengkodean)
Pada tahapan ini merupakan kegiatan penerapan pemodelan yang
sudah dibuat dalam bentuk user interface, dengan menggunakan bahasa
pemrograman (Risma dkk., 2021).

4. Testing (pengujian)
Setelah tahapan pengkodean berhasil diselesaikan, kemudian
tahapan selanjutnya adalah tahapan pengujian sistem untuk mengetahui
kesalahan apa saja yang timbul saat aplikasi sedang berjalan serta
mengetahui apakah sistem yang dibangun sudah sesuai dengan kebutuhan
pengguna (Marta Syakira, 2022).
Kelebihan Metode Extreme Programming
• Berikut ini merupakan kelebihan dari metode Extreme Programming,
yaitu (Yudi Arifin dkk., 2022):

1. Pembangunan system dibuat lebih cepat.


2. Mengutamakan kesederhanaan code, membuat program sederhana
lalu mengembangkannya bila diperlukan.
3. Setiap feedback langsung ditanggapi dengan melakukan test, sehingga
tidak akan terjadi pembengkakan tenaga, biaya, dan waktu yang
terbuang percuma karena kesalahan penangkapan feedback dari klien.
4. Meningkatkan komunikasi dan sifat saling menghargai antar developer.
Kekurangan Metode Extreme Programming
• Berikut ini merupakan kekurangan dari metode Extreme
Programming, yaitu (Yudi Arifin dkk., 2022):
1. Developer harus selalu siap dengan perubahan karena
perubahan selalu diterima.
2. Tidak bisa membuat code yang detail di awal (prinsip simplicity
dan juga anjuran untuk melakukan apa yang diperlukan hari itu
juga).
3. Tidak memiliki dokumentasi formal yang dibuat selama
pengembangan. Satusatunya dokumentasi adalah dokumentasi
awal yang dilakukan oleh user (dokumentasi secara informal).
2. SDLC Metode Agile
Metode agile adalah metode yang
fleksibel di mana pengembangan
dilakukan dalam jangka pendek. Namun
diperlukan adaptasi yang cepat dari
developer terhadap perubahan dalam
bentuk apa pun.
Dalam mengembangkan perangkat lunak dengan Metode Agile, terdapat
beberapa tahapan yang harus dilalui antara lain :
1. Perencanaan : merupakan langkah di mana tim pengembang dan juga klien merancang apa saja yang dibutuhkan
dalam suatu perangkat lunak yang hendak dibuat.

2. Implementasi : merupakan tahapan di mana para tim pemrogram melakukan pengkodean pada suatu perangkat
lunak.

3. Tes Perangkat Lunak : pada tahap ini, perangkat lunak yang telah diproduksi akan dites atau dicek, yang menjadi
tanggung jawab bagian kontrol kualias supaya bug yang masih ditemukan dapat langsung diperbaiki agar kualitas
perangkat lunak tersebut tetap terjaga.

4. Dokumentasi : jika tahap tes perangkat lunak sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses dokumentadi yang
mana tahap ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan terhadap proses pemeliharaan atau maintenance ke
depannya.

5. Deployment : merupakan tahap yang dilakukan untuk menjamin kualitas perangkat lunak yang diciptakan dengan
menguji kualitas sistem. Jika sistem yang diproduksi telah memenuhi syarat, perangkat lunak tersebut nantinya sudah
siap untuk dikembangkan.

6. Pemeliharaan : tahapan terakhir yang dilakukan dalam Metode Agile adalah pemeliharaan atau maintenance. Tahap
ini ditujukan supaya tidak ada lagi bug yang mengganggu perangkat lunak. Maka dari itu, pemeliharaan ini merupakan
tahap yang sangat penting dan harus dilakukan secara berkala agar kualitas selalu terjaga.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Aggile
• Berikut adalah kelebihan dari metode agile:
1.Perubahan dapat dengan cepat ditangani.
2.Proses pengembangan perangkat lunak membutuhkan waktu yang relatif
cepat dan tidak memerlukan sumber daya yang besar.
3.Klien dapat memberikan feedback kepada pengembang dalam proses
pembuatan program.

• Berikut adalah kekurangan dari metode agile:


1.Metode ini kurang sesuai dengan tim yang besar (lebih dari 20 orang).
2.Tim harus selalu siap, karena perubahan dapat terjadi kapan saja.
3.Metode ini kurang cocok untuk tim yang berkomitmen untuk menyelesaikan
proyek bersama-sama.
PERTANYAAN
1. Dari materi tersebut, manakah yang lebih baik dari ke2 metode
tersebut?

semua nya baik karena tergantung pada proyek pemakaian nya


• untuk proyek dengan kebutuhan yang sering berubah: metode Agile lebih
sesuai karena fleksibilitasnya contohnya seperti apa? misalkan dalam
pengembangan aplikasi mobile, jika pengguna memberikan umpan balik bahwa
fitur tertentu tidak sesuai dengan yg diharapkan maka pengguna metode agile
dapat dengan cepat mengubah untuk mengatasi masalah tersebutuntuk
proyek yang memerlukan kualitas tinggi dan praktik pengujian yang kuat: XP
lebih unggul dengan fokusnya pada pengujian dan pengembangan
kode berkualitas.
• REFERENSI

• Metode SDLC Dalam Pengembangan Software - Dicoding Blog


• http://repo.darmajaya.ac.id/14283/6/BAB%20II.pdf
•https://medium.com/@fatchiafahri/penjelasan-sdlc-software
-development-life-cycle-dan-agile-84ef762b38c

Anda mungkin juga menyukai